cover
Contact Name
-
Contact Email
Journal.Education@unigres.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
Journal.Education@unigres.ac.id
Editorial Address
Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Education
Published by Universitas Gresik
ISSN : 30256097     EISSN : -     DOI : -
Journal Education Jurnal Manajemen Pendidikan (JE) is a scientific journal that publishes conceptual and research articles related to school management and leadership. The aim of the journal is to disseminate high-quality research of those topics. Particularly, it promotes the publication of relevant scholarly works to enhance the lingkages among and utility for research, educational policies and practices. JE is published by the Postgraduate Program in Education Management, Gresik University, Indonesia. This journal is in collaboration with the Professional Association of Education Management/Administration (Indonesian Association of Educational Management and Administration Scholars-ISMAPI) and the Association of Education Management and Administration Study Programs (Association of Indonesian Education Management and Administration Study Programs - APMAPI) Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 50 Documents
Inovasi Kepemimpinan Pendidikan dalam Membangun Karakter Siswa Tangguh di Era Digital dalam Menjawab Krisis Moral Siswa di Era Teknologi Informasi Budhi Utami; Taufi Nurdyastutik; Aprilia Safitri; Muafifah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan teknologi digital memberikan peluang besar bagi pendidikan, namun juga menimbulkan krisis moral di kalangan siswa, seperti penyalahgunaan media sosial, perundungan siber, plagiarisme, dan rendahnya empati sosial. Artikel ini membahas inovasi kepemimpinan pendidikan dalam membangun karakter siswa tangguh untuk menghadapi tantangan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal, prosiding seminar, serta kebijakan pendidikan Indonesia. Hasil menunjukkan bahwa inovasi kepemimpinan efektif melalui penguatan visi karakter, integrasi nilai Profil Pelajar Pancasila, pembelajaran berbasis proyek, budaya sekolah berkeadaban digital, serta kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformasional yang berorientasi nilai, adaptif terhadap era digital, dan responsive terhadap krisis moral siswa.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menumbuhkan Karakter Religius dan Sosial Siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil Ani Yanti Rosida; Dhatul Hikmah; Khusnul Setiya Anzasari; Rif’atul Khamdiyah; A. Faizin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pendidikan karakter religius dan sosial di sekolah dasar memiliki urgensi tinggi dalam menghadapi degradasi nilai moral, intoleransi, dan rendahnya kepedulian sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan strategi kepemimpinan kepala sekolah dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa di UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. Pertanyaan utama yang diajukan adalah bagaimana kepala sekolah merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi strategi tersebut dalam kultur sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan dokumen sekolah sebagai sumber data. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi, dengan analisis data dan uji keabsahan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah diwujudkan melalui lima strategi utama: keteladanan, pembiasaan, kolaborasi, penguatan budaya sekolah, serta pengawasan dan evaluasi. Strategi pembiasaan dan keteladanan menjadi pilar dominan dalam pembentukan karakter, sementara kolaborasi dan budaya sekolah memperkuat konsistensi nilai, dan evaluasi menjamin keberlanjutan program. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang mengintegrasikan nilai transformasional, spiritual, dan instruksional berkontribusi signifikan dalam menumbuhkan karakter religius dan sosial siswa. Temuan ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan strategi kepemimpinan pendidikan karakter yang kontekstual. Abstract : Religious and social character education in elementary schools is of high urgency in addressing the degradation of moral values, intolerance, and the lack of social concern among students. This study aims to explore and describe the principal’s leadership strategies in fostering students’ religious and social character at UPT Satuan Pendidikan SDN Dermo II Bangil. The central research question is how the principal designs, implements, and evaluates these strategies within the school culture. Employing a qualitative approach with a case study design, the study involved principals, teachers, students, parents, and school documents as data sources. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, with data analysis and validity checks conducted through triangulation. The findings reveal that the principal’s leadership is manifested through five key strategies: role modeling, habituation, collaboration, strengthening school culture, as well as monitoring and evaluation. Habituation and role modeling serve as the dominant pillars in character formation, while collaboration and school culture reinforce value consistency, and evaluation ensures program sustainability. The study concludes that principal leadership integrating transformational, spiritual, and instructional values significantly contributes to the development of students’ religious and social character. These findings provide practical implications for the development of contextual leadership strategies in character education.
