cover
Contact Name
Ahmad Nubli Gadeng
Contact Email
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Phone
+6285270000352
Journal Mail Official
jurnalpendidikangeosfer@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Geografi, FKIP Universitas Syiah Kuala. Gedung Lama FKIP, Lantai 2. Jl. Teuku Hasan Kreung Kalee, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, Aceh 24415
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Geosfer
ISSN : 25254169     EISSN : 28082834     DOI : https://doi.org/10.24815/jpg
Jurnal Pendidikan Geosfer (JPG) is published by the Department of Geography Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. This journal is intended for students, lecturers, teachers, researchers, and other members of the general public. It publishes articles in the fields of Geography Education and Science with a focus on discussions related to educational sciences, social education, science education, geography education, geosphere phenomena, environmental and regional studies, geographic information systems, remote sensing, cartographic studies, land evaluation, development planning, tourism, demographic and sociocultural studies, local wisdom, disaster studies, as well as other supporting disciplines related to geography. The journal only publishes original articles in Indonesian and English that have not been previously published either domestically or internationally. All articles must be submitted directly to the editorial team through the online system at: https://publications.usk.ac.id/index.php/JPG/index
Articles 30 Documents
Kajian Kesenjangan Sosial dan Ekonomi Masyarakat Daerah Terpencil : Studi Kasus Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora Maharani Noviana Putri; Choirul Amin
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.312-326

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kesenjangan sosial dan ekonomi di Desa Nglebak, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, salah satu daerah terpencil di Jawa Tengah. Keterbatasan akses terhadap infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan ekonomi menjadi faktor utama ketimpangan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan enam informan, yaitu perangkat desa, guru, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, pemuda dan warga miskin. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukan keterbatasan fasilitas pendidikan, seperti SD Negeri Nglebak 3 yang belum memenuhi standar dan UKS yang digabung dengan ruang guru. Dalam bidang kesehatan minimnya tenaga medis dan tidak tersedianya fasilitas persalinan membuat warga dirujuk ke rumah sakit di Kabupaten Ngawi. Secara ekonomi, masyarakat bergantung pada pertanian musiman berpenghasilan rendah dan bergantung pada bantuan sosial, sehingga membuktikan bahwa kesenjangan di Desa Nglebak cukup tinggi. ABSTRACT This study aims to examine social and economic disparities in Nglebak Village, Kradenan District, Blora Regency, a remote area in Central Java. Limited access to infrastructure, education, health care, and the economy are key factors contributing to inequality. This study employed qualitative methods, including observation, interviews, and documentation with six informants: village officials, teachers, health workers, community leaders, youth, and poor residents. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model. The results indicate limited educational facilities, such as Nglebak 3 Public Elementary School, which does not meet standards, and a school health unit combined with a teachers' room. In the health sector, the lack of medical personnel and the unavailability of maternity facilities lead residents to be referred to hospitals in Ngawi Regency. Economically, the community relies on low-income seasonal agriculture and relies on social assistance, demonstrating significant inequality in Nglebak Village.
ANALISIS SPASIAL REVITALISASI CAGAR BUDAYA KOLONIAL KOTA LAMA SEMARANG TAHUN 2025 Natalia Maharjanti; Yuli Priyana
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.327-339

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji sebaran spasial dan perubahan fungsi bangunan cagar budaya kolonial di Kota Lama Semarang pasca revitalisasi serta perannya dalam mendukung pariwisata berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Objek penelitian mencakup bangunan kolonial, baik yang telah direvitalisasi maupun yang belum, di Kecamatan Semarang Tengah dan Semarang Utara. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan masyarakat, pelaku usaha, pengelola, wisatawan, serta dokumentasi serta sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan alih fungsi bangunan kolonial menjadi kafe, museum, galeri seni, ruang publik, dan area komersial yang mendorong tumbuhnya UMKM serta peningkatan kunjungan wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi Kota Lama mampu mengintegrasikan pelestarian sejarah dengan pengembangan ekonomi kreatif, meskipun masih terdapat tantangan terkait komersialisasi berlebihan, partisipasi masyarakat, dan keterbatasan perawatan bangunan. ABSTRACT This research aims to examine the spatial distribution and functional transformation of colonial heritage buildings in Kota Lama Semarang after revitalization and their role in supporting sustainable tourism. The study applied a descriptive qualitative method combined with spatial analysis using Geographic Information Systems (GIS). The object of research includes both revitalized and non-revitalized colonial buildings located in Semarang Tengah and Semarang Utara Districts. Data were collected through field observation, semi-structured interviews, documentation, and secondary sources. The results indicate that colonial buildings have been adaptively reused as cafes, museums, art galleries, public spaces, and commercial areas, which encourage the growth of local creative economy and increase tourist visits. This study concludes that revitalization successfully integrates heritage preservation with creative economy development, although challenges remain in terms of over-commercialization, limited community participation, and restricted maintenance budgets.
Strategi Mitigasi Bencana Banjir Di Kawasan Permukiman Sekitar Estuari Pantai Di Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Aceh Elysa Wulandari; Putra Rizkiya; Afifah Balqis; Putra Maulida
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.340-356

Abstract

Banjir limpahan dari luapan air sungai dan genangan air saat air laut pasang menyebabkan tergenangnya lahan rendah di kawasan muara sungai-pantai. Kecamatan Kuta Raja, yang berada di kawasan pesisir Kota Banda Aceh, Indonesia, merupakan daerah rentan banjir karena sebagian areanya berada di bawah permukaan laut dan memiliki karakteristik rawa-rawa. Banjir menyebabkan penurunan kualitas kehidupan masyarakat dan merusak infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi karakteristik ancaman banjir dan bentuk kerusakan di kawasan permukiman muara sungai-pantai di Kecamatan Kutaraja berdasarkan pola datang banjir, lama genangan, dan pola surut banjir, serta memberikan rekomendasi strategi mitigasi. Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan observasi lapangan, sementara data sekunder didapatkan dari dokumen dan lembaga terkait. Peta dibuat menggunakan perangkat lunak GIS. Analisis dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dan SWOT. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa banjir di Kecamatan Kuta Raja umumnya terjadi secara bertahap. Topografinya yang landai membuat genangan berlangsung lama saat intensitas hujan tinggi. Surutnya banjir berlangsung secara bertahap dan adanya vegetasi membuat banjir surut lebih cepat. Kerusakan berupa tergerusnya tanah, terendamnya rumah berpondasi rendah dan rusaknya jalan. Strategi mitigasi yang direkomendasikan yaitu meninggikan teras rumah, mengadakan sosialisasi tentang banjir, menjadikan mesjid dan sekolah sebagai tempat mengungsi, perencanaan jalur evakuasi, serta menjaga vegetasi. ABSTRACT Flooding from river overflows and high tides causes inundation of low-lying land in river-coastal estuary areas. Kuta Raja Sub-district, located on the coast of Banda Aceh City, Indonesia, is flood-prone because it is below sea level and characterized by swamps. Flooding reduces the quality of life of the community and damages infrastructure. The study aims to identify the characteristics of flood threats and damage in the coastal-river estuary residential areas in Kutaraja based on the pattern of flood arrival, inundation duration, and flood receding pattern and provide recommendations for mitigation strategies. Primary data were collected through interviews and field observations, while secondary data were gained from relevant documents and institutions. Maps were created using GIS software. Analysis was conducted using descriptive qualitative and SWOT methods. The results showed that flooding in Kuta Raja generally occurs gradually. The sloping topography makes inundation last long when the rain intensity is high. Flood receding occurs gradually, while vegetation makes floods recede more quickly. The damage is soil erosion, submerged houses with low foundations, and road damage. The recommended mitigation strategies are raising the house terrace, conducting socialization about flooding, using mosques and schools as evacuation places, planning evacuation routes, and maintaining vegetation
Analisis Kesiapsiagaan Bencana Pada Siswa Dan Guru Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Tigapanah Kabupaten Karo Restu Restu; Nurmala Berutu; Meilinda Suriani Harefa; Muhammad Ridha Syafii Damanik; Muhammad Farouq Ghazali Matondang; Nur Hasanah; Muhammad Miftahurridlo; Rohil Al Azizah; Rozi Mahmuda
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.357-372

