cover
Contact Name
Lukman Cahyadi
Contact Email
lukman.cahyadi@esaunggul.ac.id
Phone
+6289661704102
Journal Mail Official
publikasi@esaunggul.ac.id
Editorial Address
https://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/inovisi/about/editorialTeam
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Inovisi
Published by Universitas Esa Unggul
ISSN : 02169673     EISSN : -     DOI : -
INOVISI Jurnal Teknk Industri published by Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul. This journal is an open access, peer-reviewed, this journal dedicated to the publication of research in all aspects of regional dan urban planning scopes. Jurnal INOVISI is published two times a year and accepts original research articles featuring well-designed studies with clearly analyzed and logically interpreted results.
Articles 155 Documents
PENENTUAN DISTRIBUSI LAHAN BAKU UNTUK INDUSTRIALISASI PERTANIAN Shalihat, Annisa Kurnia; Ardiwinata, Yogie
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk tidak seimbang dengan laju pertambahan lahan pertanian. Akibatnya, jumlah petani dengan kepemilikan lahan kurang dari 0,50 ha bertambah dari 10,80 juta rumah tangga petani (RTP) pada tahun 1993 menjadi lebih dari 15 juta RTP pada 2010. Selain itu, konversi lahan, degradasi lahan dan air, perubahan iklim, dan kerusakan lingkungan menjadi kendala utama dalam pembangunan pertanian di masa yang akan datang. Apabila konversi lahan dapat ditekan 60.000 ha/tahun dan sawah baru bertambah 67.700 ha/tahun maka luas lahan yang dibutuhkan untuk mempertahankan swasembada beras dan pangan lainnya sampai tahun 2020 secara kumulatif mencapai 1,61 juta ha atau 6,08 juta ha hingga tahun 2050. Untuk lahan kering diperlukan perluasan sekitar 11,75 juta ha menjelang tahun 2050. Apabila kebutuhan energi juga akan dipasok dari bahan baku pangan (jagung, kedelai, ubi kayu, tebu, kelapa, kelapa sawit) maka lahan yang dibutuhkan makin luas. Berdasarkan sifat biofisik, lahan yang sesuai untuk pertanian dan saat ini belum dimanfaatkan mencapai 30,67 juta ha dan 8,28 juta ha di antaranya sesuai untuk sawah. Lahan tersebut belum diketahui status kepemilikannya, tetapi sebagian besar (20,40 juta ha) berada di kawasan hutan (hutan produksi, hutan konversi, HPH) dan 10,30 juta ha berada di kawasan budi daya pertanian. Selain dengan perluasan, pemanfaatan lahan perlu dioptimalkan melalui intensifikasi, peningkatan intensitas tanam (IP200, IP300, IP400), pengembangan inovasi teknologi, perbaikan pengelolaan DAS, konservasi tanah dan air, serta perlindungan lahan terhadap konversi, penelantaran dan degradasi Kata Kunci: Pertanian, distribusi, industri
IDENTIFIKASI CORE BUSINESS FUNCTION E-BUSINESS INDUSTRIAL BANK (STUDI KASUS: BANK MANDIRI) Rurkinantia, Aisa; Ahmad, Basyir; Rahayu, Maria Tri; Suhendi, Rano Hendranata; Silaen, Tujuan S
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 17, No 1 (2023): INOVISI : JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Bank di Indonesia, yang memanfaatkan teknologi e-Commerse ini adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri merupakan Bank terbesar di Indonesia dengan total asset diatas Rp 600 trilyun. Bank ini memiliki 21 ribu karyawan yang tersebar pada 1000 kantor dalam negeri dan 6 kantor dan perwakilan luar negeri Bank Mandiri serta 56 group. Saat ini Jaringan distribusi Bank Mandiri terdiri atas 3,186 ATM, 7,051 ATM in the LINK Network dan 12,663 ATM Bersama Networks, Electronic Data Capture (EDC) kurang lebih 25,254 di seluruh Indonesia. Bank