cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 190 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 2 (2026)" : 190 Documents clear
Hubungan Kadar Kolesterol Dan Tekanan Darah Dengan Kualitas Hidup Pada Lansia Penderita Hipertensi Di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang Tadubun, Vika Apria Michelle; Roesardhyati, Ratna; Kurniawan, Ardhiles Wahyu
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.562

Abstract

Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan global yang kompleks dan sering kali disertai dengan gangguan metabolisme lipid seperti hiperkolesterolemia. Kondisi ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia secara signifikan melalui berbagai mekanisme fisik, psikologis, dan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar kolesterol dan tekanan darah dengan kualitas hidup lansia penderita hipertensi di Posyandu Anggrek Puskesmas Bululawang. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan teknik total sampling terhadap 54 responden lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran kadar kolesterol total menggunakan alat tes digital EasyTouch, pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan penilaian kualitas hidup menggunakan kuesioner WHOQOL-BREF. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 40,7% responden memiliki kadar kolesterol risiko tinggi, 48,1% mengalami hipertensi stadium 1, dan 63,0% memiliki kualitas hidup rendah. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kolesterol dengan kualitas hidup (p-value = 0,809), namun terdapat hubungan signifikan antara tekanan darah dengan kualitas hidup (p-value = 0,013). Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pengendalian tekanan darah merupakan faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia penderita hipertensi, sehingga diperlukan penguatan program deteksi dini dan penatalaksanaan hipertensi yang komprehensif di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Hubungan Picky Eater Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Pra Sekolah Di Posyandu Apel 2 Puskesmas Rampal Celaket Yusinta, Hatifa Nia; Nurmayunita, Heny; Wahyusari, Shinta
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.564

Abstract

Perilaku picky eater merupakan salah satu permasalahan makan yang sering ditemukan pada anak usia prasekolah dan dapat memengaruhi kecukupan asupan zat gizi. Perilaku ini ditandai dengan kebiasaan memilih-milih makanan, menolak jenis makanan tertentu, serta kurangnya minat untuk mencoba makanan baru, sehingga berpotensi berdampak pada status gizi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia prasekolah. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 44 anak usia prasekolah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data perilaku picky eater dikumpulkan menggunakan kuesioner Child Eating Behavior Questionnare (CEBQ), sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan indikator berat badan berdasarkann tinggi badan (BB/TB). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi anak dengan status gizi kurus lebih banyak ditemukan pada kelompok anak dengan perilaku picky eater dibandingkan dengan anak yang tidak picky eater. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia prasekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku picky eater berhubungan dengan status gizi anak usia prasekolah. Oleh karena itu, perilaku makan anak perlu mendapatkan perhatian sebagai salah satu faktor dalam pemantauan dan upaya pencegahan masalah gizi pada anak usia prasekolah.
Asuhan Keperawatan Gerontik Berbasis Keluarga Pada Lansia Dengan Osteoartritis Dengan Penerapan Intervensi Nonfarmakologis Senam Lansia, Kompres Hangat, Dan Edukasi Kesehatan Di Griya Lansia Mufarokhah, Hanim; Murtadho, Maulana Arif; Purwandani, Novia Ananda
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.566

Abstract

Osteoartritis merupakan penyakit degeneratif sendi yang sering dialami lansia dan berdampak pada nyeri serta penurunan kemampuan mobilitas, sehingga memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Pendekatan nonfarmakologis berbasis keluarga diperlukan sebagai upaya pengelolaan osteoartritis yang aman dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga pada lansia dengan osteoartritis melalui intervensi nonfarmakologis di Griya Lansia. Metode penelitian menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan subjek dua orang lansia berusia ≥60 tahun yang mengalami osteoartritis. Asuhan keperawatan dilaksanakan melalui tahapan proses keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI, dengan intervensi berupa senam lansia, kompres hangat, dan edukasi kesehatan kepada lansia serta keluarga. Hasil evaluasi menunjukkan penurunan tingkat nyeri dari kategori sedang menjadi ringan pada seluruh responden, peningkatan kemampuan mobilitas, serta peningkatan tingkat pengetahuan lansia dan keluarga setelah edukasi kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan asuhan keperawatan gerontik berbasis keluarga dengan intervensi nonfarmakologis efektif dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan mobilitas lansia dengan osteoartritis. Pendekatan ini dapat direkomendasikan sebagai alternatif intervensi keperawatan untuk mendukung kemandirian dan kualitas hidup lansia.
Efektivitas Terapi Relaksasi Nafas Dalam Dengan Genggam Jari Terhadap Penurunan Nyeri Abdomen Pada Pasien Abnormal Uterine Bleeding (AUB): Studi Kasus Di Ruang Teratai Lantai 2 RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Aninda Novra Amalia; Siti Haniyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.567

