cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASI GAMMA Harsojo Harsojo; Irawati Irawati
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 2 Juli 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.716 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.2.36

Abstract

KONTAMINASI AWAL DAN DEKONTAMINASI BAKTERI PATOGEN PADA JEROAN SAPI DENGAN IRADIASIGAMMA. Telah dilakukan penelitian mengenai kontaminasi awal serta dekontaminasi bakteri patogen dengan iradiasigamma pada jeroan sapi seperti hati, babat dan paru. Bakteri patogen yang digunakan adalah Salmonella typhimurium,Escherichia coli 0157, Escherichia coli polyvalen dan Vibrio cholerae yang diinokulasikan ke dalam jeroansapi. Parameter yang diukur adalah jumlah total bakteri aerob, total bakteri koli, E. coli, Staphylococcus spp danisolasi Salmonella. Pada perlakuan dekontaminasi bakteri patogen, parameter yang diukur adalah jumlah kolonibakteri yang masih hidup setelah diiradiasi pada dosis 0; 0,1; 0,2; 0,3 dan 0,4 kGy di IRPASENA dengan laju dosis1,149 kGy/jam. Hasil penelitian menunjukkan kontaminasi awal total bakteri aerob pada jeroan sapi berkisar antara8,85 x 105 dan 1,08 x 108 cfu/g, sedangkan bakteri koli berkisar antara 2,70 x 106 dan 3,23 x 107 cfu/g. Total bakteriE. coli berkisar antara 8,55 x 105 dan 2,60 x 107 cfu/g. Sedangkan total Staphylococcus spp berkisar antara 1,6 x 105dan 4,10 x 107 cfu/g. Tidak ditemukan Salmonella pada semua contoh yang diteliti, akan tetapi E. coli ditemukanpada semua contoh yang diteliti. Pada jeroan sapi, bakteri E. coli 0157 merupakan bakteri yang paling peka terhadapiradiasi, sedangkan V. cholerae merupakan bakteri yang paling tahan terhadap iradiasi.Kata kunci: Iradiasi, jeroan sapi, bakteri patogen, kontaminasi awal.
NEUTRON RESPONSE FUNCTION OF BONNER SPHERE SPECTROMETER WITH 6LiI(Eu) DETECTOR Rasito Tursinah; Bunawas Bunawas; Jungho Kim
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 20 Nomor 2 Juli 2017
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (688.18 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2017.20.2.3319

Abstract

The detector response function was needed to measure the neutron fluence based on the count rates from Bonner Sphere Spectrometer (BSS). The determination of response function of a BSS with 6LiI(Eu) detector has been performed using Monte Carlo MCNPX code. This calculation was performed for BSS using scintillation detector of 4 mm × 4 mm 6LiI(Eu) which is placed at the center of a set of polyethylene spheres i.e bare, 2", 3", 5", 8", 10", and 12" diameters. The BSS response functions were obtained for neutron energy of 1x10-9 MeV - 1x102  MeV in 111 energy bins and each value has an uncertainty less or equal to 2 %. The response function were compared with two response functions reported in the literature i.e IAEA document in Technical Reports Series 403 (TRS-403) and the calculation from Vega-Carrillo, et al. Also validated with measurement 252Cf neutron spectra, that shown the simulated BSS spectra were quite close to the experimental measured with a differrence of 3%.
PENGARUH WAKTU OZONISASI TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS DAN FOSFAT PADA LIMBAH CAIR RUMAH SAKIT Isyuniarto Isyuniarto; Andrianto Andrianto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 12 Nomor 1 Januari 2009
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.9 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2009.12.1.149

Abstract

PENGARUH WAKTU OZONISASI TERHADAP PENURUNAN KADAR BOD, COD, TSS DAN FOSFAT PADALIMBAH CAIR RUMAH SAKIT. Telah dilakukan penelitian pengaruh waktu ozonisasi terhadap penurunan kadarBOD, COD, TSS dan fosfat pada limbah cair rumah sakit. Tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruhpenambahan kapur dan pemakaian oksidan ozon untuk menurunkan kadar BOD, COD, TSS dan fosfat pada limbahrumah sakit. Penambahan kapur dimaksudkan untuk menambah jumlah ion OH- sedangkan parameter waktuozonisasi dimaksudkan untuk menyempurnakan oksidasi senyawa-senyawa organik dalam limbah danpembentukan flok-flok. Dari penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa penambahan kapur yang optimumadalah 1,1% (berat) dan waktu ozonisasi 20 menit. Pada kondisi ini diperoleh kadar BOD = 18,88 mg/l; COD =25,68 mg/l, TSS = 80 mg/l dan fosfat = 1,52 mg/l. Kondisi tersebut sudah memenuhi standar baku mutu yangditetapkan, yaitu untuk BOD = 75 mg/l; COD = 100 mg/l, TSS = 100 mg/l dan fosfat = 2,0 mg/l.
PROGRAM KOMPUTER UNTUK MENGHITUNG AKTIVITAS CUPLIKAN SISTEM PENCACAH KAMAR PENGION MERLIN GERIN Prajitno Prajitno
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 8 Nomor 2 Juli 2005
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.066 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2005.8.2.181