Mandiri mempunyai 8.3 juta pemegang kartu ATM dan 3.2 juta pengguna SMS Banking, 783,356 pengguna internet banking dan 822,937 pengguna Call Mandiri dan lebih dari 1 juta pemegang kartu kredit Visa. Sebagai Bank terbesar di Indonesia, Bank Mandiri berambisi untuk masuk dalam jajaran Top 5 Bank di ASEAN pada tahun 2014. Selanjutnya di tahun 2020, Bank Mandiri menargetkan untuk masuk dalam jajaran Top 3 Bank di ASEAN dalam hal nilai kapitalisasi pasar dan menjadi pemain utama di regional. Untuk mewujudkan target ambisi tersebut, salah satu fungsi bisnis yang dijalankan oleh Bank Mandiri adalah memberikan solusi perbankan dalam memberikan layanan on – line atas transaksi nasabah khususnya nasabah segmen corporate dan commercial. Solusi tersebut adalah layanan Cash Management atau  Mandiri Cash Management (MCM). MCM merupakan sarana internet banking real-time online yang ditujukan untuk segmen bisnis, memberikan akses dan control terhadap transaksi financial maupun non-finansial bagi nasabah dengan aman, cepat dan mudah. Fungsi bisnis ini dijalankan dengan model E-Business. Kata kunci: Nasabah, e-business, Mandiri Cash Management (MCM), pasar, transaksi
PENENTUAN FAKTOR VITAL PENYEBAB CACAT PINHOLE PADA BELT DRIVE VARIABLE SPEED DI PT. BANDO INDONESIA khamaludin, khamaludin
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. Bando Indonesia merupakan sebuah perusahaan swasta produsen v-belt dan conveyor belt yang selalu mengedepankan kualitas dalam memenuhi kepuasan konsumen. Seiring dengan berjalannya proses produksi, produk belt drive variable speed yang dihasilkan tidak seluruhnya memenuhi spesifikasi produk yang telah ditetapkan perusahaan untuk menjamin kualitas produk pada konsumen, yaitu terjadinya cacat pada produk. Salah satu jenis cacat produknya adalah pinhole. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor vital penyebab terjadinya cacat pinhole pada produk belt drive variable speed. Penelitian ini menggunakan metode DMAIC six sigma melalui tahap define, measure, dan analyze. Adapun untuk analisa datanya menggunakan perangkat lunak minitab 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor vital yang menyebabkan terjadinya cacat pinhole meliputi metode penekanan menggunakan handroll, lama material UCR yang digunakan dari tanggal proses dan kekerasan stecher roll pada building machine.                      Kata Kunci : Cacat Produk, DMAIC, Kualitas, Minitab, Six Sigma
OPTIMALISASI RUTE DISTRIBUSI MENGGUNAKAN METODE SAVING MATRIX (STUDI KASUS : TRANSPORTASI DISTRIBUSI KORAN PADA PT. XYZ) mursid, choirunnisa awalul; sartika, viny sartika; nurrahma, ghina nurrahma; sutopo, wahyudi sutopo
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era ini, persaingan pada dunia bisnis terkhusus pada industri koran sangat meningkat karena adanya media online dalam pertukaran informasi. Perusahaan harus meningkatkan service level dalam memenuhi permintaan dan memenangkan persaingan. Proses pendistribusian produk menjadi salah satu hal penting untuk mencapai performansi perusahaan yang tinggi. Namun, tanpa adanya pola yang tepat, maka proses mengakibatkan biaya tinggi dan juga pemborosan. Untuk mencegah hal tersebut, dilakukan penentuan rute transportasi distribusi yang optimal dengan menggunakan metode saving matrix pada PT. XYZ. Diketahui pada kondisi awal PT. XYZ memiliki lima rute dengan total biaya Rp1.055.552. Setelah dilakukan  perbaikan dan diimpelemntasikan dengan metode saving matrix, didapatkan tiga rute dengan total biaya Rp352.787.
