cover
Contact Name
Akhmad Kurnia
Contact Email
kurnianakku@gmail.com
Phone
+6285242754546
Journal Mail Official
kurnianakku@gmil.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur Jl. Rappocini Raya No. 171-173 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Food and Forest
ISSN : 26858665     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.36090/jfaf.v1i1
Core Subject : Agriculture, Social,
Jurnal Food and Forest adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Indonesia Timur Makassar. Jurnal ini memuat kumpulan karya ilmiah dalam bidang ilmu Pertanian khususnya Kehutanan dan Teknologi Pangan yang berdasarkan hasil penelitian dan analisis kritis, yang bersumber dari para pengajar, alumni, mahasiswa, dan masyarakat umum. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan bulan Juli.
Articles 18 Documents
The Implementation of Forestry Police in Preventing Forest Encroachment in the Forest Area of ​​Jeneponto Regency Asikin Muchtar
Jurnal Food And Forest Vol 2 No 1 (2021): JULI 2021
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v1i1.1457

Abstract

This study aims to analyze the implementation of the Forestry Police's duties in preventing forest encroachment in the forest area of ​​Jeneponto Regency, and to analyze the efforts of the Forestry Police in preventing forest encroachment in the forest area of ​​Jeneponto Regency. This type of research is a survey research by conducting direct reviews to the research location. Questionnaires were distributed to informants to find out the implementation of the Forestry Police. The results of the study indicate that the Forestry Police have carried out their authority as mandated by Law Number 41 of 1999 concerning Forestry, but in its implementation the authority of the Forestry Police cannot carry out its duties and authorities optimally, this can be seen from the case of forest encroachment which is already concerning, namely almost all forested sub-districts have been encroached by 98.84%, this is due to internal factors, namely the lack of forestry police personnel guarding the forest area covering 7,120.87 ha, and external factors, namely the condition of the community around the forest area is relatively poor, the perpetrators of forest encroachment are mostly uneducated so that it greatly influences forest encroachment. The efforts of the Forestry Police in preventing criminal acts of forest encroachment in the forest areas of Jeneponto Regency are pre-emptive efforts, namely conducting socialization through outreach activities and approaches to the community, preventive efforts, namely conducting routine patrol activities in and around forest areas and patrols in forest areas, conducting surprise patrols in situational areas that receive sudden reports from the community, and special patrols that aim to carry out special tasks, such as patrols in special areas for repressive purposes to prevent forest encroachment activities, as well as repressive efforts, namely actions taken by the Forestry Police to process perpetrators of forest encroachment.
Persepsi Masyarakat Terhadap Kawasan Hutan Wisata Mangrove Lantebung Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar Felex Tigi; Agus Salim Syam; Akhmad Kurnia N
Jurnal Food And Forest Vol 3 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v3i1.1560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kawasan hutan wisata mangrove Lantebung di Kelurahan Bira Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling. Jumlah responden yang dijadikan sampel sebanyak 30 orang yang berasal dari tiga RT pada RW 3 di sekitar kawasan mangrove. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan responden didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Atas (33,3%), diikuti oleh lulusan SD (26,7%), serta SMP dan perguruan tinggi masing-masing sebesar 20%. Berdasarkan jenis pekerjaan, responden didominasi oleh pegawai swasta (33,3%), mahasiswa (20%), nelayan dan ibu rumah tangga masing-masing 16,7%, serta pelajar sebesar 13,3%. Persepsi masyarakat terhadap manfaat kawasan hutan mangrove Lantebung tergolong tinggi dari aspek ekonomi (50%), sedangkan dari aspek sosial tergolong sedang (33,3%), dan aspek ekologi tergolong rendah (16,7%). Sikap masyarakat terhadap kondisi kawasan mangrove menunjukkan bahwa kebersihan kawasan dinilai tinggi (53,3%), keindahan kawasan dinilai tinggi (56,7%), dan kenyamanan kawasan berada pada kategori sedang (36,7%). Oleh karena itu, pengelolaan kawasan mangrove perlu terus melibatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pertumbuhan Bibit Bitti (Vitex copassus) Pada Berbagai Media Perkecambahan Di Persemaian Permanen Kabupaten Gowa Asikin Muchtar; Anton Yikwa; Ummu Kultsum
Jurnal Food And Forest Vol 3 No 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v3i1.1562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai media kecambah terhadap pertumbuhan Bitti (Vitex copassus) di Persemaian dan untuk mengetahui media kecambah yang mana memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan Bitti (Vitex copassus) di Persemaian. Penelitian ini dilakukan di Persemaian Permanen Gowa Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) Wilayah II, Kelurahan Lanna, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Penelitian ini berlangsung selama satu bulan dari Juni – Juli 2024. Metode penelitian menggunakan analisis Rancangan Percobaan Pola Acak Lengkap, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Media berpengaruh secara siknifikan terhadap perkecambah benih yaitu media tisue 78,33% dan media Sponge 73,33% sedangkan media rak Telur 6,67% dan Media Tisue memberikan pengaruh secara signifikan terhadap perkecambah benih, laju kecambah benih, dan nilai puncak benih.
Potensi Simpanan Karbon Tanah Dan Biomassa Vegetasi Di Ekosistem Karst Pattunuang Harlina harlina; Herawaty herawaty; Akhmad Kurnia
Jurnal Food And Forest Vol. 4 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v4i2.1589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi simpanan karbon tanah dan biomassa vegetasi pada ekosistem karst di Pattunuang, serta menganalisis hubungan antara kondisi vegetasi dengan kandungan karbon tanah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2025 di tiga tipe penutupan lahan, yaitu hutan karst primer (HR1), hutan sekunder (HR2), dan semak belukar (HR3). Setiap lokasi pengamatan dibuat plot berukuran 20 × 20 meter untuk analisis vegetasi dan pengambilan sampel tanah komposit pada kedalaman 0–30 cm. Hasil penelitian menunjukkan simpanan karbon vegetasi tertinggi terdapat pada HR1 sebesar 96,7 ton C/ha, diikuti HR2 sebesar 60,3 ton C/ha, dan HR3 24,8 ton C/ha. Kandungan karbon tanah menunjukkan pola yang sejalan, dengan nilai tertinggi pada hutan primer sebesar 26,1 ton C/ha, hutan sekunder 9,9 ton C/ha, dan semak belukar 4,5 ton C/ha. Hubungan antara biomassa vegetasi dan karbon tanah menunjukkan korelasi positif, di mana peningkatan tutupan vegetasi berkontribusi terhadap tingginya akumulasi bahan organik dalam tanah. Secara keseluruhan, total potensi simpanan karbon pada hutan karst primer mencapai 122,8 ton C/ha. Total potensi cadangan karbon mencapai lebih dari 5,3 juta ton C atau setara dengan 19,5 juta ton CO₂ yang tersimpan di dalam ekosistem. Hasil ini menunjukkan bahwa ekosistem karst Pattunuang memiliki peran penting sebagai penyerap karbon alami (carbon sink) serta mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengelolaan dan pelestarian vegetasi alami.
Pengaruh Sosialisasi Tentang Lingkungan Terhadap Sikap Peduli Lingkungan Masyarakat Pesisir Kecamatan Arungkeke Akhmad Kurnia N; Muhammad Yasir Arafat; Usman Usman
Jurnal Food And Forest Vol 4 No 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v4i1.1612

