cover
Contact Name
Sultan Tirta Mujtaba
Contact Email
sultanmujtaba.04@gmail.com
Phone
+62895384199272
Journal Mail Official
bebasanppjbsip@gmail.com
Editorial Address
The Suite Metro Apartment, Jalan Soekarno Hatta No. 698B, Buah batu Kabupaten Bandung, West Java 40286
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bebasan
ISSN : 24067466     EISSN : 27214362     DOI : https://doi.org/10.26499/bebasan
Jurnal Bébasan (2721-4362 and 2406-7466) is a linguistic and literary scientific journal managed by Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). This journal is a cross-disciplinary publication for researchers from diverse language and literature backgrounds, focusing on multilingual and multicultural development. It covers macro-level topics such as ethnicity, education and nationalism, identity politics (including linguistics, literature, religion, and psychology), language and literature in cultures in contact, and the interconnections among language, culture, and religion. Jurnal Bébasan is dedicated to fostering vibrant interdisciplinary dialogue that transcends traditional academic boundaries, with a specific emphasis on advancing knowledge and understanding aligned with the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Jurnal Bébasan has been active since 2014 and has been integrated with the OJS system since 2019. Currently, Jurnal Bébasan has been accredited SINTA 4 (2019) by the Ministry of Research, Technology and Higher Education, the Republic of Indonesia and SINTA 5 until 2026 and is currently in the re-accreditation assessment process held by the Ministry of Research, Technology and Higher Education, the Republic of Indonesia Focus and Scope Jurnal Bébasan is a linguistic and literary scientific journal managed by Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). This journal is a cross-disciplinary journal for researchers from diverse scholars on language and literature backgrounds. This journal focuses on multilingual and multicultural development. It is concerned with macro-level coverage of topics in the ethnicity, education and nationalism, identity politics (with its linguistics, literature, religion, and psychology), languages-literature in cultures in contact, and intertwinings among language, culture and religion. Jurnal Bébasan is committed to nurturing a vibrant interdisciplinary dialogue that transcends traditional academic boundaries, with a specific focus on advancing knowledge and understanding that aligns with the United Nations Sustainable Development Goals (SDGs). Focus and Scope: 1. Ethnicity: Examines topics at the macro level related to ethnicity, education, and nationalism. 2. Identity Politics: Investigates identity politics including linguistics, literature, religion, and psychology. 3. Language and Literature in Culture: Explores the interactions between language, literature, and culture in the context of cultural encounters. 4. Relationship between Language, Culture and Religion: Explores the deep connection between language, culture and religion.
Articles 166 Documents
KOMUNIKASI ANTARTOKOH DALAM KOMIK CRAYON SHINCHAN: PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN PRINSIP SOPAN SANTUN Wiwiek Dwi Astuti
Jurnal Bebasan Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v3i2.49

Abstract

Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) Tuturan apa saja yang dilanggar oleh tokoh utama (Crayon Shinchan) dalam komik itu?, (2) Maksim apa saja yang dilanggar dalam berkomunikasi yang menyebabkan pelanggaran prinsip komunikasi antara tokoh-tokoh di dalam komik Crayon Shinchan?, dan (3) Siapakah tokoh dalam komik tersebut yang paling dominan melakukan pelanggaran itu? Metode penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitian ini mencakup semua percakapan para tokoh yang terdapat dalam komik Crayon Shincan yang mengandung pelanggaran maksim-maksim. Dari analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu (1) semua tuturan antara tokoh utama dan lainnya dilanggar oleh tokoh utama, (2) semua maksim percakapan dilanggar oleh tokoh utama (Sinchan), dan (3) pelanggaran paling dominan baik terhadap Prinsip Kerja Sama maupun terhadap Prinsip Sopan Santun dilakukan oleh tokoh Shincan.
TAMPARLAH MUKAKU!: MEMAKNAI AJARAN TASAWUF Asep Supriadi
Jurnal Bebasan Vol 3 No 2 (2016)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v3i2.50

Abstract

Acep Zamzam Noor terlahir dan dibesarkan dari lingkungan keluarga pesantren sehingga karya-karyanya melahirkan karya sastra, khususnya puisi yang bernuansa religius. Salah satu karyanya dalam kumpulan puisi Tamparlah Mukaku! menggambarkan nilai-nilai keislaman yang menonjolkan ajaran tasawuf. Kumpulan puisi Tamparlah Mukaku! isinya merupakan ajaran tasawuf karena ada penandanya, yakni kata “tobat” dan “cahaya”. Kedua kata tersebut merupakan roh dalam ajaran tasawuf. Selain itu, ditandai dengan adanya kata-kata kunci dalam ajaran tasawuf, yaitu kata “rindu”, “cinta”, “zikir”, dan “kalbu”. Untuk membuktikan bahwa kata-kata tersebut merupakan ciri dari ajaran tasawuf dalam puisi karya Acep Zamzam Noor dalam kumpulan puisinya Tamparlah Mukaku!, maka dalam tulisan ini penulis akan mendeskrifsikan dan memaknai ajaran tasawuf yang tersembunyi dibalik kata-kata puisi tersebut.
MENGANGKAT AKAR TRADISI KE DALAM EKONOMI KREATIF UPAYA PENGUATAN IDENTITAS BANGSA: DI KAMPUNG ADAT SINARRESMI, SUKABUMI Yeni Mulyani Supriatin
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.51

