cover
Contact Name
A. A. Sg. A. Sukmaningsih
Contact Email
sukmaningsih@unud.ac.id
Phone
+6285339155574
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Open Access DRIVERset
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 2 (2024)" : 9 Documents clear
Uji Pemeriksaan Cemaran Total Bakteri, Coliform, Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) Hasil Budidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Kawasan Danau Batur, Kintamani, Bangli, Bali NI Putu Diah Septiani Putri; Retno Kawuri
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p7

Abstract

Fish is a food that rots easily due to contamination with microorganisms. When consumed, food that has been contaminated with pathogenic bacteria can endanger human health. Tilapia fish (Oreochromis mossambicus) is vertebrate animal that is often cultivated, especially in the Kintamani area. This research was conducted to determine total bacterial contamination, Coliform, E.coli, and Salmonella sp. on tilapia fish cultivated in floating net cages in the Lake Batur area, Kintamani, providing information on the safety and suitability of consuming tilapia fish by food safety standards, as well as providing an overview of differences in bacterial contamination in each location village. The samples were tested using the pour plate and streak plate plating method. Coliform and E. coli bacterial contamination tests were carried out using the Most Probable Number (MPN) method, examining Salmonella sp. carried out on selective Salmonella Shigella Agar (SSA) media. The ALT test results obtained the highest average in tilapia fish samples from Kedisan village, namely 5.9 x 106 CFU/g, the highest average total Coliform was in fish samples from Abang and Batur Tengah villages with values ​​> 1.1 x 104 MPN /g, the highest average E. coli contamination was shown by tilapia fish samples from Abang village, namely >4.64 x 103 MPN/g, and one sample from Batur Tengah village showed positive for Salmonella sp bacteria. Based on these results, all tilapia fish samples exceeded the threshold for ALT, Coliform and E. coli contamination and one sample exceeded the normal limit for Salmonella sp contamination. on food based on BPOM and SNI standards.
Deteksi Cemaran Total Bakteri, Coliform, Escherichia coli, dan Salmonella sp. pada Daging Ayam Broiler (Gallus domesticus) yang Dijual di Beberapa Pasar Daerah Kabupaten Badung, Bali Kadek Aryndha Sukma Prabaswari; Retno Kawuri; Dwi Ariani Yulihastuti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p4

Abstract

Chicken meat is a source of animal protein which is easily damaged due to its high water content. Chicken meat that is bought and sold could potentially become a place for the growth of bacteria that cause foodborne diseases.This study aims to determine total bacterial contamination, Coliform, Escherichia coli, and Salmonella sp. on broiler chicken meat in Badung Regency and determine the suitability of broiler chicken meat samples following food safety standards. Samples were taken using a purposive sampling method in six sub-districts in Badung Regency, namely Petang, Abiansemal, Mengwi, North Kuta, Kuta and South Kuta sub-districts at traditional markets that sell broiler chicken meat. The samples were tested using the pour plate and streak platting method. Parameters tested include Total Plate Number (ALT), Coliform, Escherichia coli, and Salmonella sp. on broiler chicken meat samples. Coliform and Escherichia coli bacteria were detected using Petrifilm ready-to-use media, while Salmonella sp. tested on selective Salmonella-Shigella Agar (SSA) media and catalase test and Gram staining. The research result showed that the contamination rates in broiler chicken breast meat were: Total Plate Number (ALT) 105 CFU/g to 107 CFU/g; Coliform and Escherichia coli 101 CFU/g to 104 CFU/g; Salmonella sp. positive in all samples, so that the samples tested did not meet the safety quality requirements for chicken meat according to SNI 3924: 2009.
Bile Salt Hydrolase pada Probiotik sebagai Agen Penurun Kolesterol: Kajian Pustaka Kristina Wulandari; Noval Wahyu Adi; Ida Ayu Agung Prawitasari; Ni Nengah Dwi Fatmawati; Komang Ayu Nocianitri; I Nengah Sujaya
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p1

Abstract

Dislipidemia menjadi salah satu faktor pemicu risiko penyakit metabolit dan beban kesehatan global. Tingginya kadar kolesterol total atau LDL pada jaringan kardiovaskular menjadi kasus dislipidemia yang kerap dijumpai di masyarakat. Salah satu metode alternatif dalam mencegah dan mengatasi masalah kolesterol tinggi adalah dengan memanfaatkan probiotik melalui aktivitas Bile Salt Hydrolase (BSH). BSH merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan garam empedu bebas yang dapat menyebabkan peningkatan sintesis de novo pada asam empedu hepatik. Kehadiran BSH akan mengganggu siklus enterohepatik dengan menghidrolisis ikatan amida pada asam empedu terkonjugasi menjadi asam empedu bebas dengan perubahan sifat menjadi lebih hidrofobik dan sedikit diserap kembali oleh tubuh, sehingga akan lebih banyak dikeluarkan melalui feses. Semakin banyak ekskresi asam empedu melalui feses, maka semakin sedikit asam empedu yang dibawa kembali ke hati melalui siklus enterohepatik, sehingga untuk menggantikan asam empedu yang hilang, diperlukan jumlah kolesterol yang lebih banyak untuk sintesis de novo di hati. Lebih lanjut, kehadiran BSH juga dapat memicu mekanisme penurunan kolesterol lain seperti kopresipitasi kolesterol dengan garam empedu terdekonjugasi serta penurunan efisiensi pelarutan dan penyerapan lipid di usus. Saat ini, bakteri yang memiliki BSH tidak hanya berasal dari saluran pencernaan manusia seperti Lactobacillus dan Bifidobacteria, tetapi dapat juga ditemukan pada bakteri makanan fermentasi dan bakteri patogen seperti Listeria monocytogenes dan Brucella abortus. Perlu diperhatikan bahwa setiap strain bakteri memiliki katalisator, kemampuan serta jenis dan jumlah gen BSH yang spesifik. Dengan perkembangan aplikasi probiotik dalam dasa warsa terakhir, kajian pustaka ini diharapkan dapat memberikan pandangan terkini tentang peranan probiotik dalam menurunkan kolesterol. Kata Kunci: dislipidemia, LDL, asam empedu, siklus enterohepatik
Jenis-Jenis Diatom di Sungai Asahan dan Bak Mandi Sekitar Kabupaten Toba Putri Karenina Siregar; I Ketut Junitha; Ni Made Suartini
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p6

Abstract

Diatom adalah organisme uniseluler, mikroskopis, serta tersusun dari dinding silika yang tahan terhadap pemanasan dan pengasaman. Diatom dapat ditemukan di berbagai jenis perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan jenis diatom yang ditemukan di Sungai Asahan dan bak mandi sekitar Kabupaten Toba. Sampel air diambil sebanyak 50 liter di tiap lokasi kemudian disaring menggunakan plankton net dan ditampung dalam botol kaca 25 ml. Sampel dalam botol diberi 10 tetes larutan iodin sebagai pengawet. Identifikasi diatom dilakukan dengan mengamati karakter morfologi dan morfometri menggunakan Image Raster III. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif dan mengacu pada pustaka untuk menentukan jenis diatom. Hasil penelitian ini memperoleh sebanyak 40 jenis diatom dari 21 genus, 13 famili, sembilan ordo, dan satu kelas yang sama Bacillariophyceae. Sebanyak 37 jenis diatom ditemukan dari sampel air Sungai Asahan. Hanya empat jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi I. Demikian pula, hanya dua jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi III. Namun, lebih banyak jenis diatom yang ditemukan di wadah air mandi II, yaitu 14 jenis. Empat belas jenis diatom ditemukan baik di Sungai Asahan maupun di bak mandi. Jumlah sel diatom yang paling ditemukan adalah jenis Aulacoseira granulata. Kata kunci: bak mandi, diatom, sungai
Kajian Etnobotani pada Masyarakat Lokal Dusun Segenter, Desa Sukadana, Kabupaten Lombok Utara Deyalis Almahira; Sukiman; Kurniasih Sukenti
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p8

