cover
Contact Name
Syarifah Asyura
Contact Email
dppm@uui.ac.id
Phone
+6282367548500
Journal Mail Official
dppm@uui.ac.id
Editorial Address
Jln. Alue Naga. Kec. Syiah Kuala, Desa Tibang, Banda Aceh
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Kesehatan
ISSN : 30314062     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat bidang Kesehatan (JPKMK)Â merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang fokus pada kegiatan kontribusi dan pelayanan kepada masyarakat dalam konteks kesehatan. Jurnal ini bertujuan untuk mendokumentasikan, menganalisis, dan menyebarkan informasi terkait upaya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh para profesional kesehatan, peneliti, dan praktisi lainnya.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022" : 9 Documents clear
SOSIALISASI PENGARUH PENGGUNAAN GADGET TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK TINGKAT SEKOLAH DASAR Uswatun Hasanah; Tamara Dwi Rizkyna Setya
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi yang sangat populer ini adalah gadget. Gadget sendiri adalah istilah dalam bahasa inggris yang diartikan sebagai alat elektronik berupa handphone, laptop, pc dan lain sebagainya. Pada umumnya anak-anak menggunakan gadget untuk bermain game, menonton animasi, bermain internet dan sebagai media pembelajaran. Penggunaan gadget yang berlebihan bisa membawa dampak yang cukup besar bagi tumbuh kembang anak. metode yang digunakan adalah metode ceramah plus, dimana ada pemaparan materi dan solusi kemudian dilakukan tanya jawab terhadap siswa/siswi kelas 6 SDIT Nurul Qur’anKata kunci: Gadget, Game, Animasi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) DI MIN 1 KOTA LHOKSEUMAWE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN COVID-19 Vera Novalia; Wheny Utariningsih
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pandemi COVID-19 yang telah ditetapkan oleh WHO menjadi ancaman global dan membuat masyarakat di seluruh dunia meningkatkan kewaspadaannya untuk menekan penyebaran virus ini melalui promosi pemerintah dalam PHBS di sekolah yang merupakan upaya untuk memperdayakan siswa dilingkungan sekolah agar tahu, mau, dan mampu mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan sekolah sehat. Apalagi anak-anak banyak menghabiskan waktunya di sekolah. Mereka di sekolah belajar menimba ilmu dan belajar berinteraksi dengan teman sebaya serta aneka ragam kejadian bersama warga lingkungan sekolah yang lainnya. Namun, sekolah juga dapat menjadi ancaman penularan penyakit. Tujuan: Adapun yang menjadi tujuan dari pengabdian masyarakat yaitu memberdayakan setiap siswa di sekolah MIN 1 Lhokseumawe untuk meningkatan pengetahuan, kesadaran, kemauan untuk melaksanakan dan membudayakan PHBS dilingkungannya di masa pandemik covid 19. Metode: Survei awal lokasi dan permasalahan Target, Sosialisasi mengenai pentingnya PHBS, Praktik Perilaku Hidup Bersih Sehat pada masyarakat, Pembagian brosur PHBS, Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta pelaporan, dan Penyusunan laporan. Hasil penelitian Siswa mampu memahami pentingnya PHBS serta dapat mencontoh perilaku hidup bersih dan sehat di masa pandemik covid 19 (cara mencuci tangan, memilih jajanan sehat, membuang sampah pada temaptnya dll). Serta tersedia aspek sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan seperti masker dan hand sanitaizer guna mencegah penyebaran Covid-19.Kesimpulan: Adanya peningkatan pengetahuan tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perilaku hidup yang bersih dan sehat dan begitu besar manfaat menjaga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat terutama pada saat sekarang ini di masa pandemi yang memerlukan berbagai pencegahan dimulai dari penggunaan masker, selalu mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan dan keluar rumah untuk keperluan yang sangat penting.Kata Kunci : PHBS, Covid 19, MIN 1 Kota LhokseumaweBackground: The COVID-19 pandemic that has been determined by WHO has become a global threat and has made people around the world increase their vigilance to suppress the spread of this virus through government promotions in PHBS in schools which is an effort to empower students in the school environment to know, want, and be able to practice PHBS and play an active role in realizing healthy schools. Moreover, children spend a lot of time at