DESAIN SEPATU FUTSAL DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) Soetjianto, Denny
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Futsal merupakan salah satu olahraga yang cukup kompetitif karena memiliki tempo permainan yang cukup cepat. Karena itu pemain memiliki resiko cedera yang cukup tinggi khususnya anggota gerak bagian bawah. Salah satu tanda sepatu yang mungkin menyebabkan cedera atau ngangguan adalah sepatu tersebut kurang nyaman saat digunakan. Kenyamanan adalah hal utama yang paling diinginkan pemain. Penelitian ini bertujuan untuk membuat desain sepatu futsal yang berfokus pada kenyamanan dan keinginan pengguna. Aspek kebutuhan atau kepentingan diperoleh melalui studi literatur mendalam dan pengumpulan data melalui kuisioner yang dibagikan kepada para pemain futsal, wawancara serta observasi lansung di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode quality function deployment sebagai alat bantu dan tolak ukur pada aspek-aspek dalam desain sepatu futsal. Untuk mengembangkan dan memperkaya variasi desain digunakan tabel morphological chart. Setelah beberapa pilihan variasi desain sepatu futsal diperoleh, dilakukan pemilihan atau seleksi konsep terbaik untuk dikembangkan dengan metode concept selection. Hasil dari penelitian ini berupa gambar desain 3D modelling dengan aspek-aspek teknis seperti 1) mid collar dengan bahan  low intensity knitted fabric, 2) upper dengan bahan knit, 3) heel counter berbahan thermoplastic polyurethane (TPU), 4) Insole dengan bahan ethylene vinyl acetate (EVA), 5) Last dengan ukuran international system, 6) outsole dengan bahan karet, 7) sistem penalian, 8) vamp dengan bahan kulit kanguru dan 9) midsole dengan material expanded thermoplastic polyurethane (E-TPU)
PERANCANGAN RACK LIFTER SEBAGAI UPAYA INTERVENSI BEBAN KERJA FISIK DI FA PT RY (STUDI KASUS RAK UNTUK JENIS BAN LIGHT TRUCK) Faadiyah, Rifaa Marwah
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas penanganan material merupakan suatu aktivitas penting bagi perusahaan dalam mendukung kegiatan suatu proses. Aktivitas penanganan material yang tidak tepat dapat menimbulkan kerugian seperti risiko cidera, kecelakaan dan Penyakit Akibat Kerja (PAK). Penelitian ini dilakukan pada Proses Penyusunan Ban di Rak di FA PT RY. Proses Penyusunan Ban di Rak merupakan suatu aktivitas penyusunan ban kedalam rak di FA. Ban yang paling banyak disusun adalah jenis ban Light Truck 7,50-16 14PR SU88N dengan berat 22,26 kg. Proses Penyusunan Ban di Rak dilakukan dengan cara didorong dan diangkat. Proses tersebut dilakukan secara berulang selama 8 jam/hari, sehingga berpotensi menimbulkan risiko cidera dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi para pekerja.Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa Proses Penyusunan Ban di Rak dari segi beban kerja menggunakan metode NIOSH Lifting Equation. Berdasarkan analisa, Proses Penyusunan Ban di Rak menghasilkan nilai Lifting Index > 3 yang berarti proses tersebut dapat menyebabkan peningkatan risiko cidera pada banyak pekerja. Sehingga diperlukan pengecekan dan perbaikan sesegera mungkin pada proses tersebut.Untuk menurunkan nilai Lifting Index penulis merancang sebuah usulan alat bantu angkat bernama Rack Lifter. Usulan alat bantu tersebut, dapat menurunkan nilai Lifting Index menjadi < 1 yang berarti Proses Penyusunan Ban di Rak apabila dilakukan dengan menggunakan alat bantu maka Proses Penyusunan Ban di Rak menjadi aman dan tidak menyebabkan risiko cidera dan Penyakit Akibat Kerja (PAK) bagi para pekerja
