cover
Contact Name
Ahmad Nubli Gadeng
Contact Email
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Phone
+6285270000352
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Geografi, FKIP Universitas Syiah Kuala. Gedung Lama FKIP, Lantai 2. Jl. Teuku Hasan Kreung Kalee, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geosfer
ISSN : 25254169     EISSN : 28082834     DOI : https://doi.org/10.24815/jpg
Jurnal Pendidikan Geosfer (JPG) is published by the Department of Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. This journal is intended for students, lecturers, teachers, researchers, and other members of the general public. It publishes articles in the fields of Geography Education and Science with a focus on discussions related to educational sciences, social education, science education, geography education, geosphere phenomena, environmental and regional studies, geographic information systems, remote sensing, cartographic studies, land evaluation, development planning, tourism, demographic and sociocultural studies, local wisdom, disaster studies, as well as other supporting disciplines related to geography. The journal only publishes original articles in Indonesian and English that have not been previously published either domestically or internationally. All articles must be submitted directly to the editorial team through the online system at: https://publications.usk.ac.id/index.php/JPG/index
Articles 30 Documents
Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana Banjir di Desa Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya Said Syaifullah; Devya Kartika
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.46889

Abstract

Pante Kuyun Village is a village located in Lageun sub-district, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency. The village has 244 families and a total of 795 people. Pante Kuyun Village is located in a mountainous area which is also flanked by several rivers. Pante Kuyun Village itself is included in an area prone to flooding. This research was motivated by problems in the field regarding community preparedness in facing flood disasters. The purpose of this study was to determine the level of community preparedness in facing flood disasters in Pante Kuyun Village, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive research type. The sampling technique used purposive sampling and obtained 80 respondents. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observations and documentation which were then analyzed using descriptive analysis. The results of this study indicate that based on the results of the data analysis that has been carried out on the level of community preparedness in facing flood disasters in Pante Kuyun Village, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency, the index score was 68.1% or can be rounded up to 68. So it can be seen that the index value of 68 is in the ready category. In accordance with the table of criteria for the classification of preparedness assessment scores 65-79 with the ready category. Therefore, based on the data analysis that has been carried out, it can be concluded that the category of community preparedness in facing flood disasters in Pante Kuyun Village, Setia Bakti District, Aceh Jaya Regency is in the ready category. This is evidenced by the fact that residents take various preventive and rescue measures, one example of which is sharing information related to disasters, especially floods, and having supplies of medicine and food and having savings for emergencies. Abstrak Desa Pante Kuyun merupakan sebuah desa yang terletak di mukim Lageun, Kecamatan Setia Bakti, Kabupaten Aceh Jaya. Desa yang memiliki 244 kepala keluarga dan berjumlah 795 jiwa. Desa Pante Kuyun tersebut berada di daerah pegunungan yang juga diapit oleh beberapa sungai. Desa Pante Kuyun sendiri termasuk ke dalam daerah yang rawan akan bencana banjir. Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya permasalahan dilapangan mengenai kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana Banjir. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan diperoleh sebanyak 80 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi dan dokumentasi yang selanjutnya data dianalisis menggunakan analisa deskripstif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan terhadap tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya didapatkan hasil skor indeksnya sebesar 68,1% atau dapat dibulatkan menjadi 68. Maka dapat dilihat jika nilai indeks 68 berada pada kategori siap. Sesuai dengan tabel kriteria klasifikasi skor penilaian kesiapsiagaan 65-79 dengan kategori siap. Oleh sebab itu berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa, kategori tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir di Desa Pante Kuyun Kecamatan Setia Bakti Kabupaten Aceh Jaya berada di kategori siap. Hal ini dibuktikan dengan, warga melakukan berbagai tindakan pencegahan dan penyelamatan salah satu contonya seperti saling berbagi informasi terkait bencana khususnya banjir, dan memiliki persediaan obat dan makanan serta memiliki tabungan untuk keadaan darurat.
Analisis Kesiapsiagaan Siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kabupaten Sukoharjo Bayu Kurniaaji; MS Khabibur Rahman; Ary Wijayanti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.46947

