cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Tinjauan Hamburan Neutron Sudut Kecil untuk Mengukur Misibilitas Campuran Biner Polimer Krisna Lumban Raja
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.253 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.2.505

Abstract

Pencampuran polimer dimaksudkan untuk mencari bahan baru dengan sifat superior. Munculnya multifasa pada campuran polimer menuntut perlunya dicari hubungan mendasar antara struktur dan sifat dari polimer yang terkait untuk mengontrol struktur agardiperoleh sifat yang dikehendaki. Hubungan tersebut menyangkut parameter molekulernya seperti misibilitas, diagram fasa, dan fenomena kritis. Campuran dua macam polidien menjadi sistim yang ideal untuk mempelajari parameter-parameter tersebut dan Hamburan Neutron Sudut Kecil (HNSK) merupakan tehnik yang ampuh untuk mempelajari hal di atas. Sebagai contoh ditinjau pengukuran misibilitas campuran dua polimer yaitu polibutadien proton danpolibutadien terdeuterasi, PBH dan PBD dengan HNSK yang dikerjakan Sinichi Sakurai
Karakteristik beberapa Galur Mutan Sorgum dari Potensi Produksi Gas dan Degradabilitas secara In-vitro Ir. Firsoni, MP; Wahidin Teguh Sasongko
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 13, No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.196 KB) | DOI: 10.17146/jair.2017.13.1.3681

Abstract

Teknik produksi gas digunakan untuk mengetahui perbandingan beberapa jenis galur mutan sorgum yang dihasilkan oleh BATAN sebagai pakan ruminansia. 8 jenis daun galur mutan sorgum dan rancangan acak lengkap digunakan dalam pengujian ini. Untuk melihat perbandingan antara perlakuan dilakukan uji anova dan uji lanjut BNT bila pengaruh perlakuan signifikan. Sampel ditimbang 375 mg, dimasukkan ke dalam syringe glass 100 ml ditambah 30 ml media campuran cairan rumen dengan buffer bicarbonat dan diinkubasi pada suhu 39oC selama 24 jam. Variabel yang diukur adalah produksi gas setelah 0, 2, 4, 6, 8,19, 12, 24 dan 48 jam inkubasi, potensi produksi gas, degradabilitas bahan kering (DBK) dan organik (DBO). Hasil yang diperoleh menunjukkan produksi gas, potensi produksi gas dan degradabilitas yang dihasilkan berbeda nyata (P<0,05). Produksi gas tertinggi setelah 24 dan 48 jam adalah perlakuan H dan B yaitu 57,59 dan 71,75 ml/375 mg BK, sementara itu terendah adalah perlakuan I dan G yaitu 50,33 dan 54,92 ml/375 mg BK. Potensi produksi gas yang dihasilkan tertinggi adalah perlakuan B yaitu 85,46 ml/375 mg BK dan terendah adalah perlakuan G yaitu 56,74 ml/375 mg BK, sementara itu persentase produksi gas selama 24 jam tertinggi adalah perlakuan G yaitu 82,45% dan terendah perlakuan B yaitu 62,24%. Degradabilitas bahan kering (DBK) tertinggi setelah 24 dan 48 jam inkubasi adalah perlakuan D dan A yaitu 54,45 dan 67,31%, sementara itu terendah adalah perlakuan G yaitu 50,85 dan 58,93%. Degradabilitas bahan organik (DBO) tertinggi tertinggi setelah 24 dan 48 jam inkubasi adalah perlakuan D dan B yaitu 54,13 dan 69,13%, sementara itu terendah adalah perlakuan G yaitu 50,67 dan 58,93%. Secara umum ada dua jenis galur mutan sorgum hasil iradiasi yaitu mudah terdegradasi sebelum 24 jam dan setelah 24 jam, sehingga bisa digunakan untuk pedoman pemberian pakan untuk ruminansia.
ANALISIS UNSUR LOGAM BERAT DALAM JARINGAN KORAL DARI PANTAI NANGGROE ACEH DARUSALAM DENGAN TEKNIK ANALISIS PENGAKTIFAN NEUTRON (APN) Yulizon Menry
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 1 (2008): Juni 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.291 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.1.537