Abstract

Kabupaten Karo merupakan wilayah rawan bencana karena kedekatannya dengan Gunung Sinabung yang masih aktif, sehingga berpotensi menimbulkan bencana erupsi, longsor, dan banjir. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan yang baik, khususnya pada satuan pendidikan yang berada di kawasan terdampak bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesiapsiagaan warga sekolah dalam menghadapi bencana di SMP Negeri 1 Tigapanah Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan observasi kepada kepala sekolah, guru, dan siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kepala sekolah serta random sampling untuk guru dan siswa. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan perhitungan indeks kesiapsiagaan yang disajikan dalam bentuk tabel, grafik, dan peta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan warga sekolah SMP Negeri 1 Tigapanah berada pada kategori belum siap dengan nilai indeks sebesar 3,66. Rendahnya tingkat kesiapsiagaan tersebut disebabkan oleh belum tersedianya peta dan jalur evakuasi, panduan evakuasi bencana, rencana simulasi, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kebencanaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah. ABSTRACT Karo Regency is a disaster-prone area due to its proximity to the active Mount Sinabung, which poses potential hazards such as volcanic eruptions, landslides, and floods. This condition requires adequate disaster preparedness, particularly in educational institutions located in disaster-affected areas. This study aims to analyze the level of disaster preparedness of the school community at Junior High School 1 Tigapanah, Karo Regency. This research employed a quantitative method with a descriptive approach. Data were collected through questionnaires and field observations involving the principal, teachers, and students. The sampling technique used total sampling for the principal and random sampling for teachers and students. Data were analyzed using quantitative descriptive analysis by calculating a preparedness index, which was presented in the form of tables, graphs, and maps. The results indicate that the level of disaster preparedness of the school community at Junior High School 1 Tigapanah falls into the not ready category, with an index value of 3.66. The low level of preparedness is attributed to the absence of evacuation maps and routes, disaster evacuation guidelines, simulation plans, as well as limited supporting facilities and infrastructure. The findings of this study are expected to serve as an evaluation basis for improving disaster preparedness in the school environment.
Strategi Petani Lahan Kering Aceh Besar Dalam Menghadapi Ancaman Perubahan Iklim Terhadap Ketahanan Pangan Mazwan Mazwan; Muhammad Falik Arsa; Irwan Syahputra; Minarni Minarni
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.373-386

Abstract

Perubahan iklim menimbulkan ancaman serius terhadap ketahanan pangan, terutama di wilayah tropis dengan sistem pertanian lahan kering yang bergantung pada pola iklim. Penelitian ini menganalisis strategi adaptasi petani lahan kering di Kabupaten Aceh Besar terhadap dampak perubahan iklim menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di empat gampong: Indrapuri, Sibreh, Blang Bintang, dan Lhong. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan Sustainable Livelihoods Framework (SLF). Hasil menunjukkan bahwa perubahan pola musim, peningkatan suhu, dan kekeringan berkepanjangan menurunkan produktivitas pertanian. Petani merespons dengan menyesuaikan waktu tanam, memilih varietas tahan kering, menggunakan pupuk organik, dan menerapkan tumpangsari. Namun, keterbatasan akses teknologi, informasi iklim, dan dukungan kelembagaan masih menghambat adaptasi. Ketahanan pangan di lahan kering Aceh Besar sangat bergantung pada peningkatan kapasitas adaptif petani melalui pendidikan iklim dan inovasi pertanian berkelanjutan. ABSTRACT Climate change poses a serious threat to food security, particularly in tropical regions where dryland farming systems are dependent on climate patterns. This study analyzes the adaptation strategies of dryland farmers in Aceh Besar Regency to the impacts of climate change using a qualitative approach with a case study method in four villages: Indrapuri, Sibreh, Blang Bintang, and Lhong. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation, then analyzed using the Sustainable Livelihoods Framework (SLF). The results indicate that changing seasonal patterns, increasing temperatures, and prolonged droughts reduce agricultural productivity. Farmers respond by adjusting planting times, selecting drought-resistant varieties, using organic fertilizers, and implementing intercropping. However, limited access to technology, climate information, and institutional support still hamper adaptation. Food security in the drylands of Aceh Besar is highly dependent on increasing farmers' adaptive capacity through climate education and sustainable agricultural innovation
Analisis Faktor Produksi dan Pemetaan Spasial Distribusi Hasil Pertanian di Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Evi Suryani Simangunsong; M Taufik Rahmadi; Eni Yuniastuti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.387-403

