cover
Contact Name
Fahrullah
Contact Email
bnjakys@gmail.com
Phone
+6285250916350
Journal Mail Official
bnjakys@gmail.com
Editorial Address
https://bnj.akys.ac.id/BNJ/about/editorialTeam
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Borneo Nursing Journal
ISSN : 26855054     EISSN : 26548453     DOI : https://doi.org/10.61878/bnj.
Core Subject : Health, Science,
Borneo Nursing Journal (BNJ) adalah jurnal yang diterbitkan dua kali dalam satu tahun oleh Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda bekerjasama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yarsi Pontianak. Adapun ruang lingkup/topik dalam BNJ adalah bidang Keperawatan. Dalam setiap edisinya, BNJ menerbitkan minimal 5 naskah hasil penelitian dan satu artikel editorial notes. Penulis yang dapat mengirimkan artikel ke BNJ tidak dibatasi hanya pada tenaga pengajar Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda saja, tetapi penulis yang berasal dari perguruan tinggi lain pun dapat mengirimkan manuskrip. Setiap manuskrip yang masuk akan di-review oleh reviewer yang memiliki berbagai macam latar belakang keilmuan yang relevan dengan topik manuskrip.
Articles 1,062 Documents
Gambaran Karakteristik Pasien Dengan Kejadian Postoperative Nausea Vomiting Pada Pasien Pasca Anestesi Spinal: Systematic Literature Review Pebi Aradea; Dwi Novitasari; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.711

Abstract

Kejadian PONV dipengaruhi oleh berbagai faktor meliputi faktor pasien, faktor anestesi dan faktor pembedahan. Beberapa karakteristik pasien yang diketahui berhubungan dengan peningkatan risiko PONV antara lain jenis kelamin perempuan, usia muda, riwayat mabuk perjalanan, riwayat PONV, status bukan perokok, penggunaan opioid pasca operasi, indeks massa tubuh, serta kondisi klinis tertentu. Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran karakteristik pasien dengan kejadian PONV pada pasien pasca anestesi spinal melalui pendekatan systematic literature review (SLR). Metode yang dipergunakan mengacu pada kerangka PICO dan protokol PRISMA dengan sumber data dari Pubmed, Scopus, Crossref, Open Alex dalam rentang tahun 2015–2025. Sebanyak 772 artikel diidentifikasi dan setelah proses seleksi, 8 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI). Hasil mengungkapkan karakteristik yang paling berpengaruh terhadap kejadian PONV yaitu jenis kelamin perempuan, usia muda, status bukan perokok, riwayat PONV atau mabuk perjalanan sebelumnya. Kesimpulannya, secara kesuluruhan menunjukkan bahwa kejadian PONV pada pasien pasca anestesi spinal bersifat multifaktorial sehingga diperlukan pendekatan komprehensif dalam pencegahan dan penatalaksanaannya.
Analisa Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta Pada Ibu Bersalin Di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ratna Sari; Nur Lathifah; Istiqamah Istiqamah; Zulliati Zulliati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.714