Abstract

Metode analisis pengaktifan neutron telah dilakukan untuk analisis unsur logam berat dalam jaringan koral. Pemisahan antara jaringan koral dengan kerangkanya dilakukan melalui proses oksidasi ke dalam larutan 10% hidrogen peroksida dan proses sonikasi dalam ultrasonic bath. Iradiasi contoh dilakukan di Reaktor Penelitian Siwabessy-BATAN dengan neutron termal dan fluks ~1013 neutron.cm-2.det-1 pada 50 MW selama 20 menit. Pencacahan cuplikan jaringan koral, kerangka koral dan standar mengunakan spektrometer gamma setelah melalui cooling time 5 dan 30 hari. Sistem pencacahan dikalibrasi dengan standar 152Eu. Unsur-unsur yang dianalisis dalam jaringan koral dengan metode APN ini adalah Cr, Mn, Fe, Co, Zn, Cd, Sb, Hg dan As. Radionuklida 65Zn sebagai unsur esensial dengan rentang konsentrasi yang lebar dan waktu paro yang tidak panjang dapat digunakan sebagai perunut radioaktif untuk penelitian lanjutan tentang studi bioakumulasi pada koral dengan teknik nuklir.
PENGGUNAAN [3H]-LEUSIN UNTUK MEMPELAJARI SENYAWA KOMPLEKS PERSEITOL·K+ YANG DIISOLASI DARI BENALU ALUS Scurrula fusca SEBAGAI INHIBITOR SINTESIS PROTEIN PADA SEL Hendig Winarno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 1, No 1 (2005): Juni 2005
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.455 KB) | DOI: 10.17146/jair.2005.1.1.574

Abstract

Telah dilakukan pengujian aktivitas senyawa perseitol·K+ (2) yang diisolasi dari benalu alus Scurrula fusca (BL.) G. DON terhadap inhibisi sintesis protein oleh sel kanker Ehrlich ascites dari tikus. Pengujian dilakukan dengan menggunakan L-[3,4,5-3H(N)] leusin dan pengukuran dilakukan dengan pencacah sintilasi cair. Hasil percobaan menunjukkan bahwa senyawa isolat tersebut mnunjukkan aktivitas inhibisi sebesar 13% pada konsentrasi sampel 10-7 M. Aktivitas ini lebih tinggi dibandingkan senyawa perseitol (3) tanpa ion K+ yang hanya menunjukkan aktivitas inhibisi sebesar 5%. Keberadaan ion K+ dalam senyawa kompleksmerupakan faktor esensial dalam aktivitasnya sebagai inhibitor sintesis protein oleh sel kanker. Percobaan yang sama yang dilakukan terhadap berbagai komposisi campuran senyawa perseitol (3) dan ion K+ dengan perbandingan molar 24:1, 22:1, 20:1, dan 18:1 menunjukkan bahwa komposisi perseitol : K+ = 20:1 memberikan aktivitas inhibisi tertinggi terhadap sintesis protein yaitu 40% pada konsentrasi 10-4 M. Aktivitas inhibisi ini lebih tinggi dibandingkan cycloheximide sebagai kontrol positif (25% inhibisi pada 0.5×10-6 M). Hal ini diduga pada komposisi perbandingan molar tersebut, perseitol (3) dan ion K+ membentuk senyawa kompleks perseitol·K+ seperti isolat benalu alus. Selain pengaruh keberadaan ion K+, perbandingan molar 20:1 merupakan faktor yang sangat berperan dalam aktivitasnya sebagai inhibitor sintesis protein oleh sel kanker
Degradasi Sorghum pada Rumen Kerbau dengan Suplementasi Probiotik BIOS-K2 secara In Sacco Irawan Sugoro; Nissa Kamila; Dewi Elfidasari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 2 (2014): Desember 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.146 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.2.2708

Abstract

Tingkat kecernaan pakan ternak ruminansia dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan suplemen berupa probiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah membuktikan adanya potensi BIOS-K2 sebagai probiotik secara in sacco dengan menggunakan substrat hijauan sorghum dalam cairan rumen kerbau. Penelitian ini dilakukan dengan 2 jenis perlakuan yaitu dengan pemberian probotik BIOS-K2 dan non-probiotik pada rumen kerbau. Probiotik dan sampel hijauan sorghum diberikan melalui fistula kerbau. Inkubasi sampel dilakukan sampai jam ke-48. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi cairan rumen setelah ditambah probiotik mengalami peningkatan kualitas dan terjadi degradasi pada pakan sorgum. Peningkatan kualitas cairan rumen ditunjukkan dengan nilai pH yang lebih stabil, konsentrasi ammonia yang menurun, VFA yang meningkat dan protein mikroba yang meningkat dibandingkan dengan non-probiotik. Degradasi pada pakan sorgum ditunjukkan dengan hasil kecernaan bahan kering, bahan organik, protein, lignin, selulosa dan hemiselulosa yang diberi probiotik lebih tinggi sebesar 25,75; 20,88; 52.68; 12,28; 59,52; dan 15,39% dibandingkan dengan non-probiotik. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka diketahui bahwa BIOS-K2 memiliki potensi sebagai probiotik ruminansia. Kata Kunci: Ruminansia, In Sacco, Sorgum, Probiotik, BIOS-K2
Pembuatan dan Karakterisasi Kopolimer c-PTFE-g-stirena dengan Metode Pencangkokan Prairadiasi Oktaviani .; Ambyah Suliwarno; Tita Puspitasari
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 1 (2011): Juni 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.21 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.1.496

Abstract

Kopolimer ikatan silang poli(tetrafluoroetilena) tercangkokstirena (c-PTFE-g-stirena) telah berhasil dibuat dengan metode pencangkokan prairadiasi. Iradiasi film c-PTFE dilakukan menggunakan sinar gamma pada dosis iradiasi 15, 30, dan 45kGy dan temperatur ruang. Stirena selanjutnya dicangkokkan pada film c-PTFE dengan variasi temperatur 600 - 900C. Parameter yang diamati adalah derajat pencangkokan. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa derajat pencangkokan meningkat dengan semakin besarnya dosis iradiasi. Derajat pencangkokan tertinggi sebesar 25,44 % diperoleh pada temperatur 700C dan masih meningkat sampai 25,73 % dengan semakin lama waktu pencangkokan. Waktu optimum untuk proses pencangkokan adalah 2 jam. Film c-PTFE-g-stirena selanjutnya dianalisis sifat kimia dan fisiknya menggunakan spektrofotometer infra merah dan Scanning Electron Microscopy (SEM).
Studi Karakteristik Air Tanah Daerah Nganjuk Jawa Timur Dengan Isotop Alam Satrio Satrio; Bungkus Pratikno; Paston Sidauruk
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.638 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.3545

Abstract

Telah dilakukan penelitian air tanah di daerahNganjuk, Jawa Timur Dengan isotop alam 14C, 18O dan 2H. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil sejumlah sampel air tanah yang berasal dari sumur bor milik PDAM Kabupaten Nganjuk di beberapa lokasi untuk kemudian dilakukan analisis konsentrasi isotop alamnya di lab Hidrologi – PAIR BATAN Jakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik air tanah di daerah Nganjuk berdasarkan konsentrasi isotop alamnya.Berdasarkan hasil analisis isotop alam18O,2H dan 14C secara umum air tanah PDAM Kabupaten Nganjuk diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu grup-1 (PDAM: Trunojoyo, Kutorejo, Godean), air tanah dengan konsentrasi isotop alamd18O dan d18H paling miskin, yaitu antara -7,60 o/oo hingga -6,67 o/oo untukd18O dan -45,0 o/oo hingga -44,3 o/oountuk d18H. Air tanah PDAM Godean mengindikasikanoxygen-shiftingdan menghasilkan umur air tanah paling tua, yaitu sekitar 5517 tahun BP. Ketiga air tanah ini diperkirakan berasal dari daerah resapan di lereng Gunung Wilisyang terletak di selatan. Grup-2, yaitu air tanah PDAM Rejoso, memiliki konsentrasi isotop alam d18O dan d2Hyang lebih kaya dibandingkan air tanah grup-1 yang mengindikasikan letak elevasi daerah resapannya lebih rendah dari grup-1 dan diperkirakan berasal dari lereng Gunung Pandan yang terletak di utara dengan hasil isotop alam 14C berumur lebih muda, yaitu sekitar 411 tahun BP. Grup-3, yaitu air tanahPDAM Gondang dengan karakter sebagai air tanah yang mengalami evaporasi atau interaksi dengan air permukaan dan indikasi ini diperkuat dengan data isotop alam 14C yang berumur Modern.
PENGGUNAAN KONSENTRASI HORMON PROGESTERON UNTUK DETEKSI STATUS REPRODUKSI TERNAK SAPI PERAH post partum Totti Tjiptosumirat
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.017 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.528

Abstract

Pemantauan fisiologis terhadap pulihnya ovarium untuk dapat beraktivitas kembali post partum telah dilakukan dengan menggunakan 54 ekor ternak sapi perah Frisian Holstein (FH) multiparus. Ternak terkelompok menjadi 2 populasi; sebanyak 23ekor ternak mendapat pakan dan minum ad libitum serta tambahan konsentrat dengan perbandingan 1:2 untuk konsentrat dan produksi susu (K1), dan sebanyak 31 ekor ternak mendapat perlakuan serupa dengan K1 dan diberi tambahan pakansuplemen UMMB sebanyak 300 g/ekor/hari mulai dari 1 bulan menjelang kelahiran hingga 2 bulan post partum (K2). Layanan IB pada ternak K2 didasarkan pada informasi hasil pemantauan hormon progesteron sedangkan pada K1 didasarkan pada pengamatan birahi secara konvensional atau visual. Pengamatan fisiologis ovarium dilakukan dengan mengukur konsentrasi progesteron dalam susu yang dimulai dari 1 bulan prepartum hingga 2 bulan post partum. Pemberian pakan suplemen memberikan pengaruh yang nyata (P < 0.01) terhadap kembaliberfungsinya ovarium post partum. Tenggang waktu antara kelahiran dan ovulasi I post partum, antara kelahiran dan IB I, antara kelahiran dan kebuntingan, serta jarak antara dua kelahiran masing-masing untuk ternak K1 dengan K2 adalah: 99,2 ±10,2 vs 55,5±4,6 hari; 136,1±6,9 vs 96,7±13,6 hari; 198,7±14,9 vs 103,0±3,0 hari; dan 403,8±7,7 vs 371,3±15,6 hari. Selain itu, aplikasi teknik RIA progesteron dan pemberian pakan suplemen memberikan perbaikan dari kinerja reproduksi ternak sapi perah secara keseluruhan yang ditandai dengan jumlah IB per kebuntingan (service per conception; S/C), masing-masing untuk ternak K1 dengan K2, yaitu 3,4 vs 2,3. Keadaan ini menunjukkan bahwa aplikasi teknik RIA progesteron dapat meningkatkan efisiensi layanan IB dan pakan suplemen dapat memperpendektenggang waktu antara kelahiran hingga kebuntingan berikutnya (days open) ternak sehingga waktu antar kelahiran pada ternak sapi perah dapat dipersingkat.
PENGARUH INFEKSI Fasciola gigantica (CACING HATI) IRADIASI TERHADAP GAMBARAN DARAH KAMBING (Capra hircus LINN.) Boky Jeane Tuasikal; Suhardono .; Muchson Arifin; Yusneti .; Dinardi .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 1 (2006): Juni 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (108.644 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.1.561

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk melihat pengaruh infeksi Fasciola gigantica yang diiradiasi menggunakan 60Co terhadap gambaran darah kambing. Dua puluh ekor kambing kacang (Capra hircus Linn.), jantan, berumur antara 10-12 bulandengan berat badan sekitar 15-20 kg digunakan sebagai hewan percobaan. Hewanhewan tersebut dibagi kedalam lima kelompok perlakuan, masing-masing terdiri dari empat ekor. Tiga kelompok hewan masing-masing diinfeksi dengan metaserkaria Fasciola gigantica iradiasi dengan dosis 45, 55 dan 65 Gy. Dua kelompok hewan digunakan sebagai kelompok kontrol positif dan kelompok kontrol negatif. Dosis infeksi adalah 350 metaserkaria peroral untuk tiap ekor. Pengamatan dilakukan tiap minggu terhadap parameter bobot badan, jumlah eosinofil darah, nilai hematokrit(PCV) dan kadar hemoglobin (Hb). Penelitian ini menunjukkan bahwa iradiasi dapatmenurunkan infektivitas Fasciola gigantica. Dari seluruh parameter yang diamati, antara kelompok kontrol negatif dan kelompok iradiasi tidak menunjukkan perbedaan yang berarti (p>0,05).
Pengaruh Ukuran Partikel Zeolit dalam Pemisahan Cesium dari PEB U3Si2/Al Pasca Iradiasi Neutron Menggunakan Metode Penukar Kation Rosika Kriswarini; Arif Nugroho; Boybul Boybul; Sutri Indaryati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.636 KB) | DOI: 10.17146/jair.2019.15.1.4656

Abstract

Pemisahan cesium dari Pelat Elemen Bakar Nuklir (PEB) U3Si2/Al pasca iradiasi menggunakan metode penukar kation dengan variasi ukuran partikel zeolit telah dilakukan. Teknik pemisahan cesium dengan menerapkan metode absorbsi dan penukar kation menggunakan zeolit Lampung memberikan efisiensi yang besar. Pemisahan cesium dari hasil fisi lainnya seperti 235U, 89Kr, 144Ba, 90Sr, 134Xe, 96Rb perlu dilakukan karena isotop 137Cs digunakan sebagai monitor burn up. Dalam penelitian ini dipelajari aspek pengaruh ukuran partikel terhadap efisiensi pemisahan cesium pada waktu kontak dan jumlah zeolit yang optimum. Cuplikan larutan PEB U3Si2/Al densitas 2,96 gU/cm3 pasca iradiasi sebanyak 150 µL diencerkan menggunakan HCl 0,1N menjadi 2 mL. Pemisahan cesium dalam larutan cuplikan dilakukan menggunakan zeolit Lampung dengan variabel ukuran partikel -100+170 mesh, -170+270 mesh, -270+400 mesh dan -400 mesh. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa zeolit dengan ukuran partikel -270+400 mesh dengan berat 1 g dan waktu pengadukan selama 1 jam diperoleh kandungan isotop 137Cs dalam 150 µL larutan pasca iradiasi sebesar 0,0543 µg dengan recovery sebesar 99,1%.

Page 8 of 25 | Total Record : 242