cover
Contact Name
PAIR BATAN
Contact Email
pair@batan.go.id
Phone
-
Journal Mail Official
pair@batan.go.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop Radiasi
ISSN : 19070322     EISSN : 25276433     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi terbit dua kali setahun setiap Bulan Juni dan Desember. Penerbit khusus dilakukan bila diperlukan
Arjuna Subject : -
Articles 242 Documents
MODEL ESTIMASI AKTIVITAS Cs-137 DALAM CONTOH TANAH MELALUI PERSENTASE ORGANIK KARBON DAN DEBU-LIAT Barokah Aliyanta
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 3, No 2 (2007): Desember 2007
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.772 KB) | DOI: 10.17146/jair.2007.3.2.556

Abstract

Estimasi aktifitas Cs-137 dalam contoh tanah telah dilakukan di daerah Nganjuk melalui parameter kualitas tanah. Sebanyak 26 contoh tanah yang diambil dari daerah Nganjuk telah digunakan untuk membangun hubungan antara aktifitas Cs-137 dengan parameter kualitas tanah menggunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Parameter kimia contoh jauh lebih bervariasi dari parameter fisisnya. Aktifitas Cs-137 dalam tanah dapat dibangun melalui 2 parameter, yaitu persen total organik karbon dan persen kandungan debu-liat. Meskipun demikian, kedua parameter ini hanya dapat menerangkan 69,3 % aktifitas Cs-137, 30,7 % sisanya berkemungkinan besar disebabkan oleh 10 % dari kesalahan pengukuran, redistribusi tanah saat setelah hujan, sistim pertanian maupun cara olah tanah. Aktifitas Cs-137 di bawah limit deteksi juga dapat diestimasi melalui pendekatan parameter kualitas tanah, yang sangat berguna dalam estimasi kuantitatif laju erosi berdasarkan Model-Cs.
Frequencies of Micronucleus in Mononucleated Cells of People Living in Takandeang Village – A High Level of Natural Radiation Area in Indonesia Sofiati Purnami; Masnelli Lubis; Suryadi Suryadi; Siti Nurhayati; Dwi Ramadhani; Mukh Syaifudin
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.156 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.2.4624

Abstract

Our previous study showed that the micronucleus frequencies of Botteng Village inhabitants in Mamuju (a high background radiation area) were higher compared to control samples even though the difference was not significant. To validate our previous study result, here in this study we assessed the micronucleus frequencies in mononucleated cells of Takandeang Village inhabitants. Twenty seven healthy adult subjects from Takandeang Village and normal background radiation area were included in this study. Micronucleus numbers (MN) in 1000 mononucleated cells (MNC) were evaluated in this study. Results showed that mean MN numbers in MNC (MNMNC) of Takandeang Village inhabitants were significantly higher compared to control samples [3.96 ± 0.488 vs 1.96 ± 1.675; p<0.05]. The age and gender factors did not affect the MNMNC in all samples (p>0.05). It is possible that the high background radiation exposure received by Takandeang Village inhabitants induced not only the clastogenic but also aneugenic effect in lymphocytes. Overall our study showed that scoring of MNMNC can provide additional information in cytokinesis block micronucleus (CBMN) assay. Further study should be performed to validate this study results. The 24 hours culture time should be used in the further study to obtain more comprehensive results. 
Respons Nitrogen dan Azolla terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi Varietas Mira I dengan Metode SRI Nurmayulis Nurmayulis; Putra Utama; Dewi Firnia; Hasnan Yani; Ania Citraresmini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 7, No 2 (2011): Desember 2011
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.409 KB) | DOI: 10.17146/jair.2011.7.2.86

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kampung Cisadap, Desa Bunter, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat dari Bulan Januarisampai Bulan Mei 2011 untuk mempelajari respons pertumbuhan tanaman padi yang diberi pupuk nitrogen dan Azolla michrophylla pada budidaya padi sawahSystem Of Rice Intensification . Penelitan ini menggunakan 5 dosis pupuk nitrogen (0 %, 25 %, 50 %, 75 %, 100 %) dari pupuk nitrogen yang direkomendasikan yaitu N 92 kg ha-1 (urea 200 kg ha-1), serta menggunakan Azolla michrophylla sebanyak 1,13 ton ha-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis pupuk nitrogen sebanyak 50 % (100 kg ha-1) dan pemberian Azolla michrophylla sebanyak 1,13 ton ha-1 memberikan hasil yang baik pada parameter tinggi tanaman 2-6 MST, jumlah anakan 2-7 MST. Interaksi antara penggunaan dosis 50% pupuk nitrogen dan 1,13 Azolla michrophylla terjadi pada tinggi tanaman umur7 MST, dan bobot kering tanaman.
Kajian Komparatif Parameter Kualitas Tanah di Beberapa Tataguna Lahan Sub DAS Cisadane Hulu dengan Pb-210 excess dan Cs-137 Barokah Aliyanta
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 11, No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.122 KB) | DOI: 10.17146/jair.2015.11.2.2790

Abstract

Analisis inventori Pb-210 excess dan Cs-137 serta parameter kualitas tanah dan estimasi laju erosi telah dilakukan di 4 tataguna lahan di sub DAS Cisadane Hulu. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan alat corer sampai kedalaman 20 cm pada tiap tataguna lahan secara transek. Satu sampel scrap dan 4 sampelcoresdiambil di Hutan Pinus, Pasir Jaya, untuk mendapatkan inventori pembanding.Erosi yang cukup serius telah terjadi di 4 tataguna lahan di sub DAS Cisadane Hulu. Kandungan Pb-210 excess mempunyai korelasi positif dengan kandungan organik karbon tanah  (79% C) dan kandungan nitrogen ( 56 % N) dalam tanah, sedangkan Cs-137 berkorelasi positif masing-masing dengan 23% C dan 33 % N dalam tanah. Fakta-fakta ini memberikan informasi bahwa inventori Pb-210 excess lebih efektif dari inventori Cs-137 sebagai sarana untuk mempelajari dinamika transport karbon akibat erosi maupun mengetahui status kualitas tanah. Katakunci : parameter kualitas tanah, Pb-210 excess, Cs-137, inventori
SINTESIS HIDROGEL SUPERABSORBEN POLI (AKRILAMIDA-KOKALIUM AKRILAT) DENGAN TEKNIK RADIASI DAN KARAKTERISASINYA Erizal .
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 6, No 2 (2010): Desember 2010
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.785 KB) | DOI: 10.17146/jair.2010.6.2.514

Abstract

Satu seri hidrogel superabsorben telah disintesis menggunakan teknik radiasi gamma pada suhu ruangan dari akrilamida (AAm) dan kalium akrilat (KA). Larutan yang mengandung 15% kalium akrilat dengan beragam konsentrasi AAm (10-16%) diiradiasi dengan sinar gamma pada dosis 20-40 kGy. Hidrogel hasil iradiasi dikarakterisasi dengan fourier transform infra red spectroscopy (FTIR). Pengaruh dosis iradiasi dan konsentrasi AAm terhadap fraksi gel, kinetika swelling dan equilibium degree of swelling (EDS) dievaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pada dosis 20 kGy dan konsentrasi AAm 10 % diperoleh fraksi gel optimum 99,08 % dan swelling maksimum 420 g/g. Pengujian kemampuan adsorpsi hidrogel terhadap ion logam Cu 2+ dan ion logam Fe3+ juga dilakukan. Hidrogel poli (AAm-ko-KA) dapat mengadsorpsi 95 % ionlogam Cu 2+ dalam waktu 10 menit dan hingga 55 % ion Fe3+ dalam waktu 80 menit. Hidrogel tersebut sangat potensial untuk dipakai sebagai soil conditioner dan absorben ion logam.
Studi Komposisi Rasio Isotop 13C Air Hujan di Wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan Bungkus Pratikno; Nurfadhlini Nurfadhlini
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 13, No 2 (2017): Desember 2017
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (735.165 KB) | DOI: 10.17146/jair.2017.13.2.3548

Abstract

Telah dilakukan pengukuran komposisi isotop 13C/12C (d 13C) dari contoh air hujan wilayah Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak emisi gas buang antrofogenik terhadap kualitas udara di atmosfir Jakarta. Pengamatan dilakukan berdasarkan sampel air hujan yang jatuh khususnya di wilayah PAIR-BATAN, Lebak Bulus, Jakarta Selatan pada September 2009 sampai dengan Juni 2010. Penelitian menggunakan metode pengukuran komposisi rasio isotop 13C dari karbon inorganik terlarut (Dissolverd Inorganic Carbon, DIC) dalam air hujan. Pengukuran komposisi rasio isotop 13C (d13C) menggunakan spektrometer massa rasio isotop SIRA-9 VG ISOGAS. Dari hasil sepuluh bulan pengukuran d13C air hujan didapat d13C bulan Februari 2010 sebesar -10,710/00 dan merupakan nilai yang paling rendah (depleted) dibanding dengan pengukuran sembilan bulan lainnya, sedangkan hasil pengukuran yang tinggi (enrich) didapat pada bulan Desember 2009 sebesar -8,52 0/00. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi rasio isotop d13C dari gas CO2 atmosfir Lebak Bulus, Jakarta Selatan lebih depleted dibandingkan dengan atmosfir daerah udara bersih yang hanya sebesar -8,1 0/00. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa ada penambahan gas buang CO2 hasil kegiatan antropogenik.
PERKEMBANGAN IPTEK NUKLIR BIDANG KESEHATAN DI INDONESIA Aang Hanafiah Ws
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 4, No 2 (2008): Desember 2008
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.884 KB) | DOI: 10.17146/jair.2008.4.2.547

Abstract

Penemuan sinar-x di akhir abad 19 (November-1895), menunjukkan bahwa teknologi nuklir bukanlah suatu hal yang baru bagi dunia kesehatan. Begitu pula halnya dengan perkembangan ilmu kedokteran nuklir di Indonesia. Unit kedokteran nuklir di Indonesia didirikan tidak lama setelah reaktor atom pertama dioperasikan di tahun 1965, dan bahkan hingga saat ini aktivitasnya telah memberikan kontribusi cukup signifikan di bidang kesehatan. Kegiatan iptek nuklir di bidang ini lebihdiarahkan pada lingkup teknologi proses, analisis, rekayasa peralatan dan instrumentasi, serta pembuatan perangkat medik berupa sediaan radioisotop dan radiofarmaka. Dalam konteks ini, pengembangan iptek nuklir lebih dipacu untuk diselaraskan dengan kebutuhan pengguna, terutama berkaitan dengan efisiensi, kualitas dan proses produksinya, serta aplikasinya baik untuk tujuan diagnosis maupun terapi. Beberapa kegiatan pengembangan iptek nuklir dan aplikasinya yang terkait dengan aspek kesehatan hingga saat ini, terutama di bidang kedokterannuklir, dipaparkan dalam makalah ini. Sarana dan prasarana yang tersedia, serta kemampuan ilmiah yang ada masih dapat dioptimalkan dan perlu terus dibina. Untuk membangun bangsa, penghasil teknologi, pengguna/ industri/dunia usaha dan pembuat kebijakan perlu bersinergi dan memiliki visi dan persepsi yang sama
Kontribusi Kompos Jerami-Biochar Dalam Peningkatan P-Tersedia, Jumlah Populasi BPF dan Hasil Padi Sawah Putri Indra Noviani; Sudono Slamet; Dr. Ania Citraresmini, MP
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 14, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.82 KB) | DOI: 10.17146/jair.2018.14.1.4155

Abstract

Bahan organik telah terbukti berperan efektif dalam memulihkan kesuburan tanah. Indikator kesuburan tanah ini antara lain terletak pada kandungan C-organik tanah, jumlah populasi mikroba tanah, kandungan hara tersedia dan hasil tanaman. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh dosis aplikasi kompos jerami-Biochar yang berinteraksi dengan pupuk kimia NPK, terhadap kandungan C-organik tanah, jumlah populasi Bakteri Pelarut Fosfat (BPF), ketersediaan P dan hasil tanaman padi sawah. Sasaran penelitian ini adalah mendapatkan interaksi perlakuan yang mampu memperbaiki kesuburan tanah, meningkatkan ketersediaan hara sehingga mendorong produksi tanaman lebih optimal, dan pemakaian pupuk NPK yang efisien. Percobaan dilakukan pada bulan April sampai dengan Agustus 2014 di kebun percobaan SPLPP Fakultas Pertanian UNPAD, berlokasi di Ciparay Kabupaten Bandung Jawa Barat. Perlakuan yang diterapkan adalah dosis kompos jerami-Biochar dalam 5 taraf dosis (0; 1; 2; 3; 4 t ha-1) dan dosis pupuk NPK dalam 4 taraf dosis yang semakin menurun dari dosis rekomendasi (100%, 80%; 60%; 40%), dengan menerapkan disain percobaan RAK pola faktorial. Hasil percobaan menunjukkan dosis kompos jerami-Biochar 2 t ha-1 mampu menyebabkan perbedaan respons yang signifikan dan tercapainya hasil tertinggi pada parameter respons kandungan C-organik tanah, jumlah populasi BPF, ketersediaan P, dan berat kering gabah. Interaksi 2 t ha-1 kompos jerami-Biochar dengan pupuk NPK mampu menurunkan pemakaian pupuk hingga 40%, pada hasil berat kering gabah tertinggi.
Application of N-15 Technique for Quantification of N-Fertilizer and N-Soil Uptake in Difference Maize Varieties. Nurlina Kasim
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 1 (2013): Juni 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.35 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.1.1201

Abstract

A pot study has been carried out, where thetreatments were N-fertilizers (N-F) : F0 = without N-fertilizer (F), F1 = 100% anorganic NF/ urea, F2 = 100% organic N-F, and 50% anorganic + 50% organic N-F and three maize varieties namely, var. Anoman (A), var. Lamuru (L) and var. Sukmaraga (S). An Anova was implemented to observe any difference among the treatments and their interaction (N x F) for each parameter. The parameters applied were, percentage (%) of N-F, N-soil (N-S) and N- total (N-to) the N-F, N-S, N-to uptake (mg N), and dry weight (g S for all three plant parts (stem, leaves, panicles) and the whole plant (stem + leaves + panicles). Data showed that for the percentage (%), total : N uptake, dry weight, the highest values was for F1 compared to F0, F1, F2.. Whenever differents were found in treatment and interaction ( VxF) by the parameters, it shown by the ANOVA that this was mainly due to the F treatment. The data also show that N-S uptake was much higher than the N-F uptake. It was found that although urea/anorganic fertilizer (F1) was found to give the highest values for nearly all the parameters, it used by plant expressed in percentage (%) was quite low, especially shown forthe whole plant.
Penandaan Kanamycin dengan Radionuklida Teknesium-99m Sebagai Sediaan Untuk Deteksi Dini Penyakit Infeksi Eva Maria Widyasari; Nurlaila Zainuddin; Witri Nuraeni
Jurnal Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi Vol 9, No 2 (2013): Desember 2013
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1110.894 KB) | DOI: 10.17146/jair.2013.9.2.2734

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama kematian di dunia. Deteksi dini dan penentuan lokasi infeksi yang tepat dan akurat melalui pencitraan menggunakan teknik nuklir dapat mempermudah pengobatannya. Antibiotik bertanda radioaktif mampu menjadi solusi untuk membedakan antara infective inflammatory dan non-infective inflammatory. Kanamycin merupakan antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi dimana obat-obat infeksi lain seperti penisilin dan beberapa obat infeksi lain yang kurang ampuh tidak dapat digunakan. Penelitian ini bertujuan menentukan kondisi optimum penandaan 99mTc-kanamycin untuk memperoleh efisiensi penandaan yang tinggi. Dalam percobaan, kanamycin telah berhasil ditandai dengan teknesium-99m melalui metode penandaan tidak langsung dengan menggunakan pirofosfat sebagai co-ligand. Efisiensi penandaan dan penentuan kemurnian radiokimia senyawa tersebut secara simultan ditentukan dengan metode kromatografi kertas menaik menggunakan kertas Whatman 3 sebagai fase diam dan aseton sebagai fase gerak untuk memisahkan pengotor radiokimia dalam bentuk 99mTc-perteknetat; sedangkan pengotor dalam bentuk 99mTc-tereduksi dipisahkan dengan menggunakan fase diam ITLC-SG dan fase gerak NaOH 0,5 N. Kondisi penandaan optimal diperoleh pada penggunaan 6 mg kanamycin, 300 µg SnCl2, 1,5 mg Na-pirofosfat, dan pH=6. Waktu inkubasi selama 0-30 menit pada temperatur kamar, memberikan efisiensi penandaan 96,54 ± 0,36 %. Berhasilnya penandaan kanamycin dengan efisiensi yang tinggi ini menjadikan 99mTc-kanamycin berpeluang untuk dijadikan sebagai sediaan radiofarmasi untuk deteksi dini penyakit infeksi. Kata kunci : kanamycin, teknesium-99m, penandaan, infeksi

Page 7 of 25 | Total Record : 242