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan distribusi hasil pertanian dan mengetahui pola persebarannya, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi produksi pertanian, serta menganalisis aksesibilitas dan infrastruktur distribusi hasil pertanian di Kecamatan Porsea. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG). Data diperoleh melalui survei lapangan, wawancara petani, pencatatan koordinat GPS, serta data sekunder dari BPS dan Dinas Pertanian Kabupaten Toba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran komoditas pertanian tidak merata dan membentuk pola spasial tertentu. Sayuran tersebar pada 53 ha dengan produksi 417,10 ton, jahe di tiga desa dengan produksi 165 ton, sedangkan jagung dan ubi kayu terpusat di Desa Amborgang. Padi merupakan komoditas unggulan di seluruh desa dengan produksi 10.104,68 ton dari 1.562,5 ha. Produksi dipengaruhi oleh lahan, modal, iklim, teknologi, dan kualitas SDM. Aksesibilitas dan infrastruktur jalan menentukan kelancaran distribusi, dengan Pasar Porsea sebagai pusat distribusi utama. ABSTRACT This study aims to map the distribution of agricultural products, identify patterns in their distribution, analyze factors influencing agricultural production, and assess the accessibility and infrastructure for the distribution of farm products in Porsea District. The method is descriptive, quantitative, and spatially analyzed using Geographic Information Systems (GIS). Data were obtained through field surveys, farmer interviews, GPS coordinate recording, and secondary data from BPS and the Toba Regency Agriculture Office. The results show that the distribution of agricultural commodities is uneven and forms a specific spatial pattern. Vegetables are spread across 53 ha, with a production of 417.10 tons; ginger is produced in three villages, with a total of 165 tons; corn and cassava are concentrated in Amborgang Village. Rice is a superior commodity in all villages, with a production of 10,104.68 tons from 1,562.5 ha. Production is influenced by land, capital, climate, technology, and the quality of human resources. Accessibility and road infrastructure determine the efficiency of distribution, with Porsea Market serving as the primary distribution center.
Hubungan Pengetahuan Perubahan Iklim Dengan Partisipasi Masyarakat Dalam Kegiatan Proklim di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh Muhammad Okta Ridha Maulidian; Cut Vita Rajiatul Jummi
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.404-414

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan tentang perubahan iklim dengan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ProKlim di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif desain penelitian korelasi. Populasi penelitian berasal dari Kepala Keluarga (KK) berjumlah 999 KK, dari 3 desa yang menjalankan ProKlim, yaitu Alue Deah Teungoh, Surin, dan Lambung. Jumlah sampel 104 responden dari setiap KK. Pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menyimpulkan tidak terhadap hubungan signifikan antara pengetahuan tentang perubahan iklim dengan partisipasi masyarakat dalam ProKlim di Kecamatan Meuraxa Kota Banda Aceh. Pengaruh pengetahuan perubahan iklim terhadap partisipasi masyarakat dalam ProKlim hanya sebesar 2,8 persen, meskipun tingkat pengetahuan tentang perubahan iklim pada mayoritas dengan 75% telah baik sedangkan tingkat partisipasi masyarakat dalam ProKlim juga baik dengan mayoritas 73%. Pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam kegiatan ProKlim perlu mempertimbangkan aspek lainnya selain peningkatan pengetahuan, karena tidak menentukan keberlangsungan ProKlim. ABSTRACT The study aims to determine the relationship between knowledge about climate change and community participation in ProKlim activities in Meuraxa District, Banda Aceh City. The research uses a quantitative approach to correlation research design. The research population comes from 999 families from 3 villages that run ProKlim, namely Alue Deah Teungoh, Surin, and Lambung. The number of samples was 104 respondents from each household. Data collection using questionnaires. Data analysis using the Spearman Rank correlation test. The results of the study concluded that there was no significant relationship between knowledge about climate change and community participation in ProKlim in Meuraxa District, Banda Aceh City. The influence of climate change knowledge on community participation in ProKlim was only 2.8 percent, although the level of knowledge about climate change in the majority with 75% was good while the level of community participation in ProKlim was also good with a majority of 73%. Empowering community participation in ProKlim activities needs to consider other aspects besides increasing knowledge, because it does not determine the sustainability of ProKlim.
Pengaruh Model Project Based Learning Berbasis Differensiasi Gaya Belajar Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Peserta Mata Kuliah Kebencanaan dan Lingkungan Dewi Andayani; Tuti Liana; Nazar Muhammad; Nana Suraiya; Fitrah Asma Ulhusna; Putri Sayuti Diana
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.415-423

Abstract

Kesesuaian gaya mengajar dosen dengan gaya belajar mahasiswa memengaruhi keberhasilan belajar. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model Project Based Learning (PjBL) berbasis diferensiasi gaya belajar terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Kebencanaan dan Lingkungan. Penelitian menggunakan metode quasi eksperimen dengan populasi seluruh mahasiswa semester ganjil 2025/2026, dan sampel 90 mahasiswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data hasil belajar dianalisis menggunakan uji t, sedangkan data gaya belajar dijelaskan secara deskriptif. Instrumen penelitian terdiri dari instrumen tes (pre tes dan post tes) dan angket gaya belajar. Hasil analisis menunjukkan ada tiga gaya belajar yang dominan, yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Informasi tersebut digunakan untuk menentukan jenis proyek pada kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL berbasis diferensiasi gaya belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar mahasiswa, dengan nilai t hitung = 6,71. Disimpulkan bahwa penerapan PjBL berdiferensiasi berpengaruh terhadap hasil belajar. Penelitian selanjutnya disarankan mengukur pengaruhnya terhadap kemampuan psikomotorik serta afektif mahasiswa. ABSTRACT This study aims to determine the effect of the Project Based Learning (PjBL) model based on learning style differentiation on student learning outcomes in the Disaster and Environment course. The study used a quasi-experimental method with a population of all students in the odd semester of 2025/2026, and a sample of 90 students selected through purposive sampling. Learning outcome data were analyzed using a t-test, while learning style data were explained descriptively. The analysis results showed that there were three dominant learning styles, namely visual, auditory, and kinesthetic. This information was used to determine the type of project in the experimental class. The results showed that PjBL based on learning style differentiation had a positive effect on student learning outcomes (t score=6.71). It was concluded that the implementation of differentiated PjBL had an effect on learning outcomes. Further research is recommended to measure its effect on students' psychomotor and affective abilities.
Peran Layanan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Sultan Iskandar Muda Dalam Menyukseskan PON XXI Aceh-Sumut 2024 Mice Putri Afriyani; Nurul Ilmina
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.424-435

