cover
Contact Name
asir Sidiq
Contact Email
dpu-drpps@ums.ac.id
Phone
+6281226371967
Journal Mail Official
profetika@ums.ac.id
Editorial Address
Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Ahmad Yani, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, 57169
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Profetika: Jurnal Studi Islam
ISSN : 14110881     EISSN : 25414534     DOI : 10.23917
Profetika: Jurnal Studi Islam is a scientific journal published by the Postgraduate Program of Universitas Muhammadiyah Surakarta. It aims to serve as an academic platform for publishing original and innovative research findings in the field of Islamic Studies. The primary focus of this journal is to support the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) through multidisciplinary and interdisciplinary studies related to Islamic Studies.
Articles 243 Documents
PENGKADERAN ORANG TUA TERHADAP ANAK DI MUHAMMADIYAH: STUDI PADA KELUARGA DI PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH CAKRU JEMBER Safrizal Muhammad Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16672

Abstract

Meskipun peran kader orang tua terhadap anak sangat strategis dalam membentuk manusia yang baik dan berkualitas, penelitian tentang kader orang tua terhadap anak dalam organisasi Muhammadiyah sampai saat ini masih sedikit. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap proses pengkaderan orang tua terhadap anak dalam organisasi Muhammadiyah, tujuan pengkaderan dalam keluarga, hubungan pola asuh dalam keluarga dengan proses pengkaderan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif fenomenologis dengan orang tua dan anak dari 3 keluarga di Pimpinan Cabang Muhammadiyah Cabang Cakru Jember. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus yang dianalisis secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkaderan yang dilakukan oleh orang tua bervariasi bahkan dalam menerapkan pola asuh yang ditemukan bersifat lunak dimana orang tua menggunakan salah satu dari dua gaya asuh (gaya asuh campuran). Dengan kata lain, orang tua tidak semata-mata menerapkan salah satu pola asuh dalam mendidik anaknya menjadi kader aktif organisasi otonom Muhammadiyah. Tidak semua pola asuh yang diterapkan orang tua kepada anaknya bersifat negatif. Dalam situasi dan kondisi yang sama di mana orang tua ingin menunjukkan otoritasnya, gaya pengasuhan otoriter atau permisif dapat diterapkan. Dalam penelitian ini, partisipan berbagi pengalaman dalam proses pengkaderan Muhammadiyah dalam lingkup keluarga dan hambatan yang dialami keluarga selama terlibat aktif di Muhammadiyah. Temuan penelitian ini dapat menjadi referensi yang berguna dalam bidang Psikologi Pendidikan Islam dalam memahami peran orang tua sebagai faktor penting kader keluarga dalam organisasi Muhammadiyah.
HUKUM BERJENGGOT DALAM ISLAM: KAJIAN TERHADAP FENOMENA JENGGOT SEBAGAI FASHION DALAM TEORI SOSIAL Septevan Nanda Yudisman
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16673

Abstract

Jenggot adalah hal alami bagi kaum Adam, layaknya kumis atau jambang, Seakan jenggot selalu pasti merujuk pada kesan teroris atau kelompok Islam radikal.Banyak kasus di dunia nyata, di berbagai belahan dunia, diskriminasi jenggot ini menjadi masalah yang serius. jenggot (lihyah) adalah nama rambut yang tumbuh pada kedua pipi dan dagu. Jadi, semua rambut yang tumbuh pada dagu, di bawah dua tulang rahang bawah, pipi, dan sisi-sisi pipi disebutlihyah(jenggot) kecuali kumis. Memelihara dan membiarkan jenggot juga merupakan syariat Islam dan sunnah Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam. fashion jenggot laki-laki yang satu ini sekarang ini lagi berkembang dan sangat diminati , jenggot dimaksudkan sebagai tanda ke-macho-an kaum pria. Ini alasan yang sangat masuk akal. Laki-laki memang memiliki hormon rambut-rambut dan bulu di wajah facial hair yang sejak dari jaman dahulu telah digunakan sebagai sarana menunjukkan ketampanan, kedewasaan, dan pesona laki-laki di mata kaum Hawa. Jenggot bukan hanya sekedar perintah dari hukum agama, namun lebih dari itu, memelihara jenggot bermanfaat untuk kesehatan. memelihara jenggot terbukti ilmiah dapat menyehatkan. Lebih-lebih dalam hal mencukur jenggot ini, ada unsur-unsur menentang fitrah dan menyerupai perempuan. Sebab jenggot adalah lambang kesempurnaan laki laki dan tanda yang membedakannya dengan perempuan.
MAKANAN HALAL PERSPEKTIF MAJLIS ULAMA INDONESIA (MUI) DI KOTA PALANGKA RAYA Ahmad Dhea Satria
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16694

