cover
Contact Name
Lira Erwinda
Contact Email
info@eloracenter.org
Phone
+628116601212
Journal Mail Official
jurnal@eloracenter.org
Editorial Address
Bumi Mutiara Serang, Cluster Symphony, Blok C2 No.18, Serang - Banten - Indonesia 42122
Location
Kota serang,
Banten
INDONESIA
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling
ISSN : 25483226     EISSN : 25483234     DOI : https://10.23916/086342011
Schoulid | Indonesian Journal of School Counseling is a peer-reviewed journal that publishes research articles, theoretical studies, and program applications in the fields of education, counseling, social sciences, and the humanities. The journal is dedicated to advancing knowledge and practice that support the academic, career, social-emotional, and holistic development of individuals. It also welcomes interdisciplinary contributions that bridge education, counseling, social sciences, humanities, and related fields. The scope of the journal includes, but is not limited to: 1. Education and Counseling: school and community counseling services, career counseling, academic support, social-emotional and multicultural development, counseling approaches and models, and the integration of technology in counseling practices. 2. Social Sciences and Humanities: studies addressing social, cultural, legal, and community issues, including linguistics, economics, management, and business within the context of education, student development, and counseling interventions. 3. Leadership and Advocacy: coordination of services, consultation, collaboration and teamwork, policy advocacy, educational leadership, and resource management in schools and communities. 4. Data and Technology Use: innovations in technology for counseling, education, and social research; data-driven program evaluation; and policy development. 5. Scientific Publications: empirical research articles, conceptual and methodological studies, program evaluations, book reviews, and reports on educational or counseling practices and materials. Schoulid Journal welcomes contributions from researchers, academics, practitioners, and policymakers who work on individual development as well as those engaged in broader studies in education, counseling, social sciences, and the humanities.
Articles 213 Documents
Pentingnya Layanan Konseling Berbasis Kesehatan Mental di Lembaga Pemasyarakatan Siti Warniyanti
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08421011

Abstract

Kebebasan dalam berpendapat mengenai, hak azasi manusia, kebebasan, kesehatan dan kesejahteraan baik fisik maupun secara psikologis sedang di galakkan untuk menjadi masyarakat revolusi industri milenial, menuju perubahanyang lebih baik. Setiap orang memiliki kesempatan dalam berkomentar atau memberikan dukungan dan sebagainya mengenai hak azasi manusia, kesejahteraan, kesehatan baik fisik maupun psikologis. Sedangkan warga binaan lembaga pemasyarakatan atau narapidana yang berada di dalam tahanan tidak memiliki itu semua. Dimana kehidupan sebagai narapidana di Lembaga Pemasyarakatan merupakan bentuk dari konsekuensi atau hukuman atas perilaku melanggar hukum yang telah dilakukan. Berbagai permasalahan dialami narapidana dalam menjalani kehidupan di Lembaga Pemasyarakatan, diantaranya perubahan hidup, hilangnya kebebasan dan hak-hak yang semakin terbatas, masalah psikologis, hingga memperoleh label panjahat yang melekat pada dirinya serta kehidupan di masyarakat. Terutama untuk kesehatan mental narapidana berkaitan dengan penerimaan diri dan persiapan diri untuk terjun kembali ke kehidupan masyarakat dengan menyandang status mantan narapidana
Kehidupan Keluarga Single Mother Listia Dewi
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08422011

Abstract

Keluarga merupakan satu bagian terpenting yang ada di dalam masyarakat. Di dalam keluarga semua berasal. Semua pengajaran dan kebiasaan-kebiasaan yang akan dilakukan di masyarakat di pelajari di dalam keluarga. Oleh karena itu, agar dapat berfungsi dengan baik di dalam masyarakat tentu saja harus di mulai dari keluarga. Kehidupan di dalam keluarga sangat penting dan sangat mempengaruhi seseorang dalam berinteraksi. Berbagai permasalahan yang terjadi di dalam keluarga yang emngganggu keutuhan dan keharmonisan dalam keluarga akan membuat keluarga memiliki masalah. Salah satunya adalah perceraian yang mengakibatkan seorang wanita harus menjalankan berbagai peran di dalam keuarganya. Dimulai dari mengurus anak dan juga menggantikan peran suaminya sebagai pemimpin serta pencari nafkah di dalam keluarga. Dalam keluarga single mother, yaitu keluarga yang hanya diurus oleh ibu saja, tanpa adanya seorang ayah tentu akan sangat berbeda dengan keluarga yang utuh dan memiliki suami. Dimana seorang wnaita hanya berperan sebagai pengurus rumah tangganya tanpa harus memikirkan hal lainnya. Di dalam artikel ini akan dibahas bagaimana gambaran kehiddupan keluarga yang hanya diurus oleh ibunya saja. Tentu saja akan berdampak kepada anak-anaknya dan juga dirinya sendiri. 
Konsep Diri Warga Lembaga Pemasyarakatan Romi Irawan
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08423011

