cover
Contact Name
Didin Septa Rahmadi
Contact Email
lppmununtb@gmail.com
Phone
+6285205033979
Journal Mail Official
medika.ununtb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan No. 06, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
ISSN : 27755398     EISSN : 30320011     DOI : https://doi.org/10.69503/medika
Core Subject : Health, Science,
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan focuses on the study of health sciences. This journal publication aims to disseminate conceptual ideas and research results in the health sector. Any interested author can submit their manuscript in English or Indonesian.
Articles 79 Documents
Hubungan Dimensi Kualitas Pelayanan Administrasi dengan Kepuasan Pasien di Puskesmas Kediri I Dewa Ayu Putu Nandita Purnama Sari; Ni Luh Ayu Citra Mutiarahati; Ni Putu Eka Febianingsih
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/gp5c4747

Abstract

Pelayanan administrasi memegang peran penting dalam sistem kesehatan karena berdampak langsung pada kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara lima aspek kualitas pelayanan administrasi, yaitu bukti fisik (tangible), keandalan (reliability), ketanggapan (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy), dengan kepuasan pasien di Puskesmas Kediri I. Pendekatan yang digunakan bersifat kuantitatif dengan desain penelitian cross-sectional. Sebanyak 115 responden dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua dimensi kualitas pelayanan administrasi memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepuasan pasien (p < 0,05). Temuan observasi mengindikasikan bahwa implementasi kelima dimensi telah berjalan cukup optimal, meskipun masih terdapat aspek yang perlu ditingkatkan, terutama pada dimensi empati. Oleh karena itu, diperlukan strategi perbaikan melalui peningkatan keramahan dan kepedulian petugas, serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi berkala untuk memastikan mutu pelayanan tetap terjaga secara konsisten.
Analisis Pemilihan Tenaga Penolong Persalinan dan Ketersediaan Obat Esensial Maternal di Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Baiq Dewi Asyura DM; Supiani Rahayu; Laili Apriani
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1481

Abstract

Persalinan yang aman membutuhkan tenaga kesehatan terlatih serta dukungan ketersediaan obat esensial maternal. Namun, di beberapa wilayah masih banyak ibu yang memilih ditolong oleh dukun beranak sehingga berpotensi meningkatkan risiko komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pemilihan penolong persalinan dan menilai keterkaitannya dengan ketersediaan obat esensial maternal. Desain penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan kuantitatif melalui kuesioner terhadap 65 responden ibu bersalin. Analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 21–35 tahun (41,54%), berpendidikan SMA (46,15%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (66,15%). Analisis hubungan menunjukkan bahwa pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan pemilihan penolong persalinan (p = 0,811), sedangkan aksesibilitas dan biaya hampir signifikan (p = 0,071). Faktor dukungan keluarga terbukti memiliki hubungan yang sangat signifikan (p = 0,000005) dengan pemilihan penolong persalinan. Selain itu, hasil telaah dokumen menunjukkan bahwa ketersediaan obat esensial maternal di fasilitas kesehatan masih mengalami kekosongan berkala, khususnya magnesium sulfat, nifedipin, dan antibiotik injeksi, akibat kendala logistik dan distribusi.
Hubungan Tingkat Kecemasan Pasca Implementasi Program Progress Test terhadap Indeks Prestasi Mahasiswa Kedokteran Universitas Prima Indonesia Tahun 2022 Adhayani Lubis; Khansa Al Faris
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/medika.v5i2.1491

Abstract

Progress Test berpotensi memicu kecemasan yang berdampak pada capaian akademik. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara tingkat kecemasan pasca Progress Test dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) pada mahasiswa program studi kedokteran angkatan 2022. Desain potong lintang dilakukan pada 66 mahasiswa yang dipilih secara purposive. Kecemasan diukur menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) dan dikategorikan (minimal, ringan, sedang, berat); IPK dikelompokkan menjadi memuaskan, sangat memuaskan, dan dengan pujian. Data dianalisis secara deskriptif dan uji asosiasi menggunakan Fisher’s exact r×c dengan taraf signifikansi 0,05, mengingat lebih dari 20% sel memiliki harapan <5 pada uji chi-square. Mayoritas responden perempuan (57,6%). Kecemasan terbanyak berada pada kategori sedang (36,4%), sedangkan IPK terbanyak berada pada kategori sangat memuaskan (54,5%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecemasan dan IPK (p=0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa tingkat kecemasan pasca Progress Test berasosiasi dengan capaian akademik; intervensi manajemen stres, konseling, dan dukungan akademik terstruktur diperlukan untuk menjaga performa.
Gambaran Pemberian Jus Jambu Biji Merah (Psidium guajava) terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS) Pada Ny. K Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Galuh Kecamatan Bojongsari Nisa Dwi Utami; Sudiarto; Eko Julinto
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/n6wk9a81

Abstract

Diabetes melitus tipe II merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat resistensi insulin atau penurunan sekresi insulin. Penyakit ini menjadi masalah kesehatan global dengan jumlah penderita yang terus meningkat, termasuk di Indonesia, Jawa Tengah, dan Kabupaten Purbalingga. Tingginya angka kejadian menunjukkan perlunya penanganan tidak hanya secara farmakologis, tetapi juga melalui alternatif nonfarmakologis yang aman dan mudah diterapkan. Salah satu bahan alami yang berpotensi menurunkan kadar gula darah adalah jambu biji merah (Psidium guajava) yang mengandung flavonoid, vitamin C, serat pektin, dan antioksidan. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran pemberian jus jambu biji merah terhadap penurunan kadar glukosa darah sewaktu (GDS) pada Ny. K penderita diabetes melitus tipe II di Desa Galuh, Kecamatan Bojongsari. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif melalui proses keperawatan. Intervensi berupa pemberian jus jambu biji merah sebanyak 300 ml setiap malam selama 12 hari. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah intervensi menggunakan glukometer. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan kadar glukosa darah sewaktu. Pada hari pertama terjadi penurunan dari 184 mg/dL menjadi 165 mg/dL, dan hari kedua dari 251 mg/dL menjadi 168 mg/dL. Secara keseluruhan, rata-rata penurunan kadar glukosa darah selama 12 hari sebesar 14,5 mg/dL. Kesimpulannya, pemberian jus jambu biji merah dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah sewaktu dan berpotensi sebagai intervensi nonfarmakologis pendukung pada penderita diabetes melitus tipe II.
Penerapan Pemberian Air Rebusan Daun Binahong (Anredera Cordifolia) terhadap Penyembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Oktaviani Nur Chimanisa; Priyatin Sulistyowati; Wiwik Priyatin
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/grc65h71

Abstract

Luka perineum merupakan robekan atau luka pada area perineum yang terjadi akibat proses persalinan normal. Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi dan memperlambat proses penembuhan. Daun binahong (Anredera cordifolia) mengandung flavonoid, saponin, asam askorbat, dan antioksidan yang berperan dalam pembentukan kolagen serta percepatan regenerasi jaringan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian air rebusan daun binahong dalam membantu penyembuhan luka perineum pada ibu nifas. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada satu responden ibu nifas dengan luka perineum derajat II yang diberikan air rebusan daun binahong 50 gram dalam 800 ml hingga tersisa 400 ml digunakan dua kali sehari selama tujuh hari. Hasil pengamatan terdapat perubahan yang signifikan dalam penyembuhan luka perineum Ny. D dari sebelum diberikan air rebusan daun binahong didapatkan skor skala REEDA 11 yang berarti penyembuhan luka buruk, setelah penggunaan air rebusan daun binahong diberikan didapatkan skor skala REEDA 0 yang berarti penyembuhan luka baik. Hasil ini mengindikasikan bahwa air rebusan daun binahong efektif mempercepat penyembuhan luka perineum pada ibu nifas.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Balita Umur 10-18 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Soropia Kabupaten Konawe Tahun 2025 Nurjannah; Ertika Sekar Ningrum Jayadipraja; Erti; Priti Sinta
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/re2jet28

Abstract

Masalah kesehatan masih meluas di Indonesia, seperti penyakit menular yang dapat dicegah dengan rangkaian vaksin dasar yang lengkap. Sebagai salah satu intervensi kesehatan publik yang paling unggul dalam aspek biaya dan hasil, imunisasi berperan vital dalam mengeradikasi penyakit menular. Upaya ini terbukti efektif menekan mortalitas yang disebabkan oleh berbagai infeksi berbahaya, mulai dari polio dan tuberkulosis hingga komplikasi berat seperti sindrom rubella kongenital, pneumonia, dan meningitis. Dalam konteks ini, partisipasi ibu dalam jadwal vaksinasi sangat penting, yang memerlukan pemahaman tentang imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait dengan penyelesaian imunisasi rutin pada bayi berusia 10–18 bulan di wilayah layanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia, Kabupaten Konawe. Penelitian ini adalah penelitian analitis yang menggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Populasi studi mencakup ibu dengan bayi berusia 10–18 bulan yang terdaftar di wilayah pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia, Kabupaten Konawe, selama tiga bulan sebelumnya (Juni–Agustus 2025), dengan total 194 ibu. Peneliti menggunakan strategi sampling purposif untuk memilih 65 peserta. Peneliti menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara pengetahuan dan dukungan keluarga dengan pelaksanaan imunisasi rutin. Nilai p untuk pengetahuan adalah 0,013 dan nilai p untuk dukungan keluarga adalah 0,001. Penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan dan dukungan keluarga berkaitan dengan pelaksanaan imunisasi rutin pada bayi berusia 10 hingga 18 bulan di wilayah pelayanan Pusat Kesehatan Masyarakat Soropia.
Hubungan Aktivitas Fisik dan Asupan Makan dengan Status Gizi Siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok Himayati Nurul Wahdah; Muhammad Syamsussabri; Baiq Dewi Sukma Septiani; Febrina Sulistiawati
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/3dfyp607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik, asupan makan, dan status gizi pada siswa Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan melibatkan 109 siswa berusia 15-18 tahun sebagai responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner food recall 24 jam, kuesioner aktivitas fisik, dan pengukuran antropometri untuk menentukan IMT/U berdasarkan standar z-score. Hasil penelitian menunjukkan 51,38% siswa tergolong kurang gizi, 42,02% normal, sebagian besar aktivitas fisik siswa dalam kategori sedang (60,55%), serta asupan energi, protein, dan lemak yang kurang sering ditemukan. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p=0,396). Namun, terdapat hubungan signifikan antara asupan energi (p=0,038), protein (p=0,020), lemak (p=0,000), dan karbohidrat (p=0,000) dengan status gizi. Kesimpulannya, status gizi siswa lebih dipengaruhi oleh kecukupan asupan nutrisi daripada tingkat aktivitas fisik.
Identifikasi Senyawa Aktif Ekstrak Etanol Bintil (Galls) Daun Loa (Ficus racemosa L.) dengan Skrining Fitokimia dan GC-MS (Gas Chromatography-Mass Spectrometry) sebagai Kandidat Senyawa Obat Lale Budi Hutami Rahayu Rahayu; Faizul Bayani; Meilynda Pomeistia; Fadhila Helienya Azzahra
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/dfj8gd44

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki beragam jenis tumbuhan yang banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Tumbuhan loa telah banyak diteliti dan diketahui bagian tanaman seperti daun, buah, kulit dan akarnya memiliki potensi farmakologi seperti antibakteri, antioksidan, antiinflamasi dan lain-lain. Namun sejauh ini belum ada eksplorasi penelitan terkait bintil (galls) daun loa. Bintil (galls) pada daun loa merupakan bentuk abnormal daun sebagai wujud pertahanan diri dari serangan hewan patogen. Dalam pengobatan tradisional, bintil daun loa, oleh masyarakat Lombok Tengah dimanfaatkan untuk mengobat penyakit kulit yang digunakan secara topical, tetapi sejauh ini belum ada bukti ilmiah yang mendukung kalim tersebut. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan senyawa fitokimia dalam ekstrak etanol bintil daun loa, yang diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai kandidat senyawa obat. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa Skrining fitokimia ekstrak etanol 70% bintil daun loa (Ficus racemosa L.) positif mengandung golongan senyawa fenolik, tanin, flavonoid, saponin, alkaloid, dan steroid/terpenoid. Analisis dengan instrument GC-MS menunjukkan terdapat 40 kemungkinan komponen senyawa terbesar yang teridentifikasi dengan GC-MS dan terdapat 5 Senyawa golongan metabolit sekunder seperti alkaloid, & terpenoid. Lima senyawa tersebut Adalah Pyridine, 3-(1-methyl-2-pyrrolidinyl), 2-Hexadecen-1-ol (Phytol) (15,55%), 2H-Pyran,2-(2-heptadecynyloxy) (13,37%), 4,8,13-Cyclotetradecatriene-1,3-diol (2,62%), 2-Heptanamine, 5-methyl (0,22%). Keberadaan senyawa yang teridentifikasi dapat berpotensi sebagai bahan obat karena diketahui memiliki potensi aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antibakteri, antiinflamasi dan antivirus.
Peran Program Latihan Terstruktur terhadap Pengendalian Berat Badan Jangka Panjang dan Kesehatan Metabolik Pinton Setya Mustafa; Luthfie Lufthansa; Reza Aofal; Tama Anugrah; Zanzabil Adwa Fitrian; Dewi Nurhidayah
Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2026): Medika: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/wzt6xz76

Abstract

Pengendalian obesitas memerlukan pendekatan berkelanjutan yang tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga stabilitas metabolik dalam jangka panjang. Kajian ini bertujuan menyintesis bukti ilmiah mengenai kontribusi program latihan terstruktur dalam mendukung keberlanjutan manajemen berat badan dan optimalisasi fungsi metabolik. Penelitian menggunakan metode integrative literature review dengan menelaah artikel dari berbagai basis data ilmiah melalui proses seleksi sistematis dan analisis tematik kualitatif. Hasil telaah menunjukkan bahwa latihan terstruktur berfungsi sebagai intervensi inti melalui mekanisme ganda, yaitu regulasi keseimbangan energi dan adaptasi metabolik independen dari penurunan berat badan semata. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh prinsip progresivitas, individualisasi program, serta dukungan perilaku dan lingkungan. Temuan ini memperkuat model konseptual bahwa latihan fisik bukan hanya alat reduksi berat badan, melainkan determinan utama stabilitas metabolik jangka panjang. Dengan demikian, integrasi latihan terstruktur dalam pendekatan multidisipliner berbasis bukti menjadi esensial dalam pengendalian obesitas berkelanjutan.