cover
Contact Name
A. A. Sg. A. Sukmaningsih
Contact Email
sukmaningsih@unud.ac.id
Phone
+6285339155574
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Open Access DRIVERset
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol. 13 no. 2 (2026)" : 6 Documents clear
Distribusi Logam Berat Arsenik, Timbal, Dan Kadmium Di Sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah Suwung Denpasar, Bali Arniwati; I Made Sara Wijana; I Ketut Muksin
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p3

Abstract

Kontaminasi logam berat di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) merupakan masalah lingkungan serius yang memerlukan perhatian, terutama di Indonesia. TPA Suwung di Denpasar berperan sebagai fasilitas utama pengelolaan sampah dari wilayah Denpasar dan sekitarnya. Peningkatan jumlah penduduk dan aktivitas konsumsi masyarakat telah menyebabkan lonjakan volume sampah, yang berdampak pada peningkatan risiko pencemaran logam berat seperti Arsenik (As), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd). Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi vertikal dan horizontal logam berat di sekitar TPA Suwung. Metode yang digunakan adalah purposive random sampling, dengan pengambilan sampel tanah di empat titik pengamatan berdasarkan jarak dari pusat TPA (0–25 m, 25–50 m, dan 50–100 m). Pada tiap titik, sampel diambil pada tiga kedalaman (0–20 cm, 20–40 cm, dan 40–60 cm), menghasilkan total 36 sampel tanah yang dianalisis di Laboratorium Analitik Universitas Udayana. Data disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan kadar tertinggi masing-masing logam berat yaitu As sebesar 196,132 mg/kg (Titik 2, 25 m, 20 cm), Pb sebesar 1267,95 mg/kg (Titik 3, 25 m, 20 cm), dan Cd sebesar 3,962 mg/kg (Titik 3, 100 m, 60 cm). Sebaran vertikal menunjukkan akumulasi tertinggi pada kedalaman 0–20 cm dan menurun seiring kedalaman. Secara horizontal, kontaminasi lebih tinggi pada radius 25 meter dari pusat TPA. Nilai Contamination Factor (Cf) bervariasi dari ringan hingga sangat berat, sementara Pollution Index (PI) dominan berada pada kategori sedang hingga berat pada kedalaman 20 cm. Kata kunci: Kontaminasi, Pencemaran tanah, Sedimen tanah, dan TPA
Potensi Bakteri Bacillus sp. dari Rhizhosfer Rumput Paitan di Kawasan Hutan De Djawatan Banyuwangi dalam Menghambat Bakteri Patogen Staphylococcus aureus I Putu Krisna Wijaya; Retno Kawuri; I Made Sara Wijana; Dinda Nur Malik Insani
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p1

Abstract

INTISARI Permasalahan yang timbul saat ini, yaitu adanya bakteri yang mampu resisten terhadap suatu antibiotik salah satunya yaitu Staphylococcus aureus. Staphylococcus aureus merupakan bakteri mikrobiota normal, namun dapat berperan sebagai bakteri patogen dan dapat menimbulkan penyakit yang biasa sampai berspektrum luas. Resistensi antibiotik oleh S. aureus ini perlu ditanggulangi dengan menemukan isolat bakteri antagonis penghasil antibiotik. Bakteri Bacillus sp. diketahui biasanya ditemukan di rhizhosfer tanaman serta mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen, namun belum diketahui apakah Bacillus sp. dapat ditemukan pada rhizhosfer rumput paitan serta apakah mampu menghambat S. aureus. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan isolat Bacillus sp. pada rhizhosfer rumput paitan dan mengetahui potensi Bacillus sp. dalam menghambat patogen S. aureus. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan di hutan Djawatan Banyuwangi. Plating method dengan teknik pour plate merupakan metode yang digunakan pada penelitian ini, serta uji daya hambat dengan metode dual culture. Hasil menunjukkan ditemukannya 12 isolat Bacillus sp. dari 5 titik lokasi yang diidentifikasi berdasarkan buku Bergeys Manual. Daya hambat terbaik dihasilkan oleh isolat Bacillus sp.2 dengan diameter zona hambat sebesar 1,192 cm. Berdasarkan hasil penelitian, Bacillus sp. memiliki potensi sebagai agen antagonis untuk menghambat S. aureus. Kata kunci: potensi, daya hambat, resistensi, antibiotik
Induksi Kalus dari Eksplan Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale Var Rubrum.) dengan Penambahan Berbagai Kombinasi Pikloram Dan BAP Noor Aini Habibah; Yuyun Yunariyah
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p4