Abstract

Abnormal Uterine Bleeding (AUB) sering kali disertai dengan keluhan nyeri abdomen yang mengganggu kenyamanan pasien. Terapi bukan farmakologi seperti teknik relaksasi nafas dalam dan genggam jari adalah intervensi mandiri keperawatan yang potensial untuk menurunkan intensitas nyeri. Tujuan: Mengetahui efektivitas kombinasi terapi relaksasi nafas dalam dan genggam jari terhadap penurunan skala nyeri abdomen pada pasien AUB. Metode: Desain penelitian berupa studi kasus deskriptif pada seorang pasien AUB di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Intervensi dilakukan selama 30 menit dengan mengombinasikan teknik nafas dalam dan genggam jari. Pengukuran nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, pasien melaporkan nyeri pada skala 6 (nyeri sedang). Setelah dilakukan terapi selama 10 menit perhari selama 3 hari, skala nyeri menurun menjadi skala 3 (nyeri ringan). Kesimpulan: Terapi relaksasi nafas dalam dan genggam jari efektif digunakan untuk menurunkan intensitas nyeri abdomen pada pasien dengan AUB.
Meconium Aspiration Syndrome (MAS) Sebagai Faktor Resiko Respiratory Distress Syndrome (RDS) Pada Neonatus Di Ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Wahyuli Tunaya , Rany; Koesrini , Juliati; Laksono, Bayu Budi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.568

Abstract

Sindrom aspirasi mekonium (Meconium Aspiration Syndrome/MAS) merupakan salah satu penyebab gangguan pernapasan neonatal yang berpotensi berkembang menjadi Respiratory Distress Syndrome (RDS) dan membutuhkan perawatan intensif di Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Meskipun secara patofisiologis aspirasi mekonium diduga berperan dalam terjadinya RDS, bukti empiris mengenai hubungan keduanya masih bervariasi, khususnya pada populasi neonatal di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi kejadian MAS dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh dari rekam medis menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar bayi tidak mengalami aspirasi mekonium (90,8%) dan tidak mengalami RDS (59,2%). Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian aspirasi mekonium dengan kejadian RDS (p = 0,083), dengan kekuatan korelasi lemah (r = 0,195). Tidak terdapat korelasi yang signifikan antara kejadian MAS dan RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini mengindikasikan bahwa RDS pada neonatus merupakan kondisi multifaktorial dan tidak semata-mata dipengaruhi oleh aspirasi mekonium.
Apgar Score Dan Respiratory Distress Syndrome (RDS): Relevansi Klinis Dalam Praktik Di Neonatus Intensive Care Unit (NICU) Popa, Nur Akmi; Kurniawan, Ardhiles Wahyu; Laksono, Bayu Budi Laksono
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.569

Abstract

Skor APGAR merupakan indikator klinis awal untuk menilai adaptasi neonatus segera setelah lahir dan sering dikaitkan dengan luaran pernapasan. Respiratory Distress Syndrome (RDS) masih menjadi penyebab utama morbiditas neonatal, khususnya pada bayi yang dirawat di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU). Namun, bukti mengenai hubungan antara skor APGAR dan kejadian RDS masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara skor APGAR dan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Penelitian ini menggunakan desain survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian melibatkan seluruh bayi yang dirawat di ruang NICU RS Ir. Soekarno Kepulauan Morotai pada periode Oktober–November 2025, dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden yang diperoleh melalui teknik total sampling. Data sekunder dikumpulkan menggunakan case report form yang disusun oleh peneliti. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Contingency Coefficient. Sebagian besar bayi memiliki skor APGAR abnormal (<7) dan tidak mengalami RDS. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara skor APGAR dan kejadian RDS (p = 0,293), dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r = 0,120).  Skor APGAR tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian RDS pada bayi yang dirawat di ruang NICU. Temuan ini menunjukkan bahwa skor APGAR bukan merupakan prediktor independen RDS, sehingga penilaian risiko RDS perlu mempertimbangkan faktor klinis lain secara komprehensif.
Hubungan Peran Orang Tua Dengan Sikap Dan Prilaku Kesehatan Reproduksi Remaja MTS Darul Huda Ananda, Ayu; Wahyusari, Shinta; Fani, Rif’atul; Roesardhyati, Ratna
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.571

