cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Gambaran dinamika self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan Agnes Christy Wijaya; Theresia Indira Shanti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p04

Abstract

Perselingkuhan dalam pernikahan adalah kondisi di mana ketika salah satu pasangan melanggar komitmen dalam hubungan pernikahan, meliputi satu atau lebih elemen yaitu kerahasiaan, aktivitas seksual, dan keterlibatan emosional, berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Perselingkuhan merupakan alasan utama perceraian di Jabodetabek. Namun, tidak semua perselingkuhan berakhir dengan perceraian. Self-forgiveness dijelaskan sebagai proses yang membuat pelaku perselingkuhan mengakui kesalahan dan berusaha memperbaiki diri. Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas dampak pada korban padahal pelaku juga mengalaminya, seperti dikucilkan, malu dan bersalah. Untuk dapat menghadapi dampak tersebut, self-forgiveness merupakan kunci bagi pelaku yang ingin mempertahankan rumah tangganya dengan cara mengakhiri perselingkuhan. Hal tersebut menjadi tanda bahwa dia mempertimbangkan makna hidup (meaning in life) yang dimiliki terutama tujuan menikah sehingga mampu memaknai perselingkuhan sebagai masa lalu yang dijadikan pelajaran untuk memperbaiki pernikahan. Penelitian ini bertujuan melihat gambaran dinamika self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan. Penelitian dilakukan pada pelaku perselingkuhan yang tetap pada ikatan pernikahan, kedua pihak saling mengetahui perselingkuhan, sudah mengakhiri perselingkuhannya dan memiliki orientasi seksual heteroseksual. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-methods. Sebanyak 27 partisipan diperoleh menggunakan teknik sampling non-probabilty. Uji korelasi dilakukan dalam penelitian ini dan hasilnya terdapat hubungan positif yang signifikan antara self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan. Sebanyak empat partisipan diperoleh melalui teknik purposeful sampling. Hasil analisis data kualitatif mampu menjelaskan gambaran self-forgiveness dan meaning in life pada pelaku perselingkuhan dalam pernikahan.
Dinamika psikologis individu yang mengalami trikotilomania Putu Yunita Trisna Dewi; Afif Kurniawan
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p05

Abstract

Trikotilomania merupakan gangguan perilaku menarik rambut secara berulang yang bersifat kronis dan mengakibatkan terjadinya kerontokan rambut. Pada individu dewasa, Trikotilomania lebih banyak terjadi pada wanita dibandingkan pria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut hasil asesmen, diagnosis, serta dinamika psikologis yang mendasari munculnya gangguan perilaku menarik rambut pada subjek NR selama kurang lebih 10 tahun. Subjek dalam penilitian ini berjumlah satu orang dan berjenis kelamin perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik studi kasus. Teknik pengambilan data atau kegiatan asesmen dalam penelitian ini terdiri dari wawancara semi terstruktur, observasi, tes grafis (BAUM, DAP, dan HTP), Sack’s Sentence Completion Test (SSCT), tes inteligensi menggunakan Weschler Adult Intelegence Scale (WAIS), serta Thematic Apperception Test (TAT). Berdasarkan pada rangkaian hasil asesmen psikologi yang telah dilakukan, subjek NR terdiagnosa mengalami Trikotilomania. Perilaku menarik rambut merupakan refleksi dari kecemasan NR terhadap berbagai hal yang sulit ia ekspresikan. Kecemasan tersebut berawal dari kondisi self esteem NR yang cenderung rendah, sehingga perilaku menarik rambut menjadi sebuah kebiasaan yang dapat muncul tidak hanya pada situasi yang menekan dan sulit untuk dihentikan. Akibat perilaku menarik rambut tersebut, subjek NR mengalami kerontokan rambut dan iritasi pada area kulit rambut.
Pengaruh family supportive supervisor behavior terhadap subjective well-being dengan work family enrichment sebagai mediator Ida Ayu Intan Yuliana; Seger Handoyo
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh antara family supportive supervisor behavior terhadap subjective well-being dengan work family enrichment sebagai mediator. Definisi family supportive supervisor behavior dalam penelitian ini menggunakan teori dari Hammer, Kossek, Zimmerman & Daniels (2007), work family enrichment menggunakan Carlson, Wayne, Kacmar, dan Grzywacz (2006) dan teori subjective well-being menggunakan Hills dan Argyle (2002). Penelitian ini dilakukan pada 196 perawat yang bekerja di Rumah Sakit X. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunkaan skala family supportive supervisor behavior milik Hammer, Kossek, Zimmerman & Daniels (2007), work family enrichment milik Carlson, Wayne, Kacmar, dan Grzywacz (2006) dan skala subjective well-being milik Hills dan Argyle (2002). Pada penelitian ini analisis data menggunakan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Family supportive supervisor behavior memiliki hubungan yang signifikan terhadap work family enrichment, (2) Work family enrichment memiliki hubungan yang signifikan terhadap subjective well-being, (3) Family supportive supervisor behavior memiliki hubungan yang signifikan terhadap subjective well-being, (4) Family supportive supervisor behavior secara tidak langsung mempengaruhi subjective well-being melalui work family enrichment
Pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres pada narapidana di Lapas Kelas I Makassar Alifia Ainun Rizky; Widyastuti Widyastuti; Ahmad Ridfah
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p07

