cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Sains Materi Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Arjuna Subject : -
Articles 865 Documents
PENGARUH PENGGILINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK PADATAN DIDANOSIN Fikri Alatas; Sundani Nurono Soewandhi; Lucy D. N. Sasongko
Jurnal Sains Materi Indonesia VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.875 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2011.13.1.5398

Abstract

STUDI PENYERAPAN Cs-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT Hanafi Kamarz; Adel Fisli; Sugeng Purnomo
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.319 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5140

Abstract

STUDI PENYERAPAN Cs-137 OLEH NANOKOMPOSIT OKSIDA BESI BENTONIT. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sifat penyerapan berbagai variasi nanokomposit oksida besi dengan bentonit terhadap kontaminan radionuklida Cs-137 dalam larutan. Komposisi nanokomposit oksida besi bentonit divariasikan berdasarkan perbandingan berat (w/w): 1:0 ; 3:1 ; 2:1 ; 3:2 ; 1:1 ; 1:2 dan 0:1. Penyerapan dilakukan dengan sistem bath , dimana 50 mg dari masing-masing nanokomposit dimasukkan ke dalam 10 mL aquadest sehingga membentuk suspensi. Pada setiap komposisi suspensi ditambahkan larutan Cs-137 dengan variasi volum sehingga diperoleh larutan dengan aktifitas kontaminan masing-masing 160 Bq/mL, 140 Bq/mL, 120 Bq/mL, 100 Bq/mL, 80 Bq/mL dan 40 Bq/mL. Setelah dikocok selama 24 jam, partikel nanokomposit dipisahkan dari larutannya dengan lempengan magnet permanen. Cacah sinar- dari larutan sebelumdan sesudah penyerapan dihitung dengan LSC (Liquid Scintillation Counter). Hasil analisis dari data ini memberikan penyerapan terbaik (87,69 hingga 93,07) % dicapai oleh nanokomposit 3:1 dan diikuti oleh nanokomposit 1:0 (71,78 hingga 82,00) %. Sedangkan untuk nanokomposit yang lain 2:1 (37,99 hingga 47,90)%; 3:2 (36,40 hingga 38,96) %; 1:2 (19,93 hingga 22,91)%; 1:1 (19,61 hingga 20,83)%dan 0:1 (05,22 hingga 11,05) %. Dapat disimpulkan bahwa baik oksida besi maupun bentonit dapat menyerap Cs-137 sedang untuk nanokomposit oksida besi bentonit dapat meningkatkan kemampuan penyerapan tersebut yang terdapat dalam larutan kontaminan.
DIFUSI KARBON AKIBAT PELAPISAN GRAFIT PADA KELONGSONG ZIRCALOY-2 Sugondo Sugondo; Mujinem Mujinem; M.M. Lilis Windaryati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.272 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.4999

Abstract

DIFUSI KARBON AKIBAT PELAPISAN GRAFIT PADA KELONGSONG ZIRCALOY-2. Telah dilakukan penelitian difusi karbon ke dalam zircaloy-2 akibat pelapisan grafit. Sebagai variabel ialah waktu dan suhu pemanasan. Bahan yang digunakan ialah kelongsong zircaloy-2 sebagai kelongsong elemen bakar reaktor Cirene. Variasi suhu pemanggangan 450 oC, 500 oC dan 550 oC. Variasi waktu pemanggangan 2 jam, 4 jam, 6 jam dan 8 jam. Identifikasi kadar karbon dengan Leco IR-212. Kesimpulan hasil penelitian adalah kadar karbon, pada interval suhu antara 450 oC sampai dengan 550 oC dengan waktu pemanasan 2 jam sampai dengan 8 jam kadar karbon meningkat dari 0,03526 wt% menjadi 0,3055 wt%. Entalpi, Pada interval suhu dan waktu tersebut adalah antara 6,1722E+03 cal mol-1 dan 2,1127E+04 cal mol-1. Entropi antara 3,9881E+03 cal mol-1K-1 dan 2,3280E+08 cal mol-1K-1. Rasio ekspansi volume pelelehan antara 35,64% dan 10,41%. Difusivitas antara (1,6683E-12 ± 7,2712E-13) cm2s-1 dan (1,1565E-11 ± 4,2483) cm2s-1. Energi aktivasi antara 5,21085E-08 cal mol-1 dan 1,40353E-07 cal mol-1.
KARAKTERISASI MICROSPHERE POLILAKTAT MENGANDUNG HOLMIUM-165 Sudaryanto Sudaryanto; Wahyudianingsih Wahyudianingsih; Aloma Karo Karo; Ari Handayani; Sutisna Sutisna; Abdul Mutalib
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 1: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.307 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.8.1.4821

