cover
Contact Name
Ni Luh Arpiwi
Contact Email
arpiwi@unud.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jbiologi@unud.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Jalan Kampus UNUD Bukit Jimbaran, Badung, Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Biologi Udayana
Published by Universitas Udayana
ISSN : 14105292     EISSN : 25992856     DOI : DOI 10.24843/JBIOUNUD
This journal is dedicated to advancing the frontiers of biological and environmental sciences through the publication of original research articles, comprehensive review papers, and insightful case studies. We welcome high-quality contributions in the following areas: Botany – covering plant biology, physiology, taxonomy, ethnobotany, and plant-environment interactions. Zoology – including animal biology, behavior, anatomy, physiology, and wildlife studies. Microbiology – exploring microbial diversity, pathogenicity, industrial microbiology, and microbial ecology. Environmental Science and Ecotourism – focusing on ecosystem analysis, sustainability, environmental impact, and the integration of tourism and conservation. Biotechnology and Biomolecular Sciences – embracing molecular biology, genetic engineering, bioinformatics, and applications in health, agriculture, and industry. Ecology and Conservation – emphasizing ecosystem dynamics, biodiversity conservation, species management, and ecological modeling. By fostering interdisciplinary dialogue and innovation, the journal aims to be a platform for scholars, practitioners, and policymakers to address current challenges and contribute to sustainable solutions across biological and environmental systems.
Articles 25 Documents
Struktur dan komposisi vegetasi lantai pada kawasan agroforestri kopi di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung, Bali Ni Made Riris Widiari; I Made Saka Wijaya; I Ketut Ginantra; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni; Ida Ayu Eka Pertiwi Sari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p02

Abstract

Agroforestri berbasis kopi telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia, salah satunya diterapkan di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kombinasi pohon penaung dalam agroforestri memberikan pengaruh terhadap iklim mikro yang beragam bagi vegetasi di bawahnya, yaitu pada struktur dan komposisi vegetasi lantai. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan struktur dan komposisi vegetasi lantai pada agroforestri kopi di Dusun Jempanang, Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode plot berukuran 1 × 1 m yang ditempatkan secara systematic sampling. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 88 spesies sebagai penyusun vegetasi lantai agroforestri kopi Dusun Jempanang. Spesies dengan Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi yaitu Oplismenus burmannii sebesar 41,26% (KR 18,09%; FR 7,10%; DR 16,07%), Ageratum conyzoides dengan INP 29,39% (KR 10,66%, FR 7,59%, DR 11,13%), Drymaria villosa dengan INP 27,85% (KR 13,64%, FR 6,25%, DR 7,97%), dan Synedrella nodiflora dengan INP 21,50% (KR 7,52%, FR 6,17%, DR 7,81%). Berdasarkan indeks komunitas, diperoleh bahwa vegetasi lantai di Dusun Jempanang memiliki keanekaragaman dengan kategori tinggi (H'=3,33), tanpa adanya dominansi spesies tertentu (C=0,06), serta persebaran spesies yang relatif merata (E=0,74).
Potential prey traces of the javan leopard in Bromo Tengger Semeru National Park Rheznandya Donny Minarto; Iska Desmawati; Agung Siswoyo; Bagaskara Raditya Wigita Putra
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 1 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i01.p09

Abstract

The Javan leopard (Panthera pardus melas) is a subspecies of Panthera pardus endemic to Java Island, with a limited distribution on Java, Kangean, Nusakambangan, and Sempu Islands. It is the last remaining large carnivore on the island following the extinction of Panthera tigris sondaica. The species has been protected by the Indonesian government since 1970 under Decree No. 421/Kpts/Um/8/1970 and subsequent regulations, with continued protection through Government Regulation No. 7/1999, Law No. 5/1990, and Ministry of Environment and Forestry Regulation No. 106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. It is listed as Endangered on the IUCN Red List and in Appendix I of CITES. The population of P. p. melas continues to decline due to habitat degradation, reduced prey availability, and poaching. Bromo Tengger Semeru National Park (TNBTS) serves as a critical habitat for its survival. This study aims to document potential prey traces of P. p. melas in TNBTS. Field methods included direct observation of tracks and analysis of traces such as feces, skin derivatives (hair, scales, spines), footprints, feeding marks, nests, and wallows. The results identified Sus scrofa (40.9%) as the most frequent potential prey species, followed by Muntiacus muntjak (24.2%), Macaca fascicularis (10.6%), Hystrix javanica (9.1%), and both Viverricula malaccensis and Manis javanica (7.6% each). These findings highlight the essential role of prey availability in supporting P. p. melas populations in TNBTS. This information is expected to provide a basis for prey-based ecological conservation strategies and sustainable habitat management for the long-term survival of this keystone species.
Pendekatan baru pada identifikasi patogen tanaman berbasis DNA: Suatu Kajian Pustaka Widya Esti Purwaningtyas; Siti Sholekha; Hangga Novian Adi Putra
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p06

