cover
Contact Name
Ahmad Nubli Gadeng
Contact Email
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Phone
+6285270000352
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Geografi, FKIP Universitas Syiah Kuala. Gedung Lama FKIP, Lantai 2. Jl. Teuku Hasan Kreung Kalee, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geosfer
ISSN : 25254169     EISSN : 28082834     DOI : https://doi.org/10.24815/jpg
Jurnal Pendidikan Geosfer (JPG) is published by the Department of Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. This journal is intended for students, lecturers, teachers, researchers, and other members of the general public. It publishes articles in the fields of Geography Education and Science with a focus on discussions related to educational sciences, social education, science education, geography education, geosphere phenomena, environmental and regional studies, geographic information systems, remote sensing, cartographic studies, land evaluation, development planning, tourism, demographic and sociocultural studies, local wisdom, disaster studies, as well as other supporting disciplines related to geography. The journal only publishes original articles in Indonesian and English that have not been previously published either domestically or internationally. All articles must be submitted directly to the editorial team through the online system at: https://publications.usk.ac.id/index.php/JPG/index
Articles 30 Documents
Analisis Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) Di Kota Samarinda (Studi Kasus Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir) Jani Sihite; Aisyah Trees Sandy; H. Rahmadi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.36256

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the KOTAKU (Slum-Free City) program in Simpang Tiga Village, Loa Janan Ilir District. This study uses a descriptive qualitative approach. Sampling using purposive sampling technique with a sample area consisting of 7 RTs and research subjects consisting of 19 respondents from government agencies and the community. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that the implementation of the KOTAKU (City Without Slums) program in Simpang Tiga Village, Loa Janan Ilir District in each sector was only realized by 62.28% in RT 11, 46.21% in RT 12, 27.04% in RT 13, 51.93% in RT 14, 35.20% in RT 15, 31.93% in RT 16, and 17.50% in RT 18. The implementation of the KOTAKU (City Without Slums) program was considered not 100% slum-free because several indicators were still found that had not been realized in the field. Among them are wastewater management and drainage in RT 11, wastewater management and waste management in RT 12, damage to road surface quality, wastewater management, waste management, and fire protection in RT 13, drainage dysfunction and unavailability of fire facilities in RT 14, drainage dysfunction and unavailability of fire facilities in RT 15, damage to road surface quality, drainage dysfunction, and waste management in RT 16, waste management, drainage, and fire protection facilities in RT 18. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel wilayah terdiri atas 7 RT dan subjek penelitian terdiri dari 19 responden yang berasal dari badan instansi pemerintahan dan masyarakat. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penerapan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) di Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir pada masing-masing sektoral hanya terealisasikan sebesar 62,28% di RT 11, 46,21% di RT 12, 27,04% di RT 13, 51,93% di RT 14, 35,20% di RT 15, 31,93% di RT 16, dan 17,50% di RT 18. Penerapan program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) dinilai belum 100% bebas kumuh akibat masih ditemukan beberapa indikator yang belum terealisasikan di lapangan. Diantaranya pengelolaan air limbah dan dranaise pada RT 11, pengelolaan air limbah dan pengelolaan persampahan pada RT 12, kerusakan kualitas permukaan jalan, pengelolaan air limbah, pengelolaan persampahan, dan proteksi kebakaran pada RT 13, ketidakberfungsian dranaise dan ketidaktersediaan sarana kebakaran pada RT 14, ketidakberfungsian dranaise dan ketidaktersediaan sarana kebakaran pada RT 15, kerusakan kualitas permukaaan jalan, ketidakberfungsian dranaise, dan pengelolaan persampahan pada RT 16, pengelolaan persampahan, dranaise, dan sarana proteksi kebakaran pada RT 18.
Peran Masyarakat Suku Buton dalam Pengembangan Pariwisata Puncak Baumbem di Kota Samarinda Welhalmus B Auparai; Mei Vita Romadon Ningrum; Iya Setyasih
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.37971

