cover
Contact Name
Ghefra Rizkan Gaffara
Contact Email
ghefra@esaunggul.ac.id
Phone
+6282112846970
Journal Mail Official
planesa@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/planesa/about/contact
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Planesa
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : 02169673     DOI : 10.47007
Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Jurnal Planesa adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan tulisan dalam bidang ilmu planologi, yang mencakup penelitian dan non-penelitian. Jurnal ini dipublikasikan oleh Pusat Pengelola Universitas Esa Unggul dan berisi artikel-artikel hasil penelitian civitas akademika di bidang perencanaan. Scope dari Jurnal Planesa adalah: - Transportasi - Kebencanaan (Pedesaan, Kota dan Wilayah) - Tata Ruang - Lingkungan - Arsitektur dan Bangunan - Pariwisata
Articles 134 Documents
PENGEMBANGAN DESA WISATA WAE REBO BERDASARKAN KEARIFAN LOKAL
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 02 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDesa Wae Rebo adalah desa yang masih mempertahankan kearifan lokal dan memiliki keunikan, baik dari segi adat istiadatnya, struktur bangunan, cara hidup. Desa Wae Rebo memiliki banyak potensi pariwisata yang hingga saat ini potensi wisata ini masih belum optimal pemanfaatannya, diantaranya potensi wisata berupa pemandangan alam, keunikan Mbaru Niang, keunikan pola ruangnya, kerajinan tangan, adat istiadat dan tradisi. Akan tetapi, ketersediaan sarana dan prasana yang mendukung kegiatan pariwisata belum memadai menjadi kendala dalam pengembangan obyek wisata di desa Wae Rebo.Berdasarkan permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengkaji prioritas penyediaan komponen wisata bagi pengembangan wisata Desa Wae Rebo dan pengembangan produk wisatanya. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, sehingga hasil akhir yang diperoleh dari penelitian ini adalah potensi wisata yang perlu dikembangkan di Desa Wae Rebo, komponen pendukung kegiatan pariwisata dan konsep pengembangan Desa Wae Rebo sebagai Desa Wisata yang berbentuk Site Plan. Dari hasil analisis, maka dapat disimpulkan bahwa potensi atau atraksi wisata yang ada di Desa Wae Rebo berdasarkan kearifan lokal belum dikembangkan secara maksimal, dari segi aksesibilitas juga sangat buruk, dan penyediaan sarana dan prasarana seperti penginapan, rumah makan, kegiatan promosi.Konsep pengembangan Desa Wisata Wae Rebo dilakukan berdasarkan hasil analisis dimana potensi alam yang belum berkembang dikembangkan secara maksimal dalam bentuk paket-paket wisata dan penyediaaan sarana dan prasarana pendukung kegiatan wisata seperti aksesibilitas menuju Desa Wae Rebo, penginapan, rumah makan, gedung kesenian, dan tempat kerajinan. Pengembangan fasilitas ini mengadopsi sebagian banguanan di Desa Wae Rebo dengan tujuan agar dapat teraplikasi bangunan tradisonal setempat dengan fasilitas yang akan dikembangkan sehingga wisatawan yang datang dapat mengetahui bangunan khas daerah setempat. Kata Kunci : Kearifan lokal, kebudayaan, dan pariwisata.
STRATEGI PENGEMBANGAN PARIWISATA DI PULAU BELAKANG PADANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 02 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakParadigma pembangunan di banyak Negara kini lebih berorientasi pada pengembangan sektor pariwisata. Bagi Indonesia, saat ini sektor pariwisata menduduki peringkat ke lima sebagai penghasil devisa Negara. Dimana terdapat tiga destinasi unggulan tujuan wisata, yang salah satunya adalah Kota Batam, Kepulauan Riau. Dengan memanfaatkan lokasi yang strategis, pemerintah Kota Batam mulai menyusun konsep pengembangan pariwisata dengan membagi Kota Batam menjadi tiga cluster, pembagian ini di dasarkan kepada karakteristik dari masing – masing wilayah, Pulau Batam sebagai kawasan MICE, perbelanjaan dan rekreasi modern, Pulau Rempang hingga pulau galang sebagai kawasan Argowisata dan bahari dan kecamatan Belakang padang sebagai pariwisata seni dan budaya. Saat ini kegiatan pariwisata hanya terpaku pada