Abstract

Latar Belakang : IUD (Intrauterine Device) pasca plasenta adalah alat kontrasepsi dalam rahim yang dipasang setelah persalinan dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir. IUD pasca plasenta memiliki kelebihan, lebih mudah saat memasang dan mengurangi nyeri saat pemasangan. Namun, memiliki resiko eskpulsi (2%-3,5%) sehingga mengakibatkan nyeri perut ataupun vagina dan kehamilan tidak diinginkan. RSUD dr. H. Moch Ansari Saleh melayani pemasangan IUD pasca plasenta pada tahun 2024 sebanyak 93 akseptor Namun belum ada data berapa kejadian ekspulsi. Tujuan : “Menganalisis Kejadian Ekspulsi IUD Pasca Plasenta pada Ibu Bersalin di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin ”. Metode : Penelitian ini menggunakan survey analitik , dengan pendekatan Cross Sectional. Sample pada penelitian ini adalah Ibu bersalin yang menggunakan IUD Pasca Plasenta, pengambilan sampel dilakukan dengan teknik kuota sampling berjumlah 31 orang, Instrumen penelitian berupa Ceklist. Data dianalisa dengan teknik univariat dan bivariat dengan uji Fisher Exact Test karena syarat untuk uji chi square tidak terpenuhi. Hasil : Menunjukkan sebagian besar responden Usia 20-35 tahun 80.6%, Paritas Multipara 54.8%, Jenis persalinan sectio caesarea 77.4%, dan kejadian ekspulsi IUD 3.2%. Hasil uji Bivariat Usia terhadap kejadian ekspulsi IUD di dapat p value 0,194, Paritas terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,419. dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD p value 0,774. Simpulan : Tidak terdapat hubungan antara Usia, Paritas, dan Jenis Persalinan terhadap kejadian ekspulsi IUD pasca plasenta di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin.
Perbandingan Efektivitas Konsumsi Daun Kelor Dan Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Nifas Di TPMB Masturoh Tajinan Wulan Rindiani Husain; Rifzul Maulina; Retno Dewi Prisusanti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.730

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi, namun cakupan pemberian ASI eksklusif masih rendah. Data menunjukkan hanya 44% bayi di dunia yang mendapatkan ASI eksklusif, sedangkan di Indonesia sebesar 52,5%, di Jawa Timur 65,2%, dan di Kabupaten Malang masih terdapat 37,2% ibu yang belum memberikan ASI eksklusif . Selain itu, hasil studi menunjukkan sebagian besar ibu nifas mengalami produksi ASI kurang, yaitu 60,0% pada kelompok daun kelor dan 66,7% pada kelompok daun katuk . Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi untuk meningkatkan produksi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas konsumsi daun kelor dan daun katuk terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan two group pretest–posttest. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing 15 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Intervensi diberikan selama 14 hari. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan produksi ASI sebelum dan sesudah intervensi pada kedua kelompok, dengan nilai p-value 0,001 pada daun kelor dan 0,004 pada daun katuk (p<0,05) . Peningkatan rata-rata produksi ASI pada kelompok daun kelor sebesar 1,00, lebih tinggi dibandingkan kelompok daun katuk sebesar 0,67. Konsumsi daun kelor dan daun katuk sama-sama efektif dalam meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas, namun daun kelor terbukti lebih efektif. Diharapkan ibu nifas dapat memanfaatkan daun kelor maupun daun katuk sebagai alternatif alami untuk meningkatkan produksi ASI serta tetap menjaga pola makan seimbang dan frekuensi menyusui yang optimal.
Person-Centered Care Sebagai Strategi Transformasi Mutu Pelayanan Rumah Sakit: Systematic Review Dan Implikasi Bagi RS Bhayangkara Denpasar Agus Gede Made Artha; Benny Hosiana Tumbelaka
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.731

