cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285205033979
Journal Mail Official
medika.ununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 27755398     EISSN : 30320011     DOI : https://doi.org/10.69503/medika
Core Subject : Health, Science,
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan focuses on the study of health sciences. This journal publication aims to disseminate conceptual ideas and research results in the health sector. Any interested author can submit their manuscript in English or Indonesian.
Articles 79 Documents
Formulasi Sediaan Masker Wajah Ekstrak Etanol Tangkai Pepaya (Carica Papaya L.) Sebagai Antibakteri Staphylococcus epidermidis Faelga Sara Rosiana; Munawir Munawir; B. Fitria Maharani; Dewi Natalia Sri Harmoni
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v2i1.656

Abstract

Tangkai pepaya (Carica papaya L.) memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, tannin, saponin, dan alkaloid yang bersifat menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri Staphylococcus epidermidis merupakan salah satu bakteri penyebab jerawat pada wajah. Sediaan masker wajah salah satu sediaan yang mudah diaplikasikan dan memberikan pelepasan zat aktif lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis formulasi sediaan masker wajah ekstrak tangkai pepaya (Carica papaya L.) sebagai antibakteri Staphylococcus epidermidis. Pada penelitian ini terlebih dahulu dilakukan pembuatan simplisia, pembuatan ekstrak tangkai pepya dengan metode maserasi dan menggunakan alcohol 96% sebagai pelarut. Ekstrak yang dihasilkan dilakukan skrining fitokimia yaitu uji alkaloid, tannin, saponin, dan flavonoid. Masker wajah ekstrak tangkai pepaya dibuat dengan beberapa konsentrasi yaitu 0, 20, 40, 60, dan 80%. Uji stabilitas fisik yang dilakukan pada sediaan masker wajah ekstrak tangkai pepya diantaranya uji organoleptis, uji daya sebar, uji pH, dan uji daya lekat. Penelitian dilanjutkan dengan uji antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidisI dengan clindamycin sebagai control positif. Serbuk simplisia tangkai pepaya yang dihasilkan memiliki susut pengeringan sebesar 0,89%. Hasil ekstrak tangkai pepaya yang diperoleh yaitu 12,1%. Sediaan masker wajah ekstrak tangkai pepaya setelah dilakukan uji organoleptis yang telah diamati dari segi warna terlihat F1 dan 2 warna gel yang dihasilkan hijau sedangkan F3 dan 4 dihasilkan hijau pekat. Pada penelitian ini uji homogenitas pada semua formulasi menunjukkan homogen (+). Pengujian pH menunjukkan bahwa masing-masing formulasi menunjukkan pH yang berbeda-beda. Nilai pH paling rendah yaitu 5 ditunjukkan pada F4. Semakin besar konsentrasi ekstrak tangkai pepaya maka semakin rendah pH yang dihasilkan. Hasil uji daya lekat menunjukkan bahwa daya lekat sediaan gel setiap formulasi berbeda-beda, dimana F0 memiliki daya lekat rata rata terbesar yaitu 10 detik Sedangkan F4 memiliki daya lekat rata-rata sebesar 1 detik. Pada penelitian ini didapatkan hasil uji daya hambat terbesar pada F1 yaitu sebesar 12,77 mm.
Analisis Pola Penggunaan Obat Pada Pasien Gastritis di Instalasi Rawat Jalan Rumah Sakit Bhayangkara Tahun 2022 B. Fitria Maharani; Faelga Sara Rosiana; Almahera Almahera; Munawir Munawir
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2023): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v3i1.657

Abstract

Gastritis terjadi pada lapisan mukosa dan submucosa lambung akibat adanya infiltrasi sel dan peradangan pada organ tersebut.Penyakit gastritis diklasifikasikan menjadi dua, yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Beberapa golongan obat yang dapat digunakan pada pengobatan gastritis diantaranya pompa proton inhibitor (PPI), antagonis reseptor H2, antasida, dan sukralfat. Apabila pasien mengalami gastritis yang disebabkan oleh H. pylori maka pengobatan ditambahkan dengan antibiotik. Karena pengobatan pada pasien gastritis terdiri dari beberapa kombinasi obat, maka sering terjadi suatu masalah yang disebut Drug Related Problems (DRP). Metode penelitian yang digunakan yaitu non eksperimental menggunakan desain penelitian deskriptif, teknik observasi, analisis data kualitatif rekam medis pasien gastritis di fasilitas rawat jalan RS Bhayangkara. Populasi penelitian yang diambil adalah penderita penyakit Gastritis pada bulan Januari s/d Desember 2022 sebanyak 1164 pasien dengan sampel minimal sebanyak 92 sampel. Dari 92 sampel, didapatkan hasil bahwa pasien menggunakan kombinasi obat antasida dan ranitidine sebanyak 20 pasien (21,7%), lansoprazole dan sukralfat sebanyak 43 pasien (46,7%), serta antasida dan sukralfat sebanyak 29 pasien (31,6%). Kombinasi obat yang paling banyak digunakan adalah lansoprazole dan sukralfat. Dari beberapa kalsifikasi DRP, didapatkan hasil bahwa kejadian DRP yaitu adanya interaksi obat diantaranya lansoprazole dan sukralfat, antasida dan sukralfat, clobazam dan lansoprazole, antasida dan ranitidine, serta sukralfat dan levofloxacin.
Pengaruh Pelatihan Kader Posyandu terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Mengenai Kurang Energi Kronik di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat Baiq Dewi Sukma Septiani; Dian Neni Naelasari; Siti Raodah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.668

