cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
APLIKASI MAGNET PERMANEN BaFe12O19 DAN NdFeB PADA GENERATOR MAGNET PERMANEN KECEPATAN RENDAH SKALA KECIL Pudji Irasari; Novrita Idayanti
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 11, No 1: OKTOBER 2009
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (115.15 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2009.11.1.4553

Abstract

APLIKASI MAGNET PERMANEN BaFe12O19 DAN NdFeB PADA GENERATOR MAGNET PERMANEN KECEPATAN RENDAH SKALA KECIL.Telah dilakukan perancangan dan pembuatan Generator Magnet Permanen (GMP) kecepatan rendah untuk pembangkit listrik skala kecil.Dalammakalah ini dibandingkan karakteristik generator menggunakan magnet permanen barium ferit (BaFe12O19) dan neodymium iron boron (NdFeB). Struktur rotor dipilih tipe surface mounted karena semua fluks menghadap ke lilitan stator dan berperan dalamkonversi energi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pada putaran nominal, generator dengan magnet BaFe12O19 hanya mampu membangkitkan daya 8,87 W sedangkan generator dengan magnet NdFeB mampu membangkitkan daya 1988,93W.
ANALISIS STRUKTUR DAN POROSITAS KOMPSOSIT Fe3O4-KARBON AKTIF DARI LIMBAH KERTAS SEBAGAI ADSORBEN MAGNETIK Adel Fisli; Rahma Dina Safitri; Nurhasni Nurhasni; Deswita Deswita
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 4: JULI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.498 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.4.4886

Abstract

ANALISIS STRUKTUR DAN POROSITAS KOMPOSIT Fe3O4-KARBON AKTIF DARI LIMBAH KERTAS SEBAGAI ADSORBEN MAGNETIK. Komposit partikel magnet-karbon aktif dari limbah kertas telah berhasil dibuat. Karbon aktif dibuat dengan cara bahan kertas bekas dibakar dan selanjutnya direndam dalam asam kuat. Komposit Fe3O4-karbon aktif dibuat dengan mencampurkan garam besi Fe3+/Fe2+ (rasio mol 2 : 1) dengan suspensi karbon aktif dalam air. Larutan campuran garam besi-karbon aktif ditambahkan larutan NaOH tetes demi tetes pada kondisi suhu 70 oC. Analisis struktur, morfologi, ikatan kimia, sifat magnet dan porositas diselidiki dengan berbagai alat, berturut-turut menggunakan alat XRD, SEM, FTIR, VSM dan adsorpsi-desorpsi N2 Quantasorb. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa nanopartikel Fe3O4 telah berhasil tercangkok pada struktur karbon melalui interaksi gugus hidroksil. Bahan komposit mempunyai sifat magnetik berkelakuan superparamagnetik. Keberadaan nanopartikel Fe3O4 pada struktur karbon membentuk sistem mesopori baru, dimana volume pori meningkat dari 0,07 cc/g menjadi 0,464 cc/g (meningkat 6 kali untuk karbon tanpa aktivasi dan meningkat dari 0,1053 cc/g menjadi 0,525 cc/g (meningkat 5 kali) untuk karbon aktivasi dengan sebaran ukuran pori rata-rata 17,5 nm. Hasil uji adsorpsi menunjukkan bahwa senyawa fenol dan metil jingga hanya mampu diserap 30% dalam larutan air, tetapi untuk senyawa metilen biru mampu diserap 96,3% pada kondisi yang sama. Bahan komposit partikel magnet Fe3O4/karbon aktif limbah kertas dapat digunakan sebagai bahan alternatif menghilangkan zat warna metilena biru dalam limbah cair.
PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP RASIO MAGNETORESISTANCE PADA PADUAN La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 Ahmad Jazuli; Budhy Kurniawan
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.045 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5114

Abstract

PENGARUH UKURAN BUTIR TERHADAP RASIO MAGNETORESISTANCE PADA PADUAN La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3. Telah dilakukan sintesis dan karakterisasi Giant Magnetoresistance pada paduan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3. Sintesis bahan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 menggunakan metode reaksi padatan (solid state method) dari oksida-oksida penyusun La2O3, CaCO3, MnO2, dan TiO2 dengan perbandingan stokiometri unsur La : Ca : Mn : Ti = 0,67 : 0,33 : 0,97 : 0,07. Campuran ini dimilling selama 12 jam dan dilakukan proses pemanasan pada suhu 1350 oC selama 6 jam. Bahan ini kemudian dimilling kembali dengan variasi milling 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam dan 25 jam dan dilakukan proses pemanasan ulang pada suhu 1100 oC selama 24 jam. Hasil pengukuran dengan difraksi sinar-X (XRD) menunjukkan bahwa sintesis bahan La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 memiliki fasa tunggal (single phase) dengan struktur kristal ortorombik, space group Pnma (I-62) dan parameter kisi a = 5,474(2) b = 7,727(3) dan c = 5,477(2). Hasil pengukuran menggunakan EDAX menunjukkan bahwa bahan inimemiliki kualitas yang cukup baik dengan komposisi unsur La : Ca : Mn : Ti : O = 15,13 % : 8,28 % : 18,18 % : 1,58 % : 56,33 %. Hasil foto dengan Scanning Electron Microscope (SEM) menunjukkan bahwa butir-butir kristal berbentuk bulat-bulat hampir homogen di seluruh permukaan sampel dengan ukuran butiran sekitar 1000 nm hingga 4000 nm, 250 nm hingga 2000 nm, 250 nm hingga 1000 nm, 250 nm hingga 500 nm, 100 nm hingga 250 nm berturut-turut untuk milling 5 jam, 10 jam, 15 jam, 20 jam, 25 jam. Pada sampel La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 ini memiliki rasio magnetoresistance cukup besar dengan rasio dρ/ρ sebesar 14,7 %, 18,0 %,24,5 %, 30,8 % 35,2 % dan 44,6%. Telah diperoleh paduan giant magnetoresistance La0,67Ca0,33Mn0,93Ti0,07O3 dengan kualitas yang cukup baik dan ukuran butir sangat mempengaruhi besarnya rasio magnetoresistance hingga 3 kali lipat dari sebelumnya. Peningkatan rasio magnetoresistance pada paduan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan paduan ini untuk aplikasi selanjutnya terutama pada sifat sensitivitasnya.
THE EFFECT OF Cu DOPING AND MAGNETIC FIELD ON SPECIFIC HEAT OF La0.50Ca0.50MnO3 Y. E. Gunanto; W. Nursiyanto; H. Tanaka; T. Ono; A. Purwanto; W. A. Adi; S. Poertadji
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 12, No 3: JUNI 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.836 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2011.12.3.4618

Abstract

THE EFFECT OF Cu DOPING AND MAGNETIC FIELD ON SPECIFIC HEAT OF La0.50Ca0.50MnO3. We report specific heat measurements of La0.50Ca0.50Mn1-YCuYO3 for y = 0.05, 0.15, 0.20 without and with applied magnetic field up to 9 T. In all cases, the external magnetic field does not influence the specific heat. At the temperature range of 100-270 K, as the Cu dopant is increased, the specific heat decreases. We found that at a range of 3-20 K, the specific heat contains terms proportional to T and T3 , but a T3/2 term is not appear. The Debye temperature is 365 K for all samples indicating that the Cu-doping is not influencing the lattice factor β.
SINTESIS DAN KARAKTERISASI SODIUM-POLISTIREN SULFONAT DAN IDENTIFIKASI PENEMPELAN GUGUS SULFONAT DENGAN METODE FT-IR DAN NMR Dieni Mansur; A Haryono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 16, No 1: OKTOBER 2014
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.579 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2014.16.1.4331

Abstract

SINTESIS DAN KARAKTERISASI SODIUM-POLISTIREN SULFONAT DAN IDENTIFIKASI PENEMPELAN GUGUS SULFONAT DENGAN METODE FT-IR DAN NMR . Sodium polistiren sulfonat merupakan polimer yang banyak digunakan sebagai bahan baku dan bahan penunjang di industri kimia. Namun kebutuhan sodium polistiren sulfonat di Indonesia masih diperoleh dari impor. Oleh karena itu perlu dilakukan sintesis polimer dan karakterisasi produk yang dihasilkan untuk mengurangi impor. Sintesis sodium polistiren sulfonat dilakukan melalui proses sulfonasi menggunakan H2SO4 sebagai agent sulfonasi. Dari hasil penelitian ini, produk sodium polistiren sulfonat ada yang larut air dan ada yang tidak larut air. Produk yang larut air adalah sodium polistiren sulfonat yang diinginkan. Berdasarkan analisis Fourier Transform-Infra Red (FT-IR) dan Nuclear Magnetic Resonance (NMR), gugus sulfonat menempel pada posisi para dari benzen. Dengan posisi gugus sulfonat tersebut maka struktur produk yang dihasilkan sesuai dengan struktur sodium polistiren sulfonat acuan.
FENOMENA SERANGAN KOROSI GALVANIK PENYEBAB PATAH NOSE LANDING GEAR PESAWAT TERBANG M. Syahril
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.454 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.4945