Abstract

Latar Belakang: Perubahan paradigma pelayanan kesehatan menuntut rumah sakit tidak hanya berfokus pada keberhasilan klinis, tetapi juga pada pengalaman pasien, keselamatan, serta keberlanjutan mutu layanan. Dalam konteks tersebut, Person-Centered Care (PCC) berkembang sebagai pendekatan yang menempatkan pasien beserta nilai, preferensi, dan kebutuhannya sebagai pusat proses pelayanan. Berbagai sistem kesehatan telah mengadopsi PCC sebagai strategi peningkatan mutu, namun implementasinya masih menghadapi tantangan, terutama pada organisasi rumah sakit yang bercorak hierarkis dan birokratis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menelaah bukti ilmiah mengenai pengaruh implementasi PCC terhadap mutu pelayanan rumah sakit, mengidentifikasi faktor pendukung dan hambatan penerapan, serta merumuskan implikasi strategis bagi RS Bhayangkara Denpasar. Metode: Kajian ini menggunakan metode systematic review dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dan ProQuest terhadap artikel terbit tahun 2020–2025. Kata kunci yang digunakan meliputi Person-Centered Care, Patient-Centered Care, hospital quality improvement, patient experience, dan healthcare leadership. Setelah melalui proses seleksi, penilaian kualitas, dan telaah teks lengkap, sebanyak 15 artikel dimasukkan ke dalam sintesis akhir. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik. Hasil: Mayoritas studi menunjukkan bahwa implementasi PCC berhubungan positif dengan peningkatan mutu rumah sakit. Dampak yang paling konsisten meliputi meningkatnya kepuasan pasien, membaiknya komunikasi tenaga kesehatan-pasien, meningkatnya keterlibatan pasien dalam pengambilan keputusan klinis, serta menguatnya budaya keselamatan pasien. Sejumlah studi juga melaporkan perbaikan kepatuhan terapi, efisiensi pelayanan, dan loyalitas pasien. Faktor pendukung utama mencakup komitmen pimpinan, pelatihan komunikasi, budaya kerja kolaboratif, sistem informasi yang responsif, serta evaluasi berbasis pengalaman pasien. Adapun hambatan implementasi meliputi resistensi organisasi, keterbatasan SDM, beban kerja tinggi, dan pemahaman PCC yang belum merata. Kesimpulan: PCC merupakan strategi transformasi mutu yang relevan bagi rumah sakit modern karena mengintegrasikan aspek klinis, manajerial, dan pengalaman pasien secara bersamaan. Pada RS Bhayangkara Denpasar, penerapan PCC berpotensi memperkuat citra institusi, meningkatkan kepercayaan masyarakat, dan mendorong pelayanan yang profesional sekaligus humanis. Keberhasilan implementasi memerlukan kepemimpinan yang adaptif, perubahan budaya organisasi, serta integrasi PCC ke dalam sistem mutu rumah sakit.
Pengaruh Pemberian Aroma Terapi Lavender Dan KIE Terhadap Tingkat Kecemasan Calon Akseptor Kontrasepsi Implant Di TPMB Bd. MS Kabupaten Malang Anastasha Centaury Gracilla; Widia Shofa Ilmiah; Raden Maria Veronika Widiatrilupi
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.732

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian aromaterapi lavender dan KIE terhadap tingkat kecemasan calon akseptor kontrasepsi implant di TPMB Bd. Mia Saputri I., S.Tr.Keb, M.M Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan control group pre-test post-test. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol menggunakan teknik accidental sampling. Pengukuran tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS), sebuah instrumen standar yang menilai gejala fisik dan psikologis kecemasan melalui 14 item, sehingga memungkinkan penilaian tingkat kecemasan secara objektif sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kecemasan kelompok intervensi menurun dari 21,88 menjadi 15,06, sedangkan pada kelompok kontrol hanya menurun dari 21,88 menjadi 21,31. Uji statistik menunjukkan adanya pengaruh signifikan pemberian aromaterapi lavender dan KIE terhadap penurunan tingkat kecemasan (p < 0,05). Disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas jumlah sampel, memperpanjang waktu intervensi, serta menggunakan metode pengukuran kecemasan tambahan, seperti pengukuran fisiologis, guna meminimalkan keterbatasan penelitian.
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Hipotermia Pada Pasien Bedah Laparascopy Dengan General Anestesi: Systematic Literature Review Syafa Awalia Khoirun Nisa; Magenda Bisma Yudha; Made Suandika
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.740