Abstract

Di wilayah pesisir, edukasi dan sosialisasi menjadi sangat penting karena masyarakat secara langsung bergantung pada sumber daya alam laut. Program sosialisasi terbukti mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian ekosistem pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sosialisasi tentang lingkungan terhadap sikap peduli lingkungan masyarakat pesisir. Yang bertujuan untuk mengetahui apakah sosialisasi tentang lingkungan berpengaruh terhadap sikap peduli lingkungan masyarakat pesisir dan seberapa besar pengaruh sosialisasi tersebut terhadap perubahan sikap masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Desain penelitian menggunakan desain korelasional untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antara variabel sosialisasi lingkungan terhadap sikap peduli lingkungan. Penelitian dilaksanakan di wilayah masyarakat pesisir Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto. Populasi yang digunakan adalah seluruh masyarakat pesisir di Kecamatan Arungkeke, dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada masyarakat pesisir sebagai responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi lingkungan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap sikap peduli lingkungan masyarakat. Semakin intensif sosialisasi yang dilakukan, maka semakin tinggi tingkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan pesisir. Penelitian ini menegaskan pentingnya edukasi dan penyuluhan lingkungan sebagai upaya meningkatkan perilaku ramah lingkungan di wilayah pesisir.
Pengaruh Tingkat Kematangan Buah Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Bahan Tambahan Terhadap Tingkat Kesukaan Saus Tomat: The Effect of Papaya (Carica papaya L.) Ripeness Level as an Additive on Tomato Sauce Likability Ansar Ansar; Agus Salim Syam; Nurul Mukhlishah; Aziza Noor Sheha Arfah
Jurnal Food And Forest Vol. 4 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v4i2.1600

