cover
Contact Name
Wiwi Rumaolat
Contact Email
wiwi.rumaolat@gmail.com
Phone
+6281230321714
Journal Mail Official
ilyasibrahim.f6@gmail.com
Editorial Address
Jln. Lintas Seram Waeselang Kairatu Kec. Kairatu , Kab. Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku
Location
Kab. seram bagian barat,
Maluku
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Maluku Husada
Published by STIKES Maluku Husada
ISSN : -     EISSN : 28091191     DOI : 10.33846/jkmh
Jurnal Kesehatan Maluku Husada is a publication of scientific work in the field of health in a broad sense such as which emphasizes on the delivery of scientific research results and literature review in the field of health in general. Jurnal Kesehatan receive and publish manuscripts on health, especially: 1. Public Health, 2. Nursing, 3. Midwifery, 4. Medicine, 5. Pharmacy, 6. Health Psychology, 7. Nutrition, 8. Health Technology, 9. Health Analysis, 10. Health Information Systems, 11. Medical Records, 12. Hospital Management and around it.
Articles 32 Documents
Sistem Imbalan Jasa Pelatihan dengan Kinerja Perawat di Puskesmas Perawatan Siti Umin Kaliky; M Fadly Kaliky; Ratna Sari Rumakey3 Sari Rumakey; M Taufan Umasugi; Endah Fitriasari
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Kinerja perawat sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor,salah satunya sistem adalah imbalan jasa pelatihan. Sistem imbalan yang baik dapat meningkatakan motivasi dan produktivitasi kerja perawat. Namun, di beberapa fasilitas kesehatan, sistem ini belum optimal diterapkan.Tujuan : untuk mengatahui hubungan antara system imbalan jasa dengan pelatihan dengan kinerja perawat di Puskesmas Perawatan Kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat ( SBB ) tahun 2022. Metode : Penelitian ini digunakan desain kuantitatifdengan pendekatan scroll-sectional.sampel terdiri dari seluruh perawat yang bekerja di Puskesmas Perawatan K ecamatan Kairatu,menggunakan teknik total sampling.instrumen yang di gunakan beruoa kesioner yang telah diuji validitas dan rehabilitas. Data dianilisis menggunakn uji chi-square Hasil : Hasil penelitian menunjuan adanya hubyngan yang signifikan antara system imbalan jasa pelatihan dengan kinerja perawat ( p-vlue<0,050 ). Perawat yang menerima imbalan jasa pelatihan yang memadai cenderung memiliki kinerja yang lebih baik di bandingkan dengan yang tidak. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara sistem imbalan jasa pelatihan dengan kinejra perawat. Di harapakan pihak manajemen Puskesmas dapat memperhatikan sistem imbalan sebagai strategis dalam meningkatkan kualitas layanan keperawatan.
Pengaruh Edukasi Berbasis Internet (Online) terhadap Pengetahuan Menjaga Kebersihan Organ Kewanitaan Saat Menstruasi Pada Siswi di MTs Al-Hilaal Morella Tahun 2021 Khairani Alfiah Ulath
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem reproduksi merupakan salah satu komponen sistem tubuh yang penting meskipun tidak berperan dalam homeostasis dan esensial bagi kehidupan sesorang 26 pada manusia, reproduksi berlangsung secara seksual. Organ reproduksi yang dimiliki manusia berbeda antara pria dan wanita.Kebersihan organ kewanitaan merupakan suatu tindakan atau cara perawatan individu untuk memelihara kebersihan dan menjaga kesehatan organ reproduksinya dalam upaya mencapai kesejahteraan fisik dan psikisnya. Menjaga kesehatan organ reproduksi berawal dari menjaga kebersihan diri, termasuk kebersihan vagina yang bertujuan agar vagina tetap bersih, normal, sehat dan terhindar dari kemungkinan muncul adanya penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan edukasi berbasis internet (online) dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan saat menstruasi pada siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi di MTs Al-Hilaal Morella. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bukti empiris mengenai hubungan antara edukasi berbasis internet dengan pengetahuan menjaga kebersihan organ kewanitaan saat menstruasi pada siswi. Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre- experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awaltes akhir kelompok tunggal). Sampel dalam penelitian ini menggunakan sampel jenuh di mana semua populasi di jadikan sebagai sampel karena responden <100, jadi sampel dan populasi berjumlah 62 orang.kelompok diberikan pretest dan posttest.Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah pemberian edukasi.Hasil dari penelitian ini menunjukan nilai t-12.495 dengan signifikan p value 0,000 dengan nilai mean sebelum intervensi 5,85 dan 8,06 sesudah intervensi
