cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
Life Cycle Cost Evaluation For Enhancing Design For Reuse
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 7, No 01 (2011): INOVISI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractProduct recovery strategies such as reuse, remanufacture and recycling requires a cost analysis that covers the entire product life cycle, from the design concept to the recovery and disposal.  Life cycle cost estimation provides a framework for identifying the best design alternatives that can satisfy both economics and environmental requirements.   This paper presents a life cycle cost analysis (LCCA) on a locally manufactured car door with the aim of enhancing the reusability of the car door.  The existing design of the car door was evaluated and some design modifications for ease of disassembly are proposed in view of enhancing reusability and cost. Significant improvements to the design of the car door that satisfy the disassembly and life cycle cost are presented and discussed in this paper.Keywords: design for reuse, life cycle cost analysis, disassembly
OPTIMASI PROSES SULFONASI LIGNIN MENJADI NATRIUM LIGNOSULFONAT (NaLS) DAN KARAKTERISASI SEBAGAI ADITIF JENIS WATER REDUCING ADMIXTURES (WRA)
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 02 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAC                      Sodium lignosulfonat (NaLS) is a product that comes from lignin sulfonation process using NaHSO3 as its sulfonation agent. The process aimed to change the polarity of lignin. NaLS is classified of an anionic surfactant which has more polar hydrophilic property than that of lignin. Due to its property, NaLS has more useful as water reducing admixtures(WRA) which has a function as a binder and dispersant in gypsum paste or cement paste. Respon surface method (RSM) was used in optimization of sulfonation process with variation in ratio lignin and NaHSO3, acid value and temperature reaction. The optimum condition was obtained at reaction ratio of 60.6 %, pH 6,3 and temperature at 90 OC, yielded of 72.2 % with the purity of NaLS 80.05 %. NaLS identification used FT-IR and NMR spectroscopy has similar spectrum with Aldrich lignosulfonat (LS-Aldrich) . The physical-chemical properties of NaLS was also similar to lignosulfonate as water reducing admixtures (WRA) which meet the specco W” 20” Standard requirement.Keyword: Lignin, Sulfonation, Natrium lignosulfonat, Surfactant, Water reducing asmixtures, Dispersant
PENENTUAN KOMBINASI METODE LOT SIZING BERBAGAI LEVEL PADA STRUKTUR PRODUK SPION 7024 UNTUK MEMINIMASI BIAYA PERSEDIAAN DI PT. CIPTA KREASI PRIMA MUDA
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 02 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Cipta Kreasi Prima Muda adalah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur sebagaiprodusen kaca spion untuk berbagai jenis mobil dan motor dengan merek EMGI. Selama iniperusahaan telah melakukan perencanaan persediaan bahan baku namun perencanaan yangdilakukan belum optimal. Ditinjau dari persediaan bahan baku, sering terjadi penumpukan bahanyang diakibatkan oleh pembelian bahan yang tidak disesuaikan dengan kebutuhan prosesproduksi, sehingga menyebabkan biaya persediaan yang tinggi. Material Requirement Planning(MRP) merupakan suatu system persediaan yang mempertimbangkan dimensi waktu kedalampersediaan dan merupakan penjabaran dari jadwal induk produksi kedalam jadwal kebutuhansetiap komponen atau bahan penyusun produk. Dengan penerapan teknik MRP maka kebutuhansetiap komponen per periode dapat diketahui, juga dapat ditentukan waktu dan jumlah setiap kalipemesanan yang meminimumkan total biaya akibat adanya persediaan. Berdasarkan perhitunganMaterial Requirement Planning dengan mengkombinasikan metode Lot sizing Lot For Lot (LFL),Least Unit Cost (LUC), Least Total Cost (LTC), Period Order Quantity (POQ) dan AlgoritmaWagner Within (AWW) dalam berbagai level, maka kombinasi metode AWW untuk setiap leveldalam struktur produk spion 7024 dengan metode LUC khusus untuk item mirror memberikantotal biaya paling kecil yaitu sebesar Rp 13260396,2. Penggunaan metode LUC untuk itemmirror karena akan mempengaruhi biaya persediaan item kaca lembaran.Kata Kunci: Inventory, Material Requirement Planning, Lot Sizing.
