cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6221-5674223
Journal Mail Official
nutrirediaita.ueu@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
NUTRIRE DIAITA
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 19798539     EISSN : 27461734     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Journal Description NUTRIRE DIAITA publishes original research articles, review articles, and clinical studies covering the broad and multidisciplinary field of human nutrition. In the aim of improving the quality of the journal since Oktober 2019 this journal officially had made a cooperation with Nutrition Department Universitas Esa Unggul FOCUS AND SCOPE NUTRIRE DIAITA aim to deliver findings and innovations in the field of nutrition and health. NUTRIRE DIAITA is published 2 times per year (April and October). The journal covers all aspect relating to Human Nutrition including clinical nutrition, community nutrition, food service management, food technology and sport nutrition.
Articles 174 Documents
UPAYA PENANGANAN DAN PERILAKU PASIEN PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI PUSKESMAS BARA-BARAYA KOTA MAKASSAR Fachruddin, Ismi Irfiyanti; Citrakesumasary, Citrakesumasary; Alharini, Sri'ah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3684

Abstract

Prevalensi diabetes mellitus sudah semakin tinggi, baik di negara-negara maju, maupun di negara-negara berkembang khususnya Indonesia. Diabetes mellitus menempati peringkat lima dari sepuluh penyebab utama kematian di Makassar tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penanganan dan perilaku pasien penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Bara-Baraya Kota Makassar tahun 2013. Jenis penelitian adalah survei observasional deskriptif, dilakukan pada bulan Maret-April 2013 dengan jumlah sampel 32 orang. Sampel dalam penelitian ini ada dua, yaitu petugas kesehatan dan pasien diabetes mellitus tipe 2. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Proses penelitian upaya penanganan DM tipe 2 petugas kesehatan dilakukan melalui observasi langsung dan penelitian terhadap perilaku pasien dilakukan melalui wawancara langsung terhadap pasien dan pemeriksaan kadar glukosa darah. Analisis dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian dengan menggunakan tabel distribusi frekuensi sehingga menghasilkan distribusi dan persentase dari setiap variabel. Hasil penelitian didapatkan upaya penangan DM di Puskesmas Bara-Baraya masih kurang, pengetahuan pasien DM tipe 2 masih kurang, dan perilaku (kepatuhan diet, aktivitas fisik, kepatuhan minum obat) pasien DM tipe 2 masih banyak yang tidak patuh, dan lebih tingginya prevalensi kadar glukosa darah tidak terkontrol dibandingkan yang terkontrol. Penelitian ini merekomendasikan untuk lebih memaksimalkan peran TPG dalam pelayanan di pojok gizi. Sebaiknya pelayanan di pojok gizi tidak hanya diperuntukkan untuk bayi, balita ataupun ibu hamil saja, tetapi juga difungsikan untuk melayani pasien penderita penyakit lain, khususnya pasien penderita DM.
POLA MAKAN YANG MEMPENGARUHI HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS MOJO, KECAMATAN GUBENG, KOTA SURABAYA Meinasari, Risti; Indrawati, Veni
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.4042

