cover
Contact Name
Eko Prianto
Contact Email
eko_prianto@uny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
edukasielektro@uny.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Edukasi Elektro
ISSN : 25488252     EISSN : 25488260     DOI : -
Edukasi Elektro is a open access peer reviewed research journal that is published by Electrical Engineering Education Department - Faculty of Engineering - Yogyakarta State University. Edukasi Elektro is providing a platform for the researchers, academicians, professional, practitioners and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, case studies, literature reviews and book reviews on education.
Arjuna Subject : -
Articles 161 Documents
STRATEGI PENERAPAN ORGANIZATIONAL LEARNING UNTUK MEMBENTUK GURU PEMBELAJAR DI SEKOLAH Wiyono, Giri
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.345 KB) | DOI: 10.21831/jee.v1i1.15113

Abstract

Dalam era globalisasi saat ini, organisasi sekolah harus melakukan perubahan secara terus menerus dan kreatif, untuk mencari ide dan inovasi dengan cara menerapkan pembelajaran dalam organisasinya sehingga sekolah menjadi organisasi pembelajar (learning organization). Untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajar, maka guru sebagai tokoh utama di sekolah perlu mengembangkan dirinya menjadi guru pembelajar. Guru pembelajar merupakan guru yang selalu belajar dan mengembangkan potensi dirinya dan kapasitasnya sebagai seorang guru yang profesional. Pengembangan kapasitas guru sebagai guru pembelajar dapat dilakukan melalui strategi penerapan pembelajaran organisasional (organizational learning) di sekolah hingga terwujudnya sekolah sebagai organisasi pembelajar. Strategi penerapan pembelajaran organisasional di sekolah dapat dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu: (1) ketrampilan pembelajaran, (2) tingkat pembelajaran, dan (3) jenis pembelajaran. Dalam konteks organisasi pembelajar, sekolah perlu menerapkan pembelajaran organisasional untuk meningkatkan kemampuan guru-guru di sekolah menjadi guru pembelajar. Keberhasilan sekolah dalam membentuk guru pembelajar sangat ditentukan oleh kemampuan sekolah dalam mengembangkan sekolahnya menjadi organisasi pembelajar. Esensi dari organisasi pembelajar adalah belajar. Hanya sekolah yang mau mengembangkan institusinya menjadi organisasi pembelajar, mau belajar dan meningkatkan diri secara terus menerus akan menjadi sekolah yang unggul. Kata kunci: guru pembelajar, pembelajaran organisasional, organisasi pembelajar
PEMBELAJARAN BERBASIS TRAINER PENGENDALI ELEKTROMAGNETIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA Eliza, Fivia
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 2 No. 1 (2018): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 2, Nomor 1, 2018
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.165 KB) | DOI: 10.21831/jee.v2i1.19942

Abstract

AbstractThe problem in learning Electromagnetic Control System that implemented at SMKN 1 Padang is about media. This research is oriented because there are many students learning outcomes that still not reach the KKM at Electromagnetic Control System subject grade XI TITL in SMKN 1 Padang. There are many factor which influence the low of students learning outcomes such as learning process by using conventional method and media that used by teacher in learning are module and only use the whiteboard. Based on these factors, then conducted the research in experiment form to increase students learning outcomes by using learning media of electromagnetic control trainer. The method that use in this research is quasi experiment with Pretest-Posttest One Group Design. Subject of this research are students grade XI TITL A SMKN 1 Padang, which consist of 31 students. Data collecting in the research use objective test (Pretest-Posttest). The result of research indicated that there is an increasing of students learning at Electromagnetic Control System subject. Increasing occurs at high level (0,71) where 18 students are on high level and 13 others are on middle level increasing. Key words : Learning Media, Trainer, Electromagnetic Control System  AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang berpusat pada guru (teacher centered) yang mengakibatkan banyaknya hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM pada mata pelajaran Sistem Pengendali Elektromagnetik kelas XI TITL di SMKN 1 Padang. Banyak faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil belajar siswa diantaranya adalah proses pembelajaran dengan metode yang bersifat kovensional dan media yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran berupa modul dan menggunakan papan tulis saja. Berdasarkan faktor tersebut, maka dilakukan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan media trainer pengendali elektromagnetik. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan Pretest-Posttest One Group Design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI TITL A SMKN 1 Padang, yang terdiri dari 31 orang siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes (Pretest-Postest) berupa soal objektif. Soal tes yang digunakan terlebih dahulu dilakukan ujicoba untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Berdasarkan hasil ujicoba, diperoleh 25 item soal tes sebagai instrumen penelitian.Hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas XI TITL di SMKN 1 Padang pada mata pelajaran Sistem Pengendali Elektromagnetik. Peningkatan yang terjadi berada pada taraf tinggi (0,71), 18 orang siswa mengalami peningkatan taraf tinggi dan 13 siswa lainnya mengalami peningkatan taraf sedang. Kata kunci : media trainer, pengendali elektromagnetik, hasil belajar
MISI EMA (MIKROHIDRO IRIGASI UNTUK EKONOMI MANDIRI) PEMANFAATAN SALURAN IRIGASI SEBAGAI SUMBER ENERGI LISTRIK MANDIRI PADA BUDIDAYA BUNGA KRISAN DI "ASTHA BUNDA" KALIURANG Triantini, Dewi
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 2, Nomor 2, 2018
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.938 KB) | DOI: 10.21831/jee.v2i2.22462

