cover
Contact Name
Putu Yoga Sukma Pratama
Contact Email
yoga_pratama@unud.ac.id
Phone
+6281237581597
Journal Mail Official
jpu@unud.ac.id
Editorial Address
https://ejournal4.unud.ac.id/index.php/jpu/en/about/editorialHistory
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Psikologi Udayana
Published by Universitas Udayana
Core Subject : Social,
Jurnal Psikologi Udayana aims to facilitate the process of interaction, discussion, and further discussion of the development of psychology in Indonesian society, with a particular interest in Cultural and Health Psychology. Jurnal Psikologi Udayana covers articles related to: 1. Clinical Psychology 2. Industrial/Organizational Psychology 3. Educational Psychology 4. Developmental Psychology 5. Social Psychology Jurnal Psikologi Udayana accepts various research methods, both quantitative and qualitative methods. This journal also covers discussions related to the development of problems found in society.
Articles 422 Documents
Pengaruh outbound move on terhadap perilaku memaafkan dan penerimaan diri pada remaja patah hati di Denpasar I Putu Brian Obie Putra; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Remaja diibaratkan sebagai pondasi yang belum kokoh namun merupakan suatu aspek penting untuk menjadi dasar kehidupan seseorang. Kejadian seperti patah hati seringkali dialami oleh remaja, terutama patah hati yang diakibatkan karena putus cinta. Perasaan sedih dan putus asa sering terjadi pada remaja yang cintanya diputus oleh pasangannya yang akhirnya berdampak pada penerimaan diri dan perilaku memaafkan Oleh karena itu diperlukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan memaafkan dan penerimaan diri remaja salah satunya melalui metode Outbound. Outbound merupakan pembelajaran yang dilakukan dalam mengantarkan individu untuk mencapai dan berada di luar batas kemampuannya, sehingga mampu melampaui zona nyaman yang biasa dirasakan oleh individu tersebut. Outbound juga bisa disebut sebagai kegiatan pelatihan di luar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) yang menyenangkan dan penuh tantangan (Asti, 2009). Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat pengaruh pemberian Outbound pada perilaku memaafkan serta penerimaan diri pada remaja patah hati di Denpasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen. Pengambilan sampel dengan teknik Purposive Sampling, subjek merupakan remaja akhir dengan rentang umur 13 sampai 22 di Denpasar berjumlah delapan orang. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon, uji Friedman dan uji Effect Size. Hasil penelitian ini menunjukan nilai pada uji Wilcoxon dan Friedman p<0,05 yang berarti ada pengaruh pelatihan Outbound terhadap perilaku memaafkan dan penerimaan diri. Sedangkan uji Effect Size menunjukan nilai >0,80 yang berarti pelatihan Outbound memiliki efek yang besar terhadap perilaku memaafkan dan penerimaan diri pada remaja patah hati karena putus cinta di Denpasar.
Peran keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras terhadap perilaku minum minuman keras pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali Ni Nyoman Triadi Adnyani; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Hasil Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2007 yang dikeluarkan pada tahun 2009 menunjukkan bahwa proporsi peminum minuman keras tertinggi di Kabupaten Karangasem dan proporsi konsumsi minuman keras tertinggi juga di Kabupaten Karangasem yang mencapai 9,1%. Pada umumnya perilaku minum minuman keras dilakukan oleh remaja laki-laki. Perilaku minum minuman keras remaja laki-laki dapat dipengaruhi oleh faktor eksternal dan faktor internal seperti keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku individu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat peran keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras terhadap perilaku minum minuman keras pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek sejumlah 100 remaja laki-laki dan berdomisili di Kabupaten Karangasem yang dipilih dengan menggunakan teknik area probability random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala keberfungsian keluarga, skala subjective well-being dan skala karakteristik perilaku minum minuman keras. Metode analisis data yang digunakan yaitu metode analisis diskriminan. Hasil menunjukkan bahwa variabel keberfungsian keluarga yang paling berperan dalam menentukan seseorang menjadi peminum minuman keras atau tidak. Output eigenvalues menunjukkan nilai cononical correlation yaitu 0,850 sehingga square cononical correlation (CR2) = 0,7225 yang berarti bahwa variabel keberfungsian keluarga, variabel subjective well-being dan variabel karakteristik perilaku minum minuman keras dapat menjelaskan varian variabel perilaku minum minuman keras sebanyak 72,25%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa keberfungsian keluarga, subjective well-being dan karakteristik perilaku minum minuman keras berperan dalam mementukan individu memiliki perilaku minum minuman keras atau tidak pada remaja laki-laki di Kabupaten Karangasem, Bali.
Peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja pada perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung Made Anandari Ayu Putri Pucangan; Komang Rahayu Indrawati
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Badan Pusat Statistik (2017) menyebutkan angka tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten Badung menurut lapangan usaha berada pada bidang akomodasi (perhotelan) serta makan dan minum. Data tersebut didukung oleh data Badan Pusat Statistik (2018) dimana angka jumlah hotel dan tingkat okupansi tertinggi berada pada hotel bintang 4 di Kabupaten Badung yang memperlihatkan tingginya angka penyerapan tenaga kerja, termasuk para perempuan Bali. Perempuan Bali yang telah menikah akan menjalankan peran reproduktif, peran produktif, dan peran sosial sehingga dituntut untuk menyeimbangkan perannya agar tercapai work-life balance dan membutuhkan dukungan sosial dari sekitarnya dalam menghadapi stres kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran work-life balance dan dukungan sosial terhadap stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung. Subjek dalam penelitian ini adalah 120 orang perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di kabupaten Badung, dipilih dengan teknik simple random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala stres kerja, skala work-life balance, dan skala dukungan sosial. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi berganda. Hasil uji regresi berganda menunjukkan nilai koefisien regresi sebesar 0,745, nilai koefisien determinasi sebesar 0,554 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0.05) dengan koefisien beta terstandarisasi pada variabel work-life balance sebesar -0,335 dan variabel dukungan sosial sebesar -0,423. Hasil tersebut menunjukkan bahwa work-life balance dan dukungan sosial secara bersama-sama berperan menurunkan tingkat stres kerja perempuan Bali yang bekerja di hotel bintang 4 di Kabupaten Badung.
Peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan Gusti Ayu Ardhia Candra Trikusuma; Luh Made Karisma Sukmayanti Suarya
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Kecemasan merupakan pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan mengenai kekhawatiran atau ketegangan berupa perasaan cemas, tegang, dan emosi yang dialami oleh individu. Masa remaja merupakan masa yang rentan mengalami kecemasan akibat adanya faktor biologis seperti perkembangan fisiologis yang memengaruhi produksi hormon stres atau kecemasan, faktor hubungan interpersonal terkait dengan hubungan remaja tersebut dengan teman sebaya, serta faktor kognitif yaitu mengenai kemampuan remaja dalam menginterpretasikan suatu stimulus dari lingkungan. Salah satu cara yang efektif untuk mereduksi kecemasan adalah dengan berlatih yoga. Yoga merupakan kombinasi antara gerakan tubuh dan pengaturan napas yang dapat memberikan manfaat bagi fisik dan psikis individu. Efektivitas yoga dalam memberikan manfaat tersebut dipengaruhi oleh frekuensi latihan yoga atau jumlah latihan yoga yang dilakukan individu. Umumnya yoga akan memberikan dampak positif setelah individu melakukan yoga dalam waktu 3 (tiga) bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui peran frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan pada remaja di Kabupaten Tabanan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 123 siswa. Alat ukur dalam penelitian ini yaitu Skala Kecemasan dan Kuesioner Frekuensi Latihan Yoga. Hasil uji regresi sederhana menunjukkan bahwa koefisien parameter frekuensi latihan yoga sebesar -0.883 serta nilai koefisien determinasi sebesar 0.109 , yang berarti frekuensi latihan yoga berperan secara negatif terhadap tingkat kecemasan dan memiliki peran yang signifikan terhadap kecemasan. Peran negatif frekuensi latihan yoga terhadap tingkat kecemasan berarti semakin tinggi frekuensi latihan yoga pada individu, maka semakin rendah tingkat kecemasan pada individu tersebut.
Hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar Putu Maha Putri Sarasdewi; Putu Nugrahaeni Widiasavitri
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perilaku prososial merupakan suatu bentuk perilaku yang memberikan keuntungan bagi individu lain baik dari segi materi, fisik dan psikologis, yang dilakukan berdasarkan inisiatif sendiri tanpa ada motif tertentu. Penelitian ini didasari oleh fenomena-fenomena di Kota Denpasar terkait menurunnya perilaku prososial, terdapat kasus-kasus yang menunjukkan rendahnya perilaku prososial pada remaja di Kota Denpasar sehingga penelitian ini relevan untuk dilakukan. Perilaku prososial dapat berkembang karena adanya faktor personal salah satunya adalah internal locus of control di samping faktor personal perilaku prososial juga dipengaruhi oleh kemampuan individu untuk mengenali, memotivasi, dan mengelola emosi pada diri sendiri maupun orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial pada remaja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan subjek remaja berusia 12-21 tahun yang sedang menempuh pendidikan di Kota Denpasar berjumlah 123 orang, yang dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari skala internal locus of control, skala kecerdasan emosional, dan skala perilaku prososial. Metode analisis data menggunakan teknik multiple regression, dengan hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara internal locus of control dan kecerdasan emosional terhadap perilaku prososial remaja di Kota Denpasar, yang berarti semakin tinggi tingkat internal locus of control dan kecerdasan emosional maka semakin tinggi tingkat prososial.
Bentuk dukungan sosial orangtua dan kemampuan penyesuaian diri pada anak dengan Autistic Spectrum Disorder (ASD) Anak Agung Istri Dessy Sri Wangi; I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Edisi Khusus: Kesehatan Mental dan Budaya 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Perkembangan anak autisme sangat erat kaitannya dengan perlakuan dari orang terdekat anak autisme terutama keluarga. Dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga mampu mengubah perilaku anak ke arah yang lebih baik khususnya pada kemampuan penyesuaian diri. Penelitiannini bertujuanauntuk mengetahui informasi secara mendalama mengenai bentuk dukungan sosial orangtua dan kemampuan penyesuaian diri pada anak dengan autistic spectrum disorder (ASD). Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, tipe penelitian kasus tunggal. Pemilihan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria tertentu yang dimiliki oleh orangtuajyang mempunyaiaanak autisme. Metode. pengumpulani data menggunakani wawancara yangi mendalam dani observasi melalui sumber data primer dan sekunder. Tekniki analisisddata menggunakan. reduksi data, penyajianndata, lalu dilanjutkani dengan penarikan kesimpulan. Uji kredibilitas data menggunakani peningkatan ketekunan dan teknik triangulasi data. Hasilppenelitian amenunjukkan bahwa, orangtuai dari anak autismei memberikan dukungan sosial terhadap anak autisme yang terdiri dari dukugan emosional berupa memberikan kehangatan, rasa peduli dan empati; dukungan penghargaan berupa penguatan positif; dukungan langsung berupa pelayanan dan finansial; dan dukungan informasi (verbal dan non verbal) berupa memberikan nasihat, pengetahuan baru, motivasi dan sugesti. Dukungan sosial orangtua membuat anak autisme mampu mengembangkan penyesuaian diri dalam lingkungan sosial diantaranya ketika berinteraksi dengan orangtua di rumah, menyesuaikan diri saat di lokasi terapi dan di sekolah inklusi. Selain hal tersebut dukungan sosial yang diberikan juga mampu meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri anak autisme dalam meningkatkan kemampuan lainnya sesuaii potensii yangi dimiliki.
Penelitian Aksi Terhadap Guru PAUD dan TK: Meningkatkan Pengetahuan Pendidik Tentang Bullying di Sekolah melalui Kegiatan Psikoedukasi Syntia Agung Liana Puspita; Ike Herdiana
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 2 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i02.p01

Abstract

Abstrak Perundungan (bullying) kini menjadi permasalahan sosial yang mengkhawatirkan di bidang pendidikan karena memberikan beragam dampak negatif secara fisik maupun psikologis pada korban, pelaku dan saksi. Perundungan juga menjadi perhatian pihak Puskesmas Dupak Surabaya karena banyak pasien dengan permasalahan psikologis memiliki riwayat menjadi korban perundungan di sekolah. Salah satu penyebab perundungan di sekolah adalah kurangnya keterlibatan dan pemahaman guru mengenai perundungan sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai perundungan, sehingga guru dapat berperan lebih efektif dalam mencegah kejadian perundungan di sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian aksi dengan metode psikoedukasi, diskusi kasus dan pre-post test. Peserta kegiatan ini adalah perwakilan guru-guru PAUD/TK yang berada di kawasan Dupak Surabaya dan dilaksanakan di Puskesmas Dupak Surabaya. Hasil analisis pre-post test dengan uji Wilcoxon menunjukkan angka signifikansi 0.000 (p<0.05) yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Hasil observasi dan diskusi kasus menunjukkan peserta mengetahui langkah-langkah awal yang dapat dilakukan apabila berhadapan dengan kasus perundungan di sekolah. Abstract Bullying is a social phenomenon that increasingly worrisome cases especially in the field of education because give various negative physical and psychological impacts to bullies, victim, and bystanders especially in early age. Topic of bullying is also a concern of the Dupak Surabaya Community-Health-Center because many patients with psychological problems were victims of bullying at school. One of the causes of bullying in schools is the lack of involvement and knowledge of teachers regarding bullying in early age. This study aims to improve teacher’s knowledge of bullying, so that teachers can play a more effective role in preventing incidence of bullying in school. This study is action-research with lecture, case-discussion (focused group discussion), and pre-post test. Participants in this activity were representatives of early childhood education program’s teachers who were in the Dupak area of Surabaya and carried out at the Dupak Health-Center in Surabaya. Wilcoxon analysis results show a significance number of 0.000 (p<0.05) which means there is a significant difference between the knowledge of participants before and after being given education. The results of observations and case discussions indicate that participants know the initial steps that can be taken when dealing with cases of bullying at school.
Dinamika psikologis remaja dengan oppositional defiant disorder yang tinggal panti asuhan Anak Agung Sri Sanjiwani; Tri Kurniati Ambarini; I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p01

