cover
Contact Name
-
Contact Email
Journal.Education@unigres.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Journal.Education@unigres.ac.id
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Education
Published by Universitas Gresik
ISSN : 30256097     EISSN : -     DOI : -
Journal Education Jurnal Manajemen Pendidikan (JE) is a scientific journal that publishes conceptual and research articles related to school management and leadership. The aim of the journal is to disseminate high-quality research of those topics. Particularly, it promotes the publication of relevant scholarly works to enhance the lingkages among and utility for research, educational policies and practices. JE is published by the Postgraduate Program in Education Management, Gresik University, Indonesia. This journal is in collaboration with the Professional Association of Education Management/Administration (Indonesian Association of Educational Management and Administration Scholars-ISMAPI) and the Association of Education Management and Administration Study Programs (Association of Indonesian Education Management and Administration Study Programs - APMAPI) Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
ANALISIS PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SATUAN UNIT MADRASAH Ziyad Safirul Auliya; Fathurrahman; M. Furqon Wahyudi
Journal Educatione Vol. 1 No. 3 (2024): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masjid adalah tempat ibadah bagi umat Muslim yang tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi juga sebagai tempat untuk mempelajari ilmu agama. Fungsi ini telah ada sejak zaman Rasulullah hingga masa kekhalifahan Bani Saljuk. Pada masa itu, ilmu pengetahuan berkembang pesat, banyak buku diterjemahkan, dan kegiatan pengajian atau halaqoh dari para ulama dan murid semakin bertambah. Karena masjid sebagai pusat pembelajaran tidak lagi mampu menampung jumlah siswa yang belajar, didirikanlah madrasah sebagai tempat khusus untuk belajar agama Islam. Menyadari pentingnya keberadaan madrasah diniyah di lingkungan pondok pesantren, peneliti ingin menggali model kurikulum madrasah dan pengembangannya agar lulusannya memiliki kompetensi yang diharapkan oleh semua pihak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, deskriptif, dan studi pustaka, yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan atau fenomena yang ada dengan mengumpulkan data dari berbagai dokumen yang mendukung penelitian ini melalui studi dokumentasi.
PERAN GURU PENGGERAK DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI UPT SATUAN PENDIDIKAN SDN TUTUR II KECAMATAN TUTUR KAB. PASURUAN Abdul Rokhim; Ismiono; Siti Choirunisah
Journal Educatione Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran guru penggerak dalam implementasiKurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian studi kasus.Berdasarkan analisis data, diperoleh beberapa kesimpulan terkait peran guru penggerak dalam implementasi KurikulumMerdeka, yaitu: 1) Guru menjadi penggerak dalam komunitas belajar bagi rekan guru disekolah danwilayahnya. Menjadipelatih bagi rekan guru merupakan peran dari guru penggerak. Diharapkan kehadiran guru penggerak mampu membawasuatu perubahan yang baik bagi guru yang digerakkan khususnya dalam kualitas mengajar peserta didik dan kemandirian gurudalam mengembangkan dirinya secara mandiri. 2) Guru penggerak berperan dalam melatih rekan guru dalammengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru yang digerakkan oleh guru penggerak harusmampu mendesain dan mengelola pembelajarannya semenarik mungkin sehingga peserta didik termotivasi untuk belajar danberkreasi sesuai dengan bakan dan kemampuannya. Motivasi yang ada dalamdiri peserta didik memampukan dirinya untukmeningkatkan prestasi akademiknya secara mandiri.3) Guru penggerak menjadi agen perubahan dalam hal peningkatan kualitas kepemimpinan peserta didik di sekolah, 4) Gurupenggerak harus mampu mencipatkan suatu ruang sebagai wadah untuk berdiskusi dan berkolaborasi bersama denganrekan guru dan mereka yang memiliki kepentingan atau pemangku kepentingan baik yang ada di lingkungan pendidikansekolah maupun di luar sekolah dengan tujuan peningkatan kualitas dalam pembelajaran. 5) Guru penggerak harusmenjadi pemandu dalam proses pembelajaran yang menciptakan suasana nyaman dan damai dalam ekosistempembelajaran. Dengan pembelajaran yang nyaman peserta didik terdorong untuk mengembangkan dirinya menjadi pribadiyang bernalar kritis, kreatif, berhati mulia dan memiliki sikap toleransi. 6) Mengembangkan diri secara aktif. Gurupenggerak harus selalu mengupgrade dirinya dalam mengikuti perkembangan zaman. Guru harus mampu meningkatkandan mengembangkan kompetensinya sebagai guru secara mandiri. 7) Menjadi motivator. Guru merupakan motivatordalam pembelajaran dalam memacu aktivitas belajarnya. Guru penggerak harus menjadi panutan yang mampumengarahkan dan mengubah perilaku dan karakter peserta didik kearah yang lebih baik. Melahirkan generasi bangsa yangberkualitas yang memiliki keilmuwan dan kedalaman spritual sebagai ujung tombak bagi kemajuan bangsa.
PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN SISWA MELALUI ENTERPRENEUR LABORATORY DI MADRASAH ALIYAH AL-MUNAWWAR Dwi Handayan; Moch. Imron Rosyidi; Supriyadi
Journal Educatione Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fokus Kemendikbudristek dalam mencapai visi pendidikan di Indonesia adalahProject Penguatan Profil Pelajar Pancasila, yang selanjutnya diimplementsi pada lingkup KementerianAgama dengan P5RA (Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan lil Alamin). Terdapat 7tema, diantaranya adalah gaya hidup berkelanjutan, kearifan lokal, bhinneka tunggal ika, bangunlahjiwa dan raganya, suara demokrasi, berekayasa dan berteknologi membangun NKRI, dankewirausahaan. Madrasah Aliyah Al-Munawwar sebagai sub sistem pendidikan di lingkunganKementerian Agama merasa perlu untuk mengimplementasikan P5RA tersebut khususnya terhadapprofil kewirausahaan melalui program Pengembangan kewirausahaan melalui Enterpreneur Laboratory.Metode penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif Penelitian inidilaksanakan di MA. Al-Munawwar yang Kunci Dander Bojonegoro. Data dalam penelitian inidikumpulkan dengan teknik wawancara dan observasi. Hasil dari penelitian ini adalah diketahuiterdapat peningkatan secara signifikan terhadap keterampilan kewirausahaan yang meliputi penemuanproduk baru yang mempunyai nilai jual dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar, melakukanperhitungan harga pokok penjualan dan merencanakan promosi. Simpulan yang diperoleh adalahbahwa program Enterpreneur Laboratory merupakan suatu program yang apabila dilaksanakan secarasungguh-sungguh dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan siswa. Program ini mensinergikan beberapamata pelajaran, diantaranya adalah Ekonomi, Teknologi Informasi dan Komunikasi dan Seni Budaya.Kata Kunci: pengembangan kewirausahaan, P5RA, enterpreneur laboratory
Upaya Peningkatan Konsep Diri Positif Siswa Kelas XII SMA nahdlatul Ulama 1 Gresik Melalui Bimbingan Forgiveness Therapy Muhammad Badril Riza; Saifuddin Zuhri; Lili Tanamen
Journal Educatione Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konsep diri merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja menuju masa dewasaawal. Peserta didik kelas XII (usia 17–18 tahun) sering mengalami dinamika perkembangan, salahsatunya adalah rendahnya konsep diri positif. Indikasi yang muncul meliputi kurangnya kepercayaandiri, ketidakmampuan menghargai kemampuan pribadi, dan tidak menyadari nilai dirinya. Penelitian inibertujuan untuk meningkatkan konsep diri positif melalui layanan bimbingan klasikal denganpendekatan forgiveness therapy. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan danKonseling (PTBK) dalam dua siklus, meliputi tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi. Subjek penelitian adalah 24 peserta didik kelas XII MIPA 5 SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik.Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan angket konsep diri. Hasil penelitianmenunjukkan adanya peningkatan konsep diri positif. Pada pre-test, sebanyak 7 peserta didik (29,1%)berada pada kategori konsep diri rendah dan 2 orang (8,3%) pada kategori sangat rendah. Setelah siklusI, peserta dengan kategori rendah turun menjadi 4 orang (26,7%) dan sangat rendah menjadi 1 orang(4,2%). Pada post-test siklus II, kategori sangat rendah tetap 1 orang (4,2%) dan kategori rendahmenurun menjadi 1 orang (4,2%).
MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DI DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DI UPT SMPN 3 GRESIK Binti Al Khasanah; Anindyta Happy Indah Sari; Rendra Yulio Pratama
Journal Educatione Vol. 2 No. 1 (2025): Journal Educatione
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Strategi kepala sekolah merupakan faktor yang paling menentukan dalam keberhasilanpeningkatan mewujudkan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah yang dilaksanakan secara terencanadan bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala sekolah dalam menyusunprogram sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulandata yang dilakukan adalah dengan cara observasi dan wawancara. Subyek penelitian ini antara lain: 1)Kepala Sekolah 2) Tenaga Pendidik 3) Karyawan/staff lainnya. Hasil Penelitian ini memperlihatkanmengenai program peningkatan kompetensi guru yang didokumentasikan melalui program tahunan,RKS, RKAS, dan Program Tahunan Tenaga Kependidikan. Program yang disusun merupakan hasilanalisis kepala sekolah yang melibatkan staf sekolah khusus. Program yang telah disusun juga bertujuanuntuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik dan staf melalui kegiatan MGMP, workshop ataudiklat. Seorang tenaga pendidik harus melakukan evaluasi pembelajaran yang sesuai kaidah, memahamidan melaksanakan kurikulum serta kinerjanya terpusat pada Platform Merdeka Mengajar yang sudahditentukan oleh kementerian pendidikan. Untuk karyawan/staf lainnya bekerja sesuai dengan anjabyang sudah ditentukan oleh dinas pendidikan Kabupaten Gresik. Setiap Kegiatan atau program sekolahdilaksanakan melalui rapat dengan tim khusus dan selanjutnya dirapatkan kembali pada rapat kedinasantentang program-program yang harus dilakukan.
Strategi Kepala Sekolah dalam Mengintegrasikan Pendidikan Karakter Melalui Ekstrakurikuler di Era Digital Pada UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil Wanda Sulaksono; Muzamil Lubis; Sutinah; Ana Fikrotruzzakiyah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa tantangan baru bagi pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter siswa. Pendidikan karakter tidak lagi cukup dilaksanakan melalui kegiatan intrakurikuler, melainkan membutuhkan strategi integratif yang relevan dengan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler di UPT Satuan Pendidikan SDN Kalirejo Bangil, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru pembina ekstrakurikuler, siswa, dan orang tua, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sentral dalam manajemen ekstrakurikuler berbasis pendidikan karakter melalui kepemimpinan partisipatif, integrasi nilai religius, disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Strategi tersebut diperkuat dengan kolaborasi guru dan orang tua, serta inovasi digital dalam dokumentasi dan koordinasi kegiatan. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis digital mampu membangun budaya sekolah berkarakter sekaligus meningkatkan motivasi siswa di era digital.
Model Kepemimpinan Orientasi Hubungan sebagai Kunci Keberhasilan Pengelolaan Sekolah Abad 21 Heni Maria Astutik; Sinta Mauludya; Mas'ud; Taufiq Harris
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah abad ke-21 menghadapi tantangan berupa perubahan sosial, kemajuan teknologi, serta tuntutan global yang menekankan kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan yang tidak hanya berorientasi pada instruksi, tetapi juga membangun relasi yang sehat dengan seluruh warga sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis model kepemimpinan orientasi hubungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan sekolah abad ke-21. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen resmi sekolah. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepem- impinan orientasi hubungan ditandai dengan komunikasi terbuka, partisipatif, dan dialogis antara kepala sekolah dan guru, penguatan budaya sekolah yang kolaboratif, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Selain itu, teridentifikasi strategi utama berupa pengembangan sumber daya manusia, penguatan komunikasi dan kolaborasi, serta adaptasi teknologi. Dari hasil analisis, tersusun tipologi kepemimpinan yang menempatkan kepala sekolah sebagai fasilitator, motivator, mediator, dan inova- tor. Keseluruhan temuan menegaskan bahwa kepemimpinan orientasi hubungan merupakan model strategis yang relevan untuk mewujudkan pengelolaan sekolah yang efektif dan adaptif di era abad ke- 21. Kata Kunci: Kepemimpinan Orientasi Hubungan, Pengelolaan Sekolah, Abad 21, Budaya Sekolah, Kolaborasi.
