cover
Contact Name
Jusmawati
Contact Email
cjournalof@gmail.com
Phone
+6285363842464
Journal Mail Official
jcjusmawati030490@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tidung Mariolo, No. 23, RT/RW : 001/008, Kel : Tidung, Kecamatan : Rappocini, Kota Makassar
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Service
ISSN : -     EISSN : 31233406     DOI : -
Journal of Community Service is a peer-reviewed and open-access scientific journal with e-ISSN: 3123-3406. The journal is designed as a medium for disseminating knowledge, exchanging scholarly ideas, and fostering philosophical, theoretical, and methodological debates related to education and learning issues. Its primary focus is to publish original research, conceptual studies, and developmental works in the field of social sciences, particularly those connected to community service and educational practices. This journal actively invites contributions from scholars, researchers, educators, activists, and public officials who are engaged with contemporary issues in education and learning. Articles may take the form of empirical research papers, literature reviews, or conceptual discussions that contribute to the advancement of theory and practice. Journal of Community Service is published by Pillar Khafta Jusmadi two times a year, in June and December, ensuring the continuous dissemination of scholarly insights to both academic communities and practitioners.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 16 Documents
“Fun Math Journey”: Penguatan Minat Belajar Matematika Siswa SD melalui Media Ular Tangga Edukatif Eka Fitriana; Muh. Reski Salemuddin; Satriawati Satriawati
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat minat belajar matematika siswa sekolah dasar melalui media ular tangga edukatif yang dirancang sebagai sarana belajar sambil bermain. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 105 Sangkala, Desa Sangkala, Kecamatan Kajang, dengan melibatkan siswa kelas IV dan V serta guru sebagai mitra pendamping. Permasalahan utama yang dihadapi sekolah mitra adalah rendahnya antusiasme, perhatian, keaktifan, dan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti pembelajaran matematika, terutama karena pembelajaran masih cenderung berpusat pada guru dan minim penggunaan media konkret. Program ini dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dan edukatif dengan tahapan observasi kebutuhan, perancangan media, sosialisasi penggunaan, implementasi permainan, pendampingan siswa, dan evaluasi kegiatan. Data kegiatan diperoleh melalui observasi, angket minat belajar, wawancara guru, dan dokumentasi. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa penggunaan media ular tangga edukatif mampu menciptakan suasana belajar matematika yang lebih aktif, menyenangkan, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Setelah kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan peningkatan keaktifan, fokus, antusiasme, keberanian menjawab soal, kerja sama kelompok, dan rasa senang dalam belajar matematika. Media ini juga membantu siswa memahami soal numerasi sederhana melalui pengalaman konkret yang sesuai dengan karakteristik anak sekolah dasar. Selain berdampak pada siswa, kegiatan ini memberikan pengalaman praktis bagi guru dalam menggunakan media pembelajaran inovatif yang mudah dibuat, ekonomis, dan berpotensi diterapkan secara berkelanjutan. Dengan demikian, media ular tangga edukatif dapat menjadi alternatif pembelajaran matematika yang relevan untuk meningkatkan minat belajar dan mendukung penguatan numerasi siswa sekolah dasar.
Penguatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) di MIN 1 Kota Palu Ardillah Abu; Muhammad Arman; Hasriani Hasriani
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital menuntut guru mampu mengintegrasikan teknologi, pedagogi, dan konten secara kontekstual, bukan sekadar menggunakan perangkat digital sebagai media presentasi. Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi penguatan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru MIN 1 Kota Palu melalui pelatihan berbasis praktik, pendampingan, dan refleksi kolaboratif. Program dilaksanakan dengan desain evaluasi mixed methods satu kelompok yang melibatkan [jumlah peserta] guru kelas dan guru mata pelajaran. Intervensi mencakup asesmen kebutuhan, pengenalan kerangka TPACK, perancangan modul ajar digital, pengembangan media interaktif, microteaching, umpan balik sejawat, serta pendampingan implementasi di kelas selama [durasi]. Data dikumpulkan melalui angket TPACK, lembar observasi, rubrik penilaian artefak pembelajaran, refleksi peserta, dan dokumentasi. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji perbedaan berpasangan, sedangkan data kualitatif dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi perubahan praktik, hambatan, dan faktor pendukung. Hasil menunjukkan peningkatan pada kemampuan guru memilih teknologi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, menyelaraskan strategi pedagogis dengan karakteristik materi, serta menghasilkan perangkat pembelajaran digital yang lebih terintegrasi. Temuan kualitatif juga memperlihatkan bahwa praktik langsung, kolaborasi, dan umpan balik sejawat membantu guru bergerak dari penggunaan teknologi yang bersifat instrumental menuju keputusan pembelajaran yang lebih pedagogis. Meskipun demikian, variasi literasi digital, keterbatasan infrastruktur, dan kebutuhan pendampingan berkelanjutan masih menjadi tantangan. Program ini menunjukkan bahwa pelatihan TPACK yang kontekstual, berbasis artefak, dan disertai tindak lanjut berpotensi memperkuat pengembangan profesional guru madrasah serta mendukung transformasi pembelajaran yang adaptif, terukur, dan berkelanjutan. Evaluasi lanjutan dengan kelompok pembanding, observasi kelas, dan pengukuran hasil belajar siswa diperlukan untuk menguji keberlanjutan perubahan serta memperkuat validitas dampak program pada konteks madrasah lain.
Pelatihan Model Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPAS Guru di MIS Sis-Aljufri Palu Kota Palu Andi Muh. Suktomansyah; Andi Muh. Suktomansyah
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman guru terhadap konsep Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) serta kemampuan menerapkan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran di MIS Sis-Aljufri Palu, Kota Palu. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif melalui empat tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan pelatihan, praktik penyusunan perangkat pembelajaran, dan evaluasi. Peserta kegiatan adalah seluruh guru di sekolah mitra yang dilibatkan melalui teknik sampling jenuh. Materi pelatihan mencakup karakteristik pembelajaran IPAS, prinsip dan sintaks PBL, pengembangan masalah kontekstual, penyusunan tujuan pembelajaran, perancangan langkah pembelajaran, dan penyusunan asesmen. Data diperoleh melalui observasi, lembar evaluasi peserta, dokumentasi, serta hasil praktik penyusunan perangkat pembelajaran, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman guru terhadap konsep IPAS dan model PBL mengalami peningkatan. Sebagian besar peserta mampu menjelaskan kembali karakteristik dan tahapan PBL, mengaitkan materi IPAS dengan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, serta menyusun perangkat pembelajaran berbasis masalah yang lebih kontekstual dan berpusat pada peserta didik. Pelatihan juga mendorong partisipasi aktif melalui diskusi, tanya jawab, praktik, dan refleksi. Meskipun demikian, beberapa peserta masih memerlukan pendampingan lanjutan, terutama dalam merumuskan masalah autentik yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan karakteristik peserta didik. Secara keseluruhan, pelatihan PBL memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kompetensi pedagogis guru dan mendukung pembelajaran IPAS yang aktif, bermakna, kolaboratif, serta selaras dengan arah implementasi Kurikulum Merdeka. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pendampingan berkala, forum berbagi praktik baik, dan pemantauan penerapan PBL di kelas agar kemampuan yang diperoleh selama pelatihan dapat berkembang secara konsisten serta berdampak pada kualitas pengalaman belajar peserta didik secara nyata berkelanjutan.
Sinergitas Komisi Yudisial Dengan Akademisi Sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Dan Partisipasi Dalam Mewujudkan Peradilan Bersih Dan Berintegritas A. Afgan nugraha; Sriwahyuni; Wahdaniar; Ade Irma
Journal of Community Service Vol. 1 No. 2 (2025): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terwujudnya sistem peradilan yang bersih dan berintegritas memerlukan sinergi antara lembaga negara, perguruan tinggi, dan masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi hukum serta partisipasi akademisi melalui kegiatan edukatif. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan partisipasi dosen serta mahasiswa mengenai peran Komisi Yudisial dalam menjaga kehormatan, keluhuran martabat, dan perilaku hakim sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradilan yang bersih dan berintegritas. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 2 November 2023 di Kantor Komisi Yudisial Republik Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan dengan melibatkan 41 peserta yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi S1 Hukum Bisnis Fakultas Hukum Universitas Megarezky Makassar. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui dialog publik, ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan secara deskriptif melalui observasi terhadap keterlibatan peserta selama pelaksanaan kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa peserta memperoleh peningkatan pemahaman mengenai fungsi dan kewenangan Komisi Yudisial, pentingnya integritas hakim, serta peran masyarakat dalam mendukung penyelenggaraan peradilan yang bersih dan berintegritas. Tingginya antusiasme peserta selama sesi diskusi menunjukkan bahwa metode dialog publik mampu meningkatkan literasi hukum, mendorong partisipasi aktif akademisi, serta memperkuat sinergi antara Komisi Yudisial dan perguruan tinggi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam membangun budaya hukum di lingkungan akademik sekaligus menjadi model kolaborasi antara lembaga negara dan perguruan tinggi dalam mendukung terwujudnya sistem peradilan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Peran Kepramukaan Dalam Penguatan Pendidikan Karakter Di Sekolah A. Alfiani Damayanti; Cayati Cayati