Abstract

FENOMENA SERANGAN KOROSI GALVANIK PENYEBAB PATAH NOSE LANDING GEAR PESAWAT TERBANG. Saat pesawat terbang lepas landas dan mendaratkan, variasi jenis beban dan/atau tegangan yang akan bekerja pada area kritis seperti tumpuan perangkat pendarat, sayap dan mesin. Ketika tumpuan perangkat pendarat mengalami kegagalan, maka potensi kerugian sistim ekonomi akan sangat tinggi. Oleh karena itu, pengkajian terhadap penyebab utama patahan sangat penting dilakukan untuk menghindari patahan yang serupa di masa datang. Tulisan ini membahas tentang fenomena patahan pada tumpuan perangkat pendarat setelah siklus penerbangan 2567. Pembahasan berdasarkan pada hasil pemeriksaan komposisi kimia, visual dan makrografi, metalografi dan fraktografi dengan SEM. Semua bukti menunjukkan bahwa karakteristik patahan tumpuan perangkat pendarat disebabkan oleh beban yang dipromosikan oleh adanya korosi pada tabung-bantalan yang bertindak sebagai konsentrasi tegangan. Korosi terbentuk karena kehadiran uap air atau air yang terperangkap di antara material tabung-bantalan dan tumpuan perangkat pendarat roda pesawat. Kenyataannya, perbedaan material antara tabung-bantalan dan tumpuan perangkat pendarat roda pesawat sangat menunjang untuk terjadinya serangan korosi galvanik karena perbedaan potensial korosi antara aluminum dan tembaga.
KARAKTERISASI PERILAKU KONDUKTIVITAS KARBON AKTIF MAGNETIK Aripin Aripin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.363 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.2.4805

Abstract

KARAKTERISASI PERILAKU KONDUKTIVITAS KARBON AKTIF MAGNETIK. Karbon aktif yang mengandung magnetik (KAM) disintesis menggunakan paper towel sebagai sumber karbon dan FeCl2.4H2O sebagai prekursor magnetik. KAM disiapkan dengan mengkombinasikan sifat-sifat struktur karbon dengan kerangka yang mengandung struktur logam. Lima jenis KAM dikarbonisasi pada 400 oC dan diaktivasi pada 400 oC , 500 oC, 600 oC, 700 oC selama satu jam. Sampel dikarakterisasi dengan serapan nitrogen, XRD, dan FTIR. Struktur permukaan yaitu luas permukaan BET dan volume total pori bertambah jika temperatur aktivasi dinaikkan. Karbon aktif (KA) mempunyai puncak XRD yang menunjukkan kerangka karbon amorphous. Pola-pola XRD untuk KAM menunjukkan bahwa bahan ini mengandung magnetit yang terorganisasi dengan karbon yang tersimpan dalam strukturnya. Spektrum FTIR KAM menunjukkan bahwa grup-grup karboksil berkurang jika suhu dinaikkan. Pita-pita serapan pada KAM menunjukkan mode- mode vibrasi stretching dan torsional ikatan Fe-O magnetit berturut-turut dalam situs-situs tetrahedral dan oktahedral. Pengukuran konduktivitas listrik menunjukkan bahwa KAM mempunyai konduktivitas maksimum pada suhu 400 oC, dan penambahan suhu lebih lanjut menghasilkan dalam pengurangan konduktivitas listrik.
STUDI PENGARUH VARIASI SUHU PERLAKUAN PANAS TERHADAP STRUKTURMIKRO DAN KOROSIFITAS PADA PELAPISAN SS 410 MENGGUNAKAN KOMPOSIT Ni-P-NANO PARTIKEL Al2O3 Yulinda Lestari; Efendi Mabruri; Anne Zulfia Syahrial
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 18, No 3: APRIL 2017
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2017.18.3.4114

