cover
Contact Name
M Nur Ikhwan
Contact Email
nurikhwanskom@gmail.com
Phone
+62 895-2634-8067
Journal Mail Official
bapperida@pekalongankab.go.id
Editorial Address
Jl. Krakatau No. 09 Kajen, Pekalongan, Jawa Tengah
Location
Kab. pekalongan,
Jawa tengah
INDONESIA
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
ISSN : 25985833     EISSN : 26230011     DOI : 10.546887
Kajen: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan merupakan jurnal ilmiah yang dikelola Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BAPPEDA LITBANG) dan sekarang berubah nomenklatur menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (BAPPERIDA) Kabupaten Pekalongan yang terbit secara online sejak tahun 2017. Jurnal Kajen menjadi salah satu instrumen peneliti dalam mempublikasikan hasil penelitian-penelitian dalam bentuk artikel ilmiah. Jurnal Kajen mempublikasikan makalah-makalah hasil penelitian dan pengkajian dari berbagai multidisiplin yang membahas permasalahan-permasalahan dibidang pemerintahan, kebijakan, politik, ekonomi, kesehatan, pertanian, keuangan, lingkungan, dan berbagai permasalahan dibidang pembangunan.
Articles 101 Documents
POTENSI WISATA HALAL PADA EKOWISATA BAKAU DI KABUPATEN PEKALONGAN Ulil Albab; Afidah Rozianti; Fitriana Nur Rohmah
E-Jurnal Kajen Vol 7 No 01 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv7i05.01

Abstract

Banjir pasang (rob) di wilayah pesisir merupakan masalah potensi alam khususnya Kabupaten Pekalongan. Selian masalah potensi alam, kawasan pesisir memiliki berbagai macam potensi alam salah satunya mangrove. Desa Mulyorejo yang sering terjadi bencana rob memanfaatkan ekosistem mangrove sebagai tempat wisata yaitu Ekowisata Mulyosari. Awalnya masyarakat menganggap konsep halal berupa makanan, minuman, kosmetik saja, kesadaran masyarakatsaat ini meningkat dengan memulai mempertimbangkan kehalalan. Salah satunya wisata halal. Adanya pariwisata juga mengakibatkan perubahan kondisi sosial-ekonomi masyarakat lokalnya. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif jenis penelitian lapangan dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini kepala desa, pengelola wisata dan masyarakat dengan menggunakan teknik sampling kriteria tertentu (purposive). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini yakni reduksi data, pengorganisasian, dan interpretasi data. Dampak sosial adanya Ekowisata Mulyosari yaitu desa menjadi bersih dan masyarakat sadar menjaga lingkungan, terjadi banyak interaksi antar elemen masyarakat dan pihak luar sehingga mendapatkan bantuan sarana prasarana, budaya tertib masyarakat dan wisatawan, peran Pemerintah Desa Mulyorejo bertambah, udara di desa menjadi sejuk. Selain itu dampak ekonomi adanya Ekowisata Mulyosari yaitu pendapatan meningkat, kesempatan kerja luas dan taraf hidup meningkat. Selain itu dampak negatif adanya Ekowisata Mulyosari banyak sampah yang tercecer akibat wisatawan kurang tertib dalam membuang sampah.
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN “LABORATORIUM KEMISKINAN” DI KABUPATEN PEKALONGAN DALAM PRESPEKTIF MAQASHID SYARIAH Ulil Albab
E-Jurnal Kajen Vol 7 No 02 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv7i02.01

Abstract

kemiskinan menjadi salah satu program utama Sustainable Development Goal’s (SDG’s) yang telah disepakati negara-negara di dunia. Konsep pengentasan kemiskinan berdasarkan maqashid syariah mengedepankan kedudukan manusia di dunia sebagai khalifah dalam konsep pengentasan kemiskinan. Kemiskinan kabupaten Pekalongan sebesar 10,57% di tahun 2021. Angka presentase kemiskinan tersebut dibawah presentase provinsi jawa tengah sebesar 11,79 % dan diatas nasional sebesar 10,14%. Penelitian ini menggunakan jenis kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif dalam analisisnya. Hasil penelitian menemukan bahwa Implementasi kebijakan penanggulangan kemiskinan (Laboratorium Kemiskinan) di Pekalongan dengan Kolaborasi Pentahelix melalui Participatory Poverty Assessment (PPA) yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan dalam mengambil keputusan program kegiatan yang rencananya akan dilaksanakan agar mengatasi persoalan kemiskinan secara terpadu, tepat program dan tepat sasaran. Kebijakan Laboratorium Kemiskinan melalui program kegiatan yang terlaksana memenuhi nilai-nilai maqashid syariah.
KEBIJAKAN TRANSFORMATIF PENANGANAN RISIKO BANJIR DAN ROB DI KABUPATEN PEKALONGAN Yulianto Adi Setiawan; Nugara
E-Jurnal Kajen Vol 6 No 01 (2022): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 6 No. 1
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv6i01.5.