Inovasi Manajemen Kepemimpinan Pendidikan dalam Menghadapi Tantangan Society 5.0 melalui Transformasi Digital dan Penguatan Karakter Choirul Miftahul Huda; Anik Siti Khusniah; Muttaqin Nugroho; Bayu Widha Pranata
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Era Society 5.0 menghadirkan tantangan kompleks bagi dunia pendidikan ketika kecerdasan buatan, big data, dan teknologi digital menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menuntut kepemimpinan pendidikan yang inovatif agar mampu menyinergikan transformasi digital dengan penguatan karakter peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kepemimpinan pendidikan inovatif dalam menghadapi Society 5.0. Metode penelitian menggunakan studi literatur dengan menelaah buku, artikel jurnal nasional maupun internasional, serta laporan penelitian terkini. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner, adaptif, dan transformasional merupakan kunci keberhasilan. Transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur teknologi, melainkan juga peningkatan literasi digital guru, siswa, dan pemangku kepentingan. Di sisi lain, penguatan karakter tetap menjadi prioritas agar lulusan tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga memiliki integritas, etika, dan tanggung jawab sosial
Peran Kepala Sekolah Visioner Dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Era Transformasi Teknologi Anis Faizatul Imamah Imamah; Sarana sarana; Mujiati; Sulistyo Wulandari
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of visionary leadership of school principals in shaping students' character in the era of technological transformation. Using a qualitative approach and literature study methods, this study examines various relevant sources to identify strategies and challenges faced by school principals in integrating character values ​​with the demands of the digital era. The results show that visionary principals act as agents of change, innovators, and role models in building a character-based school culture. They not only formulate a clear, future-oriented vision but also communicate it effectively, improve teacher competency, encourage technological innovation, and build collaboration with all stakeholders. However, the implementation of visionary leadership still faces obstacles such as limited resources, low technological readiness, and resistance to change. This study concludes that visionary leadership is key to creating an adaptive, innovative, and character-based educational environment in the era of digital transformation.
Analisis Dampak Penggunaan Teknologi Informasi Komunikasi Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Sdn Jatra Timur Abdur Rofik; Sri Agustini; Supriatin; Miftachul Jannah; Iva Faizah
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rapid development of information and communication technology, particularly in education, demands that teachers and students be responsive and active in its use. This study aims to analyze the impact of Information and Communication Technology (ICT) use on increasing student learning interest at SDN Jatra Timur. The development of ICT has brought significant changes to the education sector, providing new opportunities for learning implementation, such as simplifying material delivery, helping students master concepts, and honing their technological skills. This study used a qualitative method with a field research approach, conducted at SDN Jatra Timur. The results showed that the implementation of ICT at SDN Jatra Timur, although limited to media, resources, and evaluation, has had a positive and significant impact on increasing students' interest in learning. ICT functions as a learning aid and integrated discipline across all subjects, in accordance with the demands of the Independent Curriculum. Students demonstrate greater enthusiasm and perceive ICT-based learning (e.g., using LCD projectors and the internet) as more modern and engaging, ultimately enhancing their enthusiasm for learning. Students exhibit a strong interest in learning, such as actively asking questions, diligently completing assignments, and enjoying independently problem-solving. However, several obstacles remain, including limited infrastructure (lack of computers and projectors), limited teacher and student skills and motivation, and limited teacher preparation time. To address these challenges, it is recommended to regularly intensify ICT training for teachers and students, and prioritize the provision of adequate facilities. With this optimization, it is hoped that the quality of learning will continue to improve, and students will be increasingly prepared to face the challenges of the digital world.
