cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 591 Documents
Hubungan Frekuensi Penggunaan Media Sosial Dengan Pengetahuan Dan Sikap Mengenai Gangguan Kesehatan Reproduksi: Infeksi Menular Seksual Steffani Fransisca; Pramesti Dewi; Adiratna Sekar Siwi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.153

Abstract

Media sosial memiliki peran krusial dalam penyebaran informasi seputar Infeksi Menular Seksual (IMS), yang pada gilirannya memengaruhi pengetahuan dan sikap remaja. Penelitian ini berupaya menguji hubungan antara seberapa sering remaja menggunakan media sosial dengan pemahaman dan pandangan mereka tentang IMS. Studi ini menggunakan metode korelasional dengan desain cross-sectional. Teknik sampel menggunakan total sampling sebanyak136 siswa/i kelas X dan XI SMK Swagaya 2 Purwokerto. Uji Analisa menggunaka Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden (64%) tergolong pengguna media sosial aktif dengan 51,5% memiliki pengetahuan yang memadai dan 89% menunjukkan sikap yang cukup terkait media sosial. Analisis lebih lanjut mengungkap adanya korelasi positif antara intensitas penggunaan media sosial dengan tingkat pengetahuan (p=0.002, koefisien kontingensi (CC) 0.261) serta sikap (p=0.004, CC 0.246) responden. Kesimpulan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara seberapa sering remaja di SMK Swagaya 2 Purwokerto menggunakan media sosial dengan tingkat pengetahuan dan sikap mereka mengenai infeksi menular seksual.
Konstruksi Model Intervensi Stunting Berbasis Riset Ilmiah: Tinjauan Literarur Dedeng Nurkholik Sidik Permana; Arlin Adam
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.154

Abstract

Stunting adalah masalah kesehatan masyarakat global yang memerlukan pendekatan multidimensi. Artikel ini memperkenalkan model multifaktorial dalam penanganan stunting dengan mengintegrasikan intervensi kader kesehatan untuk mendukung ketahanan pangan keluarga dengan pola makan dan sanitasi. Artikel ini menggunakan pendekatan program riset ilmiah dengan mengembangkan model untuk menggabungkan teori-teori sebelumnya sehingga menghasilkan kerangka baru yang lebih komprehensif. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dari jurnal-jurnal akademik sebanyak 20 jurnal dari pubmed, science direct dan proquest, dalam 10 tahun terakhir untuk merumuskan pendekatan multifaktorial yang mencakup intervensi kader, ketahanan pangan, pola makan, dan sanitasi. Hasil menunjukkan bahwa keterlibatan kader kesehatan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga, kualitas pola makan, dan akses sanitasi, yang secara signifikan menurunkan prevalensi stunting
Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Penanganan Dismenore Pada Siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Yogyakarta Siti Arapa Samual; Belian Anugrah Etstri
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.155

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri yang terjadi saat haid, biasanya dengan rasa kram dan terpusat pada abdomen bagian bawah yang menjalar kepunggung bawah sampai kepaha. Penyebab nyeri dismenore adanya peningkatan dari prostaglandin ditandai bermacam-macam yaitu bisa karena penyakit radang panggul, endometriosis, tumor atau kelainan uterus selaput darah atau vagina tidak berlubang, stress atau cemas yang berlebihan. Penyebab lain nyeri dismenore karena terjadinya perubahan hormon yang tidak seimbang dan tidak ada hubungan dengan organ reproduksi. Dampak kejadian dismenore pada remaja putri yakni keterbatasan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, menimbulkan ketidakhadiran di sekolah, menimbulkan penarikan sosial, penurunan prestasi akademik, dan peningkatan biaya medis karena perawatan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore pada siswi Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menggambarkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore. Instrumen penelitian berupa kuesioner penanganan dismenore yang diadopsi dari penelitian sebelumnya dan telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Hasil: Hasil penelitian di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sleman Sebagian besar responden berusia 17 tahun (67,3%) dengan usia menarche terbanyak pada 11 tahun (40,0%). Sumber informasi mengenai dismenore sebagian besar berasal dari orang tua (43,6%). Tingkat pengetahuan mengenai penanganan dismenore berada pada kategori baik (21,8%), cukup (61,8%), dan kurang (16,4%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 55 responden, sebanyak 12 siswi (21,8%) memiliki pengetahuan kategori baik, 34 siswi (61,8%) kategori cukup, dan 9 orang (16,4%) kategori kurang. Kesimpulan: Mayoritas siswi memiliki pengetahuan pada kategori cukup mengenai penanganan dismenore. Pengetahuan lebih banyak terkait metode non-farmakologis, sedangkan pemahaman tentang penanganan farmakologi atau penggunaan obat yang tepat dan tanda bahaya nyeri haid masih terbatas. Hal ini menunjukkan perlunya edukasi kesehatan reproduksi yang lebih komprehensif agar remaja putri mampu melakukan penanganan dengan benar serta mengetahui kapan harus mencari pertolongan medis.
Analisis Kepuasan Kerja Karyawan Klinik Aminah Amin Rianta 1 Kota Samarinda Fajrian Nur; Achmad Lukman Hakim; Siti Aminah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.156