Abstract

Seiring arus globalisasi pemudaran identitas bangsa kerap terjadi. Identitas bangsa terbaca dan terwujud dalam produk kultural. Tradisi lisan sebagai produk kultural menyimpan kearifan lokal, kebijakan, filosofi, dan identitas karena di sanalah terletak akar budaya sebagai kultur Indonesia. Isu penting yang menghadang Indonesia saat ini, kemiskinan, ketimpangan sosial, identitas, dan nasionalisme. Pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi memudarkan identitas dan nasionalisme. Upaya penguatan identitas dan nasionalosme adalah memberikan perhatian pada pembangunan dan pengembangan budaya. Masalah penelitian adalah bagaimana komunitas adat Sinarresmi mampu memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan bagaimana mereka memanfaatkan akar tradisi ke dalam industri kreatif. Tujuannya mendeskripsikan komunitas adat Sinarresmi yang mampu memenuhi kebutuhan hidup dan memanfaatkan akar tradisi ke dalam industri kreatif. Metode penelitian menggunakan pendekatan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mereka bisa mengelola alam tanpa merusak alam, secara ekonomi bisa menafkahi diri dari alam dengan pranata sosial yang berjalan harmonis.
THE INFLUENCE OF USING HAY DAY GAME TOWARD STUDENTS VOCABULARY MASTERY AT THE SEVENTH GRADE OF SMPN 187 JAKARTA Syafrizal; Ika Handayani; Raden Fahrizal Juliansyah Sri Prakoso
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.52

Abstract

The research objectives were to find out the influence and the result of students’ vocabulary mastery by using Hay Day game at the seventh grade of SMPN 187 Jakarta. The researcher used quantitative method by implementing true experimental design, experimental and control group selected through cluster random sampling. The instrument used in collecting the data was test. The process of teaching vocabulary in this research was effectively done. They followed the learning process enthusiastically both in the class whereas in the home. They also showed good improvement in mastering vocabularies. It can be proven by the result of tests given before and after learning by using Hay Day. The students’ average score in pretest were 63.78 for control and 72.25 for experimental group. The students’ average score in posttest were 76.94 for control and 77.78 for experimental group. Based on the findings, can be concluded that mobile game especially Hay Day can be implemented in teaching vocabulary mastery. The most important thing that should be considered by both of teacher and parents is monitoring students’ activities while using their smartphone.
PERBANDINGAN MITOS SANGKURIANG DAN MITOS PANGERAN BUTOSENO KAJIAN STRUKTURALISME LEVI-STRAUSS Naila Nilofar
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.54

Abstract

Sangkuriang merupakan cerita rakyat yang mengisahkan seorang anak laki-laki yang mencintai ibu kandungnya. Cerita ini berkembang di daerah Jawa Barat. Cerita serupa ditemukan di Desa Melirang, Gresik, Jawa Timur yang oleh masyarakat sekitar disebut dengan mitos Sangkuriang Desa Melirang atau mitos Pangeran Butoseno. Dengan adanya dua mitos yang hampir sama di dua tempat yang berbeda, penulis tertarik untuk melakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan persamaan dan perbedaan mitos Sangkuriang dan mitos Pangeran Butoseno. Penelitian ini menggunakan pendekatan Strukturalisme Levi-Strauss. Hasil penelitian menunjukkan bahwap persamaan antara kedua mitos tersebut terdapat pada pesan yang disampaikan melalui struktur mitos-mitos. Adapun perbedaan antara mitos Sangkuriang dan mitos Pangeran Butoseno terdapat pada strukturnya. Struktur kedua mitos tersebut mengalami transformasi atau alih rupa, yang meliputi transformasi karakter (tokoh cerita), latar cerita, dan persyaratan yang diajukan oleh sang putri kepada calon suaminya.
PERTARUNGAN MASKULINITAS DAN FEMINITAS DALAM CERPEN INDONESIA MUTAKHIR Anas Ahmadi
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.55

Abstract

Studi tentang maskulinitas dan feminitas dalam konteks analisis wacana kritis (AWK) saat ini masih belum marak di wilayah kajian sastra. Karena itu, dalam artikel ini dipaparkan maskulinitas dan feminitas dalam sastra Indonesia. Sumber adata yang digunakan adalah Cerpen Kumpulan Kompas 2012. Berdasarkan analisis, diperoleh temuan (1) wacana maskulinitas muncul dalam opresi laki-laki terhadap perempuan dan (2) wacana feminitas dimunculkan dalam manifestasi perempuan agresif.
KAJIAN PENERJEMAHAN DAN BUDAYA (ANALISIS PADA KELAS PEBELAJAR BAHASA ASING) Dalwiningsih
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.56

