cover
Contact Name
Siti Rokhmah
Contact Email
penerbithellowpustaka@gmail.com
Phone
+6282316484975
Journal Mail Official
info@hellowpustaka.id
Editorial Address
Jl. Dampuawang No. 9 Simpang Tiga Utara Karangampel Indramayu Jawa Barat 45283
Location
Kab. indramayu,
Jawa barat
INDONESIA
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 30900573     DOI : https://doi.org/10.61166/lpi.v1i1.5
Lentera Peradaban, Journal on Islamic Studies is a peer reviewed academic journal published by Hellow Pustaka Publisher in Collaboration with Pascasarjana Institut Agama Islam Tasikmalaya. The Journal dedicated to publishing high quality research and scholarly articles in the field of Islamic Studies. The journal serves as a platform for scholars, researchers, and religious leaders to share innovative ideas, empirical findings, and theoretical perspectives on contemporary issues in Islamic studies. With a commitment to advancing the understanding and appreciation of Islam, Lentera Peradaban, Journal on Islamic Studies aims to contribute to the development of more comprehensive and relevant Islamic studies. The journal welcomes a wide range of research topics, including but not limited to: Islamic history Islamic law and jurisprudence Islamic theology Sufism and Islamic mysticism Quranic and hadith studies Islamic studies in Indonesia and the world Islam and pluralism Islam and modernity Gender and Islam Islam and politics.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 2 no. 2 (2026)" : 7 Documents clear
Islamic Studies from a Sociological Approach: A Study of Muslim and Non-Muslim Interactions Mohamad Kholil; Rifqi Rifqi; Fasjud Syukroni
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.182

Abstract

Beragama adalah pilihan individual yang fitrah, merupakan hak privasi setiap individu yang total dan utuh. Maka pluralitas agama harus pula diakui keberadaannya secara utuh. Pluralitas agama merupakan realitas yang patut diterima sebagai wujud dari anugerah Tuhan. Pilihan untuk beragama adalah pilihan individual atas getaran suara hati nurani, bukan paksaan, desakan, atau anjuran siapapun, selain kesadarannya sebagai manusia yang memaksa manusia untuk memilih agama. Karena itu, beragama merupakan hak yang sangat asasi pada setiap manusia, yang tidak dapat diintervensi oleh siapapun. Tidak dibenarkan untuk saling mengganggu atau melecehkan antar sesama umat beragama maupun dengan umat agama lain. Untuk merajut kembali hubungan antar agama yang sekian tahun ternodai, maka perlu upaya pembaruan fiqh. Ada 3 (tiga) level yang mesti dilakukan dalam pembaruan fiqh, yaitu: Pertama, pembaruan pada level “metodologis”, yaitu perlunya interpretasi tehadap teks-teks fiqh secara kontekstual, bermazhab secara metodologis, dan verifikasi antara ajaran yang pokok dan cabang; Kedua, pembaruan pada level “etis”, yaitu pembaruan fiqh yang dapat menghadirkan fiqh sebagai etika sosial dimana fiqh tidak hanya sekedar membahas hukum halal-haram, melainkan membahas panca jiwa fiqh, yaitu melindungi agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan, yang semangatnya memberikan perhatian bagi segenap manusia, apapun agama, ras dan sukunya; Ketiga, pembaruan pada level “filosofis” yaitu fiqh yang terbuka terhadap filsafat dan teori-teori sosial kontemporer, sehingga fiqh tidak hadir sebagai konsep yang menampikkan konsep lain melainkan dapat memberikan ruh terhadap teori-teori modern.
An Analysis Of Islamic Branding Concepts And Implementation In Contemporary Business Nufasilul Ayati; Adi Galih Prayoga; Azi Prabana
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fondasi konseptual branding Islami berdasarkan nilai-nilai Islam dan mengevaluasi implementasinya dalam praktik bisnis kontemporer di Indonesia, sekaligus mengidentifikasi kesenjangan antara kerangka teori dan realitas lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research) eksploratif melalui telaah jurnal ilmiah terindeks, buku akademik, laporan institusi, dan observasi tidak langsung terhadap brand-brand Islami yang beroperasi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesenjangan antara kerangka teori dan praktik di lapangan; mayoritas brand cenderung berhenti pada aspek simbolik seperti penggunaan logo bernuansa Islami dan sertifikasi halal, tanpa menginternalisasi nilai-nilai Islam secara menyeluruh dalam operasional bisnis. Kesenjangan tersebut terlihat dalam empat dimensi, yaitu nilai-simbolik, komunikasi-perilaku, kompetensi, dan regulasi. Temuan ini memberikan landasan teoritis dan panduan praktis bagi pelaku usaha dalam mengembangkan branding Islami yang substantif dan berkelanjutan. Penelitian ini berkontribusi secara orisinal dengan mengintegrasikan analisis kesenjangan empat dimensi branding Islami berbasis nilai tauhid, amanah, ihsan, maslahah, dan halal-thayyib dalam konteks bisnis Indonesia kontemporer, sekaligus merumuskan strategi penguatan implementasi yang belum dieksplorasi secara komprehensif oleh studi-studi sebelumnya.
Online Gambling in the Perspective of Cyberlaw and Islamic Law: An Analysis of Regulatory Effectiveness and Law Enforcement in Indonesia Putri Noviah Fatmawati; Zahra Azkiya Imranie; Yoga Febri Adji Nurrizki
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.107