Abstract

Pariwisata telah memberikan devisa yang cukup besar bagi berbagai negara termasuk Indonesia. Perkembangan pariwisata dapat membawa manfaat yang sangat besar bagi masyarakat khususnya yang berada di sekitar kawasan wisata. Kota Samarinda sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Timur memiliki potensi wisata alam, salah satunya Puncak Baumbem yang menonjolkan panorama perbukitan dan Kota Samarinda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran masyarakat Suku Buton dalam pengembangan lokasi objek wisata Puncak Baumbem Kecamatan Samarinda Ilir Kota Samarinda. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran masyarakat Suku Buton sebelum adanya pariwisata Puncak Baumbem bergantung pada sektor pertanian, yang masih tradisional. Keterlibatan warga Suku Buton dalam pengembangan wisata Baumbem meliputi sebagai subjek yang menentukan arah dan pengembangan wisata, dan sebagai objek yang berperan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Wisata Baumbem memiliki dampak bagi warga, antara lain membuka lapangan kerja dan memberikan penghasilan tambahan. Abstrak Tourism has provided significant foreign exchange for various countries including Indonesia. The development of tourism can bring enormous benefits to the community, especially those around the tourist area. Samarinda City as the capital of East Kalimantan Province has natural tourism potential, one of which is Puncak Baumbem which highlights the panorama of the hills and Samarinda City. The purpose of this study was to determine the role of the Buton Tribe community in the development of the Puncak Baumbem tourist attraction location, Samarinda Ilir District, Samarinda City. The approach used in this study is qualitative descriptive. Data collection was carried out by observation, interviews and documentation. Sampling in this study was carried out by purposive sampling. The results of this study indicate that the role of the Buton Tribe community before the Puncak Baumbem tourism was dependent on the agricultural sector, which was still traditional. The involvement of the Buton Tribe community in the development of Baumbem tourism includes as a subject that determines the direction and development of tourism, and as an object that plays a role in improving community welfare. Baumbem tourism has an impact on residents, including opening up employment opportunities and providing additional income.
Hubungan Antar Kedalaman Muka Air Tanah Freatik dan Kualitas Air Tanah Berdasarkan Parameter Fisik dan Parameter Kimia Mice Putri Afriyani; Mela Alisda; Amelia Zahara; Ridayani Ridayani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.42776

Abstract

Phreatic well water is an alternative for the community to anticipate the reduced supply of drinking water provided by the PDAM. Phreatic well water is prone to contamination due to poor well construction and a depth of less than 15 meters, allowing contaminants to enter the well. Gampong Jawa is a village located in Kutaraja district. This study aims to determine the quality of groundwater with physical parameters, color, bolt, taste. Dhl, ph, temperature. Especially in the residents' wells which are used for drinking water consumption. The method used is qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis observes the quality of groundwater based on physical parameters such as color, smell, taste. Dhl, ph, temperature. For quantitative analysis carried out measuring and plotting coordinates, elevation, groundwater depth. The results and discussion of the research show that the depth of the akirtanah of the four passages is 0.3 to 8.6 meters. Analysis of water quality based on physical parameters for odor contained 4 water samples that did not meet the requirements, namely smelling fishy, brackish and salty. The results of observing the physical quality for the taste of 18 water samples that did not meet the requirements, there were salty and brackish tastes. Based on the analysis of the quality of the physics of color, there are 18 water samples that need follow-up laboratory analysis because the water has a color. Abstrak Sumur freatik merupakan salah satu alternatif masyarakat dalam mengantipasi berkurangnya pasokan air bersih yang disediakan oleh PDAM. Air sumur freatik rentan terhadap pencemaran karena kontruksi sumur yang buruk dan kedalamannya kurang dari 15 meter sehingga memungkinkan adanya bahan pencemar masuk kedalam sumur. Gampong jawa adalah sebuah Gampong yang terletak di kecamatan kutaraja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air tanah dengan parameter fisika, warna, bau, rasa. Dhl, ph, suhu. Terutama yang digunakan untuk kebutuhan komsumsi. Metode yang digunakan adalah analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Analisis secara kualitatif mengamati kualitas air tanah freatik berdasarkan parameter fisika seperti warna, bau, rasa. Dhl, ph, suhu. Untuk analisis kuantitatif yang dilakukan mengukur dan koordinat, elevasi, kedalaman airtnah. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa kedalam muka air tanah dari 30 sumu, empat lokasi yaitu 0,3 sampai 8,6 M. Analisis kualitas air berdasarkan parameter fisika untuk bau terdapat 4 sampel air yang tidak memenuhi kategori yaitu berbau amis, payau, dan lagang. Hasil pengamatan kualitas fisika untuk rasa 18 sampel air yangg tidak memenuhi syarat, terdapat rasa asin dan payau. Bersadarkan analisis kualitas fisika warna terdapat 18 sampel air yang perlu tindak lanjut analisi laboratorium karna air tersebut memiliki warna.
Hubungan Antara Persepsi dan Tingkat Kesadaran Siswa SMAN 02 Wonogiri dalam Menghadapi Bencana Klimatologis Ajeng Santika Putri; Trifia Safira Ristiani; Unsa Laini Rahmawati; Siti Azizah Susilawati
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44046