Abstract

Wilayah Pesisir Kabupaten Pekalongan terdampak fenomena banjir dan rob dalam kurun waktu delapan belas tahun terakhir. Penyebabnya antara lain: curah hujan, perubahan guna lahan, pendangkalan sungai, pasang-surut air laut dan kenaikan muka air laut. Selain itu laporan para ahli dari beberapa lembaga menunjukan adanya penurunan muka tanah yang berkelanjutan. Sehingga menimbulkan kerusakan infrastruktur dan hilangnya lahan akibat genangan permanen. Dari sisi sosial ekonomi terjadi peningkatan pengeluaran dan penurunan kesejahteraan masyarakat terdampak yang berimplikasi pada kondisi fiskal pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab banjir, interaksi antar faktor, serta kemampuan wilayah dalam merespon potensi ancaman dan kondisi kerentanan tersebut dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasilnya dalam penanganan banjir dan rob seluruh elemen pemerintah (pusat, provinsi, dan kabupaten/kota) melalui kebijakannya, serta lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dan stakeholder melalui berbagai program telah berperan aktif meskipun belum didapatkan solusi absolut. Kebijakan transformatif yang dapat dirumuskan dalam penanganan banjir dan rob di Kabupaten Pekalongan antara lain: 1) Adaptasi kawasan dan kewilayahan; 2) Manajemen pengendalian banjir; 3) Penguatan kapasitas sumber daya manusia dan institusi dalam pengurangan risiko bencana.
IDENTIFIKASI POTENSI ROB KABUPATEN PEKALONGAN BERDASARKAN HASIL KAJIAN GEOLOGI KEWILAYAHAN Noviardi Titis Praponco; M Nur Ikhwan; Irwan Susanto
E-Jurnal Kajen Vol 6 No 02 (2022): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan Vol. 06 No. 02
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv6i02.1

Abstract

Fenomena rob yang terjadi di Kabupaten Pekalongan secara masif mulai menggenang sekira satu dasawarsa terakhir. Secara fungsi waktu, awal tahun 2013 setidaknya hampir dua luasan kelurahan tergenang di Kabupaten Pekalongan. Penggenangan yang terus berlangsung mengakibatkan luas area terdampak menjadi sepertiga wilayah empat kecamatan di Kabupaten Pekalongan pada saat pengumpulan data di tahun 2018, yakni Kecamatan Siwalan, Kecamatan Wonokerto, Kecamatan Wiradesa dan Kecamatan Tirto. Air laut yang menggenang ke pemukiman warga merupakan kejadian alamiah wujud dari dinamika pantai utara jawa. Namun, hal yang perlu diperhatikan bahwa kejadian tersebut tidak merata di setiap wilayah yang berbatasan dengan pantai utara jawa. Sebagian wilayah pantura mengalami penambahan daratan. Dalam tulisan ini disampaikan beberapa kajian geologi kewilayahan yang merunut faktor penyebab dan pemicu fenomena rob di Kabupaten Pekalongan. Aspek morfologi, jarak dengan bibir pantai dan sungai, elevasi tiap lokasi fokus, tinggi genangan, serta litologi yang diendapkan, dijadikan titik acuan dalam pengembangan kajian.
Tinjauan Antropologi Ekonomi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi: Relevansi Tradisi Kliwonan di Desa Wonoyoso Fitria Nur Rohmah; Afidah Rozianti; Ulil Albab
E-Jurnal Kajen Vol 7 No 01 (2023): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv7i04.01