Abstract

Perkembangan teknologi digital di Indonesia telah memunculkan praktik judi online yang semakin meluas dan sulit dikendalikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik maisir (judi) online dari perspektif hukum Islam dan cyberlaw, serta menilai efektivitas regulasi dan strategi penanggulangan yang diterapkan. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menelaah literatur fikih, fatwa, peraturan perundang-undangan, data empiris, dan kasus aktual di Indonesia. Sumber data primer meliputi Al-Qur'an, Hadis, fatwa MUI, KUHP, UU ITE, serta regulasi Kominfo; sumber sekunder mencakup jurnal ilmiah, laporan PPATK, BPS, APJII, LIPI, dan rekaman seminar akademik. Hasil penelitian menunjukkan: (1) judi online dikategorikan sebagai maisir yang diharamkan berdasarkan Q.S. Al-Ma’idah: 90–91 dan Fatwa MUI Nomor 11 Tahun 2013; (2) hukum positif Indonesia melalui Pasal 303 KUHP dan Pasal 27 ayat (2) UU ITE secara eksplisit melarang judi daring dengan ancaman pidana; (3) penegakan hukum menghadapi hambatan berupa pesatnya perkembangan teknologi, lemahnya koordinasi antarlembaga, dan rendahnya literasi digital masyarakat; (4) lebih dari 800.000 situs judi online telah diblokir sepanjang 2023–2024, namun situs baru terus bermunculan karena upaya pemblokiran bersifat reaktif. Penelitian ini merekomendasikan inovasi kebijakan terpadu, penguatan literasi digital berbasis nilai agama, pemanfaatan AI untuk deteksi otomatis, serta kolaborasi lintas sektor dan internasional.
The Transformation Of Digital Social Interaction And The Formation Of Student Morals In Higher Education Selamet Selamet; Eko Rahmat Prasetyo; Muhammad Farhan
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.114

Abstract

Transformasi digital telah mengubah secara signifikan pola interaksi sosial mahasiswa dan menghadirkan tantangan baru dalam proses pembentukan akhlak di lingkungan pendidikan tinggi. Perkembangan media sosial, teknologi komunikasi digital, dan konektivitas internet yang semakin luas telah mendorong pergeseran aktivitas sosial dari ruang fisik menuju ruang virtual. Perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi cara mahasiswa berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi proses sosialisasi, pembentukan identitas, serta internalisasi nilai-nilai moral. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi interaksi sosial mahasiswa pada era digital dan mengkaji implikasinya terhadap pembentukan akhlak mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang relevan mengenai interaksi sosial digital, perilaku mahasiswa, media sosial, perkembangan sosial-emosional, pendidikan karakter, dan psikologi Islam. Literatur diperoleh dari berbagai basis data ilmiah bereputasi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola temuan, hubungan konseptual, dan kecenderungan penelitian terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi interaksi sosial mahasiswa ditandai oleh dominasi media sosial, berkembangnya komunikasi instan, meningkatnya relasi virtual, serta munculnya interaksi hibrida yang menggabungkan komunikasi daring dan luring. Perubahan tersebut dipengaruhi oleh penggunaan smartphone, budaya digital, globalisasi informasi, dan algoritma platform digital. Kajian ini menemukan bahwa teknologi digital memiliki implikasi ganda terhadap pembentukan akhlak. Dampak positif mencakup penguatan literasi digital, peningkatan kolaborasi sosial, perluasan akses terhadap pengetahuan dan nilai moral, serta berkembangnya komunitas berbasis nilai. Sebaliknya, dampak negatif meliputi menurunnya empati, meningkatnya kesepian, berkembangnya individualisme, dan melemahnya kualitas komunikasi interpersonal. Penelitian menyimpulkan bahwa teknologi digital telah menjadi lingkungan sosial baru yang berperan penting dalam pembentukan akhlak mahasiswa. Oleh karena itu, integrasi literasi digital, pendidikan karakter, dan penguatan nilai moral diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat transformasi digital sekaligus meminimalkan risiko sosial dan moral yang ditimbulkannya.
An Integrative Approach of Islamic Ethics and Formal Academic Systems: Sustainable Strategies for Mitigating Student Academic Misconduct Irwanto; Ucok Al Frediansa; Yudiana
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.116