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas penting yang tidak hanya berfungsi menjaga kesehatan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan prestasi. Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 Aceh–Sumut membutuhkan dukungan informasi cuaca yang akurat. Penelitian ini bertujuan mengkaji peran Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda dalam mendukung pelaksanaan PON XXI 2024 di Aceh. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan analisis data instrumen meteorologi, meliputi citra satelit Himawari-9, Automatic Weather Station (AWS), dan Meteo Factory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Stasiun Meteorologi berperan signifikan melalui pemantauan cuaca real-time, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang berhasil mengurangi intensitas hujan saat pembukaan PON, serta penggunaan Wave Drifter untuk memantau parameter cuaca dan kelautan. Dukungan ini berkontribusi penting terhadap kelancaran dan keberhasilan penyelenggaraan PON XXI 2024. ABSTRACT Sports are an important activity that not only serves to maintain physical health but also functions as a means of developing athletic achievement. The implementation of the 21st National Sports Week (PON XXI) 2024 in Aceh–North Sumatra requires accurate weather information support. This study aims to examine the role of the Sultan Iskandar Muda Class I Meteorological Station in supporting the implementation of PON XXI 2024 in Aceh. The study employs a qualitative approach through field observations, interviews, and analysis of meteorological instrument data, including Himawari-9 satellite imagery, Automatic Weather Stations (AWS), and Meteo Factory. The results show that the Meteorological Station plays a significant role through real-time weather monitoring, the implementation of Weather Modification Operations (WMO) which successfully reduced rainfall intensity during the opening ceremony, and the use of Wave Drifters to monitor weather and marine parameters. This support contributes substantially to the smooth and successful organization of PON XXI 2024.
Pola Sebaran Insekta Pohon Kawasan Kebun Campuran Gampong Meunasah Raya Kecamatan Jangka Buya Kabupaten Pidie Jaya Novi Susanti; Muhammad Ali Sarong; Yaumil Istiqlal M.Nur; Ismul Huda; Devi Syafrianti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v10i2.293-311

Abstract

Insekta pohon berperan penting bagi keberlangsungan ekosistem di kebun campuran, sehingga persebaran insekta pohon perlu dijaga. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui spesies insekta pohon, yang dilihat dari indeks keanekaragaman, dan indeks dominansi insekta pohon di kebun campuran Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei langsung dan pendekatan secara kuantitatif deskriptif. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan bait trap dan hand collecting. Analisis data menggunakan rumus indeks keanekaragaman Shannon-Wiener dan indek dominansi Simpson. Hasil penelitian ditemukan 10 spesies insekta pohon yaitu Camponotus compressus, Dolichoderus thoracicus, Camponotus sansabeanus, Oecophylla smaragdina, Camponotus barbaricus, Solenopsis invicta, Lasius niger, Poecilus versicolor, Chilocorus renipustuatus dan Scutiphora pedicellata. Indeks keanekaragaman insekta pohon di kebun campuran yaitu (H’) = 1,411-1,936 dan indeks dominansi yaitu (C) = 0,148-0,269. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani dalam mengelola kebun campuran dengan cara yang ramah lingkungan tanpa merusak ekosistem. ABSTRACT Tree insects play an important role in the sustainability of mixed garden ecosystems, so their existence must be well maintained. This study aims to determine the species of tree insects, diversity index, dominance index in Gampong Meunasah Raya, Jangka Buya District, Pidie Jaya Regency. This study used a survey method with a bait traps and hand collecting. Tree insects were analyzed using the Shannon-Wiener diversity index formula and Simpson dominance index. The results of the study found 10 species of tree insects, namely Camponotus compressus, Dolichoderus thoracicus, Camponotus sansabeanus, Oecophylla smaragdina, Camponotus barbaricus, Solenopsis invicta, Lasius niger, Poecilus versicolor, Chilocorus renipustuatus and Scutiphora pedicellata. The diversity index of tree insects in mixed gardens is (H’) = 1,411-1,936 and the dominance index (C) = 0,148-0,269. The result ot this studi are expected to be for farmer in managing mixed gardener in an environmentally frendly the ecosystem.

Page 3 of 3 | Total Record : 30