cover
Contact Name
Prof. Dr. Eli Rohaeti, M.Pd.
Contact Email
jpms@uny.ac.id
Phone
+62 822-2095-3934
Journal Mail Official
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta Jalan Colombo No 1, Karangmalang, Yogyakarta
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
JPMS (Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains)
ISSN : 14101866     EISSN : 25491458     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains adalah jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas MIPA UNY, yang berisi tentang artikel hasil kajian dan penelitian di bidang Matematika dan Sains.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2015): June 2015" : 10 Documents clear
Peningkatkan Kemampuan Mahasiswa dalam Merancang Kurikulum Melalui Penerapan Project Based Learning Yuni Wibowo; Suratsih Suratsih; Asri Widowati
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.187 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam merancang kurikulum SMA melalui penerapan project based learning model pada mata kuliah Pengembangan Kurikulum Biologi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan kelas dengan tahap Perencanaan, Implementasi, dan Observasi serta Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus dengan topik: pengembangan tujuan kurikulum pada siklus 1, pengembangan struktur dan muatan kurikulum pada siklus 2, dan pengembangan implementasi kurikulum pada siklus 3. Setiap siklus dilakukan selama 4 kali pertemuan (2 minggu), dengan waktu setiap pertemuan 2 jam pertemuan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi proses pembelajaran dan lembar penilaian produk rancangan kurikulum. Sintaks model pembelajaran project based learning terdiri dari: 1) menentukan permasalahan proyek, 2) menentukan langkah-langkah penyelesaian proyek, 3) menyusun jadwal penyelesaian proyek, 4) penyelesaian proyek dan monitoring, 5) penyusunan laporan dan presentasi, dan 6) evaluasi proses dan hasil proyek. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas mahasiswa dalam belajar merancang ketiga produk (paket produk). Adapun paket produk yang dihasilkan meliputi: visi misi dan tujuan kurikulum, (2) struktur dan muatan kurikulum, dan (3) implementasi kurikulum. Paket produk rancangan kurikulum yang dihasilkan sebanyak delapan paket sesuai dengan jumlah kelompok. Kurikulum yang dihasilkan termasuk dalam kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model project based learning berhasil meningkatkan kemampuan merancang kurikulum yang dimiliki mahasiswa.Kata kunci: project based learning, kemampuan merancang, kurikulum
Pengembangan Lembar Aktivitas Mahasiswa Topik Turunan Berdasarkan Teori APOS Yunika Lestarianingsih; Darmawijoyo Darmawijoyo; Yusuf Hartono
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.962 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7231