Abstract

This study was conducted to analyze the relationship between perception and level of awareness of students of SMAN 02 Wonogiri in facing climatological disasters. This study uses a quantitative approach with an associative method. Data were collected through a survey using a questionnaire filled out by 251 students selected through a purposive sampling technique. The variables in the study include student perception and level of awareness. According to Arum Ariningtyas, indicators of student perception include knowledge, understanding, and application and indicators of student awareness include knowledge, attitudes, and actions. The data analysis technique was carried out using the Spearman Rank correlation test to determine the relationship between perception and level of awareness. The results of this study indicate a weak positive relationship between "Perception" and "Level of Awareness" meaning that when the value of "Perception" increases, the value of "Level of Awareness" tends to increase, but the relationship is not too strong. This study is expected to contribute to the development of more effective disaster education programs in schools, especially in areas prone to climatological disasters. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis hubungan antara persepsi dan tingkat kesadaran siswa SMAN 02 Wonogiri dalam menghadapi bencana klimatologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data dikumpulkan melalui survei menggunakan kuesioner yang diisi oleh 251 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian meliputi persepsi siswa dan tingkat kesadaran siswa. Menurut Arum Ariningtyas, indikator persepsi siswa meliputi pengetahuan, pemahaman, serta penerapan dan indikator tingkat kesadaran siswa meliputi pengetahuan, sikap, serta tindakan. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antara persepsi dan tingkat kesadaran. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif yang lemah antara "Persepsi" dan "Tingkat Kesadaran" artinya ketika nilai "Persepsi" meningkat, maka nilai "Tingkat Kesadaran" cenderung ikut meningkat, tetapi hubungan tersebut tidak terlalu kuat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan program pendidikan kebencanaan yang lebih efektif di sekolah-sekolah, terutama di wilayah rawan bencana klimatologis.
Tingkat Pemahaman Masyarakat Terhadap Mitigasi Bencana Longsor di Kampung Gajah Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues Agustizar Agustizar; Halimatun Sakdiah; Muhammad Falik Arsa; Minarni Minarni
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44276

Abstract

The population's understanding of landslides is based on the mindset of each individual. The determination of this understanding is carried out based on data from the results of socialization with the population. Kampung Gajah is a mountainous area that is included in the type of young mountains with steep valleys. Such conditions cause frequent natural disasters such as landslides. The potential for damage and losses caused by landslides is very large, the community's understanding of landslides is formed from the knowledge and mindset of residents who live in locations where landslides often occur, and the study approach used in this study is deductive. This study uses a quantitative approach with a descriptive survey research type. The quantitative approach was chosen because this study aims to objectively measure the level of community understanding of landslide disaster mitigation through the collection of numerical data that can be analyzed statistically. Descriptive surveys were chosen to provide a clear picture of the current conditions related to community understanding. The population in this study were all people living in Kampung Gajah, Pining District, Gayo Lues Regency. This study took a sample of 20 residents of Kampung Gajah who were selected using random sampling techniques. This technique was chosen so that each member of the population has an equal opportunity to be part of the sample so that the results of the study can represent the population accurately. The questionnaire consists of 11 statements representing three indicators that want to be known about the condition of Kampung Gajah. Based on the analysis that has been carried out on the level of public understanding of landslide disaster mitigation in Kampung Gajah, Pining District, Gayo Lues Regency, the index score was 36.81 or can be rounded up to 37, so it can be seen that the index value of 37 is in the low category. Public understanding of landslide disasters in Kampung Gajah, Pining District, Gayo Lues Regency is still in the low category. Abstrak Pemahaman penduduk terhadap longsor didasarkan pada pola pikir dari masing-masing setiap individu. Penentu pemahaman ini dilakukan berdasarkan data hasil sosialisasi dengan penduduk. Kampung Gajah merupakan daerah pegunungan yang termasuk dalam jenis pegunungan muda dengan lembah yang curam. Keadaan yang demikian menyebabkan sering terjadinya bencana alam seperti tanah longsor. Potensi kerusakan dan kerugian yang ditimbulkan oleh bencana tanah longsor angat besar, pemahaman masyarakat akan bencana tanah longsor terbentuk dari pengetahuan dan pola pikir penduduk yang tinggal di lokasi sering terjadi tanah longsor, pendekatan studi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deduktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei deskriptif. Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengukur secara objektif tingkat pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana longsor melalui pengumpulan data numerik yang dapat dianalisis secara statistik. Survei deskriptif dipilih agar dapat memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi saat ini terkait pemahaman masyarakat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat yang tinggal di Kampung Gajah, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 20 orang warga Kampung Gajah yang dipilih dengan teknik random sampling. Teknik ini dipilih agar setiap anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi bagian dari sampel, sehingga hasil penelitian dapat mewakili populasi secara akurat. Angket terdiri dari 11 pernyataan yang mewakili tiga indikator yang ingin diketahui perihal kondisi Kampung Gajah. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan terhadap tingkat pemahaman masyarakat terhadap mitigasi bencana longsor di Kampung Gajah Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues didapatkan hasil skor indeksnya sebesar 36,81 atau dapat dibulatkan menjadi 37 maka dapat dilihat jika nilai indeks 37 pada kategori rendah. pemahaman masyarakat terhadap bencana longsor di Kampung Gajah Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues masih berada di kategori rendah.
Efektivitas Diseminasi Informasi Kebencanaan Melalui Media Massa Purwoto Purwoto; Susilastuti Susilastuti; Awang Hendrianto Pratomo
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44981

Abstract

The dissemination of disaster information through mass media plays a crucial role in enhancing community preparedness for disasters. As a disaster-prone country, Indonesia requires an information distribution system that is fast, accurate, and easily accessible to all segments of society. This study aims to analyze the effectiveness of mass media in disseminating disaster information and the factors influencing its success. The research employs a qualitative approach through literature review, analyzing various sources such as scientific journals and online news articles. The findings indicate that mass media contribute significantly to early warning dissemination, public education, and awareness-building regarding disaster risks. However, challenges such as information accessibility in remote areas and data validity remain obstacles. Therefore, synergy between the government, media, and the community is essential to enhance the effectiveness of disaster communication. Abstrak Diseminasi informasi kebencanaan melalui media massa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana. Indonesia sebagai negara yang rawan bencana memerlukan sistem penyebaran informasi yang cepat, akurat, and mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media massa dalam menyebarkan informasi kebencanaan serta faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, yang menganalisis berbagai sumber seperti jurnal ilmiah dan berita dari media online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa berkontribusi dalam menyebarkan peringatan dini, memberikan edukasi, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Namun, tantangan seperti aksesibilitas informasi di daerah terpencil dan validitas data masih menjadi kendala. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, media, dan masyarakat dalam meningkatkan efektivitas komunikasi kebencanaan.
Metode School Watching dalam Upaya Pengurangan Risiko Bencana Gempa Bumi Di Satuan Pendidikan: Tinjauan Literature Bambang Setyo Utomo; Arif Rianto Budi Nugroho; Eko Teguh Paripurno; Jaka Purwanta; Susilastuti Susilastuti; Yohana Noradika Maharani
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.44982

