cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
ganendra@batan.go.id
Editorial Address
Jl. Babarsari Kotak Pos 6101 ykbb, Yogyakarta 55281
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Ganendra: Majalah IPTEK Nuklir
ISSN : 14106957     EISSN : 25035029     DOI : https://doi.org/10.17146/gnd
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Iptek Nuklir Ganendra merupakan jurnal ilmiah hasil litbang dalam bidang iptek nuklir, diterbitkan oleh Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan (PTAPB) - BATAN Yogyakarta. Frekuensi terbit dua kali setahun setiap bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 236 Documents
STUDI PARAMETER AIR DAN RADIOAKTIVITAS ALAM PERAIRAN SUNGAI SEROPAN GUNUNGKIDUL Tri Rusmanto; Agus Taftazani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 11 Nomor 1 Januari 2008
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (540.026 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2008.11.1.137

Abstract

STUDI PARAMETER AIR DAN RADIOAKTIVITAS ALAM SAMPEL AIR, SEDIMEN SUNGAI SEROPANGUNUNGKIDUL. Kualitas air Sungai Seropan sebagai bahan baku air bersih (rumah tangga) harusdipantau kualitasnya melalui parameter fisik, kimia, biologi dan radioaktivitas. Telah dilakukan studikualitas air tersebut dengan parameter penelitian suhu, suspended solid (SS), radioaktivitas gross β danγ, kesadahan, COD, BOD, escherichia coli. Sampel air dan sedimen sungai diambil pada bulan Februari(penghujan) dan Agustus (kemarau) 2006. Didapat hasil pengukuran parameter kualitas air sungaiSeropan berturut-turut adalah suhu rata-rata 28˚C; SS maksimum 48 mg/L, pH maksimum 6,8;kesadahan maksimum 257,49 mg/L; COD maksimum 8 mg/L, BOD maksimum 4,9 mg/L, bakteri E. collimax > 2400 mpn/100 mL, gross b air maksimum 0,9071 Bq/L. Semua parameter tersebut masih dibawah kadar maksimum dari Keputusan Gubernur Kepala Daerah Istimewa YogyakartaNo/214/KPTS/1991 dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor907/Menkes/SK/VII/2002. Sampel sedimen tidak dapat dibandingkan karena belum tercantum dalambaku mutunya. Hasil identifikasi radionuklida alam pemancar gamma pada sampel air sungai adalah Tl-208 dan K-40 sedangkan pada sampel sedimen terdeteksi lebih banyak yaitu Tl-208, Ac-228, Ra-226,Pb-212, Pb-214, Bi-214, Ac-228, Ac-228 dan K-40.
PENGARUH PERBANDINGAN MOL Ce/Total DALAM LARUTAN UMPAN TERHADAP KERNEL CSZ HASIL SINTER. Sri Rinanti Susilowati; R Sukarsono; Erilia Yusnitha
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 22 Nomor 1 Januari 2019
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (677.175 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2019.22.1.5305

Abstract

PENGARUH PERBANDINGAN MOL Ce/TotalDALAM LARUTAN UMPAN TERHADAP KERNEL CSZ HASIL SINTER. Telah dilakukan pembuatan kernel ceria stabilized zirconia (CSZ) metode gelasi eksternal. Sebagai bahan dasar umpan gelasi menggunakan Ce(NO3)3.6H2O dan ZrO(NO3)2.2H2O dengan variasi perbandingan mol (Zr/Total) nitrat 12, 24, 36, 48 dan 60% dalam larutan umpan. Untuk memperoleh gel yang baik, parameter kunci yang harus dipenuhi pH sol, viskositas umpan, frekuensi, amplitude dan flow rate umpan. Pada proses pencucian, konduktivitas air cucian terakhir dikondisikan pada ≤ 20µS/cm setara 0,001 % berat kandungan NH4OH. Proses pengeringan dilakukan pada kondisi vakum pada 80°C, kalsinasi suhu 500°C , laju pemanasan < 2°C suasana atmosfer. Gel CSZ hasil pengeringan diukur diameternya dan kondisi fisiknya menggunakan mikroskop digital. Karakterisasi menggunakan DTA-TGA menunjukkan adanya puncak endotermis pada suhu sekitar 80°C hingga suhu 189°C, di mana terjadi pengurangan massa sebesar 18,75%, dan puncak eksotermis, terjadi pengurangan massa 11,34%. Puncak endotermis terlihat ada penguapan air dan sisa ammonia dalam gel, puncak eksotermis karena terjadi dekomposisi bahan-bahan organik, ammonium nitrat dalam gel. Dari variasi perbandingan mol Ce/Total gel yang terbaik hingga proses kalsinasi dan sintering hingga suhu 1350°C adalah 12 dan 24 %, gel masih terlihat utuh tidak pecah maupun retak, gel hasil kalsinasi memiliki spektrum IR dengan frekuensi vibrasi pada nilai yang dimiliki gugus fungsi hidroksil, nitrat, cerium dan zirkonium oksida. Kernel CSZ tersinter menghasilkan difraktogram senyawa Zirconium Cerium Oxide dengan struktur kristal tetragonal. 
PENENTUAN KADAR Cu, Fe, Zn DALAM TANAH, TANAMAN TEH, DAUN TEH DAN MINUMAN TEH Supriyanto Supriyanto; Zainul Kamal
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 9 Nomor 1 Januari 2006
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.838 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2006.9.1.169