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Aktivitas Mahasiswa topik Turunan berdasarkan teori APOS yang memenuhi kriteria valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap pemahaman konsep matematika mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode design research tipe development study. Tahap development (pengembangan), yaitu preliminary dan formative evaluation (self evaluation, expert review, one-to-one, small group, dan field test). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Kelas 1C Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas PGRI Palembang semester ganjil tahun akademik 2014/2015 sebanyak 38 orang. Data penelitian dikumpulkan melalui walkthrough (expert reviews), dokumentasi, dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa Lembar Aktivitas Mahasiswa yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, praktis, dan memiliki efek potensial terhadap kemampuan pemahaman konsep matematika.Kata kunci: turunan, teori APOS, development study
Penyusunan Bahan Ajar Genetika dalam Bentuk Modul Pembelajaran Berbasis Fenomena Lokal M. Abdulatip; Suratsih Suratsih; Victoria Henuhili; Tutiek Rahayu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.737 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran pewarisan golongan darah rhesus pada penderita tuna grahita (retardasi mental), 2) kaitan antara pewarisan golongan darah rhesus dengan retardasi mental yang diderita oleh penduduk, 3) menyusun modul pembelajaran genetika materi hereditas manusia untuk siswa kelas III berdasarkan hasil penelitian pewarisan golongan darah rhesus pada penderita retardasi mental di dusun Karang Poh, Semin, Gunungkidul. Penelitian ini termasuk penelitian studi kasus tentang pewarisan golongan darah rhesus pada penderita retardasi mental di Dusun Poh, Semin, Gunungkidul. Subjek penelitian ini adalah 5 keluarga yang mempunyai keturunan retardasi mental yang dapat dilacak sampai 3 generasi (kakek, ibu, anak). Penelitian ini juga termasuk eksploratif untuk uji coba terbatas modul pembelajaran genetika dalam rangka mengetahui tingkat keterbacaan. Subjek penelitian ini 9 accident sampling. Variabel penelitian ini golongan darah rhesus tiap anggota keluarga subjek penelitian dan tingkat keterbacaan modul. Penelitian ini dilakukan pada bulan November-Desember 2006. Teknik Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan darah setiap anggota keluarga mempunyai keturunan retardasi mental termasuk rhesus positif yang diwariskan orang tuanya. Pewarisan golongan darah rhesus pada keluarga yang mempunyai keturunan retardasi mental tidak berkaitan dengan retardasi mental yang mereka alami. Hasil penelitan ini setelah dianalisis potensinya berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan hasil uji coba terbatas, dapat dijadikan bahan ajar genetika materi hereditas pada manusia untuk siswa SMA kelas III dalam bentuk modul pembelajaran.Kata kunci: pewarisan, rhesus, tuna grahita, bahan ajar, modul pembelajaran, genetika
Pengembangan Strategi Pembelajaran Inovatif pada Perkuliahan Geometri untuk Membangun Karakter Mahasiswa Sugiyono Sugiyono; Endang Listyani; Himmawati Puji Lestari; Atmini Dhoruri; Murdanu Murdanu
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.669 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan strategi pembelajaran untuk perkuliahan Geometri Bidang. Strategi pembelajaran ini diwujudkan dalam bentuk Buku Panduan Perkuliahan Geometri Bidang untuk membangun karakter mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan untuk mengembangkan strategi pembelajaran. Instrumen penelitian ini adalah angket karakter siswa, catatan lapangan, dan lembar observasi kegiatan pembelajaran. Pengembangan strategi pembelajaran yang disusun dalam bentuk buku panduan ini dilakukan melalui tahap: pemerikasaan pendahuluan, penyesuaian teoritis, analisis, uji empiris, dan analisis dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran untuk membangun karakter mahasiswa merupakan pembelajaran yang memfasilitasi mahasiswa untuk menemukan, menyelidiki, dan mengeksplorasi konsep-konsep dan prinsip-prinsip matematika melalui kegiatan diskusi kelompok, presentasi, dan bertukar pendapat dengan kelompok lain. Kualitas strategi pembelajaran yang dikembangkan dilihat dari aspek efektivitas dalam menumbuhkan karakter kerja sama dan tanggung jawab adalah baik dengan skor 80,1. Kendala yang dihadapi dalam pembelajaran ini adalah kesiapan mahasiswa dalam mempersiapkan materi yang dibahas di kelas.Kata kunci: pengembangan, strategi pembelajaran, geometri bidang, karakter, kerja sama, tanggung jawab
Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Biologi Melalui Implementasi Model Numbered Head Together pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta Dwi Wahyuningsih; Singgih Murwani
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.689 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses implementasi model Cooperative Learning tipe NHT, mengetahui peningkatan aktivitas siswa dan hasil belajar aspek kognitif melalui implementasi model Cooperative Learning tipe NHT pada materi pokok jaringan hewan kelas XI SMA Negeri 2 Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 4 tahapan, yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI IPA5 SMA Negeri 2 Yogyakarta. Indikator keberhasilan penelitian adalah implementasi model Cooperative Learning tipe NHT sesuai dengan sintaks yang diacu, aktivitas siswa pada saat proses pembelajaran mampu mencapai kategori baik untuk semua aspek penilaian, dan persentase hasil belajar aspek kognitif siswa mampu mencapai nilai gain berkategori sedang yaitu 0,30 g ≤ 0,70. Instrumen yang digunakan adalah soal pretest dan posttest, lembar observasi aktivitas siswa, serta lembar observasi keterlaksanaan proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi model Cooperative Learning tipe NHT sesuai sintaks yang diacu yaitu meliputi penomoran (numbering), pemberian pertanyaan (questioning), diskusi (head together), dan menjawab pertanyaan (answering). Peningkatan pemahaman konsep siswa pada siklus I dan siklus II adalah 0,28 dan 0,43. Untuk aktivitas siswa pada siklus I dan II mencapai 71,43% dan 80,52%.Kata kunci: model cooperative learning, NHT, aktivitas siswa, hasil belajar aspek kognitif
Pengembangan Instrumen Penilaian Kinerja Penyusunan Laporan Praktikum Fisika SMP Berbasis Inkuiri Supahar Supahar
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.216 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7232

