cover
Contact Name
Isa Mukti Widodo
Contact Email
jurnal.sleman@gmail.com
Phone
+6282242919374
Journal Mail Official
jurnal.sleman@gmail.com
Editorial Address
Jalan Parasamya No.1, Beran, Tridadi, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Pangripta Sembada: Jurnal Perencanaan Pembangunan
ISSN : -     EISSN : 30903173     DOI : https://doi.org/10.64174/jps
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan adalah media penulisan artikel terkait perencanaan pembangunan yang dikelola oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sleman. Jurnal ini menerima naskah artikel penelitian dan hasil penelitian dari masyarakat umum, perguruan tinggi, lembaga, pemerintah, dan elemen lain dari berbagai bidang dengan tujuan untuk meningkatkan inovasi dan daya saing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025" : 6 Documents clear
RANCANG BANGUN SISTEM KONTROL GEMPA DOUBLE SENSING ALGORITMA LOS-NLOS DI KABUPATEN SLEMAN Dhita Pratama Putra
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.20

Abstract

Indonesia terletak di Cincin Api Pasifik, yang memiliki risiko tinggi terjadinya gempa bumi. Provinsi Yogyakarta, khususnya Kabupaten Sleman, termasuk wilayah rawan gempa karena berada di titik pertemuan zona megathrust, sesar Opak, dan zona subduksi. Penelitian ini bertujuan menciptakan sistem kontrol gempa bumi double sensing berbasis IoT menggunakan algoritma LOS-NLOS untuk transmisi sinyal dan penentuan radius gempa yang terintegrasi dengan aplikasi dan situs web berbasis model 3-tier. Sistem ini dirancang dengan menggunakan Real Time Seismic Amplitude Measurement (RSAM) dan accelerometer untuk mendeteksi jenis gempa tektonik atau vulkanik melalui nilai seismik dan pergeseran tanah, serta dilengkapi buzzer alarm sebagai tanda bahaya. Sistem bekerja selama 24 jam menggunakan sel surya monocrystalline berdaya 10.000 mAh dari powerbank dengan step down untuk efisiensi daya. Pengembangan sistem dilakukan dengan model Research and Development Borg and Gall, uji validasi dan kalibrasi menggunakan alat standar, serta pengujian aplikasi dan situs web melalui metode System Usability Scale (SUS). Hasil uji menunjukkan korelasi 0,9–1 dengan akurasi nilai error ± 1,035. Sistem ini mendukung tujuan SDGs Pilar 11 untuk menciptakan lingkungan aman dan berkelanjutan, serta diharapkan mampu menurunkan risiko korban jiwa akibat gempa bumi, khususnya di Kabupaten Sleman.
WISATA RELIGI, DESA WISATA, DAN WISATA MINAT KHUSUS: DINAMIKA KEPARIWISATAAN DI DESA WISATA TURGO-MERAPI Eko Sugiarto; Kiki Rizki Makiya; Novi Irawati
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan menyajikan dinamika pembangunan kepariwisataan yang terjadi di Desa Wisata Turgo-Merapi. Dinamika ini merujuk kepada perubahan, perkembangan, dan interaksi yang terjadi dalam pengembangan pariwisata di Desa Wisata Turgo-Merapi. Perspektif yang digunakan ada tiga, yaitu wisata religi, desa wisata, dan wisata minat khusus. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa wisata ziarah adalah bentuk pariwisata awal yang ada di Turgo. Model ini kemudian berkembang menjadi wisata religi. Dalam konteks wisata religi, wisatawan berkunjung tidak semata-mata untuk tujuan berziarah, melainkan ada tujuan rekreasi. Seiring dengan pariwisata yang terus berkembang di Turgo, muncul kelembagaan berupa desa wisata. Keberadaan desa wisata mendorong masyarakat terlibat dalam kegiatan pariwisata. Hal ini memunculkan paket-paket wisata baru di Turgo dengan segmen pasar yang memiliki minat atau tujuan khusus mengenai suatu jenis objek atau kegiatan, baik dari aspek lingkungan fisik, sosial, maupun budaya di Turgo yang secara umum dikenal dengan istilah wisata minat khusus.
KEPEMIMPINAN KOLABORATIF DAN PARTISIPASI SUBSTANTIF KUNCI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM KAMPUNG IKLIM PADUKUHAN JOHO Siti Sumaryatiningsih; Yorri Kusuma Nugraha
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.25