Formulasi dan Evaluasi Krim Ekstrak Kulit Buah Semangka (Citrullus Lanatus) sebagai Pelembab Wiwi Rumaolat
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapisan putih kulit semangka mengandung vitamin A, B2, B6, E, C yang sangat baik bagi kulit. Maka dalam hal ini berpotensi untuk dimanfaatkan menjadi formulasi sediaan krim. Sediaan krim memiliki beberapa kelebihan yaitu mudah menyebar, ringan dan mudah dibersihkan dengan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak kulit buah semangka mengandung senyawa metabolit sekunder dan dapat diformulasikan menjadi sediaan krim pelembab dengan variasi konsentrasi 2%, 2,5% dan 3%, serta memenuhi syarat sediaan krim yang stabil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi pada pembuatan ekstrak dan metode peleburan dan pencampuran pada pembuatan krim. Hasil penelitian menunjukkan sediaan krim ektrak kulit buah semangka (Citrullus lanatus) bahwa ketiga krim dengan konsentrasi 2%, 2,5% dan 3% dapat diformulasikan menjadi seddian krim serta memenuhi persyaratan uji sifat fisik krim dan uji iritasi. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah semangka (Citrullus lanatus) pada konsentrasi 2%, 2,5%, dan 3% dapat diformulasikan menjadi sediaan krim pelembab serta memenuhi persyaratan uji sifat fisik dan uji iritasi.
Penghambat Peran Komite Keperawatan dalam Tata Kelola Klinis Inyalebe Talaohu; Ratna Sari Rumakey; Irhamdi Ahmad
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 1 (2023): Januari-Juni 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Komite Keperawatan merupakan organ non-struktural di rumah sakit yang memiliki peran strategis dalam menjamin dan mengawal profesionalisme praktik keperawatan agar selaras dengan standar kompetensi dan jenjang kewenangan klinis perawat. Komite Keperawatan terdiri atas tiga subkomite, yaitu subkomite kredensial, subkomite mutu, serta subkomite etika dan disiplin, yang secara kolektif berfungsi mendukung penerapan tata kelola klinis (clinical governance). Rumah sakit dituntut memiliki kebijakan yang jelas serta sumber daya manusia yang berpengetahuan dan kompeten guna menjamin mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Namun, dalam implementasinya, peran Komite Keperawatan seringkali menghadapi berbagai kendala yang berpotensi menghambat optimalisasi tata kelola klinis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menghambat peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui instrumen kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antara faktor pengetahuan, kebijakan, dan sumber daya manusia dengan peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Hasil: Hasil analisis menunjukkan nilai p-value sebesar 0,017 untuk faktor pengetahuan, 0,511 untuk faktor sumber daya manusia, dan 0,000 untuk faktor kebijakan. Berdasarkan derajat kemaknaan (p-value < 0,05), faktor pengetahuan dan kebijakan terbukti berhubungan secara signifikan sebagai faktor penghambat peran Komite Keperawatan, sedangkan faktor sumber daya manusia tidak menunjukkan hubungan yang signifikan terhadap peran Komite Keperawatan dalam tata kelola klinis. Simpulan: Faktor pengetahuan dan kebijakan merupakan hambatan utama dalam optimalisasi peran Komite Keperawatan dalam penerapan tata kelola klinis di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Salim Alkatiri Namrole, sementara faktor sumber daya manusia tidak terbukti sebagai faktor penghambat. Penguatan kebijakan serta peningkatan pengetahuan terkait fungsi dan peran Komite Keperawatan menjadi langkah strategis dalam mendukung penerapan tata kelola klinis yang efektif.