Implementasi Kepemimpinan Kolaboratif Kepala Sekolah Dalam Menghadapi Tantangan Kurikulum Kusrinisari; Fauzi Hermansyah; Mahmudah; Yulian Devinta Romli; A. Faizin
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah dalam menghadapi tantangan kurikulum merdeka. Latar belakang penelitian berangkat dari kondisi pendidikan Indonesia yang masih menghadapi rendahnya kualitas pembelajaran, perubahan kurikulum yang dinamis, serta kesiapan guru dan sarana prasarana yang belum merata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SDN Mojotengah I Sukorejo, dengan subjek penelitian kepala sekolah dan guru. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif kepala sekolah diwujudkan melalui power sharing dengan stakeholder, komunikasi terbuka, serta strategi adaptif dalam menghadapi perubahan kurikulum. Kolaborasi dilakukan melalui forum formal maupun informal, melibatkan guru, wali murid, komite, dan masyarakat dalam perencanaan serta evaluasi pembelajaran. Tantangan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana prasarana, kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi, dan resistensi terhadap perubahan kurikulum. Implementasi kepemimpinan kolaboratif terbukti mampu meningkatkan motivasi, rasa tanggung jawab, kekompakan, serta efektivitas pelaksanaan kurikulum. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya komunikasi yang efektif, kerja sama berkesinambungan, serta dukungan stakeholder untuk memperkuat penerapan kurikulum merdeka.
Manajemen Perubahan di Sekolah: Strategi Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Hayatun Nikmah; Lastumi; Wijayanti Wijayanti; Ratna Damayanti
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan pardigma pendidikan di era digital menuntut sekolah untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perkembangan teknologi. Kepala sekolah sebagai pemimpin pembelajaran memiliki peran strategis dalam mengelola perubahan, khususnya dalam membangun budaya digital yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi kepala sekolah dalam manajemen perubahan menuju budaya digital di sekolah menengah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi di beberapa sekolah di Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama kepala sekolah meliputi: (1) penguatan visi digital sekolah, (2) peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan literasi digital, (3) pemanfaatan teknologi untuk manajemen sekolah dan pembelajaran, serta (4) membangun kolaborasi dengan stakeholder eksternal. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya kepemimpinan transformatif kepala sekolah dalam mengelola perubahan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis digital. Kata Kunci: manajemen perubahan, kepemimpinan sekolah, budaya digital, kualitas pembelajaran
Peran Kepemimpinan Berdiferensiasi Kepala Sekolah dalam Mewujudkan 8 Dimensi Profil Capaian Lulusan Pembelajaran Mendalam Elmiya Sari; Shovi Andi Fariz Salim; Tutut Sulistiani; Eko Hadi Prasetyo; Suyitno
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis peran kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah dalam mewujudkan delapan dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (Literature Review Reserch). Analisis berfokus pada peran kepemimpinan kepala sekolah dalam memujudkan 8 dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam dengan cara mendefensiasikan guru dalam managemen perencanaan (planning), organisasi (organizing), pelaksanaan (actuating/implementation) dan pengawasan (evaluation/controlling). Serta sikap gaya kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah melalui pendekatan instruksional, situasional, transformasional, dan demokrasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah berperan signifikan dalam mewujudkan delapan dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam. Analisis data dari berbagai temuan mengidentifikasi bahwa kepala sekolah yang menerapkan pendekatan berdiferensiasi mampu menyesuaikan gaya kepemimpinan dan strategi manajerial sesuai kebutuhan guru dan karakteristik peserta didik. Tantangan dari penelitian ini adalah kesiapan kepala sekolah, kesiapan guru, kurikulum yang terintegrasi dengan capaian lulusan pembelajaran mendalam.Rekomendasi praktis yaitu menyiapkan bakal calon kepala sekolah dengan pelatihan leadership berdiferensiasi, pelatihan guru berbasis kebutuhan, serta membimbing guru dalam perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan asesmen yang terintegrasi dengan 8 dimensi profil capaian lulusan pembelajaran mendalam. Study ini menyimpulkan kepemimpinan berdiferensiasi kepala sekolah merupakan faktor kunci dalam implementasi pembelajaran mendalam yang mampu mewujudkan delapan dimensi profil capaian pembelajaran mendalam.
