Jurnal Psikologi Udayana
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles
422 Documents
Apakah Emotional Intelligence dipengaruhi gender?: Analisis perbedaan kecerdasan emosi kaitannya dengan manajemen konflik suami-isteri dalam masa kritis perkawinan
Bidayatul Hidayah;
Amarina Ashar Ariyanto;
Sugeng Hariyadi
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p05
Kecerdasan emosi/emotional intelligence menjadi menarik dibahas karena selalu bersangktan dengan aspek kehidupan seperti membina hubungan sampai dengan penyelesaian konflik. Studi gender konvensional menyebutkan terdapat perbedaan antara laki-laki dan perempuan terutama dalam emosi keduanya. Hal ini dikaitkan dengan perbedaan jenis kelamin secara fisiologis dan peran gender secara sosial. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan emotional intelligence laki-laki dan perempuan dalam konteks usia kritis perkawinan dimana konflik perkawinan seringkali terjadi. Sebanyak 91 pasangan suami istri (N=182) berpartisipasi dalam studi ini untuk mengetahui emotional intelligence yang dimiliki dan kaitan emotional intelligence terhadap manajemen konflik perkawinan. Temuan mengenai hasil korelasi dan komparasi serta pembahasan akan dibahas lebih lanjut dalam diskusi.
Peran Kecerdasan Emosional dan Efikasi Diri terhadap Resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang Sedang Menyusun Skripsi
Ni Putu Ridha Eka Mahesti;
I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p06
Resiliensi merupakan kemampuan yang dimiliki individu untuk bangkit dari permasalahan atau kesulitan yang dihadapi dengan berbagai cara yang produktif. Resiliensi dipengaruhi oleh kemampuan untuk mengendalikan diri sehingga individu dapat bersikap tenang dan fokus menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapi. Resiliensi juga dipengaruhi oleh keyakinan akan kemampuan yang dimiliki untuk dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan efikasi diri terhadap resiliensi pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi. Subjek dalam penelitian ini adalah 149 orang Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala resiliensi, skala kecerdasan emosional, dan skala efikasi diri. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,552, nilai koefisien determinasi sebesar 0,305 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional sebesar 0,362 dan efikasi diri sebesar 0,355. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan efikasi diri secara bersama-sama berperan meningkatkan taraf resiliensi pada Mahasiswa Universitas Udayana yang sedang menyusun skripsi.
Peranan komitmen organisasi dan person job fit terhadap turnover intentiongenerasi Y pada karyawan di Indonesia
Nadya Karunia Pramesti;
Dewi Puri Astiti
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p07
Sejumlah riset terdahulu sudah memperlihatkan bahwa Generasi Y mempunyai nilai turnover yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Pergantian karyawan didahului oleh niat untuk berubah. Nilai niat turnamen pada karyawan yang dipengaruhi oleh komitmen organisasi, dan pekerjaan membutuhkan mereka.Riset ini ialah pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menentukan peranan komitmen organisasi dan bekerja bersama mereka sesegera tujuan turnamen untuk karyawan gen-Y diIndonesia. Subjek terkait dengan riset ialah 176 karyawan Y generasi di Indonesia. Alat pengukuran diterapkan ialah skala komitmen organisasi, skala pekerjaan dan skala skala turnamen. Temuan uji regresi berganda memperlihatkan koefisien regresssion sejumlah 0,598, koefisien determinan 0,357 dan nilai signifikansi 0,000 (p <0,05) dengan koefisien beta (standardize) pada variabel komitmen organisasi -0,434 serta proyek work fit dari variabel 0,259.
Peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
Aldilla Rumintang;
I Made Rustika
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p08
Pada setiap peningkatan jenjang pendidikan akan ada perubahan lingkungan, sehingga dibutuhkan kemampuan penyesuaian diri terhadap perubahan yang terjadi. Adanya tuntutan untuk lebih mandiri, tuntutan dari orangtua, serta perubahan lingkungan dapat menimbulkan kecemasan, terlebih pada dokter muda yang harus menerapkan langsung kepada pasien ilmu yang telah didapatkan selama pre klinik. Banyak faktor yang dapat berperan dalam menurunkan taraf kecemasan dokter muda diantaranya adalah kemampuan mengendalikan emosi dan kemampuan untuk bertahan dalam menghadapi situasi yang dapat menimbulkan kecemasan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas terhadap tingkat kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Subjek penelitian ini berjumlah 71 mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang sedang menjalankan tahap profesi pada tahun 2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi ganda. Hasil uji regresi ganda menunjukkan nilai koefisien regresi 0,743 dengan nilai koefisien determinasi 0,533 dan signifikansi 0,000 dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel kecerdasan emosional -0,389 dan kecerdasan adversitas -0,407. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan kecerdasan adversitas bersama-sama berperan menurunkan taraf kecemasan pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Pengelolaan Stres dan Peningkatan Produktivitas Kerja selama Work From Home pada Masa Pandemi COVID-19
Muhammad Ishak Shabuur;
Wustari L. Mangundjaya
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p09
When the COVID-19 pandemic spread globally, public health guidelines recommend all workers to work from home (WFH). In Indonesia, not many companies have implemented WFH before because of traditional management practices, of course adjusting to WFH is a new experience for most workers. Meanwhile, most of the studies reviewed regarding the effects of quarantine reported negative psychological effects including symptoms of stress, confusion, and anger. Based on this situation, this study aims to review the influence of work flexibility attitudes towards WFH through flexibility working options on work productivity during the COVID-19 Pandemic quarantine period and test the coping strategy as a moderator on the relationship between the two variables. This study involved 421 working from home employees in the private sector, public sectors and government in Indonesia. Participants were taken using convenience sampling techniques through the distribution of questionnaires online. Testing for moderation effects is done by using moderated regression analysis (MRA) technique. The results show that coping strategy positively moderates the relationship, such that the relationship between flexibility working options and work productivity is increasing when employee implement coping mechanisms that focus on problems for control stressors and maintain their work productivity during the COVID-19 pandemic.
Peranan Self-efficacy dan Intelegensi terhadap Prestasi Belajar pada Mahasiswa
Krishervina Rani Lidiawati;
Nurtaty Sinaga;
Ivone Rebecca
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p10
Efikasi diri merupakan keyakinan individu untuk dapat bertahan dan mencapi tujuan tertentu. Efikasi diri dapat mempengaruhi usaha dan ketekunan mahasiswa dalam menyelesaikan tujuan belajarnya. Dalam konteks perguruan tinggi, salah satu indikasi dari keberhasilan tujuan belajar melalui nilai atau Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang diperoleh mahasiswa. Selain itu, diperlukan faktor lain yaitu intelegensi individu yang merupakan faktor kognitif, mencakup kemampuan proses berpikir dalam mencari pemecahan masalah serta beradaptasi dengan lingkungan. Untuk mengukur intelegensi dalam penelitian ini menggunakan alat tes Intelegensi yang terstandart yaitu Culture Fair Intelligence Test (CFIT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan efikasi diri dan intelegensi terhadap prestasi belajar pada mahasiswa. Partisipan dalam penelitian ini adalah 155 mahasiswa aktif di Universitas XYZ dengan rentang usia 18 – 21 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh efikasi diri dan intelegensi sebesar 12,4% terhadap prestasi belajar mahasiswa (R=.352, = .124).
Pengaruh gaya kepemimpinan Laissez Faire terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT (Badan Pengkajian Penerapan Teknologi) Bali
A.A Ayu Prami Redityani;
Dewi Puri Astiti
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
Komitmen karyawan merupakan salah satu kunci yang turut menentukan suatu organisasi untuk mencapai tujuan organisasi. Tujuan organisasi dapat terwujud apabila pemimpin dapat mengarahkan karyawan dengan baik, tetapi yang terjadi di BPPT Bali pemimpin memberikan segala keputusan kepada bawahan dan pemimpin kurang berpartisipasi pada proses kerja dalam organisasi. Hal tersebut dapat mempengaruhi proses kerja karyawan yang menjadi kurang optimal. Maka dalam penelitian ini peniliti berfokus pada gaya pemimpin yang menerapkan gaya kepemimpinan laissez faire yang dapat mempengaruhi dan menurunkan komitmen organisasi pada karyawan terhadap perusahaan. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan yang bekerja lebih dari lima tahun di BPPT Bali, dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini berjumlah 50 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan uji hipotesis regresi sederhana. Alat ukur yang digunakan adalah skala kepemimpinan laissez faire dan skala komitmen organisasi. Hasil dari uji analisis regresi berganda menunjukkan bahwa kepemimpinan laissez faire berpengaruh secara signifikan terhadap komitmen organisasi pada karyawan di BPPT Bali.
