cover
Contact Name
I Putu Widyanto
Contact Email
putuwidyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
putuwidyanto@gmail.com
Editorial Address
Jl. G.Obos X Pasca Sarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Core Subject : Science, Education,
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen adalah jurnal akses terbuka peer-review dan kebijakan ganda. Jurnal ini diterbitkan dua kali Bulan Juni dan Desember. Jurnal di bidang Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Manajemen Pendidikan, Manajemen Kepemimpinan, Manajemen Sumber Daya Manusia.
Articles 90 Documents
Peran dan Tantangan Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Mendukung Inovasi Pendidikan di Era Digital Tri Yuli Panca Meslawika; Yeni Wulandari; Made Dwike Mahendra
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1480

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di era digital saat ini, TIK memainkan peran penting dalam mendorong inovasi pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan terjangkau. Artikel ini membahas peran utama TIK dalam mendukung transformasi pendidikan, serta tantangan yang dihadapi dalam proses implementasinya. Beberapa manfaat penerapan TIK dalam pendidikan antara lain peningkatan akses terhadap sumber belajar, personalisasi pembelajaran, dan peningkatan efektivitas pengajaran. Namun demikian, terdapat berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, kurangnya literasi digital, resistensi terhadap perubahan, serta kesenjangan teknologi antara daerah perkotaan dan pedesaan. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi yang komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan TIK dalam pendidikan guna menciptakan sistem pembelajaran yang adaptif dan berkelanjutan di era digital. Metode kajian literatur menggunakan media online yaitu jurnal, E-Book dan artikel ilmiah sebagai pendekatan. Kata Kunci: Teknologi Informasi dan Komunikasi, Inovasi Pendidikan, Era Digital, Literasi Digital, Transformasi Pendidikan.
Peran Teknologi Informasi Dan Komunikasi Dalam Pendidikan Agama Hindu Suprianto Suprianto; Rona Delpia
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1486

Abstract

Abstract The development of Information and Communication Technology (ICT) has significantly impacted the field of education, including Hindu religious education. This article explores the strategic role of ICT in facilitating Hindu religious learning through various forms, such as the digitalization of scriptures, interactive learning platforms, and social media as tools for education and religious outreach. ICT utilization enhances accessibility, interactivity, and students’ motivation in learning Hindu teachings. However, challenges remain, including limited infrastructure, gaps in teachers’ digital competence, and the lack of relevant and high-quality digital religious content. This article offers solutions such as digital literacy training for Hindu religious teachers, the development of Hindu-based digital learning platforms, and ongoing supervision of digital content. Therefore, ICT becomes an essential tool in addressing the challenges of Hindu religious education in the digital era. Keywords: Information and Communication Technology, Hindu Religious Education, Digital Learning, Social Media, Digital Scriptures.
Pengaruh Inovasi Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Peningkatan Kinerja Guru Di SDN Batur 04 Messi Ana Jayati; Sophia Tri Satyawati; Stefanus Christian Relmasira
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1518

Abstract

ABSTRACT Innovation in leadership style by school principals is important to understand.. By understanding the leadership style that is in accordance with the situation of the organization he leads, it will help a leader in deciding what leadership style he will apply.The purpose of this study is to determine whether there is an influence of the leadership style applied to the performance of its members.In this study, the method used was a culaitative research method with data collection techniques, namely interviews and observations conducted at SDN Batur 04, with a total of 9 teachers consisting of 6 class teachers and 3 maple teachers.The analysis used is narrative analysis, namely by analyzing data as a story or narrative. This study shows that there are changes in teacher performance when different leadership styles are applied by the principal. At first the principal applied a situational leadership style which turned out to be less appropriate in the organizational environment with differences in the character of the teachers at school, this prompted the principal to apply a different leadership style to each group. Keywords: Leadership style, teacher performance, improving, Innovation ABSTRAK Inovasi Gaya kepemimpinan kepala sekolah merupakan hal yang penting untuk dipahami. Dengan memahami gaya kepemimpinan yang sesuai dengan situasi organisasi yang dipimpinnya, maka akan membantu seorang pemimpin dalam memutuskan gaya kepemimpinan apa yang akan ia terapkan. Tujuan dari penelitian yang dilakukan ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh inovasi gaya kepemimpinan Pada penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian metode penelitian kulaitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara dan observasi yang dilakukan di SDN Batur 04, dengan jumlah guru sebanyak 9 orang yang terdiri dari 6 guru kelas dan 3 guru mapel, analisis yang digunakan adalah analisis analisis naratif, yaitu dengan menganalisis data sebagai suatu cerita atau narasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan kinerja guru ketika gaya gaya kepemimpinan yang berbeda diterapkan oleh kepala sekolah. Pada awalnya kepala sekolah menerapkan menerapkan gaya kepemimpinan situasional yang ternyata kurang sesuai di lingkungan lingkungan organisasi dengan perbedaan karakter guru-guru di sekolah, hal ini sekolah, hal ini mendorong kepala sekolah untuk menerapkan gaya kepemimpinan yang berbeda pada yang berbeda pada setiap kelompok. Kata kunci: Gaya kepemimpinan, kinerja guru,meningkatkan, inovasi
Best Practice "Layanan Orientasi Ceria untuk Mendampingi Transisi Anak dari PAUD ke SD Chrisma Prateila Kusumaningsih; Jt. T. Lobby Loekmono; Yari Dwikurnaningsih
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1533