UPAYA MENINGKATKAN PEMASARAN UJI KLINIK PRODUK KOSMETIK DAN DERMATOLOGI PT DERMA LAB ASIA - SKINPROOF MENGGUNAKAN METODE ANALISA SWOT DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) Ramadhani, Alifia
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai perusahaan layanan uji klinik dan riset konsumen yang bersaing dengan kompetitor di Indonesia, PT Derma Lab Asia - SKINPROOF menerapkan strategi pemasaran melalui analisis SWOT dan QSPM. Analisa ini bertujuan untuk memastikan kesesuaian strategi pemasaran PT Derma Lab Asia – SKINPROOF berdasarkan identifikasi isu, baik internal maupun eksternal serta identifikasi kebutuhan dan harapan pihak-pihak berkepentingan. Metode SWOT mampu menganalisa posisi perusahaan berdasarkan tingkat kekuatan (strenght), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threats) terhadap pasar dan kompetitor. Secara konseptual QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan sejauh mana faktor kesuksesan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau ditingkatkan. Daya tarik relatif untuk setiap strategi dalam seperangkat alternatif dihitung dengan menentukan dampak kumulatif dari setiap faktor kesuksesan internal dan eksternal yang penting yang menghasilkan strategi strategi yang dapat digunakan perusahaan. Analisa SWOT dan QSPM dilakukan secara berkala sebagai upaya peningkatan efektivitas dan efisiensi strategi pemasaran perusahaan. Hasil analisa SWOT dan QSPM dapat menentukan posisi perusahaan di pasar. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi strategi pemasaran perusahaan.
USULAN PERBAIKAN GUNA MENGURANGI CACAT PRODUK BADAN KOMPOR GAS MENGGUNAKAN METODE SIX SIGMA DI PT. XYZ Amperajaya, M. Derajat; Han, Dji Bui; Gumilang, Dicky; Nofierni, Nofierni
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. XYZ merupakan sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi produk metal berbahan dasar plat stainless steel, yaitu badan kompor gas 2 tungku. Dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan lain, konsumen adalah penentu dalam persaingan. Sehingga sangat wajar apabila PT. XYZ harus selalu menjaga kualitas dari produk yang dihasilkan untuk menjaga kepercayaan dan harapan pelanggan. Hasil pengamatan menggunakan diagram Pareto didapat bahwa persentase jenis cacat yang ada yaitu cacat tekuk tidak sempurna dengan persentase 44.2%, penyok dengan persentase sebesar 29.4%, dan lubang miring dengan persentase 26.4%.  Hasil Fishbone diagram menunjukkan faktor penyebab cacat tekuk tidak sempurna disebabkan oleh 4 faktor yaitu, faktor manusia, metode, mesin, dan lingkungan. Berdasarkan analisis critical to quality yang didapat setelah analisis diagram sebab akibat dan brainstorming dengan melibatkan beberapa bagian antara lain, ketua regu produksi, supervisor produksi, Quality Assurance, ketua regu maintenance, dan kepala gudang, didapat skor tertinggi CTQ dengan nilai 20 adalah kekuatan tangan tidak stabil memegang plat saat proses perpindahan tekuk sisi kiri ke sisi bagian kanan dan pemakaian material tambahan agar gap antara dies atas dan dies bawah mencapai 50mm.FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) didapat faktor kegagalan pada proses produksi badan kompor gas 2 tungku dengan nilai resiko kegagalan terbesar dalam Risk Priority Number (RPN) adalah 392 untuk cacat tekuk tidak sempurna. Dimana penyebab kegagalan disebabkan oleh pemakaian material tambahan untuk mendapatkan settingan gap 50mm
IMPLEMENTASI METODE SIX SIGMA DALAM MENGURANGI CACAT PADA PRODUKSI AIR MINUM DALAM KEMASAN CUP 240 ML DI PT. HOLLY KADOZ NIASINDO Bali, Effedinus