Abstract

Oppositional defiant disorder (ODD) atau gangguan perilaku menentang merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi pada remaja. Remaja yang tinggal di panti asuhan dapat menjadi rentan terhadap permasalahan perilaku yang terkait dengan penyesuaian lingkungan, aturan dan teman-teman baru. Penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih lanjut mengenai permasalahan perilaku, diagnosis serta dinamika psikologis dari perilaku menentang yang ditampilkan oleh KPS. Subjek dalam penelitian ini berjumlah satu orang yang merupakan remaja putri berusia 14 tahun. Teknik pengambilan data yang dilakukan terdiri dari wawancara semi terstruktur, observasi serta rangkaian tes psikologi mencakup tes grafis (DAP, BAUM & HTP), Children Behavior Checklist (CBCL), Forer’s Sentence Completion Test (FSCT) dan Weschler Intelligence Scale for Children (WISC). Hasil menunjukkan bahwa KPS memenuhi kriteria gangguan perilaku menentang (ODD) berdasarkan DSM-IV TR. Faktor-faktor terkait perilaku kasar dari ibu kandung dan perpindahan pengasuhan pada beberapa pihak mendasari kesulitan KPS untuk mengembangkan rasa aman dalam hubungannya sehingga ditunjukkan dalam perilaku tidak adaptif. Hal ini kemudian mempengaruhi terbentuknya insecure attachment pada KPS yang kemudian membuat KPS menentang figur otoritasnya, sering marah dan menyalahkan orang lain.
Kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT X di Kabupaten Kampar, Riau Syarifah Farradinna; Widya Widya; Yulia Herawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p02

Abstract

Karyawan merupakan hal terpenting dalam organisasi. Menentukan keberhasilan organisasi manajemen harus memperhatikan karyawan dalam meningkatkan kepuasan kerja. Karyawan yang memiliki kepuasan kerja yang baik dapat dilihat dari kohesivitas kelompok dan efikasi diri yang baik pada karyawan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja pada karyawan PT. Perkebunan Nusantara V Sei Garo. Penelitian ini melibatkan 136 karyawan, berdasarkan teknik pengambilan sampel cluster random sampling yang diperoleh sebanyak 102. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran kohesivitas kelompok, efikasi diri dan kepuasan kerja. Metode analisis statistik yang digunakan adalah Regresi. Berdasarkan analisis tersebut diketahui bahwa tidak terdapat pengaruh kohesivitas kelompok terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,120 (0,230, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis pertama ditolak. Sebaliknya terdapat pengaruh efikasi diri terhadap kepuasan kerja dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,289 (0,003, p ?0,05). Hal ini menunjukkan hipotesis kedua diterima. Begitu juga kohesivitas kelompok dan efikasi diri terhadap kepuasan kerja, menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama terhadap kepuasan kerja dengan diketahui F = 6,081; p?0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis ketiga diterima dan ditemukan bahwa kohesivitas kelompok dan efikasi diri menunjukkan kontribusi 10,9 persen terhadap kepuasan kerja. Oleh sebab itu, organisasi perlu lebih aktif memperhatikan kohesivitas kelompok dan efikasi diri secara bersama-sama untuk meningkatkan kepuasan kerja pada karyawan.
Peran intensitas komunikasi dan regulasi emosi terhadap konflik interpersonal pada dewasa awal yang menjalani hubungan berpacaran jarak jauh Putu Indira Ayu Aryaningsih; Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2020.v07.i01.p03

Abstract

Courtship is a relationship that involves a greater and deeper intimacy and romantic feelings between two individuals who know each other. During the process, courtship cannot always be done closely due to education and careers in different areas that causes long distance relationship. The distance becomes an obstacle which triggers several conflicts. The situation of conflict always involves the communication process and emotional aspects. The influent communication tends to cause misunderstanding that lead to conflict. Uncontrolled emotion causes a dangerous conflict. This study applied quantitative method that discussed the role of communication intensity and emotion regulation toward interpersonal conflict at early adulthood undergoing long distance relationships. The subjects of study involved 307 adults who had long distance relationships. In this study, the scale of interpersonal conflict, communication intensity, and emotional regulation were applied as measuring instruments. Multiple regression technique was use to do data analysis. The results of multiple regression tests showed that a regression coefficient was 0,596; a coefficient value of determination was 0,355; and a significance value was 0,000 (p<0,05) with a standardized beta coefficient on the variable of communication intensity about -0,373 and emotion regulation about -0,348. These results indicate that communication intensity and emotion regulation take a role to decrease interpersonal conflict at early adulthood who have long distance relationships.