Abstract

Preparedness in facing a disaster is a condition, both individually and in groups, that has the physical and psychological ability to face a disaster. Preparedness is a form of when a disaster occurs, the best way is to avoid the risk of a disaster, a place of residence, such as being far from the reach of floods. This study aims to determine the preparedness of students of SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo in facing floods that often occur around the school. The study used a qualitative approach with a descriptive qualitative method and data collection using a questionnaire distributed using a google form. The population is all students of SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo. The sampling technique used purposive sampling. Based on the results of the questionnaire data processing, it shows that the preparedness of students of SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo in facing floods is in the category of less prepared with an index value of 54. This shows that low preparedness has the potential to increase students' vulnerability to the impact of disasters. In the context of floods, this can be in the form of late evacuation processes, not knowing first aid steps, to increasing the risk of trauma or fatalities. Schools as formal educational institutions have a moral and social responsibility to not only develop students' academic competencies, but also equip them with life skills, including in dealing with natural disasters. Abstrak Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana adalah suatu kondisi baik secara individu maupun kelompok memiliki kemampuan secara fisik dan psikis dalam menghadapi bencana. Kesiapsiagaan merupakan bentuk apabila terjadi suatu bencana maka cara yang terbaik adalah menghindari resiko tempat terjadinya bencana, tempat tinggal, seperti jauh dari jangkauan banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo menghadapi bencana banjir yang sering terjadi di sekitar sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuantitatif deskriptif serta pengumpulan data menggunakan angket yang disebarkan dengan memanfaatkan google form. Populasi seluruh Siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan statistik deskriptif dengan analisis indeks. Berdasarkan hasil pengolahan data menunjukkan bahwa kesiapsiagaan siswa SMK Muhammadiyah 01 Sukoharjo masuk pada kategori hampir siap dalam menghadapi bencana banjir dengan hasil perhitungan nilai indeks sebesar 63. Hal ini menunjukkan kesiapsiagaan yang masih belum masuk pada kategori siap berpotensi meningkatkan kerentanan siswa terhadap dampak bencana. Dalam konteks banjir, hal ini bisa berupa terlambatnya proses evakuasi, tidak mengetahui langkah pertolongan pertama, hingga meningkatkan risiko trauma atau korban jiwa. Sekolah sebagai institusi pendidikan formal memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik siswa, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan hidup, termasuk dalam menghadapi bencana alam.
Spatial Thinking dalam Pembelajaran Geografi di Era Digital 4.0 dalam Persfektif Filsafat Pendidikan Ika Listiqowati
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.47063

Abstract

The Digital Era 4.0 brings good fortune but also challenges. Every aspect of life is connected to the internet, digital technology is connected without time and space limitations. Facing this requires spatial thinking skills because spatial thinking is a complex thinking skill that includes knowledge, skills, attitudes, and ways of thinking with spatial concepts. Spatial thinking is one of the skills achieved in geography learning. The problem is that geography learning in general is not all oriented towards spatial thinking skills but is still oriented towards mastering concepts and theories. This article aims to provide education through the perspective of educational philosophy that spatial thinking needs to be mastered by students through geography learning as an adaptation to the Digital Era 4.0. In the perspective of educational philosophy, spatial thinking in geography learning in the Digital Era 4.0 is seen from ontology, epistemology and axiology. Ontology is the essence of a science, epistemology is related to the method by which science is obtained, axiology is the utility value/role of a science. Abstrak Era Digital 4.0 memberikan keberuntungan namun juga tantangan. Setiap sendi kehidupan berhubungan dengan internet, teknologi digital terhubung tanpa batasan waktu dan ruang. Menghadapi hal ini perlu keterampilan spatial thinking sebab spatial thinking merupakan keterampilan berfikir yang kompleks meliputi pengetahuan, keterampilan, sikap, dan cara berfikir dengan konsep keruangan. Spatial thinking adalah salah satu keterampilan yang dicapai dalam pembelajaran geografi. Masalahnya pembelajaran geografi secara umum belum semua berorientasi pada keterampilan spatial thinking namun masih berorientasi pada penguasaan konsep dan teori. Artikel ini bertujuan memberikan edukasi melalui persfektif filsafat pendidikan bahwa spatial thinking perlu dikuasai siswa melalui pembelajaran geografi sebagai adaptasi terhadap Era Digital 4.0. Dalam persfektif filsafat pendidikan, spatial thinking dalam pembelajaran geografi di Era Digital 4.0 dilihat dari ontologi, epistemologi dan aksiologi. Ontologi adalah hakikat dari suatu ilmu, epistemologi berkaitan dengan metode bagaimana ilmu itu diperoleh, aksiologi adalah nilai guna dari suatu ilmu.
Menumbuhkan Sikap Spiritual Mahasiswa Melalui Pembelajaran IPBA: Integrasi Video Theistic pada Konsep Siklus Hidrologi Nurul Fajri Saminan; Muhammad Khairul; Diniya Diniya; Irwan Muhammad Ridwan; Saminan Saminan
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.47089

Abstract

The teaching of Earth and Space Science (IPBA) presents challenges in contextualizing complex scientific concepts while simultaneously fostering students’ spiritual values. This study aims to explore the impact of using the Islamic Theology of Natural Phenomena (VITONA) video in IPBA lectures on nurturing the spiritual attitudes of prospective physics teacher students, particularly on the topic of the hydrological cycle. A descriptive method with a survey design was employed, involving students enrolled in the IPBA course as respondents. The research instrument was a spiritual attitude questionnaire comprising eight indicators of faith. The results show that more than 90% of students experienced increased levels of belief in all indicators, including belief in God's existence, the order of His creation, the vastness of His knowledge, and the alignment of natural phenomena with the holy scriptures. The VITONA video effectively bridges scientific understanding and religious reflection through a tafaakur-based approach and theistic narrative visualization. This study confirms that theistic-based instructional media can be effectively integrated into science education to foster strong spiritual character among university students. Abstrak Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA) menghadirkan tantangan dalam membumikan konsep-konsep ilmiah yang kompleks sekaligus menumbuhkan nilai spiritual mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak penggunaan video Islamic Theology of Natural Phenomena (VITONA) dalam perkuliahan IPBA terhadap penumbuhan sikap spiritual mahasiswa calon guru fisika, khususnya pada topik siklus hidrologi. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan desain survei, melibatkan mahasiswa yang mengambil mata kuliah IPBA sebagai responden. Instrumen yang digunakan berupa angket sikap spiritual yang terdiri dari delapan indikator keimanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 90% mahasiswa mengalami peningkatan kadar keyakinan pada seluruh indikator, termasuk keyakinan terhadap keberadaan Tuhan, keteraturan ciptaan-Nya, keluasan ilmu-Nya, serta kesesuaian fenomena alam dengan firman dalam kitab suci. Video VITONA terbukti mampu menjembatani pemahaman ilmiah dan religius melalui pendekatan tafaakur dan visualisasi naratif bernuansa ketuhanan. Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran berbasis teistik efektif digunakan dalam pendidikan sains untuk membentuk karakter spiritual yang kuat di kalangan mahasiswa.
Studi Mikrogravitas di Bukit Tambun, Tambun, Ipoh, Perak, Malaysia Elsa Kardiana
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.47109

Abstract

A Microgravity survey was conducted in Bukit Tambun, Tambun, Ipoh to delineate subsurface geological structures, particularly cavities and rock boundaries. A total of 121 gravity measurements were acquired and processed to generate a Bouguer anomaly map. Further filtering and interpretation were carried out using several geophysical techniques, including Low Pass Filter (LPF), High Pass Filter (HPF), Total Horizontal Derivative (THD), and 3D Euler Deconvolution. The Bouguer anomaly map revealed low anomalies concentrated in the southeast and west, indicating thick sediment zones, while high anomalies in the north suggest the presence of bedrock, mainly limestone and granite. THD analysis showed dominant fault trends in a southeast–northwest orientation. The 3D Euler Deconvolution identified three potential cavity zones at depths ranging from 12 to 43 meters and fault structures between 4 and 39 meters. Subsurface modeling using 2D profiles confirmed the existence of three major lithological layers: alluvium, limestone, and granite, with almost vertical contacts. Rounded to semi-spherical low-anomaly zones observed in the models are interpreted as sediment-filled cavities or depressions, possibly indicating sinkhole development. These findings contribute to understanding the geohazard potential and structural framework of the study area. Abstrak Studi Mikrogravitas dilakukan di Bukit Tambun, Tambun, Ipoh untuk mengidentifikasi struktur geologi bawah permukaan, terutama keberadaan rongga dan batas batuan. Sebanyak 121 titik pengukuran gravitasi dikumpulkan dan diolah untuk menghasilkan peta anomali Bouguer. Data kemudian dianalisis menggunakan beberapa teknik geofisika, termasuk Low Pass Filter (LPF), High Pass Filter (HPF), Total Horizontal Derivative (THD), dan 3D Euler Deconvolution. Peta anomali Bouguer menunjukkan anomali rendah di bagian tenggara dan barat yang mengindikasikan zona sedimen tebal, sedangkan anomali tinggi di utara menunjukkan keberadaan batuan dasar, terutama batu kapur dan granit. Analisis THD memperlihatkan pola sesar dominan berarah tenggara–barat laut. 3D Euler Deconvolution mengidentifikasi tiga zona rongga potensial pada kedalaman 12 hingga 43 meter serta struktur sesar pada kedalaman 4 hingga 39 meter. Pemodelan bawah permukaan melalui profil 2D menunjukkan keberadaan tiga lapisan utama: aluvium, batu kapur, dan granit, dengan batas yang hampir vertikal. Zona anomali rendah berbentuk bulat hingga semi-sferis dalam model ditafsirkan sebagai rongga atau zona depresi yang terisi sedimen, yang kemungkinan menunjukkan perkembangan sinkhole. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman potensi bahaya geologi dan kerangka struktur geologi wilayah studi.
Efektivitas Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Geografi Di Kota Samarinda (Materi: Mitigasi dan Adaptasi Bencana Kebakaran) Hanif Naufal Romadlan; Mei Vita Romadon Ningrum
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.228-241

Abstract

Spatial thinking ability is a cognitive skill that allows a person to understand, manipulate, and predict relationships between objects in space. The purpose of this study is to determine the effectiveness of Augmented Reality learning media on improving student learning outcomes in geography subjects in Samarinda City. The type of research used in this study is quantitative research with a Quasy Experiment approach. In this study, the sampling technique uses the Cluster Area Sampling technique. This area sampling technique uses the criteria of schools located in densely populated residential areas prone to fires. Data collection techniques in this study are in the form of pretests and posttests, observation and documentation. Data analysis techniques use validity and reliability tests, T tests, and N-Gain tests. The results of the study indicate that learning using AR media in geography subjects in fire disaster mitigation material for grade XI students is quite effective to be carried out with an N-Gain percentage of 58.60%. The dominant spatial thinking indicator in students interested in geography is the hierarchy indicator which is categorized as moderate with an average score from 9 schools of 47.65. When learning using AR media, there are obstacles, one of which is that some students' cellphones do not support downloading AR applications, because the AR applications used can only be downloaded by Android device users and cannot be downloaded on iOS devices. Abstrak Kemampuan berpikir spasial adalah keterampilan kognitif yang memungkinkan seseorang untuk memahami, memanipulasi, dan meramalkan hubungan antara objek dalam ruang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas media pembelajaran Augmented Reality terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran geografi di Kota Samarinda. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Quasy Experiment. Pada penelitian ini, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Area Sampling. Teknik sampling area ini menggunakan kriteria sekolah yang terletak di area pemukiman padat penduduk yang rawan kebakaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pretest dan posttest, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan uji validitas reliabilitas, uji T, dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran menggunakan media AR pada mata pelajaran geografi dalam materi mitigasi bencana kebakaran untuk peserta didik kelas XI kurang efektif untuk dilakukan dengan persentase N-Gain yang diperoleh sebesar 53,04%. Indikator berpikir spasial yang dominan pada peserta didik peminatan geografi adalah indikator hierarkhi yang terkategori sedang dengan rata-rata skor dari 9 sekolah sebesar 48,54. Pada saat pembelajaran menggunakan media AR terdapat kendala, salah satunya yaitu beberapa handphone peserta didik tidak mendukung untuk mengunduh aplikasi AR, karena aplikasi AR yang digunakan hanya bisa diunduh oleh pengguna perangkat android dan tidak bisa diunduh pada perangkat iOS.
Implementasi Program Desa Tangguh Bencana dalam Upaya Meningkatkan Ketahanan Sosial: Narrative Literature Review Dwi Utami; Eko Teguh Paripurno; Arif Rianto Budi Nugroho; Jaka Purwanta; Eni Muryani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.242-251