Abstract

Narapidana di Lapas Kelas I Makassar memiliki permasalahan baik secara fisik maupun psikis yang kompleks selama menjalani masa tahanan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor narapidana mengalami stres di dalam Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mewarnai mandala dalam mengurangi stres yang dialami oleh narapidana di Lapas Kelas I Makassar. Subjek penelitian berjumlah 11 (N=11) narapidana yang memiliki tingkat stres yang berat. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuasi eksperimen the one-group pretest-posttest design. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala stres yang disusun oleh Lovibond dan Lovibond dan telah diadaptasi kedalam Bahasa Indonesia oleh Damanik dengan nilai reliabilitas 0,878. Analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p sebesar 0,002, sehingga 0,002 < 0,05 dan dapat disimpulkan bahwa mewarnai mandala berpengaruh dalam mengurangi stres pada narapidana. Implikasi dari penelitian ini adalah mewarnai mandala dapat digunakan sebagai salah satu metode intervensi dalam mengurangi stres yang dialami khususnya pada narapidana.
Pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator Anak Agung Ayu Nisha Amanda; Seger Handoyo
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh leader-member exchange terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai variabel mediator. Definisi leader-member exchange dalam penelitian ini menggunakan teori Graen & Uhl-Bien (1995), perilaku kerja kontraproduktif menggunakan teori Fox & Spector (2005), dan budaya organisasi menggunakan teori Schein (1992). Teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada 192 karyawan yang bekerja di Rumah Sakit X. Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah skala Leader-Member Exchange 7 (LMX7) untuk mengukur leader-member exchange, skala Counterproductive Work Behavior Checklist (CWB-C) untuk mengukur perilaku kerja kontraproduktif dan Denison Organizational Culture Survey (DOCS) untuk mengukur budaya organisasi. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) leader-member exchange berpengaruh langsung dan signifikan terhadap budaya organisasi, (2) budaya Organisasi berpengaruh langsung dan signifikan terhadap perilaku kerja kontraproduktif, (3) leader-member exchange tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja kontraproduktif, dan (4) leader-member exchange memiliki pengaruh terhadap perilaku kerja kontraproduktif dengan budaya organisasi sebagai mediator penuh. Kata kunci: Leader-member exchange, Perilaku kerja kontraproduktif, Budaya organisasi
Peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar pada mahasiswa penerima beasiswa Bidikmisi di Universitas Udayana Adixie Axell Arrixavier; Ni Made Swasti Wulanyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p09