Abstract

Tomato sauce is a popular food product, but the price of its main raw material often fluctuates. Papaya (Carica papaya L.) has the potential to be an economical additive (extender), but its ripeness level is thought to affect product acceptability. This study aimed to analyze the effect of adding papaya with different ripeness levels (unripe vs. ripe) on the level of liking of tomato sauce. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments: P0, P1, and P2. The level of liking was measured through a hedonic test by 30 untrained panelists on the attributes of color, aroma, taste, texture, and overall acceptability using a scale of 1-9. Data were analyzed statistically using the Kruskal-Wallis test followed by the Mann-Whitney test. The results showed that the treatments had a significant effect (p<0.05) on all sensory attributes. Tomato sauce with the addition of ripe papaya (P2) achieved the highest preference scores for color (7.80), aroma (7.55), taste (8.10), and overall acceptability (8.05). Meanwhile, the control sauce (P0) excelled in texture (7.90). The addition of unripe papaya (P1) tended to produce the lowest scores for almost all attributes, especially taste (6.20). It was concluded that the addition of 30% ripe papaya was the best treatment because it produced the tomato sauce most preferred by the panelists.
TRANSFORMASI KELOMPOK TANI HUTAN (KTH) KOPI LABONGKE: PENGUATAN KEMASAN DAN BRANDING UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK Wahyullah; Ummu Kultsum
Jurnal Food And Forest Vol. 4 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v4i2.1655

Abstract

Kebutuhan kopi menunjukkan kecenderungan meningkat setiap tahun. KTH Kopi Labongke merupakan salah satu produk kopi Arabica yang memiliki peluang pengembangan pasar seiring meningkatnya permintaan terhadap produk kopi berkualitas dan praktis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penjualan tiga jenis kemasan Kopi Labongke selama periode Januari 2021 – Januari 2023 serta mengidentifikasi jenis kemasan yang paling diminati berdasarkan tingkat penjualan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data penjualan tiga jenis kemasan Kopi Labongke selama periode pengamatan. Analisis dilakukan dengan membandingkan perkembangan volume penjualan setiap jenis kemasan dari waktu ke waktu dan mengidentifikasi kecenderungan permintaan konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemasan biji kopi (roast bean) ukuran 500 gram mengalami perkembangan penjualan yang paling tinggi dan menunjukkan kecenderungan peningkatan selama periode Januari 2021 – Januari 2023 dibandingkan dengan jenis kemasan lainnya. Tingginya permintaan terhadap kemasan roast bean berasal dari pelaku usaha kafe, termasuk UMKM, yang menggunakan biji kopi sebagai bahan baku untuk kegiatan operasional usahanya. Ukuran 500 gram dinilai lebih sesuai untuk kebutuhan pembelian dan penggunaan kopi secara rutin. Kemasan biji 500 gram merupakan produk yang paling banyak diminati dan memiliki potensi sebagai produk unggulan KTH Kopi Labongke. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi produksi, pengemasan, dan pemasaran Kopi Labongke sesuai dengan preferensi pasar.
ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA PEMBUTAN GULA AREN (HOME INDUSTRI) DI DESA PASA’BU  KECAMATAN TAPALANG BARAT KABUPATEN MAMUJU Supardi Hasanuddin; Akhmad Kurnia N
Jurnal Food And Forest Vol. 4 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Indonesia Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36090/jfaf.v4i2.1677

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama Dua bulan dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2026 dengan menggunakan Populasi dalam penelitian ini adalah semua usaha industri gula Aren yang berjumlah 150 orang. Sedangkan sampel di pilih dengan menggunakan metode Sampel random sampling (metode acak sederhana).  Dengan sampel diambil sebanyak 10% atau sebanyak 15 orang untuk menjadi responden dalam penelitian.Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui keuntungan usaha pembuatan Gula Aren di Desa Pasa’bu, Kecamatan Tapalang Barat Kabupaten Mamuju. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa total penerimaan pada usaha gula aren di Desa Pasa’bu sebesar Rp. 12.029.000,-. dengan total biaya yang dikeluarkan dihitung dengan bahan baku yaitu Rp. 6.717.025,- maka, diperoleh keuntungan Rp. 5.311.975,-/bulan dengan R/C Ratio 1,80 dan jika tidak dihitung biaya bahan baku, biaya yang dikeluarkan adalah Rp. 4.111.025 maka pengolah memperoleh keuntungan sebesar Rp. 7.917.975,-/bulan dengan R/C Ratio sebesar 2,93. Hal tersebut menggambarkan bahwa usaha pembuatan gula aren di Desa Pasa’bu layak untuk dikembangkan baik dimana Revenue Cost Ratio lebih besar dari 1.

Page 2 of 2 | Total Record : 18