Abstract

Kecurangan akademik, seperti plagiarisme, contract cheating, pabrikasi data, hingga penyalahgunaan generative AI, masih menjadi tantangan sistemis di lingkungan perguruan tinggi. Pendekatan formal-prosedural dan yurisdiksi sanksi terbuka sering kali gagal menyentuh akar masalah akibat adanya desensitisasi moral dan atmosfer kampus yang permisif. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model mitigasi kecurangan akademik secara holistik melalui pengarusutamaan etika Islam (akhlaqiyyat al-ilm) sebagai fondasi transcendental self-regulation (regulasi diri transendental) mahasiswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan (literature review) dengan analisis isi tematik terhadap pemikiran Islam klasik (Al-Ghazali, Ibn Khaldun, Al-Zarnuji) serta regulasi sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi konsep amanah keilmuan dan akidah berfungsi sebagai sistem kontrol internal yang persisten bagi mahasiswa. Namun, efektivitas regulasi diri transendental ini membutuhkan ekosistem pendukung, yang meliputi keteladanan moral (uswah hasanah) dosen, penerapan restorative justice berbasis sanksi edukatif, serta optimalisasi teknologi penjaminan mutu digital seperti similarity checker dan Learning Management System (LMS). Rekomendasi penelitian ini mendorong rekonstruksi kode etik perguruan tinggi yang mengintegrasikan pendekatan aksiologis-spiritual ke dalam sistem formal kampus demi mewujudkan ekosistem ilmiah yang berintegritas.
Morality Toward Animals And The Environment In The Perspective Of Islamic Jurisprudence: A Thematic Study On The Principles Of Ihsan, Rahmah, And Amanah Latifaturahmah; Riki Setiawan; Rifqi Khoerudin
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.124

Abstract

Krisis lingkungan dan perlakuan tidak manusiawi terhadap hewan merupakan isu krusial dalam peradaban modern yang menuntut respons dari berbagai perspektif, termasuk perspektif Islam. Penelitian ini bertujuan mengkaji nilai-nilai akhlak terhadap hewan dan alam dalam fikih Islam (khususnya prinsip ihsan, rahmah, dan amanah) serta relevansinya dalam menjawab tantangan ekologi kontemporer. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan sistematis (systematic literature review) terhadap 3 kitab fikih klasik primer (Al-Muwaththa', Al-Majmu', dan Bidayat al-Mujtahid), Al-Qur'an, hadis, serta 12 artikel akademik yang diterbitkan antara tahun 2012 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) fikih Islam secara eksplisit memuat larangan menyakiti hewan, perintah menjaga lingkungan, dan kewajiban moral sebagai khalifah di bumi; (2) nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk merespons isu-isu ekologi kontemporer seperti penggundulan hutan, pencemaran, dan eksploitasi satwa liar; (3) implementasi nilai-nilai fikih ini menghadapi tantangan berupa minimnya literasi fikih ekologis dan dominasi kepentingan ekonomi; (4) strategi pemulihan melalui integrasi kurikulum hijau, penguatan dakwah, dan kolaborasi kelembagaan berpotensi membentuk budaya ekologis berbasis keagamaan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan fikih tematik lingkungan (fikih al-bi'ah) sebagai fondasi etika ekologi Islam yang aplikatif.
Islam and Digital Ethics: The Moral Challenges of Generation Z in the Era of Digital Transformation Muhammad Saefuddin; Nufasilul Ayati; Irvan Wahyu Purnomo; Nafisa Tarish Nur Rohim
Lentera Peradaban: Journal on Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2026)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/lpi.v2i2.142

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis berbagai tantangan moral yang dihadapi Generasi Z dalam ruang digital serta mengkaji relevansi nilai-nilai Islam sebagai landasan etika digital. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka sistematis (systematic literature review), penelitian ini menghimpun dan menganalisis literatur ilmiah dari berbagai sumber bereputasi yang terbit antara 2015-2025. Temuan menunjukkan bahwa Generasi Z Muslim di Indonesia menghadapi empat bentuk degradasi etika digital utama: penyebaran hoaks dan disinformasi, cyberbullying dan ujaran kebencian, paparan pornografi digital, serta budaya validasi sosial dan pencitraan diri berlebihan. Nilai-nilai Islam seperti tabayyun, amanah, iffah, dan muhasabah terbukti relevan sebagai kerangka etika digital yang mampu menjawab tantangan tersebut. Implikasi penelitian ini mencakup pengembangan model penguatan etika digital berbasis Islam melalui sinergi antara keluarga, institusi pendidikan, komunitas keislaman, dan kebijakan publik. Penelitian ini berkontribusi memperluas kajian etika digital melalui perspektif Islam sekaligus memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan literasi digital berorientasi pembentukan karakter generasi muda.

Page 1 of 1 | Total Record : 7