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang sangat rentan terhadap berbagai macam bencana, baik bencana alam, non-alam, maupun sosial. Kondisi ini mendorong perlunya penguatan kapasitas masyarakat, terutama di daerah pedesaan. Salah satu pendekatan yang dikembangkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan sosial adalah Program Desa Tangguh Bencana (DESTANA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implementasi program DESTANA dalam kaitannya dengan ketahanan sosial melalui metode narrative literature review. Enam artikel ilmiah yang relevan dikumpulkan menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan DESTANA mampu memperkuat ikatan sosial antar warga, meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, membentuk jaringan relawan yang tanggap, dan membangun kesadaran bersama dalam menghadapi potensi bencana. Meskipun demikian, sejumlah tantangan masih ditemui, seperti partisipasi warga yang belum merata, belum optimalnya pelibatan kelompok rentan, dan kendala keberlanjutan program. Oleh karena itu, pengembangan DESTANA perlu dilakukan secara adaptif dan partisipatif, serta berbasis pada potensi lokal agar ketahanan sosial dapat terbentuk secara utuh dan berkelanjutan. ABSTRACT Indonesia is highly vulnerable to various types of disasters, particularly in rural areas where infrastructure and institutional capacity are often limited. To strengthen community preparedness and resilience, the government has implemented the Disaster Resilient Village Program (DESTANA), which emphasizes participatory and community-based disaster risk reduction. This study critically examines the implementation of DESTANA in relation to social resilience using a narrative literature review approach. Data were collected through document analysis of six relevant scientific articles.. Thematic analysis was applied to synthesize findings across studies. Results indicate that DESTANA contributes significantly to strengthening social bonds among residents, increasing active community participation, forming responsive volunteer networks, and fostering collective awareness of disaster risks. However, challenges remain, including uneven participation, limited engagement of vulnerable groups, and sustainability constraints. These findings highlight the need for adaptive, participatory, and locally grounded strategies to ensure comprehensive and enduring social resilience.
Pengaruh Gender Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas X DI SMA Negeri 1 Gandapura Khairunnisa Khairunnisa; Muslihin Ahmad; Aisyah Arrahman
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.252-263