USULAN RENCANA KAPASITAS PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE RCCP DAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIS PADA PT. DELLIFOOD SENTOSA CORPINDO - TANGERANG
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 02 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian dilakukan PT. Dellifood Sentosa Corpindo di Tangerang, yang memproduksi berbagaijenis makanan siap saji. Pokok masalah dalam penelitian ini adalah menyusun rencana kapasitasproduksi mie instan, sehingga mampu memenuhi permintaan konsumen yang beragam dalamjumlah yang besar sesuai yang dijadualkan. Perencanaan kapasitas dilakukan dengan metodeRough Cut Capacity Planning (RCCP), dan untuk menentukan prakiraan laju penjualan 12periode ke depan menggunakan pendekatan sistem dinamis. Hasil penelitian menunjukkan bahwaMaster Production Schedul (MPS) yang digunakan perusahaan pada saat penelitian dilasksanakanperlu diperbaiki. Untuk melakukan perhitungan terhadap kapasitas yang tersedia dan kapasitasyang dibutuhkan metode RCCP digunakan CPOF Approach, BOL Approach dan ResourceProfile Aproach. Pendekatanl sistem dinamis dengan aplikasi Powersim digunakan untukmenentukan laju penjualan produk mie gelas untuk 12 periode kedepan. Kriteria yang digunakanadalah data order yang sudah diramalkan dengan metode Moving Average karena plot data orderyang ada yaitu merupakan plot data trend. Model ini digunakan pada saat kapasitas di produksisampai menghasilkan output sebagai kemampuan produksi perusahaan untuk memenuhi orderyang datang pada perusahaan. Setelah itu akan didapat hasil penjualan pada 12 periode mendatangdari order yang terpenuhi. Hasil dari pembahasan menyatakan bahwa dengan menggunakan modelsistem dinamis diketahui laju penjualan akan mengalami peningkatan pada periode-periodetertentu.Kata Kunci : Kapasitas, Jadwal Induk Produksi (MPS), Rough Cut Capacity Planning (RCCP),Sistem Dinamis.
M. Derajat A
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 02 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Beton Perkasa Wijaksana merupakan salah satu perusahaan di Indonesia yang memproduksialat-alat konstruksi untuk gedung-gedung bertingkat, jalan layang, tower dan lain-lain. Muffeadalah komponen yang paling banyak digunakan untuk salah satu produk unggulan PT. BetonPerkasa Wijaksana yaitu stacking tower ST 100. Karena produksi muffe cenderung meningkatuntuk dipakai pada komponen stacking tower ST 100, maka kebutuhan produksi per hari harusditingkatkan. Pada pengerjaan proses forming muffe, pengerjaan proses selalu menggunakan dies710149 D01 untuk proses pembentukan pengerjaan ini dilakukan pada mesin punch T 160.Pengerjaan setup yang biasa dilakukan untuk memasang dan melepaskan dies cenderung terlalulama yaitu bisa mencapai 2 jam. Sehingga penerapan sistem SMED sangat dibutuhkan untukmengurangi waktu setup dalam setiap pergantian dies. Salah satu usulan untuk peningkatankapasitas produksi muffe adalah dengan penerapan SMED sistem di PT. Beton Perkasa Wijaksanakhususnya pada dies 710149 D01 di mesin punch T160 yang dapat memberi tekanan penguranganwaktu setup pada pemasangan dan pelepasan dies, yang pada waktu sebelum diterapkan SMEDsystem adalah 127 menit, dengan jumlah kapasitas produksi muffe sebesar 1106 Pcs/hari,sedangkan setelah dilakukan penerapan SMED system waktu setup dapat berkurang menjadi 78menit. Dengan kapasitas produksi sebesar 1256 Pcs/hari, sehingga penambahan jumlah produksimuffe perhari bertambah sebesar 150 Pcs/hari.Kata Kunci: SMED, IED, OED
PROSES PRODUKSI LATEKS KARET ALAM BERPROTEIN RENDAH UNTUK BAHAN BAKU SIKLISASI KARET ALAM DALAM FASA LATEKS