Abstract

PROGRAM KOMPUTER UNTUK MENGHITUNG AKTIVITAS CUPLIKAN SISTEM PENCACAH KAMAR PENGIONMERLIN GERIN. Telah disusun suatu program komputer untuk perhitungan aktivitas cuplikan sistem pencacahkamar pengion. Sistem pencacah kamar pengion Merlin Gerin yang digunakan laboratorium standardisasi bidangmetrologi radiasi P3KRBiN-BATAN, merupakan salah satu jenis peralatan ukur radiasi untuk pengukuran aktivitasberbagai macam radio nuklida. Untuk menampilkan data hasil pengukuran peralatan tersebut digunakan tampilandigital, tetapi pengambilan data hasil pengukurannya masih dilakukan secara manual sehingga ketelitian data yangdiperoleh sangat bergantung pada operatornya. Untuk meningkatkan kinerja sistem, telah dilakukan penambahanperangkat keras berupa komputer personal dan multimeter digital serta analisis, perancangan dan pembuatanprogram komputer. Komputer berfungsi pengambil data secara otomatis berdasarkan runtutan perintah yangdiberikan dan dilanjutkan dengan melakukan perhitungan menggunakan persamaan-persamaan yang telahditentukan dan yang terakhir melakukan pencetakan hasil. Program komputer dibuat menggunakan bahasapemrograman Delphi dan telah diuji coba langsung pada sistem. Perbandingan antara perhitungan oleh komputerdan perhitungan secara manual diperoleh hasil yang sama, sehingga dapat disimpulkan bahwa program komputertelah berfungsi sesuai dengan yang diharapkan dan unjuk kerja dari sistem pencacah telah dapat ditingkatkan.
KARAKTERISTIK GEL TITANIUM TUNGSTAT DAN PENGARUHNYA TERHADAP PELEPASAN RENIUM-188 Duyeh Setiawan; M . Basit; Iwan Hastiawan
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 16 Nomor 1 Januari 2013
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.878 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2013.16.1.473

Abstract

Gel titanium tungstat (TiW) merupakan bahan matriks generator 188W/188Re untuk produksi radioisotop renium-188 (188Re). Gel titanium tungstat diperoleh dengan cara mereaksikan titanil dan tungsten dari kelimpahan isotop alam. Karakteristik gel titanium tungstat yang dikontrol meliputi perbandingan mol Ti:W, pH dan reaksi pemanasan, merupakan tujuan penelitian yang akan dipelajari. Pembuatan gel dilakukan dengan cara “Pre-formed” menggunakan sasaran WO3 non radioaktif. Sasaran WO3 dibuat larutan amonium tungstat (NH4)2WO4 direaksikan dengan titanium tetraklorida (TiCl4), diperoleh kondisi optimum terjadi bentuk gel pada perbandingan mol Ti:W = 1:0.7, pH 6 dan reaksi pemanasan pada suhu 60 oC.Ge. l berwarna putih dikeringkan pada suhu 80 oC dan 130 oC selama tiga jam.Karakterisasi dengan X-RD menunjukkan bahwa sifat gel menunjukkan bentuk struktur amorf. Identifikasi dengan FTIR diperoleh puncak-puncak serapan pada 3600-3000 cm-1 dari gugus –OH yang berikatan dengan titanium dan ikatan W-OH ditunjukkan pada serapan 1600 cm-1 yang lemah, puncak lain pada serapan 600-1100 cm-1 untuk serapan dari W-O. Identifikasi menggunakan metode SEM diperoleh bentuk butiran kasar, rapuhdan homogen. Gel yang telah diiradiasi dalam reaktor pada fluks neutron » 104 n/cm2/s selama 89 jam, dipaking dalam kolom yang dilengkapi “sintered glass”. Radionuklida 188Re yang terbentuk dielusi dengan larutan NaCl 0,15 M pH 5, diperoleh hasil elusi (yield) 60 %, mempunyai kemurnian radiokimia lebih besar 95 %.
ESTIMASI KETIDAKPASTIAN ANALISIS RADIONUKLIDA Ra-226, Ra-228, Th-228 DAN K-40 DALAM CUPLIKAN SEDIMEN DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI GAMMA Sukirno Sukirno; Samin Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 14 Nomor 1 Januari 2011
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.929 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2011.14.1.27