Abstract

Natural disasters such as earthquakes and tsunamis frequently occur in various regions of Indonesia, necessitating effective disaster risk reduction efforts, particularly within educational institutions. One such approach is the School Watching method, a participatory observation activity where students identify potential hazards within the school environment. This study aims to examine the effectiveness of the School Watching method in reducing earthquake disaster risk in schools through a literature review. The study adopts a qualitative approach based on a review of relevant literature from various academic databases. The findings indicate that the School Watching method significantly enhances students’ preparedness in both knowledge and disaster mitigation skills. However, several gaps were identified, including the lack of integration into the national curriculum, limited theoretical grounding, and the absence of long-term and cross-regional studies. Therefore, more systematic policies and approaches are needed to expand the national implementation of this method. Abstrak Bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami sering terjadi di berbagai wilayah Indonesia, sehingga diperlukan upaya pengurangan risiko bencana yang efektif, terutama di satuan pendidikan. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah metode school watching, yaitu observasi partisipatif terhadap lingkungan sekolah guna mengidentifikasi potensi bahaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menelaah efektivitas metode School Watching dalam mengurangi risiko bencana gempa bumi di sekolah melalui kajian literatur. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis literature review dengan sumber dari berbagai database ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa metode school watching dapat meningkatkan kesiapsiagaan siswa secara signifikan, baik dari aspek pengetahuan maupun keterampilan mitigasi bencana. Namun, ditemukan pula sejumlah kesenjangan dalam implementasi metode ini, seperti belum adanya integrasi ke dalam kurikulum nasional, kurangnya pendekatan teoritis yang kuat, serta keterbatasan dalam penelitian jangka panjang dan lintas wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kebijakan dan pendekatan yang lebih sistematis untuk memperluas penerapan metode ini secara nasional.
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Maket Terhadap Berpikir Kritis Siswa MAN 2 Aceh Barat Dara Muftiana; Husna Diah; Abdul Wahab Abdi; Cut Vita Rajiatul Jummi; Fitriani Yulianti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.45205

Abstract

Learning models play an essential role in enhancing students' understanding and critical thinking skills. This study aims to determine the effect of applying the discovery learning model assisted by mock-up media on students' critical thinking skills. This research employs a quasi-experimental design involving control and experimental groups. Data collection was conducted through tests (pre-test and post-test) in the form of valid and reliable essay questions. Data analysis was performed using parametric statistical t-test analysis. Based on the prerequisite tests for the t-test, which include normality and homogeneity tests, the research data were found to be normal and homogeneous, allowing for the t-test to be conducted. The data analysis results showed that the t-value was greater than the t-table value (4.60 > 1.68), indicating that the hypothesis was accepted. This signifies that the application of the discovery learning model using mock-up media has a significant effect on improving students' critical thinking skills at MAN 2 Aceh Barat. The implementation of the discovery learning model supported by mock-up media not only optimally fosters students' critical thinking potential but also represents a necessity for educators to continually adopt and adapt active learning models, critical inquiry, and problem-solving skills to prepare future generations in accordance with the demands of education in the industry 5.0 era. Abstrak Model pembelajaran memegang fungsi esensial untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran discovery learning dengan berbantuan media maket terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimental design yang melibatkan kelompok kontrol dan eksperimen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes (pre-test dan post-test) berupa soal pilihan ganda yang valid dan realiabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik parametrik t-test. Berdasarkan uji prasyarat t-test yang terdiri dari normalitas dan homogenitas didapatkan data penelitian normal dan homogen sehingga dapat dilakukan uji t. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai thitung ttabel (4,601,68) yang berarti hipotesis diterima yang berarti penerapan model discovery learning dengan menggunakan media maket secara signifikan berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa di MAN 2 Aceh Barat. Penerapan model pembelajaran discovery learning yang berbantuan media maket tidak hanya mendukung potensi berpikir kritis siswa secara optimal, tetapi juga sebagai keharusan bagi para pendidik untuk terus menerapkan model pembelajaran aktif dan penyelidikan kritis untuk mempersiapkan generasi penerus yang sesuai dengan tuntutan pendidikan di era industry 5.0.
Peran Budaya dalam Pembentukan Identitas Regional di Asia Tenggara Oot Hotimah; Amelia Veviani; Sri Rahmawati; Ziyanah Walidah
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.45284