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi yang menyangkut masalah kesehatan organ reproduksi, kesiapan yang dimulai sejak usia remaja. Kesehatan reproduksi remaja meliputi fungsi, proses, dan sistem reproduksi remaja. Berdasarkan hasil survei awal yang telah dilakukan peneliti dengan wawancara pada siswa remaja Mts Darul Huda setelah bertemu dan berinteraksi dengan responden. Dalam 10 murid yang diwawancarai, ditemukan bahwa orang 5 siswi mengatakan tidak mendapat informasi mengenai kebersihan organ genetalia dari orang tua mereka dan 3 orang siswi mengatakan mereka merasa malu dan merupakan hal yang porno untuk diungkapkan, selain itu 2 orang siswi mengatakan hanya mendapat pengetahuan tentang menggunakan pembalut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan sikap dan perilaku kesehatan reproduksi pada remaja Mts Darul Huda. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Lokasi penelitian ini dilakukan di MTS Darul Huda Jl. KH Ahmad Dahlan, Sumber Wuni, Codo, Kec. Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2025. Populasi penelitian adalah seluruh siswi Mts Darul Huda pada tingkat kelas VII, VIII, dan IX yang berusia antara 12–15 tahun dengan jumlah populasi 53. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling.  Hasil penelitian ini berupa peran orang tua (khususnya dalam aspek komunikasi) pada remaja MTs Darul Huda mayoritas berada pada kategori rendah atau bermasalah, yaitu sebesar 62,3% hingga 64,2%, Mayoritas remaja memiliki sikap kesehatan reproduksi dalam kategori kurang (69,8%), perilaku kesehatan reproduksi remaja menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, di mana 73,6% responden memiliki perilaku berisiko. Kondisi ini mencakup aspek higiene reproduksi yang rendah serta kurangnya pengendalian diri dalam interaksi sosial.  Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan sikap kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,015). Kekuatan hubungan bersifat negatif (r = -0,331) dan terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan perilaku kesehatan reproduksi remaja (p-value = 0,002).  
Hubungan Perilaku Konsumsi Alkohol Dengan Obesitas Sentral Pada Pria Dewasa Muda Di Wilayah Perkotaan Arkana, Giggsy Almero Daffa; Mashitah, Musthika Wida; Patria, Dion Kunto Adi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.576

Abstract

Obesitas sentral merupakan faktor risiko utama penyakit kardiometabolik dan semakin sering ditemukan pada usia produktif. Salah satu faktor perilaku yang diduga berkontribusi adalah konsumsi alkohol. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara perilaku konsumsi alkohol dan akumulasi lemak abdomen pada pria dewasa muda di komunitas perkotaan. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang dan melibatkan 123 responden pria. Data karakteristik responden, pola konsumsi alkohol, serta lingkar perut dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pengukuran langsung. Obesitas sentral ditentukan berdasarkan lingkar perut >90 cm. Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil menunjukkan bahwa 74,0% responden mengonsumsi alkohol dalam berbagai tingkat frekuensi, dengan 43,9% occasional drinker, 28,5% reguler drinker, dan 1,6% heavy drinker. Sebanyak 25,2% responden mengalami obesitas sentral. Proporsi obesitas sentral meningkat seiring dengan intensitas konsumsi alkohol, yaitu 0% pada non-drinker, 20,4% pada occasional drinker, 51,4% pada reguler drinker, dan 100% pada heavy drinker. Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi alkohol dan obesitas sentral (p < 0,001). Konsumsi alkohol berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko obesitas sentral pada pria dewasa muda, menunjukkan pola hubungan menyerupai dosis–respon. Temuan ini menegaskan pentingnya pengendalian konsumsi alkohol dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Hubungan Dukungan Suami Terhadap Tingkat Kecemasan Ibu Bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea Di RS Kota Gorontalo Thaib, Wiwied Widyasmara; Katili, Dwi Nur Octaviani; Nurdin, Surya Indah; Mulyaningsih, Sri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.577

