cover
Contact Name
Siti Rokhmah
Contact Email
penerbithellowpustaka@gmail.com
Phone
+62 8231 6484 975
Journal Mail Official
info@hellowpustaka.id
Editorial Address
Jl. Dampuawang No. 9 Simpang Tiga Utara Karangampel Indramayu Jawa Barat 45283
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies
ISSN : -     EISSN : 30633389     DOI : https://doi.org/10.61166/ahnaf.v1i1.9
Core Subject : Religion, Education,
Al Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies is a peer reviewed journal published by Penerbit Hellow Pustaka in Collaboration with STAI Pelabuhanratu. The journal is a scientific journal that focuses on interdisciplinary exploration of Islamic Education, Learning and Religious Studies. The journal provides a platform for academics, researchers, and practitioners to publish the latest research findings, theoretical studies, and critical analyses related to Islamic Education, Learning and Religious Studies. The scope of this journal is as follows Islamic Education, teaching and religion in general in the formal, non formal and informal fields, Empirical studies on the influence of religion on student learning outcomes. Theoretical analysis of general Islamic education, multiculturalism and religious pluralism. Case studies on the implementation of general Islamic education and teaching, religion in various countries. Research on the development of a curriculum that integrates general education and religion. Articles about teachers experiences and challenges in teaching in public and religious and diverse environments.
Articles 27 Documents
Konsep Dasar Pengembangan Bahan Ajar : Lembar Kerja Peserta Didik Anisah Fitri Melenia
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep dalam Lembar Kerja Peserta Didik, Penelitian ini menggunakan desain kajian literatur yang merupakan jenis dari penelitian kepustakaan, yang di gunakan untuk mendeskripsikan Lembar Kerja Peserta Didik melalui proses pengumpulan data secara serach literatur yang relevan terhadap sumber jurnal, artikel penelitian untuk menemukan kajian analitis, lalu di lakukan analisis data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dan hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dikembangkan oleh pendidik sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran. LKPD yang disusun dapat dirancang dan dikembangkan sesuai dengan kondisi dan situasi kegiatan pembelajaran yang akan dihadapi. Syarat LKPD ada 3, yakni Diktatik, konstruksi, dan teknis. Adapun Komponen LKPD, memuat judul, mata pelajaran, semester, dan tempat; petunjuk belajar; kompetensi yang akan dicapai; indikator; informasi pendukung; tugas-tugas dan langkah-langkah kerja;. Langkah-langkah menyusun LKPD melalui 4 tahap yakni: Analisis Kurikulum; menyusun peta kebutuhan; menentukan judul LKPD; Menyusun LKPD, adapun kelebihan LKPD yaitu presentasi dua arah karena bahan ajar ini interaktif, sehingga digunkaan dengan aktif. Sedangkan kelemahan LKPD yaitu LKPD kadang menjadi satu-satunya bahan ajar berlatih peserta didik. Kata Kunci: Pengembangan, Bahan Ajar, LKPD
Analisis Dampak penerapan Kurikulum merdeka Belajar terhadap pembelajaran Pendidikan Agama Islam kelas X1 SMAN 12 Bandung Nurul Atiba; Mauzifa Mauzifa
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.3

Abstract

Artikel ini membahas tentang pembelajaran pendidikan agama islam dalam konsep kurikulum merdeka di SMAN 12 Bandung. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif sederhana yang pengumpulan datanya dilakukan dengan terjun riset kelapangan dengan metode wawancara berbagai pihak sekolah dan didukung oleh informasi melalui buku, kitab, jurnal, artiikel, dan literatur lainnya yang bertujuan untuk menganalisis dampak penerapan kurikulum merdeka dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dikelas XI SMAN 12 Bandung. Hasil research ini menunjukkan bahwa penerapan kurikulum merdeka berdampak signifikan terhadap peningkatan keaktifan siswa dalam belajar dan kreatifitas siswa dalam berkarya. Yang dapat menunjang tujuan dari pendidikan islam dalam dasar utamanya yakni Religus, untuk memelihara jiwa manusia (hifdz al-nafs), memelihara agama (hifdz al-din), memelihara akal pikiran (hifdz al-aql), memelihara keturunan (hifdz al-nasl), dan memelihara harta benda (hifdz al-maal) melalui proses pembelajaran di sekolah dalam penerapan kurikulum merdeka belajar. Kata Kunci: Kurikulum merdeka, Pendidikan Agama Islam
Syed Muhammad Naquid Al-Attas' Thoughts on the Urgency of Faith in Science Ibnu Laksana Aulia Ramdani
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.4

Abstract

.  This article discusses Syed Muhammad Naquid Al-attas' thoughts about the urgency of faith in science. This research uses the library research research method, where data collection is carried out by searching for information through books, scriptures, journals, articles and other literature with the aim of analyzing Syed Muhammad Naquid Al-alatas' thoughts about the urgency of faith in science. The results of the research are, Naquib defines knowledge from an epistemological point of view as arriving at the meaning of something in the soul and the soul arriving at the meaning of something. Faith according to al-Attas is more than knowledge, knowledge in Islam has a worldly and spiritual dimension. Knowledge summarizes true belief and belief (iman), knowledge and faith are one thing in Islam because in order to reach or understand the truth of Islam, knowledge is needed. Islam is a religion based on faith and knowledge, and these two important elements strengthen each other. Syed Muhammad Naquib Al Attas said that the problems that occur within Muslims and the damage to their souls are actually caused by a lack of knowledge and a lack of faith.
A Pendidikan Islam di Indonesia pada Masa Kemerdekaan Roby Ariatman
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.5

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan Islam di indonesia pada masa kemerdekaan Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research, yang pengumpulan datanya dilakukan dengan mencari informasi melalui buku, kitab, jurnal, artiikel, dan literatur lainnya Hasil research adalah, Lembaga Pendidikan Islam secara formal telah diintegrasikan kepada sekolah sejak tahun 1946, sejak dimulainya pelajaran agama pada sekolah umum. Pada akhirnya tercantum dalam Undang-Undang Dasar No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dengan adanya undang-undang tersebut, posisi pendidikan Islam sebagai bagian sistem pendidikan nasional semakin efektif dan efisien, baik pada lingkup lembaga pendidikan umum maupun bidang keagamaan. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama Islam sudah relevan pada lembaga tersebut telah disetarakan dengan sekolah umum sehingga tidak ada lagi terdapat perbedaan antara lembaga yang satu dengan lembaga pendidikan Islam lainnya. Salah satu bukti bahwa Pendidikan Islam sudah mendapat perhatian pemerintah, dapat dilihat dari pengaruh ide pembaharuan yang berkembang pada dunia Islam dan kebangkitan bangsa Indonesia, proses demi proses pelajaran umum masuk dalam kurikulum Madrasah, pengembangan pembangunan lembaga sekolah, pesantren, perguruan tinggi yang semakin luas, dan pendidikan islam menempati posisi penting dalam sistem pendidikan nasional di indonesia. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Indonesia, Kemerdekaan
Konsep Dasar Teori Belajar Dan Model-Model Pembelajaran M. Ikhlasul Omar S
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.6

Abstract

Artikel ini membahas tentang Konsep teori belajar dan model-model pembelajaran metode penelitian dalam artikel ini adalah Library Research, yang pengumpulan datanya dilakukan dengan mencari referensi melalui buku, jurnal, artikel, informasi melalui kitab dan literatur lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep Dasar Teori Belajar dan Model-model pembelajaran merupakan landasan dan fondasi penting bagi setiap pendidik dalam merancang strategi pengajaran yang efektif dan inklusif bagi setiap siswa. Teori-teori ini memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap melalui proses pembelajaran. Melalui pendekatan yang holistik dan beragam, pendidik dapat menciptakan lingkungan pembelajaran yang merangsang minat belajar, memfasilitasi pemahaman konsep, dan mendorong penerapan pengetahuan dalam konteks kehidupan nyata dan pendidik dapat mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan adaptif Kata Kunci: Konsep, Teori Belajar, Model Pembelajaran
Teori Perkembangan Kognitif Piaget Pada Tahap Operasional Formal Arliansyah Maulana
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.7

Abstract

Artikel ini membahas tentang the stage formal of operations pada tahap perkembangan kognitif anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library research yang pengumpulan datanya dilakukan dengan mencari informasi melalui buku, kitab, jurnal, artiikel, dan literatur lainnya yang bertujuan untuk menemukan pemahaman mengenai tahap operasional formal. Hasil research ini menunjukkan bahwa the stage formal of operations atau Operasional formal merupakan tahap terakhir dari perkembangan kognitif anak menurut teori Piaget. Tahap operasional formal akan dimulai saat anak menginjak usia 12 tahun. Saat memasuki tahap ini, anak akan memperoleh kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menggunakan logika untuk menyelesaikan masalah, dan belajar merencanakan sesuatu. Selain itu, tahap operasional formal juga memungkinkan anak untuk mulai memeriksa, menilai, dan mengevaluasi pikiran atau tindakannya sendiri. Kata Kunci: Perkembangan, Tahap, operasional Formal
History of the Mts Al-Inthisor Educational Institution Bendega Tanjung Karang Sekarbela Mataram City, West Nusa Tenggara Mauzifa Mauzifa
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i1.9

Abstract

This article explains the history of the Mts Al-Inthisor Bendega Tanjung Karang Sekarbela Educational Institution, Mataram City, West Nusa Tenggara. History is events or occurrences that occurred in the past that are studied and investigated to become a reference and guide for future life. Meanwhile, an educational institution is an institution or place where the education or teaching and learning process takes place. Madrasah Tsanawiyah Al Intishor was founded in 2000 with Government Decree Number wx/3-d/pp.03.2/1280/2001, dated 04 August 2001. MTs Al Intishor is one of the formal institutions under the auspices of the Al Intishor Islamic boarding school foundation led by TGH SUBA'I, Madarasah Tsanawiyah Al Intishor was built on a land area of ​​1400 m2. Madrasah Tsanawiyah Al Intishor Bendega Tanjung Karang Sekarbela, Mataram City, from its founding until now has experienced 6 changes in leadership (Madrasah Head). The development process of the Mts Al-Inthisor educational institution has increased over time in the development process, the school community as a whole, both teachers, teaching staff and students work together to realize the vision, mission and goals of the school.
AL-HUKM DAN AL-HAKIM: PRINSIP UTAMA DALAM SYARIAT ISLAM : Pengertian Hukum (al-hukm), Pembagian Hukum (al-hukm), Pengertian Pembuat Hukum (al-hakim) Ahmad In'am Awaluddin
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 2 No. 2 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v2i2.10