Abstract

KARAKTERISASI MICROSPHERE POLILAKTAT MENGANDUNG HOLMIUM-165. Karakterisasi microsphere berbasis polimer biodegrable polilaktat (PLA) mengandung holmium-165 (Ho-165) untuk bahan radiofarmaka telah dilakukan. Karakterisasi difokuskan pada ukuran microsphere menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM), dan penentuan keberadaan Ho-165 dalam micropshere menggunakan Neutron Activation Analysis (NAA) dan Energy Dispersion Spectrometry (EDS). Microsphere berbasis PLA mengandung Ho-165 telah dibuat dengan ukuran rata-rata 30 m. Keberadaan Ho-165 dalam microsphere dapat dipastikan berdasarkan kemunculan puncak energi gamma sekitar 80 KeV. Hasil analisis dengan NAA menunjukkan adanya keselarasan antara kandungan Ho-165 hasil perhitungan berdasarkan komposisi dan pengukuran. Dari data EDS diketahui bahwa hanya sebagian kecil Ho-165 di permukaan microsphere, dengan kata lain mayoritas Ho-165 terkungkung di bagian dalam microsphere.
STUDI PENGARUH WAKTU DAN KECEPATAN PENGADUKAN TERHADAP KARAKTERISTIK PRODUK WHITE COLORANT DARI TITANIUM DIOKSIDA (TiO2) Ratnawati Ratnawati; Linda A. Yoshi; Zaenal K.; Andri Y.
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 2: JANUARI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.715 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.2.4132

Abstract

White Colorant adalah bahan baku utama dalam proses pembuatan cat di depo yang dibuat dari pigment TiO2. Proses pembuatan white colorant memerlukan waktu dan energi pengadukan yang besar untuk mencampurkan bahan seperti binder, pigment, solvent dan zat aditif. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan waktu dan kecepatan pengadukan yang optimal dari pencampuran bahan-bahan yang diperlukan agar diperoleh white colorant dari pigment TiO2 yang memenuhi spesifikasi yang diinginkan oleh Pabrik cat di Tangerang. Variasi yang dilakukan adalah kecepatan pengadukan (1000, 1100 dan 1200) rpm dan waktu pengadukan (10, 15, 20, 25 dan 30) menit. Hasil optimum yang didapatkan adalah ukuran partikel TiO2 sebesar 15 µm, viskositas 1900 cPs, total padatan 81,81%, warna DE 0,49 dan CR 98,12% pada kondisi kecepetan pengadukan 1200 rpm dan waktu 15 menit. Hasil ini sesuai dengan spesifikasi standard pabrik cat, yaitu ukuran partikel 10 µm hingga 30 µm, viskositas 1000 cPs hingga 6000 cPs, total padatan 79 % hingga 83%, warna DE sebesar 0,5, dan warna CR sebesar 80 % hingga 100%.
Preface JUSAMI Vol. 20, No. 1, October 2018 Preface JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.708 KB)

Abstract

PENGARUH KANDUNGAN OKSIGEN FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK MOCVD TERHADAP RESPON FEROMAGNETIKNYA Horasdia Saragih; Edy Supriyanto; Mujamilah Mujamilah; Pepen Arifin; Mohamad Barmawi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.102 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5177

Abstract

PENGARUH KANDUNGAN OKSIGEN FILM TIPIS TiO2-Co YANG DITUMBUHKAN DENGAN TEKNIK MOCVD TERHADAP RESPON FEROMAGNETIKNYA. Penumbuhan film tipis TiO2-Co telah dilakukan di atas substrat Si dengan teknik MOCVD. Sifat feromagnetiknya diinvestigasi pada suhu ruang. Konsentrasi kandungan oksigen pada matriks kisi kristal film direkayasa melalui proses penganilan. Film tipis TiO2-Co sebelum dianil menunjukkan sifat feromagnetik pada suhu ruang. Karakteristik magnetik, Ms dan Hc bervariasi untuk setiap film. Nilai Ms bertambah dengan bertambahnya konsentrasi Co. Namun nilai momen magnetik rata-rata per atom Co menurun pada saat konsentrasi Co pada film bertambah. Film tipis TiO2.Co dianil pada tekanan 10-3 Torr dan suhu 450 oC selama 120 menit, dan menunjukkan suatu pengurangan konsentrasi O. Pengurangan konsentrasi O meningkatkan nilai Ms film. Sesuai dengan model teori yang diusulkan oleh peneliti lain, fenomena ini diduga disebabkan oleh hadirnya kekosongan O di sekitar ion Co pada matriks kisi TiO2-Co. Seluruh film tipis hasil penumbuhan memiliki karakter magnetik lembut sebagaimana diharapkan untuk aplikasi spintronika.
PENGARUH KEKENTALAN PEREKAT, SUHU DAN WAKTU CURING PADA PROSES PEMBUATAN KAIN BERBULU DENGAN METODE MEKANIK-ELEKTROSTATI Kuntari Kuntari; Mardanus Mardanus
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.539 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4699