Abstract

Artikel ini menguraikan suasana kebahasaan sebuah kelas pebelajar asing. Kelas berisi pebelajar dari beragam latar belakang profesi, budaya dan negara. Mereka beradaptasi dan belajar bahasa sasaran (baca: Inggris). Subjek penelitian ini yaitu siswa pada kelas pebelajar bahasa asing. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data berupa kalimat atau kosakata yang muncul dalam interaksi di kelas. Data dalam kalimat dan kosakata yang diambil yang mempunyai kekeliruan atau kesalahan pemakaian pada bahasa sasaran. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik catat. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pebelajar menggunakan kosakata yang salah dengan koskata sasaran yang dimaksud. Hal itu disebabkan kemiripan bunyi atau tulisan tapi mempunyai makna atau kata yang berbeda.
LUAPAN BATIN PUISI “TAK ADA LAGI” KARYA MAISYAROH EL-SHOBY DALAM PRESEPSI ISLAM Lisda Muhammad ‘Afiif
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.57

Abstract

Puisi “tak ada lagi” penggambaran hamba pada tuhannya. Puisi cinta yang menyampaikan kehadiran ma’rifat pada tuhan tanpa ada aling-aling yang melalui rindu pesan cinta akan tersampaikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan adanya konflik batin dalam puisi “Tak ada lagi” karya Maisyaroh El-Shoby yang diterbitkan oleh koran madura edisi sepetember 2016 dalam presepsi islam. Untuk metode dalam penelitian ini dengan menganalisis puisi bait per bait dengan menjelaskan maksud yang disampaikan oleh penulis dan menganilisnya dengan pendekatan eksistensialisme penganalisis dengan presepsi islam. Puisi “Tak ada lagi” ini menyiratkan akan ketuhanan yang tersamapaikan melalui bait puisi dengan pandangan-pandangan islam yang mengajak pembaca dalam lingkungan rohani yang begitu syahdu.
IMPLEMENTASI CONCEPT CHECKING QUESTION (CCQ) DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN TARUNA TERHADAP KONSEP-KONSEP KOSAKATA, GRAMMAR, DAN TEKS BAHASA INGGRIS Deni Sapta Nugraha
Jurnal Bebasan Vol 4 No 1 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i1.58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Concept Checking Questions (CCQs) sebagai sebuah teknik questioning dalam meningkatkan pemahaman taruna terhadap unsur-unsur bahasa seperti tata bahasa dan kosakata, selain meningkatkan pemahaman terhadap unsur bahasa, CCQ dalam penelitian ini juga digunakan dalam meningkatkan pemahaman membaca taruna terhadap teks bahasa Inggris. Instrumen dalam penelitian ini adalah lembar tes bahasa Inggris, kuesioner, dan observasi lapangan. Metode penelitian ini menggunakan rancangan classroom action research (penelitian tindakan kelas) dimana proses implementasi CCQ ini dilakukan di dalam kelas untuk melihat peningkatan pemahaman taruna terhadap unsure bahasa dan keterampilan bahasa terutama membaca. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan CCQ mampu meningkatkan pemahaman taruna terhadap konsep-konsep kosakata dan tata bahasa serta text, dengan capaian nilai rata-rata 82dari nilai yang telah ditentukan sebesar 75.
INTERFERENSI BAHASA JAWA DALAM BERBAHASA INDONESIA PADA PROSES BELAJAR MENGAJAR SISWA KELAS V SD N 83/IX DESA TALANG BELIDO, KECAMATAN SUNGAI GELAM KABUPATEN MUARO, JAMBI Rini Febriani Hauri
Jurnal Bebasan Vol 4 No 2 (2017)
Publisher : Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/bebasan.v4i2.59

Abstract

Penelitian ini menguraikan persoalan interferensi bahasa Jawa dalam berbahasa Indonesia pada proses kegiatan belajar dan mengajar di kelas V SDN 83/IX Desa Talang Belido, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Tulisan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan tiga tahapan: tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap pengecekan keabsahan data. Tahap pengumpulan data menggunakan teknik dasar Simak Bebas Libat Cakap (SLBC). Selanjutnya tahap analisis data menggunakan metode padan ekstralingual dan metode padan intralingual. Tahap pengecekan data menggunakan teknik ketentuan pengamatan dan pengecekan anggota. Hasil analisis menghasilkan beberapa temuan, yakni interferensi terjadi pada tataran fonologi, antara lain terjadinya persandian, interferensi vokal, dan konsonan. Tataran morfologi ditemukan adanya beberapa ater-ater/ awalan: ater-ater {m-}, {n-}, {-ny}, {ng-}, dan {ke-}. Panambang/ akhiran dalam bahasa Jawa, yakni {-e} dan {-ne}. Konfiks bahasa Jawa, yakni {ng-i}, {m-ake}, {ng-ake}, dan {tak-ake}. Kemudian interferensi sintaksis juga terjadi pada tataran frasa dan kalimat.

Page 5 of 17 | Total Record : 166