Abstract

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, ditemukan bahwa prevalensi kekurangan energi kronis (KEK) pada wanita usia subur (WUS) sebesar 14,8%, sedangkan prevalensi kekurangan energi kronis pada ibu hamil sebesar 17,3%. Desa Kramajaya dan Tanak beak merupakan wilayah kerja Puskesmas Narmada dengan kejadian Kekurangan Energi Kronis sebesar 14% pada tahun 2020. Kurangnya pengetahuan kader posyandu, remaja, wanita usia subur, ibu hamil dan ibu menyusui mengenai dampak KEK terhadap kejadian gizi buruk atau gizi kurang. Berdasarkan data tersebut, intervensi mengenai pentingnya asupan gizi seimbang bagi remaja, ibu hamil dan ibu menyusui sangat penting untuk mencegah kejadian KEK. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap pengetahuan dan keterampilan mengenai kekurangan kurang energi kronis (KEK) Di Desa Kramajaya Dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Jenis penelitian ini adalah Open-Label Non-Randomized Controlled Trial Design with Pre-Post With Control Design atau disebut juga Non-Equivalent Group Design yaitu dengan membandingkan perubahan hasil pada kelompok perlakuan dan kelompok. Populasi dalam penelitian ini adalah 35 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 35 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak dengan sampel 10 orang kader posyandu di Desa Kramajaya dan 10 orang kader posyandu di Desa Tanak Beak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh pelatihan kader posyandu terhadap tingkat pengetahuan dan keterampilan tentang kekurangan energi kronis di Desa Kramajaya dan Tanak Beak Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat (p-value= 0,000) dengan (R square = 0,85).
Kelengkapan Pengisian Formulir Informed Consent Pada Pasien Rawat Jalan Poli Bedah Umum di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB Megawati Megawati; Dwi Andayani; Ni Komang Wijiani Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i1.669

Abstract

Informed consent memberikan perlindungan hukum proporsional dari pihak pasien dan setiap berkas rekam medis yang tidak lengkap seperti tidak adanya tanda tangan dan nama terang dokter, diagnosis dan kode diagnosis belum terisi atau belum tertulis, dan riwayat perjalanan penyakit belum terisi dengan lengkap, maka hal ini akan dapat menyebabkan terhambatnya proses pengajuan klaim kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir informed consent pada poliklinik bedah umum pasien rawat jalan di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling. Hasil penelitian pada pengisian review identifikasi kelengkapan pada 4 item pada variabel kelengkapan 100% lengkap, kelengkapan formulir pada review laporan penting diketahui tingkat kelengkapan tertinggi yakni pada 5 item yakni 100% lengkap, kelengkapan terendah terdapat pada item alternative & risiko, pemberian produk sebanyak 77,5%, kelengkapan formulir informed consent pada review autentifikasi diketahui untuk tiga item 100% lengkap, kelengkapan terendah terdapat pada item nama terang saksi sebanyak 38,2%, kelengkapan formulir informed consent pada review pendokumentasian yang bener, diketahui untuk tingkat kelengkapan tertinggi pada item penulisan diagnosa 100%, tingkat kelengkapan terendah pada item keterbacaan yakni 12,4%.
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Kepatuhan Pemberian PMT-P Dengan Asupan Makan Pada Balita Wasting di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram Ira Fatira; Baiq Dewi Sukma Septiani; Dian Neni Naelasari
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.679