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 1 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari dengan tingginya produk cacat dalam produksi air minum kemasan cup 240 ml di PT Holly Kadoz Niasindo, yang merugikan perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengatasi penyebab utama cacat dalam proses produksi. Berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat empat jenis cacat utama, yaitu cacat lid cup, cup bocor, volume air kurang, dan kemasukan benda asing. Analisis Pareto mengungkapkan bahwa cacat lid cup merupakan jenis cacat paling dominan, dengan kontribusi sebesar 51,5% dari total cacat yang tercatat. Hasil Fishbone diagram menunjukan faktor penyebab cacat lid cup bocor disebabkan oleh 3 faktor yaitu, Faktor manusia, mesin dan metode. Berdasarkan analisis critical to quality dengan nilai 22 adalah heater terlalu panas serta baut pengencang cutting longgar. Hasil analisis Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa masalah suhu heater yang tidak stabil memiliki Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 392, disebabkan oleh kabel elemen heater yang kebakar/gosong. Sebagai solusi, diusulkan untuk menerapkan jadwal pemeliharaan rutin dan pemeriksaan komponen berkala, serta membuat prosedur pengaturan mesin untuk meningkatkan konsistensi suhu heater. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat mengurangi tingkat cacat produk dan meningkatkan efisiensi produksi di PT Holly Kadoz Niasindo.
PERAWATAN PREDIKTIF KERUSAKAN BANTALAN DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR GETARAN IoT Prabawa, Stephanus Rahendra
Jurnal Inovisi (Teknik Industri) Vol 18, No 2 (2024): Jurnal Inovisi Teknik Industri
Publisher : Universitas Esa Unggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia industri, biaya pemeliharaan yang tinggi menjadi salah satu perhatian utama. Sebagian besar anggaran untuk pemeliharaan dihabiskan secara tidak efektif. Banyak dari industri yang masih menggunakan strategi dimana perawatan hanya dilakukan ketika peralatan sudah mengalami kegagalan (breakdown maintenance) dan perawatan berkala (periodic maintanance) sebagai konsep strategi perawatannya. Sebelum menggunakan Sensor IoT PT. XYZ menggunakan Portable Vibration Analysis yang tidak mampu untuk memantau kondisi bantalan secara kontinyu. Menetapkan metode perawatan prediktif dengan memantau secara kontinyu (continuous monitoring) kondisi bantalan akan memaksimalkan umur pakai dan mengurangi biaya perawatan. Pada era teknologi 4.0 ini perawatan prediktif sudah dikembangkan dan difasilitasi dengan teknologi Internet of Things (IoT). Dengan melihat tampilan dasbor Sensor Schaeffler OPTIME CM sebagai pusat antarmuka pengguna (central user interface) untuk melacak (tracking) status kondisi bantalan, pemantauan aktif mesin, serta notifikasi alarm berdasarkan batas Key Performance Indicator (KPI), maka kerusakan bantalan pada tahap awal dapat diidentifikasi dengan baik. Hasil pemeriksaan keabsahan data getaran pada KPI sensor IoT menggunakan metode ISO 10816-3 menunjukkan bahwa sensor IoT berikut jaringan nirkabel berfungsi dengan baik, juga kondisi bantalan adalah sesuai mesin kondisi baru, hasil analisa biaya-manfaat menggunakan metode CBA menghasilkan rasio 101% (>100%) serta nilai skor tertimbang analisa manfaat-tak-berwujud untuk sensor IoT menggunakan metode kuesioner dengan skala Likert adalah 44 lebih bagus daripada penggunaan Portable Vibration Analysis yaitu 26, sehingga investasi sensor IoT layak untuk diterapkan.