Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Menggunakan Fragmen Epidermis di Feses untuk Identifikasi Tumbuhan Pakan Herbivor: Studi Seleksi Tumbuhan Pakan oleh Rusa Timor (Cervus timorensis) di Pulau Menjangan Bali I KETUT GINANTRA; I KETUT MUKSIN; IDA BAGUS MADE SUASKARA
Prosiding Seminar Biologi Vol 2 No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional From Basic Science to Comprehensive Education
Publisher : Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/psb.v2i1.3338

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis tumbuhan yang dimakan oleh herbivor (rusa timor) dari fragmen epidermis yang ada di feses. Studi dilakukan di Pulau Menjangan Bali pada bulan Juni-Juli 2016. Feses rusa timor dikoleksi dari 4 unit grazing rusa timor (savana dan hutan musim). Preparat acuan (fragmen epidermis acuan/reference slides) dibuat dari bagian daun tiap jenis tumbuhan yang tersedia di unit habitat. Sampel feses yang dikoleksi digiling halus dan direndam dengan NaClO untuk pembuatan preparat mikrohistologi sampel feses. Identifikasi spesies tumbuhan yang dimakan dari praparat feses dilakukan dengan membandingkan bentuk dan struktur sel-sel fragmen epidermis  dengan praparat acuan. Hasil penelitian menunjukkan gambaran sel sel epidermis, sel tetangga, dan sel penutup stomata yang khas pada tiap spesies. Sehingga gambaran fragmen epidermis di feses bisa untuk identifikasi jenis tumbuhan yang dimakan oleh herbivor. Fragmen epidermis kelompok tumbuhan rerumputan (graminoids) menunjukkan sel panjang dan sel pendek dan stomata berada diantara sel-sel panjang, stomata berbentuk halter. Fragmen epidermis kelompok tumbuhan daun lebar (forbs, woodys) menunjukkan variasi bentuk dan susunan sel epidermisnya, ada sel tetangga yang tidak berbeda dengan sel epidermis lainnya dan ada pula yang sel tetangganya berbeda dengan sel epidermis lainnya, bentuk stomata seperti ginjal. Derivat epidermis lainnya yang juga teramati di feses adalah trikomata. Kata kunci: Herbivor, feses, fragmen epidermis, identifikasi tumbuhan pakan
PELATIHAN PEMBUATAN BODY CREAM DAN LOTION LIDAH BUAYA (ALOE VERA) DI PURI DAMAI DESA SINGAKERTA KECAMATAN UBUD KABUPATEN GIANYAR BALI N.L. Arpiwi; I.K. Muksin; I.G.A.S. Wahyuni; I.K. Ginantra; N.W. Sudatri
Buletin Udayana Mengabdi Vol 18 No 4 (2019): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.357 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2019.v18.i04.p02