Abstract

Pelapisan material Stainless Steel 410 dengan komposit Ni-P-nano powder Al2O3 menggunakan metode electroless kodeposisi sangat tergantung pada tingkat penggabungan lapisan komposit tersebut antara matriks Ni-P dan penguat nano partikel Al2O3 Hal ini berpengaruh pada keunggulan sifat lapisan komposit seperti ketahanan korosi yang baik, laju deposisi yang cepat, keseragaman deposit yang dihasilkan dan ketahanan kimia yang baik. Pada penelitian ini, parameter yang divariasi adalah suhu perlakuan panas setelah proses electroless kodeposisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena strukturmikro, fasa dan kristalinitas, komposisi kimia dan distribusi unsur di permukaan coating, dan ketahanan korosi komposit coating Ni-P-nano partikel powder Al2O3. Substrat yang digunakan yaitu Stainless Steel 410 di-pretreatment untuk mengaktivasi permukaan, kemudian direndam dalam larutan yang terdiri dari nikel sulfat, natrium hypophosphite, ammonium sulfat, sodium asetat, lead asetat dan serbuk nano alumina. Substrat direndam selama 60 menit, dalam suhu proses 90±2 oC dengan kecepatan putaran 150 rpm. Karakterisasi sampel dilakukan menggunakan alat SEM-EDS, XRD, dan CMS. Dari hasil percobaan menunjukkan terdapat perbedaan visual permukaan substrat antara logam dasar, setelah proses electroless coating dan setelah perlakuan panas. Berdasarkan variabel percobaan, untuk suhu perlakuan panas yang optimum adalah 400 oC, dimana terbentuk strukturmikro dari nodular menjadi butiran yang lebih teratur dan merata serta memiliki ketahanan korosi yang paling baik.
SYNTHESIS, STRUCTURAL ANALYSIS AND INITIAL ELECTRIC SCRATCHING ON PbZrXTi(1-X)O3 PIEZOELECTRIC MATERIAL Syahfandi Ahda; Mardiyanto Mardiyanto; Parikin Parikin
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jsmi.2018.20.1.4798

Abstract

SYNTHESIS, STRUCTURAL ANALYSIS AND INITIAL ELECTRIC SCRATCHING ON PbZrXTi(1-X)O3 PIEZOELECTRIC MATERIAL. PbZrTi(1-x)O3(PZT) material is currently one of the highest- quality piezoelectric materials and has been widely used in various applications, including as sensors in the observation system in nuclear reactor cores. In this study, a solid state reaction method was used to synthesize PbZrTi(1-x)O3(PZT) material with variations in compaction pressure of 7000 and 5000 psi. The sample synthesized was analyzed by the crystal structure system using Rietveld method of X-ray diffraction (XRD) pattern. The fitting results from Highscore program showed compounds with perovskite crystals system of tetragonal (PbZr0.52Ti0.48O3) and rhombohedral (PbZr0,58Ti0,42O3) and PbTiO3 (tetragonal). The electrifying process using an electrical voltage of kv DC has been successfully carried out on synthesis products. The voltage source used is from the electronic circuit Television (TV) 14-21 inches which has a flyback component and then continues with a voltage drop by making a voltage divider. The polling results can be identified by measuring the piezoelectric constant with the d33 meter device. Optimization of polling parameters to the material temperature was obtained at 100 oC, then applied polling sample of PbZrTi(1-x)O3(PZT) material added by PVDF (1.5, 2.5 and 5% weight percent) to samples with the compaction of 7000 and 5000 psi. Maximum d33 measurement (61 x 10-12 C/N) was obtained on PZT material with a pellet pressure of 7000 psi. Increasing the addition of PVDF results in a reduction of d33.
THE STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF La1-xCaxMnO3WITH x = 0.27 AND 0.47. Y. E. Gunanto; B. Kurniawan; S. Poertadji; A. A. Wisnu; A. Purwanto; H. Tanaka; T. Ono
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 13, No 3: JUNI 2012
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.273 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2012.13.3.4670

Abstract

THE STRUCTURAL AND MAGNETIC PROPERTIES OF La1-xCaxMnO3WITH x = 0.27 AND 0.47. We have studied the structural and magnetic properties for La1-xCaxMnO3 with x = 0.27 and 0.47 using neutron powder diffraction and magnetization measurements. At room and low temperature, all samples have the orthorhombic structure with space group Pnma. The sample x = 0.47 shows the antiferromagnetic mix a ferromagnetic with the magnetic moment and the Curie temperature are 1.30 μB and 260K, respectivelywhile the sample x = 0.27 is a ferromagnetic with the magnetic momentand the Curie temperature are 3.10 μB  and 197K, respectively.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue