cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
Pengembangan Suplemen Pakan Urea Molases Multi-nutrien Blok (UMMB) Menggunakan Sumber Protein Tepung Kedelai dan Gliricidia sepium (Gs) Untuk Ternak Ruminansia Suharyono Suharyono
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 10, No 1 (2014): Juni 2014
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.894 KB) | DOI: 10.17146/jair.2014.10.1.2729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formula suplemen pakan UMMB dengan sumber protein Gs untuk ternak ruminansia. Pengembangan dilakukan melalui uji skala laboratorium dan lapangan. Kegiatan skala laboratorium meliputi evaluasi biologis suplemen pakan tersebut dengan menggunakan teknik isotop P-32 untuk mengukur rasio bakteri dan protozoa serta laju pertumbuhan sel mikroba dalam cairan rumen secara in vitro. Suplemen pakan yang dikembangkan ada dua yaitu UMMB-tepung kedelai (UMMB-TK) dan UMMB Gliricidia sepium/Gs (UMMB-Gs). Untuk UMMB-TK diproduksi di pesantren Al Hikmah dan Famor Satwa. Tepung Gs yang dikombinasikan UMMB-bungkil kedelai (UMMB-BK) diuji cobakan pada kambing peranakan etawa (PE), kerbau dan sapi potong pada skala laboratorium secara in vitro untuk mengukur laju pertumbuhan sel mikroba dalam cairan rumen dengan isotop P-32. Tahapan kegiatan berikutnya adalah pengujian UMMB-Gs terhadap produksi dan kadar lemak susu dari sapi perah.Rancangan statistik yang digunakan masing-masing t test, 3x3 bujur sangkar latin dan rancangan acak kelompok. Hasil dari pengukuran rasio bakteri dan protozoa, masing-masing adalah UMMB-BK = 14 : 1, UMMB-TK1 = 19 : 1 dan UMMB-TK2 = 17 : 1 . Hasil ini lebih baik jika dibandingkan dengan ternak yang hanya diberi rumput saja yaitu 1 : 4. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa UMMB-BK yang dikombinasikan dengan Gs mampu meningkatkan laju pertumbuhan sel mikroba dalam cairan rumen kambing, kerbau dan sapi masing-masing sebesar 102,01%; 205,7% dan 73,7% jika dibanding dengan kontrol. Hasil pengujian UMMB-Gs pada sapi perah juga mampu meningkatkan produksi susu dan kadar lemaknya. Hal ini dapat memberikan harapan bahwa teknik nuklir mampu berperan serta dalam penemuan formula pakan baru dan secara tidak langsung berdampak positif terhadap penciptaan lapangan kerja yang berhubungan dengan pengrajin suplemen pakan UMMB berbasis bahan lokal.Kata kunci : pakan, ruminansia, produksi, isotop, UMMB
Pengaruh Radiasi Gamma Terhadap Sifat HDPE untuk Tibial Tray Sulistioso Giat S.; Dewi Ramandhani K.; Maria Christina P.; Nada Marnada
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.46 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.2.500

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk HDPE sebagai tibial tray. yang merupakan bagian dari sendi lutut buatan total Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi pengaruh radiasi gamma terhadap sifat fisik, kimia, dan mekanik HDPE serta mempelajari dosis optimum yang diperlukan HDPE agar diperoleh sifat fisik, kimia, dan mekanik yang baik sehingga dapat digunakan sebagai tibial tray. Film HDPE diradiasi dengan sinar gamma pada variasi dosis 0 kGy, 25 kGy, 50 kGy, 75 kGy, 100 kGy, 125 kGy, dan 150 kGy dan laju dosis 9 kGy/jam. HDPE yang telah diradiasi, diuji sifat kimia, dan mekaniknya. Uji sifat kimia, meliputi crosslinking dan radikal bebas. Uji sifat mekanik, meliputi kekerasan, kekuatan tarik, dan perpanjangan putus. Hasil yang diperoleh adalah radiasi gamma dari IRKA kategori IV mengubah sifat kimia HDPE dalam hal persentase crosslinking dan jumlah radikal, serta sifat mekanik HDPE dalam hal kekerasan, kekuatan tarik, dan perpanjangan putus dengan perubahan yang berbeda dari keadaan awal sebelum radiasi serta dosis optimum untuk memperoleh kimia, dan mekanik HDPE yang lebih baik, yaitu pada 75 kGy; persentase crosslinking sebesar 99,71%; tinggi kurva radikal peroksida sebesar 13 cm; kekerasan (shore A) sebesar 94,33; modulus elastisitas sebesar 1113,03 N/mm2; tegangan yield sebesar 26,38 N/mm2; kekuatan tarik sebesar 31,11 N/mm2; dan perpanjangan putus sebesar 440,37%, sehingga HDPE berpotensi sebagai tibial tray.
Keseragaman Dalam Galur dan Keragaman Antar Galur Padi Mutan M5 Berbasis Iradiasi Varietas Lokal Kalimantan Selatan Raihani Wahdah; Gusti Rusmayadi; Rahmi Zulhidiani
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.166 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.2.1602

Abstract

Keseragaman dalam Galur dan Keragaman antar Galur Padi Mutan M5 Berbasis Irradiasi Varietas Lokal Kalimantan Selatan. Preferensi petani lahan rawa terhadap padi varietas lokal tinggi, namun varietas lokal berumur panjang dan hasilnya rendah, sehingga perlu perbaikan varietas lokal.  Penelitian ini merupakan bagian kegiatan perbaikan padi varietas lokal untuk menghasilkan galur-galur harapan berumur pendek-sedang, sedangkan butir gabah yang ramping dan pera tetap dipertahankan.   Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keseragaman dalam galur  dan keragaman antar galur M5.  Penelitian dilaksanakan di Sawah Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat sejak Maret - September 2014. Penelitian menggunakan 300 galur terpilih tanpa ulangan.  Keseragaman dalam galur dianalisis dengan membandingkan ragam masing-masing galur mutan  dengan ragam tetuanya.  Keragaman antar galur dilakukan dengan membandingkan ragam semua galur  dengan tetuanya.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar galur M5 asal tetua Siam Harli dan Siam Kuatek  sudah seragam, sedangkan ragam galur tetua Siam Harli dan Siam Kuatek tidak berbeda nyata dengan galur-galur M5, tetapi  sebagian galur tetua asal Siam Harli maupun Siam Kuatek lebih baik  daripada tetuanya, sehingga berpeluang untuk memilih galur-galur yang lebih baik daripada tetuanya.
PENENTUAN DOSIS STERILISASI MEMBRAN SELULOSA MIKROBA DENGAN IRADIASI BERKAS ELEKTRON BERDASARKAN ISO 11137 Darmawan Darwis; Yessy Warastuti; Lely Hardiningsih
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 2 (2009): Desember 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.418 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.2.532

Abstract

Telah dilakukan perhitungan dosis sterilisasi membran selulosa bakteri dengan iradiasi berkas elektron berdasarkan pada International Standard Organization (ISO) 11137. Pelikel selulosa mikroba dibuat dari fermentasi statis bakteri A. xylinum dalam media yang mengandung air kelapa sebagai sumber mikronutrien. Pelikel kemudian ditekan pada suhu kamar menggunakan alat hand press sehingga dihasilkan membran dengan ketebalan 0,03 ± 0,01 mm. Dosis sterilisasi iradiasi berkas elektron ditentukan berdasarkan ISO 11137 melalui 3 tahap yaitu: penghitungan jumlah kontaminasi awal mikroba (bioburden), penentuan dosis verifikasi dan penetapan dosis sterilisasi menggunakan Tabel 2. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa nilai bioburden rata-rata batch 1, 2 dan 3 masing-masing adalah 67,4; 92,6; 91 cfu.Sedangkan bioburden rata-rata keseluruhan batch membran adalah 83,7 cfu. Bioburden rata-rata masing-masing batch lebih kecil dari dua kali bioburden rata-rata keseluruhan batch, sehingga bioburden yang digunakan untuk penetapan dosis verifikasi adalah bioburden rata-rata keseluruhan batch. Berdasarkan pada ISO 11137, maka dosis verifikasi adalah 7,8 kGy. Hasil pengujian pertumbuhan mikroba pada 100 sampel membran setelah menerima dosis verifikasi menunjukkan bahwa hanya satu mikroba yang tumbuh sehingga dosis verifikasi dapat diterima. Dari hasil inidisimpulkan bahwa dosis sterilisasi iradiasi berkas elektron untuk membran mikroba pada tingkat Sterility Assurance Level (SAL) 10-6 adalah 21 kGy.
PENELITIAN POLA STRATIFIKASI AIR WADUK JATILUHUR DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK PERUNUT ISOTOP ALAM Paston Sidauruk; Alip .; Bungkus Pratikno
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 2, No 2 (2006): Desember 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.599 KB) | DOI: 10.17146/jair.2006.2.2.568

Abstract

Penyelidikan pola stratifikasi waduk Jatiluhur telah dilakukan dengan menggunakan teknik perunut isotop alam yang ditunjang dengan parameter insitu seperti kadar oksigen terlarut dan suhu air waduk. Penelitian ini dilakukan dengan pengambilan contoh air pada kedalaman yang berbeda pada dua periode yaitu pada bulan Juli 2004 dan September 2004. Untuk setiap contoh yang diambil, pengukuran parameter suhu dan oksigen terlarut dilakukan secara insitu sedangkan analysis kelimpahan relatif Oksigen-18 daricontoh dilakukan di laboratorium PATIR-BATAN di Jakarta. Hasil penelitian baik dari isotop alam maupun parameter suhu dan oksigen terlarut menunjukkan adanya stratifikasi pada air waduk khususnya di daerah bagian tengah waduk yang kedalamannya > 16 m. Hal ini dapat dilihat dari besaran parameter suhu, oksigenterlarut dan kelimpahan relatif oksigen-18 dan variasinya sebagai fungsi kedalaman. Dari dua kali pengamatan yang dilakukan, besaran parameter yang diamati sebagai fungsi kedalaman menunjukkan pola yang sama yaitu terjadinya penurunan suhu,oksigen terlarut maupun kelimpahan relatif oksigen-18 dengan bertambahnya kedalaman. Namun karena keterbatasan alat pengambil contoh air yang digunakan dan waktu pengamatan, lapisan stratifikasi epilimnion, methalimnion, dan hypolimnion tidak dapat diidentifikasi secara jelas.
Effect of Filter on Image Reconstruction using Filtered Back Projection Algorithm for Industrial Gamma-Ray Tomography Technique Bayu Azmi; Wibisono Wibisono; Darman Darman; Sugiharto Sugiharto
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 15, No 1 (2019): JUNI 2019
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.548 KB) | DOI: 10.17146/jair.2019.15.1.4236

Abstract

Gamma-ray tomography experiment has been carried out to detect the cross-sectional spatial patterns of test objects. The resulting image quality depends on the data collection and image reconstruction process. The images were built using filtered back projection algorithm. The filter in the algorithm affects the resulting image. It is necessary to know the proper filter when reconstructing image using the algorithm. Data were collected by scanning the object using the parallel beam method. Scanning configuration was set up to every 5 mm and 32 projections (rotational scans). The scanning system consists of mechanical parts, computerized control module, a gamma-ray source (2.96 GBq of Cs-137), a NaI(Tl) scintillation detector, data acquisition and computer. In this paper, the data were reconstructed into images using back projection and also filtered back projection algorithm to study effect of the filters. The filters discussed are Ramp filter, Shepp-Logan filter, Hann filter, Hamming filter, and Cosine filter. The reconstructed images results with filter were much better than without filter. The images with no filter did not represent the object cross-sectional spatial patterns and looked blurred. There were only solid objects represented by bright white and air represented by dark colors. The images using filter could distinguish object based on its density. Ramp filtered images looked like it was filled with freckles. Shepp-Logan filter produced smoother images than Ramp filter. Hann, Hamming, and Cosine filtered images were smoother than the others. Hann and Hamming filters produced higher resolution images regarding to recognizing density value. Hann filtered images also has the smallest standard deviation. Overall, Hann filter is recommended to be used to reconstruct images from projections.
Karakterisasi Paparan Long Term Particulate Matter di Puspiptek Serpong-Kota Tangerang Selatan Leons Rixson; Etty Riani; Muhayatun Santoso
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 1 (2015): Juni 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1309.804 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.1.2703

Abstract

Pencemaran partikulat udara (PM10 dan PM2.5) tidak mengenal batas administrasi wilayah hal ini disebabkan bahwa pencemaran udara tidak hanya berasal dari wilayah lokal namun dapat bertransportasi dari provinsi maupun negara lain. Unsur sampel partikulat yang dikumpulkan di Serpong, Tangerang Selatan selama 24 jam periode tahun 2011 sampai dengan 2013 diidentifikasikan dengan Spekstroskopi Florensensi Sinar-X (XRF). Karekterisasi faktor dilakukan dengan menggunakan reseptor model positive matrix factorization (PMF) dan perkiraan lokasi sumber pencemar menggunakan metode Conditional Probability Function (CPF). Hasil menunjukkan rentang rata-rata konsentrasi massa PM2.5 adalah 12.63 ± 1.60 to 15.89 ± 1.70 μg/m3 sedangkan untuk PM10 berkisar 29.00 ± 3.96 to 31.04 ± 3:28 μg/m3. Multi unsur yang teridentifikasi dengan XRF adalah Al, Ca, Co, Cr, Cu, Fe, K, Mg, Mn, Na, Ni, Pb, S, Si, Ti, V dan Zn. Karakterisasi partikulat halus (PM2.5) teridentifikasi 5 faktor yaitu industri peleburan logam Pb (9.61%), debu tanah (17%), campuran industri peleburan logam dan garam laut (13.02%), trasnportasi (44.36%) serta pembakaran biomassa (22.58%).Kata kunci : polusi udara, spektroskopi XRF, sumber pembagian, fungsi probabilitasbersyarat
Biosolubilisasi Lignit Mentah Hasil Iradiasi Gamma dan oleh Trichoderma asperellum Irawan Sugoro; Dea Indriani Astuti; Dwiwahju Sasongko; Pingkan Aditiawati
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 8, No 1 (2012): Juni 2012
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (890.742 KB) | DOI: 10.17146/jair.2012.8.1.491

Abstract

Biosolubilisasi batubara adalah proses mengubah padatan batubara menjadi bahan bakar cairdengan bantuan mikroorganisme. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkanbiosolubililisasi batubara lignit hasil iradiasi gamma (10 kGy) dengan lignit mentah olehkapang terseleksi Trichoderma asperellum. Perlakuan terdiri dari A (MSS + lignit iradiasigamma 5% + T. asperellum) dan B (MSS + lignit mentah 5% + T. asperellum) dengan kultursub-merged. Parameter yang diukur adalah pH medium, kolonisasi, analisis logam denganAnalisis Aktivasi Netron (AAN) dan produk biosolubilisasi dengan menggunakanspektrofotometer UV-Vis 250nm and 450nm. Sampel yang memiliki tingkat biosolubilisasitertinggi akan dianalisis lanjut dengan FTIR dan GCMS. Hasil penelitian menunjukkan bahwatingkat biosolubilisasi kapang T. asperellum pada lignit mentah (B) lebih tinggi dibandingkandengan lignit iradiasi gamma (A) berdasarkan karakteristika produk biosolubilisasi batubaralignit yang meliputi analisis senyawa fenolik dan aromatik terkonjugasi. Analisis logammenunjukkan terjadinya pengurangan kandungan logam batubara saat proses biosolubilisasi.Analisis produk biosolubilisasi dengan FTIR memperlihatkan kemiripan spektra pada keduaperlakuan. Analisis GCMS menunjukkan kisaran jumlah rantai karbon yang terdeteksi padaproduk biosolubilisasi untuk perlakuan A dan B adalah C6 — C35 dan C10 — C35 yang didominasioleh senyawa asam aromatik, alifatik dan fenil ester. Produk biosolubilisasi pada keduaperlakuan dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi dan direkomendasikan untukdilakukan deoksigenasi sehingga kualitas bahan bakar dapat ditingkatkan. Biosolubilization is a promising technology for converting solid coal to liquid oilby addition of microorganism. Aim of this research is to compare between gamma irradiatedlignite (10 kGy) with raw lignite in biosolubilization by selected fungi Trichoderma asperellum.Treatments were A (MSS + gamma irradiated lignite 5% + T. asperellum) and B (MSS + rawlignite 5% + T. asperellum) with sub-merged culture. There were two parameters observed i.e.biosolubilization product based on absorbance value at 250nm and 450nm and metal analysis byneutron activation analysis (NAA). The highest biosolubilization will be analyzed by FTIR andGCMS. The results showed that biosolubilization of raw lignite (B) was higher than sterilizedlignite (A) based on absorbance value at 250nm and 450nm. The metal of lignite was decreasedafter incubation. FTIR analysis showed that both of treatment had similar spectra onbiosolubilization products. GCMS analysis showed that both of treatment had differentnumber of hydrocarbon, i.e. C6 — C35 (A) and C10 — C35 (B) and dominated by aromatic acids aliphatic and phenylethers. Both of treatment product had the potency as oil substituted butits recommended to deoxygenate for higher quality.
Analisis Interaksi Genotipe x Lingkungan dan Stabilitas Galur Mutan Harapan Kacang Hijau [Vigna radiata (L.)] Yuliasti, M.Si
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 12, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.586 KB) | DOI: 10.17146/jair.2016.12.1.3216

Abstract

Analisis Interaksi Genotipe x Lingkungan dan Stabilitas Galur Mutan Harapan Kacang Hijau [Vigna radiata (L.)]. Analisis Interaksi genotipe × lingkungan merupakan salah satu langkah penting yang tepat untuk menduga kesesuaian genotipe galur mutan harapan kacang hijau dalam beradaptasi pada lingkungan yang beragam. Dalam penelitian ini, sembilan galur mutan harapan dan dua varietas kacang hijau di tanam di enam belas lokasi selama 2008- 2012 untuk menentukan stabilitas hasil biji dan kemampuan beradaptasi. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok dengan empat ulangan. Analisis gabungan untuk karakter hasil dilakukan mengikuti prosedur baku. Stabilitas hasil dan adaptasi hasil dianalisis dengan menggunakan koefisien regresi (bi), rata-rata hasil dan simpangan regresi oleh Finlay-Wilkinson dan metode Eberhart-Russell. Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa galur mutan harapan kacang hijau PsJ S-31 memperlihatkan hasil yang tinggi (2,47 ton/ha), dan diklasifikasikan sebagai galur yang stabil dengan metode analisis stabilitas Finlay-Wilkinson, Eberhart - Russel. PsJS-31 dapat direkomendasikan kepada petani berdasarkan pada keragaan stabilitas dan potensi hasil tinggi selama seleksi. Mutan PsJS-31 telah dirilis sebagai varietas baru pada tahun 2013 dengan nama Muri.
PENAMPILAN SIFAT AGRONOMI GALUR MUTAN SORGUM (Sorghum bicolor L. Moench) DI KABUPATEN BOGOR Sihono .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 5, No 1 (2009): Juni 2009
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.183 KB) | DOI: 10.17146/jair.2009.5.1.523

Abstract

Sorgum memiliki potensi yang besar untuk ditanam dan dikembangkan di Indonesia, khsususnya pada musim kemarau karena memiliki daya adaptasi yang luas dan lebih tahankekeringan dibanding tanaman pangan lain. Penelitian pemuliaan tanaman sorgum dengan teknik mutasi induksi menggunakan sinar gamma dilakukan di Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN). Penelitian bertujuan memperbaiki sifat agronomi dan kualitas sorgum sebagai alternatif sumber pangan, pakan ternak dan bahan baku industri, sebanyaktujuh galur harapan yang telah dihasilkan pada penelitian ini. Pada musim kemarau 2005 dan 2006, galur mutan harapan tersebut dievaluasi penampilan sifat agronominya di tiga lokasi percobaan yaitu Muara, Cikemeuh dan Citayam, Bogor. Sebagai pembanding digunakan tanaman induk (varietas Durra) serta varietas Unggul Nasional (UPCA-S1 dan Mandau). Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur mutan B-100 dan Zh-30 memiliki produksi biji kering tinggi (7.233 dan 7.224 t/ha) signifikan dibandingkan tiga varietas kontrol (4.914 - 5.442 t/ha).

Page 6 of 25 | Total Record : 242