Abstract

Penelitian ini berjudul pengaruh gender terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Gandapura. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perbedaan signifikan antara kemampuan berpikir kritis peserta didik laki-laki dan perempuan, serta mengevaluasi perubahan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah diberikan intervensi pembelajaran. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes berpikir kritis yang terdiri dari pretest dan posttest, yang mengukur kemampuan berpikir kritis peserta didik sebelum dan setelah intervensi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan bersifat pra-eksperimental untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara peserta didik laki-laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh gender terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi hidrologi dengan siswa perempuan menunjukkan peningkatan hasil belajar yang lebih signifikan (N-Gain 72,15%) dibandingkan siswa laki-laki (N-Gain 43,95%) setelah pembelajaran model Inkuiri, serta kemampuan berpikir kritis yang lebih baik berdasarkan hasil uji statistik. ABSTRACT This study, titled "The Influence of Gender on the Critical Thinking Ability of Grade X Students at SMA Negeri 1 Gandapura," aims to identify significant differences in critical thinking abilities between male and female students and to evaluate changes in critical thinking skills before and after the intervention. The research instruments used were critical thinking tests consisting of pretests and posttests, which measure the students' critical thinking abilities before and after the learning intervention. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design to determine the differences in critical thinking abilities between male and female students. The results indicate that gender influences students' critical thinking abilities in hydrology and marine dynamics, with female students showing a more significant improvement (N-Gain 72.15%) compared to male students (N-Gain 43.95%) after applying the Inquiry learning model. Statistical analysis results also demonstrated that female students had better critical thinking skills
Perbandingan Hasil Belajar Geografi Menggunakan Model Pembelajaran PJBL Dengan PBL Secara Daring Peserta Didik Kelas X Ade Fitria; Novia Zalmita; Muhammad Okta Ridha Maulidian
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.264-277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil belajar geografi peserta didik yang diajarkan dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dan Problem Based Learning (PBL) secara daring pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Langsa. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan dua kelas eksperimen, yaitu kelas X IPS-2 sebagai eksperimen I menggunakan model PjBL dan kelas X IPS-3 sebagai eksperimen II menggunakan model PBL, masing-masing berjumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pilihan ganda sebanyak 20 soal yang diberikan pada saat pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata post-test peserta didik yang diajarkan menggunakan model PjBL lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik yang diajarkan menggunakan model PBL. Berdasarkan hasil uji-t diperoleh thitung = 3,564 dan ttabel = 1,671 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti thitung > ttabel, sehingga Ha diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) lebih efektif dibandingkan Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan hasil belajar geografi secara daring pada peserta didik kelas X SMA Negeri 5 Langsa. ABSTRACT This study aims to compare the geography learning outcomes of students taught using the Project Based Learning (PjBL) and Problem Based Learning (PBL) models in online learning for tenth-grade students at SMA Negeri 5 Langsa. The research employed a Quasi-Experimental Design involving two experimental classes: Class X IPS-2 (30 students) taught using the PjBL model and Class X IPS-3 (30 students) taught using the PBL model. Data were collected using a 20-item multiple-choice test administered as pre-test and post-test. The results indicated that the average post-test score of students taught with the PjBL model was higher than those taught with the PBL model. Based on the t-test results, the calculated t-value (3.564) exceeded the critical t-value (1.671) at a 5% significance level, indicating that Ha is accepted. Therefore, it can be concluded that the Project Based Learning (PjBL) model is more effective than the Problem Based Learning (PBL) model in improving students’ geography learning outcomes in online learning settings.
Pengembangan Budaya Sekolah Berbasis Budaya Daerah “Tradisi Badoncek” di SMAN 1 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman Hariki Fitrah; Enung Hasanah; Muslihin Ahmad
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.278-292

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) bagaimana proses pengembangan budaya sekolah melalui budaya badoncek di SMAN 1 Lubuk Alung, 2) nilai-nilai yang terkandung dalam budaya badoncek. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, orang tua siswa dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui (1) analisis domain, (2) analisis taksonomi, (3) analisis komponen, (4) analisis tema budaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengembangan budaya sekolah merupakan suatu bentuk upaya dalam membangun mutu dan kualitas pendidikan. Salah satu bentuk pengembangan budaya sekolah yaitu mengangkat budaya daerah dalam kehidupan sekolah sebagaimana yang dikembangkan oleh SMAN 1 Lubung Alung yaitu budaya badoncek. Hal ini dilakukan melalui sistem subsidi, dimana orang tua siswa yang memiliki kehidupan ekonomi yang bagus akan mensubsidi siswa yang berekonomi lemah. Adapun nilai-nilai yang terdapat dalam budaya badoncek ini yaitu nilai sosial, kekeluargaan, tolong menolong, empati dan kebersamaan. ABSTRACT This study aims to describe: 1) how the process of developing school culture through the Badoncek culture at SMAN 1 Lubuk Alung, 2) the values contained in the Badoncek culture. The research informants consisted of the principal, vice principal, teachers, parents, and the community. The method used in this study is a qualitative method with an ethnographic approach. Data collection was carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis was conducted through (1) domain analysis, (2) taxonomy analysis, (3) componential analysis, (4) cultural theme analysis. The results of the study showed that the development of school culture is a form of effort in improving the quality of education. One form of developing school culture is by promoting local culture in school life, as developed by SMAN 1 Lubuk Alung, namely the Badoncek culture. This is carried out through a subsidy system, where parents of students who have a good economic life will subsidize students with lower economic backgrounds. The values found in the Badoncek culture include social values, family, mutual assistance, empathy, and togetherness

Page 2 of 3 | Total Record : 30