Peran Komunikasi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja di Sekolah Dasar Kersikan I Bangil INUL ZULZILA
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis peran komunikasi Kepala Sekolah dalam meningkatkan kinerja guru di SDN Kersikan I Bangil. Komunikasi merupakan instrumen utama kepemimpinan yang berpengaruh terhadap efektivitas kerja dan pencapaian tujuan pendidikan. Kepala Sekolah sebagai pemimpin lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab untuk menciptakan iklim komunikasi yang terbuka, dua arah, dan partisipatif agar setiap guru mampu melaksanakan tugas secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi Kepala Sekolah di SDN Kersikan I Bangil berperan penting dalam penyampaian visi dan misi sekolah, koordinasi tugas, pemberian umpan balik, serta pengambilan keputusan partisipatif. Melalui komunikasi yang efektif, Kepala Sekolah mampu meningkatkan motivasi, disiplin, dan inovasi guru dalam proses pembelajaran. Selain itu, supervisi akademik yang dilakukan secara terencana juga menjadi sarana pembinaan profesionalisme guru. Namun demikian, penelitian ini menemukan bahwa optimalisasi media komunikasi dan pemanfaatan sumber belajar masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, komunikasi yang efektif antara Kepala Sekolah dan guru terbukti menjadi faktor kunci dalam peningkatan kinerja dan mutu pendidikan di SDN Kersikan I Bangil.
A Manajemen Kepemimpinan Kolaboratif dalam Mewujudkan Budaya Lingkungan Inklusif di Lembaga Pendidikan ENDANG SASMITA NURCAHAYA; SRI REJEKI
Journal Educatione Vol. 2 No. 2 (2025): Leadership
Publisher : Pascasarjana Manajemen Pendidikan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lembaga pendidikan membutuhkan manajemen kepemimpinan yang efektif dan selaras dengan visi misi sekolah agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dan keberagaman peserta didik. Dalam lembaga pendidikan, terdapat banyak unsur yang saling mendukung dan memiliki peranan penting, sehingga dibutuhkan suatu manajemen kepemimpinan yang kolaboratif untuk menyatukan potensi tersebut. Manajemen kepemimpinan kolaboratif tidak hanya memfasilitasi kerjasama antara kepala sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat, tetapi juga berperan strategis dalam membangun budaya lingkungan inklusif. Lingkungan inklusif memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap keberagaman peserta didik, baik dari segi kemampuan akademik, latar belakang sosial-budaya, kondisi fisik, maupun kebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi kepemimpinan kolaboratif dalam mewujudkan budaya lingkungan inklusif di lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi pustaka, dimana data dikumpulkan melalui kajian literatur, analisis dokumen, serta telaah hasil penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan kolaboratif mampu mendorong terwujudnya komunikasi terbuka, partisipasi aktif seluruh warga sekolah, serta kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Selain itu, model kepemimpinan ini terbukti efektif dalam mengurangi praktik diskriminasi, meningkatkan penerimaan terhadap siswa berkebutuhan khusus, serta memperkuat sinergi antara sekolah dengan masyarakat. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa manajemen kepemimpinan kolaboratif merupakan strategi yang efektif, adaptif, dan berorientasi pada keberlanjutan dalam membangun budaya sekolah yang inklusif, demokratis, dan berkeadilan. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi kepala sekolah, guru, dan pemangku kebijakan pendidikan untuk mengembangkan pola kepemimpinan berbasis kolaborasi sebagai fondasi terciptanya lingkungan belajar yang ramah, setara, dan mendukung perkembangan potensi semua peserta didik.