Abstract

Manusia secara keseluruhan sangat bergantung pada norma-norma budaya, terutama dalam bentuk mitos, yaitu kepercayaan yang berasal dan berkembang dalam masyarakat tertentu. Mitos mandi sumur yang diberkahi menurut tradisi Kliwonan merupakan salah satu dari beberapa mitos yang masih lazim dan berkembang di Kabupaten Pekalongan. Mitos ini dapat ditemukan di Desa Wonoyoso, Kecamatan Buaran, atau dikenal dengan kliwonan. Kliwonan ditandai dengan antusiasme masyarakat menuju Masjid Jami’ Wonoyoso. Baik masyarakat lokal hingga luar desa banyak yang berdatangan untuk mendapatkan air dan mandi di Masjid Jami’ Wonoyoso. Banyaknya masyarakat yang berdatangan menjadikan peluang dan mempunyai dampak positif dalam pelestarian budaya dan pengenalan desa, serta perkembangan ekonomi masyarakat lokal. Metodologi penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi, pemilihan informan diambil dengan teknik nonprobability sampling melalui snowball sampling, data yang dipakai adalah data primer yang berasal dari hasil observasi dan wawancara, Validitas internal dilakukan melalui triangulasi, Validitas eksternal dilakukan dengan pola transferbility, Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, selain adanya pelestarian budaya, pengenalan Desa, juga berdampak terhadap sosial ekonomi, di antaranya adanya peluang usaha, penghasilan masyarakat meningkat, serta pemasukan infaq bertambah karena dari adanya pengunjung
PENILAIAN KETERKAITAN KERENTANAN SOSIAL TERHADAP KAPASITAS MASYARAKAT PADA BENCANA BANJIR ROB DI KECAMATAN WONOKERTO Andira Aulia Kartyasa
E-Jurnal Kajen Vol 8 No 01 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv8i01.01.1

Abstract

Bencana banjir rob merupakan bencana yang kerap melanda daerah pesisir pantai, salah satunya Kabupaten Pekalongan. Hal yang memicu fenomena tersebut adalah kenaikan permukaan air laut per tahun mencapai 6 – 10 mm dan kegiatan penyedotan air tanah yang berakibat pada penurunan muka tanah sebesar 20 cm tiap tahunnya. Kecamatan Wonokerto menjadi salah satu daerah dengan tingkat risiko bencana banjir rob yang tinggi. Pada periode 2022-2023, tercatat lima kali kejadian banjir rob yang berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan setempat. Dampak tersebut berhubungan erat dengan tingkat kerentanan sosial di Kecamatan Wonokerto. Sementara itu, kecamatan tersebut memiliki dua desa binaan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk dikembangkan menjadi Desa Tangguh Bencana (Destana). Penelitian ini dilakukan untuk menilai keterkaitan kerentanan sosial terhadap kapasitas masyarakat di Kecamatan Wonokerto sebagai salah satu referensi dalam mengurai masalah bencana banjir rob. Metode pada penelitian ini menggunakan pendekatan deduktif-kuantitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan analisis skoring/pembobotan, analisis spasial, dan korelasi pearson. Hasil menunjukkan bahwa kepadatan penduduk di Kecamatan Wonokerto termasuk tinggi dengan rasio kelompok rentan dan penduduk disabilitas dalam kategori sedang dan rendah. Analisis kerentanan sosial menunjukkan nilai sedang (0,334-0,667), sedangkan kapasitas masyarakat di Desa Pecakaran cukup baik dan Desa Api Api serta Desa Wonokerto Kulon memiliki kapasitas yang baik. Analisis korelasi pearson menunjukkan hubungan positif yang kuat (0,572). Di sisi lain, nilai signifikansi (0,612 > 0,05) yang berarti tidak terdapat hubungan signifikan antara kerentanan sosial terhadap kapasitas masyarakat pada bencana banjir rob di Kecamatan Wonokerto.
PERMASALAHAN SOSIAL RUANG PUBLIK ALUN-ALUN KAJEN Prada Pottre Shaleha; Hikmatus Saputri
E-Jurnal Kajen Vol 8 No 01 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv8i01.02.1

Abstract

Ruang publik merupakan ruang terbuka yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat dan berfungsi sebagai wadah interaksi sosial, rekreasi, serta aktivitas ekonomi informal. Namun, dalam praktiknya, tidak semua kelompok masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap fasilitas ruang publik, khususnya kelompok penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk permasalahan sosial dalam pemanfaatan ruang publik di Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, pascarehabilitasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi lapangan sebagai data primer serta desk review dokumen kebijakan dan literatur sebagai data sekunder, kemudian dianalisis secara deskriptif tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Alun-Alun Kajen telah memiliki beberapa fasilitas pendukung bagi penyandang disabilitas, namun belum terintegrasi secara optimal. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi keterbatasan aksesibilitas fisik berupa jalur pedestrian tanpa ramp, jalur pemandu yang tidak berfungsi optimal, serta adanya kecenderungan privatisasi ruang melalui penyewaan lapangan olahraga yang berpotensi membatasi akses publik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkaya kajian ruang publik di wilayah kabupaten atau non-metropolitan dengan menekankan pentingnya dimensi keadilan sosial dalam perencanaan ruang. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan revitalisasi ruang publik tidak cukup diukur dari peningkatan estetika dan aktivitas, tetapi harus disertai dengan pemenuhan prinsip aksesibilitas, inklusivitas, dan pengelolaan ruang yang berorientasi pada kepentingan seluruh warga.
IDENTIFIKASI KONDISI, KEBUTUHAN, DAN JANGKAUAN PELAYANAN SARANA DI KAWASAN PESISIR, DESA WONOKERTO KULON Albertha Liana Kurniawati; Iqfina Salsabila; Fidela Azarin Aqilah
E-Jurnal Kajen Vol 8 No 01 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv8i01.03.1