Abstract

Balita merupakan kelompok yang paling rentan mengalami masalah gizi, terutama masalah kekurangan gizi seperti kurus, pendek, dan gizi kurang. Kurang gizi pada anak juga mempengaruhi kemampuan kognitif dan kecerdasan anak, serta juga menyebabkan rendahnya produktivitas anak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurang gizi membawa dampak negatif pada balita, seperti mengganggu pertumbuhan fisik maupun mental, yang dapat daya tahan, menyebabkan hilangnya masa hidup sehat balita, serta meningkatkan angka kesakitan, kecacatan, hingga angka kematian pada balita. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Non eksperimental serta bersifat Cross Sectional. Pada Penelitian ini menggunakan metode Kuantitatif dengan rancangan deskriptif. Penelitian ini di laksanakan di wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang. Dengan populasi sebanyak 103 orang balita wasting, dan pengambilan sampel dengan metode random sampling sebanyak 75 orang responden. Uji yang di gunakan yaitu uji spearmen rank dengan Analisis univariat, bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan gizi ibu dalam kategori kurang (37,3%), kepatuhan pemberian PMT–P dalam kategori kurang (49%). Berdasarkan uji spearman rank menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan gizi ibu (p-value = <0,001), kepatuhan pemberian PMT–P (p – value = <0,003). dari output spss juga di ketahui koefisien korelasi sebesar 0,6 artinya tingkat kekuatan korelasi / hubungan ke dua variabel adalah hubungan yang kuat.
Hubungan Higiene Sanitasi Pengolahan Makanan dan Pola Konsumsi Ibu Hamil Terhadap Kejadian BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) di Wilayah Kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nurmaningsih Nurmaningsih; Zulhakim Zulhakim; Nurul Jannah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.716

Abstract

World Health Organization (WHO) mendefinisikan berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat lahir kurang dari 2500 gram. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan higiene sanitasi pengolahan makanan dan pola konsumsi ibu hamil terhadap kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di wilayah kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel 35 Ibu hamil dan pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Teruwai Kecamatan Pujut, data yang dikumpulkan kemudian dianalisis yang terdiri dari analisis univariat dan analisis bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 35 ibu hamil lebih dominan pada kategori tidak memenuhi syarat sebanyak 16 responden (13,1%), kategori kurang memenuhi syarat sebanyak 6 responden (5,7%) dan kategori memenuhi syarat sebanyak 4 responden (6,2%), dan melahirkan bayi BBLR. Hasil uji statistik menggunakan uji somers’d didapatkan nilai p =0,005 yang berarti p-value < 0,05. Terdapat hubungan antara higiene sanitasi pengolahan makanan terhadap kejadian BBLR.
Penerapan Higiene Sanitasi Makanan dan Uji Total Bakteri Pada Makanan Olahan di Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Solatyah Lazwardi; Dian Neni Naelasari; Nurmaningsih Nurmaningsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.720

Abstract

Makanan dan minuman harus aman dari kontaminasi mikroorganisme patogen sehingga kebersihan sanitasi dalam mengolah dan menyajikannya menjadi hal yang utama. Pengolahan dan penyajian makanan dalam jumlah besar seperti di Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan memerlukan perhatian lebih untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan seperti diare, hepatitis dan keracunan makanan dan minuman. Berdasarkan uji laboratorium, diketahui bahwa total kandungan bakteri yang terdapat pada makanan beras memiliki total bakteri sebesar 2x101 cfu/g, dan sayur labu siam dan timun jepang memiliki total bakteri sebesar 8x101 cfu/g. Pada sampel makanan, kangkung dan tauge yang ditumis memiliki total bakteri 22x103 cfu/g, dan ikan kering memiliki total bakteri 1x101 cfu/g. Terakhir, sampel pangan nabati kelor memiliki total bakteri sebesar 1x102 cfu/g, dan daging cabai goreng memiliki total bakteri sebesar 2x102 cfu/g. Penelitian ini dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Al-Ikhlas Ampenan Kota Mataram pada bulan September 2022. Sedangkan uji total bakteri pada penelitian ini dilakukan di laboratorium pengujian dan kalibrasi kesehatan NTB.
Pengaruh Penyuluhan dengan Media Ular Tangga dan PowerPoint mengenai Gizi Seimbang terhadap Perubahan Pengetahuan Siswa-Siswi Kelas V di SDN Perwira I Kota Bekasi Annisa Fairuz Huwaida; Ahmad Faridi; Mohammad Furqan
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.725