Abstract

Perubahan iklim menjadi tantangan global yang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk di Padukuhan Joho, Kalurahan Condong Catur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman. Kawasan ini turut mengalami dampak yang signifikan dari perubahan iklim, seperti banjir, kekeringan, dan bentuk perubahan cuaca  lainnya, yang mempengaruhi kehidupan masyarakat setempat. Oleh karena itu, pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting dalam menghadapi situasi dan kondisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi pemberdayaan masyarakat yang efektif melalui pengelolaan Kampung Iklim Joho beserta kontinuitas atas program yang telah dijalankan. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan data yang diperoleh melalui wawancara, focus group discussion, observasi, dan studi pustaka. Triangulasi data dilakukan untuk memastikan validitas dan keabsahan data. Pemilihan informan dengan purposive sampling dalam hal ini dukuh, Ketua RW, dan pengelola kampung iklim. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa program adaptasi dan mitigasi akan perubahan iklim berlangsung secara organik jauh sebelum proklim diluncurkan sebagai program nasional. Keberhasilan Proklim Joho ditopang oleh kekuatan inisiatif lokal yang berakar pada kepemimpinan inklusif, adaptif dan kolaboratif serta partisipasi aktif masyarakat. Dukungan kebijakan lokal dan nasional serta kolaborasi lintas sektor memperkuat upaya adaptasi dan mitigasi serta memastikan keberlanjutan program. Joho berhasil meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan adaptasi lingkungan, seperti pengelolaan sampah, konservasi air, dan penghijauan. Masyarakat Padukuhan Joho berdaya karena telah memenuhi 7 tujuan pemberdayaan masyarakat yaitu better institution, better business, better income, better environment, better living, dan terakhir better community.
MENUJU TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH DI YOGYAKARTA: SOLUSI BERKELANJUTAN MELALUI KOLABORASI MULTI-STAKEHOLDER Priyaji Agung Pambudi
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.33

Abstract

Persoalan sampah semakin mendesak, terutama bagi Indonesia yang menjadi negara penghasil sampah kelima terbesar di dunia. Di Yogyakarta, krisis ini memuncak pasca penutupan TPA Piyungan pada April 2024 yang menyebabkan penumpukan dan pembuangan liar. Dominasi sampah rumah tangga dan sisa makanan memperburuk situasi karena tidak tertangani secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis data sekunder dan wawancara mendalam untuk menelaah dinamika pengelolaan sampah di Yogyakarta, serta mengeksplorasi faktor sosial, kultural, dan manajerial yang mempengaruhi. Pada 2023, hanya 40,47% sampah tertangani, sementara produksi meningkat 8,61% pasca-pandemi. Sampah sisa makanan menurun 16,4%, namun sampah plastik naik 11,04%. Sebanyak 39% warga tidak memilah sampah dan 29% mengabaikan prinsip 3R. Ketergantungan pada petugas kebersihan dan rendahnya kesadaran individu mencerminkan masalah budaya. Sistem yang ada belum mampu mengatasi lonjakan timbulan, terutama saat liburan. Dibutuhkan pendekatan komunitas, penguatan kelembagaan lokal, optimalisasi TPST, teknologi tepat guna, edukasi publik, dan dinergi lintas sektor. Transformasi berbasis budaya lokal, kolaborasi lintas sektor, dan edukasi penting untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan di Yogyakarta.
SPATIAL FRUITS PRODUCTION CONCENTRATION ACROSS DISTRICTS IN SLEMAN REGENCY Fathan Aldi Rivai
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.34

Abstract

Population growth and changes in consumption patterns make fruits a strategic commodity in supporting food security and independence, as well as regional economic growth. Fruit production tends to be geographically concentrated, creating efficient production clusters. Indonesia has edaphic and climatic conditions that support the development of fruit production. Data-based development strategies and agglomeration analysis are needed to strengthen production clusters and realize sustainable regional development. This study aims to identify and analyze the spatial concentration of fruit production in Sleman Regency. The research materials consist of fruit production data in quintal units. Data analysis includes Locational Quotient (LQ), Localization Index (LI) and Specialization Index (SI). The units of analysis are sub-districts in Sleman Regency. The results showed that Sleman Regency produced 802,998 quintals of fruit in 2023, with salak as the commodity with the highest productivity, especially in Turi District. Minggir District showed the highest LQ value for mango, Cangkringan for durian, Sleman District for orange, Godean for banana, Ngemplak for papaya, Mlati for jackfruit and rambutan for Berbah. In interpreting the concentration of fruit production based on LI and specialization or diversification based on SI, it is necessary to confirm the data on fruit products of the analysis material. Generally, fruit production is concentrated in certain districts and most districts have unique fruit commodities. Fruit production in Sleman Regency shows a concentrated spatial pattern with superior commodity clusters, especially salak in Turi District. This pattern opens up opportunities for the development of regional-based fruit center areas. Strengthening production, mitigating pest attacks, and improving infrastructure are needed for efficient collection and distribution of harvest results.
PERAN COMPANY MANAGEMENT DALAM DAYA SAING PETERNAK SAPI PERAH DI KAPANEWON CANGKRINGAN, KABUPATEN SLEMAN Sulasmi Sulasmi; Eni Kartika sari
Pangripta Sembada : Jurnal Perencanaan Pembangunan Vol 2 No 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Sleman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64174/jps.v2i1.37

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran company management dalam meningkatkan daya saing peternak sapi perah di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman. Peternak sapi perah di daerah ini menghadapi berbagai tantangan seperti terbatasnya akses pasar, rendahnya harga jual susu, minimnya adopsi teknologi, dan lemahnya posisi tawar. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan focus group discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi company management yang efektif mampu meningkatkan daya saing peternak melalui empat aspek utama: penguatan kelembagaan koperasi susu, pengembangan kapasitas SDM peternak, aplikasi teknologi tepat guna, dan pengembangan rantai nilai produk susu. Intervensi manajemen pada aspek-aspek tersebut terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan produktivitas, efisiensi biaya produksi, dan nilai tambah produk. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pendampingan berkelanjutan dan penguatan kemitraan multi-stakeholder untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan sapi perah di Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6