Abstract

AbstractThe cultivation of chrysanthemum flower has increased along with the increasing of domestic and international market's demand. This flowers need the lighting more than 13 hours/day to grow vegetatively, while in tropic area like Indonesia, it can't fulfilled because the sun only shine for 12 hours (average) so that it require the additional lighting which is sourced from high powered TL lamp. That additional lighting is required to "˜create' long day in equator area around 3-4 hours with ligh intensity 32-108 lux. The most effective time to give the additional lighting is 10 pm "˜till 02 am. Watering with water pump has to be done routinely as of the cost of electricity increase. The cost of electricity in ASTHA BUNDA for a greenhouse is Rp.100.000/month. The goal of MISI EMA (Irrigation Microhydro for Independent Economy) is knowing MISI EMA design and work principle to help chrysanthemum farmer for supplying independent electricity source. The application of this technology is carried out at the association of chrysanthemum farmers ASTHA BUNDA in Jalan Kaliurang Km. 21 Pakembinangun, Pakem, Sleman The methods in this technology application program are analysis of field condition calculation, to design the device, to implement the device, and to monitor and evaluate the device performance to increase the productivity of chrysanthemum flowers. With this MISI EMA, electricity source for chrysanthemum flower can be covered. The cost of chrysanthemum flower production will be reduced because of the electricity source is not from PLN (State Electricity Enterprise) but it has been independent electricity source from MISI EMA Keywords : Mikrohydro, Electricity source, Irigation AbstrakBudidaya tanaman krisan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan pasar domestik maupun internasional terhadap bunga potong ini. Tanaman ini membutuhkan cahaya lebih dari 13 jam sehari untuk tetap tumbuh secara vegetatif, sedangkan didaerah tropis seperti Indonesia kebutuhan tersebut tidak dapat dipenuhi oleh cahaya matahari yang lamanya rata-rata 12 jam sehari sehingga perlu penambahan pencahayaan buatan yang bersumber dari lampu TL berdaya tinggi. Penambahan cahaya buatan untuk menciptakan kondisi hari panjang di daerah katulistiwa sekitar 3-4 jam dengan intensitas cahaya dengan kisaran 32-108 lux. Pemberian cahaya buatan paling baik antara pukul 22.00 sampai dengan 02.00 dini hari. Penyiraman dengan pompa air juga harus rutin dilakukan sehingga biaya pengeluaran listrik bertambah. Biaya pengeluaran listrik yang dikeluarkan oleh kelompok tani ASTHA BUNDA untuk setiap greenhouse rata-rata sebesar Rp.100.000 per bulan. Tujuan penerapan MISI EMA (Mikrohidro Irigasi untuk Ekonomi Mandiri), adalah untuk mengetahui desain alat MISI EMA, mengetahui unjuk kerja MISI EMA agar dapat membantu petani krisan dalam menyediakan sumber energi listrik mandiri. Penerapan teknologi ini dilaksanakan di asosiasi petani bunga krisan ASTHA BUNDA Jalan Kaliurang Km. 21 Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Sleman. Metode dalam program penerapan teknologi ini yaitu melakukan analisis perhitungan kondisi lapangan, melakukan perancangan, implementasi alat, monitoring dan evaluasi. Melalui alat MISI EMA ini, sumber tenaga listrik untuk kebutuhan bunga krisan di ASTHA BUNDA bisa dicover. Nantinya biaya produksi bunga krisan akan tereduksi karena sumber tenaga listrik tidak lagi membeli dari PLN melainkan sumber daya listrik yang mandiri dengan MISI EMA. Kata kunci : Mikrohidro, Sumber Listrik, Irigasi
PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS ANDROID UNTUK KOMPETENSI DASAR PENGUKURAN LISTRIK DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Vivi Melina SariS Sari; Faranita Surwi
Jurnal Edukasi Elektro Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 3, Nomor 2, 2019
Publisher : JPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.407 KB) | DOI: 10.21831/jee.v3i2.28892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui unjuk kerja multimedia berbasis android yang dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk kompetensi dasar pengukuran listrik; (2) mengetahui tingkat kelayakan multimedia berbasis android sebagai media pembelajaran untuk kompetensi dasar pengukuran listrik ditinjau dari aspek materi dan aspek media pembelajaran; (3) mengetahui tanggapan pengguna terhadap multimedia berbasis android yang dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk kompetensi dasar pengukuran listrik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian RnD (Research and Development). Model pengembangan penelitian menggunakan ADDIE. Hasil penelitin menunjukkan bahwa: (1) unjuk kerja produk yang dihasilkan secara keseluruhan dikategorikan “Sangat Baik”; (2) kelayakan multimedia interaktif berbasis android yang dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk kompetensi dasar pengukuran listrikdari aspek materi dikategorikan “Layak”, sedangkan kelayakan ditinjau dari aspek media dikategorikan “Sangat Layak”; (3) tanggapan pengguna terhadap multimedia berbasis android yang dikembangkan sebagai media pembelajaran untuk mata pelajaran untuk kompetensi dasar pengukuran listrik dikategorikan “Layak”.
PENGEMBANGAN MODEL EVALUASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO Supriyadi, M.Pd, Edy
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 1, Nomor 1, 2017
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.133 KB) | DOI: 10.21831/jee.v1i1.13254

Abstract

Kajian ini dimaksudkan untuk mengembangkan model atau sistem evaluasi yang tepat, dan sesuai untuk diterapkan guna meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan di program studi Pendidikan Teknik Elektro.            Metode pengkajian dilakukan melalui studi literatur, hasil-hasil penelitian yang relevan, dan peraturan perundangan yang berlaku. Pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan sistem, terutama pada aspek Input, Proses, dan Output.            Hasil pengkajian merekomendasikan kepada program studi Pendidikan Teknik Elektro untuk mengembangkan model evaluasi, terutama evaluasi/penilaian hasil belajar, evaluasi program, dan evaluasi diri. Model evaluasi mencakup: pembentukan/pemantapan tim evaluasi yang bisa dalam satu tim terpadu untuk ketiga jenis evaluasi tersebut, atau tim sendiri-sendiri (terpisah);  penyusunan program evaluasi; pengembangan sistem informasi untuk tingkat program studi; sosialisasi kepada semua pihak terkait; penyusunan perangkat/instrumen; pelaksanaan evaluasi yang bersifat sistematis dan berkelanjutan; analisis dan pelaporan, serta pemanfaatan hasil evaluasi untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan..Kata kunci:  Model Evaluasi Pendidikan Teknik elektro
ANALISIS EFISIENSI GENERATOR PADA WIND TURBINE Priyaningsih, Nuraini
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 1, Nomor 2, 2017
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1039.315 KB) | DOI: 10.21831/jee.v1i2.17420

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan pembangkit listrik tenaga bayu sebagai sumber energi alternatif untuk menghasilkan energi yang efisien, efektif dan handal. Alat ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan energi di daerah belum dijangkau PLN dan tidak berpengaruh terhadap cuaca sehingga dapat menghasilkan energi yang optimal. Alat ini dibuat dalam beberapa tahapan yaitu (1) verifikasi potensi kecepatan dan arah angin, (2) rencana penggunaan beban, (3) generator yang digunakan, dan (4) tahap uji generator. Tahap uji generator terdiri dari: (1) uji tahann isolasi, (2) pengujian polarisasi index, (3) pengujian tegangan lebih (4) pengujian step voltage. Alat ini bekerja menggunakan generator AC 3 phase. Salah satu jenis generator generator adalah generaror arus bolak balik untuk mengubah tenaga makanis menjadi tenaga listrik. Sumber penggerak dari generator tersebut menggunakan sumber energi angin. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa alat kincir Angin ini dapat bekerja dengan baik. Hal tersebut ditunjukan oleh hasil uji alat dengan baik dan data dapat terpenuhi. Efisiensi generator maksimum dan minimum yang dihasilkan berturut-turut adalah 20,68% dan 3,10%. Kata Kunci : angin, sumber energi, efisiensi generator
PENYELENGGARAAN PENILAIAN HASIL BELAJAR SMK RUJUKAN PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK KETENAGALISTRIKAN DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA EDY Supriyadi
Jurnal Edukasi Elektro Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 3, Nomor 2, 2019
Publisher : JPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.328 KB) | DOI: 10.21831/jee.v3i2.29119

