cover
Contact Name
Ridha Yulyani Wardi
Contact Email
biologi.fsains@uncp.ac.id
Phone
+6282292453426
Journal Mail Official
biologi.fsains@uncp.ac.id
Editorial Address
Program Studi Biologi Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo Kampus 2, Jl. Lamaranginang, Kota Palopo Sulawesi Selatan
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Cokroaminoto Journal of Biological Science
ISSN : 27231267     EISSN : 27236281     DOI : -
1. Botany 2. Zoology 3. Cell biology 4. Microbiology 5. Genetic and Molecular Biology 6. Ecology and Conservation 7. Biotechnology
Articles 57 Documents
Analisis Morfologi Ulat Sagu (Rynchophorus ferrugineus) Masna Masna; Hammado Tantu; Eka Pratiwi Tenriawaru
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 5 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulat sagu (larva Rhynchophorus ferrugineus) merupakan salah satu bahan makanan bagi masyarakat Luwu. Ulat sagu tersebut mengandung 9,34 – 13,80 % protein dan 18,09-18,25 % lemak. Pemanenan ulat sagu umumnya dilakukan pada saat ulat sagu berada pada fase instar 5 dan 6. Oleh karena itu, morfologi ulat sagu pada setiap fase instar perlu diketahui. Penelitian ini menggunakan ulat sagu berukuran 0,3 cm dan dibudidayakan pada medium limbah pohon dan sisa ampas sagu sebanyak 2 kg. Pengamatan dilaksanakan selama 53 hari dengan rentang waktu pengamatan 3 hari sekali. Morfologi yang diamati adalah morfologi kepala, warna badan, jumlah segmen, ukuran, dan berat masing-masing ulat sagu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa instar 1 ditandai dengan segmen tubuh yang belum terlihat jelas, instar 2 memiliki 9 segmen tubuh, tubuh instar 3 sebanyak 10 segmen, dan instar 4-6 memiliki 11 segmen tubuh. Perbedaan instar 4-6 adalah pada instar 5 bagian ekornya melengkung dengan 3 garis cokelat sedangkan pada instar 6 terdapat antena.
Perbandingan Produksi Ulat Sagu pada Pucuk, Batang, dan Ampas Sagu di Kelurahan Suramadu Kecamatan Wara Barat Rezki Muliani; Hammado Tantu; Eka Pratiwi Tenriawaru
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi ulat sagu pada pucuk, empulur batang, dan ampas sagu. Sepasang kumbang Rhynchophorus ferrugineus dimasukkan ke dalam wadah yang masing-masing telah berisi empulur pucuk, empulur batang, dan ampas sagu. Masing-masing perakuan diulangi sebanyak 4 kali pengulangan. Wadah tersebut ditutup dengan paranet dan dipelihara selama 43 hari. Kelembaban media dijaga dengan pemberian 100 mL air. Data produksi ulat sagu diperleh dengan menghitung jumlah ulat sagu yang dihasilkan pada hari ke 43. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji anova dan uji BNT untuk menentukan perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa empulur batang sagu merupakan media terbaik untuk produksi ulat sagu.
Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L) pada Cekaman Kekeringan secara In Vitro Suhaeni Suhaeni
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 5 No. 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pakcoy pada cekaman kekeringan yang dilakukan secara in vitro. Hasil penelitian ini diharapkan mendapatkan planlet tanaman pakcoy yang mampu beradaptasi pada kondisi kekeringan secara in vitro dan memperoleh konsentrasi PEG yang dapat dijadikan sebagai agen seleksi kekeringan pada tanaman pakcoy. Penelitian menggunakan 4 perlakuan dan 1 kontrol yang terdiri dari 3 ulangan. Taraf perlakuan yang digunakan yaitu P0 (Kontrol), P1(PEG 1 gr), P2(PEG 2 gr), P3(PEG 3 gr), dan P4(PEG 4 gr). Hasil penelitian menunjukkan pemberian Polyethylene glycol (PEG) berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi planlet dan berpengaruh sangat nyata pada panjang akar tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap parameter umur berkecambah, jumlah daun, dan jumlah akar. Konsentrasi PEG yang efektif sebagai agen seleksi kekeringan tanaman pakcoy secara in vitro adalah perlakuan P4 pada parameter tinggi planlet dengan nilai rata-rata 2,40 cm, panjang akar dengan nilai rata-rata 0,63 cm, umur kecambah 3,33 hari, dan jumlah daun 2 helai.