Abstract

Kepuasan kerja merupakan salah satu faktor kunci yang menentukan kinerja dan produktivitas karyawan dalam suatu organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan kerja, beban kerja, gaya kepemimpinan, kompensasi kerja, dan Organizational Citizenship Behavior (OCB) terhadap kepuasan kerja karyawan di Klinik Aminah Amin Rianta 1, Kota Samarinda, Kalimantan Timur pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh karyawan klinik sebanyak 31 orang yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert yang mengukur enam variabel utama. Analisis data dilakukan melalui uji univariat, bivariat (korelasi Pearson), dan multivariat (regresi linier berganda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, kelima variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja (p < 0,05) dengan koefisien determinasi sebesar 96,1%. Secara parsial, seluruh variabel independen juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan faktor-faktor organisasi seperti lingkungan kerja yang kondusif, sistem kompensasi yang adil, gaya kepemimpinan yang suportif, serta dorongan terhadap perilaku OCB dalam meningkatkan kepuasan kerja, kinerja, dan retensi karyawan
Anemia Pada Ibu Hamil : Tinjauan Holistik Keterkaitan Antara Status Gizi, Karakteristik Ibu, Pola Hidup, dan Kondisi Sosioekonomi Nur Annisa Ahla; Ellyda Rizki Wijhati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.157

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatan global serius yang berdampak signifikan pada kesehatan ibu dan janin. Prevalensinya tinggi, mencapai 40% secara global (WHO) dan 48,9% di Indonesia. Wilayah DIY, Kabupaten Sleman menunjukkan peningkatan kasus anemia. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan anemia dengan status gizi, karakteristik ibu, pola hidup, dan sosioekonomi di Puskesmas Sleman. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional, data dikumpulkan dari 106 ibu hamil di Puskesmas Sleman melalui dokumentasi buku KIA dan kuesioner. Sampel dipilih dengan teknik simple random sampling menggunakan metode registrasi ganjil dari total 986 populasi. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner PSQI, kuesioner pengetahuan tentang anemia, dan kuesioner food frekuensi. Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian di Puskesmas Sleman Yogyakarta, ditemukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia pada ibu hamil dengan beberapa variabel, yaitu status gizi (p = 0,000), pola makan (p = 0,000), usia ibu (p = 0,000), paritas (p = 0,046), tingkat pendidikan (p = 0,000), pengetahuan ibu (p = 0,000), pola tidur (p = 0,002), dan status ekonomi (p = 0,000). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan signifikan antara kejadian anemia dengan jarak kehamilan (p = 0,607) dan riwayat penyakit infeksi (p = 0,076). Kesimpulan anemia pada ibu hamil sangat dipengaruhi oleh status gizi, pola makan, usia, paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, pola tidur, dan status ekonomi. Jarak kehamilan dan riwayat infeksi tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia. Saran untuk meningkatkan edukasi tentang kualitas tidur, pengetahuan tentang anemia, serta pentingnya edukasi pra nikah dan melanjutkan program PMT untuk mencegah anemia pada ibu hamil.
Pengembangan Model Intervensi Bidan untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Remaja dalam Mengadvokasi Hak Kesehatan Reproduksi Fitriani Fitriani; Yulinda Laska; Ridni Husnah; Nuraini Amalia Zakiah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.158

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu penting yang masih menghadapi berbagai tantangan, tingginya angka kehamilan remaja, infeksi menular seksual, dan rendahnya literasi reproduksi. Remaja kerap menghadapi keterbatasan akses informasi, dan kurangnya keterampilan dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Bidan sebagai tenaga kesehatan primer memiliki potensi besar dalam memberikan edukasi, namun peran tersebut belum optimal secara terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model intervensi bidan yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam mengadvokasi hak kesehatan reproduksi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 43 siswa yang diambil secara total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner terstruktur yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik biner untuk melihat hubungan antara partisipasi dalam program intervensi bidan dengan pengetahuan, sikap, dan tindakan remaja terhadap kesehatan reproduksi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa partisipasi dalam intervensi bidan secara signifikan berhubungan dengan pengetahuan baik (88,9%), sikap positif (88,9%), dan tindakan yang baik (92,6%) terhadap kesehatan reproduksi. Uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 pada seluruh indikator dengan rasio prevalensi tinggi (RP = 90,0 untuk pengetahuan, RP = 22,0 untuk sikap, dan RP = 60,0 untuk tindakan). Analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak mengikuti program meningkatkan risiko pengetahuan rendah (RP = 25,0) dan praktik buruk (RP = 15,5). Kesimpulan: Model intervensi bidan terbukti efektif dalam meningkatkan literasi dan keterampilan advokasi remaja terkait hak kesehatan reproduksi. Peran aktif bidan dalam edukasi berbasis sekolah dapat menjadi strategi penting dalam upaya promotif dan preventif kesehatan remaja secara berkelanjutan.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia Dalam Konteks Budaya Siti Fatimah; Yudita Ingga Hindiarti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.159