Abstract

This study aims to determine the implementation of the assessment of learning achievement on SMK Rujukan at Expertise Program of Electrical Engineering. The data sources of this study were school leaders (school principals, vice principals and heads of departments), teachers, and students on 5 SMK’s in Yogyakarta Province. Sample respondents were 8 (Principals/Vice Principals), 39 teachers, and 70 students. The results showed that in general the assessment of students learning achievement on SMK’s was fairly good. Based on the analysis of data from the teacher through the questionnaire, in the aspect of Planning Assessment obtained a mean value of 142.17 (72.66%), and a Standard Deviation of 16.23, fairly good. In the Instrument Development aspect, a mean value of 72.07 (75.07%) and a Standard Deviation of 6.23 was classified as fairly good. In the aspect of the Implementation of the Assessment, the mean value was 90.51 (68.56%), and the Standard Deviation was 10.89, which was fairly good. In the aspects of Usage and Reporting of Assessment Results, the average value is 70 (70%), and the Standard Deviation is 8.72, including fairly good. The assessment system of students’ learning achievement for SMK Rujukan in Yogyakarta still needs a lot of improvement
SEPEDA STATIS SEBAGAI PEMBANGKIT ENERGI LISTRIK ALTERNATIF DENGAN PEMANFAATAN ALTERNATOR BEKAS Al Amin, Mursyid
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 1 No. 2 (2017): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 1, Nomor 2, 2017
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.467 KB) | DOI: 10.21831/jee.v1i2.17415

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk merancang dan membuat alat mekanik pada sepeda statis yang digunakan untuk menggerakkan alternator serta mengetahui unjuk kerja alat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode rancang bangun yang meliputi beberapa tahapan yaitu (1) analisis kebutuhan, (2) perancangan sistem, (3) pembuatan alat, dan (4) pengujian unjuk kerja alat. Alat ini bekerja menggunakan sumber tenaga manusia dengan cara mengayuh sepeda statis sehingga dapat memutar alternator untuk menghasilkan tegangan yang kemudian disimpan dalam elemen penyimpanan energi listrik (baterai). Energi listrik yang tersimpan dalam baterai dapat digunakan untuk melayani peralatan elektronik rumah tangga sederhana yang tidak memiliki daya listrik terlalu besar. Berdasarkan hasil pengujian selama 20 menit yang telah dilaksanakan maka dapat disimpulkan bahwa alat sistem pembangkit energi listrik alternatif ini dapat bekerja dengan baik pada putaran 2000 rpm sampai dengan 3600 rpm dan menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 14,43 volt serta arus pengisian rata-rata sebesar 1,65 ampere. Kata Kunci : Sepeda statis, Alternator, Akumulator, energi alternatif
PENGEMBANGAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA PICO-HYDRO DENGAN MEMANFAATKAN ALTERNATOR UNTUK MEMBANTU PENERANGAN JALAN SEPUTARAN KEBUN SALAK Alipan, Nurva
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 2, Nomor 2, 2018
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.266 KB) | DOI: 10.21831/jee.v2i2.22457