Faktor yang Berhubungan dengan Personaln Hygiene Saat Menstruasi di Dusun Bunara Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Windatania Mayasari
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal hygiene saat menstruasi adalah tindakan untuk memelihara kesehatan dan kebersihan pada daerah kewanitaan pada saat menstruasi Bila saat menstruasi tidak menjaga hygienitas yang baik akan berisiko mengalami infeksi alat reproduksi.Tujuan untuk mengetahui Faktor Yang Berhubungan Dengan Personal Hygiene Saat Menstruasi Di Dusun Bunara Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Desain Penelitian ini. Menggunakan peneliatian deskriptif analitik tentang Personal Hygiene dengan Metode pendekatan Cross-Sectional study. Hasil Kurangnya pengetahuan tentang personal hygiene saat menstruasi pada sebagian remaja putri mengindikasikan bahwa selayaknya para remaja putri memperoleh informasi tentang menstruasi.Pendekatan yang bisa dilakukan diantaranya melalui keluarga, kelompok sebaya, institusi sekolah, serta kelompok kegiatan remaja yang peduli terhadap masa puber
Hubungan Faktor Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Pneumonia pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sirimau Kota 1 Ambon Iswandi Fataruba
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 1 (2024): Januari-Juni 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Pneumonia sampai saat ini masih merupakan penyakit menular infeksi yang menyebabkankematian balita di Kabupaten/Kota Ambon. Rendahnya kualitas faktor lingkungan fisik rumah menjadisalah satu penyebab utama penyakit ini masih menjadi ancaman yang berbahaya bagi balita diKabupaten/Kota Ambon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan fisikrumah dengan kejadian Pneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan SirimauKota Ambon Tahun 2017. Desain studi penelitian ini menggunakan case control (retrospektive study)dengan 62 subyek. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi/pengamatan langsung dan alatbantu check list. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepadatan hunian (OR=5,133), tingkatkelembaban (OR=5,667), dan intensitas cahaya (OR=9,857) merupakan faktor risiko kejadianPneumonia pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Kesimpulandari penelitian ini adalah faktor lingkungan fisik rumah yang meliputi jenis lantai rumah, kondisidinding rumah, luas ventilasi rumah, tingkat kepadatan hunian, tingkat kelembaban, dan intensitascahaya memiliki hubungan bermakna dengan kejadian Pneumonia pada balita di Wilayah KerjaPuskesmas Kecamatan Sirimau Kota Ambon.
Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Cacing Pasir Pantai ( Namanereis.Sp ) terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Asal Desa Kamal Kabupaten Seram Bagian Barat Aulia Debby Pelu
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 2, No 2 (2024): Juli-Desember 2024
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nereis sp. merupakan salah satu jenis cacing dari kelas Polychaeta. Kandungan protein pada Nereis sp. adalah 56,29% dan lemak 11,32%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui   aktivitas antibakteri ekstrak etanol cacing pasir pantai Namanereis.sp terhadap bakteri Staphylococcys aureus yang dilakukan menggunakan metode difusi sumuran. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimental di laboratorium (laboratory experiment). Sampel yang akan digunakan dalam penelitian ini yaitu cacing pasir pantai (Namanereis sp.) sebanyak 500 gram yang berasal dari Desa Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat Penelitian ini dilakukan skrining fitokimia dan uji aktivitas antibakteri ekstrak Namanereis.sp dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Ekstraksi dilakukan dengan menggunkan metode maserasi. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan difusi sumuran. Hasil penelitian skrining fitokimia (Namanereis sp) mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin  dan tannin. Uji aktivitas antibakteri diperoleh diameter  zona hambat terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus untuk konsentrasi 10% 0,2 mm , 30%; 4,6 mm dan 50%; 12 mm. Kesimpulan untuk pengujian zona hambat ekstrak etanol cacing pasir pantai (Namanereis sp.) terhadap pertumbuhan bakteri S. aureus, didapatkan hasil diameter zona hambat ekstrak etanol cacing pasir pantai (Namanereis sp.) dengan konsentrasi 10% dengan diameter 0,2 mm berarti lemah, konsentrasi 30% dengan diameter 4,6 mm berarti lemah menghambat bakteri, dan konsentrasi 50% dengan diameter 12 mm berarti kuat menghambat, sedangkan zona hambat pada kontrol positif amoxicillin yaitu 42 mm dan kontrol negatif aquadest yaitu 0 mm.
Terapi Hipnotis Lima Jari terhadap Tingkat Kecemasan Lansia Yolanda Kakisina; Mirdat Hitiyaut; Nurfitriyana Tunny; Ernawati Hatuwe; Ratna Sari Rumakey5
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 2 (2025): JULI-DESEMBER 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan (anxietas) merupakan respon individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan dan dialami oleh semua makhluk hidup dalam kehidupan sehari-hari. Lansia atau menua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Menjadi tua merupakan proses alamiah, yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya, yaitu anak, dewasa dan tua. Tiga tahap ini berbeda baik secara biologis, maupun psikologis. Tujuan: dalam Penelitian ini yaitu untuk mengetahui Pengaruh Terapi Hipnotis Lima Jari Terhadap Kecemasan Lansia Di Dusun Kawatu Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain Quasi eksperimental design dan model two group nonequivalent group control desain l dan jumlah sampel 86 responden dengan menggunakan Instrumen berupa kuesioner dan SOP. Analisis yang digunakan yaitu uji korelasi Wilcoxon. Hasil: nilai singnifikasi -6,557> 0,05 menunjukan bahwa tidak ada pengaruh terhadap tingkat kecemasan pada kelompok kontrol.Sedangkan pada kelompok eksperimen adanya pengaruh terhadap tingkat kecemasan dengan nilai signifikasi 0,000 <0,05.Kesimpulan: Ada Pengaruh Terapi Hipnotis Lima JariTerhadap Tingkat Kecemasan Lansia Di Dusun Kawatu Kecamatan Inamosol Kabupaten Seram Bagian Barat pada grup eksperimen
Pengaruh Health Education terhadap Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa Kelas IV-VI SD Inpres Sepa Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Epi Dusra
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 1, No 2 (2023): Juli-Desember 2023
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikan atas dasar kesadaransebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang, keluarga, kelompok atau masyarakatmampu menolong dirinya sendiri (mandiri) di bidang kesehatan dan berperan aktif dalammewujudkan kesehatan masyarakat. Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Health Education TerhadapPerilaku Hidup Bersih Dan Sehat (PHBS) Pada Siswa Kelas IV-VI SD Inpres Sepa KecamatanAmahai Kabupaten Maluku Tengah Tahun 2019. Desain penelitian ini mengunakan penelitian quasyeksperimental tentang peran pendidikan kesehatan terhadap perilaku hidup bersih sehat (PHBS)dengan metode one grup pretest post test design. Hasil pengumpulan data pretest menunjukanbahwa perilaku hidup bersih dan sehat pada kategori baik 1(1,3%) pada kategori cukup 1 (1.3%) danyang kurang 73 (97.3%). Hal ini di sebabkan karna tidak adanya petugas kesehatan yang melakukanpenyuluhan atau sosialisasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat ( PHBS). Kesimpulan pada saatdilakukan pengambilan data posttes penyuluhan PHBS ini masih ada beberapa siswa yang masihberkemampuan cukup dan kurang, hal ini disebabkan karena tidak fokusnya siswa tersebut pada saatdilakukannya peyuluhan tentang pengaruh health education terhadap PHBS.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Ketapang (Terminalia catappa l.) terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus dan Bakteri Streptococcus Mutans Risman Tuny
JURNAL KESEHATAN MALUKU HUSADA Vol 3, No 1 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : STIKes Maluku Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Daun Ketapang (Terminalia Catappa L.) merupakan salah satu daun yang biasa digunakan masyarakat desa Mamala Kecamatan Leihitu sebagai bahan baku obat untuk mengatasi infeksi kulit seperti bisul dan karies gigi. Daun ketapang mengandung metabolit sekunder, terdiri dari alkaloid, tanin, saponin, dan flavanoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.), melakukan pengujian aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans, serta menganalisis perbandingan efektivitas ekstrak daun ketapang (Terminalia Catappa L.) terhadap pertumbuhan kedua bakteri uji. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen daun ketapang sebanyak 600 gram dimaserasi dengan pelarut etanol 70% selama 3 hari menghasilkan rendamen 8,89%. Ekstrak etanol daun yang diperoleh dilakukan uji efektivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans dengan variasi konsentrasi 60%, 70%, dan 80% menggunakan metode sumuran. Penentuan zona hambat dilakukan dengan mengukur diameter zona bening yang terbentuk disekitar media sumuran. Hasil menunjukkan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada konsentrasi 80% (26,3), 70% (22,9), 60% (19,7 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 26, 9 mm. Dan hasil uji aktivitas terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah pada konsentrasi 80% (29,1), 70% (19,8), 60% (19,4 mm), zona hambat pada siprofloksasin sebagai antibiotik sebesar 36,23 mm. kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak daun ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki aktivitas sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Streptococcus mutans.

Page 3 of 4 | Total Record : 32