Abstract

Hipotermia intraoperatif merupakan komplikasi yang sering terjadi pada pasien yang menjalani pembedahan laparoskopi dengan general anestesi dan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan fisiologis seperti koagulopati, infeksi luka operasi, serta memperlambat proses pemulihan pasien. Berbagai faktor diketahui berkontribusi terhadap kejadian hipotermia, baik yang berasal dari karakteristik pasien, lingkungan, prosedur, maupun penggunaan obat anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian hipotermia pada pasien bedah laparoskopi dengan general anestesi. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan PRISMA melalui pencarian pada database PubMed, ScienceDirect, dan EBSCO Host untuk publikasi tahun 2015–2026. Kriteria inklusi mencakup studi kuantitatif seperti randomized controlled trial (RCT) dan cohort study yang membahas faktor risiko hipotermia intraoperatif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan instrumen Joanna Briggs Institute (JBI). Sebanyak 11 artikel terpilih dianalisis dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kejadian hipotermia meliputi usia lanjut, indeks massa tubuh (IMT) rendah, durasi operasi yang lama, suhu ruang operasi yang rendah, serta penggunaan anestesi umum yang memengaruhi mekanisme termoregulasi. Selain itu, faktor intraoperatif seperti durasi pneumoperitoneum, volume cairan infus, dan paparan gas CO₂ juga berkontribusi terhadap penurunan suhu inti tubuh. Beberapa studi menunjukkan bahwa intervensi seperti active warming, pemanasan cairan infus, dan penggunaan CO₂ yang dipanaskan dapat menurunkan risiko hipotermia dan mempercepat pemulihan pasien. Dengan demikian, identifikasi faktor risiko secara dini dan penerapan strategi pencegahan yang tepat sangat penting untuk meminimalkan kejadian hipotermia intraoperatif pada pasien bedah laparoskopi.
Pengaruh Edukasi Dengan Video Teknik Woolwich Massage Terhadap Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Peterongan Jombang Ardiyanti Hidayah; Fifi Ratna Aminati; Rista Dian Anggraini
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.744

Abstract

Banyak ibu hamil yang tidak menyadari bahwa teknik pijat Woolwich dapat membantu meningkatkan produksi ASI, sehingga mereka dapat menyusui bayinya terutama bayi yang berat badannya kurang, karena teknik ini dapat membantu bayi menambah berat badannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik video Woolwich terhadap tingkat pemahaman ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain praeksperimental dengan satu kelompok yang dilengkapi dengan tes awal dan tes akhir. Teknik sampling total digunakan untuk mengumpulkan sampel, yang terdiri dari sekitar 30 responden pada trimester ketiga. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan. Uji Wilcoxon nonparametrik digunakan untuk menganalisis data. Pemahaman ibu hamil terhadap teknik pijat Woolwich meningkat secara signifikan setelah menonton video tersebut, menurut hasil penelitian yang menunjukkan nilai p <0,05, tepatnya 0,000. Karena kurangnya pemahaman sebelumnya, tingkat pengetahuan ibu hamil sangat rendah sebelum menonton video tersebut; namun, tercatat bahwa setelah menonton video tentang teknik pijat Woolwich, tingkat pengetahuan mereka meningkat.
Analisis Inovasi Mengunyah Permen Karet Rasa Mint (Xylitol) Terhadap Rasa Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) Di Ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong Nurjanah Nurjanah; Taufik Septiawan; Rusni Masnina; Faried Rahmat Hidayat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.753