Abstract

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan yang dilakukan karena alasan medis atau non- medis. Operasi ini melibatkan pengangkatan bayi dengan membuat sayatan melalui jaringan ikat. Sayatan ini meninggalkan reseptor rasa sakit pada luka bedah, dan rasa sakitnya meningkat setelah anestesi habis. Berdasarkan data persalinan yang ditolong oleh bidan di Provinsi Gorontalo meningkat dari 41,56% pada 2023 menjadi 47,07% pada 2024, sedangkan di Kota Gorontalo persalinan oleh dokter kandungan naik dari 65,96% pada 2023 menjadi 82,31% pada 2024, menunjukkan pergeseran ke arah layanan medis modern. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan Dukungan Suami terhadap tingkat kecemasan ibu bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea di Kota Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini diambil dari data tanggal 15-30 Desember 2025 berjumlah 62 orang di Kota Gorontalo. Hasil penelitian diperoleh seluruh responden (62 orang atau 100%) memiliki tingkat dukungan suami tinggi dan tingkat kecemasan dalam kategori normal. Tidak ditemukan responden dengan dukungan suami kategori sedang atau rendah, maupun kecemasan ringan hingga berat. sehingga dapat ditarik kesimpulan dukungan Suami memiliki hubungan dengan tingkat kecemasan pada ibu bersalin Primigravida Pra Sectio Caesarea di Kota Gorontalo.
Efektifitas Pemberian Kombinasi Sari Kacang Hijau Dan Kurma (SARKUMA) Terhadap Kadar Hemoglobin (HB) Ibu Hamil Rahimah, Hayatul; Nisa’, Zidni Karimatun
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.578

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil cenderung meningkat. Dari tahun 2013 hingga 2018, kejadian anemia meningkat lebih dari 40%. Anemia tidak hanya mempengaruhi ibu tetapi juga janin dalam kandungan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menyediakan Tablet Suplemen Zat Besi (TTD), namun hal ini masih menghadapi kendala, diantaranya sebagian ibu hamil enggan mengonsumsi TTD sesuai kebutuhan karena efek samping yang dirasakan. Pemenuhan kebutuhan zat besi dapat dilakukan melalui konsumsi bahan pangan yang kaya akan zat gizi yang berperan dalam proses pembentukan hemoglobin. Salah satu sumber pangan yang mengandung zat besi serta mineral pendukung lainnya adalah kacang hijau dan kurma. Sejumlah penelitian sebelumnya melaporkan bahwa konsumsi kacang hijau dan kurma memiliki potensi dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menelaah pemberian kombinasi kacang hijau dan kurma yang diformulasikan dalam bentuk minuman terhadap kadar hemoglobin ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian minuman kombinasi sari kacang hijau dan kurma (SARKUMA) dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode pra-eksperimental dengan one group pretes-posttes. Pupulasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di desa Banyuputih. Pengambilan sampel menggunakan puorposive random sampling dengan jumlah 30 responden. Sarkuma diberikan 1x perhari selama 7 hari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil uji statistik parametrik Paired t-test, nilai P adalah 0,07 > 0,05, yang berarti tidak ada perbebdaan yang signifikan terhadap kadar Hb ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian sarkuma. Namun, terdapat perubahan sebesar 0,32 gr/dl setelah intervensi. pengaruh intervensi tersebut belum memberikan dampak yang cukup kuat untuk menimbulkan perubahan kadar hemoglobin yang bermakna. Hal ini disebabkan keterbatasan dari durasi pemberian yang terlalu singkat. Kesimpulan: Sarkuma berpotensi memberikan manfaat dalam memenuhi kebutuhan zat gizi ibu hamil, namun belum memberikan bukti yang efektif bila digunakan sebagai intervensi tunggal.

Page 6 of 19 | Total Record : 190