Abstract

PENENTUAN KADAR Cu, Fe, Zn DALAM TANAH, TANAMAN TEH, DAUN TEH DAN MINUMAN TEH. Salah satupenyebab kerusakan kualitas tanah adalah terjadinya pencemaran Cu Fe danZn sehingga langsung maupun tidaklangsung dapat menimbulkan pencemaran tanaman yang tumbuh diatasnya antara lain tanaman teh yang selama inidigunakan masyarakat secara luas sebagai bahan pembuatan minuman teh. Pengambilan sampel tanah, akartanaman teh, daun teh, dan minuman teh dilakukan pada bulan Juni 2005 di kecamatan Keparakan, Temanggung,Jawa Tengah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar Cu Fe dan Zn di dalam tanah , akar tanamanteh, daun teh serta minuman teh. Penelitian dilakukan dengan cara sampel didigesti dengan asam nitrat pekat sampaidiperoleh larutan yang jernih kemudian diencerkan dengan akuabides sampai 10 ml. Penentuan kadar unsur Cu, Fe,dan Zn menggunakan alat AAS. Diperoleh hasil kadar rata rata Cu Fe dan Zn di dalamtanah dalam 0,155 ± 0,005ppm, 127,16 ± 2,65 ppm, dan 0,68 ± 0,02 ppm, di dalam tanah luar 0,355 ± 0,025 ppm, 360,59 ± 13,17 ppm dan 0,78± 0.01 ppm, di dalam akar tanaman teh 0,241 ± 0,098 ppm, 13,16 ± 1,34 ppm dan 2,64 ± 0,06 ppm, di dalam daun teh0,211 ± 0,013 ppm, 3,35 ± 0,886 ppm, dan 0,795 ± 0,016 ppm serta di dalam minuman teh 0,142 ± 0,086 ppm, 6,11 ±0,35 ppm dan 0,66 ± 0,02 ppm.
STUDI PRODUKSI RADIOISOTOP Mo-99 DENGAN BAHAN TARGET LARUTAN URANIL NITRAT PADA REAKTOR KARTINI Edi Trijono Budisantoso; Syarip Syarip
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 5 Nomor 1 Januari 2002
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.905 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2002.5.1.207

Abstract

STUDI PRODUKSI RADIOISOTOP Mo-99 DENGAN BAHAN TARGET LARUTAN URANIL NITRAT PADA REAKTOR KARTINI. Telah dilakukan analisis simulasi larutan U-nitrat sebagai target iradiasi neutron untuk produksi radioisotop Mo-99. Uranium dalam senyawa nitrat diperkaya dengan 20% berat U-235. Analisis simulasi dilakukan berdasarkan pada perhitungan program ORIGEN2 dimana variasi simulasi konsentrasi U-nitrat yang diuraikan dalam data komposisi unsur dalam larutan dijadikan masukan program ORIGEN2. Program ORIGEN2 digunakan untuk menghitung perubahan komposisi unsur apabila larutan teriradiasi neutron dengan fluks 5x1011 n/cm2det dengan lama iradiasi mulai dari 1 hari sampai dengan 8 hari. Untuk menyederhanakan analisis dibuat representasi grafis terhadap hasil perhitungan terhadap parameter K~, Energi fisi, radioaktivitas MO-99 dan kontur peluruhan Mo setelah selesai iradiasi. Dari hasil analisis simulasi dapat disimpulkan bahwa radioisotop Mo-99 dapat diproduksi dengan melalui iradiasi larutan U-nitrat 102 g/l dengan uranium diperkaya 20% berat U-235 pada reaktor Kartini. Produksi yang dapat dicapai adalah 3.23 Ci Mo-99 per 300 cc larutan dengan lama iradiasi 5 hari. Daya thermal yang dibangkitkan dalam larutan selama proses iradiasi sebesar 89.3 watt didinginkan oleh sistem sirkulasi air kolam reaktor.
SIMULASI DESAIN PERISAI RADIASI MBE-LATEKS MENGGUNAKAN MCNP5 Darsono .; Safirudin .; M. Toifur
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 16 Nomor 2 Juli 2013
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (515.459 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2013.16.2.607

Abstract

Telah dilakukan simulasi desain perisai radiasi MBE lateks 300 keV/20 mA menggunakan program MCNP5. Simulasi dilakukan untuk memperoleh data verifikasi desain perisai radiasi MBE lateks secara analitik. Dalam simulasi menggunakan program MCNP5 dibutuhkan masukan yang tepat agar memberikan hasil yang diharapkan. Masukan itu berupa bentuk dan intensitas sumber radiasi sinar X yang digunakan, bentuk geometri perisai radiasi dan komponen MBE lateks di dalam perisai, dan jenis bahan perisai dan komponen MBE lateks yang digunakan. Masukan tersebut kemudian dimodelkan menggunakan program VISED. Dalam simulasi ini sumber radiasi sinar X dimodelkan berbentuk segi empat tipis berada ditengah-tengah jendela Ti yang memancarkan radiasi secara isotropik. Selain itu komponen MBE lateks di dalam perisai dipandang sebagai pengganggu pancaran sumber radiasi X. Pengamatan intensitas teratenuasi dideteksi menggunakan 5 detektor titik talli (Tally) F5 yang diletakkan searah tebal perisai radiasi. Pengamatan distribusi sinar X pada perisai dideteksi dengan meletakkan banyak detektor pada permukaan bagian luar perisai. Dari hasil simulasi dan analisis data, diperoleh nilai tebal perisai Pb yang aman untuk menahan paparan radiasi MBE lateks 300 keV/20 mA yaitu > 2,5 cm. Di samping data tebal perisai, pada simulasi ini juga diperoleh nilai laju dosis pada berbagai permukaan perisai. Besar nilai laju dosis pada permukaan perisai bidang XZ sebesar 2,58 mrem/jam, dan pada permukaan perisai bidang YZ sebesar 2,88 mrem/jam. Perbedaan laju dosis ini disebabkan oleh pengaruh letak komponen MBE yang berada di dalam perisai radiasi sinar X.
PENGARUH PENAMBAHAN ALIRAN DARI BAWAH KE ATAS (BOTTOM-UP) TERHADAP KARAKTERISTIK PENDINGINAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG Indriati Sri Wardhani
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 13 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.244 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2010.13.2.47

Abstract

PENGARUH PENAMBAHAN ALIRAN DARI BAWAH KE ATAS (BOTTOM-UP) TERHADAP KARAKTERISTIKPENDINGINAN TERAS REAKTOR TRIGA 2000 BANDUNG. Panas yang dihasilkan dari reaksi fisi akan menaikkantemperatur dinding elemen bakar. Oleh karena itu fluida kerja yang berfungsi sebagai pendingin primer dalam tankireaktor harus dapat memindahkan panas dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbandinganunjuk kerja sistem pendinginan reaktor nuklir berbahan bakar silinder melalui perpindahan panas konveksi alamiahdengan sistem pendinginan yang dilakukan secara konveksi paksa. Pendinginan konveksi paksa dilakukan dengancara menyemprotkan fluida pendingin dari bawah teras reaktor. Hasilnya menunjukkan bahwa unjuk kerjapendinginan konveksi dengan tambahan sprayer lebih baik jika dibandingkan dengan pendinginan konveksi alamiah.Hal ini ditunjukkan melalui temperatur maksimum pendingin di bagian atas teras sebelum ada penyemprot(pendinginan konveksi alamiah) 88,55 oC, setelah ditambah penyemprot (pendinginan konveksi paksa) turunmenjadi 47,35 oC. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dengan penambahan penyemprot yang dipasang dibawah teras reaktor akan dapat memperbaiki pendinginan di dalam kanalnya dan dapat mengurangi timbulnyagelembung.Kata kunci: pendinginan, primer, konveksi, alamiah, paksa, teras reaktor.
PENGUKURAN SPEKTRUM NEUTRON PADA TABUNG BERKAS NEUTRON RADIOGRAFI REAKTOR G.A. SIWABESSY DENGAN SINGLE SPHERE SPECTROMETER Rasito Tursinah; Bunawas Bunawas; U. Tarmulah; S. Zanuar; D. Andrega
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 21 Nomor 2 Juli 2018
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.581 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2018.21.2.4316

Abstract

Telah dilakukan pengukuran spektrum neutron pada tabung berkas neutron fasilitas radiografi neutron reaktor G.A Siwabessy. Pengukuran dilakukan untuk mengkonfirmasi adanya faktor penyebab menurunnya kualitas ketajaman citra hasil dari radiografi. Pengukuran spektrum neutron dilakukan menggunakan single sphere spectrometer (SSS) dengan tujuh detektor keping emas. Tampilan spektrum neutron dari konversi aktivitas detektor SSS dilakukan menggunakan software UMG 3.3, adapun fungsi respon detektor SSS dihitung menggunakan software MCNPX. Berdasarkan hasil pengukuran diperoleh spektum neutron didominasi termal dengan fluks termal 6,14×106 neutron cm-2s-1, epitermal 1,18×106 neutron cm-2s-1, dan neutron cepat 3,37×106 neutron cm-2s-1. Hasil pengukuran spektrum tersebut mengkonfirmasi bahwa terjadi penurunan fluks neutron termal di ujung tabung berkas neutron radiografi (dari 9,2×106 neutron cm-2s-1), sehingga hal ini bisa menjadi salah satu sebab penurunan kualitas ketajaman citra radiografi.
EVALUASI DAN PERKEMBANGAN PEMBUATAN BAHAN BAKAR KERNEL UO2 DI PTAPB-BATAN YOGYAKARTA Hidayati Hidayati; Sri Rinanti Susilowati; Didiek Herhady
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Vomor 10 Nomor 1 Januari 2007
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.231 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2007.10.1.160

Abstract

EVALUASI DAN PERKEMBANGAN PEMBUATAN BAHAN BAKAR KERNEL UO2 DI PTAPBBATANYOGYAKARTA Telah dilakukan evaluasi pembuatan bahan bakar kernel UO2 sertaperkembangannya di Bidang Kimia dan Teknologi Proses Bahan (BKTPB) – PTAPB - BATAN Yogyakarta.Pembuatan kernel UO2 telah dilakukan dengan metode gelasi internal maupun eksternal. Metode gelasiinternal dilakukan dengan cara kombinasi proses KEMA-HKFA (Keuringvan Electrotecnische Materialenat Arnhem-Hkernforchungsanlage) maupun dengan proses ORNL (Oak Ridge National Laboratory),sedangkan metode gelasi eksternal dilakukan dengan proses emulsifikasi NUKEM (Nuclear Chemie undMetalurgie Gmbh). Dengan metode gelasi internal, telah dilakukan berbagai optimasi kondisi prosesnya.Hasil sementara menunjukkan bahwa proses yang paling baik adalah proses ORNL menggunakan mediagelasi TCE (tricloro etilena). Dengan metode gelasi eksternal, telah diperoleh beberapa kondisi optimum,namun masih perlu dilakukan optimasi lebih lanjut. Untuk memilih metode gelasi internal atau eksternaltergantung pada kemudahan proses, murah secara ekonomi serta yang memberikan hasil terbaik.Pemilihan metode belum bisa diputuskan karena belum semua variabel proses dioptimasi. Penelitianmengenai pelapisan kernel UO2 menggunakan silikon karbida (SiC) maupun pirokarbon (PyC) barumerupakan tahap awal, sehingga masih diperlukan optimasi berbagai variabel prosesnya. Penelitianpembuatan kernel UO2 di BKTPB – BATAN Yogyakarta direncanakan untuk pembuatan inti elemen bakarbentuk bola untuk HTR (High Temperature Reactor) dan dikembangkan sebagai bahan awal prosespembuatan pelet (proses SGMP = Sol-Gel Microsphere Pelletization) untuk PHWR (Pressurized HeavyWater Reactor).
PENGUJIAN AWAL SISTEM INSTRUMENTASI & KENDALI UNIT VAKUM MESIN BERKAS ELEKTRON 350 keV/10 mA TIPE REMOTE MANUAL Sudiyanto Sudiyanto
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 6 Nomor 1 Januari 2003
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.485 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2003.6.1.198

Abstract

INSTALASI SISTEM INSTRUMENTASI & KENDALI UNIT VAKUM MESIN BERKAS ELEKTRON 350 KeV/10 mA TIPE REMOTE MANUAL. Sedang diselesaikan instalasi Sistem Instrumentasi & Kendali (SIK) unit vakum Mesin Berkas Elektron (MBE) tipe remote manual. SIK ini terdiri dari bagian kendali manual jarak jauh dan bagian monitoring jarak jauh. Prinsip kendali manual jarak jauh (50 m) adalah dengan mengendalikan status on/off terminal sumber tegangan 220Volt untuk pompa dan valve. Pemilihan terminal 220 Volt untuk pompa dan valve diatur dari ruang kendali MBE (saklar penyedia daya untuk valve dan pompa diatur ON). Untuk monitoring jarak jauh tingkat kevakuman digunakan kamera CCT yang ditempatkan di depan pirani/penning gauge serta unit TPG.300 BALZER pompa turbo. Monitoring status valve terbuka/tertutup dilakukan dengan menarik kabel indikator LED dari setiap valve ke panel transrak 19 inchi di ruang kendali MBE. Pneumatic valve dilengkapi sistem pipa kompresi dengan unit kompresor dan tabung reservoir. Seluruh pneumatic valve (selain venting valve) dari tipe normaly closed. Sistem CCTV dilengkapi enam buah kamera, sebuah TV monitor dan unit multiplexer untuk memilih gambarnya. Salah satu kamera CCTV ditempatkan pada unit rotator, menggunakan kendali infra merah yang dapat diatur berputar ke kanan / kiri sesuai orientasi monitoring yang dipilih . Hasil uji coba awal menunjukan bahwa SIK tipe remote manual untuk unit vakum Mesin Berkas Elektron menunjukan kinerja baik.
PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH DAN OPERA-3D Taufik Taufik; Suprapto Suprapto; Silakhuddin Silakhudin
GANENDRA Majalah IPTEK Nuklir Volume 15 Nomor 2 Juli 2012
Publisher : Website

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.127 KB) | DOI: 10.17146/gnd.2012.15.2.15

Abstract

PERANCANGAN ULANG MAGNET PENGANALISIS PADA IMPLANTOR ION DENGAN SIMULATOR SUPERFISH dan OPERA-3D. Telah dilakukan perancangan ulang magnet penganalisis pada implantor ion. Agar ion yang diimplantasikan pada suatu target adalah ion tunggal maka diperlukan magnet penganalisis. magnet penganalisis dapat memisahkan ion-ion pengotor dari berkas ion yang dipercepat sehingga dihasilkan ion tunggal. Implantor ion di PTAPB telah dilengkapi dengan magnet penganalisis, tetapi masalahnya adalah data desain detilnya belum ada dan belum berfungsi secara optimal sehingga akan menghambat untuk keperluan perawatan dan pengembangan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memperoleh data teknis magnet penganalisis dan melakukan optimasi desain. Untuk mencapai tujuan tersebut, kegiatan diawali dengan mencari pustaka yang berhubungan dengan magnet penganalisis, melakukan perhitungan detil dengan mempertimbangkan parameter yang telah ada, simulasi terhadap desain yang telah dibuat, penentuan parameter desain dan optimasi dari desain yang telah ada. Dari kegiatan ini dapat diperoleh dokumen desain detil magnet penganalisis untuk energi partikel 150 keV dengan sudut pembelokan 60o serta kemampuan memisahkan partikel dengan m/z = 8 amu. Sedangkan optimasi dari desain sebelumnya dapat dilakukan dengan mengubah bentuk inti magnet tipe C menjadi tipe H, mengubah bentuk kutub magnet menjadi segi empat dengan posisi berkas yang masuk membentuk sudut  positif dan lebih condong ke tepi kutub magnet.Kata kunci : implantor ion, magnet penganalisis, desain detil, optimasi

Page 6 of 24 | Total Record : 236