school. They at school learn to gain knowledge and learn to interact with peers as well as various events with other members of the school environment. However, schools can also be a threat of disease transmission. Objective: The goal of community service is to empower every student at the MIN 1 Lhokseumawe school to increase knowledge, awareness, willingness to implement and cultivate PHBS in their environment during the covid 19 pandemic. Methods: Initial survey of locations and problems Target, Socialization about the importance of PHBS , Practices of Clean and Healthy Life Behavior in the community, Distribution of PHBS brochures, Monitoring and Evaluation (Monev) and reporting, and Compilation of reports. Results: Students are able to understand the importance of PHBS and can imitate clean and healthy living behavior during the covid 19 pandemic (how to wash hands, choose healthy snacks, throw garbage in the place, etc.). There are also aspects of facilities and infrastructure that support health services such as masks and hand sanitizers to prevent the spread of Covid-19. Conclusion: There is an increase in knowledge about Clean and Healthy Living Behavior (PHBS), clean and healthy living behavior and the benefits of maintaining a Clean and Healthy Life Behavior, especially at this time during the pandemic which requires various precautions starting from the use of masks, always washing hands and keep a distance and avoid crowds and leave the house for very important purposes.Keywords : PHBS, Covid 19, Min 1 Lhokseumawe City
KEGIATAN PROMOTIF DAN PREVENTIF PENYEBARAN COVID-19 PADA SEKOLAH LUAR BIASA (SLB) CINTA MANDIRI, KOTA LHOKSUMAWE Teuku Ilhami Surya Akbar; Juwita Sahputri
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tatanan kehidupan baru “new normal” menjadi strategi pemerintah Indonesia guna mengatasi kesulitan ekonomi saat ini. Super market yang awalnya ditutup sudah mulai dibuka, tempat ibadah yang sempat ditutup juga mulai dibuka, dan sekolah yang dulunya sistem pembelajaran dilaksanakan dirumah secara daring (online) perlahan di longgarkan. Sekolah luar biasa (SLB) merupakan suatu sekolah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sekolah ini terkadang tidak tersentuh oleh pemerintah untuk pemberian edukasi dan persiapan guna menghadapi tatanan kehidupan baru.  Pelonggaran atau pemberlakuan tatanan kehidupan baru ini berdampak bila tidak dilakukan strategi yang baik terhadap pencegahan penyebaran Covid-19 pada sekolah khusnya SLB. Tujuan kegiatan ini untuk mencegah munculnya cluster baru, penyebaran COVID-19 di SLB Cinta Mandiri dan meningkatkan pemahaman, kewaspadaan dalam menghadapi COVID-19 dan tatanan kehidupan baru (New Normal). Metode penyelesaian permasalahan dengan pemberian edukasi, persiapan protokol kesehatan mengenai cara pencegahan penyebaran Covid-19, penerapan standar protokol WHO dan menginisiasi tersedianya sarana dan prasarana kesehatan berupa alat pemeriksaan suhu, jarak minimal 1 meter, pemakai masker dan tempat mencuci tangan. Hasil dan luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu adanya pemahaman terkait pencegahan penyebaran Covid-19 , tersedianya protokol kesehatan dan adanya sarana-prasarana penunjang pelayanan kesehatan yang digunakan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 pada peserta didik SLB.Kata Kunci : Covid-19,tatanan kehidupan baru, protokol Covid-19 Background: The new "new normal" life order is the Indonesian government's strategy to overcome the current economic difficulties. Super markets that were originally closed have begun to open, places of worship that were closed have also begun to open, and schools that used to be home-based learning systems (online) are slowly being relaxed. Special school (SLB) is a school for children with special needs. This school is sometimes not touched by the government for providing education and preparation to face the new order of life. The easing or implementation of this new life order will have an impact if a good strategy is not implemented to prevent the spread of Covid-19 in schools, especially SLB. The purpose of this activity is to prevent the emergence of new clusters, the spread of COVID-19 at the Cinta Mandiri Special School and to increase understanding, vigilance in dealing with COVID-19 and the new order of life (New