cover
Contact Name
Jeffrit Kalprianus Ismail
Contact Email
indexsasi@apji.org
Phone
+6281344000351
Journal Mail Official
indexsasi@apji.org
Editorial Address
Jl. Youmakhe – Pasar Baru Gg. GPdI Yosua, RT.02, RW.12, Kel. Hinekombe,Kec. Sentani, Kab. Jayapura, Prov. Papua – 99352
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar
ISSN : -     EISSN : 31095542     DOI : 10.63536
Core Subject : Religion, Education,
Ruang lingkup kajian publikasi difokuskan pada; Pendidikan agama formal, non-formal, dan informal Kurikulum dan metode pembelajaran pendidikan agama Pengembangan media dan teknologi dalam pendidikan keagamaan Studi pemikiran tokoh dalam pendidikan agama Moderasi beragama dan pendidikan karakter Isu-isu kontemporer dalam pendidikan keagamaan Pengelolaan lembaga pendidikan berbasis keagamaan Pendidikan multikultural dalam perspektif agama
Articles 25 Documents
Kajian Etis-Pedagogi: Pembinaan Remaja Kristen di Era Kontemporer
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 1 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v1i4.70

Abstract

Perubahan sosial yang cepat pada era kontemporer, khususnya akibat perkembangan budaya digital, menghadirkan tantangan serius bagi pembinaan moral remaja Kristen. Realitas ini menunjukkan bahwa pembinaan etika di lingkungan gerejawi masih kerap bersifat normatif dan instruksional, sehingga kurang menyentuh dimensi reflektif dan kontekstual kehidupan remaja. Masalah penelitian ini terletak pada belum terintegrasinya secara utuh aspek etika dan pedagogi dalam pembinaan remaja Kristen, serta minimnya model pembinaan yang relevan dengan dinamika zaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan merumuskan model pembinaan remaja Kristen berbasis etis-pedagogis yang reflektif, dialogis, dan kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi etika sebagai proses pedagogis transformatif yang menempatkan remaja sebagai subjek moral yang aktif, bukan sekadar objek pembinaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan etis-pedagogis mampu memperkuat kesadaran moral, refleksi kritis, dan tanggung jawab sosial remaja, serta relevan untuk pengembangan praktik pembinaan remaja Kristen di era digital.
Ekoteologi Regeneratif sebagai Paradigma Pemulihan Ekologis: Model Teologis untuk Penanganan Sampah dalam Komunitas Gereja
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 1 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v1i4.71

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh krisis ekologis yang semakin nyata, khususnya persoalan sampah, yang tidak hanya bersifat teknis tetapi mencerminkan krisis spiritual dan moral manusia terhadap ciptaan. Gereja, sebagai komunitas iman, dipanggil untuk merespons krisis ini secara teologis dan praksis. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji bagaimana paradigma ekoteologi regeneratif dapat dioperasionalkan dalam kehidupan gereja sebagai bentuk kesaksian iman yang konkret melalui pengelolaan sampah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan teologis-kontekstual, melalui studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan pelayan gereja serta umat yang terlibat dalam praksis ekologis. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan ekoteologi regeneratif bukan hanya sebagai kerangka normatif-teoretis, tetapi sebagai praksis iman gerejawi yang mengintegrasikan dimensi liturgis, edukatif, dan sosial-transformasional dalam pengelolaan sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis gereja dapat menjadi locus teologis yang menumbuhkan metanoia ekologis dan memperkuat relasi antara iman, etika, dan tanggung jawab ekologis. Paradigma ekoteologi regeneratif menuntun gereja menjadi agen transformasi ekologis yang berkelanjutan dan kontekstual dalam karya pemulihan ciptaan.
Teologi Digital sebagai Fondasi Pembentukan Akuaktual dalam Kehidupan Generasi Z
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 1 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v1i4.72

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membentuk kehidupan generasi Z yang tumbuh dalam lingkungan serba terhubung dan didominasi oleh interaksi daring. Dunia digital memberi ruang bagi generasi Z untuk mengekspresikan diri, membangun relasi, serta mencari makna hidup. Namun, di sisi lain, ruang digital juga berpotensi membentuk identitas semu yang bergantung pada popularitas, citra diri, dan pengakuan publik, sehingga menjauhkan mereka dari kesadaran diri yang autentik sebagai ciptaan Allah (Imago Dei). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan analisis teologis terhadap sumber-sumber teologi Indonesia serta pemikiran teolog kontemporer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji peran teologi digital dalam menolong generasi Z membangun aktualisasi diri yang autentik dan berakar pada relasi dengan Allah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemahaman teologi digital sebagai kerangka reflektif untuk menafsirkan pengalaman digital generasi Z dalam terang doktrin Imago Dei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teologi digital dapat membantu generasi Z mengintegrasikan iman dengan kehidupan daring, mengolah pengalaman digital secara rohani, serta membangun identitas spiritual yang autentik dan bertanggung jawab.
Belas Kasih Gereja menurut Ronald J. Sider sebagai Dasar Liturgi dan Diakonia
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 1 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v1i4.79

Abstract

Penelitian ini berlatarbelakangi gereja sering terjebak dalam pemisahan antara aspek spiritual (liturgi) dan tindakan sosial (diakonia). Di satu sisi, liturgi sering kali dianggap sebagai seremonial formal yang hanya berlangsung di ruang ibadah, sementara di sisi yang lain, diakonia sering kali diterapkan sebagai tindakan amal yang kurang memiliki dasar teologis yang kuat. Fenomena kemiskinan yang terstruktur dan ketidakadilan sosial mendesak gereja untuk merevisi pemahaman identitasnya. Pemikiran Ronald J. Sider memberikan sudut pandang “belas kasih” yang tidak hanya emosional tetapi juga bersifat struktural dan menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep belas kasih dalam pandangan teologi Ronald J. Sider. Mengembangkan konsep belas kasih tersebut sebagai jembatan teologis yang menghubungkan liturgi dan diakonia. Merumuskan penerapan praktis bagi gereja dalam menjalankan misi yang komprehensif di tengah tantangan sosial dan ekonomi. Metode penelitian ini memanfaatkan pendekatan kualitatif melalui studi literatur. Analisis dilakukan pada karya-karya utama Ronald J. Sider, khususnya yang berkaitan dengan keadilan sosial dan gaya hidup sebagai orang Kristen. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis serta diinterpretasikan melalui sudut pandang teologi praktis untuk menemukan relevansinya dengan praktik liturgi dan diakonia saat ini. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian pemikiran etika sosial Sider ke dalam konteks liturgis. Sementara pemikiran Sider umumnya dibahas dalam konteks sosiologi agama atau etika ekonomi, penelitian ini secara khusus menjadikan “belas kasih” sebagai fondasi liturgi. Ini mengubah cara pandang liturgi dari hanya “ibadah vertikal” menjadi “perayaan keadilan” yang mendorong tindakan diakonia yang transformatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa belas kasih menurut Ronald J. Sider adalah bentuk ketaatan yang radikal kepada Kristus yang perlu termanifestasi dalam dua arah: Dalam Liturgi: Belas kasih berfungsi sebagai jiwa yang menghidupkan sakramen dan pemberitaan firman, sehingga ibadah bukanlah penghindaran dari dunia, melainkan pengutusan untuk menjangkau dunia. Dalam Diakonia: Belas kasih mengangkat diakonia dari sekadar bantuan sementara menjadi perjuangan untuk keadilan bagi orang-orang miskin. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa liturgi yang sejati harus menghasilkan diakonia, dan diakonia yang hakiki merupakan wujud dari liturgi yang hidup. Keduanya dihubungkan oleh satu.
Gereja Virtual dan Komunitas Digital: Transformasi Iman dalam Ekosistem Media Sosial
Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar Vol. 1 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen : Arastamar
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Arastamar Grimenawa J

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63536/arastamar.v1i4.94

Abstract

Perkembangan media sosial telah melahirkan gereja virtual sebagai ruang baru bagi praktik keberimanan dan pembentukan komunitas iman. Fenomena ini menimbulkan persoalan mengenai bagaimana iman dijalani, komunitas dibangun, serta otoritas rohani dimaknai dalam ekosistem digital yang dikendalikan oleh logika algoritma. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi iman dalam gereja virtual serta implikasinya terhadap relasi komunitas, otoritas rohani, dan ketahanan sosial umat beriman di era media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis kritis terhadap literatur teologi, sosiologi agama, dan kajian media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gereja virtual tidak sekadar menjadi sarana ibadah daring, melainkan membentuk komunitas digital yang bersifat cair, terdesentralisasi, dan lintas batas. Algoritma media sosial berperan signifikan dalam membentuk pengalaman iman, distribusi otoritas rohani, serta pola interaksi jemaat. Selain itu, komunitas digital terbukti berfungsi sebagai ruang ketahanan sosial yang memungkinkan umat beradaptasi di tengah disrupsi teknologi. Novelty penelitian ini terletak pada pemahaman gereja virtual sebagai komunitas iman yang hidup dalam logika algoritmik media sosial, sehingga transformasi iman dipahami sebagai perubahan struktural dalam relasi, otoritas, dan kehidupan beriman di era digital.

Page 3 of 3 | Total Record : 25