saat sedang berlangsung nya acara event tahunan, dimana pada saat hari – hari biasa, hampir tidak ada ditemui wisatawan yang berkunjung ke Belakang Padang. Sebagai kawasan yang diperuntukan untuk pengembangan pariwisata seni dan budaya, Belakang Padang perlu strategi – strategi yang tepat untuk dapat mempertahankan agar citra melayu tetap terjaga di Kota batam, selain itu juga untuk dapat meningkatkan perkembangan pariwisata di Belakang padang. Dalam mencari strategi – strategi yang tepat dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik alanisis SWOT. Karena analisis SWOT merupakan suatu yeknik analisis yang digunakan untuk menyusun suatu strategi. Strategi diperoleh dengan cara menganalisis faktor internal dan eksternal untuk mengetahui Strength, Weakness, Opportunity dan Threat yang dimiliki oleh lokasi studi. Sehingga pada akhirnya akan didapatlah strategi pengembangan SO, ST, WT, WO yang diharapkan. Kata Kunci : Pariwisata, Strategi, SWOT
EVALUASI SPASIAL POLA SEBARAN INDUSTRI DI KECAMATAN CIKUPA, KABUPATEN TANGERANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 01 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan evaluasi pola dan sebaran industri di Wilayah Cikupa Kabupaten Tangerang bersadarkan Site Plan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. Sebagai acuan dalam menjelaskan wilayah tersebut dengan didukung oleh perangkat Argis 10.1 Dengan metode yang digunakan adalah metode Evaluasi Before and after comparisons , Actual versus planned performance comparisons. Analisis ini untuk mengevaluasi kondisi sebelum dan kondisi sesudahnya, kondisi yang ada (actual) dengan ketetapan perencanaan yang ada (planned). Implikasi dari penelitian ini adalah pola sebaran Industri yang ada di wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, harus ditinjau kembali sesuai dengan pola pengembangan industri yang berdasarkan aglomerasi berdsasarkan jenis indutsri berat, sedang, ringan, sehingga akan memudahkan pengaturan aksesibiltas dan aliran barang hasil produksi, Sehingga membentuk struktur Tata ruang yang tepat dengan sasaran yang baik dari segi keuntungan skala Ekonomi, keuntungan Lokasi, maupun penyerapan tenaga kerja yang berkualitas. Kata Kunci : Pola Sebaran, Industri, Evaluasi, Before and After Comparations, Aglomerasi.
STRATEGI PENGEMBANGAN MIXED USE SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN INDUSTRI KOTA CILEGON
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 01 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada perkembangannya saat ini Industri mulai berkembang di setiap kota di Indonesia dan keberadaanya sangat berdampak besar bagi perekonomian daerahnya, terutama dengan adanya  industri-industri besar berskala nasional dan internasional. Salah satu kota yang memiliki kawasan industri besar berskala nasional dan internasional sebagai penggerak utama ekonomi perkotaannya adalah Kota Cilegon. Kota Cilegon merupakan pusat kegiatan nasional (PKN), menyebabkan pusat pelayanan Provinsi, Nasional, dan Internasional berada di kawasan ini. Seiring berkembangnya kegitan perekonomian perkotaan ini menyebabkan munculnya industri-industri baru, yang dalam pelaksanaan dan kegiatan industrinya membutuhkan banyak tenaga kerja baru, sehinga untuk memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya perlu direncanakan dan ditata dengan baik. Studi ini bertujuan untuk merencanakan Kawasan Industri yang diarahkan dalam pengembangan konsep Mix Use Development yang diharapkan memiliki komponen dan fasilitas penunjang yang lengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mengetahui aspek aspek apa saja yang berpengaruh terhadap perencanaan pengembangan mixed use di Kota Cilegon. Hasil dari studi ini yaitu merencanakan  konsep perencanaan dengan menggunakan konsep Mixed Use Development sebagai alternatif solusi ketersediaan tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya. Bagi pekerja kawasan industri di Kota Cilego,  khususnya para pekerja PT. Krakatau Steel.  Kata Kunci : Kawasan Industri, Pusat Kegiatan Nasional, Mixed Use.
STRATEGI PENGEMBANGAN TRANSPORTASI DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN WILAYAH (STUDI KASUS : PULAU MISOOL, KABUPATEN RAJA AMPAT)
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 01 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTransportasi atau pengangkutan didefenisikan sebagai suatu proses pergerakan atau perpindahan orang/barang dari suatu tempat ketempat lain dengan menggunakan suatu teknik atau cara tertentu untuk maksud dan tujuan tertentu. Transportasi merupakan salah satu komponen utama dalam hal pengembangan wilayah selain penduduk dan sumber daya alam. Raja Ampat memiliki perbandingan wilayah darat dan laut adalah 1:6, dengan wilayah perairan yang lebih dominan. Sebagai suatu daerah pemekaran yang sedang berkembang, pengembangan transportasi khususnya perhubungan laut antar pulau besar dan pulau-pulau kecil di Kabupaten Raja Ampat diperlukan agar terjangkau oleh masyarakat ekonomi menengah ke bawah di pulau-pulau tersebut. Pulau Misool merupakan satu wilayah di Raja Ampat yang memiliki banyak potensi sumber daya alam baik dari sektor pertanian maupun sektor perikanan, namun belum tersedia sarana dan prasarana transportasi yang memadai. Gambaran penelitian mengenai bagaimana peranan transportasi dalam mendukung pengembangan wilayah adalah dengan menggunakan metode analisis kuantitatif kualitatif digunakan untuk mengetahui jawaban dari situasi pada wilayah studi. Mengumpulkan data yang bersifat kuantitatif/statistik sebagai acuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan. Kata Kunci : Transportasi, Pengembangan Wilayah
KONSEP PENGEMBANGAN KOTA BARU DI KECAMATAN BAKAUHENI, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 6, No 01 (2015): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPerkembangan kawasan pada dasarnya tidak terlepas dari kegiatan sosial-ekonomi dan keterkaitan dengan daerah belakangnya yang kemudian membangkitkan dan menuntut kegiatan yang ada dalam masyarakat pada kawasan tersebut, sehingga membutuhkan ruang untuk mengalokasikan kebutuhan mereka. Bakauheni merupakan sebuah Kecamatan di Kabupaten Lampung Selatan yang memiliki fungsi yang sangat vital bagi Pulau Sumatera dan Pulau Jawa, karena menghubungkan kedua pulau besar tersebut. Bakauheni memiliki potensi perkembangan wilayah yang sangat baik pada masa mendatang karena memiliki lokasi yang strategis dan memiliki kebijakan terkait, baik dari tingkat daerah maupun nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi perkembangan wilayah di Kecamatan Bakauheni dan memberikan usulan konsep pengembangan kota baru sebagai alternatif pengembangan wilayah. Sehingga dapat meminimalisir permasalahan ruang di Kecamatan Bakauheni pada masa mendatang.Metode analisis penelitian yang dilakukan memiliki yaitu analisis kebijakan, analisis daya dukung, analisis daya tampung, analisis aksesibilitas, analisis penentuan lokasi, analisis kebutuhan prasarana kota, analisis perekonomian.Hasil temuan studi ini ialah perlunya penanganan ruang untuk mengantisipasi perkembangan yang terjadi di Kecamatan Bakauheni dengan penerapan konsep kota baru. Pengembangan kota baru di Kecamatan Bakauheni menjadi salah satu alternatif penanganan kawasan dan secara khusus dapat meningkatkan kualitas fisik suatu kawasan dengan menyediakan komponen yang mempunyai ciri kota sehingga dapat mendukung aktifitas penduduk yang ada pada kawasan tersebut, menjaga keseimbangan lingkungan alam, serta mengurangi kesenjangan pembangunan. Usulan fungsi kota baru Bakauheni adalah sebagai kota transit terintegrasi transportasi antar moda. Kata Kunci : Bakauheni, Kota baru, Perkembangan kawasan.
EVALUASI SPASIAL POLA SEBARAN INDUSTRI DI KECAMATAN CIKUPA, KABUPATEN TANGERANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 5, No 02 (2014): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakStudi ini bertujuan untuk melakukan identifikasi dan evaluasi pola dan sebaran industri di Wilayah Cikupa Kabupaten Tangerang bersadarkan Site Plan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang. Sebagai acuan dalam menjelaskan wilayah tersebut dengan didukung oleh perangkat Argis 10.1 Dengan metode yang digunakan adalah metode Evaluasi Before and after comparisons, Actual versus planned performance comparisons. Analisis ini untuk mengevaluasi kondisi sebelum dan kondisi sesudahnya, kondisi yang ada (actual) dengan ketetapan perencanaan yang ada (planned). Implikasi dari penelitian ini adalah pola sebaran Industri yang ada di wilayah Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang, harus ditinjau kembali sesuai dengan pola pengembangan industri yang berdasarkan aglomerasi berdsasarkan jenis indutsri berat, sedang, ringan, sehingga akan memudahkan pengaturan aksesibiltas dan aliran barang hasil produksi, Sehingga membentuk struktur Tata ruang yang tepat dengan sasaran yang baik dari segi keuntungan skala Ekonomi, keuntungan Lokasi, maupun penyerapan tenaga kerja yang berkualitas. Kata kunci : Pola Sebaran, Industri, Evaluasi, Aglomerasi.
MODEL RANTAI NILAI PEMASARAN BAWANG MERAH DI KABUPATEN BREBES, JAWA TENGAH
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 5, No 02 (2014): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakKabupaten Brebes, Jawa Tengah merupakan daerah yang dominasi penduduknya bekerja pada sektor pertanian dengan sektor unggulan komoditi bawang merah. Sentra Bawang merah Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi terbesar di Indonesia selain di Cirebon, Kuningan, Nganjuk, Probolinggo dan Bima. Namun  potensi unggulan tersebut tidak diimbangi dengan tingkat kesejahteraan  petani yang diakibatkan rendahnya posisi tawar petani. Salah satu penyebab rendahnya posisi tawar petani adalah akibat terjadinya fluktuasi harga bawang merah yang disebabkan terjadinya over supply akibat panen raya, masuknya bawang merah impor serta peran tengkulak. Faktor-faktor utama yang mengakibatkan rendahnya posisi tawar petani seperti kurangnya akses serta jaringan pasar, tertutupnya akses informasi harga pasar dan minimnya penguasaan teknologi. Penelitian ini akan dilaksanakan selama 8 bulan dengan menggunakan pendekatan mix method dengan strategi penelitian studi kasus. Analisis yang dilakukan adalah analisis kebijakan, kapabilitas lokal, pemasaran dan transparansi usaha. Hasil dari analisis adalah  temuan studi berisi fakta-fakta di lapangan yang bermuara akhir pada sebuah kesimpulan yang merupakan jawaban pertanyaan penelitian yaitu  model rantai nilai pemasaran di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kata Kunci : rantai nilai, posisi tawar petani, pengembangan ekonomi lokal
EVALUASI PENGEMBANGAN BUSREL DAN BUS TERPADU DI KOTA TANGERANG
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 5, No 02 (2014): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPertumbuhan penduduk dan ekonomi di kota-kota besar di Indonesia khususnya di Kota Tangerang semakin memacu perkembangan pada pusat pelayanan yang ada, seperti pemukiman, industri maupun perdagangan. Hal ini mempengaruhi tingkat kebutuhan transportasi yang memadai untuk menunjang kegiatan karena apabila prasarana dan sarana tidak dapat menunjang kegiatan maka akan terjadi kemacetan lalu lintas. Berdasarkan perda No.6 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Tangerang 2012-2023, Kota Tangerang merencanakan pengembangan prasarana dan sarana baru jaringan kereta api intra kota yang menghubungkan antar pusat pelayanan, maka dari itu diperlukan adanya alternatif alat transportasi massal lain selain kereta api yang memiliki kelebihan dibandingkan alat transportasi massal yang ada. Untuk menentukan alat transportasi massal yang tepat untuk diterapkan pada Kota Tangerang, maka perlu adanya evaluasi mengenai beberapa alat transportasi massal yang memungkinkan dikembangkan di Kota Tangerang. Studi ini mengevaluasi upaya pengembangan Busrel dan Bus Terpandu di Kota Tangerang. Evaluasi ini dibuat untuk penanganan masalah kemacetan lalu lintas yang terjadi di dalam Kota Tangerang dengan cara mengevaluasi alat transportasi massal yaitu Busrel dan Bus Terpandu. 
STRATEGI PENGEMBANGAN MIXED USE SEBAGAI PENUNJANG KEGIATAN INDUSTRI KOTA CILEGON
Jurnal Planesa (Planologi) Vol 5, No 02 (2014): Jurnal Planesa
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPada perkembangannya saat ini Industri mulai berkembang di setiap kota di Indonesia dan keberadaanya sangat berdampak besar bagi perekonomian daerahnya, terutama dengan adanya  industri-industri besar berskala nasional dan internasional. Salah satu kota yang memiliki kawasan industri besar berskala nasional dan internasional sebagai penggerak utama ekonomi perkotaannya adalah Kota Cilegon. Kota Cilegon merupakan pusat kegiatan nasional (PKN), menyebabkan pusat pelayanan Provinsi, Nasional, dan Internasional berada di kawasan ini. Seiring berkembangnya kegitan perekonomian perkotaan ini menyebabkan munculnya industri-industri baru, yang dalam pelaksanaan dan kegiatan industrinya membutuhkan banyak tenaga kerja baru, sehinga untuk memfasilitasi kebutuhan tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya perlu direncanakan dan ditata dengan baik.Studi ini bertujuan untuk merencanakan Kawasan Industri yang diarahkan dalam pengembangan konsep Mix Use Development yang diharapkan memiliki komponen dan fasilitas penunjang yang lengka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang digunakan untuk mengetahui aspek aspek apa saja yang berpengaruh terhadap perencanaan pengembangan mixed use di Kota Cilegon.Hasil dari studi ini yaitu merencanakan  konsep perencanaan dengan menggunakan konsep Mixed Use Development sebagai alternatif solusi ketersediaan tempat tinggal dan fasilitas pendukung lainnya. Bagi pekerja kawasan industri di Kota Cilego,  khususnya para pekerja PT. Krakatau Steel. Kata kunci : Kawasan Industri, Pusat Kegiatan Nasional, Mixed Use

Page 5 of 14 | Total Record : 134