Abstract

Gizi seimbang adalah makanan sehari-hari yang dikonsumsi secara bervariasi dan memenuhi kelompok gizi dalam porsi yang cukup dan sesuai. Artinya, porsinya tidak boleh kurang atau berlebihan. Prinsip pola makan seimbang adalah menyeimbangkan jumlah setiap kelompok makanan dan menyesuaikannya dengan kebutuhan tubuh. Anak sekolah termasuk dalam kelompok rentan gizi. Malnutrisi dan kelebihan gizi pada anak akan berdampak negatif terhadap potensi pertumbuhan negara. Anak yang mengalami gizi buruk akan mengalami lambatnya perkembangan fisik, mental, dan intelektual. Penelitian ini menggunakan media ular tangga dan powerpoint sebagai media edukasi. Tujuan penelitinan untuk ini untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dengan media ular tangga dan powerpoint mengenai gizi seimbang pada siswa-siswi kelas V di SDN Perwira I Kota Bekasi. Penelitian ini mengacu pada pendekatan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment melalui desain one group pre-test post-test yaitu dengan melaksanakan pre-test dan post-test setelah perlakuan pada masing-masing kelompok. Jumlah populasi adalah 107 dan jumlah sampel adalah 40 anak. Hasil uji statistik menunjukan terdapat perbedaan skor pengetahuan pada anak sekolah dasar kelas v di SDN Perwira I kota Bekasi sebelum dan sesudah mendapatkan penyuluhan gizi melalui media ular tangga dan powerpoint (p=<0,005). Hasil analisis perbedaan pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah diberi penyuluhan gizi pada kedua kelompok perlakuan terdapat perbedaan yang signifikan (p=<0,005). Nilai mean terbesar terdapat pada kelompok media ular tangga yaitu sebesar 89,3. Kesimpulan dari penelutian ini adalah terdapat pengaruh penyuluhan gizi melalui media ular tangga dan powerpoint terhadap peningkatan pengetahuan anak sekolah dasar kelas v di SDN Perwira I kota Bekasi mengenai gizi seimbang. Media ular tangga lebih efektif digunakan dalam penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan mengenai gizi seimbang dengan nilai mean 89,9 dibandingkan dengan media powerpoint.
Gambaran Kelengkapan Formulir Surat Keterangan Penyebab Kematian Pasien di Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Halimatussa&#039;diah Halimatussa&#039;diah; Dwi Andayani; Ni Komang Wijiani Yanti
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.910

Abstract

Pengisian formulir surat keterangan penyebab kematian yang tidak lengkap tidak dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti klaim asuransi, pembagian warisan, proses hukum dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran kelengkapan formulir surat keterangan penyebab kematian pasien di RSUD Provinsi NTB. Jenis penelitian yang digunakan deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh berkas rekam medis pasien meninggal bulan Juni-Desember di RSUD Provinsi NTB tahun 2023 sebanyak 1.402 berkas dengan sampel 93 berkas. Tehnik sampling yang digunakan yaitu simple random sampling. Instrumen yang digunakan check list. Pengolahan data dilakukan dengan editing, coding, entry, dan cleaning. Analisis data berupa deskriptif kuantitatif menggunakan aplikasi SPSS. Hasil dari penelitian ini, kelengkapan pada review identifikasi distribusi frekuensi sebesar 22 (24%) DRM lengkap dan sebesar 71 (76%) DRM tidak lengkap, kelengkapan pada review laporan penting distribusi frekuensi sebesar 14 (15%) DRM lengkap dan sebesar 79 (85%) tidak lengkap, kelengkapan pada review autentifikasi distribusi frekuensi sebesar 43 (46,2%) DRM lengkap dan sebesar 50 (53,8%) DRM tidak lengkap, kelengkapan pada review pendokumentasian yang benar distribusi frekuensi sebesar 89 (95,7%) DRM lengkap sebesar 4 (4,3%) DRM tidak lengkap. Dilihat dari presentase ketidaklengkapan tersebut rumah sakit dapat melakukan pelatihan bagi staf medis untuk memastikan kepatuhan terhadap standar pengisian kelengkapan formulir surat keterangan penyebab kematian.
Kelemahan Penggunaan Rekam Medis Elektronik Dalam Pengelolaan Data Pasien di Instalasi Rekam Medisrumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB Hendra Saputra; Dwi Andayani; Muhammad Siladani Fatuhu
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2024): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v4i2.929

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) pada dasarnya merupakan penggunaan metode elektronik untuk pengumpulan, penyimpanan, pengolahan serta pengaksesan rekam medis pasien di rumah sakit yang telah tersimpan dalam suatu sistem manajemen basis data multimedia yang menghimpun berbagai sumber data medis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelamahan mengetahui kelemahan rekam medis elektronik dalam pengelolaan data pasien di Instalasi Rekam Medis Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 28 dan sampel penelitian adalah petugas rekam medis sebanyak 6 orang diantaranya 1 kepala ruangan dan 5 petugas koordinator unit, teknik pengambilan sampel menggunakan purvosive sampling, pengumpulan data menggunakan wawancara dan check list observasi, dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma NTB sudah menerapkan RME terhitung dari bulan Mei 2023, akan tetapi dalam pengoperasian RME masih terjadi kesalahan dan kelemahan saat pengoperasiannya yang disebabkan terjadinya error system, human error, dan koneksi jaringan yang lelet selain itu penyimpanan pada server cepat penuh yang mengakibatkan setiap bulan harus menambah penyimpanan. Kemudian rata-rata semua petugas sudah memahami perbedaan RME dengan Konvensional, namun dalam proses pelatihan yang diberikan masih kurang kepada petugas RME, terlebihnya pelatihan secara khusus untuk RME. Diharapkan agar rumah sakit jiwa mutiara sukma NTB mengadakan pelatihan khusus untuk petugas rekam medis elektronik.