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 02 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakSiklisasi karet alam adalah proses perubahan struktur molekul polisopren karet alam dari strukturmolekul lurus menjadi struktur siklik, yang dapat dilakukan pada karet padat, larutan karet danfasa lateks. Lateks karet alam berprotein rendah (lateks DPNR) digunakan sebagai bahan bakusiklisasi karet alam dalam fasa lateks (siklisasi lateks), karena protein diprediksi menghambatkinerja proses siklisasi. Kombinasi enzim papain dan surfaktan digunakan sebagai penghidrolisisprotein lateks. Penelitian dilakukan dengan cara memvariasikan dosis papain dan menentukanjenis dan dosis surfaktan, yang ditambahkanpada lateks alam dari berbagai tingkat keenceran.Hasil penelitian memperlihatkan bahwa papain dengan dosis sebesar 0,06 bsk (bobot perseratusbobot karet), yang ditambahkan pada lateks kebun KKK 10% yang telah distabilkan dengankombinasi 1 bsk surfaktan Emal – 1 bsk surfaktan Emulgen, mampu menghasilkan lateks DPNRyang stabil dan dengan kadar nitrogen < 0,08%. Proses produksi lateks DPNR dilakukan denganmenggunakan peralatan produksi lateks pekat biasa, karena prinsip proses produksi kedua jenislateks tersebut hampir sama. Perbedaan diantara kedua proses produksi tersebut adalah tidakdigunakannya amoniak sebagai pengawet lateks dan diperlukan waktu tambahan selama 20 – 24jam untuk menghidrolisis protein dalam lateks, pada proses produksi lateks DPNR.Pemanfaatannya sebagai bahan baku siklisasi lateks mampu menghasilkan karet alam siklis (KAsiklik) dengan karakter yang lebih baik dari KA siklik dari lateks pekat biasa. Pada penggunaanlateks DPNR, katalis asam sulfat yang digunakan lebih rendah, dan menghasilan KA siklik yanglarut dalam pelarut hidrokarbon.Kata Kunci: Siklisasi Karet Alam, Hidrolisis Protein, Papain, Surfaktan, Lateks DPNR, KA Siklik
PENGURANGAN SETUP TIME UNTUK PERGANTIAN DIES PRESSING DENGAN MENGGUNAKAN METODE SMED DI PT. PANATA JAYA MANDIRI Erni, Nofi
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPT. Panata Jaya Mandiri merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai komponen otomotif, danmemiliki banyak lini produksi yang memerlukan waktu persiapan. Departemen PRESSHOP sebagailini pembuatan komponen Body J01-2125 memiliki waktu setup pergantian dies yang relatif lamayaitu 22 menit. Untuk memenuhi target produksi yang ditetapkan, pada penelitian inidiimplementasikan metode SMED (Single Minute Exchange Dies) guna mengurangi waktu pergantiandies. Hasil perhitungan dengan menerapkan SMED pada departemen PRESSHOP khususnya mesinAPEC, melakukan simulasi dengan memperbaiki metode kerja dengan metode Pokayoke, menambahoperator pada proses internal set up pemasangan dies serta menghilangkan trial mampu menurunkanset up time dari 22 menit menjadi 12.6 menit dengan efisiensi waktu setup mencapai 41.8 % tanpapeningkatan jumlah komponen yang reject .Kata Kunci: SMED, SetUp Time, Diespressing,Pokayoke
INDUSTRIALISASI DALAM EKONOMI DAN POLITIK INDONESIA PADA ERA REFORMASI Amalia, Lia
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDalam industri manufaktur, peningkatan terbesar masih didominasi oleh industri ringan yaitukelompok industri padat karya dan padat kekayaan alam, padahal di masa mendatang kebijaksanaanindustri yang dikaitkan dengan proteksi semakin ditinggalkan karena bertentangan dengan arahperdagangan tanpa hambatan yang kini terus digodok dan diimplementasikan melalui forum WTO.Reformasi yang dilakukan pemerintah selama lebih dari satu dasawarsa terakhir ini, termasukmenggeser orientasi agar ekonomi kita lebih melihat Out Ward Looking (pasar global), dengan hasilhasilnyayang nyata seperti telah banyak dilaporkan dalam berbagai data statistik. Memang harusdiakui bahwa dinamika pertumbuhan ekonomi pasca reformasi, sebagian besar disumbangkan olehkinerja swasta bersama oleh pemerintah dan birokrasi yang telah terbarukan. Tapi jika kemudian kitaberkesimpulan sebagaimana visi kalangan neo-liberalis bahwa semakin minimum intervensi negaraakan semakin baik. Yang diperlukan sesungguhnya adalah, dalam rangka menggeser orientasiekonomi nasional yang lebih dominan melihat keluar, suatu credible government (pemerintahanyang bersih, efisien, dan efektif) atau yang kini dikenal sebuah reinventing government yangkinerjanya dapat menjamin berfungsinya mekanisme pasar secara optimal. Dengan visi yangdemikianlah, agenda reformasi yang diajukan kiranya akan lebih memenuhi sasaran agar supayaekonomi nasional kita memiliki OWL (orientasi keluar) yang lebih dominan, dalam kerangkamerealisasikan kepentingan ekonomi nasional kita dalam konteks untuk memanfaatkan secaraproaktif dan agresif dinamika pasar global.Kata Kunci: Industri Manufaktur, Out Ward Looking (OWL), Reformasi, credible government
PREFERENSI CALON MAHASISWA DALAM MEMILIH PROGRAM MAGISTER MELALUI PENGGUNAAN METODE ANALISA GAPS DAN QFD (STUDI KASUS DI PROGRAM MAGISTER FAKULTAS TEKNIK – UNIVERSITAS ”Y”) Abduh, Mukhamad
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDunia industri dan jasa manufaktur di Indonesia semakin meningkat. Perkembangan tersebutmenuntut adanya sumber daya manusia yang dapat bersaing. Tetapi para praktisi yang dimilikidalam dunia industri masih kurang mempunyai pengetahuan yang cukup. Dengan demikiandiperlukan suatu pendidikan pasca sarjana yang khusus untuk memperhatikan masalah keteknikanindustri. Studi Teknik Industri ditujukan bagi para sarjana Teknik, MIPA, Ekonomi, ataukomputer yang akan meningkatkan kemampuan dalam bidang Teknik Industri. Untuk menunjangpembelajaran diperlukan sarana dan prasarana yang memadai. Penelitian ini dilakukan di MagisterFT – Universitas Y, dengan tujuan untuk mengidentifikasi harapan konsumen terhadap programS2 TI FT Universitas Y, mengidentifikasikan persepsi konsumenterhadap program S2 TI FTUniversitas Y. Penelitian ini menggunakan metode analisa Gaps dan QFD. Dari penelitian inidiketahui bahwa harapan konsumen terhadap program S2 TI FT Universitas Y sangat besarkenyataan yang diterima konsumen terhadap program S2 TI FT Universitas Y lebih rendahdibandingkan harapan konsumen, sehingga menyebabkan kesenjangan akibat perbedaan persepsimutu.Kata Kunci: Kepuasan Konsumen, Pengembangan Produk, Analisa Gaps, QFD
ANALISIS PENGARUH BUDAYA, KOMITMEN PEMIMPIN DAN KECERDASAN EMOSIONAL ANGGOTA TERHADAP EFEKTIVITAS ORGANISASI PADA PT. MITSUBISHI KRAMA YUDHA MOTORS & MANUFACTURING Hariandja, Evo
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Inovisi
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakDewasa ini efektivitas kerja menjadi perhatian yang serius dari manajer perusahaan karena berkaitanerat dengan tenaga kerja, produktivitas kerja dan kelangsungan hidup perusahaan. Semakin tinggiefektivitas yang diperoleh perusahaan diharapkan dapat membuat seseorang mempunyai komitmenyang tinggi terhadap perusahaan tersebut. Pekerja yang mempunyai komitmen yang tinggi,diharapkan lebih termotivasi sehingga perusahaan dapat berjalan lebih efektif. PT Mitsubishi KramaYudha Motors and Manufacturing berniat untuk meningkatkan efektivitas organisasi denganmelakukan perbaikan terhadap sumber daya manusianya. Pokok permasalahan yang ada adalahperusahaan ingin mengetahui apakah faktor budaya, komitmen pemimpin dan kecerdasan emosionalanggota dapat mempengaruhi efektivitas organisasi. Untuk memberikan solusi terhadap masalahitulah penelitian ini dilakukan. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner yangtelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kemudian hasil penyebaran kuesioner ini diolah secarastatistik deskriptif dan analisa multi regresi. Dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa faktoryang mempengaruhi efektivitas organisasi adalah komitmen pemimpin dan kecerdasan emosionalanggota.Kata Kunci: Budaya, Komitmen Pemimpin, Kecerdasan Emosional Anggota dan EfektivitasOrganisasi