Abstract

Traditional use of plants by people in Indonesia has been carried out for centuries. There are several areas on Lombok Island with local knowledge regarding the use of plants that has not been revealed, one of which is Dusun Segenter, Sukadana Village, North Lombok Regency. This research aims to reveal aspects of utilization, examine socio-cultural aspects, as well as local wisdom in plant management by the people of Dusun Segenter. This research was carried out by collecting data through observation, structured interviews, open ended, and documentation. Determining informants used purposive sampling and snowball sampling techniques. Data analysis was carried out descriptively based on observations and interviews, while quantitative data analysis was carried out by calculating the Index of Cultural Significance (ICS), Fidelity level (FL), and calculating percentages for plant parts, habitat and cultivation status. The results of the research showed that there were 10 categories of plant utilization involving 76 species from 36 families. These plants are used as food, medicine, tradition, firewood, animal feed, handicrafts, natural dyes, natural pesticides, construction materials for traditional houses in Segenter, and fences. The highest ICS score belongs to Gigantochloa atter (Hassk) Kuzr ex Munro, at 76. Meanwhile, some utilization category have more than one species with maximum value of 100%. Socio-cultural values and local wisdom are reflected in terms of mutual cooperation, sharing, and prayer before carrying out traditional ritual activities, the use of plants as medicine, construction construction, and the erection of fences. This research is expected to support the preservation of biological and cultural resources. Keyword: ethnobotany, local wisdom, Index of Cultural Significance, Fidelity Level
Repetitif Embriogenesis Dendrobium sp. pada Teknik Media Kultur Padat, Thin-film, dan Double-layer secara In-Vitro Thiya Fathiyatul Fauziyah; Tintrim Rahayu; Gatra Ervi Jayanti; Dita Agisimanto
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p2

Abstract

Dendrobium sp. merupakan salah satu jenis anggrek yang banyak dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman hias pot dan bunga potong. Industri florikultur di Indonesia masih dihadapkan dengan masalah terbatasnya kesediaan bibit tanaman, karena perbanyakan konvensional membutuhkan waktu yang lama, sehingga tidak mampu memenuhi permintaan pasar. Kultur jaringan merupakan teknik perbanyakan secara in vitro yang mampu menghasilkan tanaman dalam jumlah banyak dengan waktu yang lebih singkat. Teknik media yang digunakan dalam kultur jaringan dapat mempengaruhi pekembangan eksplan. Protocorm like bodies (PLB) merupakan embrio somatik anggrek yang di dalamnya terdapat sel-sel embrionik, sehingga tidak sulit untuk menghasilkan embrio somatik baru. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui bagaimana perkembangan PLB Dendrobium sp. pada teknik media padat, thin liquid film dan double-layer. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acak Lengkap (RAL) dimana terdapat 3 perlakuan dengan 4 kali pengulangan. Analisis data menggunakan uji perbandingan secara univariat, Bonferroni dan Games-Howell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada teknik media thin liquid film memiliki waktu munculnya embrio somatik baru tercepat, pertambahan berat tertinggi dan variasi warna terbanyak dibandingkan dengan teknik media double-layer dan padat. Namun teknik media padat, thin liquid film dan double layer tidak berpengaruh signifikan terhadap munculnya akar pertama, tunas pertama dan panjang akar. Warna daun dan embrio yang dihasilkan oleh teknik media thin liquid film lebih bervariasi yaitu 3 variasi pada warna embrio dan 4 variasi pada warna daun, sedangkan teknik media double-layer hanya memiliki 1 warna embrio dan 1 warna daun dan teknik media padat memiliki 1 pada warna embrio dan 3 variasi pada warna daun. Kata kunci: Repetitif embriogenesis, Thin liquid film, Double-layer, Kultur in-vitro, kultur cair
Identifikasi Jamur Kontaminan Pada Biji Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Dari Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang Anak Agung Devina Asana Putri; Ida Bagus Gede Darmayasa; Ni Luh Arpiwi
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p3

Abstract

Rendahnya kualitas biji kopi arabika disebabkan oleh kontaminasi beberapa jenis jamur pada permukaan biji, salah satu jenis jamur yang dominan adalah Aspergillus. Langkah pertama dari pencegahan kontaminasi jamur pada permukaan biji kopi arabika adalah mengetahui informasi jenis jamur tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik jamur kontaminan yang diisolasi dari biji kopi arabika dengan pendekatan morfologi dan molekuler. Prosedur penelitian ini adalah pemeriksaan jamur kontaminan, isolasi dan identifikasi jamur dari biji kopi arabika, dan identifikasi molekuler jamur dengan persentase kontaminasi tertinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biji kopi arabika yang berasal dari Banjar Bon, Desa Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung terkontaminasi oleh 3 jenis jamur yaitu Aspergillus, Penicillium, dan Rhizopus. Jenis jamur dengan kontaminasi tertinggi adalah Aspergillus sp. 1 dengan persentase kontaminasi sebesar 68,89 ± 0,96%. Karakter morfologi jamur Aspergillus sp. 1 yaitu koloni berwarna hijau kekuningan, koloni bertekstur kasar, konidia berbentuk bulat dan bertekstur halus, vesikel berbentuk bulat, dan struktur konidiofor tunggal. Identifikasi molekuler menunjukkan bahwa Aspergillus sp. 1 memiliki panjang pita DNA yaitu 582 base pair (bp), serta konstruksi pohon filogenetik menunjukkan bahwa Aspergillus sp. 1 berada pada satu kelompok dengan Aspergillus flavus A26R dengan kode aksesi MN095167.1. Berdasarkan identfikasi morfologi dan molekuler yang telah dilakukan, biji kopi arabika telah terkontaminasi oleh Aspergillus flavus. Kata kunci: identifikasi molekuler, internal transcribed spacer (ITS), jamur kontaminan, komoditas pasca panen, uji kertas saring.
Potensi Ekstrak Etanol Daun Serai Wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) Dalam Menghambat Pertumbuhan In Vitro Bakteri Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli Yuliya Ayu Lestari; Yan Ramona; Fainmarinat Selviani Inabuy
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p9

