cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran
ISSN : 25805525     EISSN : 25805533     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
The journal publishes articles about the research results in the field of education both in the broad sense (general education) or specific (refers to certain fields of study).
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol. 1, No. 2 (2017)" : 16 Documents clear
THE EFFECTIVENESS OF JAVANESE SONGS IN CULTIVATING STUDENTS’ CHARACTERS JOKO SUKOYO
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.997 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.10753

Abstract

EFEKTIVITAS LAGU-LAGU BERBAHASA JAWA UNTUK MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER SISWAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter siswa sebelum dan sesudah diberi pembelajaran menggunakan lagu-lagu berbahasa Jawa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian praeksperimental dengan desain one group pretest posttest design. Subjek penelitiannya 30 siswa PAUD Mutiara Hati Semarang dan lima guru. Data nilai-nilai karakter dikumpulkan dengan teknik observasi dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan sebagai pertama, terdapat perbedaan karakter yang signifikan antara karakter siswa sebelum diberi pembelajaran menggunakan media lagu berbahasa Jawa dengan sesudah diberi pembelajaran menggunakan media lagu berbahasa Jawa. Kedua, perubahan yang terjadi menunjukkan arah yang lebih positif, yakni karakter mandiri, disiplin, cinta tanah air, religius, kerja keras, dan peduli lingkungan. Karakter yang paling konsisten mengalami peningkatan adalah karakter kepedulian lingkungan. Konsistensi tersebut disebabkan karena guru selalu membiasakan siswanya untuk selalu peduli lingkungan sejak awal masuk di PAUD tersebut.Kata kunci: karakter, lagu berbahasa Jawa, PAUDAbstractThis study was aimed at determining the differences in the characters of the students before and after being given classroom learning using Javanese songs. The study was preexperimental research with a one group pretest posttest design. The subjects of this study were 30 students and 5 teachers of PAUD Mutiara Hati Semarang. The data on character values were collected by observation and interview techniques. The data were analyzed using descriptive analysis techniques and inferential statistics. The results show that: first, there are significant character differences between the characters of students before and after being given learning using Javanese songs. Second, the changes that occur indicate positive characters namely independence, discipline, nationalism, religiousity, hard work, and environmental awareness. The most consistent character that has increased is the character of environmental awareness. The consistency is due to the fact that teachers always familiarize their students with environment issues since the beginning of classes.Keywords: character building, Javanese song, early childhood education program
THE EFFECTIVENESS OF PEER TUTORING AND HOMEWORK IN IMPROVING STUDENTS’ SELF-REGULATED LEARNING Muhammad Nur Wangid
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.109 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.9989

Abstract

EFEKTIVITAS TUTOR SEBAYA DAN PEKERJAAN RUMAH DALAM MENINGKATKAN SELF- REGULATED LEARNING SISWAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode tutor teman sebaya dan pekerjaan rumah dalam meningkatkan kemampuan Self Regulated Learning (SRL) siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan eksperimen dengan memberikan perlakuan kepada dua kelompok siswa yang berbeda, satu kelompok mendapatkan perlakuan dengan metode tutor teman sebaya dengan jumlah sampel 32 siswa dan kelompok lainnya mendapatkan perlakuan dengan pemberian pekerjaan rumah dengan sampel 31 siswa, dan satu kelompok lagi yang berfungsi sebagai kelompok kontrol dengan jumlah sampel sebanyak 33 siswa. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan skala untuk mengukur SRLsiswa. Data dianalisis menggunakan teknik ANOVA satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tutor teman sebayalebih tinggi hasilnya untuk meningkatkan kemampuan SLR siswa dibandingkan pekerjaan rumah. Hal ini ditunjukkan dengan diperolehnya nilai F sebesar 118,448 dengan taraf signifikasi sebesar 0,000 dan rerata untuk kelompok dengan perlakuan tutor teman sebaya sebesar 159,12 sedangkan untuk kelompok dengan perlakuan pemberian pekerjaan rumah sebesar 142,81; sementara kelompok kontrol sebesar 125,24.Kata kunci: tutor teman sebaya, pekerjaan rumah, self-regulated learningAbstractThis study was aimed at comparing peer tutoring and homework techniques in improving students’ self-regulated learning (SRL). The study used aquasi-experimental design by conducting treatments to two different groups of students, one group receiving treatment with the peer tutoring method with 32 students, and other group was treated by administering homework with 31 students, and the other group as a control group with 33 students not receiving a specific treatment. The research instrument was a scale to measure the students SRL abilities. One-line ANOVA was used to analyzethe data. The results show that peer tutoring is more influential in improving the ability of students in SRL than in homework. It was indicated by the F value of 118.448 with a significance level of 0.000 and the mean scores for the treatment group with peer tutoring at 159.12, the treatment group with homework at 142.81, while the control group at 125.24.Keywords: peer tutoring, homework, self-regulated learning
EVALUATION ON THEMATIC LEARNING IN THE PRIMARY SCHOOL Sekar Purbarini Kawuryan; Pratiwi Pujiastuti; Unik Ambarwati
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.091 KB) | DOI: 10.21831/jk.v1i2.13035

Abstract

EVALUASI PEMBELAJARAN TEMATIK DI SEKOLAH DASARAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pelaksanaan program pembelajaran tematik ditinjau dari komponen contexts, input, process, dan product (CIPP). Penelitian ini menggunakan rancangan studi ex-post facto.Sampel penelitian ini adalah kepala sekolah, guru, dan siswa kelas III pada Gugus Pakualaman I di Kota Yogyakarta. Data penelitian ini dikumpulkan menggunakan angket, lembar observasi, pedoman wawancara, dan studi dokumen. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pemahaman kepala sekolah terhadap visi dan tujuan pembelajaran tematik sudah sesuai dengan karakteristik dan hakikat pembelajaran tematik yang tertuang dalam dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Kedua, hasil evaluasi input menunjukkan 90% guru sudah memenuhi kualifikasi S1. Kompetensi pedagogik dan kepribadian mendapat nilai rerata baik, kompetensi profesional dan sosial mendapat nilai rerata cukup. Sarana dan prasarana penunjang pembelajaran secara kuantitatif belum memenuhi standar, dan secara kualitatif penggunaannya belum maksimal. Ketiga, hasil evaluasi komponen proses berada pada kriteria cukup. Keempat, produk belajar siswa mendapat penilaian rerata cukup.Kata kunci: evaluasi, pembelajaran tematik, sekolah dasarAbstractThis study was aimed at describing the effectiveness of thematic learning programs in terms of context, input, process, and product components (CIPP). The study used an ex-post facto research design. The subjects of the study were the principal, teacher, and third-grade students of Pakualaman IElementary School, Yogyakarta. The data were collected using questionnaires, observation sheets, interview guides, and documentary studies. The data were analyzed qualitatively and quantitatively. The results show that first, the school principal's understanding of the visions and objectives of thematic learning is in accordance with the characteristics and the nature of thematic learning contained in the KTSP document. Second, the results of the input evaluation show that 90% of the teachers have met the S1 qualification. Pedagogic and personality competency scores are rated as good, while professional and social competences are rated as fairly. The quantity of the learning facilities and infrastructure as learning aids have not met the standards. Learning aids have not been maximally used. Third, the evaluation results of the process are in the sufficient criteria. Fourth, the students’ learning products are average in rating.Keywords: evaluation, thematic learning, primary school
ANALYSIS OF INSTRINSIC AND EXTRINSIC MOTIVATION OF PHYSICS-TEACHER STUDENT CANDIDATES Rifati Dina Handayani
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v1i2.8449

Abstract

ANALISIS MOTIVASI INTRINSIK DAN EKSTRINSIK MAHASISWA CALON GURU FISIKAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi belajar, meliputi motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik mahasiswa calon guru fisika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara dan angket yang sudah tervalidasi dan reliabel yaitu Motivated Strategies for Learning Questionnaire. Sampel penelitian adalah 150 mahasiswa yang tersebar dari semester dua, empat, dan semester enam Program Studi Pendidikan Fisika FKIP Universitas Jember, dengan Indeks Prestasi (IP) rata-rata 3,12 (SD=0,285). Data yang sudah diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa pendidikan fisika sangat bervariasi dan didominasi oleh motivasi belajar instrinsik dibandingkan motivasi ekstrinsik. Pada motivasi instrinsik kebutuhan akan prestasi yang dimiliki mahasiswa pendidikan fisika lebih tinggi dibandingkan dengan kriteria motivasi intrinsik lain. Pada motivasi ekstrinsik peran otoritas dari orang tua dan dosen merupakan faktor yang mendominasi motivasi ekstrinsik belajar mahasiswa. Dominannya motivasi instrinsik ini menunjukkan adanya kesadaran dari diri mahasiswa mengenai pentingnya belajar.Kata Kunci: motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, mahasiswa calon guru fisikaAbstractThis study was aimed at analyzing the intrinsic and extrinsic learning motivation of physics- teacher student candidates. The study used the quantitative method. The data were collected using interviews and a questionnaire that had been validated and wasreliable, namely Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ). The research sample consisted of 150 college students of Physics Education Study Program of University of Jember of semesters two, four, and six with a grade point average (GPA) of 3.12 (SD = 0.285). The data were analyzed quantitatively. The results show that intrinsic motivation is more dominant than extrinsic motivation in the learning processes of physics teacher candidates. In intrinsic motivation, the need for achievement of physics education students is higher than that of others intrinsic motivation criteria. In extrinsic motivation, the role of parents and lecturers is a factor that dominates the learning processes. The dominance of this intrinsic motivation indicates the awareness of the students toward the importance of learning.Keywords: intrinsic motivation, extrinsic motivation, physics teacher candidate
MORAL VALUES IN “FILOSOFI KOPI” SHORT-STORY ANTHOLOGY AND ITS IMPLICATIONS IN LITERATURE Nani Solihati; Ade Hikmat; Yoma Elmikasri
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v1i2.13265

Abstract

NILAI MORAL DALAM ANTOLOGI CERPEN FILOSOFI KOPIDAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN SASTRAAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menemukan nilai-nilai moral yang terkandung dalam antologi cerpen Filosofi Kopi melalui kajian hermeneutik serta implikasinya dalam pembelajaran sastra di SMA. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Nilai moral yang diteliti dibatasi pada nilai positif dalam antologi cerpen Filosofi Kopi. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yakni antologi cerpen Filosofi Kopi karya Dewi Lestari yang berisi 18 cerita yang terdiri 8 cerita pendek dan 10 prosa liris, tetapi yang diteliti hanya 8 cerita pendek. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan terhadap delapan cerpen, dapat disimpulkan bahwa cerpen-cerpen karya Dewi Lestari mengandung nilai-nilai moral positif yang meliputi kejujuran, bertanggung jawab, kesetiaan, sopan santun, hati nurani, rendah hati, dan konsekuen. Implikasi hasil penelitian ini adalah pembelajaran sastra di sekolah dengan menggunakan beberapa judul cerpen dalam antologi cerpen Filosofi Kopi karya Dewi Lestari sebagai sumber pembelajaran berpotensi menghasilkan siswa yang mempunyai nilai-nilai moral yang baik. Kata kunci: nilai moral, cerpen, pembelajaran sastraAbstractThis study was aimed at identifying the moral values contained in Filosofi Kopi short story anthology through hermeneutic studies and its implications in the study of literature in thesenior high school. The study used a descriptive qualitative method with a content-analysis technique. The moral values under study were limited to positive values. The data source used in this study was written by Dewi Lestari. This short story contained 18 stories consisting of 8 short stories and 10 lyrical proses. The samples of this study were 8 short stories. Results show that the short stories of Dewi Lestari's work contain positive moral values that include honesty, responsibility, loyalty, courtesy, conscience, humility, and consequence. The implications of the study include the fact that literature learning using this anthology is able to improve the students’ moral values.Keywords: moral value, short-story, literature education
COGNITIVE MORAL APPROACH TO CIVICS EDUCATION MATERIAL DEVELOPMENT IN THE ELEMENTARY SCHOOL Yogi Prihandoko; St. Y. Slamet; Winarno Winarno
Jurnal Kependidikan Vol. 1, No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jk.v1i2.15279

Abstract

PENDEKATAN COGNITIVE MORAL SEBAGAI KERANGKA PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PPKN DI SEKOLAH DASARAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran PPKn sebagai wahana pendidikan moral dan relevansi pendekatan cognitive moral sebagai kerangka pengembangan bahan ajar PPKn untuk membelajarkan nilai-nilai moral. Penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah 122 siswa kelas V sekolah dasar dan 4 guru pengampu Mata Pelajaran PPKn pada empat kecamatan di Kota Salatiga. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, angket, wawancara, dan studi dokumen. Temuan hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis interaktif model Miles dan Huberman kemudian disajikan melalui teks narasi deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, proses pelaksanaan pembelajaran PPKn belum merepresentasikan pendidikan moral. Kedua, guru tidak melaksanakan pembelajaran moral yang terencana dan sistematis dalam pembelajaran PPKn. Ketiga, pengetahuan siswa tentang moral rendah. Keempat, siswa mengalami miskonsepsi terhadap substansi dan tujuan PPKn. Kelima, muatan PPKn pada buku tematik Kurikulum 2013 tidak menguraikan materi tentang moral. Keenam, pendekatan cognitive moral melalui cerita dilema relevan sebagai solusi pengembangan bahan ajar PPKn untuk membelajarkan moral di sekolah dasar. Kata kunci: cognitive moral, PPKn, sekolah dasarAbstractThe study was aimed at describing the implementation of the civics education subject as a means of moral education and the relevance of cognitive moral approach as a framework for developingcivics education instructional materials. The study was descriptive analytical research using a qualitative approach. The subjects of the study were 122 fourth-grade students of elementary school and 4 teachers of civics education in four districts in Salatiga City. The data collection techniques were observation, questionnaires, interviews, and documents. The data were analyzed using interactive analysis of Miles and Huberman model and presented through descriptive narrative texts. The results show that first, civic education learning has not yet represented moral education. Second, teachers do not carry out planned and systematic moral learning in civics education learning. Third, students’ moral comprehension is still low. Fourth, students have misconceptions about the substance and the purpose of civics educationlearning. Fifth, the content of civics education in the thematic book of Curriculum 2013 does not include the material related to moral learning. Sixth, the cognitive moral approach through the dilemma story is relevant as a solution for the development of civics education instructional materials to teach morals in the elementary school.Keywords:cognitive moral, civic education, elementary school education

Page 2 of 2 | Total Record : 16