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini berkembang sangatlah pesat, demikian juga terhadap makanan yang mana saat ini sangat banyak sekali produk-produk makanan yang beredar disekitar kita. Untuk seorang muslim hendaknya mewaspadai atau memperhatikan makanan yang hendak dimakannya, karena hal tersebut merupakan perintah agama Islam. Makanan merupakan suatu kebutuhan pokok bagi manusia. Dalam memilih makanan, kebanyakan konsumen lebih mengutamakan cita rasa makanan dan kurang memperdulikan kehalalannya. Sejalan dengan ajaran syariah Islam konsumen Muslim menghendaki agar produk-produk yang akan dikonsumsi terjamin kehalalannya dan kesuciannya. Dalam ketentuan halal, haram, thayyib, dan syubhat terkandung nilai spritual serta mencerminkan keluhuran budi pekerti dan akhlak seseorang. Oleh karenanya, syariah Islam menaruh perhatian yang sangat tinggi dalam menentukan makanan mimunan itu halal, haram, atau meragukan (syubhat).
PERSPEKTIF ISLAM TENTANG TEORI KONEKSIONISME DALAM PEMBELAJARAN S Saifudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16696

Abstract

Faktor penting keberhasilan belajar seseorang adalah metode belajarnya. Untuk kepentingan tersebut para ahli dan ilmuan mengembangkan pelbagai konsep, bentuk dan model metode belajar. Dalam pelbagai literatur disebutkan bahwa metode-metode belajar yang dikembangkan adalah sebagai berikut, yaitu: Psikologi Klasik, Psikologi Daya, Mental State, Behaviorisme, Koneksionisme, Psikologi Gelstalt, dan Psikologi Filed Theory.Dari tujuh metode tersebut, teori atau metode belajar koneksionisme banyak dikaji dan diaplikasikan oleh orang tua, guru/dosen sebagai pendidik anak-anak didiknya serta masyarakat pada umumnya.Secara empiris, konsep belajar koneksionisme banyak dipraktekkan pada semua tingkat pendidikan, baik pada level pendidikan dasar, menengah, maupun pendidikan tinggi. Konsep atau teori belajar koneksionisme dikembangkan oleh Edward Lee Thorndike (1874-1949). Sebagai pakar psikologi Pendidikan, Thonndike dalam mengembangkan teorinya melakukan pelbagai macam ekspirimen yang mengkombinasikan kajian psikologi dan biologi. Oleh karena itu secara epistemologis, teori dan hasil kajiannya sarat dengan metode-metode ilmiah khas Barat.Kendati demikian, teori belajar koneksionisme tersebut telah banyak dipraktekkan di dunia pendidikan, termasuk pendidikan Islam. Agar para orang tua dan guru/dosen tidak terjebak pada koneksionisme an sich, diperlukan kajian kritis atas teori tersebut dalam perspektif Islam.Masalah pokok yang dikaji dalam penelitian adalah apa dan bagaimana konsep/teori koneksionisme dikembangkan dalam pembelajaran dan bagaimana pandangan Islam atas teori tersebut.
UPAYA MENGURANGI KECEMASAN KOMUNIKASI PADA MAHASISWA DALAM MENGHADAPI UJIAN SEMINAR TESIS Almardliyatul Wardatun Nisa A; Nurul Yamin; Muhammad Samsudin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16698