Abstract

This study discusses al-hukm and al-hakim as the main principles in Islamic law. Law is a text or texts contained in the Qur'an and Hadith that regulate the guidelines for human life, which are texts or decrees originating from Allah SWT and His Messenger relating to the deeds of mukallaf, whether in the form of commands, prohibitions, or recommendations to do or refrain from doing something. Law or al-hukm is divided into two types, namely, first, taklifi law, which is the word of Allah SWT (the book of Allah) relating to all the deeds of mukallaf, both in terms of iqtidha' and takhyir. Second, wadh'i law is a command from Allah in the form of provisions established by Allah, which do not directly regulate the actions of mukallaf, but are also related to the actions of mukallaf. Then, in addition to that, there is also al-hakim or judge, which in fiqh terminology is also used for people who have decided on the law in court. Meanwhile, in the study of usul fiqh, the judge is the determiner and also the maker of sharia law in its true sense. Ulema usul fiqh agree that the real judge who is the true maker of sharia law is Allah SWT. Keywords: Law, Judge, Islamic Sharia.
Islamic Parenting Terhadap Generasi Alpha Upaya Menjaga Ketahanan Keluarga : Q.S Luqman Ayat 12-19 Perspektif Tafsir Al-Mishbah Muhamad Nasrullah NASRULLAH; Fantri Indarti; Lukmanul Hakim; Kurniadi Ramadhan
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i2.12

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh generasi alpha dalam era digital yang serba cepat, dimana nilai-nilai keluarga dan moralitas sering kali tergerus oleh perkembangan teknologi dan budaya asing. Penelitian ini mengkaji Islamic parenting berdasarkan QS luqman ayat 12-19 dari perspektif Tafsir Al-Mishbah sebagai upaya menjaga ketahanan keluarga. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana implementasi Islamic parenting terhadap generasi alpha, upaya ketahanan keluarga dan bagaimana upaya menjaga ketahanan keluarga dalam QS Luqman ayat 12-19 Perspektif Tafsir Al-Mishbah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Data diambil dari sumber utama berupa Tafsir Al-Mishbah karya M. Quraish Shihab serta literatur pendukung lainnya yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS Luqman ayat 12-19 mengandung prinsip-prinsip pendidikan yang sangat relevan dengan pola asuh Islam , seperti pentingnya pengajaran akhlak, tauhid, dan etika kepada anak. Pembahasan mengungkapkan bahwa penerapan nilai-nilai ini dalam keluarga dapat memperkuat ketahanan keluarga, membantu anak menghadapi tantangan zaman, dan menjaga mereka tetap berada pada jalur yang benar. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa pola asuh Islami berdasarkan ajaran Luqman merupakan solusi efektif untuk membentuk karakter anak dan menjaga ketahanan keluarga di era modern.
Fostering Mutual Respect at Universiti Utara Malaysia: A Synergistic Approach Integrating Yusuf Al-Qardhawi's Moderation and Hamzah Fansuri's Sufi Thought Muhamad Rizza; Lilis Sumarni; Siti Maryam
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v1i2.13

Abstract

This study explores the enhancement of interfaith communication and mutual respect at Universiti Utara Malaysia through the integration of Hamzah Fansuri's Sufi teachings and Yusuf Al-Qardhawi's principles of religious moderation. Utilizing a systematic literature review (SLR) methodology, the research investigates how Fansuri’s mystical Sufi doctrines—focused on compassion, spiritual unity, and personal transformation—can be effectively combined with Al-Qardhawi's moderation framework, which encourages amicable and respectful interactions across different faiths. The literature review critically examines existing scholarship on both Hamzah Fansuri’s and Al-Qardhawi’s ideologies, aiming to propose practical ways to align these theoretical perspectives with the university’s policies and instructional practices. The study synthesizes insights from these philosophical frameworks to suggest methods for integrating them into the campus environment, thereby fostering a more inclusive and respectful academic community. The findings indicate that incorporating Al-Qardhawi’s moderation principles with Sufi concepts of tolerance and empathy can significantly enhance campus harmony. Practical recommendations are offered for applying these integrated approaches, with the expectation that such measures will improve academic engagement, strengthen social cohesion, and cultivate a more respectful and understanding culture among students and faculty. Ultimately, the study aspires to contribute to a more harmonious and civil environment at Universiti Utara Malaysia

Page 1 of 3 | Total Record : 27