Subjective well-being pada waria Drag Queen di Bali
Luh Putu Dewi Pradnyanitya Pastini;
David Hizkia Tobing
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
Banyaknya kasus kekerasan pada kelompok gay dan waria di Indonesia menunjukkan bahwa keberadaan LGBT, khususnya kaum waria, masih belum dapat diterima seutuhnya oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Bali adalah salah satu daerah yang masih banyak ditemukan kelompok waria yang salah satunya yaitu Drag queen, sebagai penghibur wisatawan yang berkunjung ke bar atau club malam Bali. Drag queen menampilkan diri sebagai seorang wanita lengkap dengan pakaian dan atribut yang glamour untuk menghibur penonton, secara langsung harus coming out dimasyarakat, sehingga diasumsikan memiliki subjective well-being yang tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden penelitian adalah lima orang waria yang berprofesi sebagai drag queen dan dua significant other, dengan teknik pengumpulan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode wawancara semi terstruktur dan observasi. Analisis data dilakukan dengan theoretical coding yaitu open coding, axial coding dan selective coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam temuan yang menggambarkan subjective well-being pada drag queen yaitu kepuasan hidup, harga diri, pengalaman hidup, hubungan romantis dengan pasangan, keluarga, dan agama.
Penyesuaian diri orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder)
Ida Ayu Devi Putri;
I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) merupakan gangguan perkembangan yang diketahui sebelum usia 4 tahun, ditandai dengan ketidakmampuan dalam memusatkan perhatian dan berada pada tingkat maladatif dengan aktivitas yang berlebihan dan impulsif. Penyesuaian diri orangtua yang memiliki anak ADHD diperlukan agar anak dapat betumbuh dan berkembang secara optimal sesuai dengan potensinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran penyesuaian diri orangtua terhadap anak yang mengalami gangguan ADHD. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Responden dalam penelitian ini adalah dua pasang orangtua yang belum mempunyai pengalaman dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus dengan gangguan ADHD dan dipilih dengan teknik snowball sampling. Proses pengambilan data terhadap kedua pasang responden dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa orangtua dengan anak yang mengalami gangguan ADHD telah mampu melakukan penyesuaian diri. Proses penyesuaian diri yang dilakukan adalah penyesuaian diri pribadi seperti menerima kondisi dengan apa adanya melalui tingkah laku yang ditunjukkan anak dan memutuskan untuk tidak menarik diri dari lingkungan sosial serta penyesuaian diri sosial seperti tidak peduli dengan perkataan orang lain mengenai kondisi anak.
Peran religiositas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas remaja madya di SMA Negeri Denpasar
Made Satria Swantara;
Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24843/
Agresivitas adalah suatu kecenderungan untuk menyakiti maupun melukai orang lain baik secara fisik maupun nonfisik yang disengaja dan dapat menimbulkan dampak kerugian bagi orang lain. Perbedaan individu dalam berperilaku agresif dapat mengacu pada jenis kelamin, latar belakang sosial, maupun usia. Usia Remaja cenderung memiliki agresivitas tinggi karena transisi pembentukan kepribadian kanak-kanak ke remaja. Religiusitas dapat berperan dalam membentuk sikap individu di masyarakat. Pengelolaan emosi yang baik juga diperlukan untuk menghindari perilaku agresif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran antara religiositas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas pada remaja madya di SMA Negeri Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 123 siswa SMA Negeri 8 Denpasar. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala agresivitas, skala religiositas dan skala kecerdasan emosional. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,651, nilai koefisien determinasi sebesar 0,424 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (P <0,05) dengan nilai koefisien B tidak terstandarisasi pada variabel religiositas -0,516 dan kecerdasan emosional sebesar -0,298. Hasil tersebut menunjukkan bahwa religiositas dan kecerdasan emosional secara bersama-sama berperan menurunkan agresivitas remaja madya di SMA Negeri Denpasar. Semakin tinggi religiositas dan semakin tinggi kecerdasan emosional siswa maka akan semakin rendah dorongan agresivitasnya.