Abstract

Patogen tanaman merupakan salah satu faktor utama penyebab penurunan produktivitas pertanian dan kerugian ekonomi yang signifikan di berbagai sistem budidaya. Identifikasi patogen secara cepat dan akurat menjadi langkah penting dalam pengendalian penyakit tanaman, khususnya untuk mendukung kegiatan karantina, pemantauan penyakit, serta penentuan strategi pengelolaan yang tepat. Metode diagnosis konvensional yang bergantung pada pengamatan gejala, isolasi, dan kultur patogen umumnya memerlukan waktu relatif lama dan bergantung pada keahlian peneliti, sehingga berisiko menimbulkan kesalahan identifikasi, terutama pada tahap awal infeksi ketika gejala belum berkembang secara spesifik. Perkembangan teknologi molekuler mendorong penggunaan pendekatan identifikasi berbasis DNA yang menawarkan sensitivitas dan spesifisitas lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Tinjauan ini membahas berbagai metode identifikasi patogen tanaman berbasis DNA, meliputi teknik polymerase chain reaction (PCR) dan turunannya, seperti nested PCR, multiplex PCR, quantitative PCR (qPCR), nano-PCR, dan droplet digital PCR (ddPCR), serta metode amplifikasi isotermal seperti loop-mediated isothermal amplification (LAMP), recombinase polymerase amplification (RPA), dan nucleic acid sequence-based amplification (NASBA). Teknologi lanjutan seperti next-generation sequencing (NGS) dan sistem CRISPR/Cas juga dikaji berdasarkan prinsip kerja dan potensi penerapannya dalam diagnosis patogen tanaman. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa setiap metode memiliki keunggulan yang berbeda, di mana qPCR dan ddPCR unggul dalam sensitivitas dan presisi untuk deteksi target berkonsentrasi rendah, LAMP dan RPA menawarkan kecepatan analisis serta kemudahan aplikasi di lapangan, sementara NGS dan CRISPR/Cas memberikan resolusi tinggi untuk deteksi komprehensif dan diagnosis dengan spesifisitas sangat tinggi. Tinjauan ini menekankan pentingnya pengembangan metode diagnostik berbasis DNA yang efisien dan aplikatif untuk mendukung pengelolaan penyakit tanaman dan sistem pertanian berkelanjutan.
Isolasi, karakterisasi, dan uji resistensi bakteri dari Sungai Matras, Bangka, Indonesia terhadap timbal dan tembaga Wahyu Irawati; Alya Leonita Lamonta; Cantika Dela Kurnia Zendrato; Thesalonika Liony Pangemanan; Deokward F. Ruga; Nicolas Tunggul Adhigandewa; Geoffrey Darrien Fideli
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p01

Abstract

Aktivitas pertambangan di sekitar Sungai Matras mengakibatkan terjadinya pencemaran logam berat terutama timbal dan tembaga. Timbal merupakan logam berat yang bersifat toksik sementara itu tembaga konsentrasi tinggi juga membahayakan kesehatan lingkungan. Bioremediasi dengan menggunakan bakteri indigenous yang multiresisten tembaga dan timbal merupakan solusi yang mudah, murah, dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengkarakterisasi bakteri yang resisten terhadap timbal dari sungai matras serta menguji resistensi bakteri tersebut terhadap tembaga. Bakteri diisolasi dengan metode tebar dari sampel air Sungai Matras yang diencerkan secara seri. Medium yang digunakan adalah Luria Bertani agar dengan penambahan Pb(NO3)2 untuk memperoleh bakteri resisten timbal. Isolat bakteri dilakukan karakterisasi morfologi koloni serta pemurnian sehingga menghasilkan biakan murni. Karakterisasi fisiologis dilakukan dengan pewarnaan Gram dan pengamatan morfologi koloni, sedangkan secara molekuler dengan pengurutan gen 16SrDNA. Uji resistensi terhadap CuSO4 dilakukan pada bakteri yang paling unggul dengan metode gores untuk memperoleh nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC). Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 isolat bakteri yang berhasil diisolasi dengan nilai MIC berkisar 6-16 mM. Sebanyak 16 isolat bersifat Gram negatif dan 3 isolat bersifat Gram positif. Isolat B63 dan B64 adalah bakteri yang paling resisten terhadap timbal dan tembaga dengan MIC sebesar 16 mM, yaitu tergolong resistensi tinggi. Hasil pengurutan gen 16s rDNA dan pohon filogeni menunjukkan bahwa isolat B54, B56, B61, dan B62 teridentifikasi sebagai Bacillus cereus, sedangkan isolat B63 dan B64 teridentifikasi sebagai Pseudomonas aeruginosa.
Water-soluble nanomaterials self-assembly for improving the stability of natural food preservatives: A Review I Dewa Agung Panji Dwipayana
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p07

Abstract

Food spoilage is still a global problem, contributing to foodborne illness, economic losses, and environmental burdens associated with food waste. Conventional chemical preservatives, while effective, face increasing regulatory restrictions and consumer concern regarding potential health risks, driving demand for safer and more natural alternatives. Natural preservatives such as essential oils, phenolic compounds, and antimicrobial peptides offer broad-spectrum antimicrobial and antioxidant activities but are limited by poor water solubility, volatility, degradation during processing, and inconsistent efficacy in complex food matrices. This narrative review examines recent advances in water-soluble self-assembled nanomaterials as stabilization and delivery systems for natural food preservatives. Emphasis is placed on supramolecular self-assembly principles, key non-covalent interactions in aqueous environments, common nanostructures including cyclodextrin inclusion complexes, polymer micelles, nanoemulsions, hydrogels, and vesicles, as well as assembly and characterization methods relevant to food applications. The review further discusses major food spoilage mechanisms and bacterial pathogens, highlighting synergistic effects achieved by combining nanomaterials with natural preservatives to enhance antimicrobial efficacy, prolong shelf life, and reduce sensory impacts. While these systems demonstrate significant promise for clean-label food preservation, challenges related to scalability, cost, sensory optimization, safety, migration, and regulatory acceptance remain. Addressing these issues through green synthesis, mechanistic studies, and robust safety assessments will be essential to support the responsible translation of self-assembled nanomaterials into practical and sustainable food preservation strategies.
PCR reaction testing by using microsatellite DNA markers on Bali Myna samples (Leucopsar rothschildi Stressemann, 1912) Utami Lestari Budiawati; Made Pharmawati; Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni
Jurnal Biologi Udayana Vol. 29 No. 2 (2025): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2025.v29.i02.p04

Abstract

Genetic research requires a good quality and quantity of DNA template and appropriate conditions to obtain optimal PCR results. This study aimed to evaluate and compare PCR reaction conditions and compositions in Bali Myna (Leucopsar rothschildi Stressemann, 1912) samples in order to generate PCR products. Samples were obtained from calamus feathers and buccal swabs of captive Bali Mynas at Taman Nasional Bali Barat and the Friends of National Parks Foundation, Nusa Penida, Bali. The DNA extraction was carried out using Chelex® 5% and GeneJET Genomic DNA Purification Kit Thermo Fisher K0721. This study used microsatellite markers with five pairs primers (primer 1 Lr031337, primer 2 Lr052255, primer 3 Lr104861, primer 4 Lr123908, primer 5 Lr045800). The results indicated that calamus samples performed better than buccal swab samples. DNA extracted using the GeneJET Genomic DNA Purification Kit (Thermo Fisher K0721) yielded better results than DNA extracted using Chelex® 5%, as indicated by successful DNA amplification. PCR amplification using primer 3 was successfully achieved with a reaction mixture consisting of 10 µl (1×) mastermix, 1 µM forward primer, 1 µM reverse primer, and DNA template concentrations of 0.5 ng/µl, 1 ng/µl, 2.5 ng/µl, and 3.5 ng/µl. The PCR was performed at an annealing temperature of 55°C for 35 amplification cycles, producing a PCR product of 250 bp.
Analisis vegetasi strata semak di Cagar Alam Pangandaran Annisa Claudia Janiary; Khairunnisa; Mas Zuhriyah; Adinda Rahma Maulida; Rizka Shafarina Sasikirana; Evi Muliyah; Meiry Fadilah Noor
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p02

Abstract

Vegetasi semak memiliki peran ekologis penting dalam ekosistem hutan, yaitu sebagai habitat fauna, pencegah erosi, dan penyerap karbon. Namun, penelitian mengenai keanekaragaman semak di Cagar Alam Pangandaran masih terbatas. Penelitian ini mengisi kekosongan data tersebut dengan pendekatan multi-stasiun yang membandingkan tiga tipe habitat berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keanekaragaman dan faktor lingkungan vegetasi semak di Cagar Alam Pangandaran. Penelitian dilakukan menggunakan metode plot berukuran 5 m x 5 m dengan teknik sampling acak di tiga stasiun berbeda, yaitu hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan savana. Setiap stasiun terdiri dari tiga plot pengamatan. Ditemukan 15 spesies tumbuhan strata semak dari 14 famili dengan total 450 individu. Data dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) dan Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Spesies dengan INP tertinggi adalah Psychotria nervosa, yaitu 50,65%. Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener menunjukkan nilai H' = 1,83, yang mengindikasikan keanekaragaman sedang. Distribusi spesies bervariasi antar stasiun dengan kondisi lingkungan yang berbeda: intensitas cahaya berkisar 51-1902 lux, suhu udara 25-30,9°C, dan kelembaban udara 69,7-80,9%. Faktor lingkungan seperti intensitas cahaya dan kondisi habitat berpengaruh terhadap distribusi spesies.
Fermentasi, uji aktivitas antioksidan, dan uji toksisitas metabolit sekunder jamur Penicillium citrinum SP 4-2 dari spons Scleractinia sp. Ni Made Diah Listyaningrum; Ni Komang Ayu Cintia Dewi; Ni Kadek Dwijayanti; Ni Putu Eka Leliqia; I Nengah Wirajana; Joko Tri Wibowo; Ni Putu Ariantari
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p01

Abstract

Jamur laut yang nasiosiasi dengan spons merupakan salah satu sumber potensial metabolit sekunder bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi, serta mengevaluasi aktivitas antioksidan dan toksisitas metabolit sekunder jamur laut yang diisolasi dari spons Scleractinia sp. yang dikoleksi di Perairan Amed, Bali. Penelitian diawali dari identifikasi jamur dilakukan secara morfologis dan molekuler berdasarkan sekuens Internal Transcribed Spacer (ITS). Isolat difermentasi pada media nasi dengan dan tanpa penambahan garam, kemudian diekstraksi hingga diperoleh ekstrak metanol. Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH), sedangkan toksisitas diuji menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil isolasi didapatkan 1 isolat jamur SP 4-2 yang diidentifikasi sebagai Penicillium citrinum. Skrining fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid dan flavonoid pada kedua perlakuan media. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol P. citrinum SP 4-2 memiliki aktivitas antioksidan kuat dengan nilai IC50 terendah pada media dengan penambahan garam sebesar 64,72 ± 4,81 µg/mL. Uji toksisitas menunjukkan aktivitas toksik yang tinggi dengan nilai LC50 masing-masing sebesar 19,33 ± 1,53 dan 51,02 ± 5,12 µg/mL pada media dengan dan tanpa penambahan garam. Hal ini menunjukkan bahwa P. citrinum SP 4-2 berpotensi sebagai sumber metabolit sekunder bioaktif dengan aktivitas antioksidan dan toksisitas yang signifikan, serta berpeluang dikembangkan lebih lanjut untuk uji farmakologis sebagai antikanker.
Efektivitas ekstrak daun Tithonia diversifolia dan Bidens pilosa terhadap mortalitas dan antifeedant larva Plutella xylostella Novi Dwi Andini; Yuni Sri Rahayu
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p04

Abstract

Larva Plutella xylostella adalah hama pada tanaman dari famili Brassicaceae, utamanya caisim, kembang kol, kubis dan pakcoy. Hama larva P. xylostella menyerang daun tanaman sejak dari pembibitan hingga menjelang panen. Penggunaan pestisida nabati merupakan salah satu pengendalian alternatif yang lebih ramah lingkungan daripada menggunakan pestisida kimiawi, tanaman yang berpotensi sebagai pestisida nabati yakni tanaman Tithonia diversifolia dan Bidens pilosa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun T. diversifolia dan B. pilosa dan kombinasinya terhadap mortalitas dan antifeedant P. xylostella. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktorial yaitu jenis ekstrak dan konsentrasi ekstrak. Jenis ekstrak daun yang digunakan yaitu ekstrak daun T. diversifolia dan B. pilosa, dan kombinasi keduanya dengan konsentrasi 4%, 8%, 12%. Penelitian ini dilakukan menggunakan 3 kali ulangan dengan tiap ulangan menggunakan 10 ekor larva instar III dari P. xylostella. Parameter penelitian adalah mortalitas dan antifeedant P. xylostella. Data dianalisis menggunakan analisis Anova Two-Way dan uji lanjutan Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis ekstrak dan konsentrasi terhadap mortalitas dan antifeedant larva. Perlakuan paling efektif adalah ekstrak kombinasi (T. diversifolia dan B. pilosa) dan ekstrak tunggal T. diversifolia pada konsentrasi 12% yaitu menyebabkan mortalitas sebesar 80% dan 73.33% serta menyebabkan antifeedant sebesar 79,51% dan 77,46%. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi penggunaan ekstrak tunggal maupun kombinasi tanaman sebagai pestisida nabati dalam pengendalian hama P. xylostella yang lebih ramah lingkungan.
Efektivitas ekstrak daun dan buah bintaro (Cerbera odollam) terhadap aktivitas antimakan dan mortalitas Plutella xylostella lailatul Maghfiroh; Yuliani Yuliani
Jurnal Biologi Udayana Vol. 30 No. 1 (2026): JURNAL BIOLOGI UDAYANA
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JBIOUNUD.2026.v30.i01.p06

Abstract

Plutella xylostella merupakan hama utama pada tanaman kubis yang dapat menurunkan hasil produksi hingga 80–100%. Pengendalian yang umum dilakukan petani adalah menggunakan pestisida sintetik, namun penggunaannya dapat berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif yang lebih ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan biopestisida berbahan ekstrak tanaman Cerbera odollam. Tanaman Cerbera odollam diketahui mengandung senyawa aktif seperti cerberin, saponin, flavonoid, tanin dan alkaloid yang berpotensi sebagai pengendalian serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis dan konsentrasi ekstrak daun, buah C. odollam serta kombinasinya terhadap aktivitas aktivitas antimakan dan mortalitas larva P. xylostella. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu jenis ekstrak (daun, buah, dan kombinasi) dan konsentrasi (3%, 6%, dan 9%), dengan dua kontrol (negatif dan positif), sehingga diperoleh 33 unit percobaan. Metode aplikasi dilakukan dengan teknik celup pakan menggunakan daun sawi hijau. Data dianalisis menggunakan ANAVA dua arah dan dilanjutkan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jenis ekstrak, konsentrasi, serta interaksi terhadap aktivitas antimakan  dan mortalitas larva. Perlakuan paling efektif adalah ekstrak kombinasi konsentrasi 9% dengan aktivitas antimakan  sebesar 60,44% dan mortalitas mencapai 83,33%. Analisis LC50 ekstrak kombinasi sebesar 2,39% menunjukkan bahwa pada konsentrasi tersebut mampu menyebabkan kematian 50% larva uji. Dengan demikian, perlakuan ekstrak kombinasi 9% dapat direkomendasikan sebagai perlakuan aplikasi yang paling efektif dalam mengendalikan larva P. xylostella.

Page 2 of 3 | Total Record : 25