cover
Contact Name
Wiwi Rumaolat
Contact Email
wiwi.rumaolat@gmail.com
Phone
+6281230321714
Journal Mail Official
ilyasibrahim.f6@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Seram Waeselang Kairatu Kec. Kairatu , Kab. Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku
Location
Kab. seram bagian barat,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Maluku Husada
Published by STIKES Maluku Husada
ISSN : -     EISSN : 28091191     DOI : 10.33846/jkmh
Jurnal Kesehatan Maluku Husada is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general. Jurnal Kesehatan receive and publish manuscripts on health, especially: 1. Public Health, 2. Nursing, 3. Midwifery, 4. Medicine, 5. Pharmacy, 6. Health Psychology, 7. Nutrition, 8. Health Technology, 9. Health Analysis, 10. Health Information Systems, 11. Medical Records, 12. Hospital Management and around it.
Articles 38 Documents
Pengetahuan dan Persepsi Orang Tua dalam Mendukung Vaksinasi Covid-19 Pada Anak di Sekolah Dasar Utari Slamet; Mariene Wiwin Dolang; Zulfikar Lating; Rahma Tunny; Ilyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1104

Abstract

Latar Belakang: Covid-19 merupakan penyakit menular yang berkembang secara global sejak akhir tahun 2019 dan pertama kali dilaporkan di Kota Wuhan, Tiongkok. Penyebaran virus ini menimbulkan berbagai permasalahan pada hampir seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk bidang kesehatan, pendidikan, dan sosial. Salah satu upaya pencegahan yang dilakukan pemerintah adalah pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada anak usia sekolah. Namun, kesediaan orang tua dalam memberikan izin vaksinasi masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama persepsi terhadap vaksin. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan kesediaan orang tua dalam melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study dengan jumlah sampel sebanyak 136 responden. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen berupa kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara statistik menggunakan uji chi- square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <35 tahun sebanyak 107 orang (78,9%) dan >35 tahun sebanyak 39 orang (21,3%). Berdasarkan pekerjaan, mayoritas responden adalah ibu rumah tangga sebanyak 108 orang (79,4%), wiraswasta 18 orang (13,2%), dan pegawai negeri sipil 10 orang (7,4%). Karakteristik anak menunjukkan usia >12 tahun sebanyak 113 anak (83,1%) dan <12 tahun sebanyak 23 anak (16,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi Covid-19 pada anak dengan nilai p-value = 0,000. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi orang tua dengan kesediaan melakukan vaksinasi Covid- 19 pada anak di SD Negeri 2 Kairatu.
Kontribusi Pemberian Makanan Tambahan terhadap Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis di Badan Koordinasi Penanaman Modal Provinsi Maluku Tahun 2020 Maryam Lihi; Zulfikar Lating; Mohammad Dahlan Sely; Iswandi Fataruba; Ilyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh1206