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola makan yang mempengaruhi hipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya. Metode: Desain penelitian adalah studi korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 20 responden lansia berusia 56 hingga 79 tahun, kemudian dilakukan wawancara dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : Tidak terdapat pengaruh antara diet recall 3x24 jam terhadap hipertensi lansia yang dibuktikan dengan hasil chi-square dengan nilai P >0,050. P (0,170) untuk energi, P (0,219) untuk protein, P (0,0531) untuk karbohidrat dan lemak konstan. Konsumsi kopi tidak berpengaruh terhadap hipertensi lansia P (0,278). Sedangkan hasil FFQ tinggi kolesterol dan natrium tidak berpengaruh terhadap hipertensi lansia yang dibuktikan dengan nilai statistik konsumsi daging sapi P (0,022), Itik P (0,049), Jeroan P (0,029), Telur ayam P (0,047), Kerupuk P (0,036), Ikan asin P (0,021), MSG P (0,040). Konsumsi garam P (0,035) dan status gizi obesitas P (0,018) juga berpengaruh terhadap hipertensi lansia. Kesimpulan : Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh antara diet recall 3x24 jam dan konsumsi kopi terhadap tingkat hipertensi pada lansia. Sedangkan dari hasil penelitian frekuensi konsumsi makanan tinggi kolesterol dan tinggi natrium, pola konsumsi garam dan status obesitas berpengaruh signifikan terhadap hipertensi lansia. Hal ini menunjukkan bahwa 50% hipertensi lansia dipengaruhi pola makan tinggi natrium, kolesterol, konsumsi garam, dan status obesitas terhadap tingkat hipertensi lansia.Kata Kunci : Hipertensi Lansia, Pola makan, Obesitas
METODE PDAT DAN COMSTOCK LEBIH EFISIEN DIBANDINGKAN FOOD WEIGHING DALAM MENILAI SISA MAKANAN PASIEN Nisak, Nova Khairun; Ronitawati, Putri; Palupi, Khairizka Citra
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 11, No 01 (2019): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v11i01.2751

Abstract

Food waste is one of indicator to measure the quality of food service system. The most frequent method in assessing food waste is the Comstock visual method. Recently, PDAT (Pictorial Dietary Assessment Tool) has been identified as another valid and reliable method in assessing food waste. However, it remain unknown the difference of quantity and times between Comstock, PDAT and food weighing (gold standard) method. The aim of this study is to identify the difference of quantity and times of assessment between Comstock, PDAT and food weighing methods. This was quasi experimental study which assesses food waste by using three methods (Comstock, PDAT and food weighing) in Koja Hospital, North Jakarta. Comstock and PDAT methods were done by nutritionist at Koja Hospital and food weighing conducted by researchers. Total sample of this study was 70 trays. We found that there was no significant difference on quantity of food waste between methods of PDAT versus Comstock, PDAT versus food weighing, and Comstock versus food weighing (p>0.05). The time of assessment demonstrated significant difference between methods of PDAT versus food weighing and Comstock versus food weighing (p<0.05). However, there was no significance different in time of assessment between method of PDAT and Comstock. In conclusion, The PDAT, Comstock and Food weighing methods produce similar results in assessing the quantity of patient food waste. PDAT and Comstock methods were more efficient than food weighing in assessing the patient's food waste Keywords: food waste, PDAT, Comstock, Food weighing
The Effect of a Teacher-led Nutrition Education Program towards Nutrition and Anemia Status of Adolescent Girls in Bogor, Indonesia Rachman, Purnawati Hustina; Ekawidyani, Karina Rahmadia; Mauludyani, Anna Vipta Resti; Februhartanty, Judhiastuty
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.4050

Abstract

Nutrition education among adolescents is lacking in Indonesian schools. Whereas adolescent girls, in particular, need adequate nutrients to prepare them for their future pregnancy which may improve their nutrition status in the long term. Therefore, this study aims to assess the impact of a teacher-led nutrition education program on the nutrition and anemia status of adolescent girls. A quasi-experimental design was applied in junior high and high schools in Bogor which compared the findings between the intervention (n=112) and the control group (n=129). Teachers in the intervention group received training on health and nutrition for adolescents and were asked to deliver nutrition education for their students for 14 weeks. The control group did not receive any exposure to the topics. The weight, height, and hemoglobin level were measured before and after the program. Paired and independent t-test statistical analysis was used to assess the impact of the intervention for continuous variables and the Chi-Square test was used for categorical data. After the program, although there were no significant improvements in BMI-for-age z-score, however, significant improvements were observed for hemoglobin level among the treatment group. This was consequently shown in the anemia status, where the prevalence of anemia was significantly lower compared to the control group (p<0.001). The findings demonstrate that teacher-led nutrition education can improve the anemia status of adolescent girls.
HUBUNGAN RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF, ASUPAN ZAT GIZI MAKRO, RIWAYAT PENYAKIT INFEKSI DAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-11 BULAN DI DESA KADUDAMPIT PANDEGLANG Nuraldimas, Asri; Nuzrina, Rachmanida; Jusat, Idrus; Melani, Vitria; Dewanti, Lintang Purwara
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3658