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian kinerja penyusunan laporan praktikum Fisika SMP berbasis inkuiri untuk mengukur kemampuan penyusunan laporan. Instrumen penilaian kinerja peserta yang dikembangkan meliputi: rumusan learning continuum kemampuan penyusunan laporan praktikum, kisi-kisi instrumen, butir-butir penilaian kinerja, dan pedoman penskoran. Prosedur penelitian meliputi 3 tahapan, yaitu tahap perancangan instrumen, tahap uji coba instrumen, dan interpretasi hasil pengukuran. Perancangan instrumen meliputi kegiatan perumusan learning continuum, penyusunan kisi-kisi, penyusunan butir-butir penilaian kinerja, penyusunan pedoman penskoran, kegiatan telaah pakar melalui focused group discussion (FGD), melakukan revisi atas saran pakar, dan merakit instrumen penilaian kinerja penyusunan laporan praktikum sehingga siap diujicobakan. Uji coba dilakukan pada 54 responden dengan melibatkan tiga guru fisika sebagai rater. Interpretasi hasil pengukuran dimaksudkan untuk mendeskripsikan hasil pengukuran kemampuan penyusunan laporan praktikum fisika SMP di lokasi pengukuran. Telah diperoleh instrumen penilaian kinerja penyusunan laporan praktikum fisika SMP yang telah divalidasi melalui profesional judgement melalui FGD. Aspek yang diukur meliputi pernyataan masalah, desain eksperimen, pengumpulan dan penyajian data, analisis data, dan kesimpulan. Koefisien reliabilitas hasil ujicoba berkategori sangat baik dengan indeks Alpha-Cronbach sebesar 0.858. Dengan demikian, instrumen yang dikembangkan dapat digunakan untuk mengukur kemampuan penyusunan laporan praktikum fisika di SMP. Berdasarkan hasil pengukuran pada siswa di SMP 15 Yogyakarta diketahui bahwa kemampuan menyusun laporan praktikum fisika masih dominan pada kategori dua dan tiga dari empat tingkatan kategori.Kata kunci: penilaian kinerja, laporan praktikum fisika, inkuiri
Pengembangan Modul IPA SMP Berbasis Guided Inquiry untuk Meningkatkan Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah Siska Puti; Jumadi Jumadi
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.03 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7239

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kelayakan modul pembelajaran IPA berbasis guided inquiry dalam pembelajaran IPA di SMP, (2) peningkatan keterampilan proses peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran IPA berbasis guided inquiry, dan (3) peningkatan sikap ilmiah peserta didik setelah menggunakan modul pembelajaran IPA berbasis guided inquiry. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D (define, design, develop, dan disseminate) yang dikemukakan oleh Thiagarajan. Penelitian dilakukan di SMP N 3 Kalasan dengan subjek penelitian adalah peserta didik SMP N 3 Kalasan kelas VII. Pengumpulan data dilakukan menggunakan pedoman wawancara, angket, observasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) modul pembelajaran IPA berbasis guided inqury yang dikembangkan berdasarkan hasil validasi secara keseluruhan memiliki kualitas yang sangat baik, (2) pembelajaran menggunakan modul hasil pengembangan dapat meningkatkan keterampilan proses peserta didik, dan (3) pembelajaran menggunakan modul hasil pengembangan dapat meningkatkan sikap ilmiah peserta didik.Kata kunci: modul, guided inquiry, keterampilan proses, sikap ilmiah
Efektivitas Penerapan Metode Field Trip untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Kepedulian Siswa terhadap Lingkungan Tika Yuliati; Nana Kariada Tri Martuti
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.692 KB) | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7234

Abstract

Salah satu cara untuk mengatasi perilaku manusia yang tidak peduli lingkungan yaitu mengubah perilaku melalui jalur pendidikan dengan menerapkan metode Field Trip pada pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas penerapan metode Field Trip di Sungai Tayu dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian posttest-only control design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X MIA SMA Negeri 1 Tayu, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X MIA 2 (kelas kontrol) dan kelas X MIA 3 (kelas eksperimen). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol, yaitu memiliki rata-rata hasil belajar 81,79 dengan ketuntasan klasikal 97,43%. Tingkat efektivitas penerapan metode pembelajaran Field Trip dalam meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan menunjukkan skor kepedulian siswa sebesar 87,18% (sangat peduli), sedangkan ketuntasan aktivitas siswa secara klasikal sebesar 89,75% dengan kriteria cukup aktif, aktif dan sangat aktif. Siswa memberikan tanggapan positif terhadap penerapan metode pembelajaran Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah dengan rata-rata 93%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menggunakan metode Field Trip pada materi perubahan lingkungan dan daur ulang limbah efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.Kata kunci: field trip, hasil belajar, kepedulian siswa terhadap lingkungan
Analisis Pedagogical Content Knowledge Guru IPA SMP Kelas VIII dalam Implementasi Kurikulum 2013 Susilowati Susilowati; Purwanti Widhy H
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembelajaran IPA ditinjau dari pedagogical content knowledge pada implementasi kurikulum 2013 dan mengetahui hambatan guru IPA dalam melaksanakan pembelajaran sesuai pada Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan studi kasus (qualitative case study) untuk memperoleh informasi yang mendalam mengenai implementasi Kurikulum 2013. Penelitian dilakukan di SMP N 8 Yogyakarta dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini terdiri dari satu guru  IPA dan dua siswa kelas VIII. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi proses pembelajaran IPA, lembar wawancara guru dan siswa serta kuisioner untuk guru. Data dianalisis dengan teknik analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi data dari teknik observasi, wawancara, dan kuisioner. Dalam merencanakan pembelajaran, guru IPA menggunakan RPP yang sudah disusun dari MGMP dan disesuaikan lagi dengan waktu tiap sekolah. Guru sudah berupaya mengembangkan kreativitas. Indikator kreatifitas yang belum dikembangkan meliputi make generalization, inventing, making analogy, hipotesis, sintesis, generating idea. Aspek kreatiftas yang muncul antara lain visualisasi dan relating. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah berbasis scientific. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan sudah menuntun siswa untuk mencari tahu (discovery learning). Tetapi, tahap identifikasi masalah belum dimunculkan. Keterpaduan IPA sudah dimunculkan tetapi masih terkendala dengan faktor penguasaan ilmu sesuai dengan latar belakang keilmuan guru. Hambatan guru IPA kelas 8 Yogyakarta antara lain: kesulitan melakukan penilaian otentik, kesulitan memadukan beberapa tema, kesulitan menguasai materi keterpaduan yang bukan bidang keahliannya, kesulitan mengembangkan pertanyaan analisis, dan kesulitan mengembangkan berpikir kritis siswa. Guru juga mengalami kesulitan memahami materi sifat bahan dan pemanfaatannya.Kata kunci: analisis, pedagogical content knowledge, kurikulum 2013
Pengembangan Curriculum Knowledge Calon Guru Melalui Analisis Konten Kimia Konteks Kejuruan Antuni Wiyarsi; Sumar Hendayana; Harry Firman; Sjaeful Anwar
Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Vol 3, No 1 (2015): June 2015
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpms.v5i1.7233