Abstract

Menjadi seorang narapidana adalah sebuah kenyataan yang sangat pahit yang selalu dirasakan oleh orang-orang yang mempertanggungjawabkan kesalahannya. Narapidana yang menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan (lapas), pada dasarnya telah kehilangan kebebasan untuk berinteraksi dengan msyarakat luar. Narapidana yang bersangkutan hanya dapat berinteraksi di dalam lapas saja. Kebebasan atau kemerdekaan berinteraksi telah hilang untuk jangka waktu tertentu, atau bahkan seumur hidup. Lembaga pemasyarakatan merupakan wadah pembinaan bagi nara pidana berdasarkan sistem pemasyarakatan dengan upaya mewujudkan pemidanaan yang integratif. Pemidanaan yang integratif adalah upaya untuk membina dan mengembalikan narapidana ke dalam kesatuan hidup masyarakat yang baik dan berguna.. Semoga ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu rujukan.
Konsep Penyesuaian Sosial Anak Berbakat Sofia Pilosusan; Monika Veronika; Egin Elga Dean Sum
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 1 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08424011

Abstract

Individu yang terlahir di dunia tentunya memiliki bakat, akan tetapi bakat tersebut belum bisa diketahui secara spesifik dikarenakan masih berada pada tahap perkembangan awal. Seiring  berjalannya waktu, individu dapat mengetahui bakat yang dimilikinya dan apabila ia mampu mengembangkan bakatnya maka ia memiliki suatu hal yang menjadi kebanggaan dirinya. Banyak ditemukan hambatan pada anak berbakat, salah satunya dalam penyesuaian sosial. Anak berbakat yang terlalu memfokuskan diri  pada pengembangan bakatnya akan menjadi individu yang tidak mampu bersosialisasi dengan baik.
Kondisi Kehidupan Wanita Single Parent Succy Primayuni
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 1 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08425011

Abstract

Masalah yang akan dikaji dalam hal ini, yaitu bagaimana kondisi kehidupan wanita single parent sebelum menjadi single parent? Sebelum membahas masalah tersebut maka akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu single parent. Single parent adalah seseorang yang mengalami kehilangan pasangan disebabkan karena, perceraian dan ditinggal mati oleh pasangan. Sager, Ada 2 macam bentuk single parent yaitu 1) Single Parent Mother yaitu ibu sebagai seorang orangtua tunggal harus menggantikan peran ayah sebagai kepala keluarga, pengambil keputusan, pencari nafkah disamping perannya sebagai mengurus rumah tangga, membesarkan, membimbing dan memenuhi kebutuhan psikis remaja. 2) Single Parent Father yaitu ayah sebagai orangtua tunggal harus menggantikan peran ibu sebagai pengurus rumah tangga yang mengerjakan pekerjaan rumah tangga, di samping perannya sebagai kepala rumah tangga
Urgensi Bimbingan dan Konseling untuk Pelayanan Masalah Anak Jalanan Merisa Zahra
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08426011

Abstract

Bimbingan dan konseling bisa diartikan sebagai upaya bantuan yang diberikan oleh konselor kepada klien agar mereka bisa berkembang secara optimal serta mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Anak jalanan adalah anak yang karena alasan tertentu harus turun ke jalanan untuk memcari nafkah atau mencari penghasilan. Anak jalanan meynatu dengan kehidupan kota, dimana jalanan menjadi tempat memperoleh pengalaman hidup, dan merupakan sarana memperoleh penyelesaian masalah ekonomi maupun sosial. Bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan dalam setting masyarakat karena populasi yang beragam dan masalah manusia semakin meluas pula. Oleh karena itu, diperlukan konselor sebagai penolong (helping profession). Untuk penanganan atau pencegahan hal tersebut, perlu adanya pemberian layanan bimbingan dan konseling. Layanan BK dimaksudkan untuk upaya pemberian bantuan kepada anak jalanan agar mereka bisa berkembang secara optimal serta mampu mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Naskah ini akan mengenalkan konsep bimbingan dan konseling, konsep anak jalanan, pelayanan bimbingan konseling untuk penanganan masalah anak jalanan.
Dukungan Sosial Terhadap Anak Jalanan di Kota Padang Sumatera Barat Abdul Rasyid
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 1 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08427011