Abstract

Anemia pada kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan ibu yang umum terjadi, terutama di daerah pedesaan seperti Desa Handapherang, Kabupaten Ciamis. Pengetahuan ibu hamil mengenai anemia sangat dipengaruhi oleh faktor budaya yang membentuk pola makan, kebiasaan sehari-hari, serta sikap terhadap pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia dalam konteks budaya lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan melibatkan 50 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 58% ibu hamil memiliki pengetahuan cukup tentang anemia dalam konteks budaya, 24% memiliki pengetahuan baik, dan 18% memiliki pengetahuan kurang. Hasil ini menunjukkan bahwa budaya lokal turut memengaruhi tingkat pemahaman ibu hamil tentang anemia. Oleh karena itu, diperlukan strategi edukasi yang berorientasi pada budaya agar informasi kesehatan dapat diterima dengan lebih efektif oleh masyarakat.
Pengaruh Video Animasi Terhadap Pengetahuan Remaja Tentang Pencegahan Perkawinan Anak Siti Naili Ilmiyani; Nurannisa Fitria Aprianti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v7i2.160

Abstract

Latar belakang : Perkawinan anak tidak hanya merupakan pelanggaran terhadap anak perempuan, tetapi juga dapat menghambat pendidikan dan mengurangi kekerasan berbasis gender. Beberapa faktor penyebab perkawinan anak adalah: tekanan ekonomi, tingkat pendidikan, kesulitan mencari pekerjaan, sikap orang tua, pekerjaan, pendapatan, gaya pengasuhan, keyakinan dan peran teman sebaya sangat mempengaruhi perkawinan anak dini. Di Indonesia, faktor lain seperti: agama, sikap, budaya, sosial dan media, semuanya dapat berkontribusi terhadap perkawinan anak sebelum dewasa adalah: Kesehatan, Psikologis dan Ekonomi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh video animasi terhadap pengetahuan remaja tentang pencegahan perkawinan anak. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra-eksperimental dengan desain One Group Pretest-Posttest. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Sampling, dengan total ukuran sampel 35 orang, dan analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan video animasi, yang terlihat dari nilai p tes Wilcoxon – 0,000 < tingkat pengetahuan 0,05. Kesimpulan : Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat dan motivasi untuk meningkatkan pengetahuan dalam mencegah perkawinan anak.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) Pada Mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa Kensa Dwimelita Putriwardian; Danang Tri Yudono; Amin Susanto
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.161

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan LEMON (Look Externally, Evaluate, Mallampati, Obstruction Or Obesity, Neck Mobility) merupakan metode evaluasi pre-anestesi yang bertujuan untuk memprediksi kesulitan intubasi pada pasien yang akan menjalani anestesi umum. Pengetahuan tentang pemeriksaan ini penting bagi mahasiswa Keperawatan Anestesiologi agar dapat melakukan penilaian jalan napas secara tepat dan mengurangi risiko komplikasi anestesi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa mengenai pemeriksaan LEMON. Metodologi: Populasi sebanyak 241 mahasiswa Keperawatan Anestesiologi Universitas Harapan Bangsa dengan metode cluster sampling diperoleh jumlah sampel sebanyak 150 mahasiswa. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner multiple choice kemudian dianalisis secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebesar 72 responden (48,0%), kategori cukup pada 42 responden (28,0%), dan kategori kurang pada 36 responden (24,0%). Pada kategori usia sebagian besar mahasiswa berusia 20-22 tahun sebanyak 137 responden (91,3%) dan berdasarkan jenis kelamin sebagian besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 103 responden (68,7%) dan jenis kelamin laki-laki sebanyak 47 responden (31,3%).
Pengaruh Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Pada Remaja Putri Ridni Husnah; Syamsuriyati; Fitriani; Angellisa Lammabue Panjaitan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.162

Abstract

Anemia merupakan keadaan tubuh dengan jumlah sel darah merah yang sedikit sehingga mempengaruhi kadar hemoglobin dan berada di bawah batas normal. Remaja menjadi salah satu kelompok rentan mengalami anemia karena remaja sedang berada dalam fase di mana pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung dengan cepat, sehingga kebutuhan tubuh akan zat besi pun mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk mengurangi anemia dengan memberikan pengertian pada remaja mengenai pentingnya meminum tablet Fe ketika mengalami menstruasi dan menganjurkan remaja rutin mengkonsumsi madu. Madu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hemoglobin dan tidak memiliki efek samping dalam mengonsumsinya. Madu memiliki kandungan besi 1 gram dalam setiap 100 gram. Metode Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan menggunakan Desain Penelitian Pre and Post-Test With Countrol Group. Sampel yang digunakan adalah Remaja Putri yang Anemia sebanyak 30 dipilih secara perposive sumpling. Peneiltian dilaksanakan di Universitas Awal Bros dengan hasil penelitian dan analisis data yang telah dilakukan tentang Perbandingan Pemberian Madu dan Tablet Fe Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin (Hb) Pada Remaja Putri didapatkan kesimpulan : Terdapat perbedaan kadar Hemoglobin sebelum dan setelah pemberian Madu dan Tablet Fe pada kelompok intervensi yang meningkat secara signifikan. Tujuan untuk mencegah anemia pada remaja putri dengan pemberian Madu dan Tablet Fe