Abstract

Penyakit tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Rendahnya angka kesembuhan pengobatan menandakan bahwa masih banyak penderita TB paru yang belum sembuh, hal ini tidak hanya berpengaruh pada penularan yang akan semakin banyak terjadi pada keluarga penderita maupun orang-orang di lingkungan penderita tetapi ditakutkan akan terjadi kekebalan ganda terhadap Obat Anti Tuberkulosis sehingga proses kesembuhan akan semakin sulit. Pemberian makanan tambahan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi. Pemberian makanan tambahan bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi yang akhirnya dapat meningkatkan status gizi sasaran. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengambarkan atau mendeskripsikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Terhadap Peningkatan Angka Kesembuhan pasien tuberkolosis Di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku (BKPM) Tahun 2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi berjumlah 17 orang. Teknik pengambilan sampelnya yaitu total sampling artinya semua populasi dijadikan sampel. Hasil penelitian ini diketahui bahwa untuk responden dengan variabel angkakesembuhan kategori sembuh paling tinggi dengan jumlah respondennya yaitu 12 orang (70,6%). Sedangkan pada variabel pemberian makanan tambahan (PMT) paling banyak yaitu responden dengan kategori ya bejumlah 10 orang (58,8%). Kesimpulan bahwa pemberian makanan tambahan (PMT) yang dilakukan di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Maluku (BKPM) meningkatkan angka kesembuhan bagi pasien TB Paru.
Pencemaran Lingkungan dan Risiko Gangguan Kesehatan di Kawasan Pesisir dan Kepulauan ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 4, No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pencemaran lingkungan di kawasan pesisir dan kepulauan terus meningkat akibat akumulasi sampah plastik, mikroplastik, logam berat, limbah domestik, dan aktivitas antropogenik lainnya yang berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan masyarakat.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bukti ilmiah mengenai hubungan antara pencemaran lingkungan dan risiko gangguan kesehatan di kawasan pesisir dan kepulauan serta mengidentifikasi strategi pengendalian dan pencegahan yang efektif berdasarkan hasil penelitian terdahulu.Metode: Penelitian menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran artikel dilakukan pada basis data Scopus, PubMed, ScienceDirect, Web of Science, SpringerLink, Google Scholar, dan Garuda untuk publikasi tahun 2020–2026. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dilakukan ekstraksi data, penilaian kualitas menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Checklist, serta sintesis data secara deskriptif naratif.Hasil: Hasil telaah terhadap artikel yang memenuhi kriteria menunjukkan bahwa pencemaran di kawasan pesisir dan kepulauan didominasi oleh mikroplastik, logam berat, limbah domestik, dan sampah plastik. Paparan pencemar tersebut berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan saluran pencernaan, penyakit kulit, gangguan pernapasan, gangguan fungsi hati dan ginjal, gangguan neurologis, serta gangguan reproduksi, terutama pada kelompok rentan seperti nelayan, anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Selain itu, sebagian besar penelitian merekomendasikan penguatan pengelolaan sampah berbasis prinsip Reduce, Reuse, Recycle (3R), peningkatan sanitasi dan pengolahan limbah, pemantauan kualitas lingkungan secara berkala, penegakan regulasi, serta pemberdayaan masyarakat sebagai strategi utama dalam pengendalian pencemaran lingkungan.Kesimpulan: Pencemaran lingkungan di kawasan pesisir dan kepulauan merupakan faktor risiko penting terhadap berbagai gangguan kesehatan masyarakat. Upaya pengendalian yang terintegrasi melalui penguatan kebijakan, pengelolaan limbah yang berkelanjutan, pemantauan kualitas lingkungan, dan peningkatan partisipasi masyarakat diperlukan untuk menurunkan paparan pencemar serta melindungi kesehatan masyarakat pesisir.
Analisis Sanitasi Lingkungan dengan Kejadian Diare pada Anak di Dusun Kelapa Dua ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak dan berkaitan erat dengan kondisi sanitasi lingkungan. Sanitasi yang tidak memenuhi syarat, seperti pengelolaan sampah yang buruk, jamban yang tidak layak, saluran pembuangan air limbah yang tidak memadai, dan sumber air yang tidak aman, dapat meningkatkan risiko terjadinya diare melalui jalur penularan fekal-oral. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada anak di Dusun Kelapa Dua. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 responden yang memiliki anak di Dusun Kelapa Dua. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan lembar observasi sanitasi lingkungan. Variabel independen meliputi pengelolaan sampah, kondisi jamban, saluran pembuangan air limbah, dan sumber air, sedangkan variabel dependen adalah kejadian diare pada anak. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berhubungan dengan kejadian diare (p=0,006; OR=2,86; 95% CI: 1,28–6,39), kondisi jamban berhubungan dengan kejadian diare (p=0,002; OR=3,26; 95% CI: 1,46–7,27), dan saluran pembuangan air limbah juga menunjukkan hubungan bermakna (p=0,018; OR=2,47; 95% CI: 1,12–5,47). Sumber air menunjukkan hubungan paling kuat dengan kejadian diare (p<0,001; OR=4,01; 95% CI: 1,78–9,02). Kesimpulan: Sanitasi lingkungan berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada anak. Perbaikan kualitas sumber air, jamban, pengelolaan sampah, dan saluran pembuangan air limbah perlu menjadi prioritas dalam upaya pencegahan diare di Dusun Kelapa Dua.
Hubungan Tingkat Stres Terhadap Penyakit Gastristis di Dusun Kalauli Desa Kaitetu Kecamatan Lehitu Kabupaten Maluku Tengah Abd Rijali Lapodi
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 4, No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/jkmh2202