Abstract

AbstractThe final project is aimed at realizing a Pico-hydro Power Plant that can be used for street lighting around the salak garden, as well as find out the performance of the pico-hydro power plant which can be used for electrical energy needs such as street lighting. Design and manufacture of pico-hydro power plant requires several supporting components such as: (a). Pelton type turbine; (b). 3 phase AC generator; (c). Accumulator 12volt 3.5Ah; (d). 3 phase full phase rectifier circuit; (e). Charger control regulator circuit; (f). Inverter circuit; And (g). Energy saving lamps. The process of the beginning includes: (a). Analyzing the needs of both equipment and materials needs, (b). Do the design process, (c). Design of Pico Hydro Power Plant (PLTPH), (d). Testing tool. Based on the performance test results, Pico-Hydro Power Station can work well. This can be seen from the indicators of high water flow discharge can rotate the turbine quickly during the rainy season the flow of water will be higher turbine will also spin faster. Water discharge is very influential on the rotation of the generator, if the water discharge is high then the charging will be faster. Conversely when the water discharge decreases the charging will be long. The average water discharge of 0.061 - 0.065 can rotate the 371 rpm generator producing an average voltage of 17.5 volts. At a voltage generated from an inverter of 220 Volts can supply a number of 5-sized lamps 15 Watt. The result of the generator test produces a voltage of 12 V AC with a current of 2 Ampere converted to an inverter DC voltage to AC to 220 V with 100 Watt power. Keywords : pico-hydro, 3 phase AC generator,  water discharge AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merealisasikan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Pico-hydro yang dapat digunakan untuk penerangan jalan seputaran kebun salak, serta mengetahui unjuk kerja dari pembangkit listrik tenaga pico-hydro yang nantinya dapat digunakan untuk kebutuhan energi listrik seperti penerangan jalan. Perancangan dan pembuatan pembangkit listrik tenaga pico-hydro membutuhkan beberapa komponen pendukung diantaranya: a). turbin berjenis pelton; b). generator AC 3 fasa; c). accumulator 12volt 3,5Ah; d). rangkaian penyearah gelombang penuh 3 fasa; e). rangkaian charger control regulator; f). rangkaian inverter; dan g). lampu hemat energi. Proses pembuatan alat, meliputi: a). menganalisis kebutuhan baik kebutuhan alat dan bahan, b). melakukan proses perancangan, c). pembuatan desain Pembangkit Listrik Tenaga Pico Hydro (PLTPH), d). pengujian alat. Berdasarkan hasil uji kinerja, Pembangkit Listrik Tenaga Pico-Hydro dapat bekerja dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari indikator debit aliran air yang tinggi dapat memutar turbin dengan cepat. Saat musim hujan aliran air akan semakin tinggi sehingga turbin juga akan berputar lebih cepat. Debit air sangat berpengaruh terhadap putaran generator, jika debit air tinggi maka pengisian akan lebih cepat. Sebaliknya saat debit air menurun pengisian akan lama. Debit air rata-rata 0,061 - 0,065 dapat memutar generator 371 rpm menghasilkan tegangan rata-rata 17,5 volt. Pada tegangan yang dihasilkan dari inverter sebesar 220 Volt dapat mensuplai sejumlah lampu 5 berukuran 15 Watt. Hasil pengujian generator menghasilkan tegangan 12 V AC dengan arus 2 Ampere dikonversi ke inverter tegangan DC ke AC menjadi 220 V dengan daya 100 Watt. Kata kunci: pico-hydro, generator AC 3 fasa, debit air
"Smart Turtle Egg Incubator" (STUR EGI) Bertenaga Surya untuk Meningkatkan Keberhasilan Penetasan Telur Penyu Wibawa, Wisnu Alfianta; Prianto, Eko
Jurnal Edukasi Elektro Vol. 3 No. 1 (2019): Jurnal Edukasi Elektro, Volume 3, Nomor 1, 2019
Publisher : DPTE FT UNY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.157 KB) | DOI: 10.21831/jee.v3i1.26096

Abstract

Penyu merupakan salah satu hewan yang sangat langka dan dilindungi.  Menurut artikel yang ditulis oleh Wilujeng Kharisma dalam pikiran-rakyat.com, jumlah populasi penyu saat ini terus menurun tiap tahunnya. Tercatat oleh WWF sejak tahun 2012 – 2017 populasi penyu keseluruhan hanya sekitar 1.385 hingga 2.062 ekor. Kondisi iklim yang meningkat diatas 29 derajat celcius menyebabkan sebagian besar tukik yang menetas berkelamin betina sehingga penyu betina susah untuk mencari pasangannya. Penciptaan inovasi "Smart Turtle Egg Incubator" (STUR EGI) bertujuan untuk meningkatkan keberhasilan penetasan telur penyu dan menyeimbangkan ekosistem penyu yang hampir punah. Metode yang kami gunakan untuk melaksanakan PKM ini adalah menggunakan metode perancangan, proses pelaksanaan dan evaluasi. Cara kerja alat ini menggunakan Arduino Mega sebagai mikrokontroler serta Solar Cell sebagai penyuplai daya. Sensor suhu dan kelembaban digunakan sebagai input yang mengirim data untuk menyetel peltier, kipas, dan pompa air untuk menjaga suhu dan kelembaban. Selain dapat menjaga suhu dan kelembaban secara otomatis alat ini juga dapat mengatur jenis kelamin dari telur yang ditetaskan.

Page 5 of 17 | Total Record : 161