Abstract

Secondary metabolite compounds in red ginger plants can be produced more from callus than plants from the field. This study aims to determine the effect of BAP and Pikloram on the growth of red ginger callus. This research is an experimental study with the research design used is a two-factorial complete randomised design, which is a concentration of BAP (0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; 3 ppm) and Pikloram (0 ppm; 1 ppm; 2 ppm; and 3 ppm). Explants were planted in sterile media. Callus growth indicators observed were callus emergence time, percentage of callus, callus morphology (colour and texture of callus) and callus growth. Data on callus growth time and callus percentage were analysed using Kruskall wallis with Dunn's test. Callus morphology data (callus colour and texture) and callus growth were analysed by descriptive analysis. The results showed that the concentration of the combination of BAP and pikloram had a significant effect on the time of callus emerge time and the percentage of callus. Giving 2 ppm BAP + 3 ppm Pikloram showed the fastest callus emergence time which is 31 days after planting, on the percentage of callus showed a percentage of 100% in all combinations. The colour of the callus produced in all treatments is white, and yellowish. The texture of the callus produced in the combination treatment is crumb texture while in the control treatment the callus produced is compact texture. Keyword: Callus induction, red ginger, BAP, pikloram
Studi In Silico Kelor (Moringa oleifera) sebagai Agen Antiinflamasi melalui Interaksi dengan Interleukin-4 (IL-4) Liswarini Agustina; A A Sg Alit Sukmaningsih; Ni Made Rai Suarni; Ni Wayan Sudatri; Wirasiti Ni Nyoman
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p2

Abstract

Moringa oleifera dikenal sebagai tanaman obat dengan beragam kandungan metabolit sekunder yang berpotensi sebagai agen terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi senyawa metabolit kelor yang diprediksi memiliki aktivitas antiinflamasi serta mengevaluasi interaksinya terhadap protein antinflamasi melalui pendekatan in silico. Hasil analisis KNApSack menunjukkan kelor mengandung 72 senyawa metabolit. Hasil analisis prediksi potensi antiinflamasi menunjukkan kelor mengandung 17 senyawa metabolit dengan nilai Pa > 0,7. Hasil analisis metabolit kelor sebagian besar menunjukkan bioavailabilitas oral rendah, BBB permeation sebagian besar negatif sehingga senyawa tidak cocok untuk target sistem saraf pusat, dan sebanyak 36 senyawa dengan Pa >0,5 memiliki kesesuaian Lipinski. Hasil docking antara interleukin-4 (IL-4) dan beberapa metabolit kelor meliputi Alpha-amyrin, Beta-amyrin, Quercetin 3-O-alpha-L-rhamnoside, Kaempferol 3-O-sophoroside, Ellagic acid, dan Astragalin memiliki binding affinity sebesar -10.3 kcal/mol, -10.4 kcal/mol, -8.0 kcal/mol, -7.9 kcal/mol, -7.9 kcal/mol, dan -7.8 kcal/mol, yang mengindikasikan interaksi yang kuat dengan reseptor interleukin-4 (IL-4). Studi in silico ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung penelitian lanjutan secara in vitro maupun in vivo mengenai kemungkinan interaksi metabolit Moringa oleifera dengan interleukin-4 (IL-4) sebagai salah satu target yang berkaitan dengan respons inflamasi. Kata kunci: Antiinflamasi, bioinformatika, interleukin-4 (IL-4), Moringa oleifera
Penentuan Kualitas Air Sungai Antirogo Kabupaten Jember dengan Menggunakan Indeks Kualitas Air NSF-WQI dan Indeks Biotik EPT Heba putri; Retno Wimbaningrum; Hari Sulistiyowati; Hari Sulistyowati
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/

Abstract

Sungai Antirogo di Kabupaten Jember merupakan anak cabang Sungai Bedadung. Sungai ini melewati persawahan dan pemukiman padat sehingga memiliki potensi tercemar limbah domestik dan pertanian. Air sungai ini dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung aktivitas sehari-hari dan mengairi pertanian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kualitas air S. Antirogo berdasarkan parameter fisika-kimia dan parameter biologi. Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Pencatatan data parameter fisika-kimia yaitu temperatur, turbiditas, TDS, DO, BOD5, Total P, ammonia, pH dan data parameter biologi yaitu larva-nimfa Ephemeropteram, Plecoptera dan Trichoptera (EPT) dilakukan pada lima stasiun penelitian yang dimulai dari hulu, tengah dan hilir sungai. Data parameter fisika-kimia dianalisis untuk menetukan kelas sungai berdasarkan baku mutunya menurut PP RI Nomor 22 Tahun 2021 dan kualitas air sungai menurut indeks NSF-WQI, serta data larva-nifa dianalisis untuk menentukan kualitas air sungai menurut indeks EPT-BI. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sungai Antirogo tergolong kelas 3, yang berarti bahwa sungai ini dapat digunakan untuk budidaya ikan air tawar, mengairi tanaman pertanian, dan peruntukan lain. Sementara berdasarkan nilai indeks NSF-WQI, air S. Antirogo tergolong berkualitas baik dengan nilai indeks berkisar antara 71-77. Kualitas air S. Antirogo baik berdasaran indeks NSF-WQI mendukung keberadaan larva Epheroptera dan nimfa Trichoptera di sungai ini dan mengindikasikan bahwa sungai ini tidak mengalami pencemaran dengan nilai indeks EPT-BI berkisar antara 2,73-3,50. Kesimpulan penelitian ini adalah S. Antirogo tergolong kelas 3, berkualitas baik berdasarkan parameter fisika-kimia dan tidak tercemar berdasarkan parameter biologi.
Optimasi Produksi Eksopolisakarida (EPS) pada Mikroalga Laut Porphyridium cruentrum melalui Penambahan Natrium Klorida (NaCl) Secara Mendadak pada Berbagai Konsentrasi Muhamad Fajrin Ode; Ida Bagus Gede Darmayasa; Pande Gde Sasmita Julyantoro
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i02.p5

Abstract

Porphyridium cruentrum merupakan mikroalga laut yang memiliki potensi besar sebagai penghasil eksopolisakarida (EPS) yang dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan, farmasi, kosmetik, dan bioteknologi. Produksi EPS pada mikroalga dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan, salah satunya salinitas yang berhubungan langsung dengan tekanan osmotik sel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan konsentrasi natrium klorida (NaCl) berbeda (1%, 2%, 4% b/v) secara mendadak terhadap produksi EPS dan biomassa mikroalga P. cruentrum. Penelitian dilakukan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan beberapa perlakuan konsentrasi NaCl yang diberikan secara mendadak pada fase eksponensial pertumbuhan kultur. Parameter yang diamati meliputi produksi EPS, biomassa, dan rasio efektivitas produksi EPS terhadap biomassa. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji tukey HSD pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NaCl secara mendadak memberikan pengaruh terhadap produksi EPS dan biomassa P. cruentrum. Produksi EPS tertinggi diperoleh pada perlakuan penambahan NaCl 1% dengan nilai persentase sebesar 61,5%. Sementara itu, produksi biomassa tertinggi diperoleh pada perlakuan kontrol dengan persentase sebesar 31,4%. Rasio efektivitas produksi tertinggi diperoleh pada perlakuan NaCl 1% dengan nilai sebesar 88,37 EPS per biomassa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan salinitas melalui penambahan NaCl secara mendadak mampu menginduksi stres osmotik yang memicu peningkatan produksi EPS, meskipun diikuti penurunan biomassa kultur.

Page 1 of 1 | Total Record : 6