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator utama keberhasilan sebuah proses pendidikan, utamanya bagi remaja akhir. Program beasiswa bidikmisi membantu mahasiswa yang kurang mampu dalam segi ekonomi namun terkendala oleh faktor ekonomi. Beasiswa bidikmisi mengharuskan mahasiswa untuk mendapatkan prestasi belajar yang baik. Prestasi belajar dapat dipengaruhi oleh faktor internal yaitu motivasi belajar dan faktor eksternal yaitu fasilitas belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran fasilitas belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Subjek dalam penelitian adalah 112 orang mahasiswa bidikmisi Universitas Udayana. Pengumpulan data menggunakan skala fasilitas belajar, skala motivasi belajar, dan nilai IPK sampai semester terakhir. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,240 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,058, dengan nilai signifikansi sebesar 0,040 (p<0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa fasilitas belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama berperan terhadap prestasi belajar yaitu sebesar 5,8%, dan 94,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteiti. Nilai koefisien beta tidak terstandarisasi pada variabel fasilitas belajar sebesar -0,160 dengan signifikansi 0,368 (p>0,05) dan motivasi belajar sebesar 0,342 dengan signifikansi 0,011 (p<0,05). Motivasi belajar berperan signifikan terhadap prestasi belajar namun fasilitas belajar saja tidak berperan signifikan terhadap prestasi belajar. Dengan demikian untuk meningkatkan prestasi belajar mahasiswa dengan beasiswa bidikmisi diperlukan dukungan fasilitas belajar dan motivasi belajar, bukan hanya fasilitas belajar saja. Bidikmisi scholarship is one of the government programs for students who have a problem with their economic. The Bidikmisi scholarship requires the students to get good learning achievements. Learning achievement is the main indicator of a successful educational, especially for teens. Learning achievements are influenced by internal factor namely learning motivation and external factor which is learning facilities. This study aims at finding out the role of learning facilities and learning motivation toward learning achievement in Bidikmisi Students at Udayana University. The subjects in the study were 112 Bidikmisi students at Udayana University. The data was collected through a scale of learning facilities, a scale of learning motivation, and GPA scores until the last semester. The technique used to analyzed data was a multiple regression test. The results showed a regression coefficient of 0.240 and a coefficient of determination of 0.058, with a significance value of 0.040 (p <0.05). These results indicate that learning facilities and learning motivation contribute to learning achievement in the amount of 5,8%, and 94,2% are influenced by other variables that are not examined. The coefficient value of beta unstandardized in the learning facilities variable of -0.160 with a significance of 0.368 (p> 0.05) and learning motivation of 0.342 with a significance of 0.011 (p <0.05). Learning motivation influence to the learning achievement, however learning facilities play a not significant role in learning achievement. Thus to improve student learning achievement with Bidikmisi scholarships it is necessary to support learning facilities and learning motivation, not just learning facilities.
Gambaran pencarian identitas agama remaja dengan orang tua beda agama di Bali Donna Priskila; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p10

Abstract

Perkawinan antar individu yang berbeda agama masih dan akan terus terjadi sebagai akibat interaksi sosial antar warga negara Indonesia. Tujuan sebuah perkawinan salah satunya adalah untuk melanjutkan keturunan. Anak yang lahir dari pasangan yang berbeda agama akan menghadapi berbagai permasalahan salah satunya adalah penentuan identitas agama. Penelitian ini menggambarkan proses pencarian identitas agama pada remaja dengan orangtua beda agama untuk membantu memahami proses tersebut terlebih dalam lingkup masyarakat Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan data dilakukan melalui in depth interview dan observasi pada lima responden penelitian. Data kemudian dianalisis dengan theoretical coding. Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa keadaan yang dialami oleh remaja dengan orangtua beda agama yang tidak dihadapi oleh remaja dengan orangtua yang memiliki agama yang sama. Keadaan tersebut dibagi menjadi dua bagian yaitu keadaan positif yaitu perasaan bangga akan perbedaan agama dalam keluarga remaja, yang kemudian membuat remaja merasa keluarganya merupakan keluarga yang istimewa, dan keadaan negatif yaitu remaja mengalami konflik terkait dengan prioritas menjalankan kegiatan agama yang membuat keluarga remaja menjadi tidak harmonis. Hasil berikutnya adalah faktor yang memengaruhi pemilihan agama yang dilakukan oleh remaja dibagi menjadi dua yaitu faktor internal yaitu keyakinan terhadap agama dan faktor eksternal yaitu ada tidaknya pembimbing dan role model. Remaja dalam penelitian ini juga sudah melakukan eksplorasi dan komitmen namun belum maksimal.
Dinamika Psikologis Individu dengan Gangguan Kepribadian Ambang Ni Luh Krishna Ratna Sari; Hamidah Hamidah; Adijanti Marheni
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p02