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen dari keluarga Asphodelaceae yang tersebar luas di daerah tropis dan sub-tropis. Tanaman ini sangat populer karena memiliki banyak kegunaan, misalnya sebagai pelembab kulit, pertumbuhan rambut, dan pengendalian jerawat. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat Desa Singakaerta, Kabupaten Gianyar, tentang bagaimana mengolah lidah buaya menjadi body cream dan lotion sehingga dapat meningkatkan nilai ekonomi tanaman tersebut. Prosedur kerja dimulai dengan mengupas daun lidah buaya untuk mendapatkan pulp, lalu diblender dan disaring untuk mendapatkan jus. Basis cream dan lotion terdiri dari minyak kelapa murni (VCO), cethyl alcohol, asam stearat, gliserin, triethanolamine, nipagin, nipasol dan aquades dengan jumlah sesuai formulasi. Fase air dicampur dengan fase minyak pada suhu 70oC sambil diaduk sampai homogen dan kemudian ditambahkan jus lidah buaya pada suhu 40oC. Aroma cendana ditambahkan untuk body creamdan aroma melati ditambahkan ke body lotion pada suhu 30oC. Body cream berwarna putih susu, aroma cendana, tekstur lembut, agak kental, pH 6,5, homogen dengan viskositas 95 poise. Body lotion berwarna putih susu, aroma melati, tekstur lembut, lebih encer, pH 7, homogen dengan viskositas 39 poise. Kata kunci : Body cream, body lotion, Aloe vera, VCO
KEBERADAAN JENIS JENIS BURUNG DI KAWASAN PADANG PADANG PECATU KABUPATEN BADUNG Ida Bagus Made Suaskara; I Ketut Ginantra; I Ketut Muksin
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 10 No 1 (2010)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on bird species was conducted in January-February 2009 at Padang Padang Pecatu Badung Bali. Explorations methods was utilized to find out bird species which observed in the field. Identification of bird species was undertaken based on (Mackinnon, 1993 ). Their status were determined based on Indonesian Regulation ( PP RI) No. 7, 1999. Interview with community was carried out to know the bird species captured. Results of this study indicated that Padang Padang area were identified 38 bird species. The dominant species were member of the insect, small reptile feeder and member of fruit/seeds feeder, but another member so find that is fish feeder, predator and nectar feeder. Seven species of birds observed on the site were protected by Indonesia Regulation, two species of birds were migrant and four species of birds were endemic species in Indonesia. Threat on birds in this area was illegal capture of birds that economic value to trade.
PELESTARIAN FLORA DI LINGKUNGAN PURA TAMAN AYUN MENUNJANG ATRAKSI NOMINASI WARISAN BUDAYA DUNIA Ni Nyoman Wirasiti; I Ketut Ginantra; A.A.G. Raka Dalem; I Ketut Muksin
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 11 No 1 (2011)
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Ayun is a tourist destination which is proposed as a world cultural heritage. Thus, the data about Taman Ayun are important things to be collected to support the proposal. This study is expected to provide data on flora. Data on flora were gathered based on site observation on September 5, 2008. The data collection was also supported by other data collecting techniques such as interview and literature review. Result of the study showed that there were 125 plant species around the temple. As much as 16,8 % were classified as rare/threatened or endangered, 1,6% rare and protected, and the rest (81,6 %) were not protected and not rare species. The highest proportion of the plant (30 %) were decorative plant. Others were material for ceremony (upakara) (21%), food and vegetables (19 %). All of those were covering 70 % of the plant. The rest were for medicine, providing shaded spots, animal fodder, other use and has not been used.
Burung Sebagai Atraksi Ekowisata di Kawasan Pariwisata Nusa Dua, Bali A. A. G. Raka Dalem; I K. Muksin; S. K. Sudirga; I. B. M. Suaskara
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 3 No 2
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on birds has been conducted in Nusa Dua Tourist Resort area, Bali, betweenJanuary, 1999 and January, 2002. In this study, bird species was identified and theirpotentials for ecotourism-bird watching activities were analysed. From the field observationit was found that the site has a potential to be developed as a bird watching site. It can beseen from the diversity of bird species identified there, especially in the lagoon. In Nusa DuaTourist Resort area 83 bird species has been identified which is representing over 27% ofbird species on Bali. About 87% of those were classified as non-migrant species, while therest were migrant. Among those species, 6% were birds which were known to be restrictedtheir distribution to Indonesia. The strategic location of Nusa Dua Tourist Resort area alsoincreases its potential for development of bird watching activities. For development of theseactivities, holistic management approaches need to be implemented, the approaches of whichneed considering a balance between conservation, economic and empowerment of localcommunity objectives.
KEANEKARAGAMAN JENIS PLANKTON DI DANAU BUYAN KABUPATEN BULELENG – BALI I Ketut Muksin
Bumi Lestari Journal of Environment Vol 3 No 2
Publisher : Environmental Research Center (PPLH) of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A study on plankton diversity in Lake Buyan is very important to be undertaken. Thisis related to the fact that it is frequently mentioned that its condition is getting worse, itscapacity decreased because of sedimentation and its fish density is decreasing.Since the surrounding of the lake has been mostly utilized for agricultural activities,and settlement is getting dense there, it is likely that pollutant as well as untreated dischargedwater has flushed into the lake.Results of the study showed that there were 33 plankton species there prior toEichornia being cleared from the lake. The species richness decreased to 26 after clearing.
JENIS-JENIS HERBA DAN LIANA DI DESA PELIATAN, UBUD-BALI, KEPERCAYAAN MASYARAKAT DAN MITOS YANG BERKEMBANG TENTANG TUMBUHAN TERSEBUT I Ketut Muksin; A. A. G. Raka Dalem; Martin Joni
ECOTROPHIC : Jurnal Ilmu Lingkungan (Journal of Environmental Science) Vol 4 No 1
Publisher : Master Program of Environmental Science, Postgraduate Program of Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.095 KB)