Abstract

ini abstrak yang benar.... lokata kunci: xxxxx, xxxxxxxxx, ffffff, rrrrrrrrrr
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL CACING PASIR PANTAI ( Namanereis.sp ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus ASAL DESA KAMAL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT cut bidara20
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 4, No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nereis sp. merupakan salah satu jenis cacing dari kelas Polychaeta. Kandungan protein pada Nereis sp. adalah 56,29% dan lemak 11,32%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui   aktivitas antibakteri ekstrak etanol cacing pasir pantai Namanereis.sp terhadap bakteri Staphylococcys aureus yang dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental di laboratorium (laboratory experiment). Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu cacing pasir pantai (Namanereis sp.) sebanyak 500 gram yang berasal dari Desa Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat Penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak Namanereis.sp dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi dilakukan dengan menggunkan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran. Hasil penelitian skrining fitokimia (Namanereis sp) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin  dan tannin. Uji aktivitas antibakteri diperoleh diameter  zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus untuk konsentrasi 10% 0,2 mm , 30%; 4,6 mm dan 50%; 12 mm. Kesimpulan untuk pengujian zona hambat ekstrak etanol cacing pasir pantai (Namanereis sp.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus, didapatkan hasil diameter zona hambat ekstrak etanol cacing pasir pantai (Namanereis sp.) dengan konsentrasi 10% dengan diameter 0,2 mm berarti lemah, konsentrasi 30% dengan diameter 4,6 mm berarti lemah menghambat bakteri, dan konsentrasi 50% dengan diameter 12 mm berarti kuat menghambat, sedangkan zona hambat pada kontrol positif amoxicillin yaitu 42 mm dan kontrol negatif aquadest yaitu 0 mm.
Pencemaran Udara; Polusi Asap Kendaraan dengan Gangguan Fungsi Paru ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Polusi asap kendaraan merupakan salah satu sumber traffic-related air pollution (TRAP) yang mengandung PM₂.₅, PM₁₀, NO₂, black carbon, dan diesel exhaust. Paparan polutan tersebut dapat menyebabkan inflamasi saluran pernapasan, penurunan fungsi paru, dan peningkatan gejala respirasi. Bukti penelitian menunjukkan bahwa paparan TRAP berkaitan dengan berbagai gangguan kesehatan respirasi dan paru. Tujuan: Penelitian menganalisis polusi asap kendaraan dengan gangguan kesehatan paru serta mengidentifikasi faktor yang berperan terhadap kejadian gangguan paru. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review dengan pendekatan systematic narrative review untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis bukti ilmiah mengenai hubungan antara polusi asap kendaraan bermotor (traffic-related air pollution) dengan gangguan kesehatan paru. Proses pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada beberapa basis data ilmiah internasional. Hasil: Sintesis literatur menunjukkan bahwa paparan TRAP secara konsisten berkaitan dengan gangguan kesehatan respirasi. Fungsi paru merupakan outcome yang paling sering dianalisis, terutama FEV₁, FVC, FEV₁/FVC, dan MMEF, sedangkan gejala yang umum ditemukan meliputi batuk, sesak napas, dyspnea, dan wheezing. Penelitian terdahulu juga menunjukkan bahwa PM₂.₅, PM₁₀, NO₂, dan emisi diesel dapat meningkatkan inflamasi serta memperburuk fungsi paru. Simpulan: Paparan polusi asap kendaraan merupakan faktor lingkungan yang berpotensi meningkatkan gangguan kesehatan paru. Pengurangan paparan, pengendalian emisi kendaraan, penggunaan perlindungan diri, dan deteksi dini gangguan fungsi paru diperlukan untuk mengurangi dampak kesehatan.
Faktor Risiko Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting di Dusun Pakarena ILyas Ibrahim
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah gizi kronis yang tidak hanya dipengaruhi oleh asupan makanan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan tempat tinggal dan perilaku higiene keluarga. Lingkungan dengan akses air bersih yang tidak memadai, sanitasi buruk, pengelolaan sampah dan air limbah yang tidak baik, serta kebersihan dan higiene yang rendah dapat meningkatkan paparan infeksi dan berkontribusi terhadap gangguan pertumbuhan anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko lingkungan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak di Dusun Pakaren. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain observasional analitik dan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen meliputi sumber air bersih/air minum, kondisi sanitasi atau jamban, pengelolaan sampah rumah tangga, pengelolaan air limbah, kebersihan lingkungan rumah, dan praktik higiene, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan observasi kondisi lingkungan rumah. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa sumber air bersih/air minum berhubungan dengan kejadian stunting (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), kondisi sanitasi/jamban (p<0,001; OR=4,93; 95%CI: 1,98–12,27), pengelolaan sampah rumah tangga (p=0,016; OR=2,89; 95%CI: 1,18–7,08), pengelolaan air limbah (p=0,004; OR=3,40; 95%CI: 1,38–8,37), kebersihan lingkungan rumah (p=0,003; OR=3,79; 95%CI: 1,52–9,45), dan praktik higiene (p<0,001; OR=5,26; 95%CI: 2,09–13,22). Simpulan: Seluruh faktor lingkungan yang diteliti berhubungan secara signifikan dengan kejadian stunting. Perbaikan kualitas lingkungan, sanitasi, air minum, pengelolaan limbah, kebersihan rumah, dan praktik higiene perlu menjadi bagian integral dalam upaya pencegahan stunting di Dusun Pakarena.

Page 4 of 4 | Total Record : 38