DETEKSI CEMARAN BAKTERI Escherichia coli PADA KERANG KIJING TAIWAN (Anadonta woodiana) DI DESA BOSSO TIMUR KECAMATAN WALENRANG UTARA KABUPATEN LUWU Alda Alda; Eka Pratiwi Tenriawaru; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi adalah suatu proses pemeriksaan untuk mengetahui atau menemukan sesuatu dengan cara tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi apakah terdapat bakteri Escherichia coli pada Anadonta woodiana yang diambil dari Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Luwu, Belopa, Sulawesi Selatan dan Laboratorium Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai April 2023. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode most probable number (MPN). Lokasi penelitian ini dibagi menjadi 3 titik pengambilan sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Anodonta woodiana yang diambil dari Desa Bosso Timur Kecamatan Walenrang Utara Kabupaten Luwu telah tercemar bakteri Escherichia coli yaitu pada sampel T1 dengan nilai >1.100 MPN/g, T2 dengan nilai >1.100 MPN/g dan pada T3 dengan nilai 29,0 MPN/g. Hasil tersebut telah melampaui syarat pada SNI 7388:2009 [4] tentang batas maksimum cemaran mikroba dalam pangan yaitu sebanyak < 3/g. Sehingga Anadonta woodiana bisa dikonsumsi jika telah melalui proses pengolahan secara benar terlebih dahulu untuk meminimalisir kontaminasi bakteri Escherichia coli.
Daya Tahan Simpan Manisan Buah pala (Myristica fragrans H.) pada Variasi Konsentrasi Gula Ditinjau dari Angka Lempeng Total Koloni Kapang dan Khamir Jihan Tangdibendon; Sunarti Cambaba; Ridha Yulyani Wardi
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas mikrobiologi manisan buah pala yang disimpan pada waktu yang berbeda dan lama daya tahan simpan manisan buah pala berdasarkan kualitas mikrobiologi. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Fakultas Sains Universitas Cokroaminoto Palopo dengan metode penelitian deskriptif kuantitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa kualitas mikrobiologi manisan buah pala yang disimpan pada waktu penyimpanan berbeda semakin menurun seiring bertambahnya waktu penyimpanan. Hal ini berdasarkan nilai ALT (Angka Lempeng Total) yang diperoleh pada waktu penyimpanan yang berbeda. Hari pertama dengan nilai ALT (Angka Lempeng Total) secara berturut-turut dengan variasi gula 100 gram; 5,8 x 10² cfu/ gram, 200 gram; 6, 0 x 10³ cfu/gram, dan 300 gram; 1,9 x 10³ cfu/gram. Pada hari ke-7 diperoleh nilai ALT (Angka Lempeng Total) pada variasi gula 100 gram; 2,47 x 10⁷ cfu/gram, 200 gram; 2,7 x 10⁷ cfu/gram, dan 300 gram; 3 x 10³ cfu/gram. Pada hari ke-14 diperoleh nilai ALT (Angka Lempeng Total) pada variasi gula 100 gram; 4,0 x 10⁵ cfu/gram, 200 gram; 2,93 x 10⁶ cfu/gram dan 300 gram; 1,17 x 10⁷. Adapun lama batas simpan manisan buah pala yakni hanya 1 hari untuk konsentrasi gula 100 gram dan 200 gram, sedangkan konsentrasi 300 gram bertahan selama 7 hari berdasarkan nilai ALT (Angka Lempeng Total) yang telah diperoleh sesuai dengan batas tolerir cemaran menurut SNI 7388:2009 yakni 1 x 10⁵ cfu/gram.
Analisis Konsentrasi Daun Durian (Durio zibethinus) sebagai Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) Rosiana Devi Monica Lihu; Asri; Suhaeni; Eka Pratiwi Tenriawaru
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi serasah daun durian (Durio zibethinus) sebagai media tanam yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan dan produktivitas jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Penelitian ini dilaksanakan di rumah jamur Kelompok Tani Lestari, Kelurahan Purangi, Kecamatan Sendana, Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Penelitian ini terdiri atas 4 perlakuan, yaitu konsentrasi 0%, 50%, 60%, 70%, dan 80%. Media kontrol menggunakan serbuk gergaji. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan miselium, berat segar, panjang tangkai, diameter tudung dan jumlah badan buah jamur tiram putih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi serasah daun durian 80 % merupakan konsentrasi paling baik bagi pertumbuhan dan produksi jamur tiram putih.