Abstract

Penelitian dilaksanakan di wilayah Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar-Bali tahun 2005-2006.Penelitian dilakukan dengan menyelusuri jalur-jalur jalan yang ada di wilayah desa sambil mencatat jenis herba dan lianayang ditemukan. Tumbuhan ini ini kemudian dicek statusnya (dilindungi atau tidak), pemanfaatan, serta mitos yangberkembang dalam masyarakat tentang tumbuhan tersebut. Dari hasil studi ini telah berhasil diidentifkasi 100 jenis herbadan liana. Dilihat dari segi pemanfaatanya, bagian terbesar dari herba dan liana ini, yaitu mencapai 50% pemanfaatannyamerupakan kombinasi dari tanaman hias, bahan makanan, tanaman upakara serta campuran antara tanaman upakara danbahan makanan. Sebanyak 40% dimanfaatkan untuk penggunaan lainnya, serta 10% sisanya merupakan gulma, yangrelatif belum dimanfaatkan secara nyata oleh masyarakat. Dilihat dari segi mitosnya, 12% dari tumbuhan herba dan lianadi Desa Peliatan memiliki mitos. Sepuluh (10) jenis (atau 83% diantaranya) mempunyai mitos atau kepercayaan yangbernilai positif sedangkan yang negatif hanya 2 jenis (17 %). Dilihat dari segi perlindungan, maka dari jenis-jenis herbadan liana tersebut tidak ada yang termasuk jenis-jenis yang dilindungi peraturan perundang-undangan yang berlaku diIndonesia.
Eksplorasi Streptomyces Sp. Di Hutan De Djawatan Banyuwangi Dan Aktivitasnya Dalam Menghambat Candida albicans Putu Anggita Sekar Pratiwi; Retno Kawuri; I Ketut Muksin
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i01.p1

Abstract

Kandidiasis merupakan penyakit opportunistik akibat infeksi jamur Candida albicans yang menyerangmembran mukosa. Solusi untuk mengatasi adalah dengan memanfaatkan mikroorganisme penghasilsenyawa bioaktif berupa imunospresan, antibiotik, antijamur, antiinflamasi dari bakteri genusStreptomyces. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Streptomyces sp. penghasilsenyawa bioaktif di hutan De Djawatan Banyuwangi dalam menghambat jamur C. albicans. Metodepenelitian mencakup pengambilan sampel tanah dari hutan De Djawatan, isolasi bakteri Streptomycessp. menggunakan plating method, serta identifikasi makroskopik dan mikroskopik. Uji daya hambatterhadap jamur patogen C. albicans dilakukan dengan metode dual culture. Hasil eksplorasi di hutan DeDjawatan Banyuwangi memperoleh total sebanyak 17 isolat dengan Streptomyces sp.7 memiliki dayahambat tertinggi sebesar 1,375 cm, sedangkan daya hambat terendah dimiliki oleh Streptomyces sp.12sebesar 0,783 cm terhadap C. albicans. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa hutan De DjawatanBanyuwangi berpotensi sebagai sumber Streptomyces sp. penghasil senyawa antijamur yangmendukung eksplorasi agen alami untuk mengatasi infeksi C. albicans.Kata kunci: Actinobacteria, antifungi, biokontrol, metabolit sekunder
Eksplorasi Streptomyces Sp. Di Hutan De Djawatan Banyuwangi Dan Aktivitasnya Dalam Menghambat Candida albicans Putu Anggita Sekar Pratiwi; Retno Kawuri; I Ketut Muksin
Metamorfosa: Journal of Biological Sciences Vol. 13 No. 1 (2026)
Publisher : Program Magister Ilmu Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/metamorfosa.2026.v13.i01.p1

Abstract

Kandidiasis merupakan penyakit opportunistik akibat infeksi jamur Candida albicans yang menyerangmembran mukosa. Solusi untuk mengatasi adalah dengan memanfaatkan mikroorganisme penghasilsenyawa bioaktif berupa imunospresan, antibiotik, antijamur, antiinflamasi dari bakteri genusStreptomyces. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi Streptomyces sp. penghasilsenyawa bioaktif di hutan De Djawatan Banyuwangi dalam menghambat jamur C. albicans. Metodepenelitian mencakup pengambilan sampel tanah dari hutan De Djawatan, isolasi bakteri Streptomycessp. menggunakan plating method, serta identifikasi makroskopik dan mikroskopik. Uji daya hambatterhadap jamur patogen C. albicans dilakukan dengan metode dual culture. Hasil eksplorasi di hutan DeDjawatan Banyuwangi memperoleh total sebanyak 17 isolat dengan Streptomyces sp.7 memiliki dayahambat tertinggi sebesar 1,375 cm, sedangkan daya hambat terendah dimiliki oleh Streptomyces sp.12sebesar 0,783 cm terhadap C. albicans. Penelitian ini mengimplikasikan bahwa hutan De DjawatanBanyuwangi berpotensi sebagai sumber Streptomyces sp. penghasil senyawa antijamur yangmendukung eksplorasi agen alami untuk mengatasi infeksi C. albicans.Kata kunci: Actinobacteria, antifungi, biokontrol, metabolit sekunder