cover
Contact Name
I Putu Widyanto
Contact Email
putuwidyanto@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
putuwidyanto@gmail.com
Editorial Address
Jl. G.Obos X Pasca Sarjana Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Core Subject : Science, Education,
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen adalah jurnal akses terbuka peer-review dan kebijakan ganda. Jurnal ini diterbitkan dua kali Bulan Juni dan Desember. Jurnal di bidang Manajemen Pendidikan Agama Hindu, Manajemen Pendidikan, Manajemen Kepemimpinan, Manajemen Sumber Daya Manusia.
Articles 90 Documents
TANTANGAN ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 TERHADAP PENDIDIKAN HINDU DI KALIMANTAN TENGAH gaya laman
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Revolusi industri 4.0 sangat erat kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kian pesat telah memberikan terhadap kehidupan manusia. Pendidikan Hindu adalah salah satu yang tidak luput menerima dampak kemajuan perkembangan era revolusi industri keempat yang memberikan tantangan tersendiri agar mampu menciptakan generasi muda Hindu yang tidak hanya berkarakter dan berakhlak Hindu yang baik, tapi diikuti dengan peningkatan kualitas sumber-sumber daya manusia yang unggul dan siap bersaing. Kemajuan pendidikan Hindu di tengah-tengah perubahan transisi kehidupan sosial demi mewujudkan cita-cita making Indonesia 4.0 membutuhkan wujud konkret dan usaha yang keras dari segenap pihak yang terlibat memajukan pendidikan Hindu ke depannya dalam menyongsong era digitalisasi kekinian.Peningkatan kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan era revolusi industri di pasar kerja menjadi peluang sekaligus tantangan revolusi industri 4.0 khususnya daerah yang ada di Kalimantan Tengah. Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, Pendidikan Hindu
GAGAP KOMUNIKASI MENGHADAPI KEMAJUAN PARIWISATA PULAU NUSA PENIDA (Studi Kasus pada Pemerintah Kabupaten Klungkung) sudiarta ketut
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini adalah sebuah studi kasus dengan mengambil kasus komunikasi Pemerintah Kabupaten Klungkung terhadap masyarakat Nusa Penida dalam menghadapi kemajuan pariwisata Nusa Penida. Ekspektasi masyarakat terhadap pemerintah yang terlanjur sudah membumbung tinggi akan perubahan infrastruktur yang berbanding terbalik dengan realita yang dihadapi membuat keluhan-keluhan masyarakat susah untuk dijawab sempurna oleh pemerintah. Kegagalan menangani keluhan masyarakat ini menghambat komunikasi pemerintah. Mitigasi risiko yang lemah dalam menghadapi kemajuan pariwisata menimbulkan culture shock yang besar dan mengurangi public trust kepada pemerintah. Pemahaman tentang kendala dan tantangan-tantangan dalam mewujudkan cita-cita masyarakat yang dihadapi pemerintah belum dapat disampaikan ke masyarakat secara luas dan masif dengan bahasa yang sederhana dan membumi yang menyentuh emosi masyarakat. Ketidakmaksimalan pegawai pemerintah sebagai humas di era digital ini bukan lagi persoalan sumber daya manusianya, tapi lebih karena sikap ewuh pakewuh pada atasan yang menyebabkan pegawai pemerintah menjadi gagap dalam berkomunikasi. Bagi pegawai pemerintah merubah mindset dan bekerja inovatif dan kreatif, berpikir holistik dan lintas sektoral akan menyebabkan terjadinya transformasi menuju kinerja pemerintahan yang mampu beradaptasi dengan perubahan sosial yang begitu pesat. Kata kunci : Gagap komunikasi, ekspektasi tinggi, kemajuan pariwisata
Panca Yadnya dalam Ritual Keagamaan Hindu Kaharingan di Kalimantan Tengah kadek sukiada
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pelaksanaan Panca Yadnya dalam ritual dalam masyarakat Hindu Kaharingan memiliki hubungan yang erat antara Tuhan, manusia, dan alam. Hal ini mengantarkan masyarakatnya percaya bahwa Tuhan, manusia, dan alam merupakan persekutuan yang tidak boleh dipisahkan. Pandangan ini menjadikan MHK untuk tetap yakin bahwa Tuhan, alam dan manusia harus memiliki hubungan yang harmonis. Hubungan yang harmonis tersebut, teraplikasi dalam praktik ritual keagamaan Masyarakat Hindu Kaharingan seperti halnya dengan persembahyangan memiliki salah satu tujuan, yaitu untuk menunjukkan rasa bakti yang tulus dan ikhlas kepada Ranying Hatalla Langit. Kata Kunci : Panca Yadnya, Ritual Keagamaan Hindu Kaharingan
PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PERKEMBANGAN PENDIDIKAN MELALUI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) widiyanto putu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Meningkatkan mutu pendidikan dapat dilakukan dengan penguatan partisipasi masyarakat, dengan ikut serta dalam penyusunan program serta implementasinya dalam proses pembelajaran. Keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pendidikan dapat dilakukan bila sekolah memiliki otonomi untuk penyelenggaraan pendidikannya dengan melibatkan semua warga sekolah termasuk masyarakat dan orang tua. Penerapan manajemen berbasis sekolah (MBS) diyakini sebagai suatu model implementasi kebijakan desentralisi pendidikan yang mencirikan otonomi kepada sekolah dalam pengelolaannya. MBS merupakan salah satu langkah dalam mendukung peningkatan mutu sekolah. MBS menekankan pada seluruh pihak yang berkepentingan dalam peningkatan mutu pendidikan dalam menggodok dan merumuskan segala macam keputusan yang berkaitan dengan pendidikan serta ikut serta dalam implementasi konsep yang telah dibuat. Partisipasi dari orangtua siswa dan masyarakat dalam program MBS berupa merealisasi program sekolah selai itu mendukung sekolah melalui bantuan dana dan bersama warga sekolah merumuskan dan mengembangkan program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan disekolah. Partisipasi masyarakat dan orang tua siswa dapat membantu sekolah sebagai narasumber atau organisator kegiatan sekolah. Selain itu dapat juga terlibat secara aktif dalam proses kontrol kualitas pengelolaan sekolah. Kata Kunci : manajemen berbasis sekolah, partisipasi masyarakat
KOMPETENSI PUSTAKAWAN DALAM MANAJEMEN PENGETAHUAN gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Manajemen pengetahuan mencakup belajar yang efektif untuk mengelola pengetahuan baik sebagai objek maupun sebagai proses. Pembelajaran ini mengharuskan para manajemen untuk mengembangkan pemahaman umum tentang apa pengetahuan, serta apa metode yang efesien dan sistematis untuk mengelola pengetahuan tersebut dalam organisasi. Tulisan ini menggali fenomena manajemen pengetahuan yang telah lama berkembang yang sangat bersentuhan dengan informasi dan pengetahuann dewasa ini. Pustakawan sebagai subyek pemberdaya pengetahuan (knowledge enabler) diharapkan mampu mengembangkan konsep manajemen pengetahuan. Sesuai latar belakang penulis seorang pustakawan (librarian) maka konsep manajemen yang di bahas dalam tulisan ini diarahkan pada peran pustakawan fungsional yang berada dalam lingkungan manajemen organisasi perpustakaan. Pustakawan seharusnya berupaya mengidentifikasi pengetahuan dan mengembangkan sistem yang diperlukan untuk menangani dan mengelola pengetahuan. Untuk mencapai upaya tersebut maka, pustakawan tetap harus memprakarsai dan menumbuhkan serta mengembangkan sistem agar pengetahuan bisa di implementasikan. Solusi yang harus dipenuhi oleh pustakawan dalam memberdayakan pengetahuan antara lain : pustakawan harus dapat meningkatkan kemampuan dalam teknologi informasi yang memadai, mengembangkan komunikasi ilmiah bagi sesama pustakawan, menumbuhkan jiwa kewirahusahaan dan bisnis, dan pustakawan diharapkan mampu meningkatkan kompetensi, manajerial dan kepemimpinan berbasis informasi. Kata Kunci: Pustakawan, Manajemen, Pengetahuan
UPACARA MENYANGGAR DAYAK MARATUS DESA ATIRAN KECAMATAN BATANG ALAI TIMUR KABUPATEN HULU SUNGAI TENGAH KALIMANTAN SELATAN Handoko Handoko
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Kalimatan selatan (Dayak maratus ) mempunyai tradisi dan budaya yang sangat kental yang mempercayai alam semesta ini ciptaan yang maha kuasa. Ajaran Tri Hita Karana yaitu melakukan hubungan manusia dengan Tuhan , manusia dengan alam Semesta danhHubungan manusia dengan Leluhur. Upacara ritual Menyanggar ini makin langka dilaksanakan, karena pemahaman umat Hindu Kaharingan terhadap Upacara ritual tersebut sangat kurang. Keadaan demikian perlu mendapat perhatian khusus oleh lembaga agama Hindu/Hindu Kaharingan, karena Upacara Menyanggar mengandung nilai yang sangat tinggi dan sangat bermanfaat dalam kehidupan masyarakat pada umumnya dan umat Hindu/Hindu Kaharingan pada khususnya. Peneliti ingin mengetahui bagamana upacara menyanggar yang berada di desa Atiran Kecamatan Batang alai Timur.kabupaten Hulu sungai Tengah Kalimantan Selatan . Menegenai pelaksanaan Upacara Menyanggar ini dapat dibagi dalam tiga tahap yaitu:1.Tahap awal atau tahap persiapan upacara Menyanggar 2. Tahap Puncak upacara Pelaksanaan 3. Tahap akhir upacara Menyanggar ‘Sebelum upacara manyanggar ini dimulai, lebih dahulu dilaksanakan penyembelihan hewan korban. Setelah segalanya siap, hewan korban sudah dipapah (dipanggang di atas api) dan pembuatan wadai-wadai sesajen sudah selesai semuanya, maka upacara pun siap dilaksanakan. Upacara Menyanggar merupakan bentuk atau wujud bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sang Hyang Widhi Wasa) dan roh suci leluhur,dan alam semesta ini hal ini dapat dilihat dalam pelaksanaan upacara Tersebut dimohon menganugrahkan rakhmat dan karunia-Nya kepada umat manusia.
UKURAN BERAGAMA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI made suyasa
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kita dikenal sebagai bangsa yang religius, bangsa yang ramah, bangsa yang teleran, bangsa yang taat tentang ajaran agamanya dan bangsa yang santun, terbukti dengan mudahnya suku-suku lain untuk tinggal dan menetap mencari penghidupan dan saling bekerja sama tanpa membeda-bedakan etnis, adat dan Agama. Mereka saling tolong menolong dan bergotong royong, segala permasalahan bisa diselasaikan dengan musyawarah mufakat dimasyarakat, namun belakangan ini, apalagi dibarangi dengan adanya pikada, pilpres dan memilih wakil-wakil kita keadaannya justru berbanding terbalik walaupun bukan seratus persen faktanya ada kita saksikan. Berkaitan dengan itu ukuran beragama dalam hidup kita sehari-hari bukan, rajinnya orang sembahyang, namun keteladanan yang menjadi ukurannya. Nilai-nilai yang selama ini dijunjung oleh bangsa Indonesia dan menjadi dasar pijakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Namun belakangan ketenangan, ketentraman, kedamaian sudah mulai terusik. Masyarakat menjadi begitu kasar dalam menyelesaikan suatu permasalahan, tak cukup dengan perang mulut saja, tetapi juga dengan kekerasan.Yang menjadi pertanyaan sekarang, apakah ini bisa dijadikan ukuran kegagalan/keberhasilan beragama dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilan beragama dalam kehidupan sehari-hari adalah keteladanan bagi seseorang yang diberikan amanah dalam tata kelola kehidupan beragama. Kata Kunci: Ukuran Keberhasilan Beragama dalam Kehidupan sehari-hari.
Manajemen Kinerja Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Hindu di Era Revolusi Industri 4.0 Ni Putu Eka Merliana
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 3 No 2 (2019): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari tulisan ini adalah untuk memaparkan pentingnya manajemen kinerja dalam penerapan pendidikan agama Hindu sebagai pendidikan yang menghasilkan pendidikan berkarakter. Pendidikan agama Hindu merupakan norma-norma yang digunakan sebagai dasar dalam menuntun umat manusia dalam bertingkah laku yang baik sesuai dengan ajaran agama Hindu dengan selalu berbhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi dengan penuh cinta kasih. Dari hasil paparan artikel ini didapat bahwa penerapan manajemen kinerja melalui pendidikan agama hindu dengan cara peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam menerapkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran yang inovatif dan kreatif di era revolusi industri 4.0
TAT TWAM ASI DALAM PELAYANAN PRIMA DI PERPUSTAKAAN MENURUT KITAB SARASAMUCCAYA gusti ayu
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/satya-sastraharing.v4i1.487

Abstract

Pelayanan prima merupakan upaya yang dilakukan oleh pustakawan untuk mewujudkan perpustakaan yang bisa berkontribusi dan berinklusi sosial bagi masyarakat sekitar. Pelayanan prima yang dibahas di sini erat kaitannya dengan pelayanan yang dilakukan pustakawan kepada pengunjung perpustakaan. Beberapa hal yang harus dilaksanakan oleh perpustakaan untuk mewujudkan layanan prima antara lain kecepatan dan keakuratan pustakawan dalam mencari informasi, kemudahan cara mencari informasi, sikap dan sifat pustakawan dalam memberikan layanan dengan menganggap orang lain (pengunjung) adalah dirinya sendiri, serta kenyamanan yang bisa diberikan oleh perpustakaan kepada pengunjung. Tat twam asi adalah ajaran Hindu yang mengajarkan tentang kesamaan martabat manusia yang menganggap orang lain adalah diri kita sendiri. Ajaran ini sesuai dengan tujuan perpustakaan dalam mewujudkan pelayanan prima. Tat twam asi dalam kitab sarasamuccaya mengajarkan delapan hal yaitu (1) tidak menyimpang dari ajaran dharma (2) mengendalikan pikiran, perkataan dan perbuatan (3) tinggalkan sifat dengki dan iri hati (4) kesabaran adalah kekayaan utama (5) Kemarahan adalah sumber musuh (6) Jangan berkata kasar (7) susila atau berbuat baik (8) Bergaulah dengan orang sadhu.
MEMBANGUN BUDAYA KERJA INOVATIF DI PERPUSTAKAAN Elekmida Sinaga
Satya Sastraharing : Jurnal Manajemen Vol 4 No 1 (2020): Satya Sastraharing: Jurnal Manajemen
Publisher : Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budaya kerja inovatif di perpustakaan merupakan budaya kerja seorang pustakawan yang mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kepustakawanan dengan menemukan ide-ide baru di bidang pengelolaan dan pelayanan informasi kepada pengunjung perpustakaan, serta ide-ide baru di bilang pelestarian informasi, seperti menerapkan teknologi informasi di bidang layanan, pencarian informasi dan pengelolaan serta pengolahan informasi. Penerapan budaya kerja inovatif memberikan manfaat bagi perpustakaan yaitu (1) untuk mencapai visi dan misi perpustakaan (2) mewujudkan perpustakaan sebagai pusat informasi dan berinklusi sosial (3) perekat hubungan persaudaraan sesama pegawai (4) sebagai controlling dalam pengawasan pegawai (5) menyatukan tujuan dan persepsi seluruh pegawai yang memiliki latar belakang budaya yang berbeda (6) membentuk perilaku dan karakter pegawai (7) sebagai dasar dalam penyusunan rencana dan tujuan organisasi kedepan (8) alat komunikais yang baik dengan semua komponen baik internal maupun eksternal.