cover
Contact Name
Siti Rokhmah
Contact Email
penerbithellowpustaka@gmail.com
Phone
+62 8231 6484 975
Journal Mail Official
info@hellowpustaka.id
Editorial Address
Jl. Dampuawang No. 9 Simpang Tiga Utara Karangampel Indramayu Jawa Barat 45283
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies
ISSN : -     EISSN : 30633389     DOI : https://doi.org/10.61166/ahnaf.v1i1.9
Core Subject : Religion, Education,
Al Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies is a peer reviewed journal published by Penerbit Hellow Pustaka in Collaboration with STAI Pelabuhanratu. The journal is a scientific journal that focuses on interdisciplinary exploration of Islamic Education, Learning and Religious Studies. The journal provides a platform for academics, researchers, and practitioners to publish the latest research findings, theoretical studies, and critical analyses related to Islamic Education, Learning and Religious Studies. The scope of this journal is as follows Islamic Education, teaching and religion in general in the formal, non formal and informal fields, Empirical studies on the influence of religion on student learning outcomes. Theoretical analysis of general Islamic education, multiculturalism and religious pluralism. Case studies on the implementation of general Islamic education and teaching, religion in various countries. Research on the development of a curriculum that integrates general education and religion. Articles about teachers experiences and challenges in teaching in public and religious and diverse environments.
Articles 3 Documents
Search results for , issue "vol. 3 no. 2 (2026)" : 3 Documents clear
Menyingkap Budaya Gratifikasi di Institusi Pendidikan (Jenjang Dasar, Menengah dan Tinggi): Analisis Islam dan Peraturan Perundang-undangan Andri Irawan; Ahmad Abdurrazaq Al-Khatib; Muhammad Sandi Nugraha; Rizal Khoirul Insan
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v3i2.47

Abstract

Penelitian ini didasari sebuah keprihatinan dan keresahan atas maraknya perilaku koruptif seperti gratifikasi yang masih merajalela di dunia pendidikan. Ironisnya, perilaku tersebut melibatkan seorang tenaga profesional seperti guru dan dosen beserta peserta didiknya pada satuan pendidikan. Fenomena ini kian mencuat di saat banyak usaha yang dilakukan negara dalam memberantas perilaku koruptif, namun kenyataan di lapangan, hal itu seakan tidak berdampak. Hal tersebut sangat mungkin terjadi karena perilaku koruptif telah menjadi budaya di masyarakat kita. Pendekatan penulisan yang diterapkan dalam research paper ini adalah kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur (library research). Data diambil dari berbagai referensi ilmiah yang terpercaya guna menghasilkan pemahaman konseptual yang dapat dipertanggungjawabkan. Secara inti, penelitian ini menyimpulkan, (1) Budaya korupsi yang sering dilakukan dalam lingkup gratifikasi pada sektor pendidikan mencakup: pemberian hadiah pada guru di momen-momen khusus pendidikan dengan memberikan bingkisan, parsel, atau barang mewah kepada guru atau wali kelas dari peserta didik/orang tua murid, memberikan tunjangan hari raya (THR) atau parsel khusus, pemberian hadiah oleh mahasiswa terhadap dosen penguji atau pembimbing sebelum dan setelah sidang tugas akhir, serta hadiah yang diberikan orang tua kepada panitia penerimaan peserta didik/mahasiswa baru (PPDB/PMB) supaya diterima di sekolah/kampus tersebut; (2) Hukum asal gratifikasi ini (hadiah dan suap) dalam perspektif Islam adalah haram dan dilarang oleh negara. Walau demikian, para ulama menjelaskan terdapat keadaan terpaksa yang tidak dapat dihindari kecuali dengan cara tersebut, maka dalam kondisi seperti ini, dosa dan larangan lebih dibebankan pada pihak penerima suap, karena dia yang menyalahgunakan jabatan atau kekuasaannya untuk menekan orang lain. Sebagai rekomendasi, penanaman nilai-nilai Islam dan pendidikan anti korupsi harus tetap digaungkan dalam dunia pendidikan demi terwujudnya tatanan pendidikan yang bersih dan berintegritas.
SKEPTISISME DAVID HUME DAN KEPASTIAN ILMU DALAM ISLAM Haswira Salleh Ahim
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v3i2.48

Abstract

Skeptisisme merupakan salah satu aliran penting dalam falsafah Barat moden yang mempersoalkan kemampuan manusia mencapai kepastian ilmu dan kebenaran mutlak. David Hume sebagai tokoh utama skeptisisme empirisisme telah menegaskan bahawa pengetahuan manusia hanya terbatas kepada pengalaman deria, sekali gus menolak kepastian hubungan sebab-akibat dan mempertikaikan kemampuan akal mencapai hakikat realiti secara mutlak. Keadaan ini menimbulkan masalah kajian apabila skeptisisme moden membuka ruang kepada relativisme, sekularisme dan keraguan terhadap agama dan kebenaran wahyu dalam masyarakat kontemporari. Oleh itu, kajian ini bertujuan untuk menganalisis pemikiran skeptisisme David Hume berkaitan kepastian ilmu dan menilai konsep keyakinan ilmu (yaqin) dalam epistemologi Islam sebagai respons terhadap skeptisisme Barat. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbentuk analisis konseptual dan kajian kepustakaan dengan merujuk kepada karya-karya Hume, penulisan falsafah Barat dan sumber epistemologi Islam daripada ulama dan sarjana Muslim. Hasil kajian mendapati bahawa skeptisisme Hume terlalu bergantung kepada empirisisme sehingga mengehadkan ilmu kepada pengalaman deria semata-mata, sekali gus menolak dimensi metafizik dan wahyu sebagai sumber kebenaran. Sebaliknya, epistemologi Islam menawarkan pendekatan yang lebih seimbang melalui gabungan wahyu, akal dan pengalaman yang membolehkan manusia mencapai keyakinan ilmu secara lebih kukuh dan menyeluruh. Secara keseluruhannya, kajian ini menegaskan bahawa epistemologi Islam mempunyai asas yang lebih stabil dalam memahami hakikat ilmu dan realiti kehidupan dan mampu menjadi benteng terhadap pengaruh skeptisisme moden yang boleh menggugat kestabilan aqidah umat Islam.
Kajian Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah: Strategi, Problematika, dan Solusinya Muhammad Alamul Hud
Al-Ahnaf: Journal of Islamic Education, Learning and Religious Studies Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/ahnaf.v3i2.49

Abstract

Penelitian ini mengkaji kegiatan belajar mengajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah dengan fokus pada idealitas dan realitas pembelajaran, prinsip kegiatan belajar mengajar, motivasi belajar, strategi dan metode pembelajaran, serta problematika yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, kajian ini menganalisis kesenjangan antara idealitas pembelajaran SKI dengan praktik implementasinya di lapangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran SKI masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode ceramah, rendahnya motivasi belajar peserta didik, dan keterbatasan pemanfaatan teknologi pendidikan. Berbagai penelitian terkini merekomendasikan penerapan strategi pembelajaran kontekstual, berbasis proyek, serta pemanfaatan media digital dan interaktif sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran SKI. Dengan demikian, pembelajaran SKI yang inovatif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sangat diperlukan dalam konteks pendidikan Islam kontemporer.

Page 1 of 1 | Total Record : 3