Abstract

PENGARUH KEKENTALAN PEREKAT, SUHU DAN WAKTU CURING PADA PROSES PEMBUATAN KAIN BERBULU DENGAN METODE MEKANIK-ELEKTROSTATIK. Flocking adalah proses pembuatan kain berbulu dengan mengoleskan perekat (adhesive) pada kain dasar, kemudian ditempeli flock (rambut-rambut serat pendek) yang terletak tegak lurus pada permukaan kain dengan metode mekanik-elektrostatik . Faktor yang mempengaruhi kualitas kain berbulu atau flock yang dihasilkan adalah kekentalan perekat, suhu dan waktu curing. Untuk mendapatkan mutu kain flock yang baik , telah dilakukan percobaan pembuatan kain flock dengan dasar kain kapas, menggunakan perekat dari kopolimer resin akrilik dan flock dari nylon 66 dengan variasi kekentalan perekat pada range 200 poise hingga 350 poise dengan selang 50 poise, Suhu curing range 130 oC sampai dengan 170 oC dengan selang 10 oC, dan waktu pada range 3 menit hingga 6 menit dengan selang 1 menit. Hasil percobaan diuji terhadap ketahanan gosok, kekakuan, kekuatan sobek, kekuatan tarik dan mulur kain. Hasil yang diperoleh adalah peningkatan kekentalan perekat sampai 300 poise akan meningkatkan ketahanan terhadap gosokan, menurunkan kekakuan, menaikkan kekuatan tarik dan mulur kain, peningkatan kekentalan perekat sampai 350 poise akan meningkatkan kekuatan sobek. Peningkatan suhu curing sampai 170 oC dan waktu sampai 6 menit, akan meningkatkan ketahanan terhadap gosokan, kekakuan, menurunkan kekuatan sobek dan menurunkan mulur kain. Sedangkan peningkatan suhu curing sampai 160 oC dengan waktu sampai 4 menit akan meningkatkan kekuatan tarik, tetapi pada peningkatan suhu dan waktu curing lebih tinggi akan menurunkan kekuatan tarik. Kain flock dengan mutu baik diperoleh pada kondisi kekentalan perekat 300 poise, suhu curing 160 oC dan waktu curing 4 menit
ELEKTRODEPOSISI LAPISAN KOMPOSIT Cu-Al2O3 DALAM LARUTAN CuSO4 YANG DIDOPING DENGAN PARTIKEL NANO Al2O3 Widiani Agustin; Pradoto Ambardi; Djoko H. Prajitno
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.019 KB) | DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4385

Abstract

ELEKTRODEPOSISI LAPISAN KOMPOSIT Cu-Al2O3 DALAM LARUTAN CuSO4 YANG DIDOPING DENGAN PARTIKEL NANO Al2O3. Lapisan komposit Cu-Al2O3 dibuat dengan menggunakan proses elektrodeposisi. Pada lapisan komposit ini, lapisan Cu berperan sebagai matriks komposit sedangkan nanopartikelAl2O3 berperan sebagai partikel penguat komposit (reinforcement). Lapisan komposit ini merupakan kelompok komposit bermatriks logam (MetalMatrix Composite). Proses elektro deposisi dilakukan pada media larutan elektrolit CuSO4, sedangkan arus listrik di suplai melalui rectifier (DC Current). Katoda yang digunakan pada proses ini adalah pelat Alumunium AA1100 dan anoda berupa grafit atau karbon. Besarnya arus yang digunakan pada proses ini adalah 0,3 A, sedangkan konsentrasi nanopartikel Al2O3 yang ditambahkan pada larutan elektrolit adalah 0,05 g/L. Proses dilakukan pada suhu kamar dan ukuran partikel nano yang digunakan adalah 50 nm. Variasi waktu proses elektrodeposisi adalah 15 menit, 30 menit dan 60 menit dan variasi konsentrasi larutan CuSO4 adalah 200 g/L, 220 g/L dan 240 g/L CuSO4 . Untuk mengetahui peranan dari nanopartikel yang ditambahkan, maka dilakukan beberapa pengujian dan pemeriksaan laboratorium seperti pengujian kekerasan, pemeriksaan strukturmikro. Pemeriksaan Scanning Electron Microscope (SEM) dan pengujian Electron Dispersive Spectroscopy (EDS). Pembuatan lapisan komposit ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik lapisan yang sifat mekaniknya lebih baik.
PENGARUH WAKTU SPUTTERING TERHADAP PENINGKATAN KETAHANAN KOROSI SUHU TINGGI BAHAN CORTEN Wagiyo H.; Syahril Syahril; Suparyadi Suparyadi
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.493 KB) | DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5061