Kepala Sekolah Visioner Sebagai Faktor Penentu Manajemen Perubahan Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Abad 21 DIANA YULIA; Nurul Hidayati; Iis Megawati; Ratna Maksumah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kepemimpinan visioner, strategi, pengaruh kepemimpinan, faktor pendukung dan penghambat serta menyusun rekomendasi praktis pengembangan kepemimpinan visioner kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah visioner mampu mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk berinovasi, menciptakan budaya belajar adaptif, serta menata manajemen berbasis kolaborasi. Faktor-faktor seperti komunikasi terbuka, perencanaan strategis, dan pemanfaatan teknologi terbukti menjadi penggerak utama keberhasilan manajemen perubahan.
Tantangan dan Strategi Manajemen Kepemimpinan Situasional dalam Menghadapi Era Digitalisasi di SDN Kolursari I Bangil Sofiyatuz Zahroh; Lailatul Tarwikhi; Munifah; Niken Muji Suryaningsih; Ahmad Thohirin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan era digital membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, terutama di tingkat sekolah dasar. Digitalisasi menuntut kepala sekolah untuk mampu beradaptasi dengan teknologi serta mengelola sumber daya manusia dan sarana pembelajaran secara tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi kepala sekolah serta strategi manajemen kepemimpinan situasional yang diterapkan di SDN Kolursari I Bangil dalam menghadapi era digitalisasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan wawancara mendalam kepada kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan literasi teknologi guru, dan resistensi terhadap perubahan. Untuk merespons tantangan tersebut, kepala sekolah menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan menyesuaikan arahan sesuai kebutuhan guru, memperkuat kolaborasi, mengadakan pelatihan digital, serta mendorong motivasi agar warga sekolah siap menghadapi transformasi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan teori kepemimpinan situasional Hersey-Blanchard dalam konteks sekolah dasar negeri di daerah, yang masih jarang dikaji secara mendalam. Penelitian ini diharapkan memberi kontribusi dalam memperkaya strategi kepemimpinan pendidikan di era digital.
Kepemimpinan Humanis di Tengah Disrupsi Teknologi Pendidikan ainul Yqin; Eprilia Rimadani; Robi’atul Adawiyah; Renyta Susiari; Ahmad Thohirin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disrupsi teknologi telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan, baik pada metode pembelajaran, pola interaksi, maupun arah kebijakan. Di satu sisi, teknologi membuka peluang melalui akses informasi yang luas, efisiensi, dan fleksibilitas; namun di sisi lain berpotensi menurunkan nilai kemanusiaan, seperti berkurangnya interaksi, munculnya kesenjangan digital, dan dominasi orientasi teknokratis. Kajian ini bertujuan menelaah urgensi kepemimpinan humanis dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif berbasis telaah literatur, kajian ini mengkaji konsep kepemimpinan humanis yang menekankan penghargaan terhadap martabat manusia, empati, relasi interpersonal yang sehat, serta pembentukan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan humanis memiliki relevansi strategis di era disrupsi teknologi karena mampu menyeimbangkan inovasi digital dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kesimpulannya, kepemimpinan humanis menjadi fondasi penting untuk memastikan transformasi digital dalam pendidikan tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga menjadi sarana pemerdekaan dan pemanusiaan peserta didik. Kata kunci: kepemimpinan humanis, disrupsi teknologi, pendidikan, humanisasi, transformasi digital. Abstract Technological disruption has brought significant changes to education, including learning methods, patterns of interaction, and policy directions. On the one hand, technology offers opportunities through broad access to information, efficiency, and flexibility; on the other hand, it has the potential to undermine human values, such as reduced social interaction, the emergence of digital inequality, and the dominance of technocratic orientation. This study aims to examine the urgency of humanistic leadership in addressing these challenges. Using a qualitative method based on literature review, this study explores the concept of humanistic leadership, which emphasizes respect for human dignity, empathy, healthy interpersonal relationships, and the character development of learners. The findings show that humanistic leadership holds strategic relevance in the era of technological disruption, as it balances digital innovation with human values. In conclusion, humanistic leadership becomes a crucial foundation to ensure that digital transformation in education is not merely technology-oriented, but also serves as a means of liberation and humanization for students..