Abstract

Anak jalanan adalah salah satu masalah sosial yang kompleks dan bertalian dengan masalah sosial lain, terutama kemiskinan. Menangani anak jalanan tidaklah sederhana oleh sebab itu penanganannyapun tidak bisa disederhanakan. Adapun langkah-langkah kebijakan yang diambil pemerintah dalam menanggulangi serta menekan meningkatnya anak jalanan, melalui Satpol PP  yang aktif melakukan razia anak jalanan. Salah satu upaya yang dapat membantu permasalahan anak jalanan khususnya anak jalanan yang ada di Padang Sumatera Barat adalah dengan memberikan dukungan sosial yang mana dukungan sosial tersebut bukan hanya berupa pemberian stimulan dengan uang, makanan maupun informasi tetapi juga berbentuk rasa cinta, perhatian, memberikan dorongan untuk maju dan hal yang bersifat menolong lainnya.
Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) Guidelines To Reduce Student Aggressiveness Dewi Aswira Putri; Frischa Meivilona Yendi; Taufik Taufik; Verlanda Yuca
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08429011

Abstract

Aggressive behavior is a negative action that is intentionally done by individuals who try to hurt others both physically and verbally. There are many factors that influence adolescent aggression, ridicule, conflict in the family, unfavorable school environment, audio-visual media that show scenes of violence and individual perceptions of the environment. This aggressive behavior will affect the lives of individuals themselves and others. Based on this, guidance and counseling is very important to reduce the aggressive behavior of students. One of the guidance and counseling services that can be given group guidance by asking for rational emotive behavior (REBT). With this service, students are expected to behave positively according to applicable norms and not harm others.
Pentingnya Orang Dewasa Awal Menyelesaikan Tugas Perkembangannya Alifia Fernanda Putri
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08430011

Abstract

Dalam menghadapi kehidupan orang dewasa awal wajib  menyelesaikan tugas perkembangannya agar dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak mengalami masalah yang berarti serta tidak mengganggu proses masa perkembangan selanjutnya. Masa dewasa awal merupakan transisi dari masa remaja yang masih menjalani kehidupan yang hura-hura menuju  masa yang menuntut akan  rasa tanggung jawab. Perkembangan masa dewasa awal ini di mulai saat seseorang menginjak pada umur 19 tahun sampai 25 tahun. Tidak dipungkiri dalam masa dewasa awal sangat rentan mengalami permasalahan, hal ini bisa saja dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal seperti faktor lingkungan, masyarakat, teman  sebaya dan lainnya. Dalam  masa dewasa awal banyak sekali masalasah yang dihadapi dalam menjalani kehidupannya, baik dari segi individu, sosial, fisik, budaya maupun yang lainnya. Oleh karena itu sangatlah dibutuhkan peran maupun bantuan dari seorang guru BK atau konselor dalam membimbing orang dewasa awal dalam melaksanakan tugas perkembangannya agar orang dewasa awal bisa menyelesaikan tugas perkembangannya dengan seoptimal mungkin agar mendapatkan kehidupan yang bahagia kedepannya.
Konsep Diri LANSIA di Panti Jompo Yiyit Yentika
SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/08431011

Abstract

When someone getting old, he/she will get physical changing and physical decreasing which is influencing self-concept decreasing. From the result of introduction study in Tresna Werdha Sabai Nan Aluih Sicincin, the researchers get data as 110 oldsters male and female. Based on the interview to these three elders that has been nursed in this dwelling, one elder says happy although living far away from the family and the brother feels grateful, 2 elders say that they feel sad and yearning of their family. The elders describe their selves that they are old, sick often, and have low self esteem, shy, and feeling inferior. Living in the dwelling is like being thrown away and do not have any interactions anymore. 

Page 3 of 22 | Total Record : 213


Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 10 No. 3 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 2 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 10 No. 1 (2025): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 3 (2024): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 2 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 9 No. 1 (2024): SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 3 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 2 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 8 No. 1 (2023): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 7 No. 3 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling Vol. 7 No. 2 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal for School Counseling Vol. 7 No. 1 (2022): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 3 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 2 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 6 No. 1 (2021): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 3 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 2 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 5 No. 1 (2020): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 3 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 2 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 4 No. 1 (2019): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 3 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 2 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 3 No. 1 (2018): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 3 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling Vol. 2 No. 2 (2017): SCHOULID : Indonesian Journal of School Counseling More Issue