Abstract

Latar Belakang: Pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisis harus membatasi asupan cairan untuk mencegah kelebihan volume cairan. Namun, pembatasan cairan sering menimbulkan keluhan mulut kering dan rasa haus yang dapat menurunkan kenyamanan serta kepatuhan pasien. Rasa haus yang tidak terkontrol berpotensi meningkatkan Interdialytic Weight Gain (IDWG) dan risiko komplikasi. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah stimulasi oral melalui mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol). Tujuan: Menganalisis praktik klinik keperawatan mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) terhadap pengendalian rasa haus pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di ruang Hemodialisa RSUD A.M. Parikesit Tenggarong. Metode: Penulisan ini menggunakan metode analisis kasus kelolaan dengan pendekatan proses asuhan keperawatan. Intervensi inovasi berupa mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) diberikan sesuai rencana keperawatan, dan tingkat rasa haus diukur menggunakan Visual Analog Scale (VAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya perbaikan pengendalian rasa haus dan asupan cairan setelah intervensi. Evaluasi rasa haus menggunakan VAS menunjukkan penurunan skor dari rentang 5–7 (haus sedang–berat) menjadi 1–3 (haus ringan). Selain itu, kondisi mukosa bibir mengalami perbaikan dari tampak kering menjadi lebih lembab selama periode intervensi. Kesimpulan: Mengunyah permen karet rasa mint (Xylitol) efektif sebagai intervensi keperawatan nonfarmakologis dalam membantu mengontrol rasa haus dan mendukung manajemen cairan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.
Stigma Dan Miskonsepsi Remaja Terhadap ODHA: Kajian Kualitatif Tentang Persepsi Penularan, Pengobatan, Dan Akses Layanan HIV Ilmiatus Qoyimah; Sinta Anggariyanti; Ni’mah Mufidah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.694

Abstract

Stigma dan miskonsepsi terhadap Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) masih menjadi permasalahan yang signifikan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi stigma dan miskonsepsi remaja terhadap ODHA di Kabupaten Tuban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 20 siswa/siswi SMA/sederajat. Analisis data dilakukan melalui analisis tematik dengan tahapan open coding, kategorisasi, dan penentuan tema. Hasil penelitian menunjukkan empat tema utama, yaitu stigma terhadap ODHA, miskonsepsi penularan HIV, kurangnya pemahaman tentang pengobatan HIV, serta keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV. Stigma terhadap ODHA ditunjukkan melalui perilaku menghindar dan ketakutan berinteraksi yang didasari oleh persepsi risiko yang tidak tepat. Miskonsepsi penularan HIV masih tinggi, di mana responden memiliki pemahaman yang terbatas dan keliru terkait cara penularan HIV. Selain itu, sebagian besar responden belum memahami adanya terapi antiretroviral (ARV) dan menganggap HIV sebagai penyakit yang tidak dapat diobati. Keterbatasan pengetahuan mengenai layanan skrining HIV juga terlihat dari ketidaktahuan responden terkait lokasi dan prosedur pemeriksaan HIV. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya literasi kesehatan menjadi faktor utama yang mempengaruhi terbentuknya stigma dan miskonsepsi terhadap ODHA di kalangan remaja. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan edukasi kesehatan yang komprehensif, akses informasi yang lebih luas, serta penguatan program sosialisasi HIV/AIDS di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Hubungan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Di SMA Negeri 1 Bantul Zahra Ainun Nabilla; Evi Wahyuntari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.708

Abstract

Remaja putri merupakan kelompok rentan mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi. Menurut World Health Organization (WHO), prevalensi anemia pada remaja putri di dunia berkisar 40–88%, sedangkan di negara berkembang mencapai 53,7%. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul tahun 2024 menunjukkan angka kejadian anemia tertinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta berada di Kabupaten Bantul sebesar 54,8%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA Negeri 1 Bantul. Penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan 81 responden dari 448 populasi pada Januari 2026. Data primer diperoleh melalui pengukuran kadar hemoglobin (Hb) menggunakan Easy Touch GCHb serta kuesioner kepatuhan konsumsi tablet Fe. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil menunjukkan p-value 0,000 (p < 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan antara kepatuhan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri, di mana remaja putri dengan kepatuhan konsumsi tablet Fe kategori cukup patuh lebih banyak mengalami anemia (37%) dibandingkan dengan kategori patuh (2,5%). Disarankan edukasi kesehatan mengenai konsumsi tablet Fe saat menstruasi melalui tenaga kesehatan maupun media edukasi untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam pencegahan anemia.

Page 66 of 107 | Total Record : 1062