Abstract

Southeast Asia is a region rich in cultural diversity, shaped by the interaction of various ethnic groups, races, and external civilizations. This article examines the role of culture in shaping regional identity in Southeast Asia, highlighting aspects such as language, beliefs, cuisine, arts, architecture, and social values that characterize the region. Based on literature studies, it was found that Malay culture serves as the primary foundation of Southeast Asian culture, strongly influenced by Chinese, Indian, and Islamic traditions. This shared cultural identity plays a crucial role in strengthening unity and cohesion among ASEAN nations. A deeper understanding of the region's culture is expected to enhance social integration and preserve diversity as a valuable asset in the global dynamic. Abstrak Asia Tenggara merupakan kawasan yang kaya akan keberagaman budaya yang terbentuk dari interaksi berbagai suku, ras, dan pengaruh peradaban luar. Artikel ini membahas peran budaya dalam pembentukan identitas regional di Asia Tenggara, dengan menyoroti aspek bahasa, kepercayaan, kuliner, seni, arsitektur, serta nilai sosial yang menjadi ciri khas kawasan ini. Berdasarkan studi literatur, ditemukan bahwa budaya Melayu menjadi akar utama budaya di Asia Tenggara, dengan pengaruh kuat dari Tiongkok, India, dan Islam. Identitas regional yang terbentuk dari kesamaan budaya ini berperan dalam memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di antara negara-negara ASEAN. Pemahaman mendalam mengenai budaya di kawasan ini diharapkan dapat memperkuat integrasi sosial dan menjaga keberagaman sebagai aset penting dalam dinamika global.
Tingkat Distribusi Spasial dan Temporal Curah Hujan Terhadap Risiko Lingkungan dan Ketahanan Sumber Daya Air di Kota Tidore Kepulauan Muhammad Ikhsan; Lili Somantri; Iwan Setiawan
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i1.46307

Abstract

This study aims to analyze the hydroclimatological dynamics in Tidore Islands City by integrating rainfall observation data with spatial-temporal visualization to identify rainfall distribution patterns, environmental risk zones, and provide locally grounded climate adaptation policy recommendations. Tidore is an archipelagic region that relies heavily on rainfall as the primary source of clean water and agricultural irrigation. The study employs a quantitative-descriptive approach combined with spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS), utilizing rainfall data from five main observation stations collected over the 2019–2023 period. The analysis reveals significant spatial and temporal fluctuations in rainfall, with uneven distribution between humid and arid zones. The novelty of this research lies in the application of kriging-based spatial mapping to more accurately identify hydroclimatological risk areas—an approach that has not been widely developed in eastern Indonesia. This spatial visualization provides a critical foundation for regional spatial planning (RTRW), the designation of water conservation zones, and local climate disaster mitigation strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika hidroklimatologi di Kota Tidore Kepulauan melalui integrasi data observasi curah hujan dan visualisasi spasial-temporal guna mengidentifikasi pola distribusi hujan, zona risiko lingkungan, serta memberikan rekomendasi kebijakan adaptasi iklim berbasis lokal. Kota Tidore merupakan wilayah kepulauan yang sangat bergantung pada curah hujan sebagai sumber utama air bersih dan irigasi pertanian. Penelitian ini menggabungkan pendekatan kuantitatif-deskriptif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG), menggunakan data curah hujan periode 2019–2023 dari lima pos pengamatan utama. Hasil analisis menunjukkan fluktuasi curah hujan yang signifikan secara spasial dan temporal, dengan ketimpangan distribusi antara wilayah lembab dan wilayah kering. Visualisasi spasial ini menjadi dasar penting dalam penyusunan RTRW, penentuan zona konservasi air, serta mitigasi bencana iklim lokal.

Page 1 of 3 | Total Record : 30