Abstract

Pentingnya mengetahui kecemasan komunikasi terhadap rekan mahasiswa yang tengah dilanda kecemasan, tentu dalam hal ini tindakan antisipatif tak akan mampu bisa dilakukan tanpa diketahui penyebab serta dampak dari kecemasan komunikasi. Namun pada dasarnya kecemasan komunikasi bisa ditanggulangi oleh beberapa upaya mengurangi kecemasan komunikasi dari faktor internal individu itu sendiri. Dalam proses menghadapi ujian proposal ataupun tesis, karena ujian tesis sendiri adalah hasil yang diujikan dalam sebuah seminar di depan tim penguji dengan tujuan untuk menilai kelayakan penelitian dan kemampuan atau penguasaan mahasiswa dalam melaksanakan penelitian sesuai bidang kajian/topik yang telah dipilih. Dalam ujian seminar tesis seringkali menghadapi kecemasan seperti perasaan gugup atau rasa ketakutan yang dialami mahasiswa ketika berbicara dengan lawan bicara yang disini adalah dosen penguji, mereka mengalami ketakutan atau kekhawatiran akan gagalnya meyakinkan diri dihadapan dosen penguji. Tujuan penelitian ini adalah menjadapatkan gambaran tentang upaya-upaya dalam mengurangi kecemasan komunikasi mahasiswa dalam menghadapi ujian seminar tesis. Adapun upayanya seperti membuat catatan kecil, berlatih dengan teman, berlatih didepan cermin. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan subjek mahasiswa yang akan menghadapi ujian seminar tesis dengan tehnik wawancara secara mendalam dengan menggunakan analisis triangulasi yaitu multi metode untuk saling mendukung dalam memperoleh data dan melakukan memperdalam secara lebih jauh dari seseorang atau beberapa informan dalam aspek yang sama serta terkait.
KONSEP DAN FILOSOFI HIDAYAH: STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DENGAN LATAR BELAKANG BERBEDA Imamul Arifin; Maharani Ayu Shinta Devi; Shafira Zelinda ‘Ainiyatur rohmah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16699

Abstract

Penelitian ini didasari oleh hidayah yang menjadi pemahaman kebanyakan umat Islam bahwa istilah hidayah selalu dihubungkan dengan datangnya dari Allah Swt semata, padahal jika ditinjau dari segi bahasa pengertian hidayah diartikan sebagai petunjuk, bimbingan, arahan, keterangan dan kebenaran. Dari istilah bahasa hidayah bisa datang dengan banyak cara akan tetapi harus diimbangi oleh usaha manusia itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data yang dilakukan dengan observasi (pengamatan), wawancara kepada narasumber dengan latar belakang yang berbeda-beda, dan yang terakhir studi literatur. Hidayah juga berpengaruh pada keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan di akhirat, cara dan sikap kita untuk mendapatkan hidayah tersebut. Sehingga, barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah SWT untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorang pun yang mampu mencelakakannya. Sebagai makhluk ciptaan Tuhan, manusia memiliki jiwa sebagai penyempurna manusia itu sendiri, yang mana jiwa itu sebagai alat yang dipergunakan untuk mencari hidayah Allah S.W.T. Jiwa itu pada awalnya dalam keadaan situasi yang sama dalam menerima dua jalan iaitu kebaikan dan keburukan. Akan tetapi Allah S.W.T memberi sesuatu yang teramat penting berupa akal pikiran untuk memikirkan dan menimbang dua jalan tersebut. Hidayah tidak dapat dibeli, tapi ini adalah nikmat Allah S.W.T yang hanya dianugerahi kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, maka dari itu seseorang akan mendapatkan hidayah karena memang mereka mempersiapkan dirinya.
PANDANGAN ISLAM TENTANG WANITA KARIR DAN IBU RUMAH TANGGA DALAM BINGKAI KELUARGA DAN MASYARAKAT Syifa Aulia Widya Ananda; Widad Alfiyah Zayyan; Imamul Arifin
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.16700

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesuksesan dan menjalani seorang ibu dari 2 belah pihak seperti pada wanita karir dan pada ibu rumah tangga yang memilih untuk berdiam di rumah, dan bagaimana Islam memandang hal itu. Permasalahan yang ada di dalam penelitian ini adalah apa yang menyebabkan para istri bekerja membantu perekonomian keluarga Bagaimana aktivitas para istri dalam menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga dan mengetahui konstribusi peran istri dalam membantu perekonomian keluarga. Metode penelitian ini adalah penelitian menggunakan teknik kualitatif dengan menggunakan pendekatan antropologis dan pendekatan sosiologis. Adapun metode yang digunakan dalam mengumpulkan data ialah dengan cara observasi, dan wawancara. Hasil penelitian bahwa dalam kitab al-Mawsu’at al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah dituliskan tugas utama seorang perempuan adalah mengurus rumah tangga. Rasullullah SAW dalam HR Bukhari bersabda : Perempuan itu mengatur dan bertanggung jawab atas urusan rumah suaminya”. Dan perempuan yang memilih untuk berdiam diri dirumah dipuji oleh Allah sebagaimana disebutkan dalam surah QS Al Ahzab:33 yang memiliki arti “ Dan tinggallah kalian di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berdandan sebagaimana dandan ala jahiliah terdahulu”Tetapi, Islam tidak pernah memposisikan perempuan hanya di rumah saja dan berdiam diri. Nabi Muhammad SAW bersabda “Sebaik-baik canda seorang Muslimah dirumahnya adalah bertenun.”
LOKUSI ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM WACANA PEMBELAJARAN BAHASAARAB DI MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL (MBS) YOGYAKARTA Mahandri Widya Prihantari; Kurniawan Dwi Saputra
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 2, Desember 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i2.17417