Abstract

Pendahuluan Status gizi menentukan tumbuh kembang bayi baik fisik maupun kognitif. Tingginya masalah status gizi pada bayi di Indonesia menyebabkan turunnya derajat kesehatan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi antara bayi gizi kurang dan normal di Desa Kadudampit, wilayah Kerja Puskesmas Saketi. Metode Penelitian ini menggunakan correlational design dengan jenis rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah semua populasi yaitu 48 bayi. Berdasarkan analisis menggunakan komputerisasi dengan uji chi square dan independent t test terdapat 10 gizi kurang dan 38 bayi dengan status gizi normal. Hasil uji statistik dengan uji chi square dan independent t test menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan riwayat penyakit, riwayat asi eksklusif, dan asupan gizi makro (karbohidrat, protein, lemak). Pendidikan kesehatan tentang imunisasi sebaiknya diberikan dalam bentuk promosi kesehatan dalam upaya pencegahan permasalahan yang berkaitan dengan status gizi.
Hubungan Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi dan Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kebugaran pada Lansia di Kampung Jasugih Provinsi Banten Ellawati, Evita Ella; Wahyuni, Yulia; Sapang, Mertien
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 01 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i01.3664

Abstract

AbstractBackground: The elderly are vulnerable to health problems and nutritional problems. One of the health problems that occur in the elderly can be in the form of a decrease in physical fitness cused by a reduced number of cell in the body. Aim: Analyzed the relationship between macro nutrient intake (energy, protein, fat, carbohydrate), nutritional status and physical activity on fitness level in the elderly in jasugih village, Banten province. Method: The study uses a quantitative approach with cross sectional design. The sample was taken   using purposive sampling technique with a total sample of 44 elderly as respondents. Bivariate analysis used Fisher’s exact test. Result: The age everage of the respondents in the Jasugih village Banten province is 65-80 years. Based on the results of the  Fisher exact test, it shows that there is a significant relationship between energy intake and fitness level (p-value = 0.037), there is no significant relationship between protein intake an fitness level (p-value = 0.554), there is a significant relationship between fat intake and fitness level (p-value = 0.033), there is a significant relationship between carbohydrate intake and fitness level (p-value = 0.034), there is no significant relationship between nutritional status and fitness level (p-value =  1.000), there is a significant relationship between physical activity and fitness level (p-value = 0.000). Conclusion: There is a significant relationship between energy intake and fitness level, there is no significant relationship between protein intake and fitness level, there is a significant relationship between fat intake and fitness level, there is  a significant relationship between carbohydrate intake and fitness level, there is no significant relationship between nutritional status and fitness level, there is a significant relationship between  physical activity and level.   Keyword: Elderly, Macro Nutrient Intake, Nutritional Status, Physical Activity   AbstrakLatar Belakang: Lansia sangat rentan terhadap masalah kesehatan maupun masalah gizi. Masalah kesehatan yang terjadi pada lansia salah satunya dapat berupa penurunan kebugaran jasmani yang disebabkan berkurangnya jumlah sel-sel yang ada di dalam tubuh. Tujuan: Menganalisis hubungan asupan zat gizi makro (energi, protein, lemak, karbohidrat), status gizi dan aktivitas fisik terhadap tingkat kebugaran pada lansia di kampung jasugih provinsi banten. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan total sampel sebanyak 44 lansia sebagai responden, analisis bivariat menggunakan uji statistik Fisher (Fisher Exact Test). Hasil: Rata-rata usia responden dikampung jasugih provinsi banten adalah 65-80 tahun. Berdasarkan hasil uji Fisher menunjukkan ada hubungan signifikan antara asupan energi dengan tingkat kebugaran (p-value = 0.037), tidak ada hubungan signifikan antara asupan protein dengan tingkat kebugaran (p-value = 0.554), ada hubungan signifikan antara asupan lemak dengan tingkat kebugaran (p-value = 0.033), ada hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dengan tingkat kebugaran  (p-value = 0.034), tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dan tingkat kebugaran (p-value = 1.000), ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kebugaran (p-value = 0.000). Kesimpulan: Ada hubungan signifikan antara asupan energi dengan tingkat kebugaran, tidak ada hubungan signifikan antara asupan protein dengan tingkat kebugaran, ada hubungan signifikan antara asupan lemak dengan tingkat kebugaran, ada hubungan signifikan antara asupan karbohidrat dengan tingkat kebugaran, tidak ada hubungan signifikan antara status gizi dengan tingkat kebugaran, ada hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat kebugaran.   Kata Kunci: Lansia, Asupan Zat Gizi Makro, Status Gizi, Aktivitas Fisik, Tingkat Kebugaran
HUBUNGAN STATUS HIDRASI, TINGKAT STRES, KUALITAS DIET DAN KEMAMPUAN KOGNITIF PADA KARYAWAN PT. TEXTILE REPUBLIC Nurhapini, Fatimah; Palupi, SGz, MS, RD, Khairizka Citra; Novianti, Anugrah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 02 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i2.4798