Abstract

Transisi dari PAUD ke SD merupakan fase krusial yang dapat menimbulkan kecemasan pada anak akibat perbedaan paradigma belajar. Artikel best practice ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi program "Layanan Orientasi Ceria" sebagai solusi inovatif untuk memfasilitasi transisi yang mulus. Maksud dari artikel ini adalah menyajikan sebuah model praktik baik yang teruji dan dapat direplikasi oleh sekolah lain. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan triangulasi data melalui observasi, wawancara, dan angket terhadap 30 siswa kelas 1, orang tua, guru, dan kepala sekolah di SDN Karangtengah 01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan tiga pilar; pra-orientasi psikologis, orientasi berbasis permainan, dan kemitraan proaktif dengan orang tua secara signifikan berhasil mengurangi kecemasan siswa, meningkatkan kesiapan sosial-emosional, dan membangun fondasi belajar yang kokoh. Disimpulkan bahwa "Layanan Orientasi Ceria" efektif dalam mengubah rasa gugup menjadi antusiasme dan kemandirian, membuktikan bahwa investasi pada kesejahteraan emosional di masa transisi adalah landasan esensial bagi perkembangan anak.
Best Practice Layanan Bimbingan dan Konseling Individual dalam Meningkatkan Etika Kristen di Sekolah Dasar Michael Alan Hirdi Pukada; Yari Dwikurnaningsih; J. T. Lobby Loekmono
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1534

Abstract

Artikel ini menjawab kesenjangan antara pemahaman dan perilaku etika Kristen di sekolah dasar. Tujuannya adalah mendeskripsikan best practice layanan bimbingan konseling individual melalui studi kualitatif dengan teknik wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling integratif yang memadukan storytelling biblika (konseling naratif) dengan intervensi spiritual seperti doa, terbukti efektif dalam mengatasi masalah etis siswa. Keberhasilan ini didasari oleh rapport kuat yang dibangun melalui konsistensi guru sebagai model peran. Disimpulkan bahwa praktik baik ini mampu secara efektif mentransformasikan pemahaman etika menjadi perilaku yang terinternalisasi. Model ini menawarkan kerangka kerja teruji, personal, dan spiritual yang dapat direplikasi untuk meningkatkan pembinaan karakter di sekolah lain.
Paradigma Baru dalam Manajemen Keuangan Sekolah: Inovasi Pembayaran SPP Melalui Virtual Account di SD KH Papua Vilia Dechressya Tomatala; Sophia Tri Satyawati; Stefanus Christian Relmasira
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 1 (2025): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i1.1536

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut adanya inovasi dalam manajemen lembaga pendidikan, termasuk dalam pengelolaan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi, dampak, dan tantangan dari penerapan sistem pembayaran SPP melalui virtual account (VA) sebagai sebuah paradigma baru dalam manajemen keuangan di SD KH Papua. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan kepala sekolah, bendahara, dan orang tua siswa, serta didukung oleh observasi dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem VA secara signifikan meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi beban kerja manual bendahara, dan meningkatkan transparansi serta akuntabilitas keuangan sekolah. Bagi orang tua, sistem ini memberikan kemudahan dan fleksibilitas pembayaran. Meskipun demikian, tantangan utama yang dihadapi adalah tingkat literasi digital sebagian orang tua dan keterbatasan akses internet di beberapa lokasi. Strategi sosialisasi yang intensif dan pendampingan personal menjadi kunci keberhasilan adaptasi sistem ini. Kesimpulannya, inovasi pembayaran SPP via VA merupakan sebuah transformasi positif yang efektif, namun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur dan pendekatan adaptif terhadap pengguna.
Transisi Guru Pedalaman Papua dalam Menghadapi Perubahan Lingkungan dan Psikososial: Kajian dengan Model Bridges Transition Vilia Dechressya Tomatala; Sophia Tri Satyawati; Yari Dwikurnaningsih
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1537

Abstract

Penugasan guru di daerah pedalaman dan rawan konflik di Papua menghadirkan tantangan unik, terutama ketika terjadi perubahan mendadak seperti relokasi paksa akibat situasi keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi psikososial yang dialami oleh guru-guru yang dipindahkan dari pedalaman ke kota, dengan menggunakan kerangka Bridges Transition Model. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan dari wawancara mendalam dengan empat guru yang terdampak dan satu kepala sekolah yang mengelola perubahan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para guru secara jelas melewati tiga fase transisi. Fase pertama, Ending, Losing, Letting Go, ditandai oleh perasaan sedih, kehilangan, dan kekecewaan yang mendalam karena harus meninggalkan siswa dan rutinitas secara tiba-tiba. Fase kedua, The Neutral Zone, merupakan periode kebingungan, ketidakpastian peran, dan tantangan adaptasi terhadap lingkungan kerja serta budaya baru di kota. Fase ketiga, The New Beginning, ditandai dengan penerimaan bertahap, pembentukan rutinitas baru, dan penemuan identitas profesional yang baru, meskipun dengan kecepatan yang berbeda-beda. Dukungan kepemimpinan yang empatik dari kepala sekolah dan solidaritas rekan sejawat menjadi faktor krusial dalam membantu guru menavigasi zona netral yang sulit. Kesimpulannya, Model Transisi Bridges terbukti menjadi alat analisis yang efektif untuk memahami dimensi psikologis dari manajemen perubahan, serta menekankan pentingnya dukungan manajerial yang terstruktur dalam memfasilitasi transisi guru di situasi krisis.
Efektifitas Anggaran Pendidikan di Daerah 3T: Kajian Literatur Julita Maya Jalnuhuubun; Esalina Y Djutay
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1565

Abstract

Penelitian ini menganalisis efektivitas pengelolaan anggaran pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) melalui kajian pustaka sistematis. Hasil menunjukkan bahwa keterlambatan distribusi dana, kapasitas manajemen sekolah yang terbatas, infrastruktur yang kurang memadai, dan rendahnya partisipasi masyarakat menurunkan efektivitas, sedangkan kebijakan afirmatif pemerintah dan pemanfaatan teknologi digital meningkatkan efektivitas. Rekomendasi strategis meliputi penguatan kapasitas manajemen sekolah, percepatan distribusi dana, dan implementasi sistem digital untuk meningkatkan tata kelola anggaran.
Etika Guru dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Agama Hindu Dewi Sinta; Putu Diapurnaman; Agung Adi
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1568

Abstract

Public debates on the quality of education in Indonesia are often marked by empirical assumptions that place doubts on educational outcomes by attributing them primarily to the low professionalism of teachers. Such assumptions tend to oversimplify the problem, given that education is inherently a complex system involving interrelated structural, cultural, pedagogical, and ethical dimensions. Prematurely justifying teachers as the sole determinant of educational shortcomings therefore requires critical reexamination. This article aims to analyze issues of educational quality, with specific attention to Hindu Religious Education, through the lens of teacher ethics derived from Hindu teachings. The shift in the essence of the educator’s role, from the teacher as a moral authority, value bearer, and role model toward learning paradigms that emphasize student-centered activity, is viewed as potentially generating ethical tension when not accompanied by strong moral integrity and responsibility on the part of teachers. Within this context, religion is positioned as a primary source of ethical and moral values with a strategic function in the formation of a civilized society. Hinduism, as one of the religious subjects taught in Indonesian schools, contains a rich corpus of ethical teachings that remain highly relevant as foundations for teacher professionalism. This study employs a qualitative descriptive approach based on a literature review of Hindu scriptures, academic works, and relevant prior studies. The discussion focuses on the nature of ethics in Hindu teachings, the concept of the teacher within Hindu tradition, and the application of sattvic qualities, wiweka (moral discernment), honesty, wisdom, and justice in the teaching and learning process. The findings indicate a persistent gap between the ethical ideals of Hindu teachings and the actual practice of Hindu religious instruction in schools, which remains predominantly oriented toward cognitive achievement rather than lived experience, moral exemplarity, and practical application of values. Consistent integration of Hindu ethics into pedagogical practice is therefore expected to enhance the quality of Hindu Religious Education by balancing cognitive, affective, and psychomotor domains while strengthening the teacher’s role as an agent of dharma within the educational system
Integrasi Pendekatan Sosial-Emosional dalam Manajemen Pembelajaran di Sekolah Dasar Raisa Vienlentia; Katrin Katrin
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 9 No 2 (2025): Satyasastra Haring: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v9i2.1844

Abstract

Artikel ini membahas integrasi Social Emotional Learning (SEL) berbasis kerangka CASEL dalam manajemen pembelajaran di sekolah dasar melalui kajian literatur. Fokus pembahasan mencakup kontribusi lima kompetensi SEL terhadap iklim kelas, keterlibatan siswa, serta efektivitas pembelajaran. Hasil telaah menunjukkan bahwa penerapan SEL secara konsisten membantu meningkatkan regulasi emosi, interaksi sosial, dan fokus belajar siswa. Di Indonesia, pendekatan ini sejalan dengan kebijakan pendidikan yang menekankan penguatan karakter, meskipun masih menghadapi tantangan seperti kesiapan guru dan kondisi kelas yang beragam. Artikel ini menekankan pentingnya strategi yang adaptif dan berbasis konteks agar integrasi SEL dapat mendukung manajemen pembelajaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan.