cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2 Sayono Sayono; Agus Santoso
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 7 Nomor 2 Juli 2004
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.529 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2004.7.2.195

Abstract

PENGARUH TEKANAN DAN WAKTU DEPOSISI SPUTTERING TERHADAP SENSITIVITAS SENSOR GAS SnO2. Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh variasi tekanan dan waktu deposisi sputtering terhadap sensitivitas sensor gas SnO2 yang difabrikasi dengan metode DC sputtering. Variasi tekanan dimulai dari 3×10-2, 4×10-2, 5×10-2, 6×10-2 dan 7×10-2 Torr serta variasi waktu dimulai dari 30, 60, 90 dan 120 menit dengan tegangan tinggi DC sebesar 2 kV dan suhu deposisi 250 °C. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa lapisan tipis SnO2 yang dideposisi dengan parameter sputtering : tegangan 2 kV, arus 10 mA, tekanan 7×10-2 Torr, waktu 120 menit dan suhu 250 °C mempunyai sensitivitas optimun untuk mendeteksi gas C2H5OH, NH3, CO dan HNO3. Dari hasil pengujian sensitivitas menunjukkan bahwa sensor gas dari bahan SnO2 mempunyai sensitivitas tertinggi terhadap gas C2H5OH dengan sensitivitas 46,96 % dan gas NH3 dengan sensitivitas 41,91 % pada konsentrasi 5.529 ppm. Kemudian dari hasil analisa unsur dan tebal lapisan SnO2 pada kondisi optimum menggunakan SEM–EDS diperoleh Sn sebesar 30,68% dan O sebesar 69,32 % dan tebal lapisan SnO2 sebesar ± 4,5 μm.
APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA Rill Isaris; Suharni Suharni
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1190.138 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.35

Abstract

APLIKASI KLINIK RENOGRAF IR-03 UNTUK RUMAHSAKIT: TEKNOLOGI DAN ANALISIS BIAYA. TeknikRenografi menggunakan Alat Renograf adalah salah satu modalitas pemeriksaan fungsi ginjal selain denganpemeriksaan laboratorium dan teknik Sinar-X. Renograf IR-03 untuk pemeriksaan fungsi ginjal hasil rancangbangunBATAN telah dikonstruksi dan menjalani uji laboratorium di PRPN-BATAN Serpong dan uji klinis di RSUPDR.Sardjito Jogyakarta. Biaya yang berkaitan dengan pemakaian klinik Alat Renograf di rumahsakit telah dianalisisyang terdiri dari komponen nilai radiofarmaka dan nilai investasi alat Renograf. Perhitungan biaya radiofarmakahippuran 131Iodine per tahun dengan estimasi jumlah pasien 2000 orang sebesar Rp. 30 juta, Total Direct Costadalah Rp. 212,5 juta dan biaya modal satu Alat Renograf sebesar Rp. 250 juta. Nilai Titik Impas (Break EventPoint) Investasi satu Alat Renograf adalah 1194 (0,597%) atau setara Rp. 209,475 juta, dengan biaya per proseduradalah Rp. 85.000,-. Harga ini tergantung pada beberapa variable terutama volume (kapasitas pelayanan pasien).Perhitungan analisis Cash-Flow untuk melihat seberapa jauh investasi tersebut menarik dan memberi prospek kemasa depan menunjukkan nilai Rate of Return yang diperoleh yaitu ROR ( i*) adalah 22,6%, jauh diatas suku bungasimpanan Bank saat ini yaitu <10%. Perhitungan analisa Payback Period menunjukkan nilai 1,818 tahun, sangatprospektif secara ekonomi.Kata kunci : Analisis biaya, renograf diagnostik, diseminasi produk
THERMODYNAMICS ANALYSES ON REGENERATIVE STEAM CYCLE WITH TWO TANKS FOR HTGR-10 CONCEPT Sri Sudadiyo; Geni Rina Sunaryo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.723 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.2.3302