Abstract

Kemampuan kognitif merupakan kemampuan intelektual yang diperlukan untuk melakukan aktivitas mentalsperti berpikir, memberi alasan dan memecahkan masalah. Pekerja yang tidak mempunyai kemampuankognitif yang baik maka akan menyebabkan terhambatnya tujuan organisasi. Penelitian ini bertujuanmenganalisis hubungan status hidrasi, tingkat stres, kualitas diet dan kemampuan kognitif pada karyawan PTTextile Republic. Jenis penelitian ini menggunakan rancangan peneltiian cross sectional, bertempat di KantorPusat PT. Textile Republic. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling didapat totalresponden sebanyak 30 orang. Data yang dikumpulkan meliputi karakteristik responden, status hidrasidiperoleh dengan mengukur Berat Jenis Urin (BJU), tingkat stres diperoleh dari kuesioner DASS 42, kualitasdiet dinilai dari skor Indeks Gizi Seimbang (IGS 3-60), dan kemampuan kognitif diperoleh dari kuesionerCFQ. Hasil penelitian didapatkan persentase status hidrasi 66.7% kategori hidrasi baik, tingkat stres 66.7%kategori tidak stres, kualitas diet 86.7% kategori sangat kurang, dan kemampuan kognitif sebanyak 90%kategori sedang. Tidak ada hubungan antara status hidrasi dengan kemampuan kognitif (p-value>0.532), adahubungan antara tingkat stres dengan kemampuan kognitif (p-value<0.030), dan tidak ada hubungan antarakualitas diet dengan kemampuan kognitif (p-value>1.000).Kata Kunci : Status Hidrasi, Tingkat Stres, Kualitas Diet, Kemampuan Kognitif, Karyawan
Literature Review: Pengaruh Asupan Buah dan Sayur Terhadap Kanker Payudara Amalialjinan, Nadia; Rismanika, Ana Septya; Kurniawan, Wirya Nanda; Ariestiningsih, Ayuningtyas Dian
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 02 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i2.4257

Abstract

Kanker payudara merupakan kanker yang terjadi pada jaringan payudara akibat adanya perkembangan sel tidak terkontrol sehingga menimbulkan suatu benjolan atau massa. Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling banyak terjadi di dunia dan di Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi risiko timbulnya kanker payudara adalah konsumsi buah dan sayur rendah serta obesitas. Konsumsi buah dan sayur yang cukup dapat memberikan efek protektif terhadap kanker payudara, sebaliknya status gizi obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara dan kekambuhan kanker pada pasien kanker payudara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis bagaimana pengaruh asupan buah dan sayur serta status gizi obesitas terhadap kanker payudara. Desain penelitian yang digunakan adalah literature review dengan pendekatan naratif. Hasil kajian menunjukkan sebagian besar kebiasaan konsumsi sayur dan buah yang rendah serta nilai indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi terdapat pada pasien kanker payudara. Hal ini mampu meningkatkan risiko kanker payudara dan kejadian kekambuhan kanker. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikan dari asupan sayur dan buah serta status gizi obesitas terhadap risiko kanker payudara
EDUKASI PROGRAM PROLANIS TERHADAP ASUPAN NATRIUM, KALIUM DAN SERAT SERTA TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM BANDA ACEH Mulyani, Nunung Sri; Kurniati, Fitrah; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 02 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i2.4095

Abstract

Hypertension is one of the important factors as a trigger for non-communicable diseases such as heart disease, stroke, so it is necessary to monitor the health of hypertensive patients, one of which is the Chronic Disease Management Program (PROLANIS). Research Objectives: to determine the relationship of Prolanis Program to sodium, potassium and fiber intake and blood pressure in hypertensive patients in the working area of Kuta Alam Health Center, Banda Aceh City.  This type of research is analytic descriptive using a cross sectional approach. The study was conducted in February 2019 in the work area of the Kuta Alam Banda Aceh puskesmas. Sampling was done with a total sampling of 35 hypertensive patients. Data collected included sodium intake, potassium and fiber intake using the food recall form and blood pressure data using sphygmomanometer measurements. Data analysis using chi-square statistical tests using univariate and bivariate analysis.  There is a relationship between prolanis education on sodium intake in hypertensive patients with P Value = 0.004, There is a relationship between prolanis education on potassium intake in hypertensive patients with P Value = 0.044. There is a relationship between prolanis education on fiber intake in hypertensive patients with P Value = 0.002 and there is a relationship between prolanis education on blood pressure in hypertensive patients with P Value = 0.001. Prolanis education programs affect the intake of sodium, potassium, fiber and blood pressure in hypertensive patients. Keywords: Education, Sodium intake, Potassium, Fiber, Blood pressure.
Hubungan antara Asupan Karbohidrat, Somatotype dan Persen Lemak Tubuh dengan Kelincahan pada Atlet Futsal Laki- Laki di Kota Bekasi taufiq, FIQI fauzi
Jurnal Nutrire Diaita (Ilmu Gizi) Vol 13, No 02 (2021): NUTRIRE DIAITA
Publisher : Lembaga Penerbitan Unversitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47007/nut.v13i2.4066

Abstract

Kelincahan pada atlet futsal dapat meningkatkan kemampuan untuk melakukan keterampilan seperti menggiring, mengontrol, dan menendang bola. Jika kelincahan rendah dapat mempengaruhi keterampilan atlet saat latihan maupun pertandingan. Salah satu faktor yang mempengaruhi kelincahan ialah asupan karbohidrat, somatotype dan persen lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan karbohidrat, somatotype dan persen lemak tubuh terhadap kelincahan atlet futsal laki- laki di kota Bekasi. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah dengan pendekatan kuantitatif dengan desain Cross-sectional Penentuan sampel yang digunakan adalah teknik Purposive Sampling, pengumpulan dilakukan dengan cara pengukuran kelincahan yang  menggunakan teknik shuttle run, asupan karbohidrat menggunakan wawancara recall 3x24 jam somatotype menggunakan pengukuran antropometri dan persen lemak tubuh menggunakan BIA, Teknis analisis data antara asupan karbohidrat, somatotype, persen lemak tubuh dengan kelincahan menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan asupan karbohidrat dengan kelincahan kurang dari derajat kemaknaan (p<0,05), somaotytpe dengan kelincahan lebih dari derajat kemaknaan (p>0,05, dan persen lemak tubuh dengan kelincahan lebih dari derajat kemaknaan (p>0,05)Kata Kunci: Kelincahan, Somatotipe, Persen Lemak Tubuh, Asupan Karbohidrat, Futsal.

Page 11 of 18 | Total Record : 174