Abstract

Serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Randle) merupakan tanaman yang umum digunakan masyarakat untuk mengobati eksim, diare, batuk pilek, serta sebagai obat kumur, karena tanaman ini memiliki aktivitas antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) dan Lethal Concentration 50% (LC50) dari ekstrak etanol daunnya pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Selain itu, golongan senyawa kimia yang terkandung di dalam ekstrak daun serai wangi juga dielusidasi. Penelitian ini menggunakan metode sumur difusi dan menguji lima konsentrasi ekstrak daun serai wangi (10, 20, 30, 40, 50% b/v), etanol 96% dan Ciprofloxacin masing-masing berperan sebagai kontrol negatif dan kontrol positif. Nilai LC50 dihitung dari persamaan regresi yang diperoleh dari kurva yang menunjukkan hubungan antara konsentrasi dengan kerapatan sel mikroba uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai MIC ekstrak terhadap S. aureus dan E. coli adalah 2%. Konsentrasi paling efektif dalam menghambat pertumbuhan S. aureus adalah 10% dengan diameter hambatan sebesar 12,4±0,52mm, dan terhadap E. coli adalah 30% dengan diameter hambatan sebesar 10,4±0,65 mm. Nilai LC50 S. aureus dan E. coli berturut-turut sebesar 4,71% (b/v) dan 3,35% (b/v). Golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak etanol daun serai wangi adalah flavonoid, polifenol, alkaloid, steroid, dan tanin. Kata kunci: Daya hambat, sumur difusi, konsentrasi, fitokimia
Potensi Ekstrak Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmannii Blume.) dalam Menghambat Fusarium spp. Penyebab Penyaki Busuk Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Kadek Dian Lila Sawitri Kumala; Sang Ketut Sudirga; Made Ria Defiani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2024.v11.i02.p5

Abstract

Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas produk pertanian yang berasal dari sub sektor perkebunan. Hasil produksi biji kering kakao memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai sumber devisa negara. Permintaan biji kering kakao semakin meningkat sedangkan produksi semakin menurun. Penurunan produktivitas terjadi akibat infeksi jamur patogen menyebabkan busuk buah. Salah satu jamur patogen penyebab busuk buah yaitu Fusarium spp. Pengendalian infeksi yang disebabkan jamur patogen saat ini menggunakan pestisida sintetis. Penggunaan pestisida sintetis berlebihan menunjukkan dampak negatif bagi manusia dan lingkungan. Untuk mengurangi penggunaan pestisida sintetis, dilakukan pengendalian dengan memanfaatkan fungisida nabati, salah satu tanaman yang dapat digunakan yaitu kayu manis. Kayu manis dapat digunakan sebagai biofungisida, dengan memanfaatkan metabolit sekundernya. Tujuan penelitian yaitu mengidentifikasi jenis jamur patogen penyebab busuk buah kakao secara makroskopis, dan mikroskopis, mengetahui potensi, MIC dan konsentrasi efektif ekstrak metanol daun kayu manis dalam menghambat jamur patogen secara in vitro. Berdasarkan hasil identifikasi makroskopis dan mikroskopis, jenis jamur patogen penyebab penyakit busuk buah kakao adalah Fusarium spp. Hasil uji daya hambat ekstrak metanol daun kayu manis dengan metode sumur difusi diperoleh zona hambat sebesar 23 mm, dengan nilai MIC 0,2% sebesar 6,63 mm dan konsentrasi efektif 5% sebesar 20,03 mm.

Page 1 of 1 | Total Record : 9