Abstract

In this work, steam cycle from a nuclear power plant is explored in order to increase efficiency and electric power output. A thermal source in the form of a HTGR-10 concept is considered. The power conversion unit of HTGR-10 consists of steam generator, turbine, condenser, pump, and connecting pipes. Helium is used as the core coolant and the working fluid for power conversion unit is water/steam. The proposed thermodynamic process modification has been evaluated for regenerative steam power cycle of this reactor. The scope of study covered regenerative steam cycle with two tanks including feed water tank and intermediate feed water tank. The evaluation analyzes the effect of pressure, efficiencies of turbine and pumps, and tanks against thermal efficiency. The Cycle-Tempo software is used to simulate and optimized this effect on steam cycle based on HTGR-10. The results indicate improvements of as much as 2.65 % in thermal efficiency and 0.271 MWe in electric power.
STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS SAMPEL LINGKUNGAN TERHADAP BAKU MUTU DAN DAYA TAMPUNG SUNGAI CODE YOGYAKARTA Agus Taftazani; Muzakky Muzakky
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 1 Januari 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.574 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.1.148

Abstract

STUDI HUBUNGAN ANTARA SEBARAN DAN BEBAN PENCEMARAN RADIOAKTIVITAS TERHADAP BAKUMUTU DAN DAYA TAMPUNG PADA SUNGAI CODE YOGYAKARTA. Telah dilakukan analisis hubunganantara sebaran dan beban pencemaran aktivitas gross b dan radionuklida alam dalam sampel air sertasedimen dari 11 stasiun-pengamatan sungai Code terhadap baku mutu dan daya tampung sungai CodeYogyakarta. Sampel konsentrat air dan serbuk sedimen kering-homogen lolos 100 mesh diukur gross b dengan detektor GM serta diidentifikasi radionuklida dengan spektrometer g (detektor HPGe dan softwareMaestro II). Data radioaktivitas dianalisis secara deskriptif dengan histogram untuk melihat polapenyebaran data. Data beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung sungai Code dianalisis secaradeskriptif dengan diagram garis untuk melihat pola hubungan antara beban pencemaran dan dayatampung sungai. Hasil pengamatan sampel air dan sedimen di 11 stasiun-pengamatan menunjukkantelah terdeteksi radionuklida alam pemancar g : 210Pb, 212Pb, 214Pb, 226Ra, 208Tl, 214Bi, 228Ac, dan 40K.Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pola penyebaran aktivitas reratagross b dan g semakin meningkat dari hulu ke hilir sungai Code, baik pada sampel air maupun sampelsedimen. Hasil analisis beban pencemaran, baku mutu dan daya tampung aktivitas radionuklida 210Pb,212Pb, 226Ra dan 228Ac ditunjukkan beban pencemaran lebih kecil dari baku mutu air sungai menurutkeputusan Badan Pengawas Tenaga Nuklir 02/Ka-BAPETEN/V-99 tentang baku mutu radioaktivitas,berarti sungai Code masih memiliki daya tampung yang baik terhadap keempat radionuklida tersebut.Kata Kunci: Beban pencemaran, bakumutu, daya tampung, gross b , radionuklida alam.
KAJIAN SIFAT SERAP MINERAL MAGNETIT TERHADAP LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM CAIR FASE AIR YANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN URUG Moch Eko Budiono; Sukosrono Sukosrono
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 1 Januari 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.478 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.1.180

Abstract

KAJIAN SIFAT SERAP MINERAL MAGNETIT TERHADAP LIMBAH RADIOAKTIF URANIUM CAIR FASA AIRYANG DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN URUG. Telah dilakukan percobaan penentuan kapasitas serap mineralmagnetit terhadap limbah uranium fase air. Percobaan ini dimaksudkan untuk mendapatkan data yang diperlukandalam suatu kegiatan penelitian bahan isi/urug pada penyimpanan limbah radioaktif. Percobaan dilakukan dengancara memvariasi ukuran butir mineral magnetit dan pH. Ukuran butir divariasi dari 10/20 – 100/120 mesh, sedangkanpH limbah divariasi dari 4 – 10. Dari hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan yaitu hasil yang paling baik adalahmagnetit dengan ukuran butir 100/120 mesh, pH 7 mempunyai kecepatan perembesan 0,273 cm3/s, koefisienpermeabilitas 0,389 cm/s, porositas 17,21, faktor dekontaminasi 25,62, kapasitas serap 23,75 grek/g dan fraksiterserap 67,24 %.
PENGARUH NITRIDASI ION SUHU RENDAH PADA KETAHANAN AUS DAN KOROSI BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L Sudjatmoko Sudjatmoko; Bambang Siswanto; Wirjoadi Wirjoadi; Lely Susita
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.66 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.2.218

Abstract

PENGARUH NITRIDASI ION SUHU RENDAH PADA KETAHANAN AUS DAN KOROSI BIOMATERIAL STAINLESS STEEL AUSTENITIK 316L. Dalam penelitian ini telah selesai dilakukan proses nitridasi ion dan karakterisasi cuplikan SS 316L. Proses nitridasi ion telah dilakukan pada cuplikan untuk variasi suhu nitridasi 350, 400, 450, 500, dan 550 oC, pada tekanan gas nitrogen optimum 1,8 mbar dan waktu nitridasi optimum 3 jam. Struktur-mikro, komposisi unsur dan struktur fase lapisan nitrida yang terbentuk pada permukaan cuplikan diamati menggunakan teknik SEM-EDAX dan XRD, dan diketahui bahwa lapisan tipis nitrida besi telah terbentuk pada permukaan cuplikan. Lapisan nitrida besi tersebut mempunyai struktur fase antara lain -Fe2-3N, ’-Fe4N, CrN, Cr2N dan austenit terekspansi N yang mempunyai sifat-sifat istimewa. Hasil karakterisasi ketahanan aus cuplikan SS 316L menunjukkan terjadinya peningkatan ketahanan aus sekitar 2,6 kali cuplikan standar pada suhu nitridasi 350 oC, dan dari uji korosi dengan larutan Hanks diperoleh laju korosi optimum 29,87 mpy atau ketahanan korosinya meningkat sekitar 137%. Dengan demikian dapat diketahui bahwa dengan menggunakan teknik nitridasi ion telah terbentuk lapisan nitrida besi pada permukaan cuplikan SS 316L, dan mereka mempunyai sifat ketahanan aus dan ketahanan korosi sangat baik. Sifat kekerasan yang tinggi dan mempunyai ketahanan korosi yang baik tersebut, terutama disebabkan terbentuknya nitrida besi dan fase austenit terekspansi N pada proses nitridasi suhu rendah.
SIMULATIONS ON NICKEL TARGET PREPARATION AND SEPARATION OF Ni(II)- Sunarhadijoso Soenarjo; Wira Rahman; Sriyono Sriyono; Triyanto Triyanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.268 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.26

Abstract

SIMULATIONS ON NICKEL TARGET PREPARATION AND SEPARATION.OF Ni(II)-Cu(II) MATRIX FORPRODUCTION OF RADIOISOTOPE64Cu64Ni (p,n) 64  and retained on the column while the nickel was kept in the form of Ni2+  2+  2+ and CuCl while the nickel was totally in the form of Ni2+  while the nickel was found as both Ni2+ and NiCl   while the nickel was mostly in the form of Ni2+. The retained CuCl was then changed back into Cu2+     Keywords 64 Cu, Anion exchange chromatography.: Nickel target preparation, Radioisotope Cu-64, Separation of Ni(II)-Cu(II) matrix, Nuclear reaction of 64Ni(p,n) cation form andeluted out the column by using HCl 0.05 M. The 42– 4 2–.The best condition of separation was in HCl 8 M in which the radioactive copper was mostly in the form of CuCl 42– 42– . In the condition ofHCl 9 M, the radioactive copper was mostly in the form of CuCl 42– cation. It was found that the electroplating result from the acidic solution was more satisfied than that from the basic solution. By conditioning the matrix solution at HCl 6 M, the radioactivecopper was found in the forms of Cucation and eluted off from the column. The retained radioactive copper was then eluted out the column in the condition of dilute HCl changingback the copper anion complex into Cu42– Cu. The nickel target preparation was performed by means of electroplating method using acidic solution of nickel chloride - boric acid mixture and basic solution of nickel sulphate – nickel chloridemixture on a silver- surfaced-target holder. The simulated solution of Ni(II) – Cu(II) matrix was considered as thesolution of post-proton-irradiated nickel target containing both irradiated nickel and radioactive copper, but in thepresented work the proton irradiation of nickel target was omitted, while the radioactive copper was originallyobtained from neutron irradiation of CuO target. The separation of radioactive copper from the nickel target matrixwas based on anion exchange column chromatography in which the radiocopper was conditioned to form anioncomplex CuClg-spectrometric analysis showed a single strong peak at 511 keVwhich is in accord to g-annihilation peak coming from positron decay of Cu-64, and a very weak peak at 1346 keVwhich is in accord to g-ray of Cu-64.. The simulations on Nickel target preparation and separation of Ni(II)- Cu(II) matrix has been carried out as a preliminary study for production of medical radioisotope Cu-64 based onnuclear reaction of
PERANAN ISOLAT BAKTERIINDIGENOUS SEBAGAI AGEN BIOREMEDIASI PERAIRAN YANG TERKONTAMINASI URANIUM Mochd Yasid
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (803.955 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1300

Abstract

Telah dilakukan penelitian peran isolat bakteri indigenous sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji peranan Bacillus sp dan Pseudomonas sp yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah untuk dimanfaatkan sebagai agen bioremediasi radionuklida tersebut di lingkungan yang mencakup : efisiensi dan lokasi pengikatan uranium, perbandingan efisiensi pengikatannya dengan bakteri non indigenous serta pengaruh pemberian stimulan. Pengujian kemampuan pengurangan konsentrasi uranium dilakukan dengan penimbangan biomassa bakteri tersebut, sedangkan pengukuran konsentrasi uranium dilakukan menggunakan spektrofotometer. Penentuan letak pengikatan uranium oleh bakteri dilakukan dengan cara mensuspensikan pellet ke dalam aquadest steril. Penambahan stimulan asam asetat dilakukan dengan variasi konsentrasi 1, 2 dan 3 mM dan volume 1,5 ml; 3,5 ml; 5,5 ml dan 7,5 ml. Diperoleh hasil penelitian sebagai berikut : efisiensi pengurangan uranium untuk isolat bakteri indigenous yaitu Pseudomonas sp sebesar 84,99 % dan Bacillus sp efisiensinya sebesar 52,70 %; sedangkan untuk isolat bakteri non indigenous yaitu Pseudomonas aeruginosa sebesar 78,47 % dan Bacillus subtilis sebesar 45,22 %, setelah waktu inkubasi 54 jam. Lokasi pengikatan uranium yang dominan terdapat pada dinding sel. Penambahan stimulan asam asetat berpengaruh terhadap rentang waktu pencapaian fase pertumbuhan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa isolat Pseudomonas sp. dan Bacillus sp. indigenous yang diisolasi dari limbah uranium cair aktivitas rendah dapat berperan sebagai agen bioremediasi perairan yang terkontaminasi uranium sampai dengan konsentrasi 60 ppm, dengan rerata efisiensi pengikatan yang lebih tinggi dibandingkan bakteri non indigenous yaitu 52,70 % - 84,99 %. waktu inkubasi 54 jam. Penambahan stimulan asam asetat dapat meningkatkan efisiensinya menjadi 99,8 %.Kata Kunci : bakteri indigenous, uranium, bioremediasi, lingkungan
GAS SENSING PROPERTIES OF RUTILE-TiO2 (100) FILMS PREPARED BY PULSED LASER DEPOSITION Bambang Siswanto; Shunya Yamamoto; Masahito Yoshikawa
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 2 Juli 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.547 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.2.139

Abstract

gas sensing property of TiO2 thin films have been demonstrated in rutile-TiO2 (100) films grown on the a-Al2O3 (0001)substrates by Pulsed Laser Deposition (PLD). High quality rutile-TiO2 (100) films were successfully grown on a-Al2O3(0001) with the substrate temperature at 500oC under 15 mTorr of O2 gas pressure. The thickness and crystallinity ofTiO2 films were evaluated by Rutherford backscattering spectrometry combined with channeling (RBS/C) and X-raydiffraction using q-2q scans. To evaluate CO2 gas sensing property of TiO2 films, the dependence of the changing ofelectrical resistivity on the temperature was measured. It’s found that high crystallinity rutile-TiO2 (100) films on the a-Al2O3 (0001) substrate kept at 100oC exhibits good gas sensing property for CO2 gas.Keywords: X-ray diffraction, laser epitaxial, TiO2 thin film, electrical resistivity, CO2
UJI KINERJA TAHAP AWAL SISTEM PROMPT GAMMA NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS (PGNAA) MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON PuBe UNTUK UJI KUALITAS SEMEN Fahma Roswita; Syarip Syarip; Anung Muharini
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (525.121 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.3910

Abstract

UJI KINERJA TAHAP AWAL SISTEM PROMPT GAMMA NEUTRON ACTIVATION ANALYSIS (PGNAA) MENGGUNAKAN SUMBER NEUTRON PuBe UNTUK UJI KUALITAS SEMEN. Perancangan dan uji kinerja sistem Prompt Gamma Neutron Activation Analysis (PGNAA) dengan sumber neutron isotopik PuBe untuk pengujian bulk sample belum pernah dilakukan pada fasilitas iradiasi reaktor riset Kartini. Konsep dasar analisis aktivasi neutron (AAN) adalah reaksi tangkapan neutron termal yang berasal dari interaksi antara neutron dengan inti/materi. Untuk mencapai keadaan yang stabil, inti selanjutnya akan memancarkan sinar gamma dengan energi yang spesifik. Sinar gamma pada teknik PGNAA diukur selama neutron mengiradiasi sampel. Sebelum digunakan untuk uji kinerja teknik PGNAA, dilakukan analisis nilai fluks neutron sumber neutron isotopik PuBe yang berada dalam fasilitas iradiasi bulk shielding pool. Nilai fluks neutron termal terukur dari sumber neutron PuBe pada jarak 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm di dalam media air berturut-turut adalah 1,3676 x 104 n cm-2 s-1; 6,832 x 103 n cm-2 s-1; 1,922x 103 n cm-2 s-1; dan 1,4678 x 103 n cm-2 s-1. Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai pertimbangan dalam pengukuran dosis pada sistem PGNAA yang dirancang. Sistem PGNAA dengan sumber neutron isotopik PuBe pada fasilitas Reaktor Kartini dapat mengaktivasi sampel semen dengan cukup baik. Sampel yang diaktivasi dideteksi dengan detektor NaI(Tl). Hasil uji coba menggunakan sampel semen yang diaktivasi terdeteksi 4 puncak energi. Terdapat 2 puncak yang diindikasi sebagai unsur mayor pada sampel semen yaitu unsur 59Fe dan 28Al. Pada puncak energi ketiga diindikasi terdapat 2 unsur minor sampel semen yaitu  63Zn dan 25Na. Puncak energi keempat diindikasi sebagai unsur minor pada sampel semen yaitu unsur 56Mn.