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu prioritas utama dalam sistem pendidikan Indonesia untuk membentuk peserta didik yang memiliki integritas, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Salah satu strategi yang diterapkan sekolah dalam mendukung tujuan tersebut adalah melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang menekankan pembelajaran berbasis pengalaman dan pembiasaan nilai-nilai karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler Pramuka dalam memperkuat pendidikan karakter peserta didik di SDI Moncong-Moncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk memahami pengalaman serta makna yang dibangun oleh kepala sekolah, pembina Pramuka, guru, dan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan kepramukaan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka berkontribusi terhadap penguatan pendidikan karakter melalui lima mekanisme utama, yaitu keteladanan, pembelajaran, pemberdayaan dan pembudayaan, penguatan, serta penilaian berkelanjutan. Keteladanan pembina menjadi fondasi dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran peserta didik, sedangkan aktivitas seperti latihan kepemimpinan, kerja kelompok, kegiatan sosial, dan perkemahan mendorong berkembangnya kemandirian, kerja sama, rasa percaya diri, serta kepedulian sosial. Dukungan sekolah melalui kebijakan, fasilitas, dan keterlibatan pembina turut memperkuat keberlanjutan proses pembentukan karakter. Penelitian ini menegaskan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga sebagai wahana pendidikan karakter yang efektif melalui pengalaman belajar yang kontekstual, partisipatif, dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi salah satu strategi penguatan karakter peserta didik di sekolah dasar.
Pengukuran Antropometri dan Mini Nutriional Assesment (MNA) Pada Lanjut Usia Di Wilayah Kerja Puskesmas Antang Asmi Nur; Rifa’atul Mahmudah; Nazihah Mukhtar
Journal of Community Service Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Community Service
Publisher : Journal of Community Service

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malnutrisi pada lanjut usia sering tidak terdeteksi karena perubahan fisiologis, penurunan massa otot, penyakit kronis, dan berkurangnya asupan dapat terjadi meskipun Indeks Massa Tubuh masih berada dalam kisaran normal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi status gizi dan risiko malnutrisi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Antang melalui kombinasi pengukuran antropometri dan Mini Nutritional Assessment (MNA). Kegiatan dilaksanakan pada Mei–Juni 2025 di Posyandu Lansia wilayah kerja Puskesmas Antang, Kota Makassar, dengan melibatkan 33 lansia yang dipilih secara accidental sampling berdasarkan kehadiran saat kegiatan. Data diperoleh melalui pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas, lingkar betis, tinggi lutut, panjang depa, serta wawancara menggunakan formulir MNA, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan rata-rata berat badan 56,36 kg, tinggi badan 151,58 cm, lingkar lengan atas 27,63 cm, dan Indeks Massa Tubuh 24,26 kg/m². Meskipun nilai rata-rata Indeks Massa Tubuh termasuk kategori normal, hasil MNA memperlihatkan bahwa 60,6% peserta berisiko mengalami malnutrisi, 18,2% telah mengalami malnutrisi, dan hanya 21,2% berada dalam kategori normal. Temuan ini menunjukkan bahwa penilaian berbasis antropometri saja belum memadai untuk mengenali kerentanan gizi pada lansia. Kombinasi antropometri dan MNA memberikan gambaran yang lebih komprehensif karena mencakup ukuran tubuh, asupan, mobilitas, kondisi kesehatan, dan persepsi status gizi. Skrining berkala menggunakan kedua pendekatan tersebut perlu diintegrasikan dalam pelayanan Posyandu Lansia untuk mendukung deteksi dini, pemantauan, konseling, dan rujukan gizi yang lebih tepat sasaran. Namun, hasil kegiatan perlu ditafsirkan dengan mempertimbangkan jumlah peserta yang terbatas dan ketidaklengkapan sebagian data antropometri. Hasil ini menjadi data awal bagi Puskesmas dalam merencanakan tindak lanjut.

Page 2 of 2 | Total Record : 16