Abstract

Borderline personality disorder is one of the personality disorders that is widely encountered in psychiatric and psychological practices. This research aims to explore the psychological dynamics of individuals with borderline personality disorder based on the results of the assessment. The subject in this study is a 24-years-old man that showed the symptoms of borderline personality disorder. The research method used is qualitative with a case study approach. Data were collected through psychological assessment including interviews, observations, and some psychological tests such as graphic tests (BAUM, DAP, and HTP), SPM (Standart Progressive Matrices), SSCT (Sack's Sentence Completion Test), and Drawing Completion Test (DCT). The results showed that the subject had personality aspects such as emotional instability, low control of psychological drive, and the need to depend on others. Subjects have traumatic experiences such as abuse and early separation with parental figures, family dysfunction as well as unsupportive environmental factors. Interactions between these two conditions illustrate the psychological dynamics of the symptoms of borderline personality disorders addresses by subject. Keywords : Borderline personality disorder, traumatic experiences, young adulthood.
Gambaran Konsep Diri Istri Pecandu Narkotika Ni Made Kristi Dwinitha Sari; I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p03

Abstract

Pada tahun 2015 Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendata bahwa terjadi 200 ribu kasus perceraian per tahun. Suami yang dalam pengaruh alkohol atau narkotika menjadi salah satu pemicu terjadinya perceraian. Keberhasilan maupun kegagalan seseorang istri menghadapi suami pecandu narkotika berkaitan dengan konsep diri istri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri serta faktor-faktor yang memengaruhi konsep diri istri pecandu sehingga mampu bertahan dalam pernikahannya. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden pada penelitian ini sebanyak satu orang istri seorang pecandu narkotika yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep diri responden cenderung positif karena telah memenuhi lima dari enam ciri-ciri konsep diri positif, yakni mengenal dirinya dengan baik, dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang beragam tentang dirinya sendiri, merancang tujuan-tujuan yang sesuai dengan realitas, mampu menghadapi masa depan serta menganggap hidup adalah proses penemuan. Konsep diri responden terdiri dari beberapa aspek, antara lain aspek fisiologis, aspek psikologis, aspek psiko-sosial, aspek psiko-spiritual, serta aspek psiko-etika dan moral. Hasil selanjutnya menunjukkan bahwa konsep diri responden dipengaruhi oleh faktor kemampuan dan penampilan fisik, faktor keluarga, faktor kelompok sebaya, dan faktor peranan harga diri.
Stres Kepala Sekolah: Sumber dan Strategi Coping Nasib Tua Lumban Gaol
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p04

Abstract

Kepala sekolah adalah pekerjaan professional yang diperhadapkan dengan berbagai resiko, termasuk resiko terkena stres kerja. Namun, kajian tentang stres kepala sekolah pada konteks Indonesia masih jarang ditemukan. Dengan reformasi sekolah pada abad keduapuluh satu ini, kepala sekolah dituntut supaya mampu bekerja dengan penuh tanggung jawab dan akuntabilitas. Konsekuensinya, kondisi yang demikian mengarahkan kepala sekolah untuk mangalami stres atas fungsi dan peran mereka sebagai pemimpin di sekolah. Tujuan studi ini adalah berupaya untuk mengidentifikasi berbagai penyebab stres yang dialami kepala sekolah dan menyarankan strategi mengatasi stres yang dialami kepala sekolah. Berbagai artikel jurnal yang relevan digunakan sebagai bahan referensi untuk membahas topik tersebut. Dengan demikian, hasil studi ini menemukan lima penyebab stres kepala sekolah, yaitu interaksi buruk dengan warga sekolah, sumber daya sekolah tidak memadai, kompleksitas peran dan beban kerja, tantangan terkait kebijakan pendidikan, dan skill mengelola waktu yang kurang baik. Selanjutnya, strategi mengatasi stres kepala sekolah terdiri dari pendekatan internal dan pendekatakn eksternal.