Abstract

Berbeda dengan pesantren tradisional yang menekankan keterampilan teoritik, pembelajaran bahasa Arab di Pesantren Modern menekankan keterampilan aktif seperti berbicara (maharah kalam) dan menulis (maharah kitabah). Di antara pesantren modern yang relatif berhasil dalam pembelajaran bahasa Arab adalah Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta. Berdasarkan latar belakang tersebut, Penulis melakukan penelitian etnografi untuk memahami pembelajaran Bahasa Arab di MBS. Konseptual framework yang digunakan penulis adalah teori wacana dan teori tindak tutur J.L. Austin. Penelitian ini menemukan bahwa desain pembelajaran bahasa Arab di MBS Yogyakarta mencerminkan konstruk wacana yang lengkap dari teori Austin. Lokusi wacana berbentuk jargon-jargon motivasi untuk mempelajari Bahasa Arab. Ilokusi adalah produksi lokusi wacana tersebut dalam system tindakan yang berbentuk perintah, himbauan, penjelasan yang mengandung tuntutan apresiasi, ancaman, dan janji. Dari proses lokusi dan ilokusi tersebut, muncul efek dalam diri mitra tutur, yaitu para santri, berupa kesadaran akan urgensi Bahasa Arab sebagai Bahasa Agama Islam.
METHOD OF MEMORIZING AL-QUR’AN FOR LANSIA IN THE ISTIQOMAH TAKLIM ASSEMBLY GIWANGAN UMBULHARJO, YOGYAKARTA CITY K Kafindi; Bambang Sumardjoko; Taufik Kasturi; Meti Fatimah
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i1.14761

Abstract

This study aims to find out why the elderly are interested in memorizing the Al-Qur'an. This research uses a qualitative approach. The form of this research is a case study, a case study is a form of study that is very suitable for studying an event or situation in more depth, And to get a more comprehensive understanding of individual aspects, events, or situations and the focus of the study is the elderly who memorize Al-Qur’an in the Istiqomah Giwangan Umbulharjo Taklim Council, Yogyakarta City. The data were collected using the methods of documentation, observation and interviews. The results of this study indicate that the elderly are interested in memorizing the Al-Qur'an because they want to learn more about the Qur'an by memorizing. In this study, it was also found that age did not prevent them from memorizing the Qur'an. A strong desire for the elderly to memorize the Al-Qur'an is that they want to gain many benefits because as a basis for religion, reach for glory, And carry out obligations, all based on motivation to worship God. Meanwhile, the method used by the elderly in memorizing Al-Qur'an uses the Wahdah method.
ISLAMIC CURRICULUM MANAGEMENT AT PONDOK PESANTREN SALAFIAH BAITUL RAFKI AS-SA’DIYAH TALU TALAMAU DISTRICT PASAMAN BARAT R Refinal; Ahmad Lahmi; Mahyudin Ritonga
Profetika: Jurnal Studi Islam Vol. 22, No. 1, Juni 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v22i1.14762

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pengelolaan kurikulum keislaman di pondok pesantren Salafiah, tujuan ini didasarkan pada realita bahwa kurikulum keislaman pada masing-masing lembaga pendidikan swasta memiliki perbedaan antara satu dengan yang lainnya, hal ini dikarenakan setiap pengelola lembaga pendidikan khususnya pondok pesantren memiliki wewenang untuk mengelola kurikulumnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kualitatif, sumber data penelitian pimpinan pondok pesantren, wakil bidang kurikulum, guru yang ada di pondok pesantren dipilih secara purposive, teknik pengumpulan data yang digunakan ialah observasi, wawancara dan studi dokumentasi, data dianalisis dengan pendekatan interaktif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pengelolaan kurikulum di pondok pesantren Salafiah Baitul Rafki As-Sa’diyah Talu ialah: 1) perencanaan kurikulum keislaman didominasi oleh hasil pemikiran dan keinginan pimpinan pondok pesantren, 2) pelaksanaan kurikulum keislaman di pondok pesantren ini dilaksanakan semua SDM sesuai dengan arahan wakil kurikulum, 3) Evaluasi kurikulum pada pondok pesantren ini tidak dilakukan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.