Abstract

ESTIMASI KETIDAKPASTIAN ANALISIS RADIONUKLIDA Ra-226, Ra-228, Th-228 DAN K-40 DALAMCUPLIKAN SIDIMEN DENGAN TEKNIK SPEKTROMETRI GAMMA. Nilai suatu hasil pengujian tidak akanbermakna tanpa disertai dengan perhitungan nilai ketidakpastian. Demikian juga pada hasil penentuan radionuklidaRa-226, Ra-228, Th-228 dan K-40 dalam cuplikan sedimen. Tujuan penelitian ini adalah menentukan nilaiketidakpastian pengukuran radionuklida Ra-226, Th-228, Ra-228 dan K-40 untuk memenuhi persyaratan ISO/IECguide 17025-2005 yang telah diterapkan pada laboratorium kimia analitik Pusat Teknologi Akselerator dan ProsesBahan. Untuk itu telah dilakukan penaksiran nilai ketidakpastian perhitungan pada analisis Ra-226, Ra-228, Th-228dan K-40 yang terkandung dalam sedimen. Cuplikan sedimen halus ditimbang 100 g dan dicacah denganspektrometri gamma. Analisis secara kuantitatif dilakukan dengan metoda absolut dan komparatif dengan bahanstandar pembanding Reference Material IAEA-315. Berdasarkan perhitungan gabungan pada cakupan 2 dengantingkat kepercayaan 95 % diperoleh ketidakpastian masing masing radionuklida untuk metoda absolut Ra-226 = ±1,3 dari konsentrasi 19,01 Bq/kg, Th-228 = ± 4,1 dari konsentrasi 76,28 Bq/kg, Ra-228 = ± 2,1 dari konsentrasi54,61 Bq/kg, dan K-40 = ± 11,8 dari konsentrasi 206,81 Bq/kg, akan memberikan hasil analisis yang tepat denganrelatif deviasi di bawah 9 % dan rentang ketidakpastian relatif lebih kecil dari 10 %Kata kunci : Ketidakpastian, spektrometer gamma, Radionuklida Ra-226, Ra-228, Th-228, K-40
UJI HOMOGINITAS DAN STABILITAS KANDIDAT BAHAN STANDAR ZIRKONIL KLORIDA (ZrOCL2) HASIL OLAH PASIR ZIRKON KALIMANTAN DENGAN METODE F-AAS THE HOMOGENEITY, AND STABILITY TEST OF ZIRCONYL CHLORIDE (ZrOCL2) PRODUCT FROM KALIMANTAN BY FLAME ATOMIC ABSORPTION SPE Supriyanto C.; Samin Samin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 17 Nomor 1 Januari 2014
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (700.943 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2014.17.1.1639

Abstract

Pembuatan bahan standar zirkonil klorida hasil olah pasir zirkon perlu dilakukan untuk mendukung kegiatan pilot plant pembuatan zirkonia di PTAPB-BATAN. Tujuan pembuatan bahan standar adalah untuk mengontrol kualitas produk zirkonia, validasi metode dan kalibrasi alat. Persyaratan yang harus dipenuhi sebagai kandidat bahan standar antara lain bahan tersebut homogen dan stabil, sehingga diperlukan uji homogenitas dan uji stabilitas. Uji homogenitas dan uji stabilitas dilakukan dengan metode statistik berdasarkan data kadar Zr dan Fe yang diperoleh secara F-AAS. Diperoleh nilai kepekaan dan presisi alat uji yang memenuhi persyaratan, masing-masing dengan kepekaan 0,019 ppm (persyaratan 0,040 ppm), dan presisi 0,762 % (persyaratan 1 %). Berdasarkan perhitungan statistik menggunakan uji F diperoleh harga F hitung pada kadar Zr dan Fe masing-masing 0,389 dan 2,903. Karena harga F hitung < harga F tabel (= 3,779), maka dapat disimpulkan bahwa kandidat bahan standar sudah homogen. Diperoleh nilai selisih antara rerata hasil uji kedua dan rerata hasil uji homogenitas (Xi–Xhm) masing-masing 0,0349 dan 0,2645. Sedangkan nilai dari 0,3 x nIQR (0,3 tetapan APLAC, nIQR adalah selisih kuartil 3 dan 1 yang ternormalisasi) masing-masing 0,0551 dan 0,2774. Harga (Xi–Xhm) < 0,3 (nIQR), maka dapat disimpulkan bahwa kandidat bahan standar sudah stabil. Kadar Zr yang diperoleh dengan metode F-AAS bila dibandingkan dengan kadar Zr yang diperoleh dengan metode XRF pada signifikansi 1 % menunjukkan harga t0 < t tabel (2,37 < 3,169), sehingga dapat disimpulkan tidak ada perbedaan rerata hasil antara kedua metode uji.In order to support the pilot plant of zirconia production at PTAPB-BATAN, standard materials of zirconyl chloride is absolutely needed. The aim of preparation of standard materials to be used to control the quality product of zirconia, validation the method, and for calibration instruments. Homogeneity and stability of sample play an important role in the fulfillment of candidate standard materials zirconyl chloride production requirements. To test the homogeneity, and stability using statistically data processing based on the content of Zr and Fe element were obtained by flame atomic absorption spectrophotometry (AAS) method. In the calibration of AAS test equipment, the values of sensitivity and precision test equipment obtained meets the requirements, such as a sensitivity of 0.019 ppm (0.040 ppm requirement), and the precision of 0.762% (1% requirement). Based on the calculation using F test statistically data processing were obtained that the values of calculated F were Zr 0.3890, and Fe 2,9036 respectively. The obtained value of calculated F were smaller than F table, so that the sample of candidate standard material zirconyl chloride were homogeneous. At the stability test based on the content of Zr and Fe element, the values of the differences between the mean values of the second test and the mean of the homogeneity ( Xi - Xhm ) were 0.0349 and 0.2645 respectively. Whereas the value of 0,3 x nIQR (0.3 constanta from APLAC, nIQR were the difference in quartile 3 and quartile 1 were normalized) were obtained that 0.0551 and 0.2774 respectively. The value of ( Xi - Xhm ) were obtained smaller than the value of 0,3 x nIQR, so that the sample of candidate standard material zirconyl chloride were stable. The content of Zr element in sample of candidate standard material zirconyl chloride was obtained by F-AAS method to compaired with XRF method showed that at level of significant 5 % was obtained t0=2,37 > ttable =2.28, show that the difference of average concentration, but lower than at level of significant 1 % (ttable= 3.169). Based on calculation of statistically data processing were conclusied that the candidate of standard materials zirconyl chloride were homogeneous and stable. The results of comparative tests of Zr content with XRF method showed no difference in sigifikance 1 %.
METODE SEMIEMPIRIS UNTUK MENENTUKAN KOMPOSISI ISOTOP URANIUM Tegas Sutondo
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 2 Juli 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.358 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.2.140

Abstract

METODE SEMIEMPIRIS UNTUK MENENTUKAN KOMPOSISI ISOTOP URANIUM. Pada perhitungan desain reaktornuklir, sering diperlukan beberapa variasi tingkat pengkayaan U235. Hal ini akan berpengaruh terhadap komposisi 3isotop uranium utama yaitu U234, U235 dan U238 untuk tingkat pengkayaan U235 yang diinginkan. Mengingat terbatasnyadata komposisi yang tersedia maka perlu dilakukan suatu cara pendekatan, untuk memperkirakan komposisi ke-3isotop tersebut, sesuai dengan nilai tingkat pengkayaan U235 yang diinginkan. Makalah ini menyajikan dasar teori yangdigunakan untuk menyusun suatu rumus semi empiris untuk memperkirakan komposisi 3 isotop uranium sebagaifungsi nilai pengkayaan U235, yang diperoleh berdasarkan data eksperimen yang tersedia. Berdasarkan data yangtersedia, serta kelangkaan data untuk rentang pengkayaan antara 3,5 % hingga 12 %, disimpulkan bahwa untukisotop U235 perlu digunakan 2 persamaan linear yang berbeda yaitu untuk pengkayaan ≤ 3,5 % dan ≥ 3,5 %. Untukisotop U234 satu fungsi polinomial orde 4 bisa digunakan secara baik untuk seluruh pengkayaan dalam rentang 0,711% hingga 20 %, sedangkan untuk pengkayaan yang lebih tinggi (> 20 %), maka lebih baik digunakan pendekatanpersamaan power fitting. Komposisi isotop U238 selanjutnya dapat ditentukan dari komposisi isotop U235 dan U234 untukpengkayaan U235 yang diinginkan.
STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 99mTc-MDP HASIL PRODUKSI PSTNT-BATAN PADA MANUSIA UNTUK DETEKSI METASTASIS DAN INFLAMASI TULANG BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT Isnaini Nur Islami; Nur Rahmah Hidayati; Teguh Hafiz Ambar Wibawa; Iswahyudi Iswahyudi; Isti Daruwati; Moch Nurul Subkhi
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 2 Juli 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.2.5302

Abstract

STUDI AWAL ESTIMASI DOSIS INTERNAL 99mTc-MDP HASIL PRODUKSI PSTNT-BATAN PADA MANUSIA UNTUK DETEKSI METASTASIS DAN INFLAMASI TULANG BERBASIS UJI BIODISTRIBUSI HEWAN MODEL MENCIT. Kanker adalah sel abnormal yang dapat menyebar sampai ke tulang. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan bone-scan menggunakan radiofarmaka. PSTNT-BATAN Bandung melakukan penelitian radiofarmaka penyidik tulang yaitu MDP yang dapat ditandai dengan radionuklida teknesium-99m. Penelitian ini bertujuan memperoleh estimasi dosis internal radiofarmaka 99mTc-MDP sebagai penyidik metastasis dan inflamasi tulang untuk manusia berdasarkan biodistribusi radiofarmaka 99mTc-MDP produksi PSTNT-BATAN. Metode penelitian ini, uji biodistribusi dari penandaan MDP dengan teknesium-99m dengan interval waktu 2,4,6, dan 24 jam setelah penyuntikan melalui intravena ekor pada 12 hewan model mencit normal dengan dosis injeksi 5,44 MBq tiap mencit dengan kemurnian 98,49%±25,37.Hasil uji biodistribusi didapatkan persentase dosis injeksi pergram organ hewan yang dikonversi menjadi persentase dosis injeksi pergram organ manusia yang diinput pada software OLINDA/EXM untuk mendapatkan residence time dan estimasi dosis internal. Hasil estimasi dosis menggunakan OLINDA/EXM diperoleh nilai total estimasi dosis efektif 99mTc-MDP (mSv/MBq) untuk laki-laki dewasa 1,87E-03 sedangkan untuk wanita dewasa bernilai 2,24E-03. Hasil estimasi dosis radiofarmaka 99mTc-MDP produksi PSTNT-BATAN ini dapat digunakan sebagai panduan dosis organ pada saat akan diinjeksikan pada manusia.
LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS Tjipto Sujitno; Trimardji Atmono; Sayono Sayono; Lely Susita
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 9 Nomor 2 Juli 2006
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.27 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2006.9.2.172

Abstract

LAPISAN TIPIS ZnO SUSUNAN LARIK SEBAGAI SENSOR GAS. Telah dibuat sensor gas dari bahan lapisan tipisZnO dengan sistem larik menggunakan teknik D-C sputtering. Tujuan dari pembuatan sistem larik ini adalah untukmenyederhanakan sistem, memperkecil konsumsi daya dan untuk memperkecil tahanan lapisan tipis yang terbentuk.Untuk maksud tersebut sistem pemanas dibuat dari lapisan tipis emas dengan sistem larik dan ditumbuhkan padasalah satu sisi substrat alumina (Al2O3), sedangkan sistem elektroda dari lapisan tipis emas juga dalam bentuk sistemlarik ditumbuhkan pada sisi yang lainnya. Selanjutnya lapisan tipis ZnO ditumbuhkan di atas elektroda menggunakanteknik sputtering. Dari hasil pengujian sistem pemanas dari tegangan baterai 1,5 volt hingga 9 volt diperoleh hasiltemperatur sebesar 295 0C yang merupakan temperatur operasi sensor dicapai pada tegangan 4,5 volt, sedangkanuntuk tegangan pemanas 9 volt, lapisan tipis pemanas mengelupas (rusak). Dari pengujian respon sensor untukberbagai gas uji juga diperoleh hasil bahwa dengan sistem larik ternyata resistansinya juga semakin kecil, sebagaicontoh resistansi untuk sistem satu larik sebesar 150 MΩ sedangkan resistansi untuk sistem 3 larik sebesar 39 MΩ.Berdasar uji sensitivitas sensor juga diperoleh hasil bahwa dengan jumlah larik yang lebih banyak ternyata sensorlebih sensitif. Dari hasil analisis struktur mikro menggunakan SEM teramati bahwa lapisan tipis ZnO yang terbentukterdistribuasi secara merata pada permukaan substrat sedang ketebalan lapisan tipis dalam order 1,4 μm. Darianalisa unsur menggunakan EDX teramati bahwa lapisan yang terbentuk betul-betul senyawa ZnO dengan komposisiZn = 80, 34 % massa dan O = 19,66 % massa. Dari analisa struktur kristal menggunakan XRD teramati bahwa lapisantipis ZnO yang terbentuk merupakan polikristal dengan bidang-bidang kristal (110), (022), (101), (141), (211), (002)dan (301)