SKRINING JAMUR DERMATOFITA PENYEBAB TINEA CAPITIS PADA KETOMBE PENGHUNI LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEREMPUAN KELAS II A SUNGGUMINASA: SCREENING FOR DERMATOPHITE FUNGUS CAUSING TINEA CAPITIS IN DANDruff IN CORRECTIONAL INSTITUTIONS WOMEN CLASS II A SUNGGUMINASA Sri Utari; Hartati Hartati; Nuramaniyah Taufiq
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dermatofita merupakan kelompok jamur yang menyerang organ yang mengandung zat keratin seperti stratum korneum kulit, rambut, dan kuku manusia. Penyakit yang disebabkan oleh jamur disebut dermatofitosis. Salah satu jenis penyakit dermatofitosis adalah Tinea capitis.Tinea capitis dapat disebabkan oleh genus Trichophyton dan Microsporum. Faktor penyebab seseorang terkena infeksi jamur yang menyebabkan Tinea capitis adalah suhu, kelembaban, kebersihan diri yang kurang, penggunaan bantal, handuk, topi, sisir secara bersamaan, serta penggunaan hijab yang terlalu lama sehingga menyebabkan kepala lembab. Pada LAPAS perempuan kelas II A Sungguminasa di temukan kelebihan kapasitas narapidana dalam satu ruangan, kurangnya fentilasi pada blok hunia sehingga dapat menyebabkan kelembaban, masalah personal hygiene yang buruk, penggunaan barang pribadi secara bersamaan menjadi faktor timbulnya penyakit kulit pada lembaga pemasyarakatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil skrining jamur Dermatofita pada ketombe di kepala penghuni Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Sungguminasa, Untuk pemeriksaan Tinea capitis digunakan dua metode pemerikssan yaitu, langsung menggunakan KOH 10% dan mengisolasi sampel pada media Sabroud Dextrosa Agar (SDA) yang telah ditambahkan Kloramfenikol lalu diinkubasi pada suhu 370C selama 14 hari, pemeriksaan mikroskopis dengan menggunakan larutan Lactophenol Cotton Blue (LPCB) kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 40x. Hasil penelitian didapatkan 4 (40%) hasil positif terinfeksi jamur dermatofita dan 6 (60%) hasil negatif tidak terdapat jamur dermatofita. Kata Kunci : 1; Dermatofita 2; Lapas Perempuan 3; Tinea capitis
DETEKSI TELUR CACING (STH) PADA FESES PEMULUNG YANG TINGGAL DI TPA TAMANGAPA ANTANG: DETECTION OF WORM EGGS (STH) IN THE FEATS OF Scavengers WHO LEAVE AT THE TAMANGAPA ANTANG Nova Lutur; Hartati Hartati; Sulfiani
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyakit kecacingan merupakan salah satu penyakit yang masih tersebar luas di Indonesia, kejadian ini di sebabkan oleh jenis cacing nematoda usus golongan Soil Transmitted Helminthyang di pengaruhi oleh beberapa faktor antara lain personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang buruk. Tempat pembuangan akhir memiliki kondisi lingkungan lembab dan minim sehingga berisiko tinggi menyebabkan para pemulung mengalami infeksi kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi telur cacing Soil Transmitted Helminthpada feses pemulung. Penelitian bersifat deskriptif sebanyak 20 sampel feses pemulung yang diperoleh dengan teknik purposive sampling dan dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Infeksi Tropis DIII Teknologi Laboratorium Medis Universitas Megarezky. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah metode (Flotasi). Hasil pemeriksaan didapatkan 14 sampel positif telur cacing yakni Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan Hookworm. Pemulung diharapkan dapat memperhatikan dan meningkatkan personal hygienenya. Kata kunci: Tempat Pembuangan akhir; Pemulung; Soil Transmitted Helminth
Analisis Cemaran Mikroba, Jamur dan Bakteri pada Kapurung berdasarkan Angka Lempeng Total Fitri Nurul Islam; Eka Pratiwi Tenriawaru; Eva Sohriati
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 6 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil analisis cemaran mikrobapada kapurung berdasarkan angka lempeng total mikroba, bakteri, dan jamur. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Sel dan Jaringan Kampus II Universitas Cokroaminoto Palopo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan melalui tahap pengujian yaitu angka lempeng total. Penelitian ini menggunakan sampel kapurung yang dibuat dari tepung sagu basah dari dua pasar di Kota Palopo. Prosedur pengujian merujuk pada prosedur pengujian berdasarkan SNI. Pengujian ini dibandingkan dengan standar baku berdasarkan SNI 01- 3729-1995 tentang batas maksimum cemaran mikroba pada pangan. Adapun hasil diperoleh dari tepung sagu basah tidak terdapat mikroba, pada jamur sebanyak 1,1 x 102, dan bakteri sebanyak 1,25 x 102. Sedangkan pada kapurung sebanyak <1 x 101 dan tidak terdapat jamur maupun bakteri di sampel kapurung. Hal ini terlihat dari hasil analisis tepung sagu basah dan kapurung telah memenuhi syarat pada SNI 01-3729-1995 yaitu bakteri 106 dan jamur atau kapang 104 sehingga masih dapat dikonsumsi oleh masyarakat karena masih diambang batas.
Identifikasi Penyebab Kerusakan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) di Desa Lare Lare Kecamatan Bua Kabupaten Luwu Kasma Kasma; Sunarti Cambaba; Ridha Yulyani Wardi; Suhaeni Suhaeni
Cokroaminoto Journal of Biological Science Vol. 7 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Lare-Lare merupakan salah satu Desa penghasil rumput laut. salah satu jenis rumput laut yang dibudidayakan masyarakat adalah jenis Eucheuma cottonii. kendala yang dihadapi petani rumput laut adalah kerusakan rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kerusakan rumput laut (Eucheuma cottonii) di Desa Lare-Lare Kecamatan Bua Kabupaten Luwu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2024, menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh penyebab kerusakan rumput laut (Eucheuma cottoni) adalah serangan bakteri patogen, epifit dan faktor lingkungan. kondisi lingkungan yang ditemukan berupa salinitas pada kisaran 25-30 ppt, suhu berkisar 32-34 ⁰ C dan pH 8,0- 8,4 dengan tingkat kecerahan berkisar 1,29-2,25 m. penyakit yang menyerang Eucheuma cottonii pada stasiun 1 adalah penyakit ice-ice, stasiun 2 penyakit bulu kucing dan stasiun 3 penyakit ice-ice dan bulu kucing.