Normal). The method of solving problems is by providing education, preparing health protocols on how to prevent the spread of Covid-19, implementing the WHO protocol standard and initiating the availability of health facilities and infrastructure in the form of temperature checks, a minimum distance of 1 meter, wearing masks and washing hands. The results and outputs of this service activity are an understanding of preventing the spread of Covid-19, the availability of health protocols and the existence of supporting facilities for health services used to prevent the spread of Covid-19 in SLB students.Keywords: Covid-19, new order of life, Covid-19 protocol 
KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Andi Syahputra; Riski Wahyudi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga merupakan pendidikan terpenting dalam perkembangan kehidupan manusia. Karena keluarga merupakan lingkungan hidup primer dan fundamental. Penanaman nilai-nilai moral secara praktis akan berproses dan ditentukan oleh keluarga. Dalam keluarga yang seharusnya merupakan wadah utama bagi pembentukan watak dan moral manusia sering berubah menjadi sumber malapetaka karena menurunnya tingkat pendidikan ahklak manusia, sehingga dalam bersikap dan beretika dalam kehidupan tidak obyektif. Materialisme dan individualism kian mendominasi kehidupan keluarga serta adanya pergantian arus globalisasi yang kian mendominasi kehidupan masyarakat dewasa ini, oleh karena ketidaksiapan individu menghadapi nilai-nilai baru dan lemahnya filter yang dilakukan oleh manusia dalam menyikapi globalisasi tersebut, sehingga dampak buruk dari globalisasi mulai dirasakan dalam kehidupan keluarga. Banyak keluarga yang kini cendrung mengidap karakter destruktif. Persoalan seperti ini tidak hanya berada pada fakta individual akan tetapi sudah nenjadi fakta sosial. Seperti halnya seorang perempuan menjadi pihak yang paling rentan menjadi sasaran korban tindak kekerasan. Oleh karena itu kaum wanita sudah semestinya mendapatkan perlindungan dari negara atau masyarakat agar terbebas dari ancaman kekerasan dan perlakuan yang dapat merendahkan manusia. Persoalan kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi kapanpun dan dimana saja. Karena persoalan kekerasan dalam rumah tangga baik korban maupun pelakunya tidak mengenal status sosial, status ekonomi maupun tingkat pendidikan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan wawasan kepada masyarakat tentang kekerasan dalam rumah tangga dan implikasinya terhadap psikologi anak. Korban kekerasan dalam rumah tangga dapat terjadi pada keluarga tingkatan sosial manapun baik menengak ke bawah maupun menengah ke atas. Beberapa fakror yang menyebabkan kekerasan dalam rumah tangga antara lain : ekonomi, perselingkuhan, tekanan keluarga dan perkawinan usia dini. Kekerasan dalam rumah tangga terhadap perkembangan psikologi anak sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya anak selanjutnya terutama dalam berinteraksi dengan lingkunganKata kunci: Kekerasan, Rumah Tangga, Psikologi Anak
PROMOSI KESEHATAN TENTANG “FLOUR ALBUS” PADA REMAJA SISWI SMK NEGERI 1 MESJID RAYA KABUPATEN ACEH BESAR Eva Rosdiana; Desi Rosmawi; Mira Abdullah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Flour Albus atau yang biasa dikenal dengan istilah keputihan adalah cairan yang keluar dari liang vagina selain darah. Keputihan biasanya berwarna putih dan tidak berbau namun dapat berubah baik dari segi warna maupun baunya jika mengalami gangguan atau patologis. Keputihan patologi merupakan gejala gangguan alat kelamin yang di alami oleh wanita yang berupa cairan berwarna putih kekeuningan atau kelabu.Keputihan pada wanita sering dikaitkan dengan pH pada vagina. Selain itu juga dapat disebabkan oleh penggunaan obat-obatn tertentu seperti Pil KB, IUD, penyakit menular serta kurangnya menjaga kebersihan di sekitar organ wanita seperti menggunakan celana dalam yang tidak menyerap keringat, jarang mengganti celana dalam, menggunakan pembilas vagina dan lain sebagainya.Untuk mencegah terjadinya keputihan maka wanita diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan daerah kewanitaan, menghindari kondisi yang lembab, tidak menggunakan celana dalam yang ketat dan tidak bergantian pasangan seksual. Namun masih banyak wanita terutama remaja yang tidak tau tentang penyebab terjadinya keputihan. Sehingga pelu untuk dilakukan promosi kesehatan terntang keputihan “ Folur Albus” untuk mencegah terjadinya keputihan. Tujuan promosi kesehatan ini untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang flour albus. Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan ini dilakukan pada tanggal 03 Januari 2022. Sasaran nya adalah remaja siswi yang berjumlah 25 orang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa prodi D-III Kebidanan. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan remaja siswa mendapatkan pengetahuan tentang flour albus.Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Keputihan Flour Albus or commonly known as vaginal discharge is fluid that comes out of the vaginal canal in addition to blood. Vaginal discharge is usually white and odorless but can change in terms of both color and smell if it is disturbed or pathological. Vaginal discharge is a symptom of genital disorders experienced by women in the form of a white or yellowish white liquid. Vaginal discharge in women is often associated with the pH of the vagina. In addition, it can also be caused by the use of certain drugs such as birth control pills, IUDs, infectious diseases and not maintaining cleanliness around the female organs using underwear that does not absorb sweat, rarely changing underwear, using vaginal rinses and so on. vaginal discharge, women are expected to always maintain the cleanliness of the feminine area, avoid humid conditions, do not use tight underwear and do not alternate with partners. However, there are still many women, especially teenagers, who do not know about the causes of vaginal discharge. So it is necessary to carry out health promotion regarding "Folur Albus" vaginal discharge to prevent the occurrence of vaginal discharge. The purpose of this health promotion is to increase adolescent knowledge about flour albus. The implementation of this health promotion activity was carried out on January 3, 2022. The target was students who were carried out 25. This activity involved students of the D-III Midwifery study program. The implementation of activities is smooth and the youth gain knowledge about flour albus.Keywords: Helath Education, Flour Albus
SOSIALISASI POLA HIDUP SEHAT BAGI SISWA DI SIT FAJAR HIDAYAH INTEGRATED BOARDING SCHOOL BLANG BINTANG ACEH BESAR Marniati Marniati; Herawati Herawati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa Perguruan Tinggi wajib melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu: pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat juga dilaksanakan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia secara berkala dalam satu semester atau pun pertahun akademik. Sebagai salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang dapat dilakukan oleh Universitas Ubudiyah Indonesia adalah: “Sosialisasi Pola Hidup Sehat bagi Siswa di SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar”. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat. Oleh karena itu, pelaksanaan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan untuk membantu permasalahan ini bertujuan agar para siswa memiliki wawasan yang luas sehingga dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Individu yang cerdas adalah individu yang sehat. Siswa di sekolah sebagai cikal bakal SDM bangsa yang menentukan baik buruk peradaban bangsa ke depan. Maka dari itu, pola hidup sehat merupakan faktor penting yang menentukan kesehatan dan eksistensi diri di masa depan. Adapun metode pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini mengikuti teknis pelaksanaan tindakan yang terdiri dari 4 tahapan, yang terdiri dari tahap: persiapan atau perencanaan, pelaksanaan sosialisasi, evaluasi dan refleksi. Hasil pelaksanaan sosialisasi pola hidup sehat di sekolah ini menunjukkan (1) adanya peningkatan pola hidup sehat pada diri siswa; (2) para siswa antusias mengikuti kegiatan sosialisasi pola hidup sehat dan mengaku perlu adanya kegiatan-kegiatan lanjutan tentang kesehatan di sekolah; dan (3) Peningkatan wawasan dan pola hidup sehat di SIT Fajar Hidayah Aceh akan akan ditindaklanjuti dengan kegiatan-kegiatan Apotek Sehat Sekolah, Meracik Obat Sehat Tradisionl dan sebagainya.Kata Kunci: Sosialisasi, Pola Hidup Sehat, Sekolah Sehat In Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System, it is stated that Universities are obliged to implement the Tri Dharma of Higher Education, namely: teaching, research and community service. Community service programs are also carried out by the University of Ubudiyah Indonesia periodically in one semester or per academic year. As one form of community service that can be done by the University of Ubudiyah Indonesia is: "Socialization of Healthy Lifestyles for Students at SIT Fajar Hidayah Integrated Boarding School Blang Bintang Aceh Besar". Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) in Schools is a set of behaviors practiced by students, teachers and the school community on the basis of awareness as a result of learning, so that they can independently prevent disease, improve their health, and play an active role in creating a healthy environment. Therefore, the implementation of community service carried out to help with this problem aims to make students have broad insights so that they can be implemented in everyday life at school. Intelligent individuals are healthy individuals. Students in schools are the forerunners of the nation's human resources who determine the good and bad of the nation's civilization in the future. Therefore, a healthy lifestyle is an important factor that determines health and self-existence in the future. The method of implementing this socialization activity follows the technical implementation of the action which consists of 4 stages, consisting of stages: preparation or planning, implementation of socialization, evaluation and reflection. The results of the implementation of the socialization of healthy lifestyles in this school showed (1) an increase in the healthy lifestyle of students; (2) the students enthusiastically participated in the socialization of healthy lifestyles and admitted the need for follow-up activities on health in schools; and (3) The improvement of knowledge and healthy lifestyle at SIT Fajar Hidayah Aceh will be followed up with activities of School Healthy Pharmacy, Mixing Traditional Healthy Medicines and so on.Keywords: Socialization, Healthy Lifestyle and Healthy School
PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG PENTINGNYA PEMBERIAN MP-ASI PADA BAYI 6-12 BULAN DI GAMPONG KAMPONG PUKAT KABUPATEN PIDIE Asmaul Husna; Fauziah Andika; Faradilla Safitri; Nuzulul Rahmi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO)/United Nations Children’s Fund (UNICEF 2013), lebih dari 50 % kematian anak balita terkait dengan keadaan kurang gizi, dan dua pertiga diantara kematian tersebut terkait dengan praktik pemberian makan yang kurang tepat pada bayi dan anak, seperti tidak dilakukan inisiasi menyusui dini dalam satu jam pertama setelah lahir dan pemberian MP-ASI yang terlalu cepat atau terlambat diberikan. Keadaan ini akan membuat daya tahan tubuh lemah, sering sakit dan gagal tumbuh.(Rivani, 2013). Di Indonesia tahun 2013 hanya 27,5% ibu yang memberikan ASI esklusif danMakanan Pendamping ASI, padahal Kementrian Kesehatan Indonesia sendiri mentargetkan pada tahun 2014 cakupan pemberian ASI dan MP-ASI sebesar 80% (BERITA SATU.com, 2013). Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit di Jawa Timur masih sangat tinggi dari tahun 2011-2012, salah satunya penyakit diare yang kuat dugaan 70% kejadian tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan dan perilaku ibu dalam memperhatikan keamanan serta kebersihan pengolahan makanan pendamping ASI (Siswono, 2012).Kata kunci : Pentingnya Pemberian MP-ASI Pada Bayi 6-12 Bulan According to the World Health Organization (WHO)/United Nations Children's Fund (UNICEF 2013), more than 50% of deaths of children under five are related to malnutrition, and two-thirds of these deaths are related to inappropriate feeding practices for infants and children, such as early initiation of breastfeeding within the first hour after birth and complementary feeding is not carried out too early or too late. This situation will make the immune system weak, often sick and fail to grow (Rivani, 2013). In Indonesia in 2013 only 27.5% of mothers gave exclusive breastfeeding and complementary foods, even though the Indonesian Ministry of Health itself targets that in 2014 the coverage of breastfeeding and complementary feeding is 80% (BERITA SATU.com, 2013). Extraordinary events (KLB) of disease in East Java are still very high from 2011-2012, one of which is diarrhea, which is strongly suspected of 70% of the incidence due to a lack of knowledge and behavior of mothers in paying attention to the safety and cleanliness of processing complementary foods for breast milk (Siswono, 2012).Keywords: The Importance of Complementary Feeding for Babies 6-12 Months