Abstract

Desa Wonokerto Kulon merupakan salah satu desa di Kabupaten Pekalongan yang termasuk dalam kawasan rawan bencana banjir rob dikarenakan letak geografisnya yang berada di pesisir Pantai Utara Jawa. Permukiman yang ideal didukung oleh sarana yang memadai guna mempermudah aktivitas sehari-hari masyarakat. Tujuan dilakukannya identifikasi kondisi, kebutuhan, dan jangkauan pelayanan ialah untuk menyusun rekomendasi guna mengatasi masalah terkait kondisi, dan kesenjangan sarana di Desa Wonokerto Kulon yang didasarkan oleh dokumen SNI 03-1733-2004 tentang tata cara tata cara perencanaan lingkungan permukiman di perkotaan. Metode penelitian yang digunakan dalam penyusunan ialah dengan cara observasi mengenai kondisi eksisting, analisis kebutuhan sarana, serta analisis keterjangkauan berbasis SIG yaitu dengan analisis buffer dan network analyze. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil berupa rekomendasi serta informasi mengenai ada tidaknya kesenjangan sarana di Desa Wonokerto Kulon.
ANALISIS DISTRIBUSI VEGETASI DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENINGKATAN SUHU PERMUKAAN TANAH DI KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2019-2024 Nola Shofiyani; Neneng Sunariyah
E-Jurnal Kajen Vol 8 No 01 (2024): Kajen:Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv8i01.04.1

Abstract

Peningkatan jumlah penduduk dan pertumbuhan kawasan terbangun di Kabupaten Pekalongan berimplikasi pada berkurangnya tutupan vegetasi akibat alih fungsi lahan, yang berpotensi meningkatkan suhu permukaan tanah. Fenomena ini semakin diperkuat oleh dinamika iklim regional yang dipengaruhi oleh El Niño–Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD). Penelitian ini bertujuan menganalisis distribusi vegetasi dan pengaruhnya terhadap perubahan suhu permukaan tanah di Kabupaten Pekalongan pada periode 2019–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis analisis spasial dengan memanfaatkan citra satelit Landsat 8 untuk perhitungan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Land Surface Temperature (LST), serta analisis statistik berupa korelasi dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Kabupaten Pekalongan didominasi oleh kerapatan vegetasi sedang, sementara suhu permukaan tanah mayoritas berada pada kategori rendah hingga sedang. Hubungan antara NDVI dan LST menunjukkan korelasi yang rendah namun bersifat negatif, yang mengindikasikan bahwa penurunan vegetasi tetap berkontribusi terhadap peningkatan suhu permukaan tanah meskipun dipengaruhi pula oleh faktor lain. Kontribusi penelitian ini adalah penyediaan informasi spasial-temporal mengenai keterkaitan vegetasi dan suhu permukaan tanah pada skala kabupaten sebagai dasar perencanaan lingkungan. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya perlindungan vegetasi dan pengendalian alih fungsi lahan sebagai bagian dari strategi mitigasi peningkatan suhu dan adaptasi perubahan iklim di wilayah pesisir.
ANALISIS KEBUTUHAN AIR DI KECAMATAN WONOPRINGGO KABUPATEN PEKALONGAN Ridho Aryan Santoso
E-Jurnal Kajen Vol 9 No 01 (2025): Kajen : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembangunan
Publisher : Bapperida Kabupaten Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54687/jurnalkajenv9101

Abstract

One of the basic human needs is clean water, which must be available in adequate capacity and quality. However, the increase in population that occurs in Wonopringgo Sub-district every year causes the demand for clean water to also increase. Although the government has organized a Drinking Water Supply System (SPAM) program to support the community's clean water needs, the available water discharge may not be sufficient until 2040. Thus, this study aims to analyze the water needs of the community in Wonopringgo Sub-district and evaluate whether the current water supply is sufficient until the end of the projection period. The research method used is a deductive quantitative method that includes a population projection method (arithmetic model and geometric model) and a water demand analysis method (domestic, non-domestic demand, water loss, and total water demand). The results of the analysis show that the population of Wonopringgo Sub-district in 2040 is projected to reach 74,782 people with a total water demand of 156.38 liters/second.

Page 8 of 11 | Total Record : 101