Jurnal Sains Materi Indonesia
Jurnal Sains Materi Indonesia (Indonesian Journal of Materials Science), diterbitkan oleh Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir - BATAN. Terbit pertama kali: Oktober 1999, frekuensi terbit: empat bulanan.
Articles
865 Documents
KARAKTERISTIK SENYAWA PENGKONTRAS MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) GADOLINIUM(III)-DTPA DALAM TUBUH HEWANPERCOBAAN MELALUI SIMULASI 153Gd-DTPA SEBAGAI TRACER
Adang H. Gunawan;
A. Mutalib;
S. Aguswarini;
Ratna Dini H.
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (102.911 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2007.0.0.5141
KARAKTERISTIK SENYAWA PENGKONTRAS MRI (MAGNETIC RESONANCE IMAGING) GADOLINIUM(III)-DTPA DALAM TUBUH HEWANPERCOBAAN MELALUI SIMULASI 153Gd-DTPA SEBAGAI TRACER. Perilaku senyawa pengkontrasMRI (Magnetic Resonance Imaging) Gd-DTPA di dalam tubuh dapat dipelajari dengan mengamati biodistribusi di dalam jaringan tubuh serta laju clearance baik dalam urin maupun feces dengan menggunakan hewan percobaan. Kestabilannya di dalamaliran darah dapat diamati melalui penguraiannya di dalam serum darah setelah diinkubasi pada suhu tubuh. Studi ini perlu dilakukan karena erat kaitannya dengan aspek khasiat (efficacy) dan keselamatan (safety) penggunaan senyawa pengkontras untuk MRI. Dalam laporan ini akan disampaikan hasil uji biodistribusi, clearance, serta kestabilan senyawa Gd-DTPA di dalam serum darah dengan mengunakan senyawa bertanda 153Gd-DTPA. Komplek 153Gd-DTPA disintesis sama seperti Gd-DTPA, yaitu dengan mensuspensikan DTPA (diethylenetriaminepentaacetic acid) dalam larutan 153GdCl3, kemudian suspensi direfluks selama 1 jam dan diperoleh larutan jernih 153Gd-DTPA. Kemurnian radiokimia komplek 153Gd-DTPA ditentukan melalui pengukuran dengan elektroforesa kertas dan kemurniannya diperoleh lebih besar dari 95 %. Uji biodistribusi senyawa komplek 153Gd-DTPA dilakukan terhadap mencit dan uji yang sama dilakukan pula terhadap 153GdCl3 untuk melihat biodistribusi Gd3+ bebas. Hasil percobaan menunjukkan bahwa ion 153Gd3+ terakumulasi di beberapa organ seperti hati, jantung, paru dan limpa. Sedangkan akumulasi senyawa komplek 153Gd-DTPA pada ginjal dicapai dalam waktu 2 jamsetelah penyuntikan. Setelah 48 jam lebih dari 95 % komplek 153Gd-DTPA dikeluarkan melalui urin dan feces dan aktivitas yang tersisa dalam tubuh hewan kurang dari 5 %. Hasil uji kestabilan senyawa kompleks dalam plasma darah pada suhu 37 oC sampai dengan 50 jammasih menunjukkan lebih dari 95%sebagai 153Gd-DTPA.
KARAKTERISASI FILM TIPIS Cu-C60/MgO AKIBAT PENUAAN(AGEING)DENGAN TEKNIK HAMBURAN RAMAN
Tri Hardi Priyanto;
Seiji Sakai;
Hiroshi Naramoto
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 7, No 2: FEBRUARI 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1874.485 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2006.7.2.5000
KARAKTERISASI FILM TIPIS Cu-C60/MgO AKIBAT PENUAAN(AGEING)DENGAN TEKNIK HAMBURAN RAMAN. Film tipis campuran antara Cu dan C60 telah dianalisis dengan menggunakan spektroskopi Raman. Campuran secara atomik dideposit pada substrat Mg(001). Pengujian topografi dengan mikroskop optik menunjukkan bahwa warna film di sebagian besar sisi luar adalah coklat muda dan berubah menjadi coklat tua pada bagian tengah film. Terjadinya perubahan warna dapat diatributkan dengan baberapa jenis interaksi kimia antara Cu-Cu, Cu-C60, C60-C60 dan perubahan alotrop molekul C60. Dari analisis spektroskopik Raman dapat disimpulkan bahwa ciri spektrum secara kuat berkorelasi dengan variasi warna yang bergantung pada daerah pengamatan. Pada tepi filmdengan warna coklat terang (ditunjukkan pada daerah 2 dan 3) atom-atom Cu berinteraksi secara kimia dengan fullerene (Cu-C60). Pada iteraksi ini terjadi pergeseran puncak kira-kira 6 cm-1dari puncak pristine C60 yang diamati untuk puncak-puncak Ag(2) dan Hg(8). Pada pusat film dengan warna coklat gelap (ditunjukkan pada daerah 3, daerah 4 dan daerah 5) terlihat sebagai puncak baru yanang secara tipikal seperti puncak D dan G yang secara umum berkaitan dengan formasi disordered graphite melalui konversi kimia dari C60 dibawah pengaruh oksidasi.
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF γ-AgI IN SUPERIONIC COMPOSITE GLASSES (AgI)x(AgPO3)1-x
Supandi Suminta;
Evvy Kartini;
T. Sakuma
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 9, No 1: OKTOBER 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (222.051 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2007.9.1.4822
PREPARATION AND CHARACTERIZATION OF γ-AgI IN SUPERIONIC COMPOSITE GLASSES (AgI)x(AgPO3)1-x. The γ-AgI phase was stabilized at room temperature in the composites glasses (AgI)x(AgPO3)1-x with x = 0.6 and 0.7 via rapid quenching of their molten mixture. The measurement of the crystal structure has been carried out using an X-ray Difractometer at the Physics Departement of Ibaraki University, Japan. The micro strain and crystal size are derived from Hall’s equation. The X-ray diffraction pattern shows some Bragg peaks that correspond to the crystalline γ-AgI. By increasing the concentration of AgI, the peak width becomes more narrow and the position shifts to the higher angle. This indicates that the crystalline size and microstrain are increasing. The increase of micro strain (η), and particle size (D) will increase the ionic mobility, thus increasing the ionic conductivity. It is concluded that solidification process on meltAgI into glass matrix AgPO3 not only decreases the micro strain and the particle size, but it also increases the ionic conductivity.
EFFECT OF CONCENTRATION OF IMPERATA CYLINDRICA L LEAF EXTRACT ON SYNTHESIS PROCESS OF GOLD NANOPARTICLES
Iwan Syahjoko Saputra;
Yoki Yulizar;
Sudirman Sudirman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 19, No 2: JANUARI 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1175.002 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2018.19.2.4135
Gold Nanoparticles (GoldNPs) successful was performed using HAuCl4 precursor as Au3+ ion source with 7x10-4 M concentration. The research aims to knows effect of concentration variation of Imperata cylindrica L leaf extract on synthesis process of gold nanoparticles. The research used of green synthesis method. Colloid of nanoparticles which is formed in analyzed using UV-Vis Spectrophotometer, FT-IR Spectroscopy, PSA, PZC, XRD and TEM. The results of synthesis showed the best concentration of Imperata cilindrica L leaf extract at 3,46%, happen a shift of wavelength at UV-Vis from 216 nm to 530 nm with 1.779 absorbance value. The PSA analysis showed a particle size of 51.87 nm and a PZC value of -19.2 mV. The result of FT-IR indicated a shift of wavenumber in the hidroxyl group from 3354 cm-1 to 3390 cm-1 and showed a interaction of hydroxyl group at imperata cylindrica L leaf extract with Au3+ ion. TEM analysis shows the morphology of GoldNPs that spherical shape with a particle size of 20 nm. XRD calculation results show crystallite size of gold nanoparticles is 15.47 nm.
Cover JUSAMI Vol. 20, No. 1 October 2018
Cover JUSAMI
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 20, No 1: OCTOBER 2018
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (295.175 KB)
KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD)
Iis Nurhasanah;
Khairurrijal Khairurrijal;
Mikrajudin Abdullah;
Bambang Ariwahjoedi;
Maman Budiman;
Sukirno Sukirno
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (163.13 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5178
KARAKTERISTIK ARUS FILM TIPIS CeO2 DAN Nd-CeO2 YANG DIDEPOSISIKAN DI ATAS SUBSTRAT Si(100) MENGGUNAKAN TEKNIK PULSED-LASER ABLATION DEPOSITION (PLAD). Karakteristik arus film tipis CeO2 dan Nd-CeO2 yang dideposisikan di atas substrat p-Si(100) menggunakan teknik Pulsed-Laser Ablation Deposition (PLAD) telah diamati melalui pengukuran arus-tegangan (I-V). Film tipis CeO2 memiliki rapat arus yang lebih besar 2 orde dari film tipis Nd-CeO2. Perbedaan rapat arus dapat dijelaskan berdasarkan perbedaan orientasi kristal, keadaan trap dan tinggi potensial penghalang. Mekanisme konduksi yang terjadi terutama adalah Space-Charge Limited Current (SCLC) pada tegangan rendah dan emisi Schottky pada tegangan tinggi. Diketahui pula bahwa potensial penghalang film tipis Nd-CeO2 lebih besar dari film tipis CeO2 dan memberikan kontribusi terhadap penurunan rapat arus.
PENINGKATAN REDUKSI CAMPURAN PASIR BESI-GRAFIT DENGAN MECHANICAL ALLOYING
Alfian Noviyanto;
Agus Sukarto Wismogroho;
Wisnu Ari Adi;
Iwan Setiawan;
Nurul Taufiqu Rochman
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 8, No 3: JUNI 2007
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1579.428 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2007.8.3.4700
PENINGKATAN REDUKSI CAMPURAN PASIR BESI-GRAFIT DENGAN MECHANICAL ALLOYING. Untuk meningkatkan reduksi pasir besi, telah dilakukan mechanical alloying pada campuran pasir besi-grafit dengan komposisi 10 at% dan 15 at%. Sampel di-milling menggunakan high energy ball mill PBM4A selama 100 jam dalam suasana argon, kemudian dibakar pada suhu 1400 oC dengan interval waktu tertentu untuk melihat terjadinya metalisasi. Analisis karakterisasi dilakukan dengan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dan Energy Disperse Spectroscopy (EDS). Setelah dimilling terlihat ukuran partikel pasir besi semakin kecil dan masuknya partikel grafit ke dalam pasir besi, sehingga reduksi langsung mungkin terjadi karena area kontak yang besar antara pasir besi-grafit. Hasil metalisasi dibandingkan dengan sampel pasir besi yang dibuat dengan pencampuran biasa. Hasil menunjukkan metalisasi hanya terjadi pada pasir besi dengan ball mill, sedangkan pasir besi yang dicampur biasa tidak terjadi metalisasi sama sekali.
PEMBUATAN KATALIS FENTON DARI SUMBER DAYA ALAM LOKAL UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK
Saeful Yusuf;
Sari Hasnah Dewi;
Ridwan Ridwan;
Siti Wardiyati
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 14, No 4: JULI 2013
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.79 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2013.14.4.4386
PEMBUATAN KATALIS FENTON DARI SUMBER DAYA ALAM LOKAL UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH ORGANIK. Artikel ini membahas tentang pengolahan limbah organik menggunakan metode fenton dan foto fenton dengan katalis yang dibuat dari sumber daya alam lokal. Bahan katalis dibuat dari bahan dasar pasir besi yang berasal dari pantai selatan Pulau Jawa Kulon Progo dan bahan Hot Strip Mill (HSM) yang merupakan mill scale produksi PT. Krakatau Steel. Bahan pasir besi digiling dengan peralatan rock mill dan High Energi Milling (HEM) dan selanjutnya dikarakterisasi dengan teknik Analisis Aktivasi Neutron (AAN), X-Ray Difractometer (XRD) dan Scanning Electron Microscope (SEM). Kinerja bahan sebagai katalis untuk mendegradasi limbah organik dievaluasi dari hasil pengukuran dengan spektrofotometri Ultra Violet- Visible (UV-Vis). Methylene Blue (MB) dipilih sebagai representasi dari zat warna yang terkandung di dalam limbah organik. Hasil percobaan menunjukkan bahwa pasir besi Kulon Progo dan HSM memiliki fasa Fe3 O4 (magnetite) dan masing-masing bahan memiliki kandungan Fe sebesar 86,1 ± 3,5% dan 71,2 ± 3,1%. Bahanbahan tersebut terbukti dapat berfungsi dengan baik sebagai katalis fenton dan dapat digunakan untuk pengolahan limbah organik. Dari dua bahan tersebut, HSMmemiliki kinerja lebih baik sebagai katalis fenton bahkan lebih baik bila dibandingkan dengan kinerja Fe3 O4 komersial.
DEGRADATION OFSODIUMALGINATE BYLOWENERGYELECTRON BEAM
Tita Puspitasari;
Naotsugu Nagasawa;
Toshiaki Yagi;
Fumio Yoshii
Jurnal Sains Materi Indonesia EDISI KHUSUS: OKTOBER 2006
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (249.137 KB)
|
DOI: 10.17146/jusami.2006.0.0.5062
DEGRADATION OFSODIUMALGINATE BYLOWENERGYELECTRON BEAM. High viscosity (HV) and low viscosity (LV) alginate prepared in 5% solutions were irradiated by low energy electron beam (LEEB) at 55oC and ambient temperature respectively. Oligoalginates with molecular weight lower than 20,000 Da and broad molecular weight distribution were obtained until 60 minutes of irradiation. The decrease in molecular weight was accompanied by appearance of UV absorbance peak at 265 nm. LV alginate was preferable to use as raw material for LEEB irradiation process than HV alginate.
APLIKASI HIGH ENERGY MILLING DALAM METALURGI SERBUK
Ridwan Ridwan;
Grace Tj. Sulungbudi;
Mujamilah Mujamilah
Jurnal Sains Materi Indonesia Vol 6, No 2: FEBRUARI 2005
Publisher : Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (675.021 KB)
|
DOI: 10.17146/jsmi.2005.6.2.4856
APLIKASI HIGH ENERGY MILLING DALAM METALURGI SERBUK. Salah satu di antara metode untuk pembuatan bahan paduan logam dengan ukuran butiran yang sangat halus, nanokristalin adalah high energy milling (HEM). Mekanikal sintesis dapat dilakukan secara langsung menggunakan serbuk elemen dasar sesuai komposisi nominal material, baik dalam media udara biasa, inert gas, maupun cairan tertentu sesuai kebutuhan. Proses milling terhadap bahan serbuk Fe ukuran 100 mesh dan serpihan Ta dalam media toluena telah dilakukan. Hasil milling serbuk Fe dan Ta selama 10 jam tidak menunjukkan adanya pengaruh oksida dan ukuran butiran pada akhir milling masing-masing sekitar 60 nm dan 21 nm. Pengaruh milling terhadap sifat magnet serbuk Fe menunjukkan adanya peningkatan koersivitas intrinsik, iHc dari 108 Oe untuk milling 30 menit menjadi 150 Oe setelah milling selama 600 menit. Paduan intermetalik Ni3Fe telah berhasil disintesis secara mekanik tanpa media toluena selama 30 jam dari serbuk Ni dan Fe dengan perbandingan 76 : 24. Pola difraksi sinar-X terhadap serbuk hasil milling menunjukkan fasa Ni3Fe telah terbentuk tanpa fasa kontaminan yang berasal dari vial ataupun bola. Semua proses milling yang dilakukan menggunakan vial dan bola terbuat dari low carbon stainless steel.