Abstract

PENGARUH WAKTU SPUTTERING TERHADAP PENINGKATAN KETAHANAN KOROSI SUHU TINGGI BAHAN CORTEN. Telah dilakukan deposisi lapisan tipis Al pada bahan Corten. Sampel yang telah dideposisi Al kemudian di uji korosi suhu tinggi (oksidasi). Deposisi lapisan tipis Al menggunakan teknik sputtering selama 30 menit, 60 menit, 90 menit, 120 menit, 150 menit dan 180 menit. Kemudian masing-masing sampel yang telah dideposisi Al, dioksidasi menggunakan alat Thermal Gravimetry Analysis/ Magnetic Suspension Balance (TGA/MSB) selama 50 jam pada suhu 400 ºC. Sampel yang telah dioksidasi dikarakterisasi struktur kristalnya menggunakan alat X-Ray Diffractometer (XRD) dan strukturmikro menggunakan alat Scanning Electron Microscope (SEM). Hasil uji korosi suhu tinggi menunjukkan bahwa sampel yang laju oksidasinya paling kecil atau ketahanan korosinya tinggi adalah sampel yang dideposisi Al selama 3 jam dengan lapisan lindung berupa Al2O3.

Filter by Year

2000 2022


Filter By Issues
All Issue Vol 24, No 1: OCTOBER 2022 Vol 23, No 2: APRIL 2022 Vol 23, No 1: OCTOBER 2021 Vol 22, No 2: APRIL 2021 Vol 22, No 1: OCTOBER 2020 Vol 21, No 4: JULY 2020 Vol 21, No 3: APRIL 2020 Vol 21, No 2: JANUARY 2020 Vol 21, No 1: OCTOBER 2019 Vol 20, No 4: JULY 2019 Vol 20, No 3: APRIL 2019 Vol 20, No 2: JANUARY 2019 Vol 20, No 1: OCTOBER 2018 Vol 19, No 4: JULI 2018 Vol 19, No 3: APRIL 2018 Vol 19, No 2: JANUARI 2018 Vol 19, No 1: OKTOBER 2017 Vol 18, No 4: JULI 2017 Vol 18, No 3: APRIL 2017 Vol 18, No 2: JANUARI 2017 Vol 18, No 1: OKTOBER 2016 Vol 17, No 4: JULI 2016 Vol 17, No 3: APRIL 2016 Vol 17, No 2: JANUARI 2016 Vol 17, No 1: OKTOBER 2015 Vol 16, No 4: JULI 2015 Vol 16, No 3: APRIL 2015 Vol 16, No 2: JANUARI 2015 Vol 16, No 1: OKTOBER 2014 Vol 15, No 4: JULI 2014 Vol 15, No 3: APRIL 2014 Vol 15, No 2: JANUARI 2014 Vol 15, No 1: OKTOBER 2013 Vol 14, No 4: JULI 2013 Vol 14, No 3: APRIL 2013 Vol 14, No 2: JANUARI 2013 Vol 14, No 1: OKTOBER 2012 Vol 13, No 3: JUNI 2012 Vol 13, No 2: FEBRUARI 2012 VOL 13, NO 1: OKTOBER 2011 Vol 12, No 3: JUNI 2011 Vol 12, No 2: FEBRUARI 2011 Vol 12, No 1: OKTOBER 2010 Vol 11, No 2: FEBRUARI 2010 Vol 11, No 1: OKTOBER 2009 Vol 10, No 1: OKTOBER 2008 Vol 9, No 3: JUNI 2008 Vol 9, No 2: FEBRUARI 2008 Vol 9, No 1: OKTOBER 2007 Vol 8, No 3: JUNI 2007 Vol 8, No 2: FEBRUARI 2007 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007 Vol 8, No 1: OKTOBER 2006 Vol 7, No 3: JUNI 2006 Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006 EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006 Vol 7, No 1: OKTOBER 2005 Vol 6, No 3: JUNI 2005 Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005 Vol 6, No 1: OKTOBER 2004 Vol 5, No 3: JUNI 2004 Vol 5, No 2: FEBRUARI 2004 Vol 5, No 1: OKTOBER 2003 Vol 4, No 3: JUNI 2003 Vol 4, No 2: FEBRUARI 2003 Vol 4, No 1: OKTOBER 2002 Vol 3, No 3: JUNI 2002 Vol 3, No 2: FEBRUARI 2002 Vol 3, No 1: OKTOBER 2001 Vol 2, No 3: JUNI 2001 Vol 2, No 2: FEBRUARI 2001 Vol 2, No 1: OKTOBER 2000 Vol 1, No 3: JUNI 2000 Vol 1, No 2: FEBRUARI 2000 Vol 13, No 4: Edisi Khusus Material untuk Kesehatan More Issue