PEMANFATAN TANAMAN INDONESIA SEBAGAI PRODUK PENGHARUM RUANGAN DI SMA IT FAJAR HIDAYAH ACEH Rulia Meilina; Herawati Herawati; Shabainur Rezeki; Armia Armia; Marniati Marniati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengharum ruangan merupakan produk rumah tangga yang dapat mengeluarkan bahan kimia yang dikandungnya ke udara dan dihirup oleh konsumen yang bertujuan untuk meredam bau tak sedap di dalam ruangan. Pengharum ruangan saat ini menjadi kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan kenyaman dan ketenangan dalam beraktivitas. Pengharum ruangan tidak hanya berasal dari bahan kimia tetapi juga bisa dihasilkan dari produk alam. Banyak tanaman hasil alam negara Indonesia yang dapat diolah menjadi pengharum ruangan seperti kopi, nilam, sereh, lavender, lemon, kayu manis dan lain-lain. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan kepada siswa-siswi di SMA IT Fajar Harapan Aceh yang bertujuan memberikan wawasan kepada siswa-siswi pemanfaataan bahan alam sebagai pengharum ruangan.Kata Kunci: Pengharum ruangan, tanaman, Indonesia, Fajar Hidayah 
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU TENTANG KUNJUNGAN MASA NIFAS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOPELMA DARUSSALAM BANDA ACEH Faradilla Safitri; Asmaul Husna; Nuzulul Rahmi; Fauziah Andika
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 4, No 1 (2022): APRIL 2022
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas ini menjadi masa yang paling rentan bagi ibu dikarenakan penyumbang kematian ibu yang paling besar dalam masa nifas. Para ibu nifas menjadi enggan ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya karena takut tertular virus covid-19, kunjungan nifas di rumah tidak bisa dilakukan secara maksimal, dikarenakan sesuai dengan peraturan bidan menunda melakukan kunjungan rumah untuk menghindari penyebaran virus covid-19. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Ubudiyah Indonesia ini dilakukan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya yaitu masih ada ibu nifas yang tidak melakukan dan tidak mendapatkan pelayanan masa nifas secara lengkap. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan dari tanggal 20-23 Desember 2021. Ketua dan anggota pelaksana kegiatan memberikan edukasi kepada para ibu secara dor to dor (dari rumah ke rumah), dan media yang digunakan berupa brosur. Hasil yang diperoleh adalah para ibu dan keluarga memahami tentang pentingnya melakukan kunjungan masa nifas untuk memantau kondisi kesehatan ibu dan anak sehingga ibu dan keluaga akan melakukan kunjungan masa nifas ke tempat pelayanan kesehatan.Kata Kunci : Kunjungan masa nifas, pandemi covid-19. The postpartum period is the most vulnerable period for mothers because it is the largest contributor to maternal mortality during the postpartum period. Postpartum mothers are reluctant to go to the Puskesmas or other health facilities for fear of contracting the Covid-19 virus, postpartum visits at home cannot be carried out optimally, because according to regulations, midwives postpone home visits to avoid the spread of the Covid-19 virus. This community service carried out by a Lecturer of the Faculty of Health Sciences, Ubudiyah University, Indonesia, was carried out based on the results of research that had been carried out previously, namely that there were still postpartum mothers who did not do and did not receive complete postpartum services. This community service activity has been carried out from December 20-23, 2021. The chairperson and members of the implementing activities provide education to mothers door-to-door (from house to house), and the media used is in the form of brochures. The results obtained are that mothers and families understand the importance of conducting postpartum visits to monitor the health conditions of mothers and children so that mothers and families will make postpartum visits to health care facilities.Keywords: Postpartum visit, covid-19 pandemic.

Page 1 of 1 | Total Record : 9