Abstract

Curriculum Knowledge yang dimiliki oleh guru akan berdampak pada kemampuan guru dalam mengimplementasikan kurikulum dalam setting kelas. Secara khusus, guru kimia di sekolah kejuruan harus mampu mengembangkan konten pembelajaran kimia yang sesuai dengan konteks kejuruan. Tulisan ini akan mengkaji efektivitas pembelajaran kolaboratif dalam meningkatkan kemampuan menganalisis konten kimia konteks kejuruan dan meningkatkan curriculum knowledge calon guru kimia. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest-postest design dan diterapkan pada Mata Kuliah Kimia SMK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar calon guru kimia mengalami peningkatan dalam kemampuan menganalisis konten kimia sesuai konteks kejuruan. Peningkatan pada aspek kemampuan menganalisis Kompetensi Dasar Kimia (rerata n-gain = 0,6676) lebih baik dibandingkan peningkatan dalam kemampuan mengintegrasikan Kompetensi Dasar Kimia dengan Kompetensi Dasar Kejuruan (rerata n-gain = 0,3624). Penguasaan curriculum knowledge calon guru mengalami peningkatan dengan kriteria sedang. Pengembangan kedua kemampuan tersebut harus terus dikembangkan agar calon guru memiliki kompetensi yang optimal dalam mengembangkan pembelajaran kimia yang efektif dan efisien di sekolah kejuruan.Kata kunci: curriculum knowledge, calon guru kimia, kimia konteks kejuruan, analisis konten

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2026): February 2026 Vol. 13 No. 2 (2025): December 2025 Vol. 13 No. 1 (2025): June 2025 Vol. 13 No. Special_issue (2025): Integrasi Pendidikan Matematika dan Sains dalam Mendukung Sustaina Vol. 12 No. 2 (2024): December 2024 Vol. 12 No. 1 (2024): June 2024 Vol. 11 No. 2 (2023): December 2023 Vol. 11 No. 1 (2023): June 2023 Vol 10, No 2 (2022): December 2022 Vol 10, No 1 (2022): June 2022 Vol 9, No 2 (2021): December 2021 Vol 9, No 1 (2021): June 2021 Vol 8, No 2 (2020): December 2020 Vol 8, No 1 (2020): June 2020 Vol 7, No 2 (2019): December 2019 Vol 7, No 1 (2019): June 2019 Vol 6, No 2 (2018): December 2018 Vol 6, No 1 (2018): June 2018 Vol 5, No 2 (2017): December 2017 Vol 5, No 1 (2017): June 2017 Vol 4, No 2 (2016): December 2016 Vol 4, No 1 (2016): June 2016 Vol 3, No 2 (2015): December 2015 Vol 3, No 1 (2015): June 2015 Vol 2, No 2 (2014): December 2014 Vol 2, No 1 (2014): June 2014 Vol 1, No 2 (2013): December 2013 Vol 1, No 1 (2013): June 2013 No 1 (2011): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XVI No 2 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV No 1 (2010): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XV No 2 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV No 1 (2009): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XIV No 2 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI No 1 (2006): